Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
30 Oktober 2024
Kinerja Sembilan Bulan 2024
Total Pendapatan sebesar Rp41.812,0 miliar, +11,6% YoY.
EBITDA sebesar Rp20.000,5 miliar, +14,5% YoY. Laba Bersih sebesar Rp3.878,2 miliar
PT Indosat Tbk. (“Perusahaan”) telah menunjukkan kinerja yang kuat pada sembilan bulan tahun
keuangan 2024, mempertahankan jalur pertumbuhan dua digitnya. Total pendapatan meningkat 11,6%
YoY menjadi Rp41.812,0 miliar sementara EBITDA tumbuh lebih cepat daripada pendapatan dengan
peningkatan sebesar 14,5% YoY menjadi Rp20.000,5 miliar. Margin EBITDA berada pada 47,8% di 9B 2024,
menyoroti kemampuan Perusahaan untuk mengonversi pendapatan menjadi penghasilan secara
efisien. Laba Periode berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp3.878,2
miliar. Profitabilitas ini menegaskan kesehatan keuangan Perusahaan yang solid dan kapasitasnya untuk
menghasilkan pengembalian yang substansial bagi pemangku kepentingan.
Basis pelanggan Perusahaan turun sebesar 0,7 juta mencapai 98,7 juta pada sembilan bulan tahun 2024
dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023. ARPU untuk pelanggan seluler meningkat
menjadi IDR37,7 ribu pada sembilan bulan tahun 2024, mencatat kenaikan sebesar 8,7% atau IDR3,0 ribu
lebih tinggi daripada pada sembilan bulan tahun 2023.
Trafik data mengalami peningkatan yang mengesankan sebesar 12,6% YoY pada sembilan bulan tahun
2024. Perusahaan memperluas infrastruktur jaringannya, meningkatkan jumlah BTS 4G menjadi 194 ribu
untuk menangani pertumbuhan trafik data secara efektif dan memberikan pengalaman terbaik bagi
pelanggannya.
Ikhtisar Keuangan
* tidak termasuk Aset Hak Guna sesuai PSAK 116
Pada 9 Agustus 2024, Perusahaan dan Google Cloud mengumumkan perluasan kemitraan untuk
menghadirkan layanan sovereign cloud dan edge cloud generasi baru di Indonesia yang memenuhi
persyaratan lokasi penyimpanan data, keamanan, dan privasi paling ketat di Indonesia. Melalui
kemitraan ini, Indosat Group merencanakan untuk menawarkan Google Distributed Cloud (GDC) kepada
perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan unik mereka yang hendak
menjalankan kecerdasan buatan (AI) dan data intensif di lokasi pilihan mereka. Kemitraan ini bertujuan
untuk memberdayakan organisasi-organisasi Indonesia di sektor publik dan industri penting lainnya,
seperti pertahanan, perawatan kesehatan dan ilmu hayati, jasa keuangan, energi dan utilitas, serta
manufaktur untuk mengakselerasi transformasi digital dengan kemampuan AI dan analitik terbaik di
kelasnya, sekaligus memastikan mereka memiliki kontrol dan perlindungan penuh atas data sensitif
mereka.
Pada 18 Agustus 2024, Perusahaan menegaskan komitmennya untuk bertransformasi dari
Telco menjadi AI Native TechCo dengan memaksimalkan penggunaan AI di seluruh
operasional Perusahaan. Melanjutkan kemitraan strategis dengan Microsoft, Indosat
menggunakan Copilot for Microsoft 365, asisten AI yang terintegasi, untuk
Page 2
meningkatkan produktivitas dan menghubungkan masyarakat di seluruh kepulauan Indonesia.
HASIL OPERASIONAL DAN KEUANGAN
SEMBILAN BULAN 2024
Perusahaan telah mengumumkan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk
Sembilan Bulan 2024 (“9B 2024”). Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit ini disusun
dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia.
