Skip to content
Back to announcement

20241010_PSAB_Laporan Bulanan Aktivitas Eksplorasi_31734929_lamp1.pdf

Other Text extracted PSAB

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 7

Page 1
                    Surat No. JRAP/SKLR/CSD/2024/X/090 tanggal 10 Oktober 2024
      Perihal Laporan Aktivitas Eksplorasi Pertambangan Periode Triwulan III Tahun 2024

Dalam rangka memenuhi ketentuan III.3.2 Peraturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor
I-E Tanggal 19 Juli 2004 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi sebagaimana telah
diubah berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00015/BEI/01-2021 tentang
Perubahan Peraturan I-E Tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, bersama ini kami
sampaikan laporan aktivitas eksplorasi di lingkungan anak-anak perusahaan dari PT J
Resources Asia Pasifik Tbk untuk periode bulan Juli, Agustus dan September (“Triwulan
III”) tahun 2024:

1. PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM)
   1.1. Area Aktivitas Eksplorasi
        Pada periode Triwulan III tahun 2024 ini, kegiatan eksplorasi masih berlangsung
        pada Blok Bakan di Desa Bakan, Desa Matali Baru, Kecamatan Lolayan, Kabupaten
        Bolaang Mongondow dan Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah,
        Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.

   1.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
        Kegiatan eksplorasi dilakukan oleh senior geologist, geologist dan field assistant
        dari JRBM dan dibantu oleh kru lapangan dari karyawan kontraktor lokal dari CV.
        Tri Bersaudara, yang diawasi secara langsung oleh Superintendent Brownfield
        Exploration.

   1.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
        Pada periode Triwulan III tahun 2024 ini, area yang menjadi target penyelidikan
        adalah area pit Main Ridge dan Upper Tobayagan, dimana kegiatan yang dilakukan
        adalah melanjutkan kegiatan pengeboran dan pemetaan geologi permukaan
        dengan pengambilan contoh batuan dengan metode paritan, pengambilan contoh
        tanah, pengambilan data geofisika.

        Metode geologi yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan detail dengan
        analisa geokimia bagi seluruh contoh dari lapangan, serta survey geofisika dengan
        menggunakan metode geolistrik IPDD–Dipole-Dipole juga dilakukan, dimana
        metode tersebut bertujuan untuk pengukuran resistivity dan chargebility untuk
        menafsirkan kondisi geologi di bawah permukaan untuk meningkatkan akurasi
        target pengeboran. Analisa spektral dengan metode SWIR (short wave infra red),
        dimana analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui jenis mineral lempung dan
        oksida besi.
                                                                                   Page 1 of 7
Page 2
1.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
     Pada periode Triwulan III tahun 2024 ini telah dilakukan kegiatan pemetaan
     geologi permukaan, serta pengambilan contoh batuan menggunakan metode
     paritan (channel sampling) di area Upper Tobayagan, dimana diketahui bahwa
     litologi di Upper Tobayagan tersusun oleh piroklastik tuf dasitik (TFVDA dan
     TBVDA) yang diterobos oleh breksi diatreme (BD) dan selanjutnya diselimuti oleh
     endapan breksi maar (MAR) di atasnya. Batuan BD terpantau tersebar luas di
     wilayah bagian utara. Sistem cebakan mineral sulfida tinggi yang telah
     dikembangkan dan ditambang di area Bakan telah teridentifikasi dengan kehadiran
     alterasi kuarsa berpori (SV) yang diselimuti argilik lanjut (AA) yang berkembang
     menjadi argilik (AR) pada area yang lebih luar. Kehadiran zona alterasi SV-AA ini
     terkait dengan sebaran batuan BD yang menerobos TFVDA dengan kontrol struktur
     geologi berarah timur laut-barat daya.

    Kegiatan pengeboran pada periode ini dilakukan di area pit Main Ridge, dimana
    sebanyak 10 lubang pengeboran sudah diselesaikan dan 2 lubang masih dalam
    proses pengeboran, dengan total kedalaman 2.059 meter.

