Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
PT.MALINDO FEEDMILL DAFTAR PERTANYAAN DAN JAWABAN PUBLIC EXPOSE 25 MEI 2026 1. Strategi Menjaga Profitabilitas Pertanyaan: Di tengah kenaikan harga bahan baku pakan global serta volatilitas harga soybean meal (SBM) dan jagung, strategi apa yang diterapkan Perseroan untuk menjaga profitabilitas? Jawaban: Perseroan terus menerapkan berbagai langkah efisiensi operasional, inovasi formulasi pakan, serta pengelolaan biaya yang disiplin untuk meminimalkan dampak kenaikan harga bahan baku dan fluktuasi nilai tukar. Selain itu, Perseroan secara aktif melakukan evaluasi dan optimalisasi proses produksi guna menjaga daya saing dan profitabilitas. 2. Outlook Industri dan Kinerja Tahun 2026 Pertanyaan: Apakah peningkatan laba bersih pada Kuartal I 2026 dapat berlanjut hingga akhir tahun? Jawaban: Manajemen tetap optimistis terhadap prospek industri perunggasan pada tahun 2026. Didukung oleh kondisi pasar yang kondusif, stabilitas harga, serta berbagai program pemerintah yang mendukung sektor peternakan, Perseroan meyakini kinerja tahun 2026 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. 3. Efisiensi Operasional Pertanyaan: Sejauh mana program efisiensi dapat menjadi penyangga terhadap ketidakpastian ekonomi dan tekanan biaya? Jawaban: Efisiensi merupakan salah satu fokus utama Perseroan. Berbagai inisiatif telah dilakukan, termasuk pemanfaatan energi surya (solar panel), optimalisasi proses operasional, serta penerapan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya operasional. 4. Hasil RUPS dan Target Perseroan Pertanyaan: Bagaimana hasil RUPS Tahun 2026 dan apa fokus utama Perseroan ke depan? Jawaban: Seluruh agenda RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa telah disetujui oleh para
Page 2
pemegang saham. Perseroan juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp52 per saham. Ke depan, Perseroan akan fokus pada pengembangan kapasitas produksi, peningkatan efisiensi, dan penguatan daya saing usaha. 5. Kinerja Kuartal I 2026 Pertanyaan: Bagaimana kinerja Perseroan pada Kuartal I 2026? Jawaban: Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp123 miliar pada Kuartal I 2026, meningkat 96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini mencerminkan perbaikan kondisi industri dan efektivitas strategi operasional Perseroan. 6. Rencana Ekspansi dan Belanja Modal Pertanyaan: Berapa anggaran belanja modal (Capex) Perseroan pada tahun 2026 dan untuk apa penggunaannya? Jawaban: Perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp700–800 miliar pada tahun 2026. Dana tersebut terutama digunakan untuk pembangunan pabrik pakan ternak di Lampung, serta pengembangan fasilitas peternakan breeding dan broiler. 7. Dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Pertanyaan: Bagaimana dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap industri perunggasan? Jawaban: Program MBG memberikan dampak positif terhadap stabilitas industri perunggasan karena turut mendukung peningkatan permintaan dan membantu menjaga stabilitas harga produk unggas, sehingga memberikan manfaat bagi peternak dan pelaku usaha di sektor ini. 8. Dampak Pelemahan Rupiah Pertanyaan: Bagaimana dampak pelemahan Rupiah terhadap kinerja Perseroan? Jawaban: Pelemahan Rupiah berdampak pada kenaikan biaya bahan baku impor, khususnya
Page 3
soybean meal. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Perseroan terus melakukan efisiensi, inovasi, dan optimalisasi operasional guna menjaga kinerja usaha. 9. Outlook Kuartal II 2026 Pertanyaan: Bagaimana prospek kinerja Perseroan pada Kuartal II 2026? Jawaban: Manajemen memperkirakan kinerja Kuartal II 2026 akan lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didukung oleh kondisi industri yang relatif stabil dan berlanjutnya permintaan pasar yang positif. 10. Strategi Menghadapi Tantangan Global Pertanyaan: Apa strategi Perseroan dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan geopolitik? Jawaban: Perseroan terus memperkuat efisiensi operasional melalui digitalisasi, otomatisasi, optimalisasi penggunaan energi, serta peningkatan produktivitas di seluruh lini usaha guna menjaga daya saing dan keberlanjutan pertumbuhan. 11. Dampak Krisis Selat Hormuz Pertanyaan: Apakah krisis di Selat Hormuz berdampak terhadap operasional Perseroan? Jawaban: Hingga saat ini dampaknya masih relatif terbatas. Namun demikian, Perseroan tetap mencermati potensi kenaikan biaya logistik dan bahan baku yang dapat timbul akibat gangguan rantai pasok global. Perseroan akan terus melakukan mitigasi untuk meminimalkan dampak tersebut.
Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.