Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 18
Page 1
Public Expose Live 2024
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Selasa, 27 Agustus 2024
# KARENA HIDUP
GAK CUMA TENTANG HARI INI
Page 2
Poin Utama dari RAPBN 2025
Fokus Utama RAPBN 2025 Anggaran FLPP RAPBN 2025
RAPBN 2025 & Realisasi FLPP
Beberapa fokus utama pada RAPBN tahun 2025 terkait strategi kebijakan fiskal: Pemerintah akan
(Unit) (IDR Tn)
mengalokasikan ~Rp
250.000 226.000 229.000 220.000 30 18.8 Tn untuk program
(IDR Tn)
Pendapatan pemerintah diprediksi 2.99 178.728 25 FLPP guna memenuhi
2.802 200.000 166.000
meningkat 6.9% yoy didorong 7
505 Total Revenue kebutuhan perumahan
492 20
Non-Tax 150.000 bagi Masyarakat
1 oleh peningkatan penerimaan 21.0
18,8 15
2.49 Berpenghasilan Rendah
pajak sebesar 13.9% yoy dan 2.31 Tax (inc. customs 100.000 83.720
0 1 & excise) 10 (MBR) yang akan
menunjukkan adanya indikasi 50.000 berkontribusi terhadap
5
kenaikan PPN menjadi 12%. 2024F 2025F 19,6 25,1 26,3 10,2 2.8% backlog
- 0
2021 2022 2023 2024 2025
perumahan.
(IDR Tn) 24F 25F %
Education 665 723 8.7
Anggaran Pendidikan meningkat Health 188 198 5.5
Skema Subsidi Baru
2 24.3% yoy terutama untuk Social Protection 497 505 1.6
program Makan Bergizi Gratis Infrastructure 423 400 -5.5 Untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi MBR dan mengurangi backlog
yang memerlukan biaya sebesar Food Security 114 124 8.8 perumahan, berikut beberapa skema/kebijakan alternatif yang diusulkan:
Rp 71 Tn dengan target 15.4 Juta Total Spending 3,325 3,613 8.7
penerima program di 514 kota. 1 Skema Tiering Suku 2 Skema FLPP Dana Abadi:
2023 24F 25F
Bunga/Margin:
Pemerintah memerlukan
Suku bunga akan
-337,3 skema pembiayaan baru untuk
Defisit diprediksi akan stabil di dikelompokkan berdasarkan
penurunan backlog perumahan
3 angka 2.5%. dengan kenaikan -609,7 -616,2 desil pendapatan MBR.
dengan cepat.
nilai defisit ke Rp 616.2 Tn dari Rp Suku bunga akan disertai
Skema masih dalam tahap
609.7 Tn yang didorong oleh -1,6 dengan durasi subsidi yang
-2,7 -2,5 diskusi dengan stakeholders.
peningkatan pembiayaan lebih pendek dibandingkan
Skema ini akan mengurangi
investasi. Nominal Deficit (IDR Tn) masa tenor.
ketergantungan pada
% deficit from GDP Rincian skema masih dalam
anggaran pemerintah.
pembahasan.
2
Page 3
Memenuhi Kebutuhan Perumahan Nasional dengan KPR
Fungsi BTN:
Institusi Finansial yang menyediakan pinjaman kepada seluruh stakeholder dari sisi supply dan demand.
Inisiator dan Integrator untuk bekerjasama antar lembaga untuk memenuhi pasokan perumahan.
Melayani kebutuhan perumahan
nasional lebih dari 47 tahun Jaringan infrastruktur yang luas
85% Pinjaman di sektor
Memperluas
ke segmen
8 Kantor Wilayah 116 Cabang
perumahan Emerging Affluent
5.2 jt unit rumah telah untuk menyediakan
pertumbuhan yang
615 Cabang Pembantu ± 3,789 e-channel
disalurkan sejak 1976 [ATM & CRM]
berkelanjutan
Stakeholder nasional
Melampaui KPR
•Memperluas ke segmen high-yield di sektor >3000 kantor notaris
>7000 mitra developers
perumahan kolaborasi dengan
yang sebagian besar
•Meningkatkan sistem transaksi wholesale BTN untuk pencairan
developer perumahan
untuk memperluas nasabah institusi KPR
subsidi
Masuk segmen baru dengan Ekosistem KPR yang komprehensif
produk yang inovatif dan unik
P P
e e
n m
d b
Produk funding yang baru i Segmentasi bisnis baru untuk
a
n diluncurkan untuk a segmen Emerging
a Segmen Emerging y Affluent, dengan ticket size yang
a Affluent a lebih tinggi ( >IDR 750 mn)
n a
(AUM IDR 100-500Mn)
n
*) Emerging Affluent : Penghasilan sebulan sebesar Rp 8 - 30 Jt 3
Page 4
Inisiatif 2024
# KARENA HIDUP
GAK CUMA TENTANG HARI INI
Page 5
Inisiatif Strategis: Sales Center untuk Pendanaan maupun Pinjaman
Untuk mempertahankan market share KPR, BTN telah meluncurkan 6 Sales
(Rp Jt) Center di seluruh Indonesia.
