Back to announcement
20241023_PLAN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31748841_lamp1.pdf
Other Text extracted PLANSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 8
Page 1
N0.003/PPJ/X/2024 Jakarta, 23 Oktober 2024
Kepada Yth,
Direktur Penilaian Perusahaan
PT. Bursa Efek Indonesia
Gedung BEI Lantai 4 Tower 1
Jalan Jenderal Sudirman Kav 52-53
Jakarta
Up. Yth. : Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1
Perihal : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Laporan Keuangan Tahun buku 31
Desember 2023 PT Planet Properindo Jaya Tbk.
Dengan hormat.
Menindaklanjuti surat dari PT. Bursa Efek Indonesia Nomor S-10881/BEI.PP1/10-2024 tanggal 16
Oktober 2024 perihal permintaan tentang penjelasan mengenai laporan keuangan tahun buku 31
Desember 2023.
Maka kami selaku pimpinan dari PT Planet Properindo Jaya Tbk. dengan ini menyampaikan
tanggapan terkait surat tersebut sebagaimana terlampir.
Demikian surat ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT Planet Properindo Jaya Tbk
Antonyo Hartono Tanujaya
Direktur Utama
Page 2
Tanggapan Atas Permintaan Penjelasan
PT Planet Properindo Jaya Tbk
Laporan Keuangan Per 31 Desember 2023
3. Merujuk Laporan Arus Kas Perseroan periode 30 Juni 2024, Perseroan membukukan arus kas yang
diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp433 juta, mengalami kenaikan sebesar Rp889,94 juta
atau 195% dibandingkan dengan periode 30 Juni 2023, Perseroan membukukan arus kas yang
digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp456 juta. Kenaikan tersebut disebabkan oleh
kenaikan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp1,12 miliar atau 20,12% dibandingkan
dengan periode 30 Juni 2023. Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Alasan utama Perseroan membayarkan utang kepada pihak berelasi mengingat nilai kas dan
bank terbatas.
Jawaban :
Perseroan memprioritaskan pembayaran kepada pihak berelasi dalam rangka menjaga
hubungan baik dan memastikan kelangsungan operasional. Meskipun kas dan bank terbatas,
utang kepada pihak berelasi memiliki jatuh tempo yang mendesak, dan Perseroan mengelola
arus kas dengan cermat agar dapat memenuhi kewajiban tersebut tanpa mengganggu
operasional jangka pendek.
b. Faktor utama akun Kas dan Bank terus mengalami penurunan.
Jawaban :
Penurunan saldo kas dan bank terutama disebabkan oleh pembayaran kewajiban bunga dan
utang jangka pendek.
c. Dampak penurunan saldo Kas dan Bank terhadap likuiditas Perseroan, termasuk kemampuan
Perseroan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Jawaban :
Penurunan saldo kas dan bank sementara ini mempengaruhi likuiditas Perseroan, tetapi kami
telah mengantisipasi situasi ini dengan mengamankan fasilitas kredit tambahan. Langkah ini
diambil untuk memastikan bahwa Perseroan tetap memiliki likuiditas yang cukup untuk
memenuhi kewajiban jangka pendek, termasuk kewajiban bunga dan biaya operasional
lainnya.
d. Bagaimana strategi Perseroan dalam mengelola kas yang dimiliki untuk melakukan
pembayaran terhadap beban operasional.
Jawaban :
Perseroan menerapkan strategi pengelolaan kas yang lebih ketat dengan fokus pada
pengendalian biaya operasional dan efisiensi pengeluaran. Kami juga berupaya meningkatkan
penerimaan kas dengan mempercepat penagihan piutang dan menunda pengeluaran yang
tidak esensial. Selain itu, kami terus memonitor saldo kas harian untuk memastikan
ketersediaan dana guna memenuhi kewajiban operasional yang mendesak.
4. Merujuk Laporan Laba Rugi, Perseroan membukukan rugi bersih tahun berjalan per 30 Juni 2024
sebesar Rp337 juta atau telah mengalami penurunan sebesar 74,58% dibandingkan dengan laba
per 31 Desember 2023 sebesar Rp1,32 miliar dan penurunan sebesar 63,54% jika dibandingkan
dengan laba per 30 Juni 2023 sebesar Rp926 juta. Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta
penjelasan komprehensif mengenai:
a. Langkah yang telah dilakukan Perseroan dalam membenahi kondisi keuangan mengingat
Perseroan mengalami rugi terus menerus dalam 3 tahun buku terakhir.
