Skip to content
Back to announcement

20240903_BBRI_Public Expose_31721459_lamp3.pdf

Other Text extracted BBRI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1
                 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
                                                          KANTOR PUSAT
                                                 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 44-46 Jakarta 10210
                                            Telepon : 5752017, 25100254, 2510264, 2510269, 2510279
                                Facsimile : 2500065, 2500077 Website : www.bri.co.id Email : humas@bri.co.id



                                LAPORAN PUBLIC EXPOSE TAHUN 2024
                             PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk

  I.   Tanggal, Waktu dan Tempat Public Expose
       Public Expose diselenggarakan pada:
       Hari/tanggal : Kamis, 29 Agustus 2024
       Waktu        : Pukul 09.00 – 10.00 WIB
       Tempat       : Dilaksanakan secara online dalam acara Public Expose LIVE 2024


 II.   Manajemen yang Menghadiri Public Expose
       Direksi Perseroan yang hadir dan/atau menyampaikan materi sebagai berikut:
       Pemateri
       1. Bapak Sunarso – Direktur Utama
       2. Bapak Supari – Direktur Bisnis Mikro
       3. Ibu Viviana Dyah Ayu R.K – Direktur Keuangan

       Turut Hadir
       1. Bapak Agus Sudiarto – Direktur Manajemen Risiko
       2. Ibu Handayani – Direktur Bisnis Konsumer
       3. Bapak Agus Winardono – Direktur Human Capital


III.   Peserta yang Hadir
       933 orang

IV.    Resume Sesi Tanya Jawab
       1. Pertanyaan: Bapak Zayn Zarkasih
           Bagaimana progres dan dampak Sinergi Holding Ultra Mikro sampai saat ini?

           Jawaban: Bapak Supari – Direktur Bisnis Mikro

           a. Saat ini kami telah implementasi operational synergy dalam bentuk integrasi layanan dalam
                satu outlet yang disebut dengan “SenyuM” yang terdiri dari BRI, PNM dan Pegadaian, di mana
                saat ini terdapat ± 1,020 SenyuM outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. BRI juga sedang
                dalam proses untuk revenue synergy dengan mengembangkan aplikasi SenyuM yang dapat
                diakses oleh tenaga pemasar BRI, PNM dan Pegadaian untuk mendorong product cross selling.

           b. Lebih lanjut, Holding Ultra Mikro (Holding UMi) juga telah memberikan benefit kepada
                Pegadaian dan PNM atas funding support dari BRI. Hal ini tercermin dari Cost of Fund (COF)
                PNM yang terus mengalami penurunan dari September 2021 sebesar 8.7% menjadi 6.5% di




                            Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif
Page 2
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk                                          Laporan Public Expose 2024
                                                                                      Lembar lanjutan ke 2



          September 2024. Sedangkan COF Pegadaian turun dari 6.2% September 2021 menjadi 6.1%
          di Juni 2024.

     c.   Terkait dengan business process dan risk management improvement, Pegadaian dan PNM
          telah implementasi cashless disbursement, yaitu pencairan kredit non tunai. Inisiasi cashless
          disbursement tersebut dapat meningkatkan kemudahan bagi nasabah serta meningkatkan
          efisiensi operasional bagi PNM dan Pegadaian.

     d. Efisiensi COF dan beban operasional tersebut juga terlihat dari penurunan Cost to Income
          Ratio (CIR), dimana CIR Pegadaian turun dari 63% di September 2021 menjadi 53.2% di Juni
          2024. Sementara CIR PNM juga mengalami penurunan, semula dari 76.7% di September 2021
          menjadi 60.1% di Juni 2024.

     e. Di sisi lain, BRI juga telah meluncurkan produk Tabungan Simpedes UMi bagi nasabah segmen
          Ultramikro utamanya nasabah PNM dan Pegadaian yang belum memiliki rekening simpanan
          di BRI untuk meningkatkan penetrasi inklusi keuangan.



  2. Pertanyaan: Ibu Maharani Iskandar
     Apa tantangan BRI untuk mencapai target ke depan?

     Jawaban: Bapak Sunarso – Direktur Utama

     a. Terdapat tantangan jangka pendek dan jangka panjang:

          -   Jangka Pendek: Tantangannya berupa melemahnya demand yang menyebabkan
              penurunan penyaluran kredit yang juga disertai dengan penurunan kualitas kredit segmen
              Mikro. Atas hal tersebut, BRI saat ini melakukan strategic response untuk tumbuh selektif
              di segmen Mikro disertai dengan upaya perbaikan kualitas aset.

          -   Jangka Panjang: Di era digitalisasi, secara fundamental akan mengubah cara berbisnis
              baik dari nasabah, pasar dan perbankan. Tentunya proses digitalisasi ini tidak mudah dan
              banyak nasabah yang belum siap pada awal penerapannya. Oleh karena itu, BRI
              merespon tantangan ini dengan melakukan transformasi digital dengan penjelasan
              sebagai berikut:

              i.   BRI mempersiapkan semua aspek digital, termasuk penggunaan AI dan teknologi
                   lainnya. Namun, mengingat banyak nasabah di desa-desa di seluruh Indonesia yang
                   belum memahami teknologi digital, BRI harus tetap memberikan layanan secara fisik.
                   Oleh   karenanya,   BRI   mengimplementasikan     konsep    Hybrid Bank, dengan
                   memperkuat layanan di unit kerja BRI serta didukung oleh Agen BRILink untuk
                   memperluas coverage layanan BRI.




