Skip to content
Back to announcement

20240903_GGRM_Public Expose_31721229_lamp1.pdf

Other Text extracted GGRM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1
 Laporan Public Expose
 PT Gudang Garam Tbk
 Kamis, 29 Agustus 2024


1. PT Gudang Garam Tbk (Perseroan) diwakili oleh Bp. Heru Budiman, Direktur & Corporate
   Secretary, dan Bp. Istata Siddharta, Direktur


2. Presentasi


3. Sesi Tanya Jawab



1. Ramli
   Pertanyaan:
   a. Apakah GGRM berencana buy back saham?
   b. Apakah penguatan Rupiah bisa memperbaiki kinerja perusahaan?
   c. Apakah ada rencana penambahan kapasitas pabrik SKT?

   Jawaban:
   a. Hingga saat ini Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan buy back saham.
   b. Penguatan Rupiah secara langsung mungkin tidak terlalu berpengaruh kepada Gudang Garam,
      mengingat sebagian besar bahan baku utama kami adalah hasil dalam negeri. Tentunya
      penguatan Rupiah akan berdampak positif pada perkembangan ekonomi yang dapat
      membantu perbaikan daya beli.
   c. Perseroan sudah melakukan penambahan kapasitas SKT. Peningkatan kapasitas ini tidak
      melibatkan permesinan, melainkan dilakukan melalui kerja sama dengan mitra produksi untuk
      melinting rokok.



2. Andrew dari Medan
   Pertanyaan:
   a. Bagaimana perusahaan GGRM melihat cukai untuk tahun 2025 kedepan apakah naik atau
      tetap?
   b. Bagaimana pengaruh penguatan mata uang rupiah terhadap kinerja perusahaan?
   c. Apakah GGRM ada wacana untuk buy back saham melihat harga saham sekarang?

   Jawaban:
   a. Kami menunggu pengumuman Pemerintah mengenai cukai untuk tahun 2025. Perlu kami
      tambahkan bahwa cukai memiliki beberapa tarif yang berbeda berdasarkan jenis rokok seperti
      SKM dan SKT, serta berdasarkan kelas produsen besar atau kecil.
   b. Sebagaimana kami telah menjawab pertanyaan sebelumnya, dapat kami tambahkan bahwa



                                                                                               1
Page 2
      bagi perusahaan yang kegiatan operasionalnya dipengaruhi oleh nilai tukar US Dollar terhadap
      Rupiah, penguatan Rupiah menyebabkan profitability mereka tidak akan terlalu tertekan.
      Pada umumnya, kenaikan US Dollar/melemahnya Rupiah biasanya tidak langsung diteruskan
      ke harga jual. Hampir di semua industri, para produsen saling bersaing untuk menjaga volume
      penjualan mereka.
   c. Sebagaimana kami telah menjawab pertanyaan sebelumnya, hingga saat ini Perseroan belum
      memiliki rencana untuk melakukan buy back saham.



3. Sarkia Adelia
   Pertanyaan:
   a. Ada pergeseran preferensi konsumen terhadap produk rokok alternatif, seperti rokok elektrik,
      apakah ada rencana dari Perseroan untuk memasuki pasar rokok elektrik?
   b. Bagaimana strategi Perseroan untuk memaintain volume penjualan rokok, ditengah sikap
      downtrading masyarakat ke rokok tier II? Apa langkah-langkah yang diambil perusahaan untuk
      menjangkau konsumen baru atau mempertahankan pelanggan yang ada?
   c. Bagaimana Perseroan menanggapi terkait Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 yang
      salah satunya melarang penjualan produk tembakau alias rokok secara eceran? Bagaimana
      dampak kebijakan pemerintah terbaru tersebut terhadap volume penjualan?

   Jawaban:
   a. Sampai hari ini Gudang Garam masih terus memantau perkembangan rokok elektrik, yang
      mencakup produk vaping dan heated but not burned. Kami belum berencana untuk
      mengeluarkan produk rokok elektrik karena rokok elektrik sebenarnya lebih mahal
      dibandingkan rokok konvensional. Walaupun segmen ini mengalami pertumbuhan,
      pertumbuhan tersebut masih relatif kecil mengingat yang mampu membeli rokok elektrik
      umumnya berada di kelas atas. Selain itu, total komponen dalam negeri yang terkandung
      dalam rokok elektrik relatif jauh lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional. Ini
      merupakan salah satu faktor yang menyebabkan Gudang Garam berpikir berulang-ulang
      untuk melangkah memasuki segmen tersebut.
   b. Sebagai perokok, downtrading sudah sering terjadi ketika uang terbatas, sehingga konsumen
      akan mencari alternatif rokok yang lebih murah. Pada produsen rokok dengan kelas yang
      sama, downtrading ke alternatif rokok lebih murah dilakukan dengan beralih dari produk SKM
      rendah tar ke SKM tinggi tar lalu ke SKT, atau perokok akan mencari produk dari produsen
      yang lebih kecil dengan harga yang lebih murah karena cukainya lebih rendah. Dari pihak
      Perseroan, tidak ada cara untuk menyiasati/menghindari ketentuan cukai yang ada.
   c. Sebagai produsen rokok, dari dulu hingga kini Gudang Garam tidak melakukan penjualan
      rokok eceran. Penjualan rokok Gudang Garam dilakukan melalui wholesaler (besar dan kecil)
      dan retailer (besar dan kecil).




