Back to announcement
20240730_TAYS_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31688697_lamp1.pdf
Other Text extracted TAYSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 11
Page 1
Tangerang, 26 Juli 2024
No. : 034/JSA-TAYS/CORSEC/VII/2024
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta 12190
Up :
1. Yth. Bapak I Gede Nyoman Yetna
Direktur
2. Yth. Ibu Lidia M.Panjaitan
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3
Perihal : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Surat S-07551/BEI.PP3/07-2024
Dengan hormat,
Sehubungan dengan surat nomor S-07551/BEI.PP3/07-2024 Tanggal 23 Juli 2024 atas saham PT
Jaya Swarasa Agung Tbk yang diterima melalui IDXnet tertanggal 24 Juli 2024 mengenai hal
sebagai berikut :
1. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Jaya Swarasa Agung Tbk (Perseroan) dan Entitas
Anaknya untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024;
2. Surat Perseroan nomor 001/TAYS-JSA/I/2023 tanggal 9 Januari 2023 perihal Laporan
Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana PT Jaya Swarasa Agung
periode31 Desember 2022.
Perseroan bermaksud memberikan penjelasan terkait hal tersebut di atas sesuai dokumen
terlampir dalam surat ini.
Demikian kami sampaikan dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Dinna Afrianti
Corporate Secretary
Tembusan :
1. Yth. Direktur Pengawasan Transaksi Efek Otoritas Jasa Keuangan
2. Yth. Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 1, Otoritas Jasa Keuangan
3. Yth. Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 2, Otoritas Jasa Keuangan
4. Yth. Direksi PT Bursa Efek Indonesia
5. Yth. Direksi PT Jaya Swarasa Agung Tbk
1
Page 2
PENJELASAN ATAS SURAT S-07551/BEI.PP3/07-2024 :
1. Berdasarkan CALK Nomor 1 perihal Umum bagian Akuisisi Entitas Anak disampaikan bahwa
terdapat 3 kali pembelian saham PT Tays Bogainti Selaras (TBS) dengan masing-masing nilai
sebesar Rp31 juta dan Rp588 juta pada tahun 2021 dan Rp22,62 miliar pada tahun 2022.
Sedangkan nilai imbalan yang dibayarkan sebesar Rp619 juta yang merupakan penambahan
dari hasil pembelian saham pada tahun 2021 sehingga menghasilkan selisih nilai transaksi
dengan entitas sepengendali sebesar Rp8,89 miliar yang menjadi pengurang Tambahan Modal
Disetor sebagaimana pada gambar di bawah berikut. Agar dapat dijelaskan beberapa hal
berikut:
a) Agar dapat dikonfirmasi apakah perhitungan selisih nilai transaksi dengan entitas
sepengendali baik yang diungkapkan pada CALK Nomor 1 maupun CALK Nomor 23
perihal Tambahan Modal Disetor merupakan yang terkini yang telah memperhitungkan
pembelian saham TBS yang terakhir sebesar Rp22,62 miliar.
Jawab: Perhitungan nilai selisih entitas pengendalian PT Tays Bogainti Selaras (“TBS”)
pada CALK 1 sebesar Rp 8.893.663.077, merupakan perhitungan pada saat Akuisisi
Entitas Anak tanggal 23 Maret 2021 dan tidak berkaitan dengan penambahan saham TBS
sebesar Rp 22,62 miliar pada tahun 2022.
Sesuai dengan Akta jual beli saham No. 166 dan 167 yang masing-masing tertanggal 23
Maret 2021 dan keduanya dibuat oleh Notaris Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn.,
Notaris di Jakarta Barat, Perseroan membeli 588 lembar saham Alexander Anwar di TBS
dengan nilai Rp 588.000.000 dan membeli 31 lembar saham Andrew Sanusi di TBS dengan
nilai Rp 31.000.000, sehingga total saham Perseroan di TBS adalah 619 lembar saham
dengan total nilai perolehan sebesar Rp 619.000.000.
Sehingga pada perhitungan berikut adalah bukan nilai terkini pada saat penambahan
saham TBS sebesar Rp 22,62 miliar melainkan adalah imbalan yang dibayarkan pada saat
akuisisi TBS yang dilakukan pada Maret 2021 (pada saat akuisisi entitas anak).
b) Dalam hal belum yang terkini dan terdapat kesalahan penyajian, agar dapat disampaikan
perhitungan selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali yang terkini.
