Skip to content
Back to announcement

20260605_HRTA_Public Expose_32097557_lamp3.pdf

Other Text extracted HRTA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 8

Page 1
LAPORAN PELAKSANAAN PUBLIC EXPOSE TAHUNAN PT
           HARTADINATA ABADI, Tbk

Public Expose Tahunan       PT Hartadinata Abadi,      Tbk (“Perseroan/HRTA”)      telah
diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal        : Rabu, 3 Juni 2026
Waktu               : 13.00 WIB s/d 14.00 WIB
Tempat              : Secara elektronik melalui platform video conference Zoom
                      Webinar/Meeting yang dapat di akses pada laman
                      https://us06web.zoom.us/j/83923485248?pwd=nCflFAN97agbESg
                      o9O5do4b4N3ZgIM.1
Laporan berikut merupakan laporan pelaksanaan Public Expose Tahunan PT Hartadinata
Abadi, Tbk, dimana pada acara tersebut Perseroan diwakili oleh:

1. Manajemen Perseroan
   Direktur Utama                               : Ibu Sandra Sunanto Direktur
   Keuangan/Corporate Secretary                 : Bapak Ong Deny Direktur
   Produksi                                     : Bapak Cuncun Muliawan
   Vice President of Corporate & IR             : Bapak Thendra Crisnanda
   Direktur Bisnis dan Operasional              : Bapak Yudho Jatmiko

2. Peserta yang hadir
   Jumlah peserta yang menghadiri acara Public Expose Tahunan PT Hartadinata Abadi,
   Tbk berjumlah 43 orang. Peserta yang hadir terdiri dari perwakilan media dan investor
   perseorangan/ ritel.

Public Expose Tahunan PT Hartadinata Abadi, Tbk dibuka pada pukul 13.00 WIB oleh Ibu
Catherina Vincentia selaku Moderator/Investor Relation yang dilanjutkan dengan paparan
publik mengenai Sekilas Perseroan, Perkembangan Terkini, Pembahasan Kinerja
Keuangan di FY25 dan ditutup dengan pemaparan Rencana Strategis Perseroan yang
dibawakan oleh Direksi Perseroan. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab.

Beberapa hal yang disampaikan dalam pembukaan diantaranya adalah:
a. Public Expose tahunan dilakukan berdasarkan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor
   I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi dan Surat Edaran BEI No. SE-
   00003/BEI/05-2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Public Expose Secara Elektronik.
b. Acara Public Expose tahunan ini diadakan terkait Keterbukaan Informasi yang
   dilakukan Perseroan untuk memenuhi prinsip-prinsip transparansi yang merupakan
   bagian dari sistem tata kelola perusahaan yang baik.
Page 2
3. Sesi Presentasi
   Presentasi dibawakan dengan Agenda sebagai berikut:


     Pemaparan
A. Paparan Bagian I
   Mengenai Sekilas Perseroan dan Update Bisnis diantaranya :

       ●   Kinerja penjualan Perseroan pada Triwulan I 2026 yang mencapai Rp20,16
           triliun atau meningkat 196,96% YoY dibandingkan periode yang sama tahun
           sebelumnya;
       ●   Posisi Perseroan sebagai salah satu pemain utama industri emas di Indonesia
           dengan pangsa pasar domestik mencapai 29,14%;
       ●   Peran strategis Perseroan dalam ekosistem emas nasional yang mencakup
           sourcing, refining, distribusi, hingga custody;
       ●   Pengembangan fasilitas pabrik dan refinery terintegrasi yang meningkatkan
           kapasitas refinery dari 18 ton menjadi 30 ton per tahun, sehingga total
           kapasitas mencapai 60 ton per tahun;
       ●   Peningkatan pangsa pasar emas batangan yang terus bertumbuh seiring
           meningkatnya permintaan investasi emas;
       ●   Pengembangan produk HRTA Gold dibawah brand Ardore dan Emasku secara
           konsisten selalu berinovasi dari sisi produk. Inovasi yang diberikan oleh
           manajemen pada produk perhiasan membawa value yang memorable dimana
           pada tahun 2025 dan 2026, Perseroan terus mencari partnership yang mampu
           meningkatkan product value. Sementara Emasku sudah berkembang dari
           segmentasi B2C menjadi B2B yang didominasi oleh institusi keuangan.
       ●   Penguatan jaringan distribusi melalui lebih dari 1.000 titik penjualan di
           Indonesia, didukung oleh 85 toko emas dan 138 gerai gadai pada Triwulan I
           2026; serta
       ●   Tantangan dan peluang industri emas nasional serta kesiapan Perseroan
           dalam mendukung pengembangan ekosistem bullion Indonesia.