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim Yang Tidak Diaudit
Indikator Utama Tahunan Triwulanan
(dalam miliar Rupiah) 9B 2024 9B 2023 %Tumbuh TW3 2024 TW2 2024 %Tumbuh
Pendapatan 41.812,0 37.462,4 11,6 13.835,7 14.141,0 (2,2)
• Selular 35.234,7 32.173,4 9,5 11.633,7 11.944,2 (2,6)
• MIDI 5.907,2 4.538,4 30,2 1.990,8 1.945,1 2,3
• Telekomunikasi Tetap 670,1 750,6 (10,7) 211,2 251,7 (16,1)
Beban - beban (33.343,7) (30.395,6) 9,7 (11.120,1) (11.154,3) (0,3)
Laba Operasi 8.468,3 7.066,8 19,8 2.715,6 2.986,7 (9,1)
Beban Lain-lain - Bersih (3.169,9) (3.464,6) (8,5) (1.138,9) (1.033,9) 10,2
Laba Periode Berjalan
Yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk 3.878,2 2.787,1 39,1 1.143,5 1.439,9 (20,6)
EBITDA* 20.000,5 17.466,9 14,5 6.588,3 6.902,9 (4,6)
Marjin EBITDA 47,8% 46,6% 1,2 47,6% 48,8% (1,2)
Rasio-rasio Keuangan
Formula 9B 2024 9B 2023
Tingkat Pengembalian Bunga** EBITDA/Pembayaran Bunga 22,11 14,36
Total Utang Bersih terhadap EBITDA*** (Utang - Kas & Setara Kas)/Total EBITDA 0,37 0,36
* EBITDA (pendapatan sebelum beban bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi) merupakan metode pengukuran yang bukan berasal
dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) yang diyakini oleh manajemen sebagai suatu metode pengukuran tambahan
yang berguna untuk menentukan ketersediaan kas sebelum pelunasan utang yang jatuh tempo, pengeluaran barang modal, dan
pajak penghasilan. Untuk perhatian Investor, EBITDA tidak dapat ditafsirkan sebagai alternatif untuk menentukan laba bersih sesuai
dengan PSAK, sebagai suatu indikator atas kondisi Perusahaan atau indikator atas arus kas dari kegiatan operasional sebagai ukuran
likuiditas dan arus kas. EBITDA tidak memiliki pengertian standar berdasarkan PSAK. Metode yang digunakan Perusahaan untuk
menghitung EBITDA dapat berbeda dengan metode penghitungan yang dilakukan oleh perusahaan lain dan karenanya tidak dapat
dibandingkan dengan EBITDA perusahaan lain.
** Dihitung dengan menggunakan EBITDA dan pembayaran bunga untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan
2023.
*** Utang bersih tidak termasuk liabilitas sewa
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK
DIAUDIT
Pendapatan tercatat sebesar Rp41.812,0 miliar pada 9B 2024, meningkat sebesar Rp4.349,6 miliar atau
naik sebesar 11,6% dibandingkan 9B 2023. Layanan Selular, MIDI, dan Telekomunikasi Tetap milik
Perusahaan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 84,3%, 14,1%, dan 1,6% terhadap
pendapatan usaha konsolidasian interim yang berakhir pada tanggal 30 September 2024.
• Pendapatan Selular meningkat sebesar 9,5% dibandingkan 9B 2023, terutama disebabkan oleh
peningkatan pendapatan Data yang diimbangi penurunan pendapatan Telepon dan Jasa Nilai
Tambah.
• Pendapatan MIDI meningkat sebesar 30,2% dibandingkan 9B 2023, disebabkan oleh peningkatan
pendapatan Internet Tetap, Konektivitas Tetap, dan Layanan IT.
• Pendapatan Telekomunikasi Tetap menurun sebesar 10,7% dibandingkan 9B 2023 dikontribusi oleh
penurunan pendapatan Telepon Internasional.
Beban - beban sebesar Rp33.343,7 miliar pada 9B 2024, naik sebesar Rp2.948,1 miliar atau 9,7% lebih
tinggi dibandingkan 9B 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan Beban
Penyelenggaraan Jasa, Beban Penyusutan dan Amortisasi, Beban Karyawan, Beban
Pemasaran, Beban Umum dan Administrasi dan penurunan Penghasilan (Beban)
operasional lain-lain - bersih.
• Beban Penyelenggaraan Jasa: meningkat sebesar Rp1.091,2 miliar atau 7,0% lebih
tinggi dibandingkan 9B 2023, hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban
Page 3
sewa dan jasa, beban kemitraan, dan instalasi yang diimbangi dengan penurunan beban
pemeliharaan, beban frekuensi dan beban interkoneksi.
