Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
LAPORAN PUBLIC EXPOSE TAHUNAN
Sehubungan telah dilaksanakannya Public Expose Tahunan PT Mulia Industrindo Tbk (“Public Expose”), berikut kami
sampaikan laporan hasil Public Expose:
Diselenggarakan pada:
Hari/tanggal : Jumat, 22 Mei 2026
Pukul : 10.30 WIB – Selesai
Tempat : Zoom Meeting
Agenda : a. Pembukaan
b. Presentasi Kinerja Perseroan
c. Tanya Jawab
d. Penutup
Pihak yang mewakili Perseroan:
a. Bapak Henry Bun, selaku Direktur dan Corporate Secretary;
b. Team Corporate Secretary.
Tanya Jawab:
1. Daniel – Analis Pasar Modal
a. Dalam laporan manajemen pada slide 2,9, dan 10 disampaikan bahwa Perseroan mengalami kompresi marjin
kotor dari 23%, 15%, dan 10% dalam 3 kuartal terakhir, sedangkan biaya bahan bakar melonjak 30% dari total
biaya produksi dengan penurunan volume kaca lembaran -13% yoy. Apakah kondisi ini telah melampaui
ambang batas titik imbang operasional Perseroan dan bagaimana cara Perusahaan menanggapi situasi ini?
Pada tahun 2025, volume penjualan float glass di pasar domestik mengalami penurunan sebesar 16%
sedangkan pada pasar ekspor naik sebesar 7%, namun selling price float glass mengalami penurunan sebesar
12% dibandingkan tahun 2024. Di sisi lain volume penjualan divisi botol kemasan naik sebesar 7% dan glass
block naik sebesar 13% tetapi harga jual hanya mengalami kenaikan sebesar 1% dibandingkan tahun 2024,
maka kenaikan volume penjualan botol kemasan dan glass block tidak dapat mengimbangi penurunan volume
penjualan dan harga kaca lembaran.
Penurunan volume penjualan kaca lembaran domestik juga dipengaruhi oleh masuknya kompetitor baru dari
Korea dan China, sehingga pertumbuhan permintaan kaca lembaran domestik tidak sebanding dengan
pertumbuhan produksinya. Selain itu, faktor ekonomi global yang tidak bertumbuh membuat kompetisi usaha
semakin ketat.
Kenaikan harga bahan bakar gas yang dipengaruhi oleh penguatan kurs Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah
menjadi tantangan utama bagi Perseroan, mengingat gas merupakan sumber energi utama dalam proses
produksi. Selain itu, Perseroan juga menghadapi penurunan AGIT (Alokasi Gas Industri Tertentu) dari
pemerintah. Kondisi kenaikan biaya bahan bakar yang tidak sejalan dengan harga jual kaca lembaran yang
cenderung menurun memberikan tekanan signifikan terhadap margin Perseroan.
Head Office: Factory:
Atrium Mulia, 8th Floor Mulia Industry Estate
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. B 10-11 Admin Building, 2nd Floor
Jakarta Selatan 12910 - lndonesia Jalan Raya Tegal Gede, Cikarang
Phone: (62-21) 22513000 Bekasi 17550 - Indonesia
Fax: (62-21) 25982814 Phone: (62-21) 8935728
Fax: (62-21) 8935729, 8934040
Page 2
Dalam situasi tersebut, kinerja Perseroan belum melampaui ambang batas titik imbang. Namun, Perseroan
akan terus berupaya meningkatkan kinerja melalui langkah yang lebih selektif dalam menentukan produk-
produk yang berpotensi memberikan margin yang lebih optimal. Perseroan juga akan terus mencermati
perkembangan pasar global serta daya saing industri guna mempertahankan pencapaian di tahun 2025 dan
menjalankan berbagai upaya strategi bisnis yang telah ditetapkan.
b. Manajemen menyampaikan pada slide 6 bahwa porsi ekspor kaca lembaran ke Eropa meningkat signifikan dari
6% menjadi 15% pada kuartal I tahun 2026. Apakah peningkatan tersebut disebabkan oleh menurunnya daya
saing produk Perseroan di pasar Asia akibat praktik dumping produk dari Tiongkok?
Peningkatan porsi ekspor kaca lembaran ke Eropa pada kuartal I tahun 2026 tidak semata-mata disebabkan
oleh menurunnya daya saing produk Perseroan di pasar Asia akibat praktik dumping dari Tiongkok. Saat ini
Perseroan meningkatkan kinerja melalui produk-produk yang berpotensi memberikan margin yang lebih
optimal dengan melakukan ekspor ke negara-negara Eropa yang memberikan harga lebih kompetitif. Langkah
ini merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam mengoptimalkan portofolio pasar ekspor serta menjaga
kinerja usaha di tengah dinamika persaingan industri kaca global.
c. Manajemen menyampaikan pada slide 2, 4, dan 5 bahwa produk botol kemasan merupakan satu-satunya
segmen yang menunjukkan pertumbuhan konsisten, dengan peningkatan volume sebesar 7% pada tahun 2025
dan 4% pada kuartal I tahun 2026, sementara segmen kaca lembaran dan kaca pengaman otomotif masih
mengalami penurunan. Dalam kondisi tersebut, mengapa Perseroan belum melakukan pengalihan kapasitas
produksi secara lebih agresif ke segmen botol kemasan dan apa saja kendala teknis maupun kebutuhan
investasi yang menjadi pertimbangan Manajemen?
Pada saat ini, segmen botol kemasan sudah dalam situasi kapasitas penuh dan pada kuartal I 2026 Perseroan
telah mengoperasikan 1 mesin baru dengan total volume produksi sekitar 230 ribu ton per tahun.
Kedepannya Perseroan akan terus mencermati perkembangan dan prospek pasar botol kemasan. Apabila pasar
botol kemasan menunjukan pertumbuhan yang berkelanjutan, Perseroan tidak menutup kemungkinan untuk
melakukan penambahan kapasitas produksi pada periode-periode berikutnya, yang disesuaikan dengan
kebutuhan pasar dan pertimbangan bisnis Perseroan.
****
Head Office: Factory:
Atrium Mulia, 8th Floor Mulia Industry Estate
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. B 10-11 Admin Building, 2nd Floor
Jakarta Selatan 12910 - lndonesia Jalan Raya Tegal Gede, Cikarang
Phone: (62-21) 22513000 Bekasi 17550 - Indonesia
Fax: (62-21) 25982814 Phone: (62-21) 8935728
Fax: (62-21) 8935729, 8934040
Page 3
DAFTAR HADIR
PUBLIC EXPOSE
Head Office: Factory:
Atrium Mulia, 8th Floor Mulia Industry Estate
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. B 10-11 Admin Building, 2nd Floor
Jakarta Selatan 12910 - lndonesia Jalan Raya Tegal Gede, Cikarang
Phone: (62-21) 22513000 Bekasi 17550 - Indonesia
Fax: (62-21) 25982814 Phone: (62-21) 8935728
Fax: (62-21) 8935729, 8934040
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Henry Bun
· Direktur
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.