~15
BTN menargetkan akan membuka lagi Sales Center pada tahun 2024 dan
Konsumen Sales Center akan memiliki total 12 Sales Center pada tahun 2025.
memiliki saldo tabungan Sales Center Tahap 1
Medan (Diluncurkan pada Juni 2023)
rata-rata lebih dari
~5
3x dibandingkan rata-rata Sales Center Tahap 2
(Diluncurkan pada Mei 2024)
konsumen non-subsidi
Non Subsidized Emerging Affluent
Cust. Segment
BSD Kelapa Gading Makassar
(Banten) (Jakarta Area)
% Realisasi KPR Non-Subsidi > Rp 750 Jt
Pada 2Q24, 50.2% pencairan KPR Non- Surabaya
Subsidi dengan ticket size di atas Rp 750 Jt Realisasi Sales Center Bandung (East Java)
(West Java)
telah direalisasikan oleh Sales Center. (Rp Miliar)
618 Performa Sales Center (Pertama kali diluncurkan pada Juni 2023)
Kontribusi Sales Center Terus 587
Meningkat Sales Center Rata-Rata
Total Realisasi NPL
Ticket Size
446
Kelapa Gading 571 0.0 1.2
(Jakarta Area) (Rp Miliar) (%) (Rp Miliar)
179 BSD 683 0.0 0.9
(Serpong) (Rp Miliar) (%) (Rp Miliar)
48,7%
42,5%
50,2%
23,2%
Surabaya 542 0.0 1.0
(East Java) (Rp Miliar) (%) (Rp Miliar)
3Q23 4Q23 1Q24 2Q24 3Q23 4Q23 1Q24 2Q24
5
Page 6
Inisiatif Strategis: Meningkatkan Yield Melalui Segmen High Yield
Realisasi Pinjaman (Rp Tn) Outstanding Pinjaman (Rp Tn) Strategi KUR
101.6% yoy
Outstanding Pinjaman High Menambah Gerai KUR menjadi 300
2,4 gerai pada tahun 2024
1,8 2,0 Yield Fokus pada KUR Kecil dalam
17.2% yoy (Rp Tn)
2,0
Ekosistem Perumahan
1,8
K 1,6
1,4
1,2 24.9% yoy Memperkenalkan ‘BTN Laku’ untuk
U 0,7 0,8
1,2
1,0
0,6 0,7 mengotomatisasi Proses Bisnis UMKM
R 0,3 0,3
0,8
0,6
18, 0
0,4
15,4 Strategi KRING
0,2
-
14,4
16, 0
FY21 FY22 FY23 1H23 1H24 2021 2022 2023 Jun-23 Jun-24
Fokus pada penawaran dan promosi
2,4
12,3 melalui tele-sales, payroll customer, dan
14, 0
22.4% yoy 2,0
11,2 joint financing untuk membantu
5,0 10,2 1,2
12, 0
4,7 meningkatkan pencairan KRING.
0,7
6,0
K 2,3 8.6% yoy 4,1 5,0 Memperkenalkan 'BTN Paylater'
1,9 3,8 0,3 4,7
5,0
1,7
2,5
R
10, 0
3,2 4,1 untuk menargetkan nasabah baru dan
3,8
2,0 4,0
I 1,5
0,9 1,0 3,0
8,0
3,2 lama.
N 1,0 2,0
Joint financing/pembelian aset
G
0,5 1,0
6,0
melalui lembaga lain.
0,0
- Optimalisasi Payroll dengan institusi
FY21 FY22 FY23 1H23 1H24 2021 2022 2023 Jun-23 Jun-24
4,0
7,7 7,0 8,0 baru
6,7 6,7
13.3% yoy Strategi KAR
2,0
12, 0
Intensifikasi tele-sales untuk
8,0
0,0
2,3 7,7
10, 0
6,7 6,7 7,0 2021 2022 2023 Jun-23 Jun-24 mempromosikan top-up loan.
