Back to announcement
20240822_BFIN_Penyampaian Prospektus//Informasi Tambahan_31707617_lamp1.pdf
Other Text extracted BFINSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 17
Page 1
PROSPEKTUS RINGKAS
INFORMASI DALAM PROSPEKTUS RINGKAS INI MASIH DAPAT DILENGKAPI DAN/ATAU DIUBAH. PERNYATAAN PENDAFTARAN EFEK INI TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) NAMUN BELUM
MEMPEROLEH PERNYATAAN EFEKTIF DARI OJK. INFORMASI PADA PROSPEKTUS RINGKAS INI HANYA DAPAT DIGUNAKAN DALAM RANGKA PENAWARAN AWAL TERHADAP EFEK INI. EFEK INI TIDAK DAPAT DIJUAL
SEBELUM PERNYATAAN PENDAFTARAN YANG TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OJK MENJADI EFEKTIF. PEMESANAN MEMBELI EFEK INI HANYA DAPAT DILAKSANAKAN SETELAH CALON PEMBELI ATAU PEMESAN
MENERIMA ATAU MEMPUNYAI KESEMPATAN UNTUK MEMBACA PROSPEKTUS. INFORMASI LENGKAP TERKAIT PENAWARAN UMUM TERDAPAT DALAM PROSPEKTUS.
OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS RINGKAS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG
BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PT BFI FINANCE INDONESIA TBK (“PERSEROAN”) DAN PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL SERTA
KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS RINGKAS INI.
PT BFI FINANCE INDONESIA TBK
Kegiatan Usaha Utama:
Pembiayaan Investasi, Modal kerja dan Multiguna serta Pembiayaan Konsumen Berbasis Syariah
Berkedudukan di Tangerang Selatan, Indonesia
Kantor Pusat:
BFI Tower – Sunburst CBD Lot 1.2, Jalan Kapt. Soebijanto Djojohadikusumo,
BSD City, Tangerang Selatan 15322, Indonesia
Telepon: (021) 2965 0300, 2965 0500
Website : www.bfi.co.id
E-mail : corsec@bfi.co.id
Cabang:
192 kantor cabang, 31 gerai, dan 45 kantor cabang syariah di berbagai wilayah di Indonesia per tanggal 16 Juli 2024
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI BERKELANJUTAN VI BFI FINANCE INDONESIA
DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR RP6.000.000.000.000,- (ENAM TRILIUN RUPIAH)
(“PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN”)
Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan tersebut, Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan:
OBLIGASI BERKELANJUTAN VI BFI FINANCE INDONESIA TAHAP I TAHUN 2024
DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBANYAK-BANYAKNYA SEBESAR RP600.000.000.000,- (ENAM RATUS MILIAR RUPIAH)
(“OBLIGASI”)
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali sertifikat jumbo Obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”) sebagai bukti utang untuk kepentingan pemegang Obligasi dan
ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi, yang terdiri dari:
Seri A : Jumlah pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp●,- (● Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar ●% (● persen), berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi.
Seri B : Jumlah pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp●,- (● Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar ●% (● persen) per tahun, berjangka waktu 2 (dua) tahun sejak Tanggal Emisi.
Seri C : Jumlah pokok Obligasi Seri C yang ditawarkan adalah sebesar Rp●,- (● Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar ●% (● persen) per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.
Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulanan (3 bulan) sejak Tanggal Emisi. Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada tanggal 25 Desember 2024. Pembayaran bunga terakhir sekaligus tanggal jatuh tempo masing-masing seri Obligasi
jatuh pada tanggal 5 Oktober 2025 untuk Obligasi Seri A, 25 September 2026 untuk Obligasi Seri B dan 25 September 2027 untuk Obligasi Seri C.
Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance Indonesia Tahap II dan/atau tahap selanjutnya (jika ada) akan ditentukan kemudian.
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
OBLIGASI INI TIDAK DIJAMIN DENGAN JAMINAN KHUSUS BERUPA BENDA ATAU PENDAPATAN ATAU ASET LAIN MILIK PERSEROAN DALAM BENTUK APAPUN SERTA TIDAK DIJAMIN OLEH PIHAK MANAPUN. SELURUH
KEKAYAAN PERSEROAN, BAIK BERUPA BARANG BERGERAK MAUPUN TIDAK BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI, KECUALI ASET PERSEROAN YANG DIJAMINKAN SECARA
KHUSUS KEPADA KREDITURNYA, MENJADI JAMINAN ATAS SEMUA LIABILITAS PERSEROAN KEPADA SEMUA KREDITURNYA YANG TIDAK DIJAMIN SECARA KHUSUS ATAU TANPA HAK ISTIMEWA TERMASUK OBLIGASI INI
SECARA PARI PASSU BERDASARKAN PERJANJIAN PERWALIAMANATAN SESUAI DENGAN KETENTUAN DALAM PASAL 1131 DAN 1132 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA.
KETERANGAN SELENGKAPNYA DAPAT DILIHAT PADA BAB I PENAWARAN UMUM.
PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DENGAN KETENTUAN PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DITUJUKAN SEBAGAI PELUNASAN ATAU DISIMPAN UNTUK KEMUDIAN DIJUAL KEMBALI DENGAN
HARGA PASAR DIMANA PELAKSANAAN PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DILAKUKAN MELALUI BEI ATAU DI LUAR BEI DAN BARU DAPAT DILAKUKAN
1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI TIDAK DAPAT DILAKUKAN APABILA HAL TERSEBUT MENGAKIBATKAN PERSEROAN TIDAK DAPAT MEMENUHI KETENTUAN-KETENTUAN
DI DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN. PEMBELIAN KEMBALI TIDAK DAPAT DILAKUKAN APABILA PERSEROAN MELAKUKAN KELALAIAN (WANPRESTASI) SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PERJANJIAN
PERWALIAMANATAN, KECUALI TELAH MEMPEROLEH PERSETUJUAN RAPAT UMUM PEMEGANG OBLIGASI.
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO PEMBIAYAAN (KREDIT) YANG MERUPAKAN KETIDAKMAMPUAN KONSUMEN UNTUK MEMBAYAR KEMBALI FASILITAS PEMBIAYAAN YANG DIBERIKAN
PERSEROAN, YANG APABILA BERJUMLAH MATERIAL DAPAT MENURUNKAN KINERJA PERSEROAN. RISIKO YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG
DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM INI YANG ANTARA LAIN DISEBABKAN OLEH TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG.
PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI DAN DIDAFTARKAN ATAS NAMA KSEI DAN AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN
KOLEKTIF DI KSEI.
DALAM RANGKA PENERBITAN OBLIGASI INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN DARI PT FITCH RATING INDONESIA (“FITCH”) DENGAN PERINGKAT:
AA-(idn) (DOUBLE A MINUS)
KETERANGAN LEBIH LANJUT TERKAIT HASIL PEMERINGKATAN TERSEBUT DAPAT DILIHAT PADA BAB I PROSPEKTUS RINGKAS INI.
Pencatatan atas Obligasi yang ditawarkan ini akan dilakukan pada BEI
Penawaran Obligasi ini dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment)
PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI
PT BCA Sekuritas PT BRI Danareksa Sekuritas PT Mandiri Sekuritas PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
WALI AMANAT
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (“BTN”)
Prospektus Ringkas ini diterbitkan di Tangerang Selatan pada tanggal 22 Agustus 2024
Page 2
PERKIRAAN JADWAL
Masa Penawaran Awal : 22 Agustus – 4 September 2024
Tanggal Efektif : 13 September 2024
Masa Penawaran Umum Obligasi : 18 – 20 September 2024
Tanggal Penjatahan : 23 September 2024
Tanggal Pembayaran dari Investor : 24 September 2024
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan (jika ada) : 25 September 2024
Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik (“Tanggal Emisi”) : 25 September 2024
Tanggal Pencatatan Obligasi pada BEI : 26 September 2024
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI
Nama Obligasi
Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance Indonesia Tahap I Tahun 2024.
Jenis Obligasi
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama KSEI sebagai bukti utang
untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis yang
diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening.
Jumlah Pokok Obligasi
Obligasi ini memiliki jumlah Pokok Obligasi sebanyak-banyaknya sebesar Rp600.000.000.000,- (enam ratus miliar Rupiah).
Bunga Obligasi
Obligasi ini memberikan tingkat bunga sebagai berikut:
Seri A : Obligasi Seri A dengan tingkat bunga tetap sebesar ●% (● persen), berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh)
Hari Kalender sejak Tanggal Emisi.
Seri B : Obligasi Seri B dengan tingkat bunga tetap sebesar ●% (● persen) per tahun, berjangka waktu 2 (dua) tahun
sejak Tanggal Emisi.
Seri C : Obligasi Seri C dengan tingkat bunga tetap sebesar ●% (● persen) per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun
sejak Tanggal Emisi.
