Back to announcement
20240821_KPIG_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31707596_lamp1.pdf
Other Text extracted KPIGSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Sehubungan dengan Laporan Keuangan per 30 Juni 2024 (tanggapan atas permintaan penjelasan ini
dapat dijawab melalui Form E023 - Publish)
1. Pada laporan keuangan Perseroan per 30 Juni 2024, pada sisi kinerja keuangan (laba rugi),
agar Perseroan dapat menjelaskan:
a. Latar belakang Perseroan membukukan kerugian selisih kurs pada 30 Juni 2024 sementara
per 31 Desember 2023, Perseroan membukukan keuntungan selisih kurs.
Tanggapan:
Pada 30 Juni 2024, kurs IDR melemah sebesar Rp1.005 poin terhadap USD (dari Rp15.416
menjadi Rp16.421) yang menyebabkan Perseroan mencatat kerugian selisih kurs atas
liabilitas valas yang dimiliki oleh Perseroan. Sedangkan pada tahun 2023, terjadi
penguatan kurs IDR terhadap USD sebesar Rp315 poin (dari Rp15.731 menjadi Rp15.416),
sehingga Perseroan membukukan keuntungan selisih kurs per 31 Desember 2023.
b. Latar belakang terdapat peningkatan keuntungan atas revaluasi aset tetap sebesar Rp405
miliar per 30 Juni 2024.
Tanggapan:
Latar belakang peningkatan keuntungan atas revaluasi aset tetap, merupakan revaluasi
dari Properti investasi sebesar Rp405 miliar dengan luas 15,6 Ha. Nilai Buku sebelum
revaluasi sebesar 156rb/m2 dan Nilai Revaluasi yang dilakukan menjadi sebesar
Rp2,75jt/m2.
Nilai aset tercatat setelah revaluasi ini masih jauh di bawah nilai pasar yang telah terjadi
untuk kawasan. Sebagai pembanding untuk unit Private Club House yang lokasinya
berdekatan dengan lokasi Properti Investasi yang di revaluasi dijual dengan harga sebesar
Rp12 jt/M².
c. Perincian pendapatan lain-lain neto sebesar Rp212,9 miliar per 30 Juni 2024 berdasarkan
subsegmen masing-masing.
Tanggapan:
Pendapatan lain - lain berasal dari keuntungan penjualan sebagian efek ekuitas PT Bank
MNC Internasional Tbk, yang dijual dengan nilai Rp333,4 Miliar.
2. Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) PT MNC Land Tbk (KPIG) nomor 6 terkait
dengan aset keuangan lainnya, Perseroan memiliki aset keuangan lainnya sebesar Rp1,75
triliun yang terdiri atas aset keuangan pada FVOCI sebesar Rp1,74 triliun dan aset keuangan
pada amortized cost sebesar Rp6,3 miliar. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
a. Latar belakang peningkatan aset keuangan FVOCI Efek Ekuitas sebesar Rp786 miliar
selama 6 bulan pada tahun 2024.
Tanggapan:
Sesuai dengan Keterbukaan Informasi: Laporan Perubahan Kepemilikan Saham
Perusahaan Terbuka yang disampaikan oleh Perseroan pada tanggal 8 Januari 2024,
Perseroan melakukan pembelian saham BABP 7,479,960,000 lbr dengan harga pembelian
Rp75/lembar, total Rp561 miliar pada saat MNC Bank Internasional melakukan right issue.
Page 2
b. Perincian aset FVOCI efek ekuitas sebesar Rp939 miliar berdasarkan nama efek ekuitas
yang diinvestasikan.
Tanggapan:
Efek ekuitas yang dimiliki Perseroan adalah efek ekuitas PT Bank Nationalnobu Tbk
(NOBU) yang dibeli oleh Perseroan sejumlah 747.8 jt lembar saham dengan harga
pembelian rata-rata Rp749/lbr senilai total Rp560 miliar, dan efek ekuitas PT Bank MNC
Internasional Tbk (BABP) Rp227.5 miliar yang dimiliki oleh Perseroan sejak Januari 2024
pada saat BABP melakukan right issue.
3. Berdasarkan CALK nomor 7 terkait dengan piutang usaha, agar Perseroan dapat
menyampaikan realisasi pelunasan piutang usaha sampai dengan saat ini:
Tanggapan:
4. Berdasarkan CALK nomor 9 terkait dengan Uang Muka dan Beban Dibayar di Muka, Uang
Muka per 30 Juni 2024 telah mengalami penurunan Rp559 miliar dibandingkan dengan saldo
per 31 Desember 2023 yang utamanya berasal dari tidak terdapatnya uang muka efek ekuitas
sebesar Rp560 miliar. Agar dapat dijelaskan latar belakang penurunan uang muka efek ekuitas
tersebut.
Tanggapan:
Penurunan uang muka efek ekuitas sebesar Rp560 miliar adalah realisasi uang muka
pembelian saham BABP sebesar Rp561 Miliar yang di buku Juni 2024 telah dicatatkan sebagai
aset keuangan lainnya pada tahun 2024.
