Skip to content
Back to announcement

20240912_GDST_Public Expose_31725513_lamp1.pdf

Other Text extracted GDST

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 10

Page 1
                           PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL TbK


       Surabaya, 12 September 2024
       Nomor : GDS-L/ LOB/ lX/ 2024


       Kepada Yang Terhormat,
       Direktur Pencatatan PT. Bursa Efek Indonesia (BEl I
       Indonesia Stock Exchange Building Tower I
       Jl. Jendral Sudirman Kav. 52 - 53, Jakarta 12190
       U.p : Kepala Divisi Pemantauan Emiten


       Perihal : Laooran Hasil Pelaksanaan Public Expose Tahunan
       Dengan hormat,

       Dengan ini kami Direksi PT. Gunawan Dianjaya steel rbk. (perseroan) berkedudukan di
       surabaya, melaporkan bahwa Perseroan telah menyelenggarakan public Expose tahunan
       pada hari Selasa, 10 September 2024 bertempat di Aula perseroan Jl. Margomulyo
       No. 29A Surabaya.

       Laporan kegiatan Public Expose meliputi :
       !. Public Expose dilaksanakan sesuai dengan Materi public Expose yang telah kamr
          sampaikan melalui laporan elelGronik spE oJK/lDXnet dengan surat nomor
          GDs-L/703/lx/2o24 tanggal 5 september zoz4 dan materi tersebut juga dibagikan
          kepada hadirin dalam bentuk hordcopy dan softcopy.
       2. Public Expose dihad'xi fisik oleh 3 (tiga) anggota Direksi perseroan, Sekretaris
          Perseroan, para Jurnalis Media, karyawan perseroan, dan ramu umum.
       3. Daftar hadir peserta public Expose terlampir.
       4. ulasan / pemuatan berita pada media masa terkait kegiatan public Expose terlampir.
       5. Terdapat satu pertanyaan dari peserta yang hadir dengan ringkasan sebagai berikut :
              Penanya : Bpk. Afik - Harian Radar Surabaya.
              Pertanyaan :
             - Kenapa tujuan ekspor hanya Singapura dan Malaysia
             - Kenapa perseroan tidak menjual ke Australia.
             - Target realisasi 2024
             Jawaban :
             - Singapura dan Malaysia merupakan pasar yang cukup stabil mengimpor produk
                 perseroan waraupun vorumenya tidak besar. perseroan akan selalu berupaya
                 untuk membuka pasar ekspor baru, namun juga tetap memelihara pasar yang
                 telah ada.
             - Perseroan tidak menjual ke Australia karena negara tersebut juga menerapkan
                 bea masuk anti du mping terhadap produk perseroan.

             - Proyeksi 2024 diperkirakan masih sesuai dengan target yang telah ditetapkan
                 yaitu penjualan sebesar Rp 2,5 triliun dengan laba bersih sebesar 5%.



I' i#H1"Tsi#i";*"* (3 F:1,':3til#3:;i fi{            secretary'sunawanstee'!com
                                                                                  ft
Page 2
                              PT GUNAWAN DTANJAYA STEEL TbK


        5. Tambahanpenjelasan        :


           a. Perseroan telah menunjuk penilai independen untuk melakukan penilaian terhadap
                 nilai wajar saham dan nilai pasa aset tetap dengan hasil sebagai berikut :
                 - Nilai wajar saham perseroan sebesar Rp 41l/lembar. Sebagai perbandingan, nilai
                    wajar saham perseroan saat menjelang merger adalah sebesar Rp 27'/lembar.
                 - Nilai wajar aset tetap perseroan sebesar Rp 3.368 miliar, sedangkan nilai buku
                    aset tetap adalah sebesar Rp 1.425 miliar.

            b. Tujuan pembangunan plate mill 2 adalah      :


                 - Produktifitas : menambah kapasitas produksi.
                 - Efisiensi     : kapasitas mesin yang besar dengan teknologi yang lebih mooern
                                    akan menghasilkan biaya produksi yang lebih efisien.
                 - Safety          : komponen mesin industri baja, terutama komponen-komponen
                                     utama bukanlah barang yang reody stock namun harus dipesan
                                     khusus dan pembuatannya memerlukan waktu lama. plate Mill 2
                                     adalah sebagai upaya mitigasi risiko produksi. Jika terjadi
                                     sesuatu pada salah satu mesin, maka produksi masih bisa tetap
                                     berjalan dengan Mill yang lain.
       untuk melengkapi laporan kami sertakan daftar hadir beserta beberapa berita-berita
       onfine mengenai Public Expose tersebut di atas.