Jawab: Perseroan tidak memperhitungkan selisih transaksi atas entitas pengendalian
pada saat penambahan saham TBS di tahun 2022 sebesar Rp 22,62 miliar dikarenakan
transaksi tersebut bukan merupakan transaksi akuisisi entitas anak, dikarenakan
Perseroan sudah mengakuisisi entitas anak sejak Maret 2021. Dimana selisih nilai
transaksi dengan entitas sepengendalian timbul karena kegiatan kombinasi bisnis entitas
sepengendali, sehingga penyajian atas transaksi tersebut sudah sesuai.
2. Berdasarkan CALK nomor 5 tentang Piutang Usaha bahwa terdapat piutang yang telah jatuh
tempo >120 hari sebesar Rp30,39 miliar atau setara dengan 50,34% dari total piutang usaha
per 31 Maret 2024. Agar dapat dijelaskan beberapa hal berikut:
a) Rincian piutang usaha berdasarkan umur dengan format sebagai berikut:
2
Page 3
b) Tingkat ketertagihan piutang usaha dan kesesuaiannya dengan terms of payment (ToP).
Jawab: Kebijakan Perseroan adalah masih memberikan masa tenggang pembayaran
kepada pelanggan yang masih rutin dan aktif. Kami melakukan upaya upaya penagihan
dengan cara penagihan yang dilakukan oleh team Perseraon berupa email penagihan,
kontak langsung menggunakan aplikasi komunikasi standar berupa whatsapp,
komunikasi langsung menggunakan telpon. Penagihan juga dilakukan selain oleh team
Keuangan perseroan, tetapi juga dibantu oleh team Penjualan perseroan. Selain hal
tersebut, kami juga memiliki jaminan berupa bank garansi yang diberikan oleh pelanggan
kami kepada kami sebagai jaminan apabila terjadi risiko piutang usaha tak tertagih.
c) Latar belakang Perseroan hanya melakukan penambahan pada cadangan kerugian
penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp493,10 juta padahal kenaikan pada piutang usaha
jatuh tempo >120 hari sebesar Rp10,17 miliar atau 50,34% jika dibandingkan dengan per
31 Desember 2023.
Jawab: Pada periode tahun 2023, Perseroan melakukan perhitungan penyisihan
penurunan nilai piutang usaha dan menganalisa kembali risiko kredit dari piutang usaha
yang masih ada pada tahun 2023, sehingga terdapat peningkatan penurunan nilai sebesar
71,6% pada tahun 2023. Karena hal tersebut, maka penambahan cadangan di periode
maret tahun 2024 ini setelah kami analisa dari tahun 2023 sampai dengan periode maret
2023 kami laukan penambahan sebesar Rp. 493.10 Juta.
3. Berdasarkan CALK Nomor 7 tentang Persediaan disampaikan bahwa “manajemen
berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut di atas cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
dari keusangan dan penurunan nilai pasar persediaan”. Namun pada CALK tersebut tidak
terdapat perhitungan ataupun penyajian cadangan kerugian penurunan nilai persediaan. Agar
dapat dikonfirmasi apakah Perseroan melakukan pencadangan kerugian penurunan nilai
persediaan per 31 Maret 2024.
Jawab: perseroan tidak melakukan pencadangan kerugian penurunan nilai persediaan per 31
Maret 2024.
4. Berdasarkan CALK Nomor 8 tentang Beban Dibayar di Muka dan Uang Muka, terdapat Uang
Muka Tidak Lancar sebesar Rp73,51 miliar yang masing-masing untuk perolehan bangunan
sebesar Rp42,91 miliar dan perolehan mesin sebesar Rp30,60 miliar yang nilainya sama
3
Page 4
dengan rencana penggunaan dana pada surat Perseroan nomor 001/TAYS-JSA/I/2023
tanggal 9 Januari 2023 perihal Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum
Perdana PT Jaya Swarasa Agung periode 31 Desember 2022.
a) Latar belakang yang menyebabkan penggunaan dana pembangunan pabrik dan mesin
pabrik belum terealisasi sampai saat ini dan upaya yang telah dan akan dilakukan
Perseroan untuk menyelesaikannya.