5.5% yoy
K Implementasi platform pinjaman
8,0
A 1,1 1,3 digital ‘BTN Ready’ dengan fitur KAR
6,0
1,0 1,0 Top Up.
R Porsi
4.0% 4.4%
4,0
pinjaman high Kegiatan upselling dan cross-selling
Jun-24
2,0
yield Jun-23 untuk pelanggan lama
0,0
FY21 FY22 FY23 1H23 1H24 2021 2022 2023 Jun-23 Jun-24
6
Page 7
Inisiatif Strategis: Meningkatkan Pendanaan Murah dan Mentransformasi BTN
Menjadi Bank Transaksional (1/2)
Dana Pihak Ketiga Dana Pihak Ketiga - Cost of Fund berdasarkan Segmen
(Komposisi berdasarkan Segmen per Jun-24) Cost of Fund berdasarkan Segmen (% YtD)
IDR 365 Tn
Institusi
6,7% 6,7% 6,7% 6,6% 6,5% 6,4%
BTN telah memisahkan pendanaan institusi menjadi 2 Large
unit sejak Januari 2024.
Fokus pada BUMN, BUMD, dan 6,1% 5,8% 5,7%
Middle Institution (max. Rp 500 Miliar) Institution
Middle Segment 4,9% 5.0% 5,8% 5,8%
Institution Mendirikan ~140 Commercial Funding 4,8% 4,8% 5.7%
Sales di seluruh Indonesia 4,0% 3,9%
61,7% 3,7%
3.2%3,2% 3,2% 3,2%
3,2%
3,1%
3,20% 3,3% Medium
Fokus pada BUMN dan Large 3,0%
2,97%
Large Institution (lebih dari Rp 500 Miliar). 2,80%
2,9% 3,0%
Institution Centralized Funding Sales di wilayah 2,64%2,61% 2,61% 3,0% 2,9% 2,9% 2,9% 2,9% 2,9%
Jabodetabek.
Retail 2,04% 2,58%
2,99% 2,94% 2,94% 2,93% 2,94%
2,92%
Ritel Segment
2,06%
Optimalisasi segmen baru melalui BTN Prospera 1,98% 1,98%
(emerging affluent) dan BTN Private (high affluent)
Memperluas payroll (tabungan) melalui ekosistem
19,5% bisnis (sektor kesehatan, pendidikan, properti,
erdagangan, dan kawasan industri). Cost of FLPP is 0.5%
FLPP (Liquidity Facility) Akun Giro
18,8% Bersumber dari Anggaran Tahunan Pemerintah untuk
KPR Subsidi
7
Page 8
Inisiatif Strategis: Meningkatkan Pendanaan Murah dan Mentransformasi BTN
Menjadi Bank Transaksional (2/2)
Progress Segmen Ritel
39,8 41,9 43,5 VOA (IDR Tn)
Komposisi DPK Ritel Outstanding E-deposito 35,0
NOA (Thou)
(IDR Tn) DPK ritel tumbuh 8.0% (IDR Tn)
8.0% yoy yoy, ditopang oleh 4.6 Unlocking Your Potential
128 Prospera RMs
deposito ritel (+20.9% 7,5 8,0
65.9 71.2 yoy). Nasabah dengan AUM 6,4 6,9 di seluruh Indonesia
Penawaran produk e- IDR100 - 500 Mio
29,5 Mar-24 Apr-24 May-24 Jun-24
24,4 deposito, BTN Prospera z
and Prioritas untuk Wealth management menyediakan
meningkatkan saldo produk Reksadana, SBN, juga
41,5 41,7 Bancassurance di apps terbaru
deposito berjangka 0.1 BTN Mobile
dengan rata-rata CoF Defining Your Priority
4.8%, lebih rendah Performance (AUM)
Jul-23
Jun-23
Jan-24
Nov-23
Dec-23
Aug-23
Sep-23
Oct-23
Apr-24
Feb-24
Mar-24
May-24
Jun 24
Jun-23 Jun-24 Nasabah dengan AUM
dibandingkan deposito IDR 48.2 Tn 9.7% yoy
Saving Acc. Retail Deposits institusi. >IDR 500 Mio 37.3 ribu nasabah
Progress Segmen Institusi*)
Outstanding Middle Institution Strategi Middle Institution
6,7% 6,7% 6,7% Terus tumbuh
6,6% 6,5% 6,5% 46,9 Kontribusi Middle Institution naik menjadi 24.5% per Jun-24, atau
(IDR Tn) tumbuh 37.7% ytd ke IDR 46.9 Tn.