       Demikian faporan hasil pelaksanaan public Expose tahunan yang dapat kami sampaikan,
       atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih



       Hormat kami,
       PT. GUNAWAN DIANJAYA STEEI TbK.




      Direktur                Corporate Secretdry




                                                                                                     2/z
Jl. Margomulyo No. 29A
Tambak Sarioso, As€mrowo
Surabaya ml 8,t, lMonesia
                            q :""llfiili.|ffif h{""","oo6sunawansteer.com ft         www.sunawansteer.com
Page 3
 9111n4,4116PM                     Gunawan Diajsya sted (GDST) opeEsikan Pat*ik Baru Plate Mill 2 Desembq Tahun hi - InvesterJatm.com


                                                        '/tny$[oR RTrm,."

        Homepage / Business

          'l

        Gurcwon Dicjogc Ste cl (G)ST) Ope rcsikcr Pcorik Bcrr, f,lcie Mil ,l
        Desember Tclhun ni
        lr:,:rc.c Dfrls'cFrc :1 Sep:cn-oer2a2:08J4 W E
        -lrs ress. leoC ire. laCeks
                                      !;:r,rel




          ITAUIAIT DIANJAYA STDDT TbK.




               Dari kiri ke kanan:Samuel Hadiwijaya (Direktur), Andy Soesanto (Direktur), Hadi Sutjipto (Direktur) dan
               SiSis Bahak Mustaw..rn (Corsec) usai Pap..:rrn Publik PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (CDST) di Surab.tV.r,
               Selasa (10./09/2024). Foro: ROS

       SURABAYA, investorjatim - Emiten besi dan baja, pT Gunawan Dianjaya Steel Tbk
       (GDST) menargetkan proyek pabrik plate mill 2 bisa beroperasi secara komersial pada
       akhir 2024 ini.

       Direktur PT Gunawan Dianjaya steel Tbk Hadi sutjipto mengatakan serangkaian uji
       coba terhadap pteyek plate mill 2 akan dilakukan dan saat ini sedang dalam tahap uji
       coba tanpa bahan baku (cold trion dan direncanakan akan selesai akhir Oktober 2024
       nanti. Diharapkan pada November 2024 akan melanjutkan tahap uji coba dengan
       bahan baku (hottriat) sebelum akhirnya memasuki proses commisioning.

       "Operotion commerciol pabrik baru ini tergantung running test ini, ka
       Desember kita bisa mulai trial (commercial),,, kata Hadi usai paparan
       5u ra baya, Selasa (1 O | 09 /2024).
http6://inv66torlatim.com/gunawarFdiajayastdot-gd6t-opo.asikan-pabrik   baru.Dlat*mill-2.d66c,nb6r-tahurFini/
                                                                                                                ffi;flo'^t^"ttt*,u
Page 4
  9/1124. 4:'16   PM               Gunawan O'qalra Sled (GDST) Operasikan Patrik B€ru Hats Mill2 Desemb€r lahun Ini- lnvestorJat m.com

         Hadi menjelaskan alasan perseroan bersikeras merampungkan proyek plate mill 2 ini
         sekalipun dengan resiko waktu penyelesaian yang molor hingga 10 tahun dari target
         awal 2 tahun atau biaya yang membengkak hingga Rp 1,3 triliun dari rencana awal Rp 1
         triliun.

        "Kita mendapat pertanyaan dari banyak pihak, seberapa penting proyek plate milt 2 ini.
        Toh dengan kapasitas yang ada sekarang cukup. Begini, selain menambah kapasitas,
        pabrik baru inijuga bernilai efisiensi dan safety, itu alasannya,,, ujarnya.