Jawaban :
Selama tiga tahun terakhir, Perseroan telah mengambil berbagai langkah untuk membenahi
kondisi keuangan dan mengurangi rugi bersih, di antaranya:
Indonesia Sock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
Twitter/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 3
1. Efisiensi Operasional: Kami telah melakukan berbagai efisiensi biaya di semua lini
operasional, termasuk mengurangi pengeluaran tidak produktif serta optimalisasi
penggunaan sumber daya. Upaya ini meliputi renegosiasi kontrak dengan pemasok dan
perampingan tim kerja untuk menekan beban operasional.
2. Pengurangan Beban Bunga: Perseroan telah berupaya mengurangi beban bunga melalui
renegosiasi penurunan suku bunga, dengan tujuan untuk menekan pengeluaran kas yang
signifikan untuk pembayaran bunga.
3. Diversifikasi Pendapatan: Kami juga mengembangkan berbagai program untuk
memperluas basis pelanggan, termasuk memasuki segmen pariwisata korporat dan MICE
(Meeting, Incentive, Conference, Wedding and Exhibition), serta memperkuat pemasaran
digital guna menarik lebih banyak wisatawan domestik dan internasional.
b. Strategi Perseroan untuk meningkatkan profitabilitas Perseroan pada masa mendatang.
Jawaban :
Untuk meningkatkan profitabilitas, Perseroan telah menyiapkan beberapa strategi utama yang
diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan pada masa
mendatang:
1. Peningkatan Tingkat Hunian Hotel: Perseroan fokus pada peningkatan tingkat okupansi
hotel dengan mengembangkan kerja sama dengan agen perjalanan daring (OTA) dan
memberikan penawaran menarik bagi segmen wisatawan domestik. Kami juga
merencanakan promosi khusus yang disesuaikan dengan tren wisata saat ini
2. Diversifikasi Layanan Hotel: Selain dari sektor akomodasi, Perseroan berencana memperluas
sumber pendapatan dari layanan tambahan seperti restoran, ruang pertemuan, dan fasilitas
acara yang dapat dimanfaatkan oleh segmen korporat.
3. Digitalisasi Layanan: Kami juga mengoptimalkan sistem digital dalam pemesanan dan
manajemen layanan pelanggan untuk meningkatkan efisiensi serta memberikan
pengalaman yang lebih baik bagi tamu hotel, yang diharapkan dapat mendorong
peningkatan tingkat hunian.
5. Merujuk pada CALK 5 Piutang Usaha dari Pihak Ketiga, per 30 Juni 2024 Perseroan memiliki
Piutang Usaha yang jatuh tempo kurang dari 30 hari sebesar Rp522 juta atau 93% dari total Piutang
Usaha. Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan komprehensif terkait:
a. Rincian atas Piutang Usaha yang jatuh tempo kurang dari 30 hari.
Jawaban :
No Nama Pelanggan Jumlah
1. Agen Wisata Rp 281.562.472
2. Korporasi Rp 116.337.929
3. Kartu Kredit Rp 62.640.991
4. PT Rumah karya Entertainment Rp 60.280.196
5. Instansi Pemerintah Rp 1.300.000
Total Rp 522.121.588
b. Status realisasi terkini atas pembayaran Piutang Usaha tersebut.
Jawaban :
Per tanggal laporan ini disusun sekitar 80% dari total piutang yang jatuh tempo kurang dari 30
hari telah direalisasikan dengan baik, beberapa pelanggan besar telah menyelesaikan
pembayaran sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Kami terus melakukan pendekatan aktif
kepada pelanggan lain untuk memastikan pembayaran dilakukan tepat waktu, dan saat ini kami
Indonesia Sock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
Twitter/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 4
tidak melihat adanya risiko signifikan terkait piutang usaha tersebut. Proses penagihan berjalan
sesuai rencana, dan kami optimis seluruh piutang akan diterima dalam waktu dekat.
6. Berdasarkan CALK 8 Beban Dibayar Dimuka, Perseroan membukukan saldo sebesar Rp291,6 juta
pada 30 Juni 2024 dan sebesar Rp416,6 juta pada 31 Desember 2023 yang merupakan biaya digital
marketing. Agar dapat dijelaskan:
a. Rincian atas biaya digital marketing tersebut pada periode 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.
Jawaban :
Biaya Dibayar dimuka tersebut merupakan biaya digital marketing yang kami bayarkan dimuka
kepada Media Global Abadi untuk mencangkup pekerjaan platform online.
b. Apakah ada pembatalan atau penghentian kontrak digital marketing yang menyebabkan
pengurangan beban dibayar dimuka pada periode 30 Juni 2024?