Harga Penawaran Obligasi
Harga penawaran Obligasi adalah sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi.
Ketentuan Umum Pembayaran Bunga Obligasi
Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sekali terhitung sejak Tanggal Emisi pada Tanggal Pembayaran Bunga
Obligasi. Dalam hal Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi jatuh pada hari yang bukan merupakan Hari Bursa, maka Bunga
Obligasi akan dibayar pada Hari Bursa sesudahnya tanpa dikenakan denda.
Tingkat Bunga Obligasi merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat
dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) hari dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) hari.
Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada tanggal 25 Desember 2024. Pembayaran bunga terakhir sekaligus tanggal
jatuh tempo masing-masing seri Obligasi jatuh pada tanggal 5 Oktober 2025 untuk Obligasi Seri A, 25 September 2026 untuk
Obligasi Seri B dan 25 September 2027 untuk Obligasi Seri C.
Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh Perseroan melalui KSEI selaku Agen Pembayaran kepada Pemegang Obligasi melalui
Pemegang Rekening pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan berdasarkan Daftar Pemegang
Rekening.
1
Page 3
Tanggal-tanggal pembayaran Bunga Obligasi adalah sebagai berikut:
Bunga-ke Seri A Seri B Seri C
1 25 Desember 2024 25 Desember 2024 25 Desember 2024
2 25 Maret 2025 25 Maret 2025 25 Maret 2025
3 25 Juni 2025 25 Juni 2025 25 Juni 2025
4 5 Oktober 2025 25 September 2025 25 September 2025
5 25 Desember 2025 25 Desember 2025
6 25 Maret 2026 25 Maret 2026
7 25 Juni 2026 25 Juni 2026
8 25 September 2026 25 September 2026
9 25 Desember 2026
10 25 Maret 2027
11 25 Juni 2027
12 25 September 2027
Satuan Pemindahbukuan dan Satuan Perdagangan Obligasi
Satuan pemindahbukuan Obligasi adalah senilai Rp1 (satu Rupiah) atau kelipatannya.
Perdagangan Obligasi dilakukan di Bursa Efek dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagaimana ditentukan dalam peraturan
Bursa Efek. Satuan perdagangan Obligasi di Bursa Efek dilakukan dengan nilai sebesar Rp5.000.000 (lima juta Rupiah) dan
kelipatannya atau dengan nilai sebagaimana ditentukan dalam peraturan Bursa Efek dan/atau Perjanjian yang ditandatangani
oleh Perseroan dan Bursa Efek.
Jaminan
Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan baik barang
bergerak maupun benda tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari menjadi jaminan bagi
pemegang Obligasi ini sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdataan.
Penyisihan Dana Pelunasan Pokok Obligasi (Sinking Fund)
Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana untuk Obligasi ini dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan
penggunaan dana hasil emisi sesuai dengan tujuan penggunaan dana bersih hasil Penawaran Umum Berkelanjutan ini.
Tata Cara Pembayaran Bunga Obligasi
Pelunasan Pokok Obligasi dan pembayaran Bunga Obligasi oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang
Rekening akan dilakukan melalui KSEI selaku Agen Pembayaran sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang
diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran dan sesuai dengan jadwal waktu pembayaran masing-masing sebagaimana
ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Apabila saat pelunasan Pokok Obligasi dan atau pembayaran Bunga Obligasi
jatuh bukan pada Hari Kerja, maka akan dibayarkan pada Hari Kerja berikutnya.
Jumlah Minimum Pemesanan
Perdagangan Obligasi yang dilakukan di Bursa Efek dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagaimana ditentukan dalam
peraturan Bursa Efek. Satuan Perdagangan Obligasi di Bursa Efek dilakukan dengan nilai sebesar Rp5.000.000,- (lima juta
Rupiah) dan/atau kelipatannya.
Pembelian Kembali (Buy Back)
Keterangan mengenai Pembelian Kembali Obligasi dapat dilihat di Prospektus bab I.
Hak-Hak Pemegang Obligasi
Keterangan mengenai hak-hak pemegang Obligasi dapat dilihat di Prospektus bab I.
Pembatasan-Pembatasan dan Kewajiban-Kewajiban Perseroan
Keterangan mengenai hak Pembatasan-Pembatasan dan Kewajiban-Kewajiban Perseroan dapat dilihat di Prospektus bab I.
Kelalaian Perseroan
Keterangan mengenai Kelalaian Perseroan dapat dilihat di Prospektus bab I.
Rapat Umum Pemegang Obligasi
Keterangan mengenai Rapat Umum Pemegang Obligasi dapat dilihat di Prospektus bab I.
2
Page 4
Perubahan Perjanjian Perwaliamanatan
Perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Apabila perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dilakukan sebelum Tanggal Emisi, maka perubahan Perjanjian
Perwaliamanatan tersebut harus dibuat dalam suatu perjanjian tertulis yang ditandatangani oleh Wali Amanat dan
Perseroan dan setelah perubahan tersebut dilakukan, memberitahukan kepada OJK dengan tidak mengurangi ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
2. Apabila perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dilakukan pada dan setelah Tanggal Emisi, maka perubahan Perjanjian
Perwaliamanatan hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari RUPO dan perubahan dan/atau
penambahan tersebut dibuat dalam suatu perjanjian tertulis yang ditandatangani oleh Wali Amanat dan Perseroan,
kecuali ditentukan lain dalam peraturan/perundang-undangan yang berlaku, atau apabila dilakukan
penyesuaian/perubahan terhadap Perjanjian Perwaliamanatan berdasarkan peraturan yang baru yang berkaitan dengan
Perjanjian Perwaliamanatan.
Hukum yang Berlaku
Seluruh perjanjian-perjanjian yang berhubungan dengan Obligasi dan segala pelaksanaannya diatur dan ditafsirkan
berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia.
Hasil Pemeringkatan Obligasi
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 7/POJK.04/2017 dan Peraturan OJK No. 49/POJK.04/2020, Perseroan telah melakukan
pemeringkatan dalam rangka penerbitan Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance Indonesia Tahap I Tahun 2024 yang
dilaksanakan oleh Fitch. Berdasarkan surat No. 114/DIR/RATLTR/VI/2024 tanggal 25 Juni 2024, Obligasi Berkelanjutan VI BFI
Finance Indonesia Tahap I Tahun 2024 telah mendapat peringkat:
AA-(idn) (double a minus)
PT Fitch Ratings Indonesia menetapkan Peringkat Nasional Jangka Panjang AA-(idn) untuk Obligasi Berkelanjutan VI BFI
Finance Indonesia dengan nilai total maksimal Rp6.000.000.000.000,- (enam triliun Rupiah). Fitch juga menetapkan peringkat
AA-(idn) atas penerbitan Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance Indonesia Tahap I Tahun 2024 yang akan jatuh tempo paling
lama tiga tahun sejak tanggal penerbitan.
Peringkat Nasional 'AA-' menunjukkan ekspektasi tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah dibandingkan dengan emiten
atau obligasi lain di negara atau serikat moneter yang sama. Risiko gagal bayar inheren hanya sedikit berbeda dari emiten
atau obligasi dengan peringkat tertinggi di negara tersebut.
Perseroan tidak memiliki hubungan Afiliasi sebagaimana definisi hubungan Afiliasi pada UUPPSK dengan PT Fitch Ratings
Indonesia yang bertindak sebagai lembaga pemeringkat. Perseroan akan melakukan pemeringkatan atas Obligasi yang
diterbitkan setiap 1 (satu) tahun sekali selama kewajiban atas Efek tersebut belum lunas, sesuai dengan ketentuan yang diatur
dalam Peraturan OJK No. 49/POJK.04/2020.
Perseroan akan menyampaikan peringkat tahunan atas setiap klasifikasi Efek bersifat utang dan/atau sukuk kepada OJK
paling lambat 10 (sepuluh) Hari Kerja setelah berakhirnya masa berlaku peringkat terakhir sampai dengan Perseroan telah
menyelesaikan seluruh kewajiban yang terkait dengan Efek bersifat utang dan/atau sukuk yang diterbitkan.
Keterangan Tentang Wali Amanat
Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi, Perseroan dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (“BTN”) selaku Wali
Amanat telah menandatangani Perjanjian Perwaliamanatan.
Alamat Wali Amanat adalah sebagai berikut:
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Financial Institution & Capital Market Division (FICD)
Menara 2 BTN Lantai 8
Jl. H.R. Rasuna Said No. 1
Jakarta Selatan 12980, Indonesia
Tel.: (021) 38825147 Ext. 109
Website: www.btn.co.id
E-mail: trustee.btn@gmail.com
Untuk Perhatian: Financial Services Department
3
Page 5
Keterangan lebih lanjut mengenai Penawaran Umum Berkalanjutan Obligasi dapat dilihat di Prospektus
bab I.
RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM
Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan Perseroan
seluruhnya untuk modal kerja berupa pembiayaan investasi, modal kerja dan multi guna (selain pembiayaan berbasis syariah)
sebagaimana yang ditentukan oleh ijin yang dimiliki Perseroan berdasarkan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.
Keterangan lebih lanjut mengenai Rencana Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum dapat dilihat di Prospektus
bab II.
PERNYATAAN UTANG
Jumlah liabilitas dalam bab ini diambil dari angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan pada tanggal dan
untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2024, yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (“KAP”) Tanubrata
Sutanto Fahmi Bambang & Rekan (BDO Indonesia), auditor independen berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh
Institut Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”), ditandatangani oleh Susanto Bong, SE, Ak, CPA, CA (Rekan pada BDO dengan
dengan Registrasi Akuntan Publik No. AP.1042) dalam laporan audit tertanggal 21 Juni 2024 dengan opini Wajar Tanpa
Modifikasian dengan nomor Laporan Auditor Independen No. 00082/3.0423/AU.1/09/1042-2/1/VI/2024 tanggal 21 Juni 2024.
Pada tanggal 31 Mei 2024, Perseroan mempunyai jumlah liabilitas konsolidasian sebesar Rp14.458.652 juta.
Penjelasan lebih lengkap mengenai pernyataan utang dapat dilihat dalam Bab III Prospektus.
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Ikhtisar data keuangan konsolidasian penting Perseroan dan Perusahaan Anak di bawah ini diambil dari laporan keuangan
konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk periode lima bulan yang berakhir pada 31 Mei 2024
(diaudit) dan 2023 (tidak diaudit) serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 (diaudit)
beserta catatan atas laporan-laporan keuangan ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
(“SAK”) yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan (BDO Indonesia), Akuntan Publik
Independen, berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”) dalam laporan audit
tertanggal 21 Juni 2024, dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian yang ditandatangani oleh Susanto Bong, SE, Ak, CPA, CA.
(Rekan pada BDO dengan Registrasi Akuntan Publik No. AP.1042).
A. LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(dalam jutaan Rupiah)
31 Mei 31 Desember
Keterangan 2024 2023 2022
Aset
Kas dan setara kas 1.394.669 1.739.659 1.073.255
Piutang pembiayaan - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai 20.972.708 20.706.393 19.554.254
Piutang ijarah dan IMBT – setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai 79.640 52.769 7.767
Piutang lain-lain - Pihak ketiga 339.523 250.715 162.635
Aset derivatif 85.195 56.657 103.056
Beban dibayar dimuka dan uang muka 49.046 34.437 24.767
Aset tetap - neto 699.409 720.827 659.145
Aset hak - guna - neto 41.807 41.025 38.419
Aset takberwujud - neto 236.351 255.166 139.499
Aset pajak tangguhan 135.600 131.963 164.029
Aset lain-lain 2.321 1.824 2.808
Jumlah Aset 24.036.269 23.991.435 21.929.634
Liabilitas
Pinjaman yang diterima - Pihak ketiga 10.094.134 8.665.860 10.246.908
Surat berharga yang diterbitkan - setelah dikurangi biaya emisi surat berharga yang
belum diamortisasi 3.117.443 4.720.775 1.581.490
Beban akrual 189.837 324.121 479.299
Utang dividen 407.446 788 1.522
Utang pajak 19.705 199.717 263.269
Utang lain-lain Pihak ketiga 470.674 437.423 489.352
4
Page 6
(dalam jutaan Rupiah)
31 Mei 31 Desember
Keterangan 2024 2023 2022
Liabilitas imbalan pasca-kerja 159.413 142.955 111.885
Jumlah Liabilitas 14.458.652 14.491.639 13.173.725
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Modal saham 399.178 399.178 399.178
Tambahan modal disetor - neto 609.459 609.459 609.459
Saham treasuri (232.957) (232.957) (232.957)
Penghasilan komprehensif lain
(Kerugian) keuntungan kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai arus
kas – neto (72.526) 666 (10.267)
Keuntungan pengukuran kembali program aktuarial manfaat pasti 58.942 64.537 73.020
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 125.000 120.000 115.000
Belum ditentukan penggunaannya 8.689.866 8.538.215 7.801.690
9.576.962 9.499.098 8.755.123
Kepentingan nonpengendali 655 698 786
Jumlah Ekuitas 9.577.617 9.499.796 8.755.909
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 24.036.269 23.991.435 21.929.634
B. LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
(dalam jutaan Rupiah)
31 Mei 31 Desember
Keterangan 2024 2023* 2023 2022
Pendapatan
Piutang pembiayaan 2.408.521 2.534.966 5.933.842 5.052.248
Keuangan 22.678 24.321 82.564 22.870
Syariah 58.438 41.374 108.662 65.157
Lain-lain 92.881 76.998 228.045 242.735
Jumlah Pendapatan 2.582.518 2.677.659 6.353.113 5.383.010
Beban
Gaji dan tunjangan (650.313) (608.586) (1.457.103) (1.324.648)
Beban bunga dan keuangan (391.649) (379.200) (951.310) (624.099)
Umum dan administrasi (365.154) (346.986) (870.505) (771.052)
Cadangan kerugian penurunan nilai
Piutang pembiayaan (404.187) (421.501) (785.034) (367.235)
Piutang ijarah dan IMBT (1.890) (427) (1.015) (223)
Lain-lain (75.582) (70.303) (262.894) (57.072)
Jumlah Beban (1.888.775) (1.827.003) (4.327.861) (3.144.329)
Laba Sebelum Pajak 693.743 850.656 2.025.252 2.238.681
Beban Pajak Penghasilan (131.072) (164.726) (381.453) (432.002)
Laba Periode/Tahun Berjalan 562.671 685.930 1.643.799 1.806.679
Penghasilan Komprehensif Lain
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Bagian efektif atas perubahan nilai wajar instrumen derivatif -
lindung nilai arus kas (90.360) 16.674 13.498 26.409
Pajak penghasilan terkait 17.168 (3.168) (2.565) (5.018)
(73.192) 13.506 10.933 21.391
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Kerugian pengukuran kembali program aktuarial manfaat pasti (6.907) (278) (10.468) (8.979)
Pajak penghasilan terkait 1.312 53 1.986 1.713
(5.595) (225) (8.482) (7.266)
Penghasilan Komprehensif Lain Periode/Tahun Berjalan -
Setelah Pajak (78.787) 13.281 2.451 14.125
Jumlah Laba Komprehensif Periode/Tahun Berjalan 483.884 699.211 1.646.250 1.820.804
Laba per Saham Dasar (nilai penuh) 37 46 109 121
*tidak diaudit
5
Page 7
C. RASIO
31 Mei 31 Desember
Keterangan
2024 2023* 2023 2022
Rasio Usaha (%)
Laba sebelum pajak / pendapatan 26,9 31,8 31,9 41,6
Laba periode/tahun berjalan / pendapatan 21,8 25,6 25,9 33,6
Laba periode/tahun berjalan / jumlah ekuitas (ROE)** 14,1 18,3 17,3 20,6
Laba periode/tahun berjalan / jumlah aset (ROA)** 5,6 6,6 6,9 8,2
Rasio Piutang Pembiayaan Bermasalah (NPF) - neto 1,5 1,8 1,4 1,0
Rasio Keuangan (x, kecuali dinyatakan lainnya)
Cash Ratio 0,2 0,2 0,2 0,2
Current Ratio 1,6 1,4 1,5 1,6
Utang terhadap ekuitas (gearing ratio)** 1,4 1,6 1,4 1,4
Rasio liabilitas terhadap aset 0,6 0,6 0,6 0,6
Rasio liabilitas terhadap ekuitas 1,5 1,8 1,5 1,5
Interest coverage ratio 2,8 3,2 3,1 4,6
Debt service coverage ratio 0,3 0,4 0,4 0,5
Rasio Pertumbuhan (%)
Jumlah pendapatan (2,4) 19,4 18,0 30,6
Laba periode/tahun berjalan (17,8) (8,9) (9,0) 59,7
Jumlah aset 0,2 13,0 9,4 40,3
Jumlah liabilitas (0,2) 20,0 10,0 60,5
Jumlah ekuitas 0,8 2,5 8,5 17,8
*tidak diaudit
**laba periode berjalan 31 Mei 2024 dan 2023 disetahunkan (mengacu kepada Surat Edaran OJK No. 01//2016)
D. RASIO KEUANGAN YANG DIPERSYARATKAN DALAM PERJANJIAN UTANG
Tingkat Pemenuhan
Rasio-rasio dalam Perjanjian Pinjaman Persyaratan Rasio Keuangan
Perseroan per 31 Mei 2024
Gearing ratio (total debt to tangible net worth) (x) <5x 1,4x
Rasio piutang pembiayaan bermasalah <5% 1,4%
Dampak mata uang yang tidak dilindungi <25% 0,0%
Ekuitas yang diharuskan (tangible net worth) >Rp1 triliun Rp9,4 triliun
Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2024, Perseroan telah mematuhi seluruh persyaratan penting
sehubungan dengan perjanjian dengan bank.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN
Analisis dan pembahasan di bawah ini berisi tentang diskusi hasil operasi dan kondisi keuangan Perseroan dan Perusahaan
Anak pada tanggal dan untuk periode lima bulan yang berakhir pada 31 Mei 2024 (diaudit) dan 2023 (tidak diaudit) serta untuk
tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 (diaudit) beserta penjelasan atas faktor-faktor yang
dapat mempengaruhi kinerja Perseroan dan prospek usaha Perseroan di masa mendatang.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK yang telah
diaudit oleh KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan (BDO Indonesia), Akuntan Publik Independen, berdasarkan
standar audit yang ditetapkan oleh IAPI dalam laporan audit tertanggal 21 Juni 2024, dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian.