        Hadi pun merinci, adanya proyek plat mill 2 berarti kapasitas produksi akan
        bertambah. Dengan memiliki dua plat mill dipastikan akan lebih banyak produksi untuk
        memenuhi permintaan pasar. Tak hanya itu, keberadaan fasilitas produksi baru juga
        diyakini akan meningkatkan efisiensi.

        Menurut Hadi, operasional plate mill 1 yang dimiliki GDST berdasarkan pesanan dari
        pelanggan. Selama ini GDST kerap kehilangan permintaan pelanggan yang
        menginginkan produksi plat dengan spesifikasi lebar plat di atas 2,5 meter karena plat
        mill 'l hanya mampu memproduksi lebar plat 2,5 meter. permintaan itu bakal diiawab
        proyek plate mill 2 yang bisa memproduki lebar plat hingga 3,5 meter.

        Keberadaan plat mill 2 juga akan meningkatkan keamanan. Terlebih berdasarkan
        pengalaman, kebakaran panel listrik bisa mengakibatkan 3 bulan tidak bisa
        berproduksi.

        "Kita tidak ingin kehilangan peluang pasar,Jika ada permintaan plat dengan lebar 3
        meter lebih kita tetap bisa penuhi. Dan lagi, kalau punya dua mill beginijika terjadi
        sesuatu di mill 1 kita punya pilihan mill 2 untuk dioperasikan, ada faktor safety di di
        sini," terang Hadi.

       Seperti diketahui, proyek plate mill 2 mulai dibangun pada 2014 awalnya ditargetkan
       selesai pada pada 2016. Namun selama proses penyelesaiannya. pasar baja
       mengalami kelesuan yang berdampak pada kesulitan pendanaan proyek yang
       bersumber pada kas internal perseroan tersebut. Ditambah lagi, kendala hantaman
       covid-9 yang memaka adanya kebijakan pembatasan mobilitas atau pemberlakuan
       Pembatasan Kegiatan Masyarakat (ppKM).

      Pabrik berkapasitas 1 juta pelat baja per tahun akan menambah kapasitas produki
      Gunawan Dianjaya Steel yang saat ini sudah mengoperasikan pabrik berkapasitas
      400.000 ton baja per tahun, serta tambahan kapasitas 60.000 ton baja, plate mill eks
      Jaya Pari Steel (PRS/Div-1) per tahun.

        Hadi berharap pengoperasian plate mill 2 nanti akan mendukung kinerja GDST ke
       depan baik untuk pasar ekpor maupun dalam negeri. Nantinya ketika pabrik baru ini
       beroperasi penuh, dia berharap total penjualan bisa mencapai 500 _ 600
       ta n un.




hth6J,'lnvsstoriatim,com/gunawarFdlajaya-st66l{dst-opcrasikan-p€brik-baru.plate-mirF2{.6errbor-tahun-inl/
Page 5
                                                                                                                                                \,
   th1n4' 4116 PM                      GunalYan Diajaya sEel (GDST) opsrasil€n Pati* garu Plate Mill 2 Des€mber Tdun hi
                                                                                                                          - Inv€storJatim,com        "!t:'
          Diakui bahwa saat ini GDST lebih fokus pada penjualan di dalam neteri. sedangkan
          penjualan ekspor masih terbatas ke pasar singapura dan Malaysia. Tidak seperti pada
          era 90-an sampai ke Eropa, Amerika, Kanada dan Australia.

          Kata Hadi, bukan karena tidak ada peluang ekspor ke negara-negara tersebut, tetapi
          lebih terkendala bea anti dumping hingga 50% yang diterapkan oleh negara-negara
          tersebut. GDST sudah menjajaki kemungkinan difasilitasi oleh pemerintah. Namun,
          tetap saja GDST diminta mengurus dan menunjuk lawyer sendiri dengan fee yang jauh
          lebih besar dari margin yang diperoleh saat melakukan ekspor. Dengan bea itu, margin
          ekspor untungnya hanya berkisar 5-6%.

         selain itu, margin untuk ekspor pasar Eropa juga kurang menarik akibat persarngan
         antara negara-negara produsen baja antara lain China, Korea danJepang.