• Beban Penyusutan dan Amortisasi: meningkat sebesar Rp682,0 miliar atau 6,2% lebih tinggi
dibandingkan 9B 2023 terutama disebabkan oleh dampak penyusutan dari tambahan aset tetap
yang berasal dari penggelaran jaringan dan amortisasi aset tidak berwujud lain.
• Beban Karyawan: meningkat sebesar Rp212,8 miliar atau 7,8% lebih tinggi dibandingkan 9B 2023,
terutama disebabkan oleh kenaikan gaji karyawan, biaya pengobatan, insentif dan imbalan kerja
karyawan lainnya yang diimbangi dengan penurunan bonus.
• Beban Pemasaran: meningkat sebesar Rp414,6 miliar atau 39,7% lebih tinggi dibandingkan 9B 2023,
utamanya dikarenakan peningkatan biaya akuisisi pelanggan dengan perluasan distribusi
pedesaan, dan dampak perubahan perlakuan akuntansi dalam model distribusi, agen pemasaran
dan beban pelayanan pelanggan sebagai dampak dari peningkatan aktivitas untuk mendukung
pertumbuhan pendapatan yang diimbangi dengan penurunan beban iklan.
• Beban Umum dan Administrasi: meningkat sebesar Rp97,4 miliar atau 17,1% lebih tinggi
dibandingkan 9B 2023, terutama disebabkan oleh peningkatan beban jasa profesional,
transportasi dan beban hubungan masyarakat.
• Penghasilan (Beban) operasional lain-lain - bersih: menurun sebesar Rp450,1 miliar atau 84,7% lebih
rendah dibandingkan 9B 2023, utamanya disebabkan oleh penurunan keuntungan bersih satu-kali
dari jual dan sewa balik aset di tahun 2023.
Beban lain-lain - bersih: Perusahaan mencatat beban sebesar Rp3.169,9 miliar, turun sebesar Rp 294,7
miliar atau 8,5% lebih rendah dibandingkan 9B 2023. Penurunan ini disebabkan oleh biaya keuangan
yang lebih turun sebesar Rp271,0 miliar, terutama karena turunnya pinjaman yang belum jatuh tempo
,kerugian yang lebih rendah pada nilai tukar mata uang asing sebesar Rp43,8 miliar, dan penurunan
pendapatan bunga sebesar Rp20,1 miliar.
Laba Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk: Perusahaan membukukan
laba bersih sebesar Rp 3.878,2 miliar atau naik sebesar Rp 1.091,1 miliar, terutama disebabkan oleh
peningkatan pendapatan yang diimbangi oleh peningkatan beban penyelenggaraan jasa, beban
penyusutan dan amortisasi, beban karyawan, beban pemasaran, dan beban umum dan administrasi
dan penurunan penghasilan (beban) operasional lain-lain - bersih.
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK DIAUDIT
Indikator Utama (dalam miliar Rupiah) 9B 2024 2023 % Perubahan
ASET
Aset Lancar 12.160,5 15.479,7 (21,4)
Aset Tidak Lancar 100.085,4 99.242,5 0,8
JUMLAH ASET 112.245,9 114.722,2 (2,2)
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek 29.650,0 34.134,3 (13,1)
Liabilitas Jangka Panjang 47.067,2 46.879,1 0,4
JUMLAH LIABILITAS 76.717,2 81.013,4 (5,3)
JUMLAH EKUITAS 35.528,7 33.708,8 5,4
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 112.245,9 114.722,2 (2,2)
• Aset lancar menurun sebesar 21,4% menjadi Rp12.160,5 miliar, terutama karena penurunan bagian
lancar dari beban dibayar di muka jangka panjang, kas dan setara kas dan persediaan.
• Aset tidak lancar meningkat sebesar 0,8% menjadi Rp100.085,4 miliar terutama diakibatkan karena
kenaikan aset tetap yang diimbangi oleh penurunan asset tak berwujud.
• Liabilitas jangka pendek menurun sebesar 13,1% menjadi Rp29.650,0 miliar yang utamanya
disebabkan oleh penurunan utang pengadaan, kewajiban imbalan kerja jangka pendek, dan utang
pajak yang diimbangi oleh kenaikan utang usaha, dan bagian jangka pendek dari pinjaman dan
obligasi.
• Liabilitas jangka panjang meningkat sebesar 0,4% menjadi Rp47.067,2 miliar diakibatkan kenaikan
dalam kewajiban sewa pembiayaan.