                                                                                                   2
Page 3
4. Susan Margaret
  Pertanyaan:
  a. Bagaimanakah perkembangan penjualan SKT untuk produk baru dari Gudang Garam?
  b. Apa saja marketing yang akan dilakukan untuk boosting penjualan SKT produk baru?
  c. Apakah komposisi persentase revenue SKT 2024 ini akan akan mengalami penambahan?

   Jawaban:
  a. Respon dari produk SKT baru terlihat positif, namun juga tidak terlalu hebat karena masih
     relatif baru. Harga produk SKT baru ini sama dengan varian yang sudah ada. Diharapkan
     produk-produk baru ini dapat menarik perokok yang melakukan downtrading.
  b. Marketing yang dilakukan lebih banyak ditekankan pada distribusi, agar produk-produk baru
     kami tersedia di semua tempat. Perlu diketahui bahwa promosi tidak langsung meningkatkan
     daya beli, sedangkan yang menjadi permasalahan adalah daya beli masyarakat yang selama ini
     tidak mengalami pertumbuhan. Perseroan tetap melakukan promosi namun tidak berskala
     besar. Hal ini terlihat dari Operating Expense yang mencakup Selling Expense yang tidak
     mengalami kenaikan yang signifikan.
  c. SKT kami sudah mengalami peningkatan, meskipun kecil. Selama ada permintaan untuk
     produk SKT, kami akan terus mendorong penjualannya. Sebagai informasi tambahan, kretek
     dimulai dari SKT. Hingga tahun 2019, dapat dikatakan bahwa segmen SKT tidak banyak
     menunjukkan pertumbuhan. Namun, segmen ini mulai tumbuh dari tahun 2020 yang
     terutama disebabkan oleh menurunnya daya beli akibat COVID-19.



5. Anonim
   Pertanyaan:
  a. Mengapa pada tahun 2024 ini GGRM memutuskan untuk tidak membagi dividen?
  b. Akan digunakan untuk apa sajakah net profit Full Year 2023?

  Jawaban:
   a. Keputusan untuk tidak membayarkan dividen didorong oleh peningkatan suku bunga
      pinjaman yang mulai terlihat di penghujung tahun 2023 dan memasuki tahun 2024. Kami
      juga menyadari bahwa kondisi keuangan ke depan, yang dipengaruhi oleh kondisi di Amerika,
      masih belum menunjukkan arah yang jelas dan penuh ketidakpastian. Oleh karena itu,
      Gudang Garam bersikap hati-hati dengan tidak membagikan dividen untuk menghindari
      peningkatan pinjaman perusahaan, karena jika suku bunga naik, hal ini akan menjadi
      kendala.
   b. Keuntungan yang tidak dibagikan menjadi equity perusahaan. Penambahan equity ini terlihat
      pada penurunan debt to equity ratio.




                                                                                                 3
Page 4
6. Anonim
  Pertanyaan:
   a. Bagaimana strategi Perseroan dalam menjaga kinerja keuangan agar tetap tumbuh lebih
      baik hingga akhir tahun?


  Jawaban:
  a. Kami akan terus memantau kondisi pasar termasuk perkembangan pada daya beli, dan
     tentunya sebagai bukan pabrik rokok satu-satunya, kami juga akan memperhatikan harga jual
     dari sesama produsen rokok yang sekelas. Kalau ada kesempatan untuk menaikan harga,
     tentunya akan kami pertimbangan dan mengambil kesempatan tersebut untuk memperbaiki
     keuntungan.



7. Komang Ary – Bisnis Indonesia
  Pertanyaan:
  a. Seperti apa update dari proyek pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung?
  b. Bagaimana update dari portofolio bisnis GGRM di Bandara Dhoho?
  c. Bagaimana rencana pendanaan dari proyek tol tersebut? Apa ada pinjaman yang dilakukan
     GGRM? Bagaimana kepastian pembiayaan proyek tersebut, agar sesuai dengan target
     operasional?
  d. Apakah masih ada rencana ekspansi ataupun penambahan proyek ke depannya yang masih di
     rencanakan?

   Jawaban:
  a. Kami masih dalam proses pembebasan lahan dan perencanaan untuk memulai konstruksi
     dalam beberapa bulan ke depan.
  b. Saat ini sudah mulai ada regular flights dari Dhoho - Jakarta, Dhoho - Balikpapan dan
     diharapkan akan terus berkembang ke depannya. Kami juga memiliki wacana untuk memulai
     penerbangan umroh di akhir tahun ini atau di awal tahun depan namun masih memerlukan
     proses pengerjaan lebih lanjut dan juga waktu.
  c. Saat ini kami masih menggunakan dana internal untuk funding proyek-proyek tersebut,
     walaupun tidak tertutup kemungkinan bagi kami akan mencari tambahan dana dari
     perbankan atau pun dari partner yang lain. Kami masih terus mempertimbangkan semua
     faktor-faktor tersebut.
  d. Untuk saat ini belum ada rencana ekspansi.
     Untuk usaha rokok, saat ini Perseroan juga belum ada rencana untuk menambah kapasitas.




                                                                                              4

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.72 MB
Published3 Sep 2024
Pages4
Characters9,245
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

unresolved org Gudang Garam Tbk p.1 ×4
unresolved person Heru Budiman p.1
unresolved person Istata Siddharta p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result