         "Kita memilih untuk tidak melakukan apa-apa dalam hal ekpor kecuali
                                                                           ke singapura
         dan Malaysia yang permintaannya rutin meskipun potensinya sangat besar.
         Memaksimalkan pasar dalam negeri jalan terbaik,,, papar Hadi.

         Hadi menambahkan, dengan optimalisasi pasar dalam negeri GDST optimis mampu
         mencapai target kinerja ditahun 2024ini. Di mana target penjualan di tahun 2024
         sebesar Rp 2,5 triliun dan target laba setelah pajak5% dari penjualan sebesar Rp
                                                                                          125
         miliar.

         Adapun realisasi penjualan sampai akhirJuli 2024initelah mencapai Rp 1,7 triliun
         dengan laba setelah pajak sebesar Rp 99,0 miriar atau 5,9% dari penjuaran.

        "Kami optimis penjualan tahun 2024 memenuhi target sebesar Rp 2,5 trliun dengan
        proyeki laba 5% atau turun dibandingkan tahun 2023 sebesar g% karena turunnya
        harga jual dan naiknya harga bahan baku akibat kenaikan kurs dolar AS,,,pungkas
                                                                                        Hadi.
        ROS



          Baj a                      proyek plate mill 2             PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk



                                                                         lkuti Kami




       Pos sebelumnya
                                                                                                                 Pos berikutnya
       Wujudkan Perjalanan Aman, ASTRA Infra Tol                                      Betonjaya Manungtal (BTON) Optimis Capai
       Tangerang-Merak Ajak Komunitas pentemudi
                                                                                                         Tartet penjualan 2024
       Wanita Aman Berkendara


       Post in g Terkoit




                                                                                                              r. c||r H l outrJ^YAlteElDh
http6J/inva6torFtirh.corn/gunavran-dia.iaya-€t.6fgdst   oprastkarFpabnk-baru-ptato-milt-2{ccrmber-bhun-ini/
Page 6
                               KONTANTRIBLIN.BIZ
                                                          A l..,, L       ss"rE nss, zca+ | st   llr

                                nn*__-__._=
                                                                                                                         r'ar.! a!8"r4
                                                                                                                                                '.rar4r-
        Tren Traveler                                                                                                           frSlt        l-snrFrd
                                                                                                                                FUr str A{ dld, caldr R:ft
                                                                                                                                k6.rr.dtdbd.&l.er'd
  Muda Meningkat                                                                                                                    Elrn i ?t?4,         F dDt
                                                                                                                                , rtE ld, rli s --.r.car'. ftlt
                                                                                                                                'J
  .dr.[.!      f,rni . rddqtr*v.
         i{lrErd dcrlr b.r'r.h r'-
  'ind
  ilid {"i F96r FSdq !@                                                                                                    dlFr Dde! .o Ftu d Fb:
  }d{dxlhJodddne'raj'Arhld                                                                                                 (d del hio.r. tE@ e.
  bdd aFre rhd & (En                                                                                                       birin D.'!r:E h|.nAbr ep
     r-rr!i{.d&r       dii r.i.6{                                                                                            'rlrirE4 Dta errr-t re6n
  eF+rr llr d h rd rC4          rfri                                                                                       u qr.!! d         F.ad-Fin&
  dr J{rad, o.ndu.. $d,4? D.q.
 d &n M.rbi                                                                                                                .+d .&* oq4. yur ffirbn
                              BDdr                                                                                         Fo4 rl{s lntur Frjrbb |fu.
                     "!,'Fr                                                                                                q @. rirdi.lh b!'t fie d|!L
     raArbd@'rddaDb&I@                                                                                                     ,dLrbn FL trr. qb9nd!
 h bE retr r Td. @{lorr.                                                                                                     U'for'Eni,r'nldhbe**m,
 EMi (br srqmt a& !d [.nd                                                                                                  l|g &rd shtdl& rdr@
 tuE h ldr &n 6 5e F.?"{Gl d                                                                                               E A.rtn ntu !4rsy.rr.{ @
 br& tlr l.atLtuFlq.                                                                                                       tq hjl ero crblE ,ea F-
 !,tn! i'.ie ,ud !.bt ,E' !r                                                                                               lsa +d&l Ini i0 &b .a'
 m. h iE,6lth,r tE ldrirbrt                                                                                                drry Dld|n'r *h.n.       l'.td.
 tu e.Fnr|l @n!d.e poXi-a                                                                                                                     'Ed
 h|lrd.,l rrl'll.j.M lc .td@                                                                                                 t.r&g! p,E 0.ror{an rst b.l@
 *dirn'h.           r.r3, 5ab ra                                                                                           .iFr ftdr, d E bA lh isJ.'
     bdrrlatiabtrt{{}0$dridTq'                                                                                             Frb. r.6d!adG rddE !b!
 r nrd oqd, !.ri'tr FFh.!                                                                                                  x! rdll Ftl'e    FlI iff'gtu'
 6!d hG@ a|ds ftldoiJa_. &.
        &Frl vfr s.$n. i- !d                                                                                                 lddF !.rtur in*            Fna
 "au                                 sm ldduDa. J@!hF @in        h!a! liJD {rr! rkllfu me d!@ Nn hdd.dr roD tte Blod b.r. tr ddh dr l,@ 9.0 d .@ kb,
    &rn s*s r{tfu B:rt         pbar /sjrsFruN.                            d r du doErr 6udr h.eiF !'r6F!4dduqA tr4 6xr. dlrmtu c' li 36i'L JR D,c
 sh!4 (!!rl,lllrrrh Fhb@' r. r@ hd ar{!t rEd't d.rue !dd.        '4'eE                                                     d]e tugr r!, 53o,m0, tu ds.
 Eac! .rd q,tr riadrz... Frh r.t!u. ft l't rr ur dd p! cqt4!,v   f|.ry     F { hrr.lo s.Fdrr. drn -.b,! a/r \.- O&r.l r6rd u. F!re & I l!r. &n b{ r$ &
 ro d||ti         rr, rd6 rbtt       E     qt[!r     16..- Ft    rad! tr. H. r.lra- d r.b
                                                 'd



