Skip to content
Back to announcement

20260610_BALI_Public Expose_32099649_lamp2.pdf

Other Text extracted BALI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 3

Page 1
               RINGKASAN DAN LAPORAN PELAKSANAAN PUBLIC EXPOSE TAHUNAN
                                 PT BALI TOWERINDO SENTRA Tbk
                                          (“Perseroan”)
                                           TAHUN 2026

Public Expose PT Bali Towerindo Sentra Tbk tahun 2026 dilaksanakan pada :

Hari/tanggal          :   Jumat/ 5 Juni 2026
Waktu                 :   16:00 WIB
Sarana               :    secara online melalui aplikasi Zoom


Pelaksanaan Public Expose secara elektronik dilakukan sesuai dengan surat edaran PT Bursa Efek Indonesia
nomor SE-0003/BE/05-2020 tanggal 29 Mei 2020 perihal Tata Cara Pelaksanaan Public Expose secara
elektronik.

Pada Public Expose secara elektronik tersebut, publik dapat berinteraksi secara virtual dengan management
Perseroan melalui Link Aplikasi Zoom Video Webinar dengan tautan sebagai berikut:

https://us06web.zoom.us/j/87166899583?pwd=qG5ivgILstRRVOFIgysfsbPaw1wqSL.1

Adapun Agenda Public Expose adalah:
 - Sekilas tentang Perseroan
 - Kinerja Perseroan Tahun 2025
 - Peristiwa Penting
 - Strategi Perseroan
 - Target 2026

Kehadiran:

Manajemen dan perwakilan Perseroan:
  1. Wakil Direktur Utama               : Lily Hidayat
  2. Direktur Aset dan Operasional      : Bambang Noegroho
  3. Chief Sales & Marketing Officer    : Andri Pranata
  4. Jumlah peserta                     : 6 orang melalui aplikasi zoom

Public Expose dimulai pada pukul 16:00 WIB dengan pemaparan materi yang sebelumnya telah Perseroan
sampaikan kepada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 2 Juni 2026 melalui web IDXnet.co.id, kemudian
dilanjutkan dengan acara tanya jawab.
Page 2
SESI TANYA JAWAB

No.     Nama         Institusi                         Pertanyaan & Jawaban
      Penanya
 1.   Bapak    Bisnis Indonesia   Pertanyaan:
      Hafiyyan                    1. Bagaimana target Kinerja BALI pada 2026?
                                  2. Sejauh mana fluktuasi rupiah terhadap dolar AS memengaruhi
                                      bisnis BALI?
                                  3. Bagaimana prospek bisnis VSAT RTGS Perseroan ke depan?
                                  4. Bagaimana hasil RUPS terkait keputusan laba? Apakah ada
                                      pembagian dividen? Bagaimana jadwal pembagiannya?

                                       Jawaban:

                                  1.   Pada tahun 2026, perseroan memproyeksikan pendapatan yang flat
                                       yaitu sekitar Rp1,225 triliun, dengan target EBITDA Margin sebesar
                                       69,49%. Secara umum Proyeksi tersebut relatif sama dibandingkan
                                       kinerja tahun 2025.
                                  2.   Perseroan tidak memiliki eksposur yang signifikan terhadap
                                       pelemahan Rupiah maupun ketidakpastian geopolitik yang dapat
                                       memengaruhi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Dari sisi
                                       pendapatan, seluruh pendapatan Perseroan diperoleh dalam mata
                                       uang Rupiah. Sementara itu, dari sisi liabilitas, Perseroan tidak
                                       memiliki utang dalam mata uang asing karena seluruh liabilitas
                                       Perseroan berada dalam mata uang Rupiah. Oleh karena itu,
                                       Perseroan tidak memerlukan strategi lindung nilai (hedging) terkait
                                       kewajiban dalam mata uang asing.
                                  3.   Sebagaimana diketahui, Pemerintah telah mencanangkan
                                       pembangunan infrastruktur akses internet hingga 150.000 titik.
                                       Berdasarkan informasi yang kami peroleh, realisasi saat ini masih
                                       berada di kisaran 35.000 titik. Dengan demikian, prospek bisnis
                                       VSAT masih sangat baik dan memberikan peluang bagi Perseroan
                                       untuk turut berkontribusi dalam percepatan digitalisasi, khususnya
                                       di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
                                  4.   RUPS menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp118,04 miliar
                                       atau Rp30 per saham yang berasal dari laba tahun buku 2025.
                                       Sisanya akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung
                                       pengembangan usaha Perseroan. Adapun jadwal pembagian
                                       dividen akan diumumkan melalui keterbukaan informasi sesuain
                                       ketentuan                         yang                     berlaku.
Page 3
2.   Bapak    Analyst   Pertanyaan:
     Daniel             1. Manajemen melaporkan slide 7, 8 dan 18 bahwa dengan
                            pelemahan Rupiah yang siap menyentuh Rp 20.000/USD dan
                            ketidakpastian geopolitik dari konflik di Timur Tengah yang
                            berpotensi menaikkan harga energi global. mengingat Perseroan
                            menanggung beban listrik O&M di ribuan menara serta memiliki Net
                            Debt Rp 3.045M yang sebagian mungkin terekspos kurs. seberapa
                            besar sensitivitas target pendapatan ±Rp 1.225M dan EBITDA
                            margin 69,49% di 2026 terhadap skenario Rupiah yang tetap
                            tertekan, dan apakah Perseroan sudah memiliki hedging strategy
                            atau mitigasi biaya energi untuk menjaga guidance tersebut ?
                        2. Manajemen melaporkan slide 10 dan 12 bahwa Perseroan
                            mendirikan PT Paramitra Teknologi Pintar di November 2025, lalu
                            hanya sebulan kemudian langsung mengakuisisi 40% saham JDS,
                            bergerak cukup cepat. Bisakah manajemen berbagi lebih jauh
                            tentang visi strategis di balik langkah ini: apa yang dilihat Perseroan
                            dari JDS yang melengkapi portofolio VSAT RTGS yang sudah
                            berjalan di 6.282 titik ?

                              Jawaban:
                        1.   Sebagaimana telah kami sampaikan sebelumnya, Perseroan tidak
                             memiliki eksposur yang signifikan terhadap pelemahan Rupiah
                             terhadap Dolar AS karena seluruh pendapatan dan liabilitas
                             Perseroan berada dalam mata uang Rupiah.

                             Terkait beban listrik O&M, pada tahun 2025 Perseroan mencatat
                             beban listrik sekitar Rp65 miliar. Nilai tersebut setara dengan
                             sekitar 5% dari pendapatan Perseroan atau sekitar 10% dari total
                             biaya Perseroan yang meliputi COGS dan OPEX. Dengan proporsi
                             tersebut, dampak kenaikan biaya listrik terhadap kinerja Perseroan
                             secara keseluruhan diperkirakan tidak akan terlalu signifikan. Oleh
                             karena itu, berdasarkan sensitivitas terhadap struktur biaya
                             Perseroan saat ini, target pendapatan dan EBITDA margin tahun
                             2026 diperkirakan tetap dapat terjaga.

                        2.   Langkah tersebut merupakan upaya Perseroan untuk berpartisipasi
                             dan melakukan ekspansi ke bisnis Artificial Intelligence (AI). Pada
                             tahap awal, implementasi AI akan difokuskan untuk mendukung
                             peningkatan efisiensi dan efektivitas operasional di lingkungan
                             internal Perseroan. Selanjutnya, apabila implementasi tersebut
                             telah terbukti memberikan manfaat yang optimal, Perseroan akan
                             mempertimbangkan pengembangannya sebagai layanan yang
                             dapat ditawarkan kepada pihak eksternal.

                             Meskipun akuisisi JDS dilakukan dalam dua tahap pada Desember
                             2025 dan Januari 2026, kedua transaksi tersebut pada dasarnya
                             merupakan satu rangkaian aksi korporasi yang saling berkaitan,
                             mengingat rentang waktu pelaksanaannya yang sangat
                             berdekatan.

                             Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, tujuan utama investasi
                             pada JDS adalah untuk pengembangan bisnis AI. Oleh karena itu,
                             langkah tersebut tidak secara khusus ditujukan untuk melengkapi
                             portofolio bisnis VSAT RTGS Perseroan.




                                 SELESAI

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.07 MB
Published10 Jun 2026
Pages3
Characters9,065
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org BALI TOWERINDO SENTRA Tbk p.1 ×5
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
unresolved org PT Paramitra Teknologi Pintar p.3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result