Page 4
Arus Kas dan Pengeluaran Modal
Indikator Utama (dalam miliar Rupiah) 9B 2024 9B 2023 % Perubahan
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Kegiatan Usaha 15.496,2 14.612,2 6,0
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Kegiatan Investasi (9.208,8) (6.374,1) 44,5
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Kegiatan Pendanaan (7.410,3) (10.830,7) (31,6)
Dampak Perubahan Selisih Kurs Terhadap Kas dan Setara Kas (59,2) (112,3) (47,3)
Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (1.182,1) (2.704,9) (56,3)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE 5.189,6 9.507,9 (45,4)
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE 4.007,5 6.803,0 (41,1)
Pengeluaran belanja modal pada 9B 2024 sebesar Rp7.259,2 miliar (tidak termasuk Rp5.480,5 miliar Aset
Hak Guna). Sekitar 84,2% dari pengeluaran modal ini dialokasikan untuk bisnis selular untuk mendukung
permintaan layanan data dan sisanya dialokasikan pada pengeluaran modal untuk MIDI dan TI.
STATUS UTANG
Total utang: Per tanggal 30 September 2024, Perusahaan memiliki utang pokok (tidak termasuk biaya
transaksi yang belum diamortisasi dan liabilitas sewa) sebesar Rp13.710,0 miliar. Posisi kas Perusahaan
per tanggal 30 September 2024 adalah sebesar Rp4.007,5 miliar dengan utang bersih sebesar
Rp9.702,5 miliar. Komposisi utang pokok Perusahaan, tanpa liabilitas sewa, adalah sebagai berikut:
Proporsi Utang (Jumlah pokok) 9B 2024 2023 % Perubahan
Pinjaman dalam miliar Rupiah 7.450,0 7.420,0 0,4
Obligasi dalam miliar Rupiah 6.260,0 7.383,0 (15,2)
Total utang jatuh tempo: dalam kurun waktu 12 bulan, Perusahaan memiliki utang yang jatuh tempo
sebesar Rp2.453,6 miliar. Jatuh tempo rata-rata utang adalah 2,2 tahun pada 30 September 2024.
KINERJA OPERASIONAL
Tahunan Triwulanan
Indikator Utama
9B 2024 9B 2023 %Perubahan TW3 2024 TW2 2024 %Perubahan
Pelanggan - Pasca Bayar (juta) 1,4 1,6 (8,9) 1,4 1,5 (3,0)
Pelanggan - Pra Bayar (juta) 97,3 97,8 (0,5) 97,3 99,4 (2,1)
Jumlah Pelanggan (juta) 98,7 99,4 (0,7) 98,7 100,9 (2,1)
ARPU (Pasca Bayar) (ribu Rp.) 92,9 72,3 28,5 94,1 98,7 (4,7)
ARPU (Pra Bayar) (ribu Rp.) 36,9 34,1 8,1 36,4 37,5 (2,9)
ARPU (Gabungan) (ribu Rp.) 37,7 34,7 8,7 37,2 38,4 (3,1)
MoU (menit) 5,6 7,4 (24,1) 5,4 5,4 (0,8)
Trafik Data (PB) 12.050 10.701 12,6 4.085 4.107 (0,5)
Trafik SMS (miliar) 1,5 2,7 (45,7) 0,4 0,4 16,8
Persentase dapat berubah karena pembulatan
Pada 9B 2024, basis pelanggan Perusahaan mengalami penurunan sebesar 0,7 juta pelanggan
menjadi 98,7 juta dibandingkan dengan 9B 2023.
ARPU untuk pelanggan seluler meningkat pada 9B 2024 menjadi Rp37,7 ribu, naik 8.7% atau Rp3,0 ribu
lebih tinggi dibandingkan dengan 9B 2023.
Rata-rata menit pemakaian (MOU) per pelanggan turun menjadi 5,6 menit atau turun 24,1%
dibandingkan 9B 2023, seiring dengan tren di industri atas penurunan layanan suara.
Page 5
JARINGAN
Pada 30 September 2024, Perusahaan mengoperasikan secara total ~194 ribu BTS 4G (bertambah
sebesar ~21 ribu BTS 4G di 9B 2024) dan 103 5G BTS.
