Skip to content
Back to announcement

20240802_SSIA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31690513_lamp2.pdf

Other Text extracted SSIA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1
Press Release – 1 Agustus 2024

SEMUA LINI BISNIS BERJALAN KUAT, MARKETING SALES
SSIA 1H24 NAIK 12.930%


Highlights

• SSIA memperkirakan tiga bisnis utamanya akan berkinerja sangat baik pada tahun
  2024, khususnya dalam penjualan lahan industri yang menunjukkan siklus naik
  yang sebanding dengan tahun 2010-2011. Ekspektasi ini berdasarkan pada hasil
  positif dari Pemilu Indonesia 2024.
• Pada 1H24, PT Suryacipta Swadaya (SCS) yang merupakan bisnis utama
  Perusahaan, mencapai penjualan pemasaran sebesar 132,4 hektar senilai
  Rp1.553,2 miliar, peningkatan signifikan (12.930%) dari 1,0 hektar senilai Rp18,1
  miliar pada 1H23. Sebagian besar penjualan pemasaran berasal dari penjualan
  lahan ke BYD dengan total 108 hektar. Pendirian pabrik EV oleh BYD di Subang
  Smartpolitan menandai langkah penting dalam mendorong mobilitas
  berkelanjutan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
• SSIA menaikkan target penjualan pemasaran pada FY24 di 1Q24 untuk Suryacipta
  City of Industry Karawang dan Subang Smartpolitan dari 65 hektar menjadi 184
  hektar (atau Rp2,2 triliun dalam nilai penjualan). Dengan asumsi penjualan
  pemasaran tersebut tercapai dan dibukukan tahun ini, pendapatan konsolidasi
  FY24 SSIA diperkirakan meningkat sekitar 23% menjadi Rp5,6 triliun, dengan laba
  bersih naik sekitar 182% menjadi Rp500 miliar.
• Pada 21 Juni 2024, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) SSIA telah
  menyetujui rencana untuk menjual sebagian saham perusahaan di PT Suryacipta
  Swadaya kepada investor dan penerbitan saham baru oleh PT Suryacipta Swadaya.
  Pada RUPSLB, SSIA juga menandatangani Akta Jual Beli Saham dan Akta Keputusan
  Pemegang Saham PT Suryacipta Swadaya (SCS), untuk penerbitan Saham Baru
  dengan nilai total Rp3,1 triliun kepada PT Puri Bumi Lestari (PBL).
• Dengan Subang Smartpolitan, pertumbuhan jangka pendek dan menengah SSIA
  terus bergantung pada pemain global di bidang manufaktur, teknologi, dan
  lembaga R&D. Sementara dalam jangka panjang, infrastruktur Subang Smartpolitan
  akan berkontribusi pada pertumbuhan Perusahaan melalui layanan yang
  disediakan untuk penyewa dan publik, seperti air, air limbah, pengelolaan limbah,
  energi, gas, jalan tol, dan layanan telekomunikasi, yang semuanya akan
  berkontribusi signifikan terhadap recurring income Perusahaan.


                                                                                  1
Page 2
Ikhtisar Laporan Keuangan 1H24 PT Surya Semesta Internusa Tbk
(“SSIA”)

• SSIA melaporkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp2.341,7 miliar untuk 1H24.
  Pendapatan naik sebesar 27,4% dari Rp1.838,2 miliar yang dibukukan pada 1H23.
  Peningkatan ini terutama didorong oleh pendapatan konstruksi yang meningkat
  sebesar 29,4% (Rp364,2 miliar), sementara pendapatan dari segmen properti dan
  perhotelan SSIA meningkat masing-masing sebesar 10,8% dan 28,0% (Rp27,6 miliar
  dan Rp111,3 miliar).
• Laba kotor 1H24 meningkat sebesar 36,4% YoY menjadi Rp619,5 miliar, naik dari
  Rp454,2 miliar pada 1H23, didorong oleh peningkatan laba kotor properti sebesar
  48,6% (Rp44,7 miliar) dan peningkatan laba kotor perhotelan sebesar 33,6%
  (Rp84,2 miliar).
• EBITDA 1H24 meningkat sebesar 56,0% YoY menjadi Rp286,9 miliar dari Rp183,9
  miliar pada 1H23, sebagai hasil dari peningkatan EBITDA properti sebesar 57,9%
  (Rp23,7 miliar) dan EBITDA perhotelan sebesar 47,2% (Rp46,2 miliar).
• Laba bersih konsolidasi SSIA pada 1H24 tercapai sebesar Rp105,6 miliar (dari rugi
  bersih pada 1H23 sebesar Rp51,2 miliar). Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
  transfer saham SSIA dan saham baru SCS kepada PT Puri Bumi Lestari dengan total
  Rp3.099,1 miliar.
• Posisi kas Perusahaan pada 1H24 adalah Rp3.712,6 miliar, meningkat sebesar
  310,3% dari Rp904,9 miliar pada 1Q24.
• Utang yang dikenakan bunga sebesar Rp2.059,0 miliar pada 1H24, turun 14,3% dari
  Rp2.403,5 miliar pada 1Q24 yang mengakibatkan rasio utang terhadap ekuitas
  (gearing) sebesar 27,3% (dari 53,4%).


