Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
30 Juli 2024
Semester Pertama 2024
Total Pendapatan sebesar Rp27.976,3 miliar, +13,4% YoY.
EBITDA sebesar Rp13.412,2 miliar, +17,8% YoY. Laba Bersih sebesar Rp2.734,7 miliar
PT Indosat Tbk. (“Perusahaan”) telah menunjukkan kinerja yang kuat pada paruh pertama tahun
keuangan 2024, mempertahankan jalur pertumbuhan dua digitnya. Total pendapatan meningkat 13,4%
YoY menjadi Rp27.976,3 miliar sementara EBITDA tumbuh lebih cepat daripada pendapatan dengan
peningkatan sebesar 17,8% YoY menjadi Rp13.412,2 miliar. Margin EBITDA berada pada 47,9% di 1H 2024,
menyoroti kemampuan Perusahaan untuk mengonversi pendapatan menjadi penghasilan secara
efisien. Laba Periode berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp2.734,7
miliar. Profitabilitas ini menegaskan kesehatan keuangan Perusahaan yang solid dan kapasitasnya untuk
menghasilkan pengembalian yang substansial bagi pemangku kepentingan.
Basis pelanggan Perusahaan tumbuh sebesar 0,9 juta mencapai 100,9 juta pada paruh pertama tahun
2024 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023. ARPU untuk pelanggan seluler
meningkat menjadi IDR37,9 ribu pada paruh pertama tahun 2024, mencatat kenaikan sebesar 10,5% atau
IDR3,6 ribu lebih tinggi daripada pada paruh pertama tahun 2023.
Trafik data mengalami peningkatan yang mengesankan sebesar 13,4% YoY pada paruh pertama tahun
2024. Perusahaan memperluas infrastruktur jaringannya, meningkatkan jumlah BTS 4G menjadi 188 ribu
untuk menangani pertumbuhan trafik data secara efektif dan memberikan pengalaman terbaik bagi
pelanggannya.
Ikhtisar Keuangan
* tidak termasuk Aset Hak Guna sesuai PSAK 116
Pada 18 April 2024, Perusahaan dan Mastercard menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk
berkolaborasi dalam menjaga ekonomi digital Indonesia melalui peresmian Indosat-Mastercard
Cybersecurity Center of Excellence (CoE) yang memfokuskan pada tiga pilar utama: (1) Edukasi guna
meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber melalui peningkatan akses
pendidikan serta pelatihan keamanan siber, (2) Inovasi melalui penelitian di beberapa area utama
keamanan siber dan digital trust dengan memanfaatkan teknologi terbaru, (3) Kolaborasi Industri dalam
mendeteksi dan memitigasi penipuan.
Pada 14 Juni 2024, Perusahaan dan Google Cloud melanjutkan kerja sama strategis jangka panjang
dengan tujuan mempercepat transformasi Indosat dari Telco menjadi AI Native TechCo. Kolaborasi ini
akan menggabungkan jaringan yang luas, operasional, serta dataset pelanggan dengan AI stack
terpadu milik Google Cloud untuk memberikan pengalaman mengesankan kepada lebih dari
100 juta pelanggan Indosat, serta solusi AI bagi perusahaan dan AI generatif (GenAI) untuk
bisnis di seluruh Indonesia.
Page 2
HASIL OPERASIONAL DAN KEUANGAN
SEMESTER PERTAMA 2024
Perusahaan telah mengumumkan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk
Semester Pertama 2024 (“SMT 1 2024”). Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit ini
disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia.