    Pada periode ini telah diperoleh hasil analisa kandungan emas yang signifikan,
    dimana hasil uji assay lengkap dari BBD1794 telah mengonfirmasi perluasan
    mineralisasi dan model blok yang ada di area tersebut. Lubang tersebut telah
    mengenai zona perluasan mineralisasi baru sepanjang 19,90m dari 3,70-23,60m @
    0,69 g/t AuFA; 0,66 g/t AuCN, termasuk 5,70m @1,01 g/t AuFA; 0,98 g/t AuCN dari
    16,60-22,30m, terkait dengan TBVDA yang diubah kuarsa vuggy-masif, teroksidasi
    sepenuhnya oleh hematit-goetit, membundar, dengan 4 urat oksida/m. Zona
    perluasan mineralisasi baru lainnya ditemukan dari 149,20-163,80m @0,71 g/t
    AuFA; 0,63 g/t AuCN termasuk 4,10m @1,58 g/t AuFA; 1,43 g/t AuCN dan dari
    169,50-178,30m (29,70m) @0,64 g/t AuFA; 0,52 g/t AuCN dari 166,60-196,30m,
    termasuk 8,80m @1,42 g/t AuFA; 1,25 g/t AuCN. Zona perluasan mineralisasi baru
    tersebut terkait dengan SM-SAA pada BFT-TBVDA, oksida kuat, pirit 5% dengan
    retakan lokal yang diubah oleh kuarsa vuggy (BCR) dan breksi hidrotermal (BHX).

    Selain itu, hasil assay lengkap dan final dari titik BBD1795 telah mengkonfirmasi
    perluasan mineralisasi dan model blok yang ada di area tersebut. Lubang tersebut
    memiliki perluasan mineralisasi dangkal dari 0,00-17,60m @0,66 g/t AuFA, 0,59
    g/t AuCN, yang terkait dengan breksi tuf dasitik yang teralterasi oleh kuarsa masif-
    vuggy, teroksida lengkap oleh hematit-goetit. Tambahan mineralisasi baru lainnya
    dari 95,20-111,50m dan mengonfirmasi model blok yang ada dari 111,50 hingga
    119,10m, di dalamnya terdapat 23,90m @0,31 g/t AuFA, 0,27 G/T AuCN termasuk
                                                                                Page 2 of 7
Page 3
1,10m @2,38 g/t AuFA dari 112,50-113,60m. Zona-zona tersebut terkait dengan
breksi diatreme dengan alterasi kuarsa vuggy yang dipotong oleh breksi sesar,
teroksida lengkap oleh hematit – goetit, matriks diisi oleh alunit-dikite. Tambahan
mineralisasi baru lainnya ditemukan pada kedalaman 141,90 – 199,00m @ 1,21 g/t
AuFA, 1,09 g/t AuCN mencakup 18,90m@2,24 g/t AuFA dari kedalaman 152,40-
171,30m dan pada kedalaman 199,00 – 230,70m @ 31,70m @ 0,24 g/t AuFA, 0,16
g/t AuCN mencakup 4,20m@0,99 g/t AuFA dari kedalaman 219,30-223,50m. Zona-
zona tersebut berhubungan dengan Breksi Sesar dengan klast teralterasi kuarsa
masif-vuggy dengan breksi diatrema, oksida lengkap oleh hematit-goetit.