3,2% 3,2% 3,2% 3,2% 3,2% 3,2% BTN menargetkan untuk menaikkan porsi dan outstanding middle
37.5% 42,6
sejak Jan-24 institution per akhir tahun 2024F.
19,8% 20,0% 20,6% 21,2% 22,2% 24,5% 39,6 Masih fokus di kluster institusi, seperti kawasan industri, pendidikan,
38,7 kesehatan dan Pemda.
36,5 ~1,600 potensi nasabah institusi yang tersebar di seluruh Indonesia.
80,2% 80,0% 79,4% 78,8% 77,8% 75,5% 34,9
Strategi Large Institution
Fokus pada BUMN dan institusi-institusi besar (diatas IDR 500 Bn),
Jan-24 Feb-24 Mar-24 Apr-24 Mei-24 Jun-24 dengan pendekatan selektif terkait pemberian suku bunga deposito.
% Large Insti. % Medium Insti. CoF Large CoF Medium
Sentralisasi funding sales di area sekitar Jakarta.
*) Excluding Sharia 8
Page 9
Pertumbuhan DPK yang Baik Dengan Biaya yang Terkontrol
Dana Pihak Ketiga (IDR Tn) Cost of Deposits (%Ytd)
6,1 6,1 6,1 6,1
Per segmen Des-21 Des-22 Des-23 Jun-23 Jun-24 yoy 5,3
CASA 131.1 156.2 188.0 170.2 189.2 11.2% 4,0
3,5
Giro 79.2 114.0 143.5 128.7 147.5 14.6% 4,2 4,2 4,2 4,1
3,7
Tabungan 51.9 42.2 44.5 41.5 41.7 0.4% 3,1
2,6
Deposito 2,1 2,4 2,3 2,3 2,2
164.9 165.7 161.9 143.0 176.2 23.2% 1,9
Berjangka 1,5
Total 296.0 321.9 349.9 313.3 365.4 16.6%
FY21 FY22 FY23 1Q24 4M24 5M24 6M24
+25bps kenaikan BI rate
CASA dan Cost of Fund (%)
Cost of Deposits Sepanjang 2024 (% MtM)
3,1% 2,6% 3,7% 3,6% 4,1%
6,1 6,3 6,3 6,1 6,3 6,0
6,0
Deposito
Berjangka
4,1 4,4 4,1 4,3 4,1 4,2
55,7% 51,5% 46,3% 45,7% 48,2% CASA 3,9
CoF (ytd) 2,6
2,3 2,3 2,3 2,2 2,1 2,0
48,5% 53,7% 54,3% 51,8%
44,3% Dec-23 Jan-24 Feb-24 Mar-24 Apr-24 May-24 Jun-24
Dec-21 Dec-22 Dec-23 Jun-23 Jun-24 CASA Deposito Total DPK
Berjangka
9
Page 10
Inisiatif Strategis : Meningkatkan Laba dengan Solusi Perbankan yang Lengkap
Transaksi Digital Wealth
Banking Strategi Fokus Management Strategi Fokus
Fee based income Mengakuisisi dan Fee based income Membentuk Unit Sales
(Rp Miliar) meningkatkan transaksi (Rp Miliar) Acquisition (Direct Sales Unit)
156 digital melalui Bale by BTN. 89
100
untuk mengakuisisi Segmen New
135
90
123 15.7% yoy Memisahkan unit Digital 80 To Bank.
Banking menjadi 2 unit bisnis 16.7% yoy Meningkatkan obligasi ritel dan
58
70
baru (Digital Banking 54 bancassurance melalui penawaran
82
60
71 Development & Digital Sales) 50
digital (BTN Mobile).
untuk meningkatkan transaksi 33
28 Mengoptimalkan fee-based
40
digital.
melalui segmen baru, emerging
30
Mendorong merchant untuk affluent dengan BTN Prospera
20
melakukan transaksi dalam (AUM Rp100-500 Jt) dan BTN
10
cakupan nasional dan lokal.
-
2021 2022 2023 Jun-23 Jun-24 2021 2022 2023 Jun-23 Jun-24 Private (AUM Rp >10 Miliar).