Jawab: Pada tahap 2 (dua) tahun pertama, pembangunan pabrik sempat mengalami
penundaan. Hal tersebut disebabkan karena proses pengurusan ijin masih berjalan
sehubungan dengan ketentuan peraturan daerah yang baru yaitu surat Persetujuan
Bangunan Gedung (PBG) sebagai pengganti Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Kemudian
proses perijinan sudah selesai sejak 12 Mei 2023 yang lalu. Setelah itu, kami mulai proses
pembangunan pagar dan perataan tanah. Kemudian pada saat akan di lanjutkan kembali,
ada permintaan perpindahan tiang listrik. Progress pembangunan di atur waktunya
karena hasil kinerja tahun 2023 di Indonesia agak lesu (efek global dan efek pra election).
Kami sebelumnya perkiraan target selesai di akhir tahun sekitar bulan Oktober 2024,
tetapi karena kami mengalami kendala prosedural tersebut di lapangan sehingga ada
kemungkinan agak sedikit tertunda progress pembangunan nya.
Karena hal tersebut diatas, maka pembangunan pabrik masih berada pada akun uang
muka.
b) Dampak atas belum terealisasinya pembangunan pabrik dan pembelian mesin pabrik
yang dimaksud.
Jawab: Tidak terdapat dampak atas belum terealisasinya pembangunan pabrik dan
pembelian mesin pabrik yang dimaksud
c) Agar dapat disampaikan timeline target waktu realisasi pembangunan pabrik dan
pembelian mesin pabrik yang dimaksud hingga pabrik baru dan mesin pabrik baru dapat
beroperasi dan memberikan kontribusi bagi Perseroan.
Jawab: Rencana pembangunan, pembelian dan instalasi mesin secara bersamaan
diperkirakan di akhir tahun 2025 atau setelah konstruksi pembangunan pabrik selesai.
d) Rencana perubahan penggunaan dana (jika ada).
Jawab: Tidak ada rencana perubahan penggunaan dana.
e) Latar belakang tidak terdapat penjelasan mengenai perjanjian kerja sama atas uang muka,
pihak penerima uang muka, penjelasan hubungan afiliasi atau non afiliasi dengan pihak
penerima uang muka.
Jawab: Penerima uang muka dan hubungannya dengan perseroan adalah sebagai non
afiliasi.
f) Penjelasan mengenai perjanjian kerja sama atas uang muka, pihak penerima uang muka,
penjelasan hubungan afiliasi atau non afiliasi dengan pihak penerima uang muka.
Jawab: Penerima uang muka dan hubungannya dengan perseroan adalah sebagai non
afiliasi.
4
Page 5
5. Berdasarkan CALK Nomor 9 tentang Aset Tetap, disampaikan bahwa nilai aset tetap neto
sebesar Rp124,38 miliar, namun apabila dihitung ulang kembali nilai aset tetap neto sebesar
Rp125,38 miliar sehingga terdapat selisih Rp1 miliar. Selain itu, terdapat aset dalam
penyelesaian sebesar Rp7,52 miliar. Agar dapat dijelaskan hal-hal berikut:
a) Latar belakang terdapat perbedaan nilai aset tetap neto pada CALK Nomor 9.
Jawab: Nilai aset per laporan audit tahun 2023, saldo akhir sebesar Rp 124.91 jt dan Nilai
aset per laporan Maret 2024 sebesar 124.38 jt. Penambahan aset selama periode Q1 maret
2024 hanya sebesar Rp 85,29 jt. Atas perhitungan sebesar Rp 125.38 Milyar apakah bisa
diinformasikan kepada kami?
b) Dalam hal terdapat salah saji, agar dapat disampaikan nilai aset tetap neto yang benar
beserta rincian jenis aset tetap seperti pada tabel yang disajikan pada CALK Nomor 9.
Jawab: Setelah kami dapatkan perhitungan diatas, akan kami sampaikan nilai aset yang
benar apabila terdapat salah perhitungan.
c) Penjelasan mengenai bentuk atau jenis, kegunaan dan persentase penyelesaian atas aset
dalam penyelesaian tersebut.
Jawab: Rincian aset tetap sedang dalam pembangunan seluruhnya di kategorikan sebagai
pembangunan bangunan dengan rincian pekerjaan sebagai berikut:
No Keterangan Nilai
1. Epoxy Koridor Oven dan Curving 52.490.000
2. Epoxy Ruang Timbangan 27.225.800
3. Pembuatan Pagar dan Retaining Wall Pabrik 5.973.136.250
Total 6.052.852.050
d) Target waktu aset dalam penyelesaian tersebut dapat terealisasi.
