Back to announcement
20240805_TAYS_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31691579_lamp1.pdf
Other Text extracted TAYSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
Tangerang, 5 Agustus 2024
No. : 040/JSA-TAYS/CORSEC/VIII/2024
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta 12190
Up:
1. Yth. Bapak I Gede Nyoman Yetna - Direktur
2. Yth. Ibu Lidia M.Panjaitan - Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3
Perihal : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Surat S-08018/BEI.PP3/07-2024
Dengan hormat,
Sehubungan dengan surat nomor S-08018/BEI.PP3/07-2024 Tanggal 31 Juli 2024 yang diterima
Perseroan melalui IDXnet tertanggal 1 Agustus 2024 mengenai hal sebagai berikut :
1. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Jaya Swarasa Agung Tbk (Perseroan) dan Entitas Anaknya
untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024;
2. Surat Perseroan nomor 001/TAYS-JSA/I/2023 tanggal 9 Januari 2023 perihal Laporan Realisasi
Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana PT Jaya Swarasa Agung periode31 Desember
2022.
3. Surat Perseroan nomor 034/JSA-TAYS/CORSEC/VII/2024 tanggal 26 Juli 2024 perihal Tanggapan
atas Permintaan Penjelasan Surat S-07551/BEI.PP3/07-,
Perseroan bermaksud memberikan penjelasan penjelasan lanjutan kepada Perseroan sebagaimana
terlampir dalam surat ini dan sesuai dengan ketentuan II.9 dan II.10 Peraturan Bursa No. I-E tentang
Kewajiban Penyampaian Informasi.
Demikian kami sampaikan dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Dinna Afrianti
Corporate Secretary
Tembusan :
1. Yth. Direktur Pengawasan Transaksi Efek Otoritas Jasa Keuangan
2. Yth. Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 1, Otoritas Jasa Keuangan
3. Yth. Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 2, Otoritas Jasa Keuangan
4. Yth. Direksi PT Bursa Efek Indonesia
5. Yth. Direksi PT Jaya Swarasa Agung Tbk
1
Page 2
PENJELASAN ATAS SURAT S-08018/BEI.PP3/07-2024 :
1. Berdasarkan tanggapan Perseroan pada poin 4c, agar dapat disampaikan secara lebih detail
timeline realisasi pembangunan pabrik dan perolehan mesin sampai dengan pabrik dan mesin
yang dimaksud dapat memberikan kontribusi bagi Perseroan dengan format sebagai berikut:
Keterangan Target waktu Status terkini
(MM-YYYY) s.d (MM-YYYY) (telah/belum terealisasi)
Perolehan Izin Pembangunan Q1-2023 Telah terealisasi
Pembangunan Pabrik Q1 2025 Belum terealisasi
….
Pembelian Mesin Q4 2025 Belum terealisasi
Instalasi Mesin Q4 2025 Belum terealisasi
Pabrik dan Mesin siap Q1 2026 Belum terealisasi
digunakan
2. Berdasarkan tanggapan Perseroan pada poin 4f, belum disampaikan secara lebih detail agar dapat
disampaikan dengan format sebagai berikut:
Keterangan Penjelasan Nama Hubungan Nomor Nilai kontrak
singkat pihak afiliasi kontrak atau perjanjian
kontrak atau (Ya/Tidak) atau perjanjian kerjasama*)
perjanjian kerjasama (Rp)
kerjasama
Perolehan Elang Jaya Tidak 53.642.000.000
Bangunan Konstruksi
Pabrik
Perolehan YANGJIANG Tidak NO: WM20210806-1 34.650.000.000
Mesin WENVA
YUANDONG
INDUSTRY
CO., LTD.
Modal (14.777.200.000)
Perseroan
Total 73.514.800.000
*) per 31 Maret 2024
3. Agar dapat disampaikan surat komitmen dari Direktur, Komisaris dan Komisaris Independen
Perseroan bahwa proses pembangunan pabrik akan berlangsung dan sesuai dengan target yang
direncanakan, mengingat timeline yang saat ini berbeda dengan yang Perseroan berikan pada saat
proses sebelum IPO sebagai pertanggungjawaban Perseroan kepada investor. (terlampir bersama
surat ini)
4. Berdasarkan tanggapan Perseroan pada poin 5, agar Perseroan menghitung ulang akumulasi
penyusutan per Maret 2024 pada CALK nomor 9 tentang Aset Tetap karena jika dihitung secara
manual, akumulasi penyusutan tersebut seharusnya sebesar Rp80,29 miliar atau selisih Rp1 miliar
2
Page 3
dari yang disajikan pada CALK tersebut. Agar dapat dikonfirmasi nilai aset tetap neto yang benar
beserta rincian jenis aset tetap seperti tabel pada CALK tersebut.