B. Paparan Bagian II
   Mengenai Kinerja Keuangan diantaranya:

       ●   Penjualan Perseroan pada Triwulan I 2026 mencapai Rp20,16 triliun,
           meningkat 196,96% YoY dibandingkan Rp6,79 triliun pada Triwulan I 2025;
       ●   Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp433,49
           miliar, meningkat 189,48% YoY dibandingkan Rp149,75 miliar pada periode
           yang sama tahun sebelumnya;
       ●   Pertumbuhan volume penjualan emas murni sebesar 75,18% YoY menjadi
           7,83 ton serta kenaikan harga jual rata-rata sebesar 71,01% YoY menjadi Rp
           2.567.213 per gram;
       ●   Peningkatan profitabilitas yang tercermin dari ROA sebesar 12,60% dan ROE
Page 3
          sebesar 47,32% pada Triwulan I 2026;
      ●   Penurunan rasio utang berbunga terhadap ekuitas menjadi 1,12 kali dari 1,25
          kali pada tahun 2025; serta
      ●   Komitmen Perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang
          saham melalui kebijakan pembagian dividen yang dilakukan secara konsisten
          setiap tahun. Dimana diumumkan dividen yang akan dibagikan untuk tahun
          buku 2025 sebesar Rp 40 per lembar saham.

C. Paparan Bagian IV
   Mengenai Strategi Perusahaan diantaranya:

      ●   Memperkuat posisi HRTA Gold sebagai produk emas terpercaya untuk
          kebutuhan investasi dan safe haven asset;
      ●   Meningkatkan penetrasi pasar bullion institusional kepada perbankan, lembaga
          keuangan, dan pelanggan korporasi;
      ●   Mengamankan pasokan bahan baku emas dari penambang lokal guna
          mendukung keberlanjutan rantai pasok;
      ●   Mengoptimalkan kapasitas produksi hingga 60 ton per tahun untuk memenuhi
          pertumbuhan permintaan pasar;
      ●   Memperluas penetrasi pasar melalui jaringan toko milik sendiri yang
          ditargetkan mencapai sekitar 100 toko;
      ●   Mengembangkan strategi multi-channel melalui jaringan ritel, platform digital,
          dan mitra distribusi;
      ●   Mempertahankan standar kualitas internasional melalui sertifikasi dan
          penerapan tata kelola yang baik; serta
      ●   Menjaga disiplin biaya, efisiensi operasional, dan pengelolaan margin guna
          mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan
Page 4
     ●   Sesi Tanya Jawab

1. Dimas - Kontan
   Pertanyaan
      a. Berapa target pendapatan dan laba bersih HRTA pada 2026? Apakah
         kinerja HRTA bisa tumbuh lebih baik di tengah normalisasi harga emas
         dunia?
      b. Berapa capex yang disiapkan oleh HRTA pada 2026? Untuk apa saja
         rencana penggunaannya? Dari mana sumber pendanaannya?
      c. Apa ada rencana dari HRTA untuk kembali meluncurkan produk emas
         batangan pada 2026 dengan tema tertentu? Seperti apa gambarannya?