 Laporan Keuangan Konsolidasi
 (dalam miliar rupiah)
                                       1H24                1H23              YoY
 Pendapatan                                2.341,7            1.838,2            27,4%
   Properti                                  282,2               254,6           10,8%
   Konstruksi                              1.601,7            1.237,5            29,4%
   Perhotelan                                508,5               397,3           28,0%
   Lain-lain                                  16,7                 11,4          45,9%
 Laba Kotor                                  619,5               454,2           36,4%
 EBITDA                                      286,9               183,9           56,0%
 Pendapatan Bersih (rugi)                    105,6               (51,2)         306,2%
 Laba Komprehensif (rugi)                     88,6               (58,6)         251,0%
 Marjin EBITDA                              12,3%                  10,0         2,3ppts
 Marjin Laba Bersih (rugi)                    4,5%              (2,8)%          7,3ppts

                                       1H24                1Q24              QoQ
 Kas dan Setara Kas                        3,712.6               904.9         310.3%
 Total Aset                               11,454.9             8,203.5          39.6%
 Utang kena Bunga                          2,059.0             2,403.5         -14.3%
 Total Liabilitas                          3,917.1             3,700.1           5.9%
 Kepentingan non-pengendali                2,203.2               452.7         386.6%
 Ekuitas                                   5,334.6             4,050.6          31.7%
                                                                                   2
Page 3
Business Segment Analysis
1H24                                              Segmen Bisnis
dalam miliar rupiah                   Properti    Konstruksi    Perhotelan      Total
Pendapatan                               282.2       1,601.7          508.5      2,341.7
Persentase segmen                         12%            67%           21%         100%
Laba Kotor                               136.5         159.7          334.4        619.5
Persentase segmen                         22%            25%           53%         100%
EBITDA                                    64.7        102.3*          144.0        286.9
Persentase segmen                         21%            33%           46%         100%
Marjin Laba Kotor                        48.4%         10.0%         65.8%        26.5%
Marjin EBITDA                            22.9%          6.4%         28.3%        12.3%
*termasuk laba dari JO Rp20 juta

1H23                                              Segmen Bisnis
Dalam miliar rupiah                   Properti    Konstruksi    Perhotelan      Total
Pendapatan                               254.6       1,237.5          397.3      1,838.2
Persentase segmen                         13%            65%           21%         100%
Laba Kotor                                91.9         136.4          250.2        454.2
Persentase segmen                         19%            29%           52%         100%
EBITDA                                    41.0         85.1*           97.8        183.9
Persentase segmen                         18%            38%           44%         100%
Marjin Laba Kotor                        36.1%         11.0%         63.0%        24.7%
Marjin EBITDA                            16.1%          6.9%         24.6%        10.0%
*termasuk laba dari JO Rp307 juta

Properti
   •   Unit properti SSIA, yang mencakup pendapatan dari kawasan industri, biaya
       pemeliharaan, sewa komersial, dan residensial, memperoleh Rp282,2 miliar
       pada 1H24, meningkat 10,8% dibandingkan Rp254,6 miliar pada 1H23.
   •   PT Suryacipta Swadaya (SCS), bisnis utama Perusahaan, melaporkan
       pendapatan sebesar Rp257,2 miliar pada 1H24, naik 71,4% dari Rp150,1 miliar
       pada 1H23. Sebagian besar peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan
       penjualan lahan sebesar 1.172,2% yang dibukukan (Rp99,2 miliar pada 1H24
       vs Rp7,8 miliar pada 1H23).
   •   Pada 1H24, SCS membukukan penjualan lahan seluas 12,7 hektar (Rp99,2
       miliar) dari lahan inventaris Suryacipta Karawang dan Subang Smartpolitan.
       SCS sekarang memiliki cadangan lahan (backlog) sebesar 132,9 hektar senilai
       Rp1.555,5 miliar.
   •   Edenhaus Simatupang, portofolio PT TCP Internusa, adalah kluster perumahan
       mewah yang terdiri dari 41 unit rumah taman bergaya boutique homes dengan
       nilai sekitar Rp300 miliar. TCP berhasil mencatat marketing sales sebanyak 39
       unit rumah (Rp283,1 miliar) hingga 31 Desember 2023. Sejak didirikan pada
       Maret 2020, TCP telah mencatat penjualan secara akuntansi sebanyak 37 unit
       (Rp269,0 miliar).