Penjelasan:
5. Berdasarkan tanggapan Perseroan pada poin 5c, total aset dalam penyelesaian adalah Rp6,05
miliar, sedangkan pada CALK nomor 9 tentang Aset Tetap sebesar Rp7,53 miliar. Selain itu,
terdapat pembangunan pabrik di Sumedang sebesar Rp5,97 miliar yang telah menjadi aset dalam
penyelesaian. Agar dijelaskan beberapa hal berikut:
a. Agar dikonfirmasi nilai aset dalam penyelesaian per Maret 2024
Penjelasan:
No Keterangan Nilai (Rp)
1. Epoxy Koridor Oven dan Curving 52.490.000
2. Epoxy Ruang Timbangan 27.225.800
3. Pembuatan Pagar dan Retaining Wall Pabrik 5.973.136.250
4. Pekerjaan pembuatan pagar retaining wall
dan urugan tanah sumedang 884.482.500
5. Biaya preliminaries pekerjaan pembuatan
pagar, retaining wall dan urugan tanah
sumedang 230.870.000
6. Pembuatan pagar, retaining wall dan
urugan tanah sumedang 342.618.414
Total 7,527,322,964
b. Latar belakang masih terdapat uang muka untuk pembangunan pabrik sebesar Rp42,91 miliar
sedangkan terdapat aset dalam penyelesaian yang merupakan pembangunan pagar dan
retaining wall pabrik di Sumedang sebesar Rp5,97 miliar.
Penjelasan:
Pada tahap 2 (dua) tahun pertama, pembangunan pabrik sempat mengalami penundaan. Hal
tersebut disebabkan karena proses pengurusan ijin masih berjalan sehubungan dengan
ketentuan peraturan daerah yang baru yaitu surat Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)
sebagai pengganti Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Kemudian proses perijinan sudah selesai
sejak 12 Mei 2023 yang lalu. Setelah itu, kami mulai proses pembangunan pagar dan perataan
3
Page 4
tanah. Kemudian pada saat akan di lanjutkan kembali, ada permintaan perpindahan tiang
listrik.
Progress pembangunan di atur waktunya karena hasil kinerja tahun 2023 di Indonesia agak
lesu (efek global dan efek pra election). Kami sebelumnya perkiraan target selesai diakhir
tahun sekitar bulan Oktober 2024, tetapi karena kami mengalami kendala prosedur tersebut
di lapangan sehingga ada kemungkinan agak sedikit tertunda progres pembangunannya.
Karena hal tersebut diatas, maka pembangunan pabrik masih berada pada akun uang muka.
6. Berdasarkan tanggapan Perseroan pada poin 12, terdapat salah saji sehingga terdapat perubahan
pada bahan baku yang digunakan sebesar Rp4,96 miliar dan pembelian sebesar Rp3,30 miliar
Sedangkan berdasarkan poin 12c disampaikan bahwa per Maret 2024 barang jadi Perseroan
merupakan barang hasil produksi sehingga tidak terdapat pembelian per Maret 2024. Agar dapat
dijelaskan beberapa hal berikut:
a. Latar belakang Perseroan melakukan salah saji sehingga menyebabkan bahan baku yang
digunakan menurun sebesar Rp4,96 miliar dan pembelian meningkat sebesar Rp3,30 miliar
Penjelasan:
kesalahan penajian hanya murni kesalahan dalam pengambilan angka saldo.
b. Agar dijelaskan lebih lanjut konsistensi antara pernyataan Perseroan yang menyatakan bahwa
seluruh barang jadi Perseroan merupakan barang hasil produksi dengan koreksi nilai
pembelian sebesar Rp3,30 miliar.
Penjelasan:
Pembelian tersebut adalah pembelian barang yang tidak di produksi oleh perseroan.
7. Berdasarkan tanggapan Perseroan pada poin 14 bahwa Perseroan akan melakukan peningkatan
kinerja agar masalah likuiditas tidak berdampak signifikan dan tidak menjadi masalah solvabilitas,
agar dapat disampaikan rencana atau strategi peningkatan kinerja yang dimaksud.
Penjelasan:
Langkah konkrit yang telah ditempuh Perseroan untuk memastikan kenaikan sales dan profit, serta
membuat brand kami lebih dikenal, kami melakukan investasi sebagai strategi kami sebagai
berikut:
• Kerjasama dengan MIXIO untuk distribusi tunggal di Jepang.