Jawab: Pekerjaan pada no 1 dan 2 pada tabel diatas tersebut telah selesai sekitar di bulan
Januari 2024. Pada pekerjaan no 3 pada tabel diatas tersebut mengikuti target waktu
pembangunan pabrik Sumedang.
6. Berdasarkan CALK Nomor 12 tentang Utang Bank Jangka Pendek, terdapat penurunan
sebesar Rp75,50 juta jika dibandingkan dengan per 31 Desember 2023. Selain itu, khususnya
pada kredit rekening koran sebesar Rp22,49 miliar tidak mengalami perubahan sejak per 31
Desember 2023 mengingat akan jatuh tempo pada tanggal 1 Maret 2024. Agar dapat
dijelaskan beberapa hal berikut:
a) Latar belakang kredit rekening koran Perseroan tidak mengalami perubahan.
Jawab: KRK atau Kredit Rekening Koran sifatnya adalah untuk modal kerja yang pada saat
nya jatuh tempo kami lunasi kemudian dilakukan pencairan kembali.
b) Sehubungan dengan jatuh tempo fasilitas kredit yaitu pada 1 April 2024, apakah fasilitas-
fasilitas kredit utang bank jangka pendek Perseroan dilakukan perpanjangan? Dalam hal
dilakukan perpanjangan, agar dapat disampaikan tanggal jatuh tempo yang baru.
Jawab: fasilitas fasilitas kredit bank perseroan telah dilakukan perpanjangan selama 1
(satu) tahun dan jatuh tempo kembali di 1 April 2025.
5
Page 6
7. Berdasarkan CALK Nomor 13 tentang Utang Usaha, terdapat utang usaha yang sudah jatuh
tempo >120 hari sebesar Rp15,03 miliar atau sebesar 25,19% dari total utang usaha
Perseroan. Agar dapat dijelaskan beberapa hal berikut:
a) Rincian utang usaha berdasarkan umur dengan format sebagai berikut:
b) Terms of payment (ToP) dalam hari dari utang usaha Perseroan.
Jawab: Perseroan memiliki Term of payment (TOP) beragam. Tergantung dari vendor atau
supplier nya. Rata rata memiliki term of payment selama 45 hari. Untuk vendor yang
bergerak di bidang komoditi, TOP yang diberikan kurang lebih 15-30 hari. Bahkan untuk
vendor packaging kami diberikan TOP bisa sampai 75 hari.
8. Berdasarkan CALK nomor 14 tentang Utang Lain-Lain terdapat medium term notes (MTN)
yang diterbitkan kepada Mixio Holdings Incorporated sebesar Rp31,28 miliar. Berdasarkan
surat Perseroan nomor 003/JSA-TAYS/CORSEC/I/2024 tanggal 23 Januari 2024 perihal
Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik,
disampaikan bahwa nilai MTN sebesar USD2 juta dengan jangka waktu 3 tahun dan tingkat
bunga 4% per tahun. Agar dapat dijelaskan beberapa hal berikut:
a) Latar belakang Perseroan mencatatkan MTN tersebut sebagai utang lain-lain yang
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek sedangkan jangka waktu MTN tersebut
adalah 3 tahun.
Jawab: Karena transaksi tersebut agak berbeda, terjadi posting-posting yang sedang di
benahi termasuk dalam mencatatkan MTN tersebut sebagai utang lain-lain yang
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek. Seharusnya perseroan mencatatkan
MTN tersebut sebagai liabilitas tidak lancar.
b) Dalam hal seharusnya diklasifikasikan sebagai liabilitas tidak lancar agar dapat
disampaikan kembali perhitungan arus kas pendanaan yang telah disesuaikan.
Jawab: Perseroan telah memperbaiki pencatatab tersebut pada laporan keuangan Q2
yang akan segera di laporkan melalui XBRL
c) Latar belakang MTN tersebut masih diungkapkan dalam CALK Nomor 33 tentang
Peristiwa Setelah Periode Pelaporan sedangkan tanggal penerbitan MTN sebelum tanggal
pelaporan Laporan Keuangan per 31 Maret 2024.
