Skip to content
Back to announcement

Laporan Perkembangan Usaha UNTR 0624.pdf

Financial statement Text extracted UNTR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 6

Page 1
         LAPORAN PERKEMBANGAN USAHA PT UNITED TRACTORS Tbk
                    SEMESTER PERTAMA TAHUN 2024


Laporan Konsolidasi
Sampai dengan semester pertama tahun 2024, pendapatan bersih konsolidasian Perseroan
mencapai Rp64,5 triliun atau turun sebesar 6% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun
2023 disebabkan oleh penurunan kinerja dari segmen MesinKkonstruksi dan Pertambangan Batu
Bara. Rincian kontribusi dari setiap unit usaha dapat dilihat pada grafik berikut:




Penurunan pendapatan, ditambah dengan biaya keuangan yang lebih tinggi dan kerugian selisih
kurs menyebabkan penurunan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih
Perseroan) sebesar 15% menjadi Rp9,5 triliun dari Rp11,2 triliun pada periode yang sama tahun
2023.
Page 2
Ringkasan kinerja Perseroan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

  Dalam juta Rupiah                                6M 2024        6M 2023   Perubahan (%)          12M 2023
  Nilai Tukar (Rp/USD)                                16,421         15,026            9%              15,416

  Pendapatan Bersih                                64,514,464    68,676,905                -6%     128,583,264

  Laba setelah pajak yang diatribusikan
  kepada:
  - Pemilik entitas induk                           9,532,175    11,216,279               -15%      20,611,775
  - Kepentingan nonpengendali                         360,335     1,127,128               -68%       1,518,321

  Laba Bersih per Saham (dalam Rp penuh)                2,625          3,088              -15%            5,675

  Jumlah Aset                                          168,252,433 134,463,146                 25%  154,028,248
  Jumlah Liabilitas                                     76,852,978 58,641,919                  31%   69,992,685
  Catatan:
  Data keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2024 tidak diaudit.
  Perseroan sedang melakukan penelaahan terbatas oleh Akuntan Publik dan akan menyampaikan Laporan Keuangan yang
  telah ditelaah paling lambat 2 (dua) bulan setelah tanggal Laporan Keuangan Semester I 2024.



Berikut kami sampaikan kinerja operasional dari masing-masing unit usaha.

Unit Usaha Mesin Konstruksi (Construction Machinery)
Sampai dengan bulan Juni 2024, volume penjualan alat berat Komatsu tercatat sebanyak 2.147
unit atau turun 32% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 3.145 unit.
Dari total keseluruhan penjualan alat berat, sebesar 63% diserap sektor pertambangan, 14% ke
sektor perkebunan, 13% diserap sektor konstruksi, dan sisanya sebesar 10% diserap sektor
kehutanan.

Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat turun 10%
menjadi Rp5,4 triliun dari Rp6,0 triliun. Sementara itu, penjualan produk merek lainnya yaitu
Scania turun dari 449 unit menjadi 182 unit dan penjualan produk UD Trucks turun dari 170 unit
menjadi 82 unit yang disebabkan oleh penurunan permintaan terutama di sektor pertambangan.
Secara keseluruhan pendapatan unit usaha Mesin Konstruksi turun 23% menjadi Rp15,6 triliun
dibandingkan Rp20,3 triliun pada periode yang sama tahun 2023.

Berikut ini adalah grafik penjualan Komatsu:
Page 3
Unit Usaha Kontraktor Penambangan (Mining Contracting)
Unit usaha Perseroan di bidang Kontraktor Penambangan dijalankan oleh PT Pamapersada
Nusantara (PAMA). PAMA menyediakan jasa penambangan untuk para pemilik konsesi tambang,
dengan membantu mereka dalam produksi batubara dan pekerjaan pemindahan tanah. Anak
perusahaan PAMA yang juga menyediakan jasa di bidang pertambangan adalah PT Kalimantan
Prima Persada (KPP).

Sampai dengan semester pertama tahun 2024, PAMA membukukan pendapatan bersih sebesar
Rp27,9 triliun, naik 15% dari Rp24,3 triliun pada periode yang sama tahun 2023.
PAMA mencatat peningkatan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) sebesar
13% dari 521 juta bcm menjadi 590 juta bcm dan peningkatan volume produksi batu bara untuk
para kliennya sebesar 18% dari 59 juta ton menjadi 70 juta ton, dengan rata-rata stripping ratio
sebesar 8,5x turun dari 8,8x.
Page 4
Unit Usaha Pertambangan Batu Bara (Coal Mining)
Unit usaha Perseroan di bidang Pertambangan Batu Bara dijalankan oleh PT Tuah Turangga
Agung (TTA). Total penjualan batu bara sampai semester pertama tahun 2024 mencapai 7,5 juta
ton (termasuk 1,6 juta ton batu bara kokas), meningkat 17% dibandingkan semester pertama tahun
2023. Pendapatan bersih unit usaha Pertambangan Batu Bara turun sebesar 23% dibandingkan
periode yang sama di tahun 2023 dari Rp20,1 triliun menjadi Rp15,5 triliun karena turunnya rata-
rata harga jual batu bara.




Unit Usaha Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya (Gold and Other Mineral Mining)
Unit usaha Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya mencatatkan peningkatan pendapatan
sebesar 37% menjadi Rp4,4 triliun, yang sebagian besar disebabkan oleh peningkatan harga jual
rata-rata emas sebesar 17% (dari USD1.935 per ons menjadi USD2.260 per ons).
Page 5
Pertambangan Emas
Anak usaha Perseroan yang bergerak di bidang pertambangan emas, PT Agincourt Resources
(PTAR) mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara dan PT
Sumbawa Jutaraya (SJR) mengoperasikan tambang emas di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Sampai dengan bulan Juni 2024, total penjualan setara emas dari tambang emas Martabe mencapai
110 ribu ons atau sedikit naik dari periode yang sama tahun 2023 sebesar 109 ribu ons. SJR telah
memulai produksi di akhir semester pertama 2024 dan diharapkan dapat mulai mencatatkan
penjualan emas di semester kedua tahun 2024.