     Inieki Ke-rja      ffiffi-
   l''r'JfF._|--'
                   lglu
      dengan PLN NP "-ff"-ffiffi#.ff-Tl
 >Sembilan Perusahaan Jeman Gali potensiEnerg Baru Teftarukan r!|ft @Fr Gld{d r't r ld..t d bhr r.Er
                                                              bf ldr nld n$4 errE Pr owE e44d
                                                                                                                  ffiW
                                                                                                                  F-,'#ffi'ffiH
                                                                                                                  9.d r$ Flw  F'. t r'Jt ar -rd F!a!rr|

 ffi##ryF",ffi                                                    ff                    ffi'iF_.& ffil#luaw,
                                                                                                                  lq& qr Lirr!. Dsd dl s4nl){v!. t }e o0/9).
                                                                                                                   ttutu    E&r..r di ff* l$a iklfu rd.



ffiffi#Cffi:                                                     _f                     q#ffi#fr" ffi1tr*
                                                                                       '#frffiffi
                                                                                          6iJamB{Err.
                                                                                          d- r..ra&9!
                                                                                                                  FrBastrbi



m#*.*al$$Dru{|
*j
        -,rl .-
    -qp =:-
 *:,sE.gl          - -'.-i-.
             *-.rlart}
         IElil*=.                          =            #gturftHsE+
                                                        itjln:s'is;;;;*-""
                                                                                        Stl!ff"-F
                                                                                          ffi     3jj*?ffifJ.1,9i..'-""'*-
                                                                                                                  €ff*3.H
 na+E L+                                \ *o "-*'st:r-s                                   t rd rqA ldr tr! F.     diia,$1t,.r-6r.r.r -

*;ffiHllll
-;--,:;;5=E-f[|lI
ffirffirffi *-Ilrl                            ==-ryt
                                t*"r,.r,W SEtrffi HF$;S,ffi**     ['.\ffi**sffi#          94!    b--El
                                                                                          s rart L.trid
                                                                                                        'Ee-l
                                                                                                                   rtddt..rE rd *,dri      rar turdb.
                                                                                                                  F- H..t. rd "ux rl'ua &i 2 e.l- ri