   Jawaban
   Bapak Ong Deny:
   Target pendapatan sesuai yang sudah kami sampaikan di Annual Report itu Rp
   70 triliun dengan laba bersih kisaran Rp 1,4 sampai Rp 1,5 triliun. Capex kami
   membudgetkan Rp 200 miliar yang mana Rp 100 miliar untuk keperluan
   pembangunan gedung baru untuk perluasan kantor kami dan juga untuk
   pembelian mesin. Sumber pendanaan dari kami sendiri.
   Ibu Sandra Sunanto:
   Tadi pak Deny juga sudah sampaikan laba bersih dan pendapatan di 2026, dimana
   ditargetkan pendapatan mencapai Rp 70 triliun dan laba bersih di kisaran Rp 1,4
   sampai Rp 1,5 triliun. Apakah kinerja HRTA akan tumbuh lebih baik di masa
   sekarang dimana normalisasi harga emas dunia sedang dilakukan terus. Kita
   melihat memang saat ini harga emas dunia sedang terjadi koreksi ya. Jadi kalau
   kita melihat ini adalah masa yang kita sebut masa recovery pricing. Jadi, era
   recovery ini kita melihat bahwa sebetulnya kita cukup senang dengan era recovery
   ini, kenapa? Karena sebetulnya dengan era recovery pricing ini sebetulnya kita
   lihat tidak seperti up and down, roller coaster seperti periode-periode sebelumnya.
   Demam itu kan sebetulnya lebih muncul lagi terutama tidak hanya untuk emas
   batangan tapi juga untuk perhiasan. Kita tetap optimis dan kinerja HRTA akan
   tumbuh lebih baik lagi di tahun 2026. Terlepas dari harga emas dunia memang
   yang sekarang sedang recovery. Namun kita ada 1 hal yang perlu diperhatikan
   bahwa even though harga emas dunia sedang recovery menuju mungkin sekitar
   antara 4.300 atau sampai harga 5.200 jadi kalau yang saya baca tadi pagi para
   pengamat atau analis melihat bahwa sampai akhir tahun 2026, harga emas itu
   akan berkisar antara USD 4.200 sampai dengan 5.400 per troy ounce. Tapi ada
   satu hal yang kita perlu amati adalah bagaimana nilai tukar rupiah terhadap USD.
   Karena perlu saya ingatkan bahwa harga emas di Indonesia juga sangat
   tergantung bukan hanya Gold Spot atau juga emas dunia tapi juga pada kurs
   rupiah kita terhadap USD. Tapi intinya kita tetap yakin bahwa 2026 kita akan tetap
   tumbuh sebetulnya cukup baik ditengah normalisasi harga emas dunia yang
   sedang berlangsung. Lalu apakah kita punya plan untuk meluncurkan emas
   batangan tematik? Sebetulnya emas batangan tematik ini selalu ada di setiap
   tahun. Karena emas batangan tematik ini sebetulnya muncul pada biasanya di
Page 5
   Hari Raya Idul Fitri lalu Hari Raya Imlek dan juga Hari Raya Natal. Sebetulnya
   tematik itu selalu muncul ya di setiap tahunnya.


2. Rama-Bisnis Indonesia
   Pertanyaan
     a. Bagaimana dampak melemahnya rupiah terhadap prospek HRTA pada
        tahun ini? Mengingat, melemahnya rupiah berisiko menekan daya beli
        masyarakat terhadap harga emas yang tinggi.
     b. Bagaimana strategi HRTA menghadapi pelemahan rupiah?


  Jawaban
  Ibu Sandra:
  Kita melihat melemahnya rupiah memang apakah ada efeknya terhadap kinerja
  HRTA terkait dengan daya beli masyarakat yang semakin menurun ya. Kita lihat
  pada daya beli masyarakat yang akhir-akhir ini cukup mungkin dibilang menurun
  tapi kita lihat awareness atau kesadaran masyarakat terhadap pentingnya
  menyimpan tabungan dalam produk emas itu juga semakin meningkat. Yang kita
  perhatikan saat ini adalah semakin tidak terprediksinya kondisi ekonomi ke depan
  maka masyarakat kita tuh semakin ter-eager atau punya minat yang jauh lebih
  tinggi bahwa dia sudah harus menyimpan tabungannya sebagian besar dalam
  bentuk emas. Apakah ada efeknya? Sebetulnya terhadap demand pada produk
  emas sendiri ada efeknya, karena memang kalau kita lihat harga emas yang
  semakin tinggi mengakibatkan bahwa demand juga yang muncul yang lebih banyak
  didominasi oleh gramasi yang sekarang jauh lebih kecil. Tapi buat kami, kami
  melihat bahwa harga emas yang cukup tinggi sebetulnya itu tidak terlalu
  mempengaruhi minat masyarakat kita terhadap kepemilikan emas. Nah,
  bagaimana sebetulnya strategi HRTA terhadap pelemahan rupiah tersebut?
  Terutama terkait demand yang ditakutkan terhadap produk emas yang akan
  menurun. Demand terhadap emas memang tidak selalu tinggi, jadi memang ada
  pada masanya dimana demand itu naik dan demand itu turun. Tapi kalau kita
  melihat keseluruhan bahwa di tahun 2026 sampai nanti di semester kedua, kita
  punya strategi bahwa produk-produk kami memang kami tawarkan kepada
  masyarakat itu adalah produk-produk yang sebetulnya bisa affordable bagi seluruh
  lapisan masyarakat. Either itu middle to low class maupun middle to high class.
  Dan saya kira strategi pricing juga dari HRTA sendiri dimana kita sebetulnya punya
  strategi pricing yang punya spread harga jual dan beli yang paling baik sebetulnya
  untuk produk kami saat ini, itu mengakibatkan masyarakat melihat bahwa HRTA
  Gold khususnya emas batangan yang diwakili oleh produk EMASKU, itu sebetulnya
  adalah salah satu produk tabungan ataupun ada yang menyebutnya produk
  investasi yang memang dianggap memiliki sesuatu yang paling aman dan paling
  menguntungkan.



