Back to announcement
20240828_ZBRA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31719506_lamp2.pdf
Other Text extracted ZBRASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 36
Page 1
Jakarta, 26 Agustus 2024 48/DNRI/Let/CorSec/VIII/2024
Kepada Yth.
Bapak I Gede Nyoman Yetna
Direktur
Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta 12190
Up.: Ibu Lidia M. Panjaitan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan
Prihal : Tanggapan Lengkap atas Surat Bursa Efek Indonesia No. S-
07694/BEI.PP3/07-2024 perihal Permintaan Penjelasan terkait Laporan
Keuangan Periode 31 Maret 2024
Dengan hormat,
Merujuk surat Perseroan kepada PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”) Nomor
40/DNRI/Let/CorSec/VIII/2024 tertanggal 1 Agustus 2024 perihal Tanggapan Surat
Bursa Efek Indonesia No. S-07694/BEI.PP3/07-2024 mengenai Permintaan
Penjelasan terkait Laporan Keuangan Periode 31 Maret 2024, dengan ini
Perseroan memberikan tanggapan lengkap atas pertanyaan dari BEI sebagai berikut:
1. Berikut penyajian laporan posisi keuangan dari sisi aset per 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan beberapa hal mengenai:
1. Nilai aset pajak tangguhan per 31 Maret 2024 disajikan sebesar negatif Rp3,68
miliar. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang
menyajikan aset pajak tangguhan bernilai negatif per 31 Maret 2024.
2. Klarifikasi atas indikasi salah perhitungan jumlah aset tidak lancar sebesar
Rp744,36 miliar per 31 Maret 2024 yang menyebabkan laporan posisi
keuangan tidak balanced.
Page 2
3. Dalam hal terdapat kesalahan penyajian sebagaimana dimaksud pada
pertanyaan poin a dan b, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait.
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi terhadap point Aset Tidak Lancar sebagai
berikut:
2. Berikut penyajian laporan posisi keuangan dari sisi liabilitas per 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023.
Sehubungan dengan hal tersebut agar dijelaskan beberapa hal mengenai:
Page 3
a. Berdasarkan laporan keuangan tahunan auditan per 31 Desember 2023, komponen utang lain-lain pihak berelasi dan surat promes pihak ketiga masing- masing bernilai nihil. Sedangkan, berdasarkan Laporan Keuangan Interim per 31 Maret 2024 komponen utang lain-lain pihak berelasi dan surat promes pihak ketiga masing-masing bernilai Rp3,17 miliar dan Rp3,34 miliar per 31 Desember 2023 sebagai tahun komparatif. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang inkonsistensi penyajian tersebut. Tanggapan: Surat promes untuk tahun 2024 TW1 Interim 0 VS 0 tahun 2023 (audited). b. Klarifikasi atas indikasi salah perhitungan jumlah liabilitas jangka pendek sebesar Rp2,52 triliun per 31 Maret 2024 yang menyebabkan laporan posisi keuangan tidak balanced. Tanggapan: Perseroan telah melakukan revisi angka untuk jumlah liabilitas jangka pendek Rp2,17 triliun per 31 Maret 2024. c. Dalam hal terdapat kesalahan penyajian sebagaimana dimaksud pada pertanyaan poin a dan b, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait. Tanggapan: Perseroan telah melakukan pembetulan untuk typo pada wording.