-llEl-ftqc. *..''.m.0...!q^rj?,-*..,,.'..-n-,_,..o"ff
                                                                                    6tu, ot i.*d".         A        Lh.u..irdr6yriddend@e@.d.h*!*q
                                                                                          '4rdp
I*'!q.            r"r
ft 6 i*.'.r-i 6an {rE... s...r
                                      qrh &r| \-    r..Et
                                             .-+irn - -,6 cd,      h.-          ptxnrd.luldr
                                                           ti r.cr Ar d-;;.+* ,r.b;" Jb."r F,r*                   "jffi.fl"ru**9ff"ffijtrf
                                                                                                                  r.h.qJ{.;i.dr;rra*";iDl
                                                                                                                  Fi.ire
                                                                                                                           .tl-,FC
                                                                                                                                   b_ !.h- !r"G;i_
PLr nugs hE d           6-'{ ',| srnd d r('n                  'aa
r&ldlE Pr Ah!'.f,-I!                                                          r6jt4      rce rr.ft                !d b1w 6 hrlrdrldd,rl
d                                             rbea!Fq* odrbdr.h'rtu.dE. H.nl
                               tu..a. w d mr h-r!F.y"r.                            tr'q-*,tu rq                    urq! *rrlcvr ,.rardrobr Drdr Euh... @
9.9i..M F|l.ry.
          tyr ruo
                  ',!!.
                        d!&rd,
                        1ry91*qry'.t                                          iii;;;.ii*
                                                                              i'nt;;-ft    ft;
                                                                                           !,4                    .--'fi:HjH[''ffi$*,c5-         i$frfffi
Hr-',ff -:T"l:Y                                               h{rr, hirit,s, r,I5,.*r L.!-rp. Fert ht u F,r       Ft .r Ft.e rd,. l:r ,.d.!. d.lrh rdi .,,rd M
                          &&'!rlduv          k &r6E*-. h dr 1" tld;rftr.};             Ed&.d.idFr,;F:             iri.r; hd@!,! Fd. d;!rd ./u. !,rD'ale
ts:r tf--
e_.!       *T.
     :,:.t *+            ur lri-"nr!
                         ar tr,-!nr! r{
                                     F{ sr     b+ :" i"d-r
                                           tu bd.s     td!:r  h{ ic;;,ffic
                                                              h,,   .rr- dr-Jr! sc... .u idG,;..-{b
                                                                                         ?!$ ,6rFr.. r.zib.       t .,"j_ D..!a
                                                                                                                  f,.ij'  D. .:!a Etsbir.
                                                                                                                                    i,6tsb.,r,, qb.
                                                                                                                                                ,.b. bd  di k.
                                                                                                                                                     b.. dr
*t..:*     r4,qr
nt.x,J:!|r"J
e
                         ftfu rrft'tr drqF n r',r* d.'..r.d-, ,,oiq
     Erd||'h dd f: I3::-:=dr. a1Tij:gil*l,,q4
                         M rE$r qt    ....! bt n uo dd.
DrnFd-'*a rRt d.F br Etrll,a Rx |t' rftx
                                                                            ..- 3s rq,F dtunh,?F
                                                                        _.._'.            ro|dg.;:?s ?;E
                                                                                       d.,o|dg.;:?s
                                                                                                l!r!0.
                                                                                                                  ;;;i€rGi;;;;;fr-D-,,
                                                                                                                  ;;;i€rGi;;;;;fr-D-,,
End"qeron                                    'r4d            &r   d a";-L ; .r. i;;;*
                                                        jo;l *'fi;b                        rEiE rd,                nr- u*r"li" r-*           r,* s.*       or,,..
od!, tui.r nD 'fu|,l &!n  Frlbtu utu- dr' .!k6  Httr:^'&,r;                     ;;-.,0 F;- ber                    tu n s.nnt n rdddar,- ftl. }It ju!. .-
                     &.r F.rdrrw! 6 E nq.d.n Fn F$d h,,Dk&dd.,, -r.4;-   ua;;d                                                                             ,tuup
hdlf Gn40! unill h   hq b'! c b''rd &ri, @r,'id''' r.n dd.d' btum da@ [irn              r"_r-* rrri
                                                                                edrqntuGibircr {rr.
                                                                                                                  *,,._ ooli t-,r"raa";.1+-i;;:,;
                                                                                                                                     r;+i,;u, uf,,i rorr-".**
                                                                                                                                                               d,
                                                                                                                  ",.;-",*, rr,.r;
               Opdilte{tat Gae Bud p.da Masa                                     Trangid *HHHT"gl#"'S'Lrs3.t
ffi;;ffire$i ffi'ffil&ffiffiffi
ryhry@Wryl&r*ry*
W-Sryf  ru$ffi-ffi:.=;,4
.*ffiffiFffiffiffiffiW
 - --:- -:-:- -:
-::--                                                                                                            r-Rl f'.