Jawaban: Tidak ada
c. Sejauh mana biaya digital marketing yang dibayar dimuka memberikan kontribusi terhadap
peningkatan pendapatan atau visibilitas perusahaan dalam periode tersebut?
Jawaban :
Biaya digital marketing yang dikeluarkan Perseroan memberikan kontribusi positif terhadap
peningkatan visibilitas perusahaan, khususnya dalam peningkatan trafik ke situs web hotel
dan platform pemesanan online khususnya branding dan peningkatan. Kami melakukan
evaluasi dan menyesuaikan strategi pemasaran kami untuk meningkatkan efektivitas
kampanye di masa mendatang.
7. Berdasarkan CALK 9 Aset Tetap, Perseroan membukukan saldo sebesar Rp23,9 miliar pada akun
Aset Dalam Penyelesaian pada 30 Juni 2024. Disampaikan juga informasi bahwa aset tersebut
adalah bangunan hotel yang berlokasi di CITI HUB Kelapa Gading dengan progress 80% dan akan
diselesaikan paling lambat pada Desember 2024. Namun demikian, pada Laporan Keuangan
Auditan 31 Desember 2023 disampaikan hal yang sama, yaitu bangunan hotel tersebut akan
diselesaikan paling lambat pada Desember 2023.
Merujuk tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa perihal Laporan Keuangan Tengah Tahun
2022 pada 19 September 2022, Perseroan juga menyampaikan informasi berikut:
Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan komprehensif terkait:
a. Alasan utama di balik penundaan penyelesaian proyek bangunan hotel CITI HUB Kelapa
Gading yang awalnya dijadwalkan selesai pada Desember 2023 namun belum selesai hingga
Juni 2024.
Jawaban : Penundaan penyelesaian proyek ini disebabkan oleh beberapa faktor eksternal dan
internal, di antaranya:
1. Pembangunan hotel CITI HUB yang di Kelapa Gading mengalami perubahan konsep karena
memang pasar perhotelan di Jakarta sudah modern yang memiliki fasilitas–fasilitas yang
menarik dan kini pembangunan nya sudah di lanjutkan kembali dengan konsep baru .
2. Penyesuaian desain proyek: Seiring dengan perkembangan proyek, Perseroan
memutuskan untuk melakukan beberapa penyesuaian desain guna meningkatkan kualitas
dan daya tarik properti dalam jangka panjang. Perubahan ini berdampak pada
perpanjangan waktu penyelesaian proyek.
Indonesia Sock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
Twitter/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 5
b. Bagaimana perusahaan mengelola dampak dari penundaan penyelesaian proyek terhadap
arus kas dan anggaran yang telah dialokasikan.
Jawaban :
Untuk mengelola dampak dari penundaan ini, Perseroan sudah mengelola arus kas yang lebih
ketat: Perseroan telah melakukan pengendalian yang ketat terhadap pengeluaran operasional
untuk memastikan likuiditas tetap terjaga, termasuk melakukan negosiasi ulang dengan
kontraktor untuk penyelesaiaan tepat waktu.
c. Bagaimana manajemen memastikan bahwa target penyelesaian terbaru, yaitu Desember
2024, dapat tercapai tanpa ada penundaan lebih lanjut? Apakah ada rencana kontingensi yang
disiapkan?
Jawaban :
Manajemen berkomitmen bahwa target penyelesaian pada Desember 2024 akan tercapai
dengan langkah-langkah berikut:
1. Mengontrol pekerjaan konstruksi sesuai dengan rencana: Perseroan telah menambah
tenaga kerja dan memperpanjang jam kerja di lapangan untuk mempercepat penyelesaian
pekerjaan.
2. Rencana kontingensi: Sebagai langkah antisipasi, Perseroan melakukan pendekatan
dengan kontraktor dan membuat rencana baru untuk mencapai target yang diharapkan.
d. Apakah ada indikasi kerugian atau potensi penurunan nilai (impairment) atas aset dalam
penyelesaian ini jika proyek terus mengalami keterlambatan?
Jawaban :
Sampai saat ini, manajemen tidak melihat adanya indikasi penurunan nilai (impairment) atas
aset dalam penyelesaian tersebut. Meskipun proyek mengalami keterlambatan, Perseroan
tetap optimis bahwa bangunan hotel di CITI HUB Kelapa Gading akan memberikan kontribusi
yang signifikan.
8. Berdasarkan CALK 13 Perpajakan disampaikan informasi sebagaimana berikut:
Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan komprehensif terkait:
a. Penyebab utama terjadinya peningkatan utang pajak dari Rp696 juta pada 31 Desember 2023
menjadi Rp757 juta pada 30 Juni 2024.