Page 4
3. Total ekuitas Perseroan per 31 Maret 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp139,62 miliar atau 12,53% dibandingkan per 31 Desember 2023 dari Rp1,11 triliun menjadi Rp1,25 triliun. Hal tersebut terutama disebabkan karena peningkatan akun saldo laba – defisit sebesar Rp117,56 miliar atau 36,20% dibandingkan per 31 Desember 2023. Namun, mengingat kondisi bottom line Perseroan per 31 Maret 2024 adalah rugi bersih maka peningkatan akun tersebut tidak masuk akal. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan beberapa hal mengenai: a. Latar belakang kenaikan akun saldo laba – defisit per 31 Maret 2024. b. Rincian perhitungan akun saldo laba – defisit per 31 Maret 2024: Tenggapan: Perseroan telah melakukan koreksi terhadap point ekuitas sebagai berikut:
Page 5
4. Berikut penyajian laporan perubahan ekuitas konsolidasian per 31 Maret 2024: Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 234 poin 20.c, laporan perubahan ekuitas secara kumulatif disajikan untuk tahun buku berjalan sampai dengan tanggal interim, dengan laporan perubahan ekuitas komparatif untuk periode awal tahun buku sampai tanggal pelaporan interim dari tahun buku terdekat sebelumnya. Sedangkan, Perseroan tidak menyajikan periode komparatif interim dari tahun buku terdekat sebelumnya yaitu 31 Maret 2023. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dikonfirmasikan kesesuaian penyajian laporan perubahan ekuitas Perseroan dengan PSAK terkait. Dalam hal terdapat kesalahan penyajian, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan tersebut. Tanggapan: Perseroan telah melakukan koreksi atas poin Ekuitas Konsolidasian sebagai berikut:
Page 6
5. Berikut penyajian laporan arus kas per 31 Maret 2024:
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan beberapa hal mengenai:
a. Pembayaran beban keuangan per 31 Maret 2024 dan per 31 Maret 2023 memiliki
nilai yang sama, sebesar Rp30,20 miliar. Agar dijelaskan klarifikasi atas penyajian
nilai tersebut.
Page 7
b. Pembayaran imbalan kerja per 31 Maret 2024 dan per 31 Maret 2023 memiliki nilai yang sama, sebesar Rp1,29 miliar. Agar dijelaskan klarifikasi atas penyajian nilai tersebut. c. Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi per 31 Maret 2024 dan per 31 Maret 2023 memiliki nilai yang sama, sebesar Rp229,91 juta. Agar dijelaskan klarifikasi atas penyajian nilai tersebut. d. Terdapat indikasi kesalahan perhitungan kas dan bank akhir tahun per 31 Maret 2024. Nilai kas dan bank akhir tahun disajikan sebesar Rp22,74 miliar. Sedangkan berdasarkan perhitungan pada tabel di atas sebesar Rp24,64 miliar. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan klarifikasi atas indikasi kesalahan perhitungan kas dan bank akhir tahun per 31 Maret 2024. Dalam hal terdapat kesalahan, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait. Tanggapan: Perseroan telah melalukan koreksi atas poin Arus Kas sebagai berikut:
Page 8
6. Terdapat indikasi kesalahan penyajian kurs mata uang asing per 31 Maret 2024 di CALK 2.t tentang transaksi dan saldo dalam mata uang asing, sebagaimana pada gambar berikut: Kurs USD dan SGD terhadap rupiah per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing bernilai sama yaitu Rp15.416 dan Rp11.711,64. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan klarifikasi dari Perseroan terkait indikasi kesalahan penyajian kurs tersebut. Tanggapan: Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Kurs Mata Uang Asing untuk periode 31 Maret 2024 sebagai berikut:
Page 9
7. Terdapat indikasi kesalahan perhitungan sub jumlah dan jumlah kas dan bank di catatan atas laporan keuangan (CALK) 4 tentang kas dan bank. Nilai sub jumlah dan jumlah yang disajikan masing-masing sebesar Rp21,84 miliar dan Rp22,74 miliar. Sedangkan berdasarkan perhitungan pada tabel di atas masing-masing sebesar Rp21,81 miliar dan 22,74 miliar. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan klarifikasi atas indikasi kesalahan perhitungan subjumlah dan jumlah akun kas dan bank. Dalam hal terdapat kesalahan, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait. Tanggapan: Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Sub Kas dan Bank Asing untuk periode 31 Maret 2024 sebagai berikut:
Page 10
Page 11
8. Berdasarkan CALK 5 tentang piutang usaha, disajikan rincian piutang usaha
Perseroan per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagaimana pada
tabel berikut (Rp):
Nilai piutang usaha Perseroan per 31 Maret 2024 sebesar Rp697,90 miliar atau
setara 19,15% dari total aset Perseroan. Terjadi penurunan sebesar 17,31%
atau sebesar Rp146,13 miliar dari pada per 31 Desember 2023. Sehubungan
dengan hal tersebut, agar dijelaskan beberapa hal mengenai:
a. Terjadi peningkatan piutang usaha sebesar 211,25% dan 212,46% kepada
PT Trans Retail Indonesia dan PT Hero Supermarket Tbk per 31 Maret
2024. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang
peningkatan piutang usaha yang relatif signifikan tersebut.