Recovery Transaksi
Income Strategi Fokus Treasury
Strategi Fokus
Fee based income Meningkatkan fee-based Fee based income Membuat Regional Treasury
1.00 0
(Rp Miliar) 882 income melalui festival asset (Rp Miliar) Sales di 3 Kantor Wilayah
900
sales dan investor gatherings. (Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa
892
Mengoptimalkan penjualan Tengah).
800
99.2% yoy kepada investor individu dan Mengembangkan fitur treasury
667
700
23.1% yoy
big buyers (Perusahaan pada Foreign Exchange Order
600
371 368 multifinance atau developers). Watch, Structured Product, Spot
500
411
Mengintensifkan penagihan 334 dan Forward.
400
249
185
300
debitur early bucket melalui
133
200
100
kegiatan desk call dan field
-
collection.
2021 2022 2023 Jun-23 Jun-24 2021 2022 2023 Jun-23 Jun-24
10
Page 11
Inisiatif Strategis : Mengakselerasi Kapabilitas Digital Melalui Peningkatan
Ekosistem Digital Banking
Memisahkan SEVP Digital Tujuan
digital Banking Business Baru
menjadi 2 unit Meningkatkan transaksi bisnis
Sebelum Sesudah digital dan penjualan melalui
bisnis baru untuk
kolaborasi dengan mitra.
meningkatkan Digital Banking
Kebebasan di
Digital Banking Product
transaksi digital Product
Development fokus pada
Digital
Ujung Jari Anda Banking Unit
Development
pengambangan produk digital,
Digital Banking sedangkan Digital Banking Sales
Sales fokus pada penjualan, pemasaran,
dan partnership.
Unit Baru
Unlock
befree your world
(makanan & minuman) (hiburan) (kesehatan) (transaksi digital) (travel)
Bebas biaya tarik
Program Cashback dengan Banyak Merchant Bebas Biaya
Transaksi tuni mata uang
asing
Biaya Transfer melalui BI
Fast Nilai Tukar
Biaya tagihan & token Terbaik dengan
listrik biaya Rp 0,-
Biaya pulsa telepon
Bebas jalan-jalan
prabayar
ke luar negeri
Biaya isi ulang uang bagi nasabah setia
elektronik (GoPay, OVO) BTN
11
Page 12
Kinerja Keuangan BBTN
# KARENA HIDUP
GAK CUMA TENTANG HARI INI
Page 13
Ringkasan Kinerja 1H24 : Mempertahankan Kinerja yang Stabil Sampai Akhir Tahun
Pertumbuhan Kredit Tingkat Likuiditas
Pertumbuhan DPK
dan Pembiayaan yang Kualitas Aset yang yang Cukup
yang Baik
Kuat Terjaga
• Total DPK tumbuh sebesar • LDR tercatat menyentuh
• Kredit dan pembiayaan • NPL menyentuh 3.1% 16.6% yoy per Juni 2024, 96.4% per Juni 2024 dalam
meningkat sebesar 14.4% pada Juni 2024 (vs mencapai Rp 365.4 Tn, kisaran 95-97%.
yoy dengan total 3.0% pada Maret ditopang oleh 23.2% yoy • Tingkat LCR dan NSFR tetap
pinjaman mencapai Rp 352 2024), karena faktor di produk deposito berada di atas ambang
Tn (vs Rp 307 Tn per Juni seasonality. berjangka. batas 100%.
2023) didorong oleh • Namun, angka ini • Rasio dana murah (CASA) • LCR di level 166% pada Juni
pertumbuhan KPR sebesar membaik dari posisi terjaga di level 51.8% pada 2024 (vs 192% pada Juni
12.3% yoy juga segmen Juni 2023 di 3.7%, Juni 2024. 2023)
high yield dan korporasi . dgn NPL Coverage di • CoF yang dapat terjaga • NSFR di level 117% pada
• Segmen high yield mencatat 135,7% pada Juni karena BTN terus Juni 2024 (vs 124% pada
pertumbuhan sebesar 2024. mendorong pertumbuhan Juni 2023)
24.9% yoy. • LAR tercatat sebesar simpanan lembaga
21.2% dari total menengah dan ritel
pinjaman pada Juni
04
2024 (vs 23.1% pada
01 Juni 2023), dengan 02
LAR Coverage sebesar
03
20.1%.