Laporan auditor independen tersebut ditandatangani oleh Susanto Bong, SE, Ak, CPA, CA. (Rekan pada BDO dengan
Registrasi Akuntan Publik No. AP.1042) untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2024 dan tahun yang berakhir 31
Desember 2023 serta ditandatangani oleh Santanu Chandra, CPA, (Rekan pada BDO dengan Registrasi Akuntan Publik No.
AP.0119) untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022.
6
Page 8
a. Kinerja Keuangan
Periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2024 dibandingkan dengan periode lima bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Mei 2023
Pendapatan. Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2024, pendapatan Perseroan berasal dari
pendapatan piutang pembiayaan (93,2% dari keseluruhan), pendapatan syariah (2,3%), pendapatan keuangan (0,9%) dan
pendapatan lain-lain (3,6%). Jumlah pendapatan Perseroan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2024
adalah sebesar Rp2.582.518 juta, menurun Rp95.141 juta atau 3,6% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023
sebesar Rp2.677.659 juta.
Penurunan ini terjadi terutama berasal dari penurunan pada penyaluran pembiayaan baru. Hal ini dilakukan sebagai dampak
dari kebijakan manajemen untuk menekan kenaikan tingkat piutang bermasalah yang timbul ditengah tantangan yang terjadi
di industri pendukung usaha pembiayaan, seperti industri otomotif yang mengalami penurunan penjualan kendaraan baru roda
empat sekitar 20% sampai dengan Mei 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, industri alat-alat
berat juga mengalami penurunan sebesar 27% dalam periode yang sama. Karena penurunan tersebut, maka Perseroan
menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaannya, yang berdampak pada penurunan piutang pembiayaan
dibandingkan periode sebelumnya.
Kondisi lain yang juga berpengaruh terhadap kualitas piutang pembiayaan adalah POJK 22 / 2023, yang mengatur tata cara
penagihan yang lebih ketat. Hal ini juga berdampak pada meningkatnya tingkat kehati-hatian bagi perusahaan pembiayaan
dalam menjalankan bisnis sesuai peraturan OJK tersebut, dan secara sementara berdampak pada pengetatan atas kebijakan
pembiayaan yang diambil, dan berdampak pada pertumbuhan piutang pembiayaan. Karena piutang pembiayaan yang tidak
tumbuh tersebut, maka pendapatan Perseroan juga terdampak, dimana terjadi sedikit penurunan dibanding periode yang sama
tahun sebelumnya.
Manajemen berpendapat bahwa dampak penurunan yang terjadi sudah dapat dikendalikan, dan Perseroan telah memiliki
Standar Operasional dan Prosedur dan menyiapkan karyawan lapangan untuk mengikuti aturan yang berlaku, sehingga di
periode semester kedua tahun 2024, diharapkan trend pertumbuhan bisnis akan kembali terlaksana, sehingga secara tahunan,
pendapatan Perseroan akan dapat tumbuh kembali.
Pendapatan Piutang Pembiayaan. Jumlah pendapatan piutang pembiayaan mengalami penurunan sebesar Rp126.445 juta
atau 5,0% dari Rp2.534.966 juta untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2023 menjadi Rp2.408.521 juta
untuk periode yang sama di tahun 2024. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan nilai penyaluran pembiayaan baru selama
periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2024 yang menyebabkan pendapatan piutang pembiayaan mengalami
penurunan sebesar Rp89.126 juta atau 4,7% menjadi Rp1.820.492 juta dari Rp1.909.618 juta pada periode yang sama di
tahun 2023. Selain itu, penurunan dapat dilihat juga dari pendapatan berbasis jasa dari pembiayaan baru (pendapatan
administrasi) dan pendapatan terminasi atas pelunasan lebih awal masing-masing turun sebesar 7,9% dan 8,3%.
Pendapatan Keuangan. Jumlah pendapatan keuangan mengalami penurunan sebesar Rp1.643 juta atau 6,8% dari sebesar
Rp24.321 juta untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2023 menjadi Rp22.678 juta untuk periode yang
sama tahun 2024. Hal ini terutama disebabkan oleh menurunnya penempatan dana di bank dan pengelolaan dana yang efektif.
Pendapatan Syariah. Jumlah pendapatan syariah mengalami kenaikan sebesar Rp17.064 juta atau 41,2% dari Rp41.374 juta
untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2023 menjadi Rp58.438 juta untuk periode yang sama tahun
2024. Hal ini seiring meningkatnya jumlah piutang pembiayaan syariah selama periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
31 Mei 2024.
Pendapatan Lain-lain. Jumlah pendapatan lain-lain mengalami kenaikan sebesar Rp15.883 juta atau 20,6% dari Rp76.998
juta untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2023 menjadi Rp92.881 juta untuk periode yang sama tahun
2024. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan atas pemulihan dari piutang yang dihapusbukukan sebesar 21,0% atau
Rp13.803 juta, berkat upaya pemulihan yang intensif dan upaya pengelolaan yang lebih baik.
Beban Gaji dan Tunjangan. Jumlah beban gaji dan tunjangan mengalami kenaikan sebesar Rp41.727 juta atau 6,9% dari
Rp608.586 juta untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2023 menjadi Rp650.313 juta untuk periode yang
sama tahun 2024. Hal ini sejalan dengan peningkatan jumlah karyawan Perseroan sebesar 2,2% atau 235 karyawan dari
10.620 karyawan menjadi 10.855 karyawan, serta penyesuaian gaji tahunan yang dilaksanakan setiap awal tahun. Manajemen
Perseroan selalu melakukan peninjauan atas produktivitas dan benefit yang dibayarkan kepada karyawan dari waktu ke waktu,
sehingga tetap pada taraf kompetitif dan juga produktif.
7
Page 9
Beban Bunga dan Keuangan. Jumlah beban bunga dan keuangan mengalami kenaikan sebesar Rp12.449 juta atau 3,3% dari
Rp379.200 juta untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2023 menjadi Rp391.649 juta untuk periode yang
sama tahun 2024. Hal ini terutama disebabkan oleh meningkatnya rata-rata biaya dana dari 6,9% menjadi 7,1%.
Peningkatan beban bunga dan keuangan tidak terlepas dari kenaikan suku bunga Bank Indonesia (7 Days Repo Rate), yang
mengalami peningkatan dua kali peningkatan dari tahun 2023 hingga saat ini. Manajemen selalu mencermati kondisi likuiditas
dan suku bunga perbankan, dan melakukan diversifikasi pendanaan melalui kerjasama perbankan serta penerbitan obligasi
secara berkala, sehingga dapat meminimalisir dampak kenaikan suku bunga bagi Perseroan.
Beban Umum dan Administrasi. Jumlah beban umum dan administrasi mengalami kenaikan sebesar Rp18.168 juta atau 5,2%
dari sebesar Rp346.986 juta untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2023 menjadi Rp365.154 juta untuk
periode yang sama tahun 2024. Komponen kenaikan beban terbesar adalah pada beban amortisasi aset tak berwujud yang
naik sebesar 147,8% atau Rp17.208 juta dan beban penerimaan angsuran yang naik sebesar 38,7% atau Rp16.489 juta.
Menurut pandangan Manajemen, peningkatan beban umum dan administrasi telah terkontrol dengan baik dengan berbagai
prosedur dan aturan main terkait pengeluran biaya, termasuk otoritas dan batasan pengeluaran biaya, serta pengawasan audit
dan control atas budget operasional yang telah berjalan saat ini.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai. Jumlah penyisihan cadangan penurunan nilai mengalami penurunan sebesar Rp15.851
juta atau 3,8% dari Rp421.928 juta untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2023 menjadi Rp406.077 juta
untuk periode yang sama tahun 2024. Hal ini sejalan dengan perbaikan kualitas aset yang dialami selama periode lima bulan
yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2024.