Tanggapan:
Hal ini terjadi karena adanya peningkatan piutang usaha di YTD Maret 2024
untuk PT Hero Supermarket Tbk.
b. Sebagian besar piutang usaha Perseroan kepada industri rumah sakit
bernilai nihil per 31 Maret 2024. Sehubungan dengan hal tersebut, agar
dijelaskan latar belakang nihilnya piutang usaha kepada industri rumah
sakit tersebut.
Tanggapan:
YTD Mar 2024 piutang usaha atas rumah sakit yang ditampilkan memang
nihil, dikarenakan angka piutang untuk rumah sakit terdapat di sub bagian
lain-lain.
Page 12
c. Piutang usaha Perseroan berdasarkan umur piutang, terjadi peningkatan
komponen telah jatuh tempo lebih dari 90 hari sebesar 226,65% per 31
Maret 2024. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar
belakang peningkatan komponen telah jatuh tempo lebih dari 90 hari.
Dalam hal terdapat Perseroan mengalami permasalahan dalam penagihan
piutang, agar dijelaskan secara detail terkait permasalahan tersebut dan
upaya Perseroan mengatasinya.
Tanggapan:
Perseroan selalu mengoptimalkan penagihan/collection dalam rangka
pengurangan angka piutang usaha.
d. Latar belakang Perseroan tidak melakukan pencadangan atas kerugian
piutang per 31 Maret 2024.
Tanggapan:
Perseroan belum mencadangkan piutang usaha.
e. Termin pelunasan transaksi penjualan Perseroan.
Tanggapan:
30 hari untuk termin pelunasan invoice
9. Berdasarkan CALK 6 tentang piutang lain-lain, disampaikan bahwa nilai piutang
lain-lain Perseroan per 31 Maret 2024 sebesar Rp946,92 miliar atau setara
25,99% dari total aset Perseroan. Terjadi peningkatan sebesar 72,45% atau
sebesar Rp397,82 miliar daripada per 31 Desember 2023. Sehubungan dengan
hal tersebut agar dijelaskan beberapa hal mengenai:
a. Perseroan tidak mengungkapkan rincian piutang lain-lain di CALK 6 tentang
piutang lain-lain per 31 Maret 2024 sebagaimana gambar berikut:
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang Perseroan
tidak merincikan nilai setiap komponen piutang lain – lain tersebut. Dalam
hal terdapat kesalahan, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan
terkait.
Page 13
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Piutang Lain-Lain sebagai
berikut:
b. Rincian mengenai komponen piutang lain – lain dengan melengkapi tabel
berikut:
Tanggapan:
PIUTANG LAINNYA
Pihak Ketiga 569,580,307,872
Pihak Berelasi 372,472,238,493
Piutang Karyawan 4,862,778,492
Total 946,915,324,857
10. Nilai aset lancar lainnya Perseroan per 31 Maret 2024 sebesar Rp364,35 miliar
atau setara 10,00% dari total aset Perseroan. Terjadi peningkatan sebesar
11,94% atau sebesar Rp38,85 miliar daripada per 31 Desember 2023. Terdapat
inkonsistensi antara nilai di CALK 8 tentang aset lancar lainnya dengan di
laporan keuangan sebagaimana pada gambar berikut:
Nilai aset lancar lainnya di CALK 8 masing – masing sebesar Rp325,50 miliar
dan Rp309,97 miliar per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Sedangkan, di
laporan posisi keuangan nilainya masing masing sebesar Rp364,35 miliar dan
Rp325,50 miliar per 31 Maret 2024 dan per 31 Desember 2023. Sehubungan
dengan hal tersebut agar dijelaskan beberapa hal mengenai:
Page 14
a. Latar belakang adanya inkonsistensi antara nilai pada laporan posisi
keuangan dan CALK 8. Dalam hal terdapat kesalahan, agar dilakukan
koreksi atas laporan keuangan terkait.