Pada lubang BBD1797 hasil assay lengkap telah mengonfirmasi zona perluasan
mineralisasi dari BBD1795. Zona mineralisasi paling atas memotong 10,60m @0,57
g/t AuFA, 0,55 g/t AuCN dari 90,40-101,00m yang berasosiasi dengan Breksi
Diatrema polimiktik (BD), dengan alterasi silika vuggy-massif, dan sepenuhnya
dioksidasi oleh hematit. Setelah itu, zona mineralisasi ditemukan berasosiasi
dengan alterasi SAA yang terdapat di Breksi Tuf Dasit (TBVDA) memotong 4,15m
@0,13 g/t AuFA, 0,11 g/t AuCN dari 105,10-109,25. Zona mineralisasi utama yang
baru memotong 35,55m @0,54 g/t AuFA, 0,51 g/t AuCN dari 110,25-145,80m;
5,10m @0,19 g/t AuFA yang terutama berasosiasi dengan polimiktik BD-BHX dan
TBVDA, SV-SM dan SAA yang berubah, teroksidasi sepenuhnya oleh hematit-goetit,
menunjukkan klast bertekstur mosaik dan membundar hingga menyudut, yang
menunjukkan area perifer zona breksi. Intersepsi tersebut merupakan zona
mineralisasi baru di bawah lubang desain $2500 yang ditafsirkan sebagai pelapisan
pada 550RL. Selain itu, zona mineralisasi BD-BHX yang ditangkap dari BBD1797
mungkin terkait erat dengan patahan karena terjadinya patahan breksi intensif di
lubang BBD1795. Selain itu, terdapat zona mineralisasi pada kedalaman lebih
rendah yang berasosiasi dengan patahan breksi, terdiri dari klast terubah TFVDA-
SM SAA yang tertanam dalam matriks argilik lempung, terpotong 5,10m @0,19 g/t
AuFA, 0,08 g/t AuCN dari 151,80-156,90m.

Pengeboran di BBD1796 telah selesai hingga kedalaman 139,80m sebagai
pengeboran infill dan diharapkan menghasilkan mineralisasi crackle breccia yang
berkesinambungan pada kedalaman yang lebih rendah yang terdapat pada lubang
updip dan downdip BBD1796. Kedua crackle breccia tersebut memiliki kadar yang
lebih tinggi dibandingkan dengan model blok yang ada di BBD1796 sehingga
BBD1796 diharapkan dapat meningkatkan kadarnya. Pengujian BBD1796
menghasilkan 24,50m @0,22 g/t AuFA, 0,19 g/t AuCN dari kedalaman 00,00-
24,50m yang berasosiasi dengan Breksi Tuf Dacitic dengan alterasi masif silika dan
teroksida penuh oleh hematit-goetit. Hasil ini mengonfirmasi model blok saat ini.
                                                                           Page 3 of 7
Page 4
Hasil menggembirakan ditunjukkan sepanjang 39,50m @0,20 g/t AuFA, 0,16 g/t
AuCN dari 26,00 hingga 65,50 yang mencegat zona mineralisasi baru dari 34,00
hingga 56,00 dan mengonfirmasi model blok yang ada dari 56,00-65,50. Zona ini
dominan berkorelasi dengan tuf dasit dengan alterasi masif silika hingga vuggy
silika dan sepenuhnya teroksidasi. Hasil lain datang dari kedalaman yang lebih
rendah yang diharapkan memiliki kadar lebih tinggi dari nilai yang ada,
menghasilkan 46,80m @0,15 g/t AuFA, 0,09 g/t AuCN yang mengonfirmasi model
blok. Secara litologi, zona mineralisasi ini berasosiasi dengan tuf dasit dan breksi
tuf dasit.

Pengeboran BBD1799 diselesaikan hingga kedalaman 228m sebagai pengeboran
infill untuk menindaklanjuti zona mineralisasi BBD1796 dan BKD024. Lubang ini
memotong sepanjang 8,20m @0,51g/t AuFA, 0,48g/t AuCN dari kedalaman 36,00-
44,20m yang dikontrol oleh breksi sesar, kemudian memotong sepanjang 10,90m
@0,27 g/t AuFA, 0,27g/t AuCN dari kedalaman 69,90-80,80m; 32,40m @0,28g/t
AuFA, 0,25g/t AuCN dari 80,80-113,20m; 27,30m @0,49g/t AuFA, 0,45g/t AuCN
dari 113,20-140,50m (termasuk 4,3m @1,93g/t AuFA, 1,74g/t AuCN di 117,20-
131,60m); dan 33m @0,14g/t AuFA, 0,11g/t AuCN dari 140,50-173,50m.
Mineralisasi intersep dari 10,90 hingga 173,50 bijih yang relatif besar terkait
dengan Breksi Diatrema (termasuk klast TFVDA) yang menunjukkan klast tekstur
berputar yang ditunjukkan di area tengah diatrema, umumnya oksida hematit-
goetit yang terubah SV-SM. Pengujian kadar tinggi minor pada kedalaman 117,20-
131,60m dengan 1,93g/t AuFA dikontrol oleh potongan melintang urat qtz-alunite.
Lubang bor ini ditambahkan perluasan mineralisasi baru pada kedalaman 60,3
meter di bawah model sumber daya yang ada.