• Penggunaan lokal KOL untuk brand awareness.
• Inovasi varian produk baru dan rasa baru.
• Memperbanyak kerjasama dan distribusi dengan Modern Trade lainnya.
Kemudian untuk langkah kongkrit yang akan kami tempuh selanjutnya adalah sebagai berikut
• Penggunaan Brand Ambassador baru TRICKS yang direncanakan menggunakan Artis Korea bisa
berupa Boy Band, Girl Band, atau figure seorang artis.
• Penggunaan Intellectual Property dari Artis Korea atau figure animasi film kartun.
Selain itu, Perseroan juga memperbaiki distribusi dengan mencari distributor yang penyebarannya
lebih baik, dengan financial capability yang lebih kuat, dan fokus yang lebih baik
terhadap produk kami. Pada kesempatan ini juga, akan kami ambil untuk meneruskan langkah
perbaikan tersebut ke seluruh Nusantara. Distributor yang kurang kuat dan tidak terlalu fokus
4
Page 5
dapat dilihat dari pendekatan distributor tersebut ke market yang kurang dan tidak memiliki
kekuatan financial di saat market agak lemah.
8. Berdasarkan tanggapan Perseroan pada poin 16 dan 17 bahwa Perseroan belum menjelaskan latar
belakang selisih pada arus kas penerimaan utang jangka pendek dan arus kas pembayaran utang
jangka panjang. Mohon agar dapat dibedakan antara utang jangka pendek dan utang jangka
panjang dikarenakan Perseroan sendiri yang melakukan klasifikasi tersebut. Agar dapat dijelaskan
penyelesaian selisih dalam bentuk perhitungan dengan mengisi titik pada rekonsiliasi seperti pada
format di bawah berikut.
a. Pembayaran utang bank jangka panjang.
31 Maret 2024 31 Desember 2023 Movement
(Rp) (Rp) (Rp)
Utang bank jangka panjang – 3.440.528.181 4.524.586.887
jatuh tempo dalam setahun
Utang bank jangka panjang 2.018.138.035 2.594.481.579
TOTAL 5.458.666.216 7.119.068.466 (1.660.402.250)
Pembayaran kas utang bank -
jangka panjang
Selisih (1.660.402.250)
Rekonsialiasi 1.660.402.250
Selisih -
b. Pembayaran utang bank jangka pendek.
31 Maret 2024 31 Desember 2023 Movement
(Rp) (Rp) (Rp)
Utang bank jangka pendek 167.612.383.387 167.687.889.462 (75.506.075)
Penerimaan kas utang bank 62.776.841.309
jangka pendek
Pembayaran kas utang bank (62.119.915.412)
jangka pendek
Selisih 581.419.822
Rekonsialiasi 656.925.897
Selisih 75.506.075
c. Dalam hal terdapat salah saji, agar dapat disampaikan nilai arus kas atas utang bank jangka
pendek dan utang bank jangka panjang yang benar.
Penjelasan:
Hasil rekonsiliasi poin a karena terinput di pembayaran kas utang bank jangka pendek
Hasil rekonsiliasi poin b karena pergerakan kas dari penerimaan dan pembayaran utang bank
jangka pendek.
5
Page 6
9. Berdasarkan tanggapan Perseroan pada poin 18 bahwa utang pembiayaan konsumen sebesar
Rp11,15 miliar merupakan merupakan pembayaran atas pembelian barang agar dapat dijelaskan
beberapa hal sebagai berikut:
a. Bagaimana Perseroan melakukan perhitungan atas arus kas pendanaan tersebut mengingat
tidak terdapat akun utang pembiayaan konsumen?
Penjelasan:
Atas perhitungan tersebut, perseroan melakukan kesalahan dalam posting arus kas.
Seharusnya arus kas tersebut bukan arus kas pembiayaan konsumen dan juga bukan atas
pembelian barang. Melainkan pembayaran atas utang lain-lain perseroan.
b. Apakah yang dimaksud Perseroan pembayaran atas pembelian barang seharusnya masuk ke
dalam arus kas operasi?
Penjelasan:
Atas kesalahan posting arus kas tersebut, seharusnya pembayaran Rp11,15 miliar tersebut
adalah arus kas pembayaran kepada utang lainnya.
6
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna
p.1
unresolved
person
Lidia M.
p.1
unresolved
person
Dinna Afrianti
· Corporate Secretary
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.