b. Nature akun aset lancar lainnya.
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Aset Lancar Lainnya sebagai
berikut:
11. Nilai aset tetap Perseroan per 31 Maret 2024 sebesar Rp678,63 miliar atau
setara 18,62% dari total aset Perseroan. Terjadi penurunan sebesar 4,29% atau
sebesar Rp30,44 miliar daripada per 31 Desember 2023. Perseroan tidak
mengungkapkan rincian aset tetap di CALK 9 tentang aset tetap per 31 Maret
2024. Selain itu, Perseroan juga tidak mengungkapkan alokasi beban
penyusutan di CALK 9 per 31 Maret 2024.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan beberapa hal mengenai:
a. Latar belakang tidak menyajikan rincian dan mutasi aset tetap di CALK 9
tentang aset tetap per 31 Maret 2024. Dalam hal terdapat kesalahan, agar
dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait.
b. Latar belakang tidak menyajikan alokasi beban penyusutan aset tetap di
CALK 9 tentang aset tetap per 31 Maret 2024. Dalam hal terdapat
kesalahan, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait.
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Aset Tetap sebagai berikut:
Page 15
12. Nilai aset hak-guna Perseroan per 31 Maret 2024 sebesar Rp22,90 miliar atau
setara 0,63% dari total aset Perseroan. Terjadi penurunan sebesar 18,50% atau
sebesar Rp5,20 miliar daripada per 31 Desember 2023. Perseroan tidak
mengungkapkan rincian aset tetap di CALK 10 tentang aset hak-guna per 31
Maret 2024. Selain itu, Perseroan juga tidak mengungkapkan beban
penyusutan aset hak-guna di CALK 10 per 31 Maret 2024.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan beberapa hal mengenai:
a. Latar belakang tidak menyajikan rincian dan mutasi aset hak-guna di CALK
10 tentang aset hak-guna per 31 Maret 2024. Dalam hal terdapat kesalahan,
agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait.
b. Latar belakang tidak menyajikan beban penyusutan aset hak-guna di CALK
10 tentang aset hak-guna per 31 Maret 2024. Dalam hal terdapat kesalahan,
agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait.
Page 16
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Nilai Aset Hak Guna Perseroan
sebagai berikut:
13. Terdapat potensi kesalahan perhitungan nilai jumlah aset tidak lancar per 31
Maret 2024. Berdasarkan perhitungan kami, nilai jumlah aset tidak lancar
tersebut sebesar Rp744,36 miliar, sedangkan berdasarkan penyajian pada
laporan posisi keuangan sebesar Rp749,38 miliar sebagaimana pada gambar
dan tabel berikut. Potensi kesalahan tersebut menyebabkan laporan posisi
keuangan per 31 Maret 2024 tidak balanced.
Page 17
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan klarifikasi adanya kesalahan perhitungan jumlah aset tidak lancar per 31 Maret 2024. Dalam hal terdapat kesalahan, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait. Tanggapan: Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Aset Tidak Lancar sebagai berikut:
Page 18
14. Terdapat potensi kesalahan penyajian utang usaha di CALK 12 tentang utang
usaha per 31 Maret 2024. Rincian komponen lain – lain utang usaha Perseroan
disajikan sebesar negatif Rp50,59 miliar sebagaimana pada gambar berikut ini:
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan klarifikasi adanya kesalahan
penyajian komponen lain – lain utang usaha per 31 Maret 2024. Dalam hal
terdapat kesalahan, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait.