Pada periode Triwulan III ini, kegiatan jaminan dan kontrol kualitas contoh batuan
dilakukan pada contoh kosong, contoh material tersertifikasi dan contoh batuan
duplikat lapangan. Untuk contoh batuan dengan kadar kosong, dari sejumlah 65
contoh batuan kadar kosong, hanya 1 sampel yang menunjukkan kisaran 0.05 g/t
AuFa, dan hampir semua contoh kosong yang dikirim menunjukan nilai di bawah
detection limit 0.01g/t AuFA. Oleh karena itu, preparasi di area pemotongan batuan
atau di area preparasi area Bakan dinyatakan layak dan baik, sehingga tidak ada
kontaminasi di area tersebut.

Untuk contoh material, yaitu contoh referensi tersertifikasi atau certified reference
material (”CRM”), pada periode pengeboran kali ini hanya digunakan contoh CRM
OREAS 230 yang memiliki kadar Au 0.337 g/t AuFA dan OREAS 211 yang memiliki
kadar 0.768 g/t AuFA. Sebanyak 54 contoh OREAS 230 dan 22 contoh OREAS 211
                                                                             Page 4 of 7
Page 5
    disisipkan pada contoh batuan dari pengeboran inti yang dikirim ke laboratorium
    Intertek Jakarta. Hasil analisa sampel memberikan nilai deviasi yang kecil di dalam
    zona toleransi. Sedangkan dari kegiatan jaminan dan kontrol kualitas untuk contoh
    batuan duplikat lapangan, dari 52 contoh batuan duplikat, sebagian besar
    menunjukkan kemiripan dengan contoh induknya. Hal ini dapat terlihat melalui
    nilai R2 yang mendekati 1. Namun, terdapat 7,7% yang menunjukkan hasil assay
    yang cukup berbeda dengan contoh induknya. Hal ini dikarenakan pada beberapa
    contoh duplikat terdapat urat kuarsa yang tidak dapat dibagi secara simetris saat
    pembelahan sampel, sehingga mengakibatkan sampel yang tidak homogen.

1.5. Rencana Tindak Lanjut
     Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan IV tahun 2024 adalah sebagai
     berikut:
      Melanjutkan kegiatan pengeboran di area pit Main Ridge dan Upper Tobayagan.
      Melanjutkan program geofisika geolistrik-IPDD di area Upper Tobayagan untuk
        menemukan target pengeboran baru di area Bakan.
      Melanjutkan program pemetaan geologi permukaan di area Upper Tobayagan.

1.6. Biaya Eksplorasi
     Biaya eksplorasi dari JRBM untuk periode Triwulan III tahun 2024 adalah
     sebesar USD457.414.




                                                                               Page 5 of 7
Page 6
2. PT Arafura Surya Alam (ASA)
   2.1. Area Aktivitas Eksplorasi
        Aktivitas eksplorasi ASA dilakukan di daerah Doup, Desa Kotabunan, Kecamatan
        Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara.

   2.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
        Kegiatan eksplorasi di Doup dilakukan oleh seluruh karyawan ASA dan sejumlah
        karyawan harian lepas dari PT Tribers.

   2.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
        Pada periode Triwulan III tahun 2024 ini, kegiatan eksplorasi yang dilakukan
        adalah melakukan studi analisa BLEG, sulfur serta petrografi dan mineragrafi
        terhadap sampel terpilih dari area Panang dan Benteng.