Jawaban :
Peningkatan utang pajak yang tercatat per 30 Juni 2024 terutama disebabkan oleh
Indonesia Sock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
Twitter/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 6
peningkatan aktivitas operasional Perseroan selama paruh pertama tahun 2024. Sejalan
dengan peningkatan tingkat hunian hotel dan pemanfaatan fasilitas lainnya, kewajiban pajak
atas penghasilan dan pajak hotel serta restoran ikut mengalami kenaikan. Selain itu, kenaikan
Pajak Bumi dan Bangunan juga berkontribusi terhadap peningkatan utang pajak ini, karena
pembayaran pajak yang berlanjut untuk aset-aset properti yang digunakan untuk operasional
hotel.
b. Mengapa terdapat peningkatan yang signifikan dalam Pajak Hotel dan Restoran dari Rp669 juta
pada 31 Desember 2023 menjadi Rp683 juta pada 30 Juni 2024? Apakah ada peningkatan
aktivitas operasional yang mempengaruhi besaran pajak ini?
Jawaban :
Peningkatan dalam Pajak Hotel dan Restoran sebesar Rp14 juta dari Desember 2023 ke Juni
2024 mencerminkan peningkatan operasional hotel yang lebih tinggi dibandingkan periode
sebelumnya. Selama semester pertama 2024, Perseroan melihat adanya peningkatan jumlah
tamu hotel, termasuk beberapa acara korporat yang diselenggarakan di fasilitas kami.
Peningkatan ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dari hotel dan restoran,
yang kemudian meningkatkan jumlah pajak yang terutang. Kami juga meningkatkan harga
beberapa layanan untuk menyesuaikan dengan inflasi, yang juga berdampak pada kenaikan
pajak.
c. Strategi Perseroan untuk melunasi utang pajak yang terus meningkat hingga pertengahan
tahun 2024.
Jawaban :
Perseroan telah menyusun strategi untuk melunasi utang pajak dengan melakukan
pengelolaan arus kas yang lebih baik. Beberapa langkah yang telah diambil antara lain:
1. Penjadwalan ulang pembayaran: Perseroan berkoordinasi dengan otoritas pajak untuk
menjadwalkan ulang beberapa pembayaran guna memastikan kelancaran likuiditas.
2. Optimalisasi penerimaan kas: Kami juga mempercepat proses penagihan piutang dari
pelanggan untuk memastikan bahwa kami memiliki dana yang cukup untuk melunasi
kewajiban pajak tepat waktu.
9. Berdasarkan CALK 13 Perpajakan disampaikan informasi sebagaimana berikut:
Indonesia Sock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
Twitter/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 7
Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan komprehensif terkait:
a. Faktor utama yang menyebabkan penurunan laba (rugi) sebelum pajak penghasilan dari
Rp926,48 juta pada 2023 menjadi Rp337,79 juta pada 2024.
Jawaban :
Penurunan rugi sebelum pajak penghasilan dari tahun 2023 ke 2024 terutama disebabkan
oleh beberapa faktor operasional dan beban, yaitu:
1. Peningkatan Pendapatan: Perseroan mengalami peningkatan pendapatan usaha.
2. Efisien beban operasional : Perseroan telah melakukan efisiensi & penghematan biaya
operasional.
b. Mengapa terdapat perbedaan besar dalam akumulasi rugi fiskal antara tahun 2023 dan 2024?
Apakah ini disebabkan oleh faktor operasional, biaya yang meningkat, atau faktor eksternal
lainnya?
Jawaban :
Perbedaan signifikan dalam akumulasi rugi fiskal antara tahun 2023 dan 2024 terutama
disebabkan oleh peningkatan pendapatan usaha & efisiensi biaya operasional.
c. Bagaimana tren rugi fiskal yang akumulatif sejak 2019 hingga 2024 berdampak pada
kemampuan Perseroan untuk mencapai profitabilitas di masa depan.
Jawaban :
Akumulasi rugi fiskal yang besar sejak 2019 hingga 2024 memberikan tantangan signifikan bagi
Perseroan dalam mencapai hasil kinerja yang semakin membaik sehingga bisa tercapai nya
profitabilitas.
d. Apakah Perseroan berencana untuk melakukan tindakan tertentu untuk mengurangi rugi fiskal
di tahun-tahun mendatang, seperti efisiensi biaya atau restrukturisasi bisnis?
