Skip to content
Back to announcement

20260529_DOID_Laporan Informasi dan Fakta Material_32095947_lamp1.pdf

Other Text extracted DOID

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 3

Page 1
  SIARAN PERS                                                            UNTUK SEGERA DITERBITKAN


                       Hasil 1Q26 BUMA International Group:
        EBITDA Meningkat YoY di Kuartal dengan Curah Hujan Musiman Tertinggi

Jakarta, 29 Mei 2026 – PT BUMA Internasional Grup Tbk (IDX: DOID) (“BUMA International Group” atau
“Grup”) mengumumkan hasil keuangan dan operasional konsolidasi untuk kuartal pertama yang berakhir
pada 31 Maret 2026 (“1Q26”). Kinerja 1Q26 mencerminkan berlanjutnya pemulihan dari tantangan
operasional yang dihadapi pada 1Q25, dengan EBITDA meningkat signifikan secara tahunan (year-on-
year/YoY) meskipun pendapatan lebih rendah 10%. Pencapaian ini tetap terjaga di kuartal yang secara
musiman merupakan periode dengan curah hujan tertinggi dan paling menantang sepanjang tahun.
Kinerja tersebut didukung oleh perbaikan struktural pada produktivitas, biaya unit, dan disiplin
operasional. Selama kuartal ini, Grup juga telah menyelesaikan pembentukan tim ahli (subject-matter
expert) yang tersentralisasi di fungsi-fungsi utama sebagai penggerak utama peningkatan kinerja.

Perbaikan operasional pada 1Q26 melanjutkan tren yang telah dibangun sepanjang 2025. Di operasional
Indonesia, jam non-produktif (non-productive hours) turun 14% seiring dengan penanganan atas kondisi
licin akibat hujan serta hambatan pada area disposal, jalan angkut, dan kondisi geologi. Produktivitas bank
cubic meter (BCM)/jam meningkat 1% YoY sejalan dengan penurunan cycle time sebesar 1% YoY, yang
didukung oleh kondisi jalan angkut yang lebih baik dan berkurangnya waktu antre.

Biaya unit (unit cost) per BCM turun 1% YoY, menunjukkan disiplin biaya yang tetap terjaga. Biaya tenaga
kerja per BCM turun 4% YoY, didukung oleh disiplin shift yang berkelanjutan dan penempatan operator
yang lebih efisien, dengan rasio operator terhadap peralatan turun 3% YoY. Biaya bahan bakar per BCM
naik 3% YoY, sepenuhnya disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar, sementara konsumsi per BCM
tetap stabil, mencerminkan efisiensi armada yang konsisten. Biaya perbaikan dan pemeliharaan per BCM
naik 13% YoY, seiring langkah terencana untuk percepatan aktivitas pemeliharaan guna memaksimalkan
kesiapan peralatan menghadapi periode operasional yang lebih kering pada kuartal kedua dan ketiga.

Melihat perkembangan setelah kuartal pertama, pemulihan operasional berlanjut hingga April dan
tercermin dalam peningkatan volume, didukung oleh eksekusi yang lebih solid dan kondisi cuaca yang
mulai membaik. Volume bulanan pengupasan lapisan tanah penutup gabungan Indonesia dan Australia
meningkat dari 26,4 juta bank cubic meter (MBCM) pada Februari menjadi 30,4 MBCM pada Maret dan
34,3 MBCM pada April. Sementara itu, produksi batu bara mencapai 5,9 juta ton (MT) pada April, masing-
masing sekitar 16% dan 22% di atas rata-rata bulanan 1Q26.

Hasil 1Q26 Mencerminkan Portofolio yang Lebih Terfokus dan Perbaikan Struktur Biaya
Volume overburden removal turun 12% YoY menjadi 89 juta bank cubic meters (MBCM), sementara
produksi batu bara turun 20% YoY menjadi 15 juta ton (MT). Penurunan volume terutama mencerminkan
berakhirnya kontrak di site Binungan di Indonesia dan site Burton di Australia, serta ramp-down di dua
site Indonesia pada 2025. Site yang beroperasi normal tetap stabil.

Pendapatan tercatat sebesar US$318 juta, turun 10% YoY, sejalan dengan portofolio aktif yang lebih kecil.
Average Selling Price (ASP) bisnis kontraktor pertambangan naik 3% YoY, didukung oleh porsi kontrak rise-


                                                                                                         1
Page 2
and-fall yang lebih tinggi serta kenaikan tarif berjenjang yang terkait dengan harga batu bara. EBITDA
meningkat 98% YoY menjadi US$28 juta dari US$14 juta pada 1Q25, dengan margin EBITDA meningkat
menjadi 11% dari 5% pada 1Q25.

