Skip to content
Back to announcement

20240904_UNTR_Public Expose_31722062_lamp3.pdf

Other Text extracted UNTR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 7

Page 1
                RISALAH PUBLIC EXPOSE PT UNITED TRACTORS Tbk
                                     30 AGUSTUS 2024


Public Expose PT United Tractors Tbk (Perseroan) diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Jumat, 30 Agustus 2024
Waktu           : 15.00 – 16.00 WIB : Public Expose
                 16.00 – 16.15 WIB : Press Conference
Tempat          : Public Expose Live 2024


Public Expose Perseroan dihadiri oleh:
• 202 orang wakil perusahaan sekuritas, analis, pemegang saham, dan peserta umum yang
   hadir pada saat sesi presentasi dan tanya jawab secara online melalui aplikasi webinar Zoom,
   serta 7 wartawan pada saat sesi konferensi pers.
• Manajemen Perseroan:
   Direktur                   : Iwan Hadiantoro
   Direktur                   : Vilihati Surya
   Direktur                   : Edhie Sarwono
   Direktur                   : Widjaja Kartika
   Direktur                   : Loudy Irwanto Ellias
   Direktur :                 : Idot Supriadi
   Sekretaris Perusahaan      : Sara K. Loebis


Dalam acara Public Expose Perseroan, presentasi dibawakan oleh Sara K. Loebis (Sekretaris
Perusahaan). Materi yang disampaikan pada acara Paparan Publik ini adalah sesuai dengan
materi yang telah dikirimkan sebelumnya pada tanggal 27 Agustus 2024 melalui surat No.
126/CORP/9981/VIII/24-1. Setelah seluruh materi selesai dipresentasikan, acara dilanjutkan
dengan sesi tanya jawab.
Berikut adalah intisari pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada manajemen Perseroan
setelah sesi presentasi.
Page 2
1. Aldebaran Martimo Harli (Individual Investor)
  Pertanyaan:
  a.   Bagaimana strategi UNTR dalam menghadapi persaingan berbagai produk alat
       berat dari China, disampaikan pula saat presentasi tadi bahwa terdapat
       penurunan penjualan alat berat, truk, dan spareparts-nya?
       Jawaban:
       UT mempersiapkan strategi untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di
       kancah alat berat dengan masuknya brand-brand baru. Pertama, UT bersama dengan
       Pricipal menjalankan strategi dual product line dalam beberapa tahun ini, sehingga
       dapat mempertahankan market share di level saat ini. Adapun UT menawarkan produk
       lapis kedua yang lebih ekonomis untuk segmen tertentu, sehingga lebih tepat guna. UT
       juga masuk ke segmen yang membutuhkan pekerjaan yang lebih berat dan produktifitas
       yang lebih tinggi dengan produk unggulan kami. Kedua, UT mengutamakan added
       value yang kami miliki untuk memberikan customer satisfaction dari segi digitalization
       dengan memungkinkan customer memonitor dan mengetahui performance alat berat
       yang dimiliki secara instan. UT juga melengkapi unit yang dijual dengan Preventive
       Maintenance Package (PMP). PMP saat ini hampir mencapai 13.000 – 14.000 jam yang
       setara dengan tiga tahun maintenance sehingga customer tidak perlu mengkhawatirkan
       maintenance    unit   dalam   periode    tersebut.   Sebagai   hasilnya,   kami   dapat
       mempertahankan market share di level 28% - 29%, tentunya dengan kepercayaan
       customer kami. (Loudy Irwanto Ellias)