Tanggapan:
Perseroan mencatatkan Rp-50M dalam penyajian dikarenakan terdapat GR IR
didalam akun AP.
15. Nilai biaya masih harus dibayar Perseroan per 31 Maret 2024 sebesar Rp12,11
miliar. Terjadi penurunan biaya masih harus dibayar sebesar 67,17% atau
sebesar Rp24,78 miliar daripada per 31 Desember 2023. Nilai tersebut berbeda
dengan yang disajikan di CALK 13 tentang biaya masih harus dibayar sebesar
Rp65,85 miliar sebagaimana pada gambar berikut:
Page 19
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan beberapa hal mengenai:
a. Latar belakang inkonsistensi penyajian nilai biaya masih harus dibayar antara
laporan posisi keuangan dan CALK 13 per 31 Maret 2024.
b. Jumlah karyawan Perseroan per 31 Maret 2024 sebanyak 1.308 orang,
menurun daripada per 31 Desember 2023 sebanyak 1.513 orang. Namun,
komponen gaji dan tunjangan mengalami kenaikan per 31 Maret 2024 sebesar
Rp17,34 miliar daripada per 31 Desember 2023 sebesar Rp12,23 miliar. Agar
dijelaskan mengenai hal tersebut.
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Biaya yang Harus Dibayar.
16. Nilai utang bank Perseroan per 31 Maret 2024 sebesar Rp833,60 miliar atau
setara 22,88% dari total aset Perseroan. Terjadi penurunan sebesar 1,86% atau
sebesar Rp15,84 miliar daripada per 31 Desember 2023. Berdasarkan CALK
14 tentang utang bank, terdapat inkonsistensi penyajian antara CALK 14
dengan laporan posisi keuangan per 31 Maret 2024 sebagaimana pada gambar
berikut:
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan klarifikasi adanya kesalahan
penyajian utang bank per 31 Maret 2024. Dalam hal terdapat kesalahan, agar
dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait.
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Utang Bank sebagai berikut:
Page 20
17. Terdapat indikasi tidak dilakukannya perbaruan atas penyajian liabilitas sewa dan estimasi arus kas keluar masa depan per 31 Maret 2024 di CALK 15 tentang liabilitas sewa sebagaimana gambar berikut:
Page 21
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan klarifikasi tidak dilakukannya
perbaruan atas penyajian liabilitas sewa per 31 Maret 2024. Dalam hal terdapat
kesalahan, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait.
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Liabilitas Sewa dan Estimasi
Arus Kas 2024.
18. Terdapat indikasi tidak dilakukannya perbaruan atas penyajian utang
pembiayaan konsumen per 31 Maret 2024 di CALK 16 tentang utang
pembiayaan konsumen. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan
klarifikasi tidak dilakukannya perbaruan atas penyajian utang pembiayaan
konsumen per 31 Maret 2024. Dalam hal terdapat kesalahan, agar dilakukan
koreksi atas laporan keuangan terkait.
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Penyajian Utang Pembiayaan
Konsumen sebagai berikut:
19. Terdapat indikasi tidak dilakukannya perbaruan atas penyajian seluruh
komponen perpajakan yaitu, pajak dibayar di muka, utang pajak, manfaat
(beban) pajak penghasilan, dan rekonsiliasi rugi sebelum pajak penghasilan per
31 Maret 2024 di CALK 17 tentang perpajakan. Sehubungan dengan hal
tersebut, agar dijelaskan klarifikasi tidak dilakukannya perbaruan atas
Page 22
penyajian perpajakan per 31 Maret 2024. Dalam hal terdapat kesalahan, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait. Tanggapan: Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Perpajakan sebagai berikut:
Page 23
20. Berdasarkan CALK 18 tentang liabilitas lancar lainnya, disampaikan bahwa nilai
liabilitas lancar lainnya Perseroan per 31 Maret 2024 mengalami kenaikan
sebesar Rp307,17 miliar atau 337,46% dibandingkan per 31 Desember 2023
dari Rp91,02 miliar menjadi Rp398,19 miliar. Hal tersebut terutama disebabkan
karena peningkatan komponen pihak berelasi sebesar Rp316,25 miliar atau
1.169,49% dibandingkan per 31 Desember 2023 dari Rp27,04 miliar menjadi
Rp343,29 miliar. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan beberapa
hal mengenai:
a. Nature dan peruntukan transaksi liabilitas lancar lainnya.