13
Page 14
Sekilas Kinerja Keuangan
Kinerja Keuangan 2021 2022 2023 1H23 1H24 Pertumbuhan yoy (%)
Aset/Liabilitas
Total Aset (Rp Miliar) 371,868 402,148 438,750 400,545 455,601 13.7 yoy
Total Kredit dan Pembiayaan (Rp Miliar) 274,835 298,282 333,698 307,669 352,066 14.4 yoy
Total DPK (Rp Miliar) 295,976 321,937 349,933 313,256 365,382 16.6 yoy
Laba
Laba Bersih (Rp Miliar) 2,376 3,045 3,501 1,474 1,502 1.9 yoy
NIM 4.0% 4.4% 3.8% 3.6% 3.0% (62) bps
CIR 48.2% 46.7% 45.3% 47.8% 58.8% 1,101 bps
ROE (Tier-1) 13.6% 16.4% 13.9% 12.0% 11.1% (88) bps
ROA 0.8% 1.0% 1.1% 0.9% 0.8% (9) bps
Kualitas Aset
NPL (Gross) 3.7% 3.4% 3.0% 3.7% 3.1% (53) bps
Loan at Risk (LAR) 24.2% 23.2% 21.1% 23.1% 21.2% (196) bps
NPL Coverage 141.8% 155.7% 155.2% 139.1% 135.7% (337) bps
Cost of Credit (CoC) 1.4% 1.4% 1.2% 1.3% 0.6% (72) bps
Likuiditas
LDR 92.9% 92.7% 95.4% 98.2% 96.4% (186) bps
CASA 44.3% 48.5% 53.7% 54.3% 51.8% (255) bps
Permodalan
Modal (Rp Miliar) 21,407 25,909 30,479 28,395 31,033 9.3 yoy
CAR (Tier 1) 13.8% 16.1% 17.5% 17.1% 16.6% (54) bps
Total CAR 19.1% 20.2% 20.1% 20.4% 18.6% (187) bps
14
Page 15
Laporan Laba Rugi
Laba Rugi (Rp Miliar) 2Q23 1Q24 2Q24 QoQ yoy 6M23 6M24 yoy
Pendapatan Bunga 6,846 7,672 7,303 -4.8% 6.7% 13,522 14,975 10.7%
Beban Bunga (3,489) (4,445) (4,505) 1.3% 29.1% (7,044) (8,949) 27.0%
Pendapatan Bunga Bersih 3,357 3,227 2,798 -13.3% -16.7% 6,478 6,025 -7.0%
Pendapatan Operasional Selain Bunga 840 1,005 1,004 -0.1% 19.1% 1,718 2,009 16.9%
Beban Operasional Selain Beban Bunga (diluar
(2,130) (2,421) (2,710) 11.9% 27.3% (4,357) (5,131) 17.8%
CKPN)
Laba Operasional Pra-Provisi (PPOP) 2,070 1,811 1,092 -39.7% -47.3% 3,839 2,903 -24.4%
Beban Provisi (1,197) (657) (319) -51.4% -73.4% (1,948) (976) -49.9%
Laba Operasional 873 1,155 773 -33.1% -11.5% 1,891 1,927 1.9%
Pendapatan (Beban) Non Operasional (21) (24) (27) 13.3% 28.5% (25) (50) 101.1%
Laba Sebelum Pajak 852 1,131 746 -34.0% -12.4% 1,866 1,877 0.6%
Laba Bersih 673 860 642 -25.4% -4.7% 1,474 1,502 1.9%
15
Page 16
Guidance
# KARENA HIDUP
GAK CUMA TENTANG HARI INI
Page 17
2024 BTN Guidance
Realisasi 1H24 2024 Guidance Guidance Baru
Pertumbuhan Kredit 14.4% 10 – 11% 10 – 11%
Pertumbuhan DPK 16.6% 8 – 9% 8 – 9%
Pertumbuhan Laba Bersih 1.9% 10 - 11% ~1%
Biaya Kredit 0.6% 1.1-1.2% Hingga 1.1%
Gross NPL 3.1% <3% <3%
17
Page 18
Terima Kasih
Investor Relations
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Menara BTN 16th Floor
Jl. Gajah Mada No. 1
Jakarta 10130
Telp: +62 21 63870107
Email: investor_ relations@btn.co.id
Website: www.btn.co.id
# KARENA HIDUP
GAK CUMA TENTANG HARI INI
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Transaksional
p.7 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.