ffiffiTffiffiffi
=-ffiffiffistrHH#ffiilmlffi 55j5.
h'lli ftnfu
ddi! k zd.Eiiita.
tuh
                    &! Fr
                       r.l@
               IrJn |'rqrsn
                              xrrrdhrr,F!*.rbi
                              E.Ei;iJq|ld:y
                              br6irh*rdEd
                               oiFb
                                                      .r_ Dib r.!did. hd
                                                      k dnrhtu
                                                        r6n cFb rrbr *,r
                                         rEn.iddr LrB isdu:{' u*r'm ea!F
                                                                                    r * ,.r;i
                                                                                    @dr      F,.,FbriEr
                                                                                    .d,! d-;;;A*
                                                                                                  ,ir ..fr

                                                                                    @ di!s:' dt' n-rn'Fd
                                                                                                           da
                                                                                                                 rrlErro{.0",r,**,rsiiwocr.
                                                                                                                 rErl.'t   !.{d H6rr. r.dy !6.tu ft tu
                                                                                                                 e46,.Lhsi5E        *ntucl*rd'-
H#"S#S"i"** SJttrffifiitr" emtm
      ''ffil'B
                                                                                    H=ft;;;;a; EE;:fr;efifr1;x6T#-
Page 7
 Terkendala Bea Masuk Anti Dumping,
 Industri Baja Nasional Fokus Pada
 Pasar Domestik
Moh. Afik
- Selasa, 10 September 2024 | 18:22 WtB




slAP DlKlRlM: Produk plate baja PT GDsr yang siap dikirim ke konsumen sesuai permintiinl
(M AFIQ FIRDAUS)




SURABAYA - Industri baia nasional masih fokus pada mark€t domestik meskipun kondisi
ekonomi masih melambat.

Hal ini karena pasar eksoor terutama ke Arnerika, Erooa dan Australia selain harus bersaing
ketat dengan China, juga ada kebijskan bea masuk anti dumping sehingga menggerus maftin,

Hadi Sutjipto, Direktur PT Gunawan Dian Java Steet Tbk (GDST) mefljelaskan,
ekspor sebenamya cukup besar terutama ke Amerika, Eropa dan Australia.

Namun di sana menerapkan k€buakan anti dumping, sehingga sulit bersaing
sangat tipis.
                                                                              PT.   culUrw grr.trv^Ittll l   ,
Page 8
"Karena itu, kemi hanya ekspor ke Mdaysia dan Singapura yang merupakan taditiond market
kami. Setiap bulan selalu ada demand. Sementara ke Eropa, AS dan Australia kendalanya ada
bea masuk anti dumping. Kami mencoba tapi harus bayar lau4/er sendiri. Dan biaya la$'yer lebih
tinggi daripada untungnya," kata Hadi Suqipto usai public Elpose, Selasa (10/9).

Sebab itu, pihaknya hingga saat ini masih fokus di pasar domestik.

Sekitar 96 persen dari total produksi untuk memenuhi kebutuhan market nasional.

Dia yakin kondisi ekonomi akan semakin baik kedepan sehinoga demand plate baja juga akan
naik baik untuk infrstruktur, industry kapal dan lainnya.

selain itu, emiten berkode GDST inijuga fokus menyelesaikan plate mill 2 yang menelan dana
Rp 1,3 triliun.

