Back to announcement
20240730_BTPN_Laporan Informasi dan Fakta Material_31689194_lamp2.pdf
Other Text extracted BTPNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
SIARAN PERS
Untuk disiarkan segera
Bank BTPN Raih Pertumbuhan Kredit, Aset Semester I-2024 Hasil Solusi
Keuangan yang Relevan bagi Nasabah
Kinerja positif Bank BTPN selama Semester I-2024 ditandai dengan pertumbuhan penyaluran kredit
mencapai 19% yoy dan peningkatan aset sebesar 22% yoy.
Jakarta, 30 Juli 2024 – PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) mencatatkan kinerja positif sepanjang Semester I-
2024 seiring upaya perusahaan memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui layanan keuangan
yang inklusif.
“Bank BTPN berkomitmen untuk menciptakan pertumbuhan berarti kepada seluruh lapisan masyarakat.
Kami juga terus mendorong perkembangan sektor-sektor yang prospektif agar dampak keberlanjutan
bisnis perusahaan bisa dirasakan para pemangku kepentingan secara luas,” kata Henoch Munandar,
Direktur Utama Bank BTPN.
Dalam paruh pertama tahun ini, Bank BTPN mampu membukukan pertumbuhan kredit dan aset yang
signifikan sebagai buah komitmen perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan
dengan memperluas inovasi produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah.
Laporan keuangan konsolidasi Bank BTPN periode Januari-Juni 2024 telah memperhitungkan kinerja
keuangan PT Oto Multiartha dan PT Summit Oto Finance yang Bank BTPN akuisisi pada akhir Maret 2024.
Kedua perusahaan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari OTO Group yang mayoritas sahamnya
kini dimiliki oleh Bank BTPN.
Akuisisi Bank BTPN terhadap OTO Group berperan besar terhadap pertumbuhan kredit dan aset.
Penyaluran kredit melalui OTO Group digunakan untuk mendukung mobilitas masyarakat luas.
Aset Bank BTPN tumbuh 22% tahun ke tahun (yoy) menjadi Rp235,8 triliun. Sementara, penyaluran kredit
Bank BTPN meningkat 19% yoy menjadi Rp176,2 triliun rupiah pada akhir Juni 2024.
Di sisi lain, saldo current account & saving account (CASA) tercatat meningkat sebesar 29% yoy menjadi
Rp48,1 triliun pada akhir Juni 2024, dan deposito naik 1% yoy menjadi Rp70,9 triliun, sehingga rasio CASA
turut meningkat menjadi 40,4% per akhir Juni 2024. Dengan demikian, total dana pihak ketiga tumbuh
11% yoy menjadi hampir Rp119,0 triliun pada akhir Juni 2024. Bank BTPN senantiasa mengoptimalkan
biaya dana.
PT Bank BTPN Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan merupakan peserta penjaminan LPS.
Page 2
Bank BTPN juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2024 dengan jumlah pokok Rp355
miliar pada awal Juli 2024 sebagai upaya untuk mendiversifikasi sumber pendanaan dan menjaga profil
maturitas pendanaan yang lebih baik.
Dalam upaya perusahaan meningkatkan penyaluran kredit, khususnya di sektor-sektor potensial, Bank
BTPN tetap menjaga kualitas kreditnya. Rasio gross non-performing loan (NPL) Bank BTPN berada di level
2,21% per akhir Juni 2024, lebih rendah dibanding rata-rata industri sebesar 2,34% pada akhir Mei 20241.
Bank BTPN juga menjaga rasio likuiditas dan pendanaan berada di tingkat yang sehat, dengan liquidity
coverage ratio (LCR) mencapai 234,9% dan net stable funding ratio (NSFR) 115,6% pada 30 Juni 2024.
Perseroan mencatat rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang kuat di 28,8%.
Upaya Bank BTPN dalam menghasilkan pendapatan bunga bersih pun meningkat, tercermin dari net
interest margin (NIM) yang naik menjadi 6,41% pada akhir Juni 2024 dari 6,33% setahun sebelumnya.
Pendapatan bunga bersih Bank BTPN juga naik sebesar 17% yoy menjadi hampir Rp7,0 triliun pada 30 Juni
di tengah kondisi suku bunga yang masih tinggi.
Kenaikan di pendapatan bunga bersih tersebut mendorong pendapatan operasional (konsolidasi) untuk
tumbuh 18% yoy menjadi Rp8,2 triliun.
Laba bersih setelah pajak Bank BTPN (konsolidasi) yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat
Rp1,2 triliun pada akhir Juni 2024, lebih rendah 15% yoy. Penurunan laba bersih ini terjadi karena
peningkatan biaya kredit sebesar 46% yoy, atau sebesar Rp540 miliar, pascaakuisisi OTO Group.
