Back to announcement
20241107_PBRX_Laporan Informasi dan Fakta Material_31754926_lamp1.pdf
Other Text extracted PBRXSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
PBRX/PR/NOV24
Jakarta, 6 November 2024
Perihal: RAPAT KREDITOR PT PAN BROTHERS TBK & GROUP
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
PT Pan Brothers Tbk (“Perseroan” atau “PBRX”) merupakan salah satu manufaktur garmen/ pakaian jadi terbesar di
Indonesia. Perseroan mengkhususkan diri dalam pembuatan garmen untuk produk dengan tingkat kompleksitas
menengah hingga tinggi, termasuk pakaian olahraga, pakaian musim dingin, dan pakaian untuk aktivitas luar ruangan.
Kapabilitas Perseroan dalam pembuatan garmen yang kompleks tersebut juga mendorong terbentuknya hubungan
jangka panjang Perseroan dengan berbagai merek pakaian global. Di Indonesia sendiri, para produsen tekstil dan
garmen domestik umumnya tidak bersaing di segmen yang sama dengan Perseroan serta tidak memiliki skala dan
kapabilitas yang sama.
Secara Grup, Perseroan mengoperasikan 15 pabrik di Jawa Tengah dan Tangerang. Secara keseluruhan di 15 pabrik
tersebut Perseroan mempekerjakan 23.000 tenaga kerja per September 2024. Meski jumlah tersebut telah turun dari
puncak tingkat jumlah total karyawan sebesar 38.000 pada tahun 2019, Perseroan tetap memainkan peran krusial di
sektor industrial Boyolali dan Sragen, dengan menyediakan lapangan kerja sekitar 5,5% tenaga kerja industri di daerah
tersebut pada tahun 2023.
Setelah restrukturisasi keuangan Perseroan tahun 2021, Perseroan dihadapkan dengan fasilitas LC yang terbatas serta
kesulitan dalam memperoleh fasilitas LC tambahan. Dengan ketiadaan fasilitas LC, Perseroan dihadapkan dengan
kondisi modal kerja yang ketat. Tantangan-tantangan ini memuncak pada tahun 2024 dengan adanya pengurangan
fasilitas LC lebih lanjut yang berdampak pada penurunan pesanan penjualan dari pelanggan dikarenakan keterbatasan
modal kerja Perseroan.
Ke depannya, secara global permintaan pakaian jadi global diperkirakan akan meningkat secara bertahap seiring
dengan meredanya inflasi. Dominasi China pada pangsa pasar garmen global juga telah berkurang serta adanya
ketidakstabilan politik di Bangladesh memberikan peluang bagi produsen garmen Indonesia. Meskipun kondisi global
diperkirakan membaik, Perseroan menargetkan pertumbuhan moderat selama beberapa tahun ke depan dengan adanya
keterbatasan modal kerja.
Pada Rapat Kreditor yang dihadiri juga oleh tim pengurus PKPU pada:
Hari/Tanggal : Rabu / 6 November 2024
Pukul : 14.00 – selesai
Tempat : Nine Space, Autograph Tower Floor 28, Thamrin Nine Complex
Jl. M.H. Thamrin No. 10, Jakarta Pusat
Perseroan mempresentasikan rencana bisnis dan ketentuan restrukturisasi kepada kreditur.
Rencana bisnis tersebut mencakup target penjualan untuk tahun 2024, 2025, dan seterusnya. Perkiraan penjualan ini
didasarkan pada ekspektasi penjualan berdasarkan diskusi dengan pelanggan saat ini. Dengan asumsi keterbatasan
modal kerja, Perseroan mengantisipasi penurunan penjualan lebih lanjut pada tahun 2025. Periode 2026-2030
diperkirakan akan menjadi periode pemulihan bagi Perseroan untuk meningkatkan penjualan dan menstabilkan kondisi
modal kerja.
Page 2
PBRX/PR/NOV24
Berdasarkan proyeksi tersebut, diperkirakan tingkat utang berkelanjutan Perseroan lebih rendah dari tingkat utang
Perseroan saat ini. Terkait ketentuan restrukturisasi, Perseroan mempresentasikan proposal untuk:
Utang sindikasi dibagi menjadi 2 (dua) tranche dengan jangka waktu pembayaran 11 dan 15 tahun.
Fasilitas LC dari Maybank yang sudah tidak aktif diselesaikan melalui penyelesaian dengan penjualan jaminan
Permata akan diberikan opsi untuk mereaktivasi fasilitas LC atau dikonversi menjadi term loan.
Surat utang obligasi dan pemberi pinjaman bilateral non-aktif akan dikonversi menjadi obligasi wajib konversi
(MCB).
Syarat dan ketentuan untuk pemberi fasilitas LC aktif serta vendor pemasok tidak berubah dan diatur sesuai
perjanjian yang sudah ada
Perseroan menyoroti bahwa proyeksi arus kas dan proposal restrukturisasi yang telah diajukan didasarkan pada asumsi
optimistis bahwa proses PKPU akan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yaitu pada tanggal 22 November 2024.
Pencapaian target penyelesaian PKPU pada bulan November ini sangat krusial bagi keberlangsungan bisnis Perseroan.