                                                                                   3
Page 4
Konstruksi
  •   PT Nusa Raya Cipta Tbk ("NRCA"), unit konstruksi SSIA, melaporkan
      pendapatan konsolidasi sebesar Rp1.606,4 miliar untuk paruh pertama tahun
      2024. Pendapatannya meningkat sebesar 29,4% YoY dari Rp1.241,0 miliar pada
      1H23. NRCA juga memperoleh laba bersih sebesar Rp59,6 miliar (meningkat
      sebesar 11,8%) dari Januari hingga Juni 2024 dibandingkan dengan Rp53,3
      miliar pada 1H23.
  •   NRCA, untuk periode paruh pertama tahun 2024, membukukan kontrak baru
      sebesar Rp2.267,8 miliar, meningkat sebesar 34,5% dibandingkan dengan
      kontrak baru yang diperoleh pada 1H23 sebesar Rp1.686,5 miliar. Proyek
      utama yang diperoleh pada 1H24 adalah RS Mayapada IKN Kalimantan Timur,
      Hampton Square South Tangerang, JSI Hotel Megamendung Bogor, Daimler
      Cikarang Bekasi, Ellipse Project SAS Phase-1 Karawang, Dipo Center Jakarta,
      Infrastruktur Subang Smartpolitan Paket 2, Shopping Arcade Town Center 3
      Kota Baru Parahyangan Padalarang Bandung, Tempo Logistik Bekasi, Design &
      Build Housing Townsite West Nusa Tenggara, Condotel Cihampelas Walk
      Bandung, dan Creativo Bintaro Tangerang.


Perhotelan

  •   Unit bisnis perhotelan SSIA menghasilkan pendapatan sebesar Rp508,5 miliar
      pada 1H24, meningkat 28,0% dibandingkan dengan Rp397,3 miliar pada 1H23.
  •   Tingkat hunian Gran Melia Jakarta (GMJ) adalah 61,7% pada 1H24, naik dari
      48,2% pada 1H23. Sementara tarif kamar rata-rata (ARR) untuk 1H24 adalah
      sekitar Rp1.094K, turun dari Rp1.137K pada 1H23.
  •   Tingkat hunian di Melia Bali Hotel (MBH) meningkat menjadi 81,6% pada 1H24
      dari 80,3% pada 1H23. ARR MBH adalah Rp2.227K pada 1H24 dari Rp1.800K
      pada 1H23.
  •   Tingkat hunian di Umana Bali, LXR Hotels & Resorts (LXR) adalah 39,5% pada
      1H24, naik dari 15,3% pada 1H23. ARR untuk 1H24 adalah Rp9.049K, naik dari
      Rp7.309K pada 1H23.
  •   Tingkat hunian BATIQA Hotels pada 1H24 adalah 66,9%, dengan ARR sebesar
      Rp364K. ARR BATIQA untuk 1H23 adalah Rp357K, dengan tingkat hunian
      sebesar 60,6%.
  •   Platform digital SSIA, Travelio.com, adalah perusahaan properti sewa online
      inovatif yang menawarkan opsi sewa jangka pendek, menengah, dan panjang
      untuk apartemen dan rumah di 13 kota utama di Indonesia. Didukung oleh
      perusahaan investasi Temasek Holding's Pavillion Capital di Singapura, Mirae
      Asset, Samsung Ventures dan Gobi Partners. Pada 1H24, Travelio mencapai
      peningkatan sekitar 20% dalam Gross Merchandise Value (GMV) YoY dan
      bertujuan untuk tumbuh sekitar 20% pada akhir tahun 2024. Hingga Juni 2024,
      Travelio, sebagai platform manajemen residensial pribadi terbesar di
      Indonesia, secara eksklusif mengelola sekitar 15.000 unit apartemen dan
      diharapkan mencapai lebih dari 16.000 unit pada Desember 2024.

                                       ###



                                                                                 4
Page 5
Tentang PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)
SSIA, sebelumnya dikenal sebagai PT Multi Investments Limited, didirikan pada tanggal 15 Juni 1971.
Nama perusahaan kemudian diubah menjadi PT Surya Semesta Internusa (SSIA) pada tahun 1995. Bisnis
utama SSIA adalah pengembangan kawasan industri & real estate, konstruksi, dan perhotelan.

Portofolio investasi SSIA sangat beragam, termasuk Suryacipta City of Industry, Subang Smartpolitan,
Edenhaus Simatupang, Graha Surya Internusa (akan dibangun kembali sebagai SSI Tower), Hotel Gran
Melia Jakarta, Melia Bali Hotel, Umana Bali, LXR Hotels & Resorts, dan Hotel BATIQA.

Dalam lebih dari 50 tahun berkecimpung dalam bisnis ini, SSIA telah memperkuat pengakuan dan posisi
mereknya sebagai salah satu perusahaan pengembang terkuat di Indonesia. Menandai tonggak sejarah
sebagai perusahaan terkemuka, SSIA mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan menjadi
perusahaan publik pada tanggal 27 Maret 1997. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi
www.suryainternusa.com.


                                                ###

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
Erlin Budiman
VP Head of Investor Relations
erlin.budiman@suryainternusa.com
Office: +62215262121




                                                                                                   5

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.28 MB
Published2 Aug 2024
Pages5
Characters13,269
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Surya Semesta Internusa Tbk p.2 ×7
linked org Nusa Raya Cipta Tbk p.4 ×2
linked org Mirae Asset p.4
possible org Bursa Efek Indonesia p.5
unresolved org PT Suryacipta Swadaya p.1 ×4
unresolved org PT Suryacipta Swadaya. Pada RUPSLB p.1
unresolved org PT Puri Bumi Lestari p.1 ×2
unresolved org PT TCP Internusa p.3
unresolved org PT Multi Investments Limited p.5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result