6
Page 7
Jawab: Perseroan dalam hal ini seharusnya sudah tidak mengungkapkan MTN tersebut
karena peristiwa tersebut terjadi sebelum periode Laporan Keuangan per 31 Maret 2024.
d) Latar belakang Perseroan tidak menyajikan pengungkapan mengenai penerbitan MTN
tersebut pada CALK Nomor 14 seperti namun tidak terbatas pada pemegang MTN, jangka
waktu MTN, tingkat bunga MTN, peringkat (rating) dan covenant (jika ada).
Jawab: Karena sudah diungkap pada CALK 33 yang seharusnya tidak ada dan di ungkap
pada CALK 14.
9. Berdasarkan CALK Nomor 14 tentang Utang Lain-Lain, terdapat utang lain-lain kepada PT
Lunnaria Annua Teknologi yang jangka waktunya sampai dengan 10 Maret 2024 sebesar
Rp3,56 miliar. Agar dapat dikonfirmasi apakah perjanjian pinjaman tersebut telah
diperpanjang atau telah dilunasi per 31 Maret 2024? Dalam hal telah diperpanjang, agar
disampaikan tanggal jatuh tempo yang baru.
Jawab: Utang tersebut telah diperpanjang sampai dengan 10 Juni 2024.
10. Berdasarkan CALK Nomor 15 tentang Beban Akrual, terdapat kenaikan beban akrual sebesar
Rp4,05 miliar yang disebabkan oleh terdapat beban akrual THR sebesar Rp3,25 miliar yang
dicatat per 31 Maret 2024 namun tidak dicatat per 31 Desember 2023. Agar dapat dijelaskan
latar belakang beban akrual THR tidak dicatat per 31 Desember 2023.
Jawab: Pembayaran THR tahun 2023 dilakukan di bulan Mei 2023, sehingga pada akhir tahun
2023 tidak ada sisa pencatatan accrual atas biaya atau pembayaran yang sudah terjadi,
sedangkan untuk bulan maret tahun 2024 tentu masih ada tercatat accrual atas THR 2024
karena pembayaran belum terjadi di bulan maret 2024.
11. Berdasarkan CALK Nomor 20 tentang Utang Bank Jangka Panjang terdapat beberapa financial
covenant seperti current ratio minimal sebesar 1x, debt to equity ratio maksimum sebesar
2,50x dan debt coverage service ratio minimum sebesar 1x yang harus dipatuhi oleh
Perseroan. Agar dapat dijelaskan beberapa hal berikut:
a) Perhitungan ketiga financial covenant dengan angka per 31 Maret 2024.
Jawab: CR: 0.85; DER: 2.25; DSCR: (0.32)
b) Dalam hal terdapat financial covenant yang belum terpenuhi, agar dapat dijelaskan
dampak atau konsekuensinya terhadap Perseroan.
Jawab: sampai saat ini kami belum mendapati dampak atau konsekwensi atas beberapa
financial covenant yang belum terpenuhi.
c) Dalam hal terdapat financial covenant yang belum terpenuhi, agar dapat dijelaskan upaya
yang telah dan akan dilakukan Perseroan agar dapat kembali memenuhi financial
covenant atau dapat mengurangi atau meniadakan dampak pada poin b.
Jawab: Perseroan dalam hal ini haru memperbaiki kinerjanya pada tahun 2024 ini.
Langkah yang sampai saat ini sudah dilakukan adalah memperbaiki distribusi dengan
mencari distributor yang penyebaran nya lebih baik, dengan financial capability yg lebih
kuat, dan fokus yg lebih baik terhadap produk kami. Pada kesempatan ini juga, akan kami
ambil untuk meneruskan langkah perbaikan tersebut ke seluruh nusantara. Karena
7
Page 8
distributor yg kurang kuat dan tidak terlalu fokus dapat di lihat dari pendekatan mereka
ke market yang kurang dan kekuatan financial mereka juga kurang di saat
market agak lemah.
d) Dalam hal terdapat financial covenant yang belum terpenuhi, apakah Perseroan telah
memperoleh surat waiver dari kreditur?
Jawab: Perseroan tidak memperoleh waiver dari kreditur.