Keterlambatan dalam proses PKPU berpotensi menimbulkan ketidakpastian yang dapat mengikis kepercayaan para
pembeli potensial. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap minat beli dan jumlah pesanan yang diterima
Perseroan, terutama untuk season Fall Winter 2025. Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam
proses PKPU untuk berupaya menyelesaikan proses ini sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan.
Penting untuk ditekankan bahwa di tengah pelaksanaan proses restrukturisasi dan PKPU, Perseroan tetap berkomitmen
untuk menjalankan operasional bisnis secara normal. Salah satu prioritas utama Perseroan adalah mempertahankan
tenaga kerja Perseroan serta memastikan kesejahteraan karyawan.
“Clothing The World with Indonesian Heart”
Info lain dapat diunduh di website atau e-mail ke Corporate Secretary.
Website : http://www.panbrotherstbk.com
Instagram : @panbrothers_tbk
E-mail (Corporate Secretary): corpsec@pbrx.co.id
Jakarta, 6 November 2024
DIREKSI PT PAN BROTHERS Tbk
Page 3
PBRX/PR/NOV24
Jakarta, 6 November 2024
Re: PT PAN BROTHERS TBK & GROUP CREDITORS MEETING
COMPANY OVERVIEW
PT Pan Brothers Tbk (the “Company” or “PBRX”) is one of the largest garment and apparel manufacturers in Indonesia.
The Company specializes in the production of medium to high complexity garments, including sportswear, winter wear,
and outdoor activity attire. Its proficiency in manufacturing such intricate products has facilitated the establishment of
long-term partnerships with global apparel brands. Notably, domestic textile and garment manufacturers in Indonesia
typically do not compete in the same segments as PBRX and lack comparable scale and capabilities.
The Company operates 15 manufacturing facilities located in Central Java and Tangerang, employing a total of 23,000
workers as of September 2024. Although this number has declined from a peak of total 38,000 employees in 2019, the
Company remains a critical player in the industrial sectors of Boyolali and Sragen, providing employment to
approximately 5.5% of the region's industrial workforce as of 2023.
After the Company's financial restructuring in 2021, the Company was faced with limited LC facilities and difficulties in
obtaining additional LC facilities. In the absence of LC facilities, the Company was faced with tight working capital
conditions. These challenges culminated in 2024 with a further reduction in the LC facility which resulted in lower sales
orders from customers due to the Company's working capital constraints.
Looking ahead, the global demand for apparel is projected to increase gradually as inflation levels stabilize. The market
share previously held by China is reducing, while political instability in Bangladesh presents new opportunities for
Indonesian apparel manufacturers. Although global conditions are expected to improve, the Company is focusing on
achieving moderate growth in the coming years, given the constraints of limited working capital.
At the Meeting of Creditors, which was also attended by the Administrators, the following details were noted:
Day/Date : Wednesday / November 6, 2024
Time : 14.00 until finish
Location : Nine Space, Autograph Tower Floor 28, Thamrin Nine Complex
Jl. M.H. Thamrin No. 10, Jakarta Pusat
The Company has presented its business plan and restructuring terms to the lenders.
The business plan delineates sales targets for 2024, 2025, and the subsequent years, which are based on insights
gathered from discussions with our current customers. In light of anticipated working capital constraints, the Company
expects a further decline in sales in 2025. However, the period from 2026 to 2030 is projected to serve as a recovery
phase, during which the Company aims to enhance sales and stabilize its working capital conditions.
Based on these projections, it is estimated that the Company’s sustainable debt level will be lower than its current debt
level. As for the restructuring terms, the Company has proposed:
The syndicated debt will be structured into 2 (two) distinct tranches, with repayment periods set at 11 years and
15 years.
The inactive LC facility from Maybank will be settled through a sale of the associated collateral.
Permata will have the option to reactivate the LC facility or convert it into a term loan.
Bonds, along with non-active bilateral lenders, will be converted into mandatory convertible bonds (MCBs).
Page 4
PBRX/PR/NOV24
The terms and conditions applicable to active LC facility providers and supply vendors will remain unchanged
and will continue to be governed by the prevailing agreements.
The Company would like to emphasize that the cash flow projections and restructuring proposals presented are
predicated on the assumption that the PKPU process will be finalized as scheduled on November 22, 2024. Achieving
this target is essential for the continuity of the Company's business operations. Delays in the PKPU process could
introduce uncertainty that may diminish the confidence of potential buyers, which in turn could adversely affect
purchasing interest and order volumes, particularly for the Fall/Winter 2025 season. Consequently, it is imperative for all
parties involved in the PKPU process to collaborate effectively to ensure adherence to the established timelines.
It is vital to emphasize that, amidst the ongoing restructuring and PKPU efforts, the Company remains dedicated to
sustaining normal business operations. One of the Company's top priorities is to maintain our workforce and the
assurance of employee welfare.
“Clothing The World with Indonesian Heart”
Further information can be accessed or downloaded on our website or e-mail to the Corporate Secretary
Website : http://www.panbrotherstbk.com
Instagram : @panbrothers_tbk
E-mail (Corporate Secretary): corpsec@pbrx.co.id
Jakarta, November 6, 2024
DIRECTORS of PT PAN BROTHERS Tbk
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
H. Thamrin
p.1 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.