Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
Bersama ini kami kirimkan penjelasan kenaikan dan penurunan Aset dan Liabilitas posisi
Juni 2024 sebagai berikut :
Total Aset per 30 Juni 2024 meningkat sebesar 6,65% dari posisi per 31 Desember 2023,
dimana peningkatan tersebut terjadi pada :
1. Giro pada Bank Lain – Pihak ketiga
Giro pada Bank Lain – Pihak ketiga dibandingkan posisi 31 Desember 2023 mengalami
kenaikan sebesar Rp. 125,26 Milyar. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dana
untuk mendukung kebutuhan transaksi operasional .
2. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain – Pihak ketiga
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank Lain - pihak ketiga dibandingkan posisi
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp. 1,15 Trilyun. Hal ini terjadi karena
adanya penempatan Call Money dan Fasbi yang jatuh tempo.
3. Efek-efek – Pihak ketiga
Efek-efek – Pihak ketiga dibandingkan posisi Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar
Rp. 4,08 Trilyun. Kenaikan tersebut disebabkan adanya pembelian SRBI (Sertifikat
Rupiah Bank Indonesia).
4. Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali – Pihak ketiga
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali – Pihak ketiga dibandingkan posisi Desember
2023 mengalami penurunan sebesar Rp. 1,46 Trilyun. Hal ini terjadi karena adanya RR
SUN yang telah jatuh tempo.
5. Tagihan Akseptasi – Pihak ketiga
Tagihan Akseptasi – Pihak ketiga dibandingkan posisi 31 Desember 2023 mengalami
penurunan sebesar Rp. 2,12 Milyar. Hal ini terjadi karena adanya penurunan kegiatan atas
transaksi ekspor import dari nasabah.
Page 2
Total Liabilitas per 30 Juni 2024 meningkat dibanding per 31 Desember 2023 sebesar 7,29%,
dimana peningkatan ini terjadi pada :
6. Liabilitas Segera
Liabilitas Segera dibandingkan posisi 31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar
Rp. 69,84 Milyar. Kenaikan tersebut sebagian besar disebabkan oleh adanya kenaikan
kewajiban atas transaksi ATM Prima sejalan dengan meningkatnya jumlah dan transaksi
nasabah.
7. Utang Pajak
Utang Pajak dibandingkan posisi 31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar
Rp. 5,92 Milyar. Penurunan didominasi oleh penurunan jumlah pajak penghasilan Pasal 21.
8. Biaya yang masih harus dibayar
Biaya yang masih harus dibayar dibandingkan posisi 31 Desember 2023 mengalami
kenaikan sebesar Rp. 21,85 Milyar. Kenaikan tersebut disebabkan adanya transaksi
nasabah yang belum diselesaikan pada hari yang sama.
Demikian penjelasan atas peningkatan total aset dan total liabilitas posisi 30 Juni 2024
dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023.
Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.1 ×3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.