Risk Manajemen Perseroan melakukan perhitungan kecukupan pencadangan piutang berkala secara bulanan untuk
memastikan CKPN yang dibentuk cukup dan sesuai dengan peraturan OJK maupun standar akuntansi keuangan yang berlaku.
Beban Lain-lain. Jumlah beban lain-lain mengalami kenaikan sebesar Rp5.279 juta atau 7,5% dari sebesar Rp70.303 juta
untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2023 menjadi Rp75.582 juta untuk periode yang sama tahun
2024. Hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban penghapusan atas piutang dalam proses penyelesaian.
Manajemen Perseroan berpendapat bahwa pengawasan atas beban lain-lain juga sudah dilakuan dengan baik, sebagaimana
pengendalian atas biaya umum dan administrasi.
Laba Periode Berjalan. Sebagai akibat dari perubahan pada akun-akun sebagaimana telah dijelaskan di atas, laba periode
berjalan mengalami penurunan sebesar Rp123.259 juta atau 18,0% dari Rp685.930 juta untuk periode lima bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Mei 2023 menjadi Rp562.671 juta untuk periode yang sama tahun 2024.
Manajemen telah merencanakan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan bahwa laba di semester dua tahun
2024 dapat tumbuh lebih baik dibanding semester pertama, diantaranya dengan menumbuhkan penyaluran pembiayaan baru
yang lebih agresif serta perencanaan manajemen atas aktivitas penagihan sehingga kredit macet dan piutang tak tertagih
dapat diminimalisir serta pengawasan yang lebih baik atas biaya operasional serta produktifitas karyawan yang lebih tinggi.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2022
Pendapatan. Jumlah pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar
Rp6.353.113 juta, meningkat Rp970.103 juta atau 18,0% dibandingkan dengan tahun yang berakhir tanggal 31 Desember
2022 sebesar Rp5.383.010 juta. Peningkatan tersebut terutama dikontribusi dari peningkatan pendapatan piutang pembiayaan
sebesar Rp881.594 juta atau 17,4% dan pendapatan keuangan sebesar Rp59.694 juta atau 261,0%.
Pendapatan Piutang Pembiayaan. Jumlah pendapatan piutang pembiayaan mengalami kenaikan sebesar Rp881.594 juta atau
17,4% dari sebesar Rp5.052.248 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 menjadi Rp5.933.842 juta
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan pendapatan piutang
pembiayaan sebesar Rp792.878 juta atau 21,6% menjadi Rp4.465.384 juta dari Rp3.672.506 juta pada tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023. Selain itu, kenaikan dapat dilihat juga dari pendapatan berbasis jasa dari pembiayaan baru
(pendapatan administrasi) sebesar 9,9% atau Rp75.571 juta, pendapatan denda keterlambatan atas pembayaran konsumen
dan pendapatan terminasi atas pelunasan lebih awal masing-masing naik sebesar 7,4% dan 3,5%.
8
Page 10
Pendapatan Keuangan. Jumlah pendapatan keuangan mengalami kenaikan sebesar Rp59.694 juta atau 261,0% dari
Rp22.870 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 menjadi Rp82.564 juta untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya penempatan dana yang meningkat sebelum
disalurkan untuk pembiayaan baru, sejalan dengan peningkatan volume bisnis Perseroan.
Pendapatan Syariah. Jumlah pendapatan syariah mengalami kenaikan sebesar Rp43.505 juta atau 66,8% dari sebesar
Rp65.157 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 menjadi Rp108.662 juta untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023. Hal ini seiring meningkatnya jumlah piutang pembiayaan syariah selama tahun 2023.
Pendapatan Lain-lain. Jumlah pendapatan lain-lain mengalami penurunan sebesar Rp14.690 juta atau 6,1% dari sebesar
Rp242.735 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 menjadi Rp228.045 juta untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan atas pemulihan dari piutang yang
dihapusbukukan sebesar 5,8% atau Rp12.164 juta dan penurunan keuntungan bersih atas penjualan aset tetap sebesar 33,2%
atau Rp6.707 juta.
Beban Gaji dan Tunjangan. Jumlah beban gaji dan tunjangan mengalami kenaikan sebesar Rp132.455 juta atau 10,0% dari
Rp1.324.648 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 menjadi Rp1.457.103 juta untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023. Hal ini sejalan dengan peningkatan jumlah karyawan Perseroan sebesar 10,9%
atau 1.097 karyawan dari 10.099 karyawan menjadi 11.196 karyawan sepanjang tahun 2023.
Beban Bunga dan Keuangan. Jumlah beban bunga dan keuangan mengalami kenaikan sebesar Rp327.211 juta atau 52,4%
dari Rp624.099 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 menjadi Rp951.310 juta untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023. Hal ini sejalan dengan kenaikan jumlah pinjaman di tahun 2023 yang mencapai
Rp13.386.635 juta atau 13,2% lebih besar dibandingkan Rp11.828.398 juta di tahun 2022. Sementara rata-rata biaya dana
tidak berubah dari tahun 2022 ke 2023, yakni senilai 7,0%.
Beban Umum dan Administrasi. Jumlah beban umum dan administrasi mengalami kenaikan sebesar Rp99.453 juta atau 12,9%
dari sebesar Rp771.052 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 menjadi Rp870.505 juta untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh beban penerimaan angsuran, yang
meningkat 86,5% atau Rp69.680 juta. Kenaikan signifikan juga terjadi pada beban perbaikan dan pemeliharaan, sebesar
39,4% atau Rp35.134 juta. Sementara itu, honorarium tenaga ahli, yang di tahun 2022 merupakan komponen terbesar dari
beban umum dan administrasi, menunjukkan penurunan 71,1% atau Rp105.401 juta di tahun 2023.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai. Jumlah penyisihan cadangan penurunan nilai mengalami kenaikan sebesar Rp418.591
juta atau 113,9% dari Rp367.458 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 menjadi Rp786.049 juta
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023. Peningkatan ini sebagian terjadi karena dampak dari kenaikan
kredit macet setelah terjadinya serangan siber, sebagai imbas dari terhentinya sistem operasional Perseroan untuk sementara
waktu. Akibatnya, efektivitas tim penagihan untuk melaksanakan tugasnya turut terdampak, sehingga terjadi peningkatan kredit
macet dan kerugian piutang tak tertagih.
Beban Lain-lain. Jumlah beban lain-lain mengalami kenaikan sebesar Rp205.822 juta atau 360,6% dari sebesar Rp57.072 juta
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 menjadi Rp262.894 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023. Beban lain-lain di tahun 2023 terutama berupa penghapusan piutang dalam proses penyelesaian.
Jumlahnya mencapai 87,1% dari keseluruhan beban lain-lain yang mencapai Rp262.894 juta, meningkat lebih dari 3,5 kali
lipat dari nilainya di tahun 2022. Penyebabnya adalah besarnya tingkat penyelesaian piutang melalui mekanisme serah aset,
dimana terjadi penurunan nilai penjualan aset yang dialihkan dibandingkan dengan nilai buku piutang yang diambil alih
tersebut.
Laba Tahun Berjalan. Di tahun 2023, Perseroan membayar beban pajak penghasilan sebesar Rp381.453 juta, atau Rp50.549
juta lebih rendah dibandingkan di tahun 2022. Hal ini berkorelasi dengan jumlah laba sebelum pajak di 2023, sebesar
Rp2.025.252 juta atau 9,5% di bawah pencapaian tahun 2022. Rasio beban pajak penghasilan adalah 18,8% dari jumlah laba
sebelum pajak di tahun 2023, sementara rasio serupa di tahun 2022 adalah 19,3%. Sebagai hasilnya, laba tahun berjalan di
2023 tercatat sebesar Rp1.643.799 juta, atau 9,0% lebih rendah dibandingkan Rp1.806.679 juta di tahun 2022.
9
Page 11
b. Aset
Jumlah Aset
Posisi pada tanggal 31 Mei 2024 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2023
Jumlah aset pada tanggal 31 Mei 2024 adalah sebesar Rp24.036.269 juta mengalami kenaikan sebesar Rp44.834 juta atau
0,2% dari Rp23.991.435 juta pada tanggal 31 Desember 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan kegiatan utama
Perseroan yaitu piutang pembiayaan - neto sebesar 1,3% atau Rp266.315 juta menjadi Rp20.972.708 juta.