Pertambangan Nikel
Segmen usaha pertambangan nikel Perseroan terdiri dari PT Stargate Pasific Resources (SPR)
yang baru saja diakuisisi dengan kepemilikan mayoritas pada bulan Desember 2023 dan Nickel
Industries Limited (NIC) yang diakuisisi pada bulan September 2023 dengan kepemilikan sebesar
19,99%.

SPR mengoperasikan tambang nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. SPR mencatatkan
penjualan bijih nikel sebesar 967.000 wet metric ton (wmt) pada semester pertama tahun 2024,
yang terdiri dari 421.000 wmt saprolit dan 546.000 wmt limonit.

NIC merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi dengan aset utama
yang berlokasi di Indonesia. NIC melaporkan penjualan 34.427 ton logam nikel pada kuartal
terakhir tahun 2023 dan 32.759 ribu ton logam nikel pada kuartal pertama tahun 2024. Untuk
informasi lebih lanjut mengenai NIC, silakan kunjungi situs web NIC sebagai berikut:
www.nickelindustries.com/

Unit Usaha Industri Konstruksi (Construction Industry)
PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) adalah perusahaan publik di bidang jasa konstruksi yang
sahamnya sebanyak 87,7% dimiliki oleh PT Karya Supra Perkasa (KSP), anak perusahaan
Perseroan.

Sampai dengan semester pertama tahun 2024, unit usaha Industri Konstruksi membukukan
pendapatan bersih sebesar Rp1,1 triliun, naik 39% dibandingkan Rp798 miliar pada semester
pertama 2023. ACSET membukukan rugi bersih sebesar Rp136 miliar, dibandingkan rugi bersih
sebesar Rp55 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Page 6
Unit Usaha Energi (Energy)
Sejalan dengan strategi pengembangan usaha di sektor energi yang ramah lingkungan, Perseroan
telah menetapkan bisnis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebagai salah satu strategi transisi
Perseroan. Untuk mempercepat pengembangan EBT, pada akhir tahun 2021 seluruh bisnis energi
dalam grup dikonsolidasikan melalui PT Energia Prima Nusantara (EPN). Sampai dengan bulan
Juni 2024, EPN telah memasang Rooftop Solar PV sebesar 2,2 megawatt peak (MWp) sehingga
secara kumulatif Rooftop Solar PV yang terpasang sejak tahun 2018 hingga semester pertama 2024
mencapai 17,2 MWp.

EPN saat ini mengoperasikan dua pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) yaitu PLTM
Kalipelus berkapasitas 0,5 MW di Jawa Tengah dan PLTM Besai Kemu berkapasitas 7 MW di
Lampung, Sumatra yang mulai beroperasi secara komersial pada Januari 2024.

Pada bulan Agustus 2022, Perseroan melalui anak usaha melakukan investasi pada PT Arkora
Hydro Tbk (Arkora) dengan kepemilikan saham sebesar 31,49%. Arkora saat ini mengoperasikan
dua PLTM, yaitu PLTM Cikopo 2 di Jawa Barat dengan kapasitas 7,4 MW dan PLTM Tomasa 10
MW di Sulawesi Selatan. Arkora juga sedang membangun dua PLTM, yaitu PLTM Koro Yaentu
berkapasitas 10 MW dan PLTM Kukusan 2 berkapasitas 5,4 MW yang masing-masing
diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2024 dan 2025. Ketika kedua proyek ini mulai beroperasi,
Arkora akan memiliki pembangkit listrik dengan total kapasitas 33 MW. Pada bulan Desember
2023, Arkora menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan PLN untuk
pengembangan proyek PLTM Tomini berkapasitas 10 MW yang berlokasi di Sulawesi Selatan.

Pada bulan Maret 2024, Perseroan meningkatkan kepemilikan saham di PT Supreme Energy
Rantau Dedap (SERD) menjadi 32,7% kepemilikan saham langsung dan tidak langsung. SERD
memiliki proyek panas bumi di Sumatera Selatan dengan kapasitas existing sebesar 2 x 49 MW
yang telah beroperasi sejak akhir tahun 2021.

Perseroan secara aktif melakukan studi terkait proyek energi terbarukan lainnya yang memiliki
kapasitas lebih besar seperti hydro, solar PV, dan geothermal. Proyek-proyek ini konsisten dengan
strategi Perseroan untuk meningkatkan kompetensi di berbagai potensi energi terbarukan dalam
rangka mencapai portofolio bisnis yang berkelanjutan.


Demikian kami sampaikan Laporan Perkembangan Usaha PT United Tractors Tbk sampai dengan
semester pertama tahun 2024.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.18 MB
Published30 Jul 2024
Pages6
Characters9,427
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 13 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org UNITED TRACTORS Tbk p.1 ×5
linked org PT Pamapersada Nusantara p.3
linked org PT Tuah Turangga Agung p.4
linked org PT Agincourt Resources p.5
linked org PT Sumbawa Jutaraya p.5
linked org Acset Indonusa Tbk p.5 ×2
linked org PT Karya Supra Perkasa p.5
linked org Arkora Hydro Tbk p.6 ×2
unresolved org PT Kalimantan Prima Persada p.3
unresolved org Nickel Industries Limited p.5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

inlineXBRL.zip done
FinancialStatement-2024-II-UNTR.xlsx done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result