  Bapak Thendra Crisnanda:
Page 6
  HRTA pun juga, manajemen pun menerapkan tadi juga seperti yang disampaikan
  oleh Bu Sandra, juga terkait di customer disruption. Jadi di tahun 2026 juga HRTA
  menikmati itu peningkatan pertumbuhan demand itu dari institutional market.
  Terutama yang kalau kita lihat pasar yang kedepannya akan didukung oleh regulasi
  yang ada di Indonesia. Jadi apabila kita mencermati beberapa regulasi yang akan
  dikeluarkan itu yang terutama terkait ETF Gold, ini pun juga akan semakin
  meningkatkan partisipasi dari permintaan untuk institusi yang ada di domestik dan
  ini pun juga merupakan suatu hal yang positif sebenarnya bagi pertumbuhan di
  bisnis Perseroan sendiri hingga di akhir tahun 2026.


3. Zetta - IDN Financials
     a. Dibandingkan produk bullion, produk perhiasan tak begitu diprioritaskan
          (tak ada ekspansi toko, market share jewellery turun). Apakah ini sebuah
          respon dari tren perhiasan emas global yang menurun (menurut data WGC
          per 2025), atau memang sebuah langkah focus-shifting HRTA ke ekosistem
          bullion dalam jangka pendek-menengah?
     b. Kapan HRTA diproyeksikan akan mendapat sertifikasi LBMA? Dan
          bagaimana proyeksi perbaikan margin ke depannya ketika sudah mendapat
          sertifikasi LBMA?


   Jawaban
   Ibu Sandra Sunanto:
   Kita mengawali bisnis ini sebagai manufaktur dan perdagangan perhiasan emas,
   jadi kalau ditanya apakah kita sekarang ini sedang melakukan fokus shifting dari
   perhiasan ke emas batangan, kita sebetulnya mengikuti apa yang terjadi di market.
   Jadi, semenjak pandemi terjadi, maka terdapat consumer shifting sebetulnya.
   Consumer shifting dari perilaku konsumen Indonesia yang sebelumnya lebih
   banyak membeli produk emas juga perhiasan itu shifting membeli produk emas
   yang berupa emas batangan. Nah, kebetulan kalau saya mengatakan bahwa
   HRTA masuk ke pasar emas batangan betul-betul pada situasi yang sangat tepat
   pada awal tahun 2020 sebelum pandemi terjadi, itu adalah salah satu strategi yang
   menurut kami sangat tepat sekali yang kita lakukan sampai dengan saat ini. Lalu,
   kalau saya ditanya apakah ini memang menjadi respon juga permintaan perhiasan
   emas secara global yang sangat menurun, ya bisa kita jawab juga iya karena tidak
   hanya di Indonesia tapi secara global permintaan terhadap perhiasan emas juga
   sangat menurun dibandingkan permintaan terhadap emas batangan. Tapi pada
   intinya kami tetap fokus melayani masyarakat melalui produk perhiasan kami tapi
   memang kami saat ini sangat hati-hati untuk meluncurkan koleksi perhiasan kami
   dimana kehati-hatian kami ditujukan kepada betul-betul market yang seleranya
   bisa kami penuhi saat ini untuk produk-produk perhiasan.
   Jika ditanya kapan LBMA akan diperoleh, kita berharap bahwa akhir tahun 2026
   kita sudah memperoleh sertifikasi LBMA. Karena sekarang bola nya ada di Komite
   LBMA sendiri setelah kita merampungkan semua persyaratan yang telah
   disampaikan. Ada perbaikan margin kah setelah LBMA kita peroleh? Tentunya
   kita berharap iya.
Page 7
   Pak Ong Deny:
   Conservatively, bisa sampai 1-2%.
   Ibu Sandra Sunanto:
   Ya, kita berharap at least 1% lah kita peroleh di market untuk perbaikan margin ke
   depannya.


4. Eka - Fortune Indonesia
   Pertanyaan
      a. Saat ini berapa jumlah cabang dari Hartadinata? Sudah menjangkau
         berapa kota? Bagaimana tren penjualan di cabang-cabang ini? Kota mana
         yang paling ramai?
      b. Hingga akhir tahun, adakah rencana penambahan cabang penjualan ritel?
         Berapa nilai investasi yang disiapkan untuk pembukaan cabang ini?
      c. Apa saja faktor/pertimbangan perusahaan dalam memilih tempat
         pembukaan cabang baru? Apakah tingginya demand terkait emas turut
         mendorong perluasan cabang ini? Dengan kondisi ekonomi saat ini, apakah
         ekspansi gerai HRTA akan dilakukan berhati2 atau akan tetap agresif untuk
         mengantisipasi pertumbuhan demand ke depan?