12. Berdasarkan CALK Nomor 25 tentang Beban Pokok Penjualan terdapat perbedaan antara nilai
awal persediaan dalam proses per 31 Maret 2024 sebesar Rp6,77 miliar dan nilai awal
persediaan barang jadi per 31 Maret 2024 sebesar Rp45,01 miliar dengan nilai persediaan
dalam proses per 31 Desember 2023 sebesar Rp6,65 miliar dan nilai persediaan barang jadi
per 31 Desember 2023 sebesar Rp46,79 miliar. Selain itu terdapat nilai pembelian sebesar
Rp12,92 miliar per 31 Maret 2023 yang tidak terjadi pada periode per Maret 2024. Agar dapat
dijelaskan beberapa hal berikut:
a) Latar belakang Perseroan tidak menggunakan nilai persediaan dalam proses dan
persediaan barang jadi per 31 Desember 2023 sebagai nilai awal persediaan dalam proses
dan nilai awal persediaan barang jadi per 31 Maret 2024.
Jawab: Terdapat salah saji terhadap nilai awal persediaan dalam proses dan nilai awal
persediaan barang jadi.
b) Dalam hal terdapat salah saji terhadap nilai awal persediaan dalam proses dan nilai awal
persediaan barang jadi, agar dapat disampaikan kembali rincian perhitungan Beban
Pokok Penjualan seperti pada CALK Nomor 25.
Jawab:
8
Page 9
c) Latar belakang tidak terdapat nilai pembelian per Maret 2024.
Jawab: Per Maret 2024 barang jadi kami semua adalah hasil dari produksi.
13. Sehubungan dengan terdapat penurunan profitabilitas Perseroan yaitu penurunan nilai
pendapatan dan mencatatkan rugi bersih per 31 Maret 2024, agar dapat dijelaskan beberapa
hal berikut:
a) Latar belakang yang menyebabkan penurunan pada pendapatan yang cukup signifikan.
Jawab: Latar belakang yang menyebabkan turunnya penjualan, terutama dari penjualan
lokal adalah karena lemahnya market lokal di tambah lagi lemahnya di bagian distribusi.
b) Upaya atau strategi usaha yang telah dan yang akan dilakukan Perseroan agar dapat
meningkatkan pendapatan Perseroan.
Jawab:
Strategi yang kami lakukan adalah sbb:
• Kerjasama dengan MIXIO utk distribusi tunggal di Jepang.
• Penggunaan local KOL utk brand awareness.
• Inovasi varian produk baru dan rasa baru.
• Memperbanyak kerjasama dan distribusi dengan Modern Trade lainnya.
• Penggunaan Intellectual Property dari Artis Korea atau figure film kartun.
c) Latar belakang yang menyebabkan Perseroan mencatatkan rugi bersih pada periode
berjalan.
Jawab: Latar belakang yang menyebabkan Perseroan mencatatkan rugi bersih pada
periode berjalan adalah karena penurunan pada pendapatan yang cukup signifikan.
d) Upaya atau strategi usaha yang telah dan yang akan dilakukan Perseroan Perseroan agar
dapat mencatatkan laba bersih pada per 31 Desember 2024.
Jawab: Upaya Perseroan untuk memperbaiki agar tidak terjadi kerugian ditahun 2024
adalah dengan memperbaiki distribusi dengan mencari distributor yang penyebaran nya
lebih baik, dengan financial capability yg lebih kuat, dan fokus yg lebih baik
terhadap produk kami. Pada kesempatan ini juga, akan kami ambil untuk meneruskan
langkah perbaikan tersebut ke seluruh nusantara. Karena distributor yg kurang kuat dan
tidak terlalu fokus dapat di lihat dari pendekatan mereka ke market yang kurang dan
kekuatan financial mereka juga kurang di saat market agak lemah.
14. Sehubungan dengan current ratio per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 di bawah 1x, agar
dapat dijelaskan beberapa hal berikut:
a) Latar belakang atau penyebab liabilitas jangka pendek Perseroan lebih besar daripada
aset lancar Perseroan.
Jawab: karena perseroan mencatatkan MTN tersebut sebagai utang lain-lain yang
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek. Seharusnya perseroan mencatatkan
MTN tersebut sebagai liabilitas tidak lancar.
b) Upaya yang telah dan yang akan dilakukan agar current ratio Perseroan tetap terjaga di
atas 1x.