b. Latar belakang kenaikan yang relatif tinggi atas komponen pihak berelasi
per 31 Maret 2024.
Page 24
c. Rincian komponen pihak berelasi dengan melengkapi tabel di bawah ini:
Tanggapan:
Perseroan mencatatkan angka hutang pihak berelasi terjadi peningkatan.
21. Terdapat indikasi tidak dilakukannya perbaruan atas penyajian seluruh
komponen liabilitas imbalan pascakerja yaitu, asumsi – asumsi utama,
rekonsilitasi saldo awal dan akhir, rincian beban imbalan pascakerja, dan
mutasi nilai kini dari liabilitas per 31 Maret 2024 di CALK 19 tentang liabilitas
imbalan pasca kerja sebagaimana beberapa gambar berikut:
Page 25
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan klarifikasi tidak dilakukannya perbaruan atas penyajian liabilitas imbalan pascakerja per 31 Maret 2024. Dalam hal terdapat kesalahan, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait. Tanggapan: Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Penyajian Liabilitas Imbalan Pascakerja sebagai berikut: 22. Terdapat indikasi tidak dilakukannya perbaruan atas penyajian susunan pemegang saham per 31 Maret 2024 di CALK 21 tentang modal saham dibandingkan dengan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) sebagaimana gambar berikut: Selain itu, terdapat indikasi tidak dilakukan perbaruan atas penyajian perhitungan rasio pengungkit, kepentingan non pengendali atas aset neto Entitas Anak, dan kepentingan non pengendali atas jumlah laba (rugi) komprehensif Entitas Anak per 31 Maret 2024 di CALK 22 tentang kepentingan non pengendali. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan klarifikasi tidak dilakukannya perbaruan atas penyajian kepentingan non pengendali per 31 Maret 2024. Dalam hal terdapat kesalahan, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait.
Page 26
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Modal Saham sebagai berikut:
23. Terdapat akun selisih transaksi dengan pihak non pengendali, salah satu
komponen ekuitas, sebesar Rp17,53 miliar atau 0,48% dari total aset Perseroan
per 31 Maret 2024. Nilai tersebut meningkat sebesar Rp30,72 miliar atau
233,00% dibandingkan per 31 Desember 2023. Sehubungan dengan hal
tersebut agar dijelaskan beberapa hal mengenai:
a. Latar belakang kenaikan yang relatif tinggi atas selisih transaksi dengan
pihak non pengendali per 31 Maret 2024.
b. Nature akun selisih transaksi dengan pihak non pengendali.
c. Standar akuntansi yang digunakan sebagai dasar kesesuaian perlakuan
akuntansi selisih transaksi dengan pihak non pengendali.
d. Rincian akun selisih transaksi dengan pihak nonpengendali dengan
melengkapi tabel
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Kepentingan Non-Pengendali
sebagai berikut:
Page 27
24. Terdapat indikasi kesalahan perhitungan atau penyajian di laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian per 31 Maret 2024 dan 31
Maret 2023 sebagaimana pada gambar berikut:
Page 28
a. Klarifikasi atas indikasi kesalahan perhitungan laba usaha per 31 Maret
2023.
b. Klarifikasi atas indikasi kesalahan perhitungan rugi tahun berjalan per 31
Maret 2024.
c. Klarifikasi atas indikasi kesalahan perhitungan jumlah rugi komprehensif
periode berjalan per 31 Maret 2024.
d. Dalam hal terdapat kesalahan, agar dilakukan koreksi atas laporan
keuangan terkait.