Posisi pada tanggal 31 Desember 2023 dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2022
Jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp23.991.435 juta mengalami kenaikan sebesar Rp2.061.801
juta atau 9,4% dari Rp21.929.634 juta pada tanggal 31 Desember 2022. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan kegiatan
utama Perseroan yaitu piutang pembiayaan sebesar 5,9% atau Rp1.152.139 juta menjadi Rp20.706.393 juta, serta
peningkatan kas dan setara kas sebesar 62,1% atau Rp666.404 juta menjadi Rp1.739.659 juta. Peningkatan kas dan setara
kas disebabkan terutama karena adanya penempatan dana yang meningkat sebelum disalurkan untuk pembiayaan baru,
sejalan dengan peningkatan volume bisnis Perseroan
c. Liabilitas
Posisi pada tanggal 31 Mei 2024 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2023
Jumlah liabilitas pada tanggal 31 Mei 2024 adalah sebesar Rp14.458.652 juta mengalami penurunan sebesar Rp32.987 juta
atau 0,2% dari Rp14.491.639 juta pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan jumlah liabilitas terutama pada pos surat
berharga yang diterbitkan – neto dan utang pajak.
Posisi pada tanggal 31 Desember 2023 dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2022
Jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp14.491.639 juta mengalami kenaikan sebesar
Rp1.317.914 juta atau 10,0% dari Rp13.173.725 juta pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan terbesar terutama pada pos
surat berharga yang diterbitkan – neto, yaitu penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Tahap III, IV dan V Tahun 2023 selama tahun
berjalan sebesar Rp3,8 triliun.
d. Ekuitas
Posisi pada tanggal 31 Mei 2024 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2023
Jumlah ekuitas pada tanggal 31 Mei 2024 adalah sebesar Rp9.577.617 juta mengalami kenaikan sebesar Rp77.821 juta atau
0,8% dari Rp9.499.796 juta pada 31 Desember 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh meningkatnya nilai saldo laba yang
belum ditentukan penggunaannya sebesar 1,8% atau Rp151.651 juta dari Rp8.538.215 juta di akhir tahun 2023 menjadi
Rp8.689.866 juta pada tanggal 31 Mei 2024.
Posisi pada tanggal 31 Desember 2023 dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2022
Jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp9.499.796 juta mengalami kenaikan sebesar Rp743.887
juta atau 8,5% dari Rp8.755.909 juta pada tanggal 31 Desember 2022. Hal ini terutama disebabkan oleh meningkatnya nilai
saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar 9,4% atau Rp736.525 juta dari Rp7.801.690 juta di akhir tahun
2022 menjadi Rp8.538.215 juta di akhir tahun 2023.
Likuiditas
Likuiditas adalah kemampuan Perseroan untuk memenuhi liabilitas jangka pendek yang dapat diukur dengan membandingkan
antara total aset lancar terhadap total liabilitas jangka pendek.
Perseroan memiliki sumber likuiditas yang dapat mendukung perkembangan usaha di masa mendatang, dimana sumber
likuiditas secara internal berasal dari penerimaan pembayaran angsuran piutang-piutang pembiayaan dari konsumen dan
selalu melebihi jumlah kewajiban yang jatuh tempo dari waktu ke waktu. Di samping sumber likuiditas internal tersebut,
Perseroan juga memiliki sumber likuiditas eksternal dengan tersedianya fasilitas kredit dari beberapa bank yang belum
digunakan pada saat ini.
10
Page 12
Sampai dengan tanggal diterbitkannya Prospektus ini, Perseroan menyatakan bahwa tidak ada permintaan, perikatan atau
komitmen, kejadian dan/atau ketidakpastian yang mungkin mengakibatkan terjadinya peningkatan atau penurunan yang
material terhadap likuiditas Perseroan. Di samping itu, Perseroan menyatakan memiliki modal kerja yang cukup pada saat ini.
Solvabilitas
Solvabilitas mengukur berapa aset dan ekuitas yang dibiayai dengan menggunakan liabilitas.
Tingkat solvabilitas aset (liabilitas terhadap jumlah aset) Perseroan per 31 Mei 2024 adalah sebesar 0,6x, sementara tingkat
solvabilitas ekuitas (liabilitas terhadap ekuitas) Perseroan per 31 Mei 2024 adalah sebesar 1,5x.
Besarnya solvabilitas aset yang rendah menunjukkan bahwa hanya sebagian aset dan ekuitas yang dibiayai menggunakan
liabilitas dan sisanya menggunakan modal sendiri, sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan Perseroan membayar
utang relatif tinggi.
Profitabilitas
Profitabilitas Perseroan dapat dilihat dari imbal hasil aset dan imbal hasil ekuitas.
Imbal hasil aset mencerminkan kemampuan Perseroan untuk menghasilkan laba bersih dari aset yang dimiliki yang diukur dari
perbandingan antara laba bersih dengan jumlah aset. Rasio imbal hasil aset Perseroan per 31 Mei 2024 adalah sebesar 5,6%.
Rasio imbal hasil ekuitas mencerminkan kemampuan Perseroan untuk menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang
ditanamkan, yang diukur dari perbandingan antara laba bersih dengan jumlah ekuitas. Rasio imbal hasil ekuitas Perseroan per
31 Mei 2024 adalah sebesar 14,1%.
Sesuai dengan SEOJK No. 05/2015 tentang Tingkat Kesehatan Keuangan Perusahaan Pembiayaan, imbal hasil aset di atas
2% dan imbal hasil ekuitas di atas 6% dikategorikan sebagai “Sangat Sehat.”
FAKTOR RISIKO
Risiko yang Berkaitan dengan Usaha Perseroan
Risiko Utama – Risiko Pembiayaan (Kredit)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan menghadapi risiko kredit yang merupakan risiko yang melekat (inherent
risk) pada kegitan usaha Perseroan sebagai perusahaan multifinance. Risiko kredit didefinisikan sebagai ketidakmampuan
konsumen/debitur untuk membayar kembali kewajibannya pada tanggal jatuh tempo, baik pokok maupun bunga. Risiko ini
timbul jika pengelolaan kebijakan kredit tidak dilakukan secara berhati-hati dan prudent, sehingga menyebabkan penurunan
pendapatan dan peningkatan beban piutang tak tertagih. Risiko ini juga terjadi atas kerugian hasil penjualan aktiva yang diambil
alih di bawah nilai buku aktiva yang diambil-alih tersebut. Hal ini dapat disebabkan karena penurunan nilai pasar aktiva yang
diambil-alih tersebut karena kondisinya yang di bawah standar maupun karena kebijakan kredit yang terlalu agresif, sehingga
rasio pinjaman dibandingkan nilai wajar aktiva (Loan to Value Ratio) menjadi terlalu tinggi. Pada saat ini, kelompok konsumen
terbesar bagi Perseroan adalah di segmen konsumen kelas menengah ke bawah sehingga jika kondisi perekonomian nasional
memburuk berkepanjangan maka akan mengakibatkan konsumen tidak dapat memenuhi kewajibannya dan mengganggu
kelangsungan usaha Perseroan.
Risiko Usaha
- Risiko Pendanaan dan Likuiditas
- Risiko Persaingan
- Risiko Operasional
- Risiko Kepatuhan dan Regulasi
- Risiko Perubahan Teknologi
- Risiko Kelangkaan Sumber Daya Manusia dan Kepengurusan
- Risiko Terkait Investasi atau Aksi Korporasi
- Risiko Strategi
- Risiko Tata Kelola
11
Page 13
Risiko Umum
- Risiko Perekonomian
- Risiko Kebijakan Moneter
- Risiko Perubahan Kurs
- Risiko Sosial Politik
- Risiko Hukum
Risiko Investasi yang Berkaitan dengan Obligasi
Risiko yang dihadapi investor pembeli Obligasi adalah:
1. Risiko tidak likuidnya Obligasi yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini yang antara lain disebabkan karena tujuan
pembelian Obligasi sebagai investasi jangka panjang.
2. Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan dari Perseroan untuk melakukan pembayaran bunga Obligasi serta utang
Pokok Obligasi pada waktu yang telah ditetapkan, atau kegagalan Perseroan untuk memenuhi ketentuan lain yang
ditetapkan dalam Perjanjian Perwaliamanatan yang merupakan dampak dari memburuknya kinerja dan perkembangan
usaha Perseroan.
Penjelasan lebih lanjut mengenai risiko-risiko usaha Perseroan tersebut dapat dilihat pada Bab VI perihal Faktor Risiko dalam
Prospektus.
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Perseroan menyatakan bahwa tidak terdapat kejadian penting yang mempunyai dampak material dan relevan setelah tanggal
laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan (BDO Indonesia), Akuntan Publik Independen, berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI dalam
laporan audit tertanggal 21 Juni 2024 hingga Efektifnya Pernyataan Pendaftaran ini, selain informasi dibawah ini:
• Pada tanggal 25 Juni 2024, Perseroan telah melakukan pelunasan atas pokok dan bunga atas Obligasi V Tahap 5 Seri
A sejumlah Rp254.166.666.666,67.