  b. Berkaitan dengan rencana diversifikasi perusahaan pada tahun 2025 dan
       seterusnya, apakah dapat digambarkan sektor apakah yang menjadi fokus UNTR
       untuk berinvestasi dan seberapa besar peluang yang dapat diberikan dari
       investasi tersebut?
       Jawaban:
       Saat ini, bisnis UT masih banyak bergantung pada batu bara dimana sekitar 65%
       komposisi revenue ataupun profit masih bergantung pada bisnis batu bara, baik melalui
       segmen kontraktor penambangan maupun pertambangan itu sendiri. Namun, dalam
       lima tahun terakhir ini, UT secara konsisten menyusun strategi dimana ke depannya
       UNTR akan fokus pada dua hal. Pertama, secara continue melihat peluang di mineral
       mining selain batu bara, seperti nikel (termasuk processing-nya), gold, copper, lithium,
Page 3
       dan mineral lainnya. Kedua, secara continue melihat peluang di sektor renewable
       energy. Adapun strategi yang UT jalankan sudah cukup berhasil. Contohnya, pada
       tahun 2023, UT sudah melakukan dua investasi di perusahaan nikel, yaitu sekitar 20%
       di NIC dan sebesar 90% kepemilikan langsung dan tidak langsung di tambang Stargate
       di Sulawesi. Selain itu, kami juga melakukan investasi di aset geothermal, SERD di
       Sumatera Selatan yang telah beroperasi. Kami juga mulai mengoperasikan satu mini
       hydro berkapasitas 7 MW di Lampung.
       UT melihat, peluang ke depan di dua sektor ini masih terbuka lebar mengingat
       Indonesia memiliki abundant resource untuk mineral mining. UT juga menjajaki
       peluang investasi di luar negeri dengan fokus mineral mining. Untuk renewable, hal ini
       sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia untuk beralih dari bahan bakar yang
       berbasis fosil ke renewable. Meskipun kontribusi di luar batu bara masih relatif kecil,
       kami harap dalam lima tahun ke depan dapat mencapai keseimbangan kontribusi antara
       bisnis batu bara dan non batu bara sebesar 50%. (Iwan Hadiantoro)

2. Andrew (Individual Investor)
  Pertanyaan:
  a.   Penjualan saprolite dan limonite meningkat tajam, berapakah konstribusinya
       dalam penjualan UNTR?
       Jawaban:
       Penjualan saprolite dan limonite memang baru dilakukan secara masif di tahun 2024,
       karena tambang Stargate baru diakuisisi di tahun 2023. Target penjualan saprolite dan
       limonite di tahun 2024 sekitar 1,9 juta ton, dimana 1,2 juta ton merupakan limonite (low
       grade ore) dan sisanya 700 ribu ton merupakan saprolite (high grade ore). Untuk
       kontribusi terhadap penjualan UNTR, saat ini relatif masih sangat kecil karena tujuan
       kami dalam jangka panjang tidak hanya menjual ore, namun kami juga akan
       menggunakan ore yang kami miliki untuk kegiatan smelter processing, baik RKEF
       maupun HPAL ke depannya. (Iwan Hadiantoro).


  b.   Apakah UNTR akan melepas bisnis batu bara untuk ke depan?
       Jawaban:
       Tidak. UT tidak memiliki rencana untuk melepaskan bisnis batu bara, namun akan tetap
       mengoptimalkan proses produksi atas tambang-tambang yang dimiliki sekarang hingga
       selesai izin konsesinya. Saat ini, UT memiliki dua tambang utama, yaitu Asmin untuk
Page 4
       thermal coal dan Suprabari untuk coking coal, dimana izin konsesi keduanya akan habis
       di sekitar tahun 2042 dan 2044. Saat izin konsesi selesai, kami harap semua cadangan
       yang ada sudah berhasil kami produksi, sehingga tidak perlu memperpanjang izin
       konsesi tersebut. Tentunya, hal ini sudah well in advance dari target pemerintah untuk
       mencapai net zero di tahun 2060. (Iwan Hadiantoro)

  c.   Ratio dividen untuk tahun 2025 kira-kira di angka berapa?
       Jawaban:
       UNTR tidak memiliki kebijakan tetap terkait DPR. Tentunya, kami akan selalu
       memberikan return terbaik kepada pemegang saham, namun tetap disesuaikan dengan
       kebutuhan internal perusahaan terutama untuk menjaga belanja modal dan investasi.
       Secara historis, UNTR selalu memberikan dividen dalam kisaran 40% - 45% sebagai
       guidance kami. (Iwan Hadiantoro)