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Pendapatan.
Penurunan omset penjualan perseroan karena impact dari menurunnya produk
yang dikirmkan oleh supplier.
Page 29
25. Total pendapatan Perseroan per 31 Maret 2024 mengalami penurunan sebesar
Rp188,87 miliar atau 47,33% dibandingkan per 31 Maret 2023 dari Rp399,01
miliar menjadi Rp210,14 miliar. Sehubungan dengan hal tersebut, agar
dijelaskan beberapa hal mengenai:
a. Terdapat indikasi salah penjumlahan komponen pendapatan per 31 Maret
2024 di CALK 24 tentang pendapatan. Sehubungan dengan hal tersebut,
agar diklarifikasi adanya indikasi salah penjumlahan tersebut. Dalam hal
terdapat kesalahan, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait.
b. Latar belakang penurunan pendapatan Perseroan yang relatif tinggi per 31
Maret 2024 (agar dijelaskan dengan data-data kuantitatif industri farmasi
dan sejenisnya).
c. Strategi Perseroan dalam bertahan dan mencari peluang baru untuk
meningkatkan nilai pendapatan di masa depan.
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Pendapatan sebagai berikut:
26. Total beban umum dan administrasi Perseroan per 31 Maret 2024 mengalami
penurunan sebesar Rp51,40 miliar atau 62,23% dibandingkan per 31 Maret
2023 dari Rp82,59 miliar menjadi Rp31,19 miliar. Berdasarkan CALK 27
tentang beban umum dan administrasi, komponen penyusutan aset tetap dan
aset hak-guna bernilai negatif per 31 Maret 2024. Selain itu, terdapat indikasi
salah penjumlahan total beban umum dan administrasi Perseroan per 31 Maret
2024 dan 31 Maret 2023, sebagaimana pada gambar berikut:
Page 30
a. Latar belakang komponen penyusutan aset tetap dan penyusutan aset hak- guna bernilai negatif per 31 Maret 2024 pada rincian tersebut. b. Klarifikasi adanya indikasi salah perhitungan atas jumlah beban umum dan administrasi per 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023. Dalam hal terdapat kesalahan, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait. Tanggapan: Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Beban Umum dan Administrasi sebagai berikut:
Page 31
27. Terdapat indikasi tidak dilakukannya perbaruan atas penyajian rugi per saham
per 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 di CALK 29 tentang rugi per saham
sebagaimana gambar berikut:
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan klarifikasi tidak dilakukannya
perbaruan atas penyajian rugi per saham per 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023.
Dalam hal terdapat kesalahan, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan
terkait.
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Rugi per Saham sebagai berikut:
Page 32
28. Terdapat indikasi tidak dilakukannya perbaruan atas transaksi, saldo dan sifat
dengan pihak-pihak berelasi per 31 Maret 2024 di CALK 30 tentang tentang
transaksi, saldo dan sifat dengan pihak- pihak berelasi sebagaimana gambar
berikut:
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan klarifikasi tidak dilakukannya
perbaruan atas transaksi, saldo dan sifat dengan pihak- pihak berelasi per 31
Maret 2024. Dalam hal terdapat kesalahan, agar dilakukan koreksi atas laporan
keuangan terkait.
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Aset dan Liabilitas sebagai
berikut:
Page 33
29. Terdapat indikasi tidak dilakukannya perbaruan atas informasi segmen per 31
Maret 2024 di CALK 32 tentang informasi segmen. Sehubungan dengan hal
tersebut, agar dijelaskan klarifikasi mengenai tidak dilakukannya perbaruan
atas informasi segmen per 31 Maret 2024. Dalam hal terdapat kesalahan, agar
dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait.