   2.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
        Pada periode Triwulan III tahun 2024 ini, studi analisa BLEG telah dilakukan dan
        sampai dengan saat ini telah dikumpulkan sebanyak 286 sampel. Plot hasil analisa
        BLEG dari 286 sampel menggambarkan domain metalurgi yang naik kelas. Selain
        itu, pada periode ini juga dilakukan studi terkait dengan kandungan sulfur (S)
        terutama dari pulp sample pengeboran. Pencarian dan pengumpulan kembali pulp
        sample pengeboran telah dilakukan, dimana kegiatan ini bertujuan untuk
        mendapatkan jumlah yang cukup dan mewakili sesuai dengan kondisi geologi di
        area Panang dan Benteng. Sebanyak 83 pulp sample pengeboran telah dikirim ke
        laboratorium untuk dilakukan analisa pengujian AuCN, ICP, S-Total dan S2-Na 2CO3.
        Sampai dengan saat ini, beberapa parameter terbaru sudah diajukan sampelnya
        untuk dilakukan analisa, yaitu dari section BTG-07 Benteng sebanyak 364 sampel
        dan dari section PNG-07 Panang sebanyak 498 sampel.

       Pada Triwulan III ini juga dilakukan studi analisa petrografi dan mineragrafi pada
       sampel terpilih dari area Panang dan Benteng. Hasil pengamatan mineragrafi
       menunjukan adanya emas di dalam sampel batuan perwakilan dari area Panang.
       Kehadiran emas berhubungan dengan adanya mineral arsenopirit dan pirit. Emas
       terinklusi di dalam mineral pirit dengan ukuran 3–20 µm. Hasil pengamatan
       mineragrafi juga menunjukan adanya emas di dalam sampel batuan perwakilan
       dari area Banang. Kehadiran emas berhubungan dengan adanya mineral
       arsenopirit, galena, dan pirit. Emas terinklusi di dalam mineral pirit dengan ukuran
       3–45 µm dan juga hadir secara lepas.



                                                                                   Page 6 of 7
Page 7
    Sampel yang sebelumnya sudah dilakukan analisa geometalurgi pada area Benteng
    dan Panang, kemudian dilakukan analisis lanjut yaitu kuantifikasi mineralogi di
    laboratorium. Sampel tersusun oleh 6 sampel yang terdiri dari Benteng A, Benteng
    B, Benteng C, Panang A, Panang B, dan Panang C. Sampel yang dilakukan analisa
    kuantifikasi mineralogi tersebut secara terperinci tersusun oleh beberapa
    komposit sampel yang dibagi berdasarkan parameter recovery ekstraksi emas.
    Hasil kuantifikasi mineral menunjukkan bahwa kehadiran mineral sulfida pirit
    yang mendominasi hampir di seluruh sampel. Kemudian diikuti dengan mineral
    arsenopirit, spalerit, dan galena yang hadir dengan jumlah yang terbatas. Dari 6
    sampel, sampel Benteng B menunjukan perbedaan bahwa emas dalam bentuk
    elektrum dan teluride. Sedangkan 5 sampel lainnya menunjukan emas seluruhnya
    dalam bentuk campuran emas-perak dan butir emas umumnya bervariasi dari
    ukuran 2–15 μm umumnya berhubungan dengan galena, arsenopirit dan silikat.

2.5. Rencana Tindak Lanjut
     Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan IV tahun 2024 adalah sebagai
     berikut:
      Melanjutkan studi analisa BLEG dan pekerjaan pencarian dan pengumpulan
         pulp & reject samples di area Panang dan Benteng untuk analisa BLEG.
      Melanjutkan studi analisa Sulfur-ICP Pekerjaan pencarian dan pengumpulan
         pulp samples di area Panang dan Benteng untuk analisa S-ICP.

2.6. Biaya Eksplorasi
     Biaya eksplorasi dari ASA untuk periode Triwulan III tahun 2024 adalah sebesar
     USD229.992.




                                                                             Page 7 of 7

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.92 MB
Published10 Oct 2024
Pages7
Characters16,725
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org J Resources Asia Pasifik Tbk p.1 ×2
linked org PT Arafura Surya Alam p.6
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1
unresolved org PT J Resources Bolaang Mongondow p.1
unresolved org PT Tribers. p.6

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result