INFORMASI SINGKAT TENTANG PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK
Riwayat Singkat Perseroan
Perseroan berkedudukan di Tangerang Selatan dan didirikan dengan nama PT Manufacturers Hanover Leasing Indonesia
berdasarkan Akta Pendirian No. 57 tanggal 7 April 1982 Jo. Akta Perubahan No. 40 tanggal 6 Oktober 1982, keduanya dibuat
di hadapan Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta yang telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-2091-HT.01.01.TH.82 tanggal 28 Oktober 1982, dan telah didaftarkan dalam
buku register di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta di bawah No. 4265 dan No. 4266 tanggal 9 November 1982, serta
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 102 tanggal 21 Desember 1982, Tambahan No. 1390.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang terakhir
tertuang dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No.19 tanggal 29 Juni 2022, dibuat di hadapan
Shanti Indah Lestari, S.H., M.Kn, Notaris di Kabupaten Tangerang, mengenai persetujuan perubahan Pasal 3, dan Pasal 15,
yang telah mendapat (i) persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-0052483.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 27 Juli 2022; (ii) diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
No. AHU-AH.01.03-0271122 tanggal 27 Juli 2022; dan (iii) didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0144874.AH.01.11.
Tahun 2022 tanggal 27 Juli 2022 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 74 tanggal 16 September
2022, Tambahan No. 31534.
Struktur Permodalan dan Pemegang Saham
Berdasarkan Akta No. 1 tanggal 5 Mei 2017 Juncto Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per tanggal 31 Juli 2024,
yang dikeluarkan oleh PT Raya Saham Registra selaku Biro Administrasi Efek Perseroan, struktur permodalan dan susunan
pemegang saham Perseroan pada tanggal diterbitkannya Prospektus ini adalah sebagai berikut:
12
Page 14
Nilai Nominal Rp25 Per Saham
Pemegang Saham
Saham Rupiah %*
Modal Dasar 20.000.000.000 500.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Trinugraha Capital & Co SCA 7.688.125.938 192.203.148.450 51,12
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 7.351.257.682 183.781.442.050 48,88
Sub-total 15.039.383.620 375.984.590.500 100,00
Saham Treasuri 927.732.000 23.193.300.000
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 15.967.115.620 399.177.890.500
Saham dalam Portepel 4.032.884.380 100.822.109.500
Keterangan:
*) % kepemilikan saham disajikan secara neto, diluar saham treasuri.
Pengurusan dan Pengawasan
Sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar, Perseroan dipimpin oleh Direksi di bawah pengawasan Dewan Komisaris.
Anggota Direksi dan Dewan Komisaris dipilih serta diangkat oleh RUPS masing-masing untuk jangka waktu terhitung sejak
tanggal yang ditentukan dalam RUPS yang mengangkat mereka dan berakhir pada saat ditutupnya RUPS tahunan yang kelima
setelah tanggal pengangkatan tersebut. Tugas dan wewenang Komisaris berserta Direksi diatur dalam Anggaran Dasar
Perseroan.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 7 tanggal 22 Mei 2024, dibuat di hadapan Shanti Indah Lestari, S.H.,
M,Kn, Notaris di Kabupaten Tangerang, yang telah (i) Diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan
No. AHU-AH.01.09-0210827 tanggal 6 Juni 2024 dan (ii) Didaftarkan dalam Daftar Perseroan
No. AHU-0110977.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 6 Juni 2024, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal
diterbitkannya Prospektus ini adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Kusmayanto Kadiman
Komisaris Independen : Johanes Sutrisno
Komisaris Independen : Alfonso Napitupulu
Komisaris : Sunata Tjiterosampurno
Komisaris : Saurabh Narayan Agarwal
Dewan Pengawas Syariah
Ketua : H. Asrori S. Karni
Anggota : Dr. Hj. Helda Rahmi Sina
Direksi
Presiden Direktur : Francis Lay Sioe Ho
Direktur Bisnis dan Manajemen Aset : Sutadi
Direktur Keuangan : Sudjono
Direktur Operasional : Andrew Adiwijanto
Direktur Transformasi : Goklas*)
*)Direktur atas nama Goklas belum mendapatkan surat persetujuan dari OJK atas Penilaian Kemampuan dan Kepatuhan, pengangkatannya
akan menjadi efektif pada tanggal surat persetujuan yang dimaksud dikeluarkan. Jabatan Goklas sebagai Direktur akan efektif setelah
mendapatkan persetujuan OJK atas penilaian kemampuan dan kepatuhan. Sampai dengan efektifnya pengangkatan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan Goklas tidak memiliki wewenang untuk mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan. Pada
tanggal diterbitkannya Prospektus ini, dokumen-dokumen persyaratan untuk mengikuti Fit & Proper Test di OJK terkait penilaian kemampuan
dan kepatuhan Goklas sebagai Direktur Perseroan telah diterima oleh OJK berdasarkan Tanda Terima Permohonan Fit & Proper Test No
Pengajuan 000000000015850 tertanggal 5 Agustus 2024.
Pengangkatan seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan tersebut telah telah memenuhi ketentuan Peraturan
OJK No. 33/POJK.04/2014, telah diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar
Perseroan.
Kegiatan Usaha
Pada saat ini, Perseroan tetap fokus pada tiga jenis pembiayaan yaitu pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja dan
pembiayaan multiguna karena pembiayaan Perseroan cukup terdiversifikasi dan tidak hanya fokus pada segmen/jenis
pembiayaan tertentu. Pada saat ini, strategi Perseroan untuk meningkatkan sektor pembiayaan adalah melalui pengembangan
channel penjualan dan menjangkau konsumen secara langsung melakukan kolaborasi dengan ekosistem digital.
13
Page 15
1. Pembiayaan Multifinance
2. Pembiayaan Modal Kerja dan Investasi
3. Pembiayaan Konsumen Berbasis Syariah
Pembiayaan berbasis syariah mulai dijalankan Perseroan pada tahun 2018. Unit Usaha Syariah (UUS) Perseroan telah
mendapatkan persetujuan dari OJK untuk menjalankan dan memasarkan penggunaan akad-akad dari pembiayaan berkonsep
syariah, yaitu:
1. Akad Ijarah untuk pembiayaan umrah;
2. Akad Ijarah untuk pembiayaan wisata halal;
3. Akad Ijarah untuk pembiayaan berbagai keperluan jasa;
4. Akad Ijarah untuk pembiayaan pendidikan;
5. Akad Murabahah untuk pembiayaan kendaraan bermotor;
6. Akad Murabahah untuk pembiayaan berbagai keperluan barang; dan
7. Akad al-Bai’ wa al-Isti’jar untuk pembiayaan kembali (refinancing) berbasis syariah, yang izinnya diperoleh UUS
berdasarkan surat persetujuan dari OJK No. S-1027/NB.213/2022 tanggal 10 Oktober 2022.
Dari tujuh produk pembiayaan syariah yang dikelola oleh UUS, Perseroan hanya memfokuskan pemasaran dari empat produk,
terdiri dari:
1. My Hajat untuk pembiayaan multijasa berbagai keperluan jasa,seperti jasa penyewaan rumah atau ruko, renovasi rumah
dan konsultan;
2. My Car Syariah untuk pembiayaan pembelian kendaraan bermotor roda empat bekas;
3. My Faedah untuk pembiayaan multifinance pembelian berbagai keperluan pembelian barang, seperti bahan material
bangunan, kebutuhan barang rumahtangga, dan barang lainnya yang memiliki manfaat untuk masyarakat; dan
4. My B-Share untuk pembiayaan multifinance dengan menggunakan skema refinancing (pembiayaan kembali) untuk
berbagai keperluan produktif maupun konsumtif, seperti biaya pendidikan, renovasi rumah, dan pengembangan usaha .
Khusus produk My Ihram (pembiayaan umrah), My Safar (pembiayaan wisata halal) dan My Ta’lim (pembiayaan pendidikan),
untuk sementara aktivitas pemasarannya masih dinonaktifkan, dengan pertimbangan manajemen UUS yang masih
memfokuskan pemasaran pada produk pembiayaan barang dan jasa berbasis syariah, serta mensyaratkan adanya jaminan
berupa BPKB kendaraan bermotor. Seluruh produk pembiayaan syariah dipasarkan secara daring melalui microsite BFI
Finance Syariah, syariah.bfi.co.id, kanal pemasaran digital lainnya, dan secara konvensional melalui cabang-cabang
perwakilan syariah yang tersebar di 45 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan Pasal 12 dari Peraturan OJK No.
10/2019, Perseroan sudah membentuk Komite Produk dan Pengembangan Kegiatan Usaha Syariah sejak tahun 2021 yang
diketuai oleh pimpinan UUS.