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim Yang Tidak Diaudit
Indikator Utama Tahunan Triwulanan
(dalam miliar Rupiah) SMT1 2024 SMT1 2023 %Tumbuh TW2 2024 TW1 2024 %Tumbuh
Pendapatan 27.976,3 24.674,8 13,4 14.141,0 13.835,3 2,2
• Selular 23.601,0 21.177,7 11,4 11.944,2 11.656,8 2,5
• MIDI 3.916,4 3.029,3 29,3 1.945,1 1.971,3 (1,3)
• Telekomunikasi Tetap 458,9 467,8 (1,9) 251,7 207,2 21,5
Beban - beban (22.223,6) (19.909,0) 11,6 (11.154,3) (11.069,3) 0,8
Laba Operasi 5.752,7 4.765,8 20,7 2.986,7 2.766,0 8,0
Beban Lain-lain - Bersih (2.031,0) (2.345,4) (13,4) (1.033,9) (997,1) 3,7
Laba Periode Berjalan
Yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk 2.734,7 1.908,4 43,3 1.439,9 1.294,8 11,2
EBITDA* 13.412,2 11.383,1 17,8 6.902,9 6.509,3 6,0
Marjin EBITDA 47,9% 46,1% 1,8 48,8% 47,0% 1,8
Rasio-rasio Keuangan
Formula SMT1 2024 SMT1 2023
Tingkat Pengembalian Bunga** EBITDA/Pembayaran Bunga 20.62 13.79
Total Utang Bersih terhadap EBITDA*** (Utang - Kas & Setara Kas)/Total EBITDA 0.36 0.45
* EBITDA (pendapatan sebelum beban bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi) merupakan metode pengukuran yang bukan berasal
dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) yang diyakini oleh manajemen sebagai suatu metode pengukuran tambahan
yang berguna untuk menentukan ketersediaan kas sebelum pelunasan utang yang jatuh tempo, pengeluaran barang modal, dan
pajak penghasilan. Untuk perhatian Investor, EBITDA tidak dapat ditafsirkan sebagai alternatif untuk menentukan laba bersih sesuai
dengan PSAK, sebagai suatu indikator atas kondisi Perusahaan atau indikator atas arus kas dari kegiatan operasional sebagai ukuran
likuiditas dan arus kas. EBITDA tidak memiliki pengertian standar berdasarkan PSAK. Metode yang digunakan Perusahaan untuk
menghitung EBITDA dapat berbeda dengan metode penghitungan yang dilakukan oleh perusahaan lain dan karenanya tidak dapat
dibandingkan dengan EBITDA perusahaan lain.
** Dihitung dengan menggunakan EBITDA dan pembayaran bunga untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2024.
*** Utang bersih tidak termasuk liabilitas sewa
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK
DIAUDIT
Pendapatan tercatat sebesar Rp27.976,3 miliar pada SMT 1 2024, meningkat sebesar Rp3.301,5 miliar
atau naik sebesar 13,4% dibandingkan SMT 1 2023. Layanan Selular, MIDI, dan Telekomunikasi Tetap
milik Perusahaan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 84,4%, 14,0%, dan 1,6% terhadap
pendapatan usaha konsolidasian interim yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024.
• Pendapatan Selular meningkat sebesar 11,4% dibandingkan SMT 1 2023, terutama disebabkan oleh
peningkatan pendapatan Data yang diimbangi penurunan pendapatan Telepon dan Jasa Nilai
Tambah.
• Pendapatan MIDI meningkat sebesar 29,3% dibandingkan SMT 1 2023, disebabkan oleh peningkatan
pendapatan Internet Tetap, Konektivitas Tetap, dan Layanan IT.
• Pendapatan Telekomunikasi Tetap menurun sebesar 1,9% dibandingkan SMT 1 2023 dikontribusi oleh
penurunan pendapatan Telepon Internasional.
Beban - beban sebesar Rp22.223,6 miliar pada SMT 1 2024, naik sebesar Rp2.314,6 miliar atau 11,6% lebih
tinggi dibandingkan SMT 1 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan Beban
Penyelenggaraan Jasa, Beban Penyusutan dan Amortisasi, Beban Karyawan, Beban Pemasaran,
Beban Umum dan Administrasi dan Penghasilan (Beban) operasional lain-lain - bersih.
• Beban Penyelenggaraan Jasa: meningkat sebesar Rp678,7 miliar atau 6,5% lebih tinggi
dibandingkan SMT 1 2023, hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban sewa
dan jasa, beban kemitraan, beban interkoneksi, dan instalasi yang diimbangi
dengan penurunan beban pemeliharaan dan frekuensi.
Page 3
• Beban Penyusutan dan Amortisasi: meningkat sebesar Rp499,9 miliar atau 6,9% lebih tinggi
dibandingkan SMT 1 2023 terutama disebabkan oleh dampak penyusutan dari tambahan aset
tetap dan aset hak-guna yang berasal dari penggelaran jaringan dan amortisasi aset tidak
berwujud lain.
• Beban Karyawan: meningkat sebesar Rp73,9 miliar atau 3,9% lebih tinggi dibandingkan SMT 1 2023,
terutama disebabkan oleh kenaikan gaji karyawan, biaya pengobatan, insentif dan imbalan kerja
karyawan lainnya.