Grup mencatat rugi bersih sebesar US$24 juta, dibandingkan dengan rugi bersih sebesar US$70 juta pada
1Q25. Perbaikan sebesar 66% YoY ini mencerminkan pemulihan EBITDA serta tiga faktor non-operasional
yang mendukung, yaitu keuntungan sebesar US$12 juta dari optimisasi portofolio ACG yang masih
berjalan melalui penjualan aset lahan, penurunan kerugian investasi dari 29Metals sebesar US$12 juta,
serta tidak berulangnya pencadangan piutang di Australia sebesar US$4 juta yang dicatat pada 1Q25.

Belanja modal tercatat sebesar US$20 juta, yang dialokasikan untuk menjaga keandalan armada dan
keberlanjutan operasional. Arus kas bebas (free cash flow) berbalik positif menjadi US$2 juta,
dibandingkan dengan negatif US$19 juta pada 1Q25. Perbaikan ini terutama didorong oleh penerimaan
sebesar US$17 juta dari penjualan lahan dalam kerangka optimisasi portofolio ACG, serta didukung oleh
pemulihan EBITDA dan belanja modal yang jauh lebih rendah.

Iwan Fuad Salim, Direktur BUMA International Group, menyatakan, “1Q26 menunjukkan bahwa
pemulihan yang kami bangun sepanjang 2025 terus berlanjut di kuartal yang secara musiman penuh
tantangan. EBITDA meningkat hampir dua kali lipat secara tahunan meskipun pendapatan lebih rendah,
didukung oleh disiplin biaya yang lebih kuat dan peningkatan produktivitas. Disiplin operasional dan
perbaikan EBITDA tetap terjaga melewati puncak musim hujan pada Februari, memberikan kami landasan
yang lebih kuat sepanjang tahun ini. Kami juga telah menyelesaikan transisi menuju tim subject-matter
expert terpusat, yang membawa keahlian fungsional yang lebih mendalam ke setiap operasi. Fondasi telah
terbentuk, dan fokus kami ke depan adalah eksekusi yang solid seiring memasuki kuartal operasional yang
lebih kering.”

Keselamatan dan ESG
Grup mencatatkan nihil fatalitas di seluruh operasi pada 1Q26, sementara pelaporan potensi bahaya
secara proaktif juga meningkat di seluruh site, mencerminkan kemajuan berkesinambungan dalam
budaya keselamatan Grup. Emisi Cakupan 1 dan 2 di Indonesia turun 13,3% YoY pada kapasitas produksi
yang sebanding, didukung oleh peningkatan efisiensi operasional dan penurunan intensitas emisi di site-
site utama di Indonesia. Pendapatan dari batu bara non-termal mencapai 21% dari total pendapatan Grup
pada 1Q26.

                                                             ***

Tentang PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Group)
Didirikan pada 1990, PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Group) adalah perusahaan induk pertambangan yang
terdiversifikasi secara global dengan kegiatan usaha yang tersebar di Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat. Grup beroperasi
di bawah empat pilar bisnis utama: Jasa Pertambangan, Kepemilikan Tambang, Kewirausahaan Sosial, dan Teknologi.

Inti dari operasi Jasa Pertambangan adalah PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), salah satu penyedia jasa pertambangan
terbesar di Indonesia dan Australia (beroperasi di bawah anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, BUMA Australia Pty Ltd).
Grup mentransformasi bisnisnya sebagai pemilik tambang pada 2024 dengan mengakuisisi Atlantic Carbon Group, Inc. (ACG), dan
memosisikan diri sebagai salah satu produsen terkemuka antrasit bermutu sangat tinggi di Amerika Serikat.

Memperluas diversifikasinya, Grup memasuki sektor komoditas masa depan pada 2024 dengan mengakuisisi saham di 29Metals
Limited, sebuah perusahaan pertambangan tembaga dan logam dasar yang berbasis di Australia. Portofolio Grup lainnya



                                                                                                                              2
Page 3
termasuk PT Bukit Teknologi Digital (BTech), yang berfokus pada pengembangan teknologi pembelajaran mendalam (deep
learning) yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi emisi, dan meminimalkan risiko Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3), serta PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), perusahaan sosial yang didedikasikan untuk pendidikan,
pelatihan kejuruan, dan mendorong ekonomi sirkular.

Berkantor pusat di Jakarta, BUMA International Group tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (IDX: DOID)
dan mempekerjakan lebih dari 12.000 orang di seluruh dunia. Pada Juni 2025, perusahaan ini sekali lagi masuk dalam jajaran 200
perusahaan teratas di FORTUNE Southeast Asia 500, yang menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan terbesar di
kawasan Asia Tenggara berdasarkan pendapatan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Group)
Corporate Communications
Email: communications@bumainternational.com
Website: www.bumainternational.com




                                                                                                                            3

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.35 MB
Published29 May 2026
Pages3
Characters8,637
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT BUMA Internasional Grup Tbk p.1 ×7
linked person Iwan Fuad Salim p.2
possible org Bursa Efek Indonesia p.3
unresolved org Internasional Grup Tbk p.1 ×4
unresolved org BUMA Australia Pty Ltd p.2
unresolved org PT Bukit Teknologi Digital p.3
unresolved org PT BISA Ruang Nuswantara p.3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result