Prospek Usaha
Kinerja ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap stabil di tengah melemahnya prospek ekonomi global. Dengan dukungan
fundamental ekonomi domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2024 diproyeksikan sebesar 5,2% (yoy). Target
tersebut masih sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya, dimana selama tujuh kuartal
berturut-turut (Q4-2021 hingga Q2-2023) Indonesia membukukan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar lebih dari 5%. Meski
begitu, faktor-faktor domestik seperti perlambatan ekspor, kenaikan suku bunga dalam negeri dan pelemahan nilai tukar
Rupiah juga perlu dipertimbangkan.
Pemilu Presiden tahun 2024 merupakan salah satu faktor utama yang dapat menggerakkan kegiatan ekonomi Indonesia.
Banyak pelaku usaha yang memilih untuk wait and see dampak dari hasil Pemilu terhadap kebijakan Pemerintah kedepannya.
Di lain sisi, pemulihan ekonomi di tahun 2024 juga perlu diwaspadai dengan berbagai ketidakstablian politik global seperti
perang Israel-Palestina dan Rusia-Ukraina yang dapat mempengaruhi perekonomian dalam negeri serta ancaman perubahan
iklim yang dapat mengganggu rantai pasokan pangan dan mempengaruhi stabilitas perekonomian secara global.
OJK memperkirakan piutang-piutang pembiayaan multifinance untuk tumbuh double digit pada tahun 2024. Dengan berkaca
pada kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2023, proyeksi atas pemulihan ekonomi yang berlanjut di tahun 2024 serta
perkembangan kinerja dan pencapaian Perseroan di tahun 2023, Perseroan berada di posisi yang kuat untuk dapat
memanfaatkan potensi pasar dengan berbagai strategi yang akan ditempuh di tahun 2024 dan beberapa tahun ke depan.
Rencana dan langkah-langkah strategis ini akan menjadi kunci dalam mencapai pertumbuhan yang ditargetkan Perseroan.
14
Page 16
Perseroan melihat bahwa industri pembiayaan multifinance di Indonesia masih memiliki potensi besar untuk berkembang.
Menurut data Statistik Lembaga Pembiayaan Indonesia periode Desember 2023 yang diterbitkan oleh OJK, pembiayaan
multifinance merupakan segmen terbesar dari industri pembiayaan, dengan kontribusi sebesar 52,0% dan jumlah piutang yang
mencapai Rp245,2 triliun per 31 Desember 2023. Segmen ini mengalami peningkatan piutang sebesar 13,8% dari posisi
piutang pada tahun 2022 sebesar Rp215,4 triliun. Sementara itu, rasio NPF perusahaan pembiayaan di Indonesia mengalami
peningkatan dari 2,32% per 31 Desember 2022 menjadi 2,44% per 31 Desember 2023.
Perseroan memiliki keunggulan dalam beberapa area, antara lain teknologi informasi, SDM yang handal, serta fokus usaha
yang jelas dan wilayah jangkauan yang tersebar di seluruh Indonesia. Keunggulan ini akan dimanfaatkan Perseroan untuk
mengoptimalkan pertumbuhan bisnis dengan risiko yang terukur. Perseroan berkeyakinan dapat tumbuh lebih baik di semester
II 2024 setelah melakukan banyak konsolidasi dan penyesuaian di tengah kondisi yang cukup menantang sepanjang semester
I 2024, sehingga pada akhir tahun 2024, Perseroan dapat membukukan pertumbuhan positif dengan kualitas aset yang
diharapkan dan mencapai profitabilitas di atas rata-rata industri.
Tingkat Kesehatan Perseroan
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No. 84/PMK.012/2006 (“PMK”), yang mengatur sejumlah kriteria terkait tingkat
kesehatan perusahaan pembiayaan yang pada dasarnya mengatur mengenai tingkat solvabilitas, antara lain mengenai
minimum modal disetor dan maksimal jumlah pinjaman dibanding modal sendiri (gearing ratio).
Saat ini, Perseroan memenuhi seluruh peraturan dengan sangat memadai. Dalam hal gearing ratio, nilai maksimal yang
diperbolehkan sesuai dengan PMK adalah 10x, sementara per 31 Mei 2024 (dan sejak tahun 2022), gearing ratio Perseroan
masih jauh di bawah nilai tersebut, yaitu sebesar 1,4x. Selanjutnya menyangkut modal disetor, jumlah modal minimum yang
diperbolehkan adalah sebesar Rp10 miliar bagi perusahaan swasta nasional yang sudah beroperasi dan Rp100 miliar bagi
perusahaan pembiayaan yang baru mengajukan izin baru atau mengajukan izin perubahan pemegang saham. Perseroan
mencatatkan modal senilai Rp9 triliun per 31 Mei 2024, jauh di atas jumlah minimum yang diatur dalam PMK tersebut.
Penjelasan mengenai keterangan tentang Perseroan serta kegiatan dan prospek usaha dapat dilihat pada Bab VIII Prospektus.
PERPAJAKAN
Calon pembeli obligasi dalam penawaran umum ini diharapkan untuk berkonsultasi dengan konsultan pajak masing-masing
mengenai akibat perpajakan yang timbul dari penerimaan bunga obligasi, pemilikan maupun penjualan obligasi yang dibeli
melalui penawaran umum ini.
LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM
Wali Amanat : PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (“BTN”)
Konsultan Hukum : Jusuf Indradewa & Partners
Notaris : Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H.
Akuntan Publik : Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
Perusahaan Pemeringkat : PT Fitch Ratings Indonesia
TATA CARA PEMESANAN OBLIGASI
Keterangan mengenai Tata Cara Pemesanan Obligasi dapat dilihat pada Bab XIII dalam Prospektus.
AGEN PEMBAYARAN
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower I, lantai 5
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta 12190
Telepon : (62 21) 5299 1099
Faksimili : (62 21) 5299 1199
15
Page 17
PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi dapat diperoleh pada tanggal 18 – 20 September 2024 dari kantor
atau melalui email para Penjamin Emisi Obligasi dan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi sebagai berikut:
PT BCA Sekuritas PT Mandiri Sekuritas
Menara BCA, Grand Indonesia, Lantai 41 Menara Mandiri I, Lantai 25
Jl. M.H. Thamrin No.1 Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55
Jakarta 10310 Jakarta 12190
Tel.: (021) 2358 7222 Telp.: (021) 526 3445
Faksimili: (021) 2358 7250 / 2358 7300 Faksimili: (021) 526 3507
Website: www.bcasekuritas.co.id www.mandirisekuritas.co.id
Email: dcm@bcasekuritas.co.id Email: divisi-ib@mandirisek.co.id;
sett_fisd@mandirisek.co.id
PT BRI Danareksa Sekuritas PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
Gedung BRI II, Lantai 23 Gedung Artha Graha, Lantai 18 & 19
Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 10210 Jakarta 12190
Telp.: (021) 5091 4100 ext. 3218 Telp.: (021) 2924 9088
Faksimili: (021) 2520 990 Faksimili: (021) 2924 9150
www.bridanareksasekuritas.co.id www.trimegah.com
Email: IB-Group1@brids.co.id; Email: fit@trimegah.com
debtcapitalmarket@brids.co.id
SETIAP CALON INVESTOR DIHIMBAU UNTUK MEMBACA KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI PENAWARAN
UMUM INI MELALUI INFORMASI YANG TERSAJI DALAM PROSPEKTUS
16
Names mentioned 43 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.1 ×3
unresolved
org
PT FITCH RATING INDONESIA
p.1
unresolved
org
PT BRI Danareksa Sekuritas
p.1 ×2
unresolved
org
PT Fitch Ratings Indonesia
p.4 ×2
unresolved
org
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
· Akuntan Publik
p.5 ×5
unresolved
person
Susanto Bong
p.5 ×3
unresolved
person
CPA
p.5 ×3
unresolved
org
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang
p.5 ×3
unresolved
person
Santanu Chandra
p.7
unresolved
org
Bank Indonesia
p.9
unresolved
org
PT Manufacturers Hanover Leasing Indonesia
p.13
unresolved
person
Kartini Muljadi
· Notaris
p.13
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.13
unresolved
org
Pengadilan Negeri
p.13
unresolved
person
Shanti Indah Lestari
· Notaris
p.13 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×3
unresolved
org
PT Raya Saham Registra
p.13
unresolved
person
H. Asrori S. Karni
p.14
unresolved
person
Dr. Hj. Helda Rahmi Sina
p.14
unresolved
org
Menteri Keuangan RI
p.16
unresolved
org
Jusuf Indradewa & Partners
· Konsultan Hukum
p.16
unresolved
person
| Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H.
· Notaris
p.16 ×3
unresolved
person
H. Akuntan Publik
p.16
unresolved
org
PT Fitch Ratings Indonesia TATA CARA PEMESANAN OBLIGASI
p.16
unresolved
org
PT Mandiri Sekuritas Menara BCA
p.17
unresolved
person
H. Thamrin
p.17
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.