• Beban Pemasaran: meningkat sebesar Rp398,6 miliar atau 67,9% lebih tinggi dibandingkan SMT 1
2023, utamanya dikarenakan peningkatan biaya akuisisi pelanggan dengan perluasan distribusi
pedesaan, agen pemasaran dan beban pelayanan pelanggan sebagai dampak dari peningkatan
aktivitas untuk mendukung pertumbuhan pendapatan yang diimbangi dengan penurunan beban
iklan.
• Beban Umum dan Administrasi: meningkat sebesar Rp121,2 miliar atau 35,0% lebih tinggi
dibandingkan SMT 1 2023, terutama disebabkan oleh peningkatan beban jasa profesional, dan
beban hubungan masyarakat.
• Penghasilan (Beban) operasional lain-lain - bersih: menurun sebesar Rp542,3 miliar atau 86,9%
lebih rendah dibandingkan SMT 1 2023, utamanya disebabkan oleh penurunan keuntungan bersih
satu-kali dari jual dan sewa balik aset di tahun 2023.
Beban lain-lain - bersih: Perusahaan mencatat beban sebesar Rp2.031,0 miliar, turun sebesar Rp 314,4
miliar atau 13,4% lebih rendah dibandingkan SMT 1 2023. Penurunan ini disebabkan oleh biaya keuangan
yang lebih turun sebesar Rp203,3 miliar, terutama karena turunnya bunga pinjaman dan keuntungan
yang lebih tinggi pada nilai tukar mata uang asing sebesar Rp125,4 miliar, yang diimbangi oleh
penurunan pendapatan bunga sebesar Rp14,3 miliar.
Laba Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk: Perusahaan membukukan
laba bersih sebesar Rp 2.734,7 miliar atau naik sebesar Rp 826,3 miliar, terutama disebabkan oleh
peningkatan pendapatan yang diimbangi oleh peningkatan beban penyelenggaraan jasa, beban
penyusutan dan amortisasi, beban karyawan, beban pemasaran, dan beban umum dan administrasi
dan beban (penghasilan) operasional lain-lain - bersih.
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK DIAUDIT
Indikator Utama (dalam miliar Rupiah) SMT1 2024 2023 % Perubahan
ASET
Aset Lancar 13.445,8 15.479,7 (13,1)
Aset Tidak Lancar 99.334,9 99.242,5 0,1
JUMLAH ASET 112.780,7 114.722,2 (1,7)
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek 31.911,7 34.134,3 (6,5)
Liabilitas Jangka Panjang 46.529,9 46.879,1 (0,7)
JUMLAH LIABILITAS 78.441,6 81.013,4 (3,2)
JUMLAH EKUITAS 34.339,1 33.708,8 1,9
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 112.780,7 114.722,2 (1,7)
• Aset lancar menurun sebesar 13,1% menjadi Rp13.445,8 miliar, terutama karena penurunan beban
dibayar di muka, kas dan setara kas dan persediaan.
• Aset tidak lancar meningkat sebesar 0,1% menjadi Rp99.334,9 miliar terutama diakibatkan karena
kenaikan aset tetap yang diimbangi oleh penurunan asset tak berwujud.
• Liabilitas jangka pendek menurun sebesar 6,5% menjadi Rp31.911,7 miliar yang utamanya disebabkan
oleh penurunan utang pengadaan, kewajiban imbalan kerja jangka pendek, dan utang pajak yang
diimbangi oleh kenaikan utang usaha, liabilitas sewa dan bagian jangka pendek dari sukuk dan
obligasi.
• Liabilitas jangka panjang menurun sebesar 0,7% menjadi Rp46.529,9 miliar diakibatkan penurunan
dalam pinjaman jangka panjang yang diimbangi dengan kenaikan kewajiban sewa pembiayaan.
Page 4
Arus Kas dan Pengeluaran Modal
Indikator Utama (dalam miliar Rupiah) SMT 1 2024 SMT 1 2023 % Perubahan
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Kegiatan Usaha 9.651,5 8.482,0 13,8
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Kegiatan Investasi (4.702,0) (3.122,2) 50,6
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Kegiatan Pendanaan (5.613,1) (9.399,7) (40,3)
Dampak Perubahan Selisih Kurs Terhadap Kas dan Setara Kas 43,6 (126,7) 134,4
Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (620,0) (4.166,6) (85,1)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE 5.189,6 9.507,9 (45,4)
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE 4.569,6 5.341,3 (14,4)
Pengeluaran belanja modal pada SMT 1 2024 sebesar Rp4.520,6 miliar (tidak termasuk Rp3.336,5 miliar
Aset Hak Guna). Sekitar 89,8% dari pengeluaran modal ini dialokasikan untuk bisnis selular untuk
mendukung permintaan layanan data dan sisanya dialokasikan pada pengeluaran modal untuk MIDI
dan TI.