Penurunan laba bersih juga terjadi akibat kenaikan 26% yoy di biaya operasional menjadi Rp4,6 triliun,
sejalan dengan pertumbuhan volume usaha dan inisiatif-inisiatif yang Bank BTPN sedang kerjakan.
Pengembangan Kapabilitas Digital yang Relevan dengan Tren Finansial dan Gaya Hidup Terkini
Bank BTPN, pionir bank digital di Indonesia melalui Jenius, konsisten mengembangkan kapabilitas digital
untuk memastikan cara yang mudah, cerdas, dan aman untuk akses ke berbagai solusi keuangan. Upaya
tersebut adalah fondasi yang menjadikan Jenius sebagai life finance solution bagi masyarakat digital savvy.
Sejak diluncurkan pada 2016, Jenius terus menghadirkan inovasi yang berpusat pada nasabah. Fitur-fitur
yang Jenius hadirkan melalui Kartu Debit Jenius, Kartu Kredit Jenius, Save It, Jenius Paylater, hingga Flexi
Cash mampu menjawab kebutuhan masyarakat digital savvy dalam mengelola keuangan dan mencapai
tujuan mereka.
1
BI-RATE TETAP 6,25%: MEMPERKUAT STABILITAS DAN MENJAGA PERTUMBUHAN DARI DAMPAK RAMBATAN GLOBAL
PT Bank BTPN Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan merupakan peserta penjaminan LPS.
Page 3
Berbekal solusi yang relevan dengan perilaku nasabah, Jenius berhasil menumbuhkan jumlah pengguna
terdaftar sebesar 21% yoy menjadi 5,8 juta per akhir Juni 2024, dari 4,8 juta setahun sebelumnya. Total
penyaluran kredit (Flexi Cash, Digital Micro, Kartu Kredit Jenius, dan Jenius Paylater) juga mengalami
peningkatan sebesar 134% yoy menjadi Rp3,1 triliun, dari Rp1,3 triliun. Dana pihak ketiga yang dikelola
Jenius turut tumbuh 10% yoy menjadi Rp27,2 triliun.
Inisiatif Berkelanjutan untuk Menciptakan Kehidupan yang Lebih Berarti
Demi memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat, Bank BTPN terus memperkuat fokus
perusahaan terhadap inisiatif berkelanjutan melalui program Daya. Setiap program di Daya dirancang agar
relevan dengan kebutuhan kelompok masyarakat sasaran melalui empat pilar utama, yaitu literasi
keuangan, pengembangan kapasitas diri, peningkatan kapasitas usaha, dan kehidupan berkelanjutan.
Program Daya telah menjangkau lebih dari 6,3 juta total penerima manfaat melalui 4.905 aktivitas selama
Januari hingga Juni 2024.
“Program pemberdayaan ini melengkapi solusi keuangan dan pembiayaan yang kami hadirkan untuk
memungkinkan lebih banyak nasabah dan masyarakat dalam memiliki kehidupan yang lebih bermakna,”
tutup Henoch.
***
Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
PT Bank BTPN Tbk
Andrie Darusman – Communications & Daya Head
Telp: 021-30026200
Email: andrie.darusman@btpn.com atau corporate.communications@btpn.com
Hill & Knowlton Indonesia
Maghfira Tabrani - Manager
Email: maghfira.tabrani@hillandknowlton.com
Sekilas tentang Bank BTPN
PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk
(BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) pada Februari 2019. Bank BTPN melayani berbagai segmen yang ada
di industri perbankan, mulai dari ritel hingga korporasi, termasuk para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM), komunitas prasejahtera produktif; segmen consuming class; serta segmen korporasi. Layanan kami tersedia di unit-unit
bisnis Bank BTPN, yaitu BTPN Sinaya—unit bisnis pendanaan, BTPN Purna Bakti—unit bisnis yang melayani nasabah pensiunan,
BTPN Bisnis Mikro—unit bisnis yang melayani pelaku usaha mikro, BTPN Business Banking—unit bisnis yang melayani pelaku
usaha kecil dan menengah, Jenius—platform perbankan digital untuk segmen consuming class, dan unit bisnis korporasi yang
melayani perusahaan besar nasional, multinasional, dan Jepang. Selain itu, Bank BTPN memiliki anak usaha yaitu PT Bank BTPN
Syariah Tbk yang melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif. Melalui Program Daya, yaitu program pemberdayaan
yang berkelanjutan dan terukur, Bank BTPN secara reguler memberikan pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas
nasabah sehingga memiliki kesempatan tumbuh dan mendapatkan peluang untuk hidup yang lebih baik.
PT Bank BTPN Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan merupakan peserta penjaminan LPS.
Names mentioned 10 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank BTPN Raih Pertumbuhan Kredit
p.1
unresolved
org
Bank Indonesia
p.1 ×3
unresolved
org
Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk
p.3 ×2
unresolved
org
PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.