Back to announcement
Penjelasan Laporan Keuangan_30 Jun 2024.pdf
Financial statement Text extracted BTPNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1 OCR 0.943
bank , : A MEMBER OF Penjelasan atas Laporan Keuangan PT BANK BTPN Tbk Posisi 30 Juni 2024 Total Aset Bank secara konsolidasi pada tanggal 30 Juni 2024 tercatat sebesar Rp 235,82 trilyun, naik sebesar Rp 34,37 trilyun atau naik 17,0646 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 201,45 trilyun. Demikian juga dengan Total Liabilitas (termasuk dana syirkah temporer) tercatat sebesar Rp 183 trilyun pada 30 Juni 2024, naik sebesar Rp 22,83 trilyun atau naik 14,254 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 160,17 trilyun. Adapun perubahan penting pada pos-pos neraca selama periode tersebut adalah sebagai berikut: 1. Giro pada bank-bank lain Giro pada bank-bank lain pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 1.54 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 574,62 milyar atau sebesar 6096 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 962,23 milyar. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh penambahan giro pada bank-bank lain dari akuisisi Entitas Anak, selain itu adanya pembayaran dividen dari entitas anak yang dikirimkan melalui giro pada bank-bank lain. 2. Efek-efek Efek-efek pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 28,73 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 11,47 trilyun atau sebesar 6696 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 17,26 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh adanya kenaikan penempatan pada produk Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). 3. Tagihan derivatif Tagihan derivatif pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 2,29 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 1,16 trilyun atau sebesar 1034 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 1,13 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh penambahan tagihan derivatif sebagai dampak dari akuisisi Entitas Anak. 4. Tagihan akseptasi Tagihan akseptasi pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 3,94 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 657,16 milyar atau sebesar 2096 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 3,28 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh adanya peningkatan pada transaksi akseptasi Bank. PT Bank BTPN Tbk t. 46221 300 26 200 Menara BTPN 1. 6221 300 26 101 CBD Mega Kuningan, Jakarta 12950 www.btpn.com (pi
Page 2 OCR 0.950
bank , A MEMBER OF 5. Piutang pembiayaan Piutang pembiayaan pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 27,2 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 27.2 trilyun atau sebesar 1004 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023. Kenaikan ini disebabkan oleh adanya akuisisi Entitas Anak yang memiliki piutang pembiayaan, sehingga akun ini merupakan akun baru bagi Bank di tahun 2024. 6. Klaim pengembalian pajak Klaim pengembalian pajak pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 250,72 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp 183,38 milyar atau sebesar 27244 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 67,34 milyar. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh adanya kelebihan pembayaran Angsuran PPh Pasal 25 yang dilakukan oleh Bank dan konsolidasi pembayaran pajak yang sedang dalam proses sengketa oleh Anak Perusahaan. 7. Aset takberwujud dan goodwill Aset takberwujud dan goodwill pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 3,05 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 1,96 trilyun atau sebesar 18046 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 1,09 trilyun. Kenaikan ini disebabkan oleh penambahan aset takberwujud dan goodwi!ll dari akuisisi Entitas Anak. 8. Aset lain-lain Aset lain-lain pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 1,24 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 343,74 milyar atau sebesar 39X dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 891,39 milyar. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan uang muka dan agunan yang diambil alih sebagai dampak dari akuisisi Entitas Anak. 9. Simpanan dari bank-bank lain Simpanan dari bank-bank lain pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 666,1 milyar mengalami penurunan sebesar Rp 10,15 trilyun atau sebesar 94X dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 10,82 trilyun. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya pinjaman mata uang asing jangka pendek yang digantikan dengan pinjaman jangka panjang untuk menjaga rasio Bank dan adanya peningkatan dana pihak ketiga baik Rupiah maupun Valas. 10. Lis Liabilitas derivatif pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 1,93 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 861,69 milyar atau sebesar 8096 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar bilitas derivatif Rp 1,07 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh penambahan liabilitas derivatif sebagai dampak dari akuisisi Entitas Anak. “Yy
Page 3 OCR 0.954
bank , SMBC Group 11. 12. 13. 14. 15. Liabilitas akseptasi Liabilitas akseptasi pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 3,52 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 1,20 trilyun atau sebesar 5246 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 2,32 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh adanya peningkatan pada transaksi akseptasi Bank. Utang obligasi Utang obligasi pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 708,65 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp 506,57 milyar atau sebesar 2514 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 202,08 milyar. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh penambahan utang obligasi sebagai dampak dari akuisisi Entitas Anak. Pinjaman yang diterima Pinjaman yang diterima pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 50,13 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 18,77 trilyun atau sebesar 60X dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 31,36 trilyun. Kenaikan pinjaman yang diterima dilakukan untuk mendukung pertumbuhan kredit dan juga meningkatkan rasio likuiditas Bank serta dampak dari pelemahan kurs Rupiah terhadap USD. Liabilitas imbalan kerja Liabilitas imbalan kerja pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 845,33 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp 164,04 milyar atau sebesar 24X dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 681,29 milyar. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh penambahan liabilitas imbalan kerja sebagai dampak dari akuisisi Entitas Anak. Liabilitas lain-lain Liabilitas lain-lain pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 1,39 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 318,26 milyar atau sebesar 30X dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 1,08 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh penambahan liabilitas lain-lain sebagai dampak dari akuisisi Entitas Anak.
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.