Indikator Utama Tahunan
9B 2024 9B 2023 %Perubahan
Base Transceiver Stations (BTS) 2G 53.389 49.220 8,5
4G 193.562 172.115 12,5
5G 103 90 14,4
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2023
Pada 5 April 2024, Perusahaan menerbitkan laporan keberlanjutan 2023. Laporan ini menunjukkan
bahwa Perusahaan telah membangun fondasi yang kuat untuk komitmennya terhadap lingkungan,
sosial dan tanggung jawab melalui penerapan berbagai inisiatif keberlanjutan yang signifikan.
Tentang Indosat Ooredoo Hutchison
Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat, IDX: ISAT) memiliki visi untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital yang paling dipilih di
Indonesia. Bersama anak usaha dan afiliasinya, Indosat menghadirkan layanan seluler, solusi TIK, data center, Fiber to the Home (FTTH),
layanan pembayaran elektronik, layanan finansial dan layanan digital lainnya. Indosat memiliki tujuan yang lebih besar yaitu
memberdayakan Indonesia, dan dengan semangat gotong royong, Indosat ingin menjadi kolaborator utama dalam mewujudkannya
serta menciptakan perubahan yang berarti. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://ioh.co.id/
Kode: ISAT; Harga Saham: Rp10.950; Kapitalisasi Pasar: Rp88,3 triliun; Peringkat: Pefindo idAAA (Stable);
Fitch AA+(idn) (Positive);
Page 6
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK
DIAUDIT
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Miliar Rupiah)
Pertumbuhan
Deskripsi 2024 2023
(%) ( 1 )
PENDAPATAN
Selular 35.234,7 32.173,4 9,5
Multimedia, Komunikasi Data, Internet (“MIDI”) 5.907,2 4.538,4 30,2
Telekomunikasi Tetap 670,1 750,6 (10,7)
JUMLAH PENDAPATAN 41.812,0 37.462,4 11,6
(BEBAN) PENGHASILAN
Beban Penyelenggaraan Jasa (16.746,8) (15.655,6) 7,0
Penyusutan dan Amortisasi (11.613,3) (10.931,3) 6,2
Karyawan (2.939,8) (2.727,0) 7,8
Pemasaran (1.457,9) (1.043,3) 39,7
Umum dan Administrasi (667,0) (569,6) 17,1
Bagian atas Rugi Bersih Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (71,4) (69,0) 3,5
Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs - Bersih 46,0 (3,7) 1.343,2
Keuntungan Bersih dari Jual dan Sewa Balik Aset - 722,4 (100,0)
Lain-Lain - Bersih 106,5 (118,5) 189,9
JUMLAH BEBAN (33.343,7) (30.395,6) 9,7
LABA USAHA 8.468,3 7.066,8 19,8
Penghasilan Bunga 244,4 264,5 (7,6)
Kerugian Selisih Kurs - Bersih (55,5) (99,3) (44,1)
Biaya Keuangan (3.358,8) (3.629,8) (7,5)
BEBAN LAIN-LAIN - BERSIH (3.169,9) (3.464,6) (8,5)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 5.298,4 3.602,2 47,1
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (1.139,5) (616,2) 84,9
LABA PERIODE BERJALAN 4.158,9 2.986,0 39,3
LABA PERIODE BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
PEMILIK ENTITAS INDUK 3.878,2 2.787,1 39,1
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI 280,7 198,9 41,1
TOTAL 4.158,9 2.986,0 39,3
(1) Persentase dapat berubah karena pembulatan.
Disclaimer
Dokumen ini mengandung informasi keuangan dan hasil-hasil kegiatan operasional tertentu, dan dapat mengandung sejumlah proyeksi,
rencana, strategi dan tujuan-tujuan Indosat Ooredoo Hutchison, yang bukan merupakan pernyataan fakta sejarah yang akan
diperlakukan sebagai pernyataan proyeksi kedepan sesuai pengertian hukum yang berlaku. Pernyataan proyeksi ke depan dipengaruhi
oleh resiko dan ketidakpastian yang dapat mengakibatkan kejadian sesungguhnya dan pencapaian Indosat Ooredoo Hutchison kedepan
berbeda dengan yang diharapkan atau diindikasikan oleh pernyataan-pernyataan semacam ini. Tidak ada jaminan bahwa hasil yang
diharapkan oleh Indosat Ooredoo Hutchison, atau diindikasikan oleh pernyataan semacam ini akan tercapai.
Informasi keuangan yang tersaji dalam dokumen ini berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Indosat Ooredoo Hutchison menurut
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.