9
Page 10
Jawab: Selain memperbaiki kinerja, kami juga akan memperbaiki penyajian MTN tersebut
sebagai liabilitas tidak lancar.
c) Upaya yang telah dan yang akan dilakukan Perseroan agar masalah likuiditas ini tidak
berdampak signifikan dan tidak menjadi masalah solvabilitas.
Jawab: Perseroan melakukan peningkatan kinerja agar masalah likuiditas ini tidak
menjadi dampak yang signifikan dan tidak menjadi masalah solvabilitas.
15. Berdasarkan Laporan Arus Kas per 31 Maret 2024, terdapat penurunan yang signifikan pada
pembayaran kas kepada pemasok sebesar Rp26,12 miliar atau -41,11% sehingga Perseroan
dapat mencatatkan kenaikan arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp7,99 miliar atau
193,70%. Sedangkan utang usaha Perseroan mengalami penurunan sebesar -29,48%. Agar
dapat dijelaskan latar belakang pembayaran kas kepada pemasok mengalami penurunan yang
signifikan.
Jawab: Dikarenakan penurunan terhadap kinerja perseroan pada tahun 2023 dan di awal
tahun 2024 maka aktifitas produksi kami mengalami sedikit penurunan dan membuat
aktifitas pembelian bahan baku menjadi berkurang. Hal tersebut yang menjadi latar belakang
pembayaran kas kepada pemasok mengalami penurunan.
16. Berdasarkan Laporan Arus Kas per 31 Maret 2024, terdapat arus kas penerimaan utang bank
jangka pendek sebesar Rp62,78 miliar sedangkan movement utang bank jangka pendek hanya
sebesar -Rp75,51 juta sehingga terdapat selisih sebesar Rp62,85 miliar sebagaimana pada
gambar di bawah berikut. Agar dapat dijelaskan latar belakang Perseroan mencatatkan
penerimaann utang bank jangka pendek sebesar Rp62,78 miliar.
Jawab: Perseroan melakukan pelunasan sebesar Rp. 62.12 Milyar dan melakukan pencairan
kembali atas pelunasan tersebut sebesar Rp. 62.78 milyar dalam masa periode selama Q1
tahun 2024.
17. Berdasarkan Laporan Arus Kas per 31 Maret 2024, terdapat arus kas pembayaran utang bank
jangka panjang sebesar Rp62,12 miliar sedangkan movement utang bank jangka panjang
hanya sebesar -Rp1,66 miliar sehingga terdapat selisih sebesar Rp60,46 miliar sebagaimana
pada gambar di bawah berikut. Agar dapat dijelaskan latar belakang Perseroan mencatatkan
pembayaran utang bank jangka panjang sebesar Rp62,12 miliar.
Jawab: Pada buku laporan keuangan kami mencatatkan pembayaran utang sebesar Rp. 62.12
milyar adalah sebagai pembayaran utang bank jangka pendek melainkan bukan pembayaran
utang bank jangka panjang.
18. Berdasarkan Laporan Arus Kas per 31 Maret 2024, terdapat arus kas pembayaran utang
pembiayaan konsumen sebesar Rp11,15 miliar sedangkan utang pembiayaan konsumen
sudah tidak ditemukan pada Laporan Posisi Keuangan karena telah lunas per 31 Desember
2022, agar dapat dijelaskan latar belakang terdapat pembayaran utang pembiayaan
konsumen pada arus kas pendanaan per 31 Maret 2024.
Jawab: Pencatatan pada arus kas pembayaran utang pembiayaan konsumen sebesar Rp11,15
milyar seharusnya adalah pembayaran terhadap pembelian barang.
10
Page 11
19. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek
Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
Jawab: sampai dengan saat ini belum ada Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang
material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan yang belum diungkapkan kepada
publik
20. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan (jika ada).
Jawab: sampai dengan saat ini belum ada Rencana tindakan korporasi dalam periode ke
depan.
21. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan
hidup Perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan.
Jawab: sampai dengan saat ini belum ada Informasi/kejadian penting lainnya yang material
dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan serta dapat mempengaruhi harga
saham Perseroan.
11
Names mentioned 12 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna
p.1
unresolved
person
Lidia M.
p.1
unresolved
person
Dinna Afrianti
· Corporate Secretary
p.1
unresolved
org
PT Tays Bogainti Selaras
p.2 ×2
unresolved
person
Christina Dwi Utami S.H.
· Notaris
p.2
unresolved
org
PT Lunnaria Annua Teknologi
p.7
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.