Jawaban :
Perseroan telah menyiapkan beberapa strategi untuk mengurangi rugi fiskal di masa
mendatang, antara lain:
1. Efisiensi biaya operasional: Perseroan berfokus pada pengendalian ketat atas biaya
operasional, terutama biaya terkait pemasaran dan tenaga kerja. Efisiensi ini diharapkan
akan memberikan dampak positif pada kinerja keuangan.
2. Restrukturisasi beban keuangan : Perseroan akan terus mengevaluasi & negoisasi
terhadap suku bunga yang dapat menurunkan beban bunga dan membantu memperbaiki
kinerja keuangan.
10. Berdasarkan CALK 14 Utang Bank, Perseroan membukukan saldo sebesar Rp22,27 miliar pada
periode 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023. Agar dapat secara komprehensif dijelaskan terkait:
a. Alasan utama Perseroan memperpanjang fasilitas kredit dari Bank KEB Hana Indonesia yang
awalnya jatuh tempo pada 25 Juli 2024. Apakah ini terkait dengan kondisi keuangan perusahaan
atau perubahan dalam rencana investasi?
Jawaban :
Perpanjangan fasilitas kredit dari Bank KEB Hana Indonesia terutama disebabkan oleh kondisi
keuangan perseroan yang belum stabil.
b. Status terkini proses permohonan perpanjangan perjanjian kredit dengan Bank KEB Hana
Indonesia.
Jawaban :
Saat ini, Perseroan sedang dalam proses pengurusan perpanjangan perjanjian kredit dengan
Indonesia Sock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
Twitter/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 8
Bank KEB Hana Indonesia. Pihak bank telah menyetujui secara prinsip perpanjangan tersebut,
dan kami sedang menyelesaikan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk finalisasi
perpanjangan.
c. Mengingat utang bank tersebut telah jatuh tempo pada 25 Juli 2024, apakah ada proses litigasi
yang dimohonkan oleh kreditur terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU)?
Jawaban :
Hingga saat ini, tidak ada proses litigasi atau PKPU yang diajukan terkait utang bank yang jatuh
tempo pada 25 Juli 2024. Perseroan telah berkomunikasi dengan Bank KEB Hana Indonesia
untuk memastikan perpanjangan kredit dan menegosiasikan ulang syarat-syarat pembayaran,
termasuk penjadwalan ulang jatuh tempo pokok pinjaman.
d. Bagaimana penggunaan fasilitas kredit sebesar Rp22,277 miliar tersebut berkontribusi
terhadap kinerja operasional Perseroan, terutama dalam hal refinancing pembelian dan
renovasi hotel.
Jawaban :
Fasilitas kredit sebesar Rp22,277 miliar dari Bank KEB Hana Indonesia digunakan untuk
refinancing pembelian dan renovasi hotel yang berlokasi di Jl. Otto Iskandardinata, Bandung.
e. Strategi Perseroan dalam memastikan kemampuan membayar kewajiban bunga bulanan yang
jatuh pada setiap tanggal 25.
Jawaban :
Perseroan telah menyiapkan strategi pengelolaan arus kas yang lebih ketat untuk memastikan
bahwa kewajiban bunga yang jatuh setiap tanggal 25 dapat dibayarkan tepat waktu. Langkah-
langkah ini termasuk mempercepat penagihan piutang dan mengurangi pengeluaran
operasional yang tidak mendesak.
f. Seberapa besar pengaruh pinjaman ini terhadap struktur modal Perseroan. Apakah Perseroan
berencana untuk mengurangi ketergantungan pada utang bank di masa mendatang?
Jawaban :
Pinjaman ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal Perseroan, karena
dengan pinjaman ini perseroan telah melakukan pembelian hotel yang yang berlokasi di Jl.
Otto Iskandardinata, Bandung.
11. Bursa meminta occupancy rate Hotel Vue Palace Bandung per bulannya untuk periode Januari 2023
sampai September 2024.
Jawaban :
Actual Result
2023
Jan Feb March April May June July August Sept Oct Nov Dec Year
Occup.
73,90% 77,85% 74,70% 76,10% 74,60% 76,10% 76,30% 77,45% 78,80% 77,40% 79,40% 86,30% 77,41%
Rate
2024 Jan Feb March April May June July August Sept Oct Nov Dec Year
Occup.
74,70% 78,25% 75,75% 77,35% 74,25% 77,35% 77,85% 77,25% 78,80% 78,68% 79,85% 86,60% 78,06%
Rate
Indonesia Sock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
Twitter/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Antonyo Hartono Tanujaya
· Direktur Utama
p.1 ×2
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.2 ×7
unresolved
org
Bank KEB Hana Indonesia. Jawaban
p.7
unresolved
org
Bank KEB Hana Indonesia. Pihak
p.8
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.