Back to announcement
20241028_IPCM_Laporan Informasi dan Fakta Material_31749880_lamp1.pdf
Other Text extracted IPCMSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
PRESS RELEASE
Kinerja Keuangan 9M-2024:
IPCM CATATKAN KENAIKAN PENDAPATAN 10,31% (YoY)
***
Jakarta, 28 Oktober 2024 – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IDX:IPCM) menerbitkan laporan keuangan
yang berakhir pada 30 September 2024. Pada laporan keuangan 9M-2024 ini IPCM mampu mencatatkan
kinerja yang lebih baik dari periode yang sama di tahun sebelumnya dengan kenaikan pendapatan
sebesar 10,31% menjadi Rp946,62 miliar dari Rp858,11 miliar (YoY). IPCM juga mencatatkan kenaikan
laba sebesar dari yang sebelumnya Rp119,77 miliar (YoY) menjadi sebesar Rp121,10 miliar.
Kontribusi utama pendapatan IPCM diperoleh dari jasa pelayanan kapal sebesar Rp873,51 miliar atau
92,27% dari total pendapatan, naik 15,50% (YoY). Kontribusi pendapatan lainnya diperoleh dari jasa
pengangkutan dan lainnya sebesar Rp73,11 miliar.
Pendapatan jasa penundaan kapal yang terdiri dari pelabuhan umum senilai Rp392,42 miliar, Terminal
Khusus (Tersus) sebanyak Rp317,63 miliar dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) sebesar
Rp163,45 miliar. Peningkatan pendapatan Pelabuhan Umum dan Tersus pada periode ini mengalami
kenaikan, dengan kenaikan masing-masing sebesar 20,37% dari periode tahun sebelumnya dan 39,64%
dibanding periode tahun 2023 lalu. Ini menunjukkan IPCM mampu meningkatkan pertumbuhan volume
bisnis pada sebagian besar segmen. Pertumbuhan IPCM juga diimbangi dengan kenaikan total aset
sebesar 1,07% dari Rp1,52 triliun pada 2023 menjadi Rp1,54 triliun pada 9M-2024.
Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita menyampaikan, ”dari berbagai tantangan yang dihadapi di tahun
2024, kami optimis untuk dapat mencapai kinerja yang lebih baik dari sebelumnya dan mempertahankan
fundamental Perusahaan yang baik. Upaya-upaya penerapan strategi Perusahaan dalam bentuk
optimalisasi pelayanan, kesiapan armada dan crew, perawatan kapal serta peningkatan kerjasama
dengan mitra, pembaharuan alat produksi dalam bentuk pembangunan kapal serta efektifitas pola kerja
yang mengutamakan unsur keselamatan dalam pelayanan pemanduan penundaan kapal untuk
kepuasaan pengguna jasa, merupakan komitmen kami.”
Kinerja Perseroan sampai dengan Triwulan III 2024 ini mampu terus dipertahankan dari beberapa aspek.
Langkah IPCM untuk meningkatkan kerjasama dengan mitra strategis dan asosiasi masih terus aktif
dilakukan. Pada 1 April 2024, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan RI secara resmi memberikan
Pelimpahan kepada IPCM untuk melaksanakan Pelayanan Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal di
wilayah Perairan Pulau Obimayor-Pantai Barat pada Wilayah Perairan Pandu Luar Biasa Pelabuhan Laiwui
Provisi Maluku Utara.
“Sebagai Perusahaan yang menjalankan bisnis pemanduan dan penundaan kapal, IPCM yang mengelola
94 unit kapal terus mengedepankan prinsip ramah lingkungan melalui penggunaan shore connection dan
solar panel kapal. Selain terus berkomitmen untuk memenuhi harapan pengguna jasa melalui kualitas
pelayanan, IPCM juga konsisten memberikan dampak positif dan berkelanjutan demi ekosistem yang
lebih baik lagi” pungkas Shanti.
Page 2
Selain mencatat performa keuangan yang positif, IPCM juga terus memperkuat kontribusinya dalam
mendukung ekosistem berkelanjutan serta terus mendorong penerapan prinsip-prinsip governansi, hal
ini ditunjukkan dengan pencapaian IPCM untuk pertama kalinya berhasil meraih Annual Report Award
(ARA) 2023 sebagai juara 2 untuk katagori perusahaan Go Publik Non Keuangan. Ajang penghargaan
dengan tema “Internalizing Integrated Mindset Toward Sustainable Long Term Value Creation” ini
diselenggarakan oleh 7 (tujuh) instansi penyelenggara, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian
Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Direktorat Jenderal
Pajak Kementerian Keuangan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Komite Nasional Kebijakan Governansi
(KNKG) serta Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
*Selesai*
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM)
PT Jasa Armada Indonesia Tbk merupakan satu satunya perusahaan dalam bidang jasa pemanduan dan penundaan yang mencatatkan
sahamnya pada Bursa Efek Indonesia sejak 22 Desember 2017. Emiten dengan kode (ticker) IPCM ini merupakan bagian dari PT
Pelabuhan Indonesia (Persero) Group.
Bisnis utama Perseroan adalah bergerak dalam bidang pelayanan jasa pemanduan dan jasa penundaaan dengan pangsa pasar utama
yaitu melayani kegiatan pelayanan kapal di seluruh wilayah kerja Regional II PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang meliputi 12 (dua
belas) pelabuhan dengan perluasan pasar di seluruh wilayah Indonesia.
Sekretaris Perusahaan,
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM)
----------------------------------------------------------------------
Disclaimer
This documents (press release / news update / presentation material) has been prepared by PT Jasa Armada Indonesia Tbk (“IPCM”) and is circulated for the purpose of
general information only. It is not intended for any specific person or purpose and does not constitute a recommendation regarding the securities of IPCM. No warranty
(expressed or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimations included in this release constitute our judgment as of this
date and are subject to change without prior notice. IPCM disclaims any responsibility or liability whatsoever arising which may be brought against or suffered by any person
as a result of reliance upon the whole or any part of the contents of this press release and neither IPCM nor any of its affiliated companies and their respective employees
and agents accepts liability for any errors, omissions, negligent or otherwise, in this press release and any inaccuracy herein or omission here from which might otherwise
arise.
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kementerian Perhubungan RI
p.1
unresolved
org
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
p.2
unresolved
org
Kementerian Badan Usaha Milik Negara
p.2
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.