                   Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif
Page 3
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk                                       Laporan Public Expose 2024
                                                                                   Lembar lanjutan ke 3



            ii.   Sebagai bank yang berfokus di Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), portofolio
                  terbesar BRI akan tetap akan berada di segmen UMKM. Namun, untuk dapat
                  mengoptimalkan potensi di semua segmen, BRI mengimplementasikan digitalisasi
                  product dan business process untuk mendukung konsep integrated value chain
                  sehingga dapat meningkatkan integrasi antar segmen bisnis, mulai dari Mikro,
                  Konsumer, Small & Medium Enterprise (SME), Medium, hingga Korporasi.



  3. Pertanyaan: Bapak Sabdo Panggiring

     Saya lihat NPL BRI masih cukup tinggi respon terhadap hal tersebut bagaimana? Strategi BRI
     unutuk memperbaiki kualitas kredit bagaimana?

     Jawaban: Bapak Sunarso – Direktur Utama

     BRI merupakan bank yang fokus utama nya pada UMKM, dengan portfolio lebih dari 80% berasal
     dari segmen UMKM. Dampak dari pandemi belum sepenuhnya berakhir, terutama pada kredit
     mikro, sehingga menyebabkan pemburukan kualitas kredit. Pada tahun 2021, laba BRI mengalami
     peningkatan menjadi sebesar Rp30T, diikuti tahun 2022 menjadi Rp51T, dan tahun 2023 menjadi
     Rp60T. Secara riil, BRI mampu menghasilkan laba sebesar Rp80-90 triliun. Namun, karena BRI
     telah mengantisipasi pemburukan kualitas kredit di segmen Mikro pasca pandemi, BRI memilih
     untuk tidak membukukan seluruh laba tersebut, melainkan membukukannya sebagai cadangan.
     Sehingga meskipun NPL meningkat, BRI tetap berada dalam kondisi yang aman karena telah
     mempersiapkan cadangan yang memadai.

     BRI akan tumbuh secara selektif dengan memperbaiki, mempertajam, dan memperketat risk
     acceptance criteria, serta meningkatkan pendapatan recovery. Dengan dukungan digitalisasi,
     melalui integrasi value chain menjadikan peluang bagi BRI untuk menghubungkan antar segmen
     hingga ke segmen Mikro.



  4. Pertanyaan: Bapak Adrianus Ivan

     Bagaimana proyeksi dari dividen BRI di tahun depan? Apakah rasio dividennya akan meningkat
     atau sebaliknya? Seperti apa pertimbangannya?

     Jawaban: Bapak Sunarso – Direktur Utama

     Situasi yang BRI hadapi saat ini sebenarnya sudah diprediksi sejak tahun 2020, ketika pandemi
     Covid-19 mulai terjadi. Untuk itu, BRI memastikan adanya sumber pertumbuhan baru. Pada tahun
     2021, BRI membentuk Holding UMi. Dari right issue Holding UMi ini, BRI menerima tambahan
     modal baru dari investor non-pemerintah (terutama investor asing), sehingga BRI mendapatkan
     penambahan modal sebesar Rp41T. Dengan demikian, modal BRI menjadi sangat kuat, dengan
     CAR (Capital Adequacy Ratio) sebesar 25%, jauh di atas regulatory requirement sebesar 17,5%.



                  Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif
Page 4
 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk                                        Laporan Public Expose 2024
                                                                                     Lembar lanjutan ke 4



        Dengan modal yang kuat ini, BRI memiliki ruang untuk tumbuh dalam aspek permodalan, hanya
        tinggal mencari likuiditasnya. Jika diasumsikan setiap tahun hanya mengkonsumsi modal sebesar
        2%, BRI yakin bahwa selama 5 tahun ke depan, BRI layak untuk membagikan dividen. Modal BRI
        sudah cukup kuat untuk pertumbuhan, kepastian untuk sumber pertumbuhan baru sudah ada dari
        Holding UMi, dan anggaran untuk mitigasi pemburukan kualitas kredit kami cadangkan. Oleh
        karena itu, tidak ada alasan bagi BRI untuk menumpuk laba tanpa membagikan dividen.



V.   Dokumentasi Public Expose




                   Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif
Page 5
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk                            Laporan Public Expose 2024
                                                                        Lembar lanjutan ke 5




              Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.65 MB
Published3 Sep 2024
Pages5
Characters9,566
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Agus Sudiarto p.1
linked person Agus Winardono p.1
possible org BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk p.1 ×17
possible person Sunarso p.1 ×4
possible person Supari p.1 ×2
possible person Handayani p.1
unresolved person Viviana Dyah Ayu R. p.1
unresolved person Zayn Zarkasih Bagaimana p.1
unresolved person Maharani Iskandar Apa p.2
unresolved person Sabdo Panggiring Saya p.3
unresolved person Adrianus Ivan Bagaimana p.3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result