Diharapkan peda No\rember 2024 nanti sudah tjsa hot trial dan D€s6mber 2024 sudah bisa trial
penuh sebelum masuk commercial operational pada awal tahun 2025.

"Mengapa Plate Mill 2 harus kami selesaikan meskipun plete Mill 1 sebenamya @kup
kapasitrnya. Karena kita ini melayani iob order. Jadi ketika ada pe$nan yang ukurannya tidak
bisa kami penuhi akan lari ke pabrik lain. Dan itu besar potensinya. Dengan beroperasinya pM 2
nanti, maka semua pesanan akan bisa kami penuhi mulai yang ukuran kecil hingga yang besar ,
ujamya.

Terkait kinerja 2024, dia yakin tahun ini mampu meraih penjualan Rp 2,S triliun
dengan laba bersih Rp 125 miliar.

Hingga 31 Juli 2024, pihaknya berhasil membukukan penjualan Rp 1 ,7 triliun dengan
laba bersih Rp 99 miliar atau turun 37 persen dibanding tiahun lalu p€riode yang
sama yakni Rp 159,4 miliar.

'Penurunan ini akibat turunya harga jual plate baja. Namun disisi lain bahan baku
justru naik akibat kenaikan kurs dolar AS. Kendati begitu, kami optimis tahun ini
target akan terpenuhi,' tambahnya.



Sementara itu, Andy Soesanto, Direktur PT Betoniava Manunggal Tbk, mengabkan,
pihaknya juga terimbas akibat melemahnya ekonomi di dalam negeri.

Hal ini karena sektor properti yang merupakan market utama perseroan dan juga
infrastruktur mengalami pelambatan.

Hal ini terihat dari pencapaian penjualan hingga Juli 2OZ4 dimana emiten berkode
BToN ini meraih pendapatan Rp 7s miliar atiau turun 7,s persen dibanding tiahun latu
periode yang sama yakni Rp 81,1 miliar.

Namun begitu pihaknyajustru mencatat kenaikan laba bersih yang cukup fantastic,
yakni naik 921 persen. Dari semula rugi Rp 3,2 miliar, menjadi

Keuntungan ini murni dari selisih kurs dari modal perseroan yang
bank.
                                                                        PT.   GtIAtU DUXJ Y STEET tbh
Page 9
 "Kami masih optimis tiahun ini penjualan bisa mencapai Rp 135 milhr dengan laba
bersih 3-5 persen dari penjualan. Kami akan terus melakukan pengembangan pasar
dan menjaga hubungan baik dengan pasar eksisting. Tahun Oepan, fami ylt<in
kondiainya akan lebih baik setehh beroperaeinya phte mill 2 GDS. l€reni bdpn
baku kami mumi dari waste plate GDS sehingga kami tidak khawatir lagi pasokan
bahan bakunya,' pungl(es Andy Socsanto. (firopt)

httos:/radgrqurab3vapiqnis.iawqpos.cor industri-perdaoanoan/21gso74835^erkendala-bea-
                                            s-oada-oaffi
masuk-anti-dumoino-industri-baia-nasional-foku




                                                                    ET. GU'TMX   UIIUAYA 6TEEL   ftL
Page 10
                     OAFTAN hAOIR
PUSIIC EXPOSE Fr, CUIIAWAIT DIAHJAYA
                                       ST€IL T8r. SUNABAYA
              sEttSA, 10 SEPIEMSEn 2024




                                         gl GufA|laN DT NJAY Slr|I if.r

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.78 MB
Published12 Sep 2024
Pages10
Characters34,174
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL TbK p.1 ×10
linked person Andy Soesanto p.3 ×2
linked person Hadi Sutjipto p.3 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.1
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1
unresolved org PT. Gunawan Dianjaya p.1 ×2
unresolved person Afik p.1
unresolved org PT GUNAWAN DTANJAYA STEEL TbK p.2
unresolved org PT. GUNAWAN DIANJAYA STEEI TbK. p.2
unresolved person Secretdry · Direktur p.2
unresolved person HjH p.6
unresolved org PT GDsr p.7
unresolved org Gunawan Dian Java Steet Tbk p.7 ×2
unresolved org Betoniava Manunggal Tbk p.8 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result