5. Berdasarkan CALK nomor 14 terkait dengan Properti Investasi, Perseroan memiliki properti
investasi secara neto sebesar Rp10,1 triliun atau telah mengalami peningkatan sebesar Rp477
miliar yang utamanya berasal dari peningkatan pada properti investasi tanah. Properti
investasi tanah telah mengalami peningkatan sebesar Rp429 miliar yang utamanya berasal
dari keuntungan dari penilaian kembali nilai wajar properti investasi. Agar dapat dijelaskan:
Page 3
a. Latar belakang properti investasi tanah Perseroan mengalami peningkatan signifikan pada
tahun 2024.
Tanggapan:
Peningkatan properti investasi tersebut sesuai dengan yang telah dijelaskan pada point
1b, merupakan revalulasi dari Properti investasi sebesar Rp405 miliar dengan luas 15,6
Ha, Nilai Buku sebelum revaluasi sebesar 156rb/m2 dan Nilai Revaluasi yang dilakukan
menjadi sebesar Rp2,75jt/m2.
Nilai aset tercatat setelah revaluasi ini masih jauh di bawah nilai pasar yang telah terjadi
untuk kawasan. Sebagai pembanding untuk unit Private Club House yang lokasinya
berdekatan dengan lokasi Properti Investasi yang di revaluasi dijual dengan harga sebesar
Rp12 jt/M².
b. Apakah Perseroan telah menugaskan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk penilaian
kembali nilai wajar properti investasi tersebut per 30 Juni 2024? Agar dapat dijelaskan.
Tanggapan:
Sudah, Perseroan telah menugaskan KJPP untuk melakukan penilaian.
6. Berdasarkan CALK nomor 15 terkait dengan utang usaha, agar Perseroan dapat
menyampaikan tabel utang usaha beserta dengan pembayarannya sebagai berikut
7. Berdasarkan CALK nomor 16 terkait dengan utang lain-lain, agar Perseroan dapat menjelaskan
latar belakang peningkatan utang lain-lain kontraktor sebesar Rp45,9 miliar di mana per 30
Juni 2024 sebesar Rp74,1 miliar dan per 31 Desember 2023 sebesar Rp28,7 miliar.
Tanggapan:
Peningkatan utang kontraktor Perseroan sejalan dengan peningkatan aktivitas konstruksi
proyek Perseroan, seperti Proyek Lido (Golf Course, Country Club & Club House, Hotel Lido
Sky View) serta renovasi Hotel Westin Bali, dan proyek Perseroan lainnya.
8. Berdasarkan CALK nomor 15 terkait dengan Beban Akrual, agar Perseroan dapat menjelaskan
latar belakang terdapatnya beban akrual gaji dan tunjangan sebesar Rp57,8 miliar dan status
realisasi pembayaran beban gaji dan akrual tersebut.
Page 4
Tanggapan:
Beban akrual merupakan posisi cadangan yang dibentuk Perseroan untuk gaji dan tunjangan
karyawan Perseroan, selanjutnya cadangan tersebut akan dioffset setiap bulannya pada saat
pembayaran terealisasi.
9. Berdasarkan CALK nomor 24 terkait dengan Utang ke Lembaga Pembiayaan, Perseroan
memiliki utang lainnya sebesar Rp25 miliar. Agar dapat dijelaskan nature dari utang tersebut
dan realisasi pembayaran sampai saat ini.
Tanggapan:
Utang ke Lembaga Pembiayaan adalah Utang factoring entitas anak Perseroan dan utang
tersebut belum jatuh tempo.
10. Berdasarkan CALK nomor 31 terkait dengan pendapatan usaha, agar Perseroan dapat
menjelaskan:
a. Latar belakang peningkatan segmen pendapatan hotel dan resor.
Tanggapan:
Peningkatan segmen pendapatan hotel dan resor dikontribusi dari peningkatan
occupancy The Westin Hotel, Park Hyatt Hotel, dan Lido Lake Hotel, serta peningkatan
aktivitas MICE (Meeting Incentives Conferences and Exhibitions) dan Food & Beverage di
hotel dan resor yang dimiliki Perseroan.
b. Latar belakang peningkatan segmen pendapatan manajemen properti dan jasa lainnya.
Tanggapan:
Peningkatan segmen pendapatan manajemen property disebabkan oleh perluasan
layanan/jasa dari area properti yang dikelola, baik property yang dimiliki oleh Perseroan
maupun property yang dimiliki oleh pihak ketiga.
11. Berdasarkan CALK nomor 33 terkait dengan Beban Penjualan, agar Perseroan dapat
menjabarkan beban penjualan sebesar Rp25,9 miliar per 30 Juni 2024 berdasarkan nature dari
masing-masing beban penjualan.
Tanggapan:
Beban penjualan/pemasaran Perseroan merupakan beban pemasaran, biaya iklan dan
promosi yang dilakukan untuk memasarkan produk-produk Perseroan seperti hotel, golf
membership, private club house, apartemen, dan proyek Perseroan lainnya.
Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Internasional
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.