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Informasi Segmen sebagai
berikut:
Page 34
30. Terdapat indikasi tidak dilakukannya perbaruan atas aktivitas nonkas per 31
Maret 2024 di CALK 33 tentang aktifitas nonkas sebagaimana gambar berikut:
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan klarifikasi tidak dilakukannya
perbaruan atas aktifitas nonkas per 31 Maret 2024. Dalam hal terdapat
kesalahan, agar dilakukan koreksi atas laporan keuangan terkait.
Tanggapan:
Perseroan telah melakukan koreksi pada poin Aktivitas NonKas sebagai
berikut:
Page 35
31. Berdasarkan surat Perseroan nomor 09/DNRI/Let/CorSec/II/2024 tanggal 6
Februari 2024 sebagai tanggapan surat Bursa nomor S-01244/BEI.PP3/02-
2024 tanggal 1 Februari 2024 perihal Permintaan Penjelasan Lanjutan,
disampaikan bahwa terdapat relatif banyak kesalahan/error pada Laporan
Keuangan per 30 September 2023. Error tersebut berupa typo wording dan
tidak terdapat permasalahan sistem dalam pelaporan keuangan Perseroan.
Perseroan berkomitmen untuk memenuhi Ketentuan III.1.1.5.3 peraturan Bursa
Nomor I-E bahwa laporan keuangan interim wajib memiliki kualitas
pengungkapan yang setara dengan laporan keuangan auditan terakhir. Namun,
untuk pelaporan keuangan per 31 Desember 2024, masih terdapat
kesalahan/error atas beberapa diantaranya relatif material seperti
ketidaksesuaian komponen arus kas dan beberapa disclosure/pengungkapan
pada catatan atas CALK yang tidak diperbarui. Sehubungan dengan hal
tersebut, agar dijelaskan beberapa hal mengenai:
a. Penjelasan terkait pemenuhan komitmen Perseroan memenuhi Ketentuan
III.1.1.5.3 peraturan Bursa Nomor I-E sesuai tanggapan atas permintaan
penjelasan pada surat Perseroan nomor 09/DNRI/Let/CorSec/II/2024
tanggal 6 Februari 2024, sedangkan pelaporan keuangan per 31 Maret
2024 masih terdapat relatif banyak kesalahan/error yang relatif material.
Tanggapan:
Kesalahan/error terjadi dikarenakan jumlah tim Finance yang terbatas.
b. Latar belakang terjadinya banyak kesalahan/error pada Laporan Keuangan
per 31 Maret 2024.
Tanggapan:
Kesalahan/error terjadi dikarenakan jumlah tim Finance yang terbatas.
Page 36
c. Tanggapan dari para pemegang saham, investor, atapun para pengguna
laporan keuangan Perseroan terkait pelaporan keuangan per 31 Maret
2024.
Tanggapan:
Hingga saat ini tidak ada tanggapan dari pemegang saham, investor
maupun pengguna laporan tersebut.
d. Permasalahan akuntansi atupun sistem pelaporan keuangan yang terjadi
pada Perseroan serta upaya mengatasinya.
Tanggapan:
Tidak ada permasalahan secara system akuntansi
e. Rincian karyawan yang bertanggung jawab atas pelaporan keuangan
beserta informasi latar belakang pendidikannya terkini.
Tanggapan:
Nama Pendidikan Formal Pendidikan Non
Formal
Edwin Adityasto S1 Akuntansi -
32. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan (jika ada).
Tanggapan:
Tidak ada.
33. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
kelangsungan hidup Perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham
Perseroan.
Tanggapan:
Tidak ada.
Demikian pemberitahuan dari kami, atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih.
Hormat kami,
PT DOSNI ROHA INDONESIA Tbk
Ida Widayani
Corporate Secretary
Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna
p.1
unresolved
person
Lidia M. Panjaitan Kepala Divisi Penilaian
p.1
unresolved
org
PT Trans Retail Indonesia
p.11
unresolved
org
Hero Supermarket Tbk
p.11 ×4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.