STATUS UTANG
Total utang: Per tanggal 30 Juni 2024, Perusahaan memiliki utang pokok (tidak termasuk biaya
transaksi yang belum diamortisasi dan liabilitas sewa) sebesar Rp13.931,0 miliar. Posisi kas Perusahaan
per tanggal 30 Juni 2024 adalah sebesar Rp4.569,6 miliar dengan utang bersih sebesar Rp9.361,4 miliar.
Komposisi utang pokok Perusahaan, tanpa liabilitas sewa, adalah sebagai berikut:
Proporsi Utang (Jumlah pokok) SMT1 2024 2023 % Perubahan
Pinjaman dalam miliar Rupiah 7.200,0 7,420.0 (3,0)
Obligasi dalam miliar Rupiah 6.731,0 7,383.0 (8,8)
Total utang jatuh tempo: dalam kurun waktu 12 bulan, Perusahaan memiliki utang yang jatuh tempo
sebesar Rp2.883 miliar. Jatuh tempo rata-rata utang adalah 2,4 tahun pada 30 Juni 2024.
KINERJA OPERASIONAL
Tahunan Triwulanan
Indikator Utama
SMT1 2024 SMT1 2023 %Perubahan TW2 2024 TW1 2024 %Perubahan
Pelanggan - Pasca Bayar (juta) 1,5 1,6 (6,9) 1,5 1,6 (5,0)
Pelanggan - Pra Bayar (juta) 99,4 98,4 1,0 99,4 99,3 0,1
Jumlah Pelanggan (juta) 100,9 100,0 0,9 100,9 100,8 0,0
ARPU (Pasca Bayar) (ribu Rp.) 92,3 70,0 31,9 98,7 85,9 14,9
ARPU (Pra Bayar) (ribu Rp.) 37,1 33,8 9,8 37,5 36,7 2,0
ARPU (Gabungan) (ribu Rp.) 37,9 34,3 10,5 38,4 37,5 2,4
MoU (menit) 5,7 7,6 (24,3) 5,4 6,1 (11,3)
Trafik Data (PB) 7.965 7.027 13,4 4.107 3.858 6,5
Trafik SMS (miliar) 1,0 1,7 (40,4) 0,4 0,7 (40,9)
Persentase dapat berubah karena pembulatan
Pada SMT1 2024, basis pelanggan Perusahaan mengalami pertumbuhan sebesar 0,9 juta pelanggan
menjadi 100,9 juta dibandingkan dengan SMT1 2023.
ARPU untuk pelanggan seluler meningkat pada SMT1 2024 menjadi Rp37,9 ribu, naik 10.5% atau Rp3,6
ribu lebih tinggi dibandingkan dengan SMT1 2023.
Rata-rata menit pemakaian (MOU) per pelanggan turun menjadi 5,7 menit atau turun 24,3%
dibandingkan SMT1 2023, seiring dengan tren di industri atas penurunan layanan suara.
Page 5
JARINGAN
Pada 30 Juni 2024, Perusahaan mengoperasikan secara total ~188 ribu BTS 4G (bertambah sebesar ~22
ribu BTS 4G di SMT1 2024) dan 103 5G BTS.
Indikator Utama Tahunan
SMT1 2024 SMT1 2023 %Perubahan
Base Transceiver Stations (BTS) 2G 52.149 48.860 6,7
4G 188.218 166.536 13,0
5G 103 90 14,4
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2023
Pada 5 April 2024, Perusahaan menerbitkan laporan keberlanjutan 2023. Laporan ini menunjukkan
bahwa Perusahaan telah membangun fondasi yang kuat untuk komitmennya terhadap lingkungan,
sosial dan tanggung jawab melalui penerapan berbagai inisiatif keberlanjutan yang signifikan.
Point penting laporan keberlanjutan Perusahaan:
1. Kerangka Kerja ESG
Pada tahun 2023, Perusahaan mengembangkan strategi keberlanjutan yang holistik. Melalui
kerangka kerja ESG-nya, Perusahaan mengonfirmasi komitmennya terhadap 3 pilar utama,
yaitu peduli terhadap lingkungan, peluang digital untuk memberdayakan masyarakat, dan
bisnis yang bertanggung jawab dan etis. Kerangka kerja ini memberikan panduan bagi