   Jawaban
   Pak Yudho Jatmiko:
   Saat ini toko kami sudah ada di 85 toko, sekarang sudah hampir di seluruh kota di
   Indonesia. Kedepannya kami akan terus fokus hanya sampai 100 toko saja untuk
   memperluas jaringan kami dan juga sekarang sedang fokus pada para partner
   toko-toko emas yang ada di Indonesia sehingga kami juga lebih baik menjangkau
   mereka.
   Pak Ong Deny:
   Tadi kontribusi kita di tahun 2026 itu kenaikannya hampir sampai dengan kenaikan
   pendapatan. Jadi, wholesale dan retail itu kenaikan cukup mirip lah ya kira-kira
   100-an% kenaikannya. Kalau penambahan toko, kita targetnya kan 100 ya, berarti
   kita nambah kira-kira 10 sampai 15 toko lah sampai akhir tahun. Investasi per-toko
   kira-kira dengan harga emas sekarang at least Rp 5 miliar lah per-toko.
   Bu Sandra Sunanto:
   Faktor pemilihan lokasi jelas bahwa kita melihat yang utama secara demografis
   dan secara daya beli di area tersebut. Jadi, kita melihat bahwa tapi kita juga
   membatasi bahwa kita hanya ada di kota terbesar dan juga kita membatasi lokasi
   dimana kita tidak bersinggungan secara langsung dengan para customer dan retail
   HRTA sendiri. Jadi kita juga melayani B2B, artinya produk-produk kita juga
   disebarkan di toko-toko partner kami di luar toko-toko kami sendiri. Jadi, memang
   faktor utama mempertimbangkan memilih lokasi adalah jelas mengenai daya beli
   dan juga faktor konsumen yang juga sebenarnya kita lihat cocok dengan apa yang
   kita tawarkan.
Page 8
5. Karunia - Katadata
   Pertanyaan
   a. Apa kelanjutan dari rencana UNTR yang ingin multisourcing dengan HRTA?
   b. Prospek industri emas tahun ini serta apa saja sentimen positifnya?
   c. Beredar kabar emas fisik langka, bagaimana produksi emas HRTA sejauh ini?
      Ada berapa ton target volume produksi dan penjualan tahun ini?
   Jawaban
   Ibu Sandra Sunanto:
   Dengan UNTR, sebetulnya kita sudah punya perjanjian baru ya, kerjasama
   dengan tambang-tambang UNTR yaitu salah satunya Agincourt Resource
   Sumbawa Jutaraya dimana mereka sekarang sudah punya perjanjian baru dengan
   kami bahwa kita punya kerjasama untuk lakukan offtake maupun refinery untuk
   produk Gold Old dari tambang-tambang mereka. Lalu, kita lihat dari prospek
   industri emas saat ini kalau domestik kita masih optimis prospek industri emas di
   tahun ini masih tetap baik khususnya kan juga ada beberapa produk emas baru
   yang dicadangkan oleh Pemerintah atau regulator yang dikeluarkan salah satunya
   ETF Gold yang tadi disampaikan oleh Pak Thendra lalu didukung juga oleh
   penguatan permintaan institutional market khususnya lembaga-lembaga
   keuangan syariah dan juga Bullion Bank. Untuk target produksi dan penjualan,
   saya kira tadi pak Deny sudah sampaikan ya.
   Pak Ong Deny:
   Mungkin dalam volume ya, volume itu kira-kira 25 sampai 28 ton.
   Ibu Sandra Sunanto:
   Jadi target penjualan kita kira-kira antara 25 sampai 28 ton di tahun 2026.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.19 MB
Published5 Jun 2026
Pages8
Characters18,842
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 12 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT HARTADINATA ABADI p.1 ×9
linked person Sandra Sunanto p.1 ×12
linked person Ong Deny p.1 ×9
linked org Fortune Indonesia p.7
linked org Sumbawa Jutaraya p.8
possible org Bursa Efek Indonesia p.1
unresolved person Cuncun Muliawan Vice p.1 ×2
unresolved person Thendra Crisnanda p.1 ×2
unresolved person Yudho Jatmiko p.1 ×2
unresolved person Catherina Vincentia p.1
unresolved person Sandra p.5
unresolved person Thendra p.8

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result