3. Alvin Murthi (Individual Investor)
  Pertanyaan:
  Setelah fokus pada nikel dan geothermal, bagaimana fokus strategi UNTR ke depan
  terkait akuisisi, melihat sisa target Capex pada tahun 2024 masih terbuka sangat
  lebar?
  Jawaban:
  Terkait dengan target Capex yang masih terbuka ini, lebih mengacu ke belanja modal rutin
  UNTR. Pada awal tahun, kami mencanangkan untuk spending sekitar USD1 miliar untuk
  belanja modal rutin dan sampai dengan bulan Juni 2024, kami telah spending sekitar
  USD400 juta. Dari USD1 miliar ini, alokasi terbesar yaitu sekitar USD750-800 juta adalah
  untuk segmen kontraktor penambangan di bawah Pamapersada yang secara rutin melakukan
  replacement dan investasi alat berat baru untuk menunjang kegiatan usahanya. Sekitar
  USD100 juta untuk segmen pertambangan batu bara dan sekitar USD150 juta untuk
  menunjang kegiatan infrastruktur dan processing plant tambang emas dan nikel. Sementara
  sisanya, USD50 juta untuk bisnis construction machinery. Untuk kegiatan investasi sendiri,
  saat ini kami tidak memiliki budget yang fix tergantung dengan opportunity investasi yang
  akan terjadi. (Iwan Hadiantoro)


4. Petrus Dabu (Individual Investor)
  Pertanyaan:
Page 5
  Berapa target volume penjualan Komatsu, UD Truck dan Scania hingga akhir tahun
  ini? Apakah akan ada kenaikan dalam tiga bulan ke depan? Apa pendorongnya?
  Jawaban:
  Sampai dengan akhir tahun ini, kami perkirakan pasar alat berat di angka 15.500 – 16.000
  unit. Dengan target 29% market share, kami menargetkan 4.500 unit sebagai volume
  penjualan Komatsu. Adapun kami perkirakan target penjualan Scania sekitar 400 unit dan
  UD Trucks sekitar 200 – 250 unit. Ke depannya, kami perkirakan pasar alat berat terutama
  big machine akan membaik karena kami sudah mendapatkan PO dari beberapa mitra usaha
  kami dari sektor coal, nikel, dan agro. (Widjaja Kartika).



Press Conference


1. Ridwan (Kontan.co.id)
  Pertanyaan:
  a.   Bagaimana UNTR melihat outlook pasar dan harga di komoditas batubara, emas,
       dan nikel pada Semester II 2024? Apakah ada rencana meningkatkan kapasitas
       volume produksi dan penjualan untuk meningkatkan pendapatan?
       Jawaban:
       Pergerakan harga komoditas yang market driven akhir-akhir ini sangat positif untuk
       bisnis UNTR. Pada awal tahun, harga batu bara, emas, dan nikel belum setinggi
       sekarang. Batu bara pada saat itu di level USD120 - USD130, dimana sekarang sudah
       mencapai USD140 – USD150. Saat ini, harga emas yang dipengaruhi oleh geopolitical
       conflict dan pergerakan suku bunga di Amerika meningkat hingga USD2.500. Untuk
       nikel, walaupun sempat mengalami pressure terutama di akhir 2023, di pertengahan
       tahun ini mulai membaik di level USD16 ribu – 17 ribu per ton. Kami harap, dalam
       enam bulan ke depan situasi ini masih stabil sehingga berdampak positif ke bisnis
       UNTR yang banyak bergantung terhadap komoditas ini.
       Terkait dengan target yang hendak kami capai, untuk batu bara di bawah TTA hingga
       akhir tahun kami akan menjual sekitar 13 juta ton, dengan sekitar 3 juta ton batu bara
       metalurgi dan sisanya thermal coal. Untuk penjualan emas, sekitar 235 ribu ons yang
       meningkat dibandingkan tahun lalu sekitar 175 ribu ons. Saat ini kami masih fokus
       untuk menjual ore yang diproduksi tambang Stargate kami di Sulawesi dengan target
Page 6
      penjualan nikel di 1,9 juta ton ore terdiri dari saprolite sebanyak 700 ribu ton dan
      limonite sekitar 1,2 juta ton. (Iwan Hadiantoro)

  b. UNTR akan ekspansi ke komoditas mineral. Selain nikel, ada tembaga dan
      lithium, apakah dapat dielaborasi mengenai rencana ekspansi/ akuisisi untuk
      tembaga dan lithium? atau ekspansi lanjutan di nikel?
      Jawaban:
      Dua komoditas yang menjadi prioritas UNTR yaitu emas (yang biasanya disertai juga
      dengan copper dan silver) dan nikel. Kami secara aktif mencari peluang di kedua sektor
      ini, baik market domestic maupun overseas. Kami juga tetap melakukan ekspansi
      lanjutan, misalnya rencana untuk membangun smelter RKEF di Stargate dalam waktu
      dekat dan sedang kami pertimbangkan ke depannya menunju HPAL processing. (Iwan
      Hadiantoro)


2. Tri (Petromindo)
  Pertanyaan:
  a. Terkait segmen jasa penambangan, apakah PAMA menaikkan/ menurunkan
     target produksi batu bara dan OB removal untuk full year 2024? Berapa estimasi
     realisasi produksi batu bara dan OB removal sampai akhir tahun?
     Jawaban:
     Year to Date Juli 2024 terdapat kenaikan 12% OB removal hingga mencapai hampir 700
     juta bcm. Sampai dengan akhir tahun 2024, kami menargetkan peningkatan hingga
     sekitar 1,2 miliar bcm. Kami harap harga batu bara di semester kedua akan stabil dan
     mengalami perbaikan, didukung oleh keadaan ekonomi yang baik. (Vilihati Surya)


  b. Terkait Tuah Turangga Agung (TTA), apakah ada rencana menaikkan/
     menurunkan target produksi batu bara full year 2024? Berapa estimasi realisasi
     produksi batu bara hingga akhir tahun?
     Jawaban:
     Untuk TTA, target penjualan thermal coal termasuk coal trading sejumlah 10 juta ton
     dengan estimasi coking coal di sekitar 3 juta ton. Hal ini menunjukkan peningkatatn
     dibandingkan tahun lalu dan sejalan dengan pencapaian di bulan Juli 2024. (Vilihati
     Surya)
Page 7
3. Patricia (Katadata.co.id)
  Pertanyaan:
  a.   Apakah data UNTR menunjukkan menurunnya penjualan alat berat UNTR per
       Juli 2024, apa saja faktornya? Bagaimana outlook penjualan alat berat di semester
       kedua? Apakah ada target penjualan?
       Jawaban:
       Kami mengalami sedikir kontraksi dalam penjualan di semester pertama akibat adanya
       Pemilu dan Lebaran. Namun, setelah Pemilu dan RKAB disetujui pemerintah, kami
       mendapatkan cukup banyak permintaan terutama di big machine. Kami juga
       mendapatkan beberapa prospek baru dan PO dari customer di sektor agro. Maka, kami
       memprediksikan pasar alat berat di sekitar angka15.500 – 16.000 unit dan dengan target
       market share 29%, kami akan menjual sekitar 4.500 unit. (Widjaja Kartika)


  b. Bagaimana rencana pembagian dividen interim dan dividen tunai UNTR?
       Apakah akan naik?
       Jawaban:
       Dalam pembagian dividen, kami selalu disiplin dalam memberikan yang terbaik untuk
       investor. Kami juga melihat investasi dan belanja modal untuk pertumbuhan bisnis ke
       depan sehingga untuk tahun ini dividen yang akan kami bagiakn sekitar 40% DPR
       sesuai dengan yang pernah kami bagikan di tahun-tahun sebelumnya. (Vilihati Surya)

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.15 MB
Published4 Sep 2024
Pages7
Characters13,795
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org UNITED TRACTORS Tbk p.1 ×5
linked person Iwan Hadiantoro p.1 ×8
linked person Vilihati Surya p.1 ×4
linked person Widjaja Kartika p.1 ×3
linked person Loudy Irwanto Ellias p.1 ×2
linked person Idot Supriadi p.1
linked org Tuah Turangga Agung p.6
unresolved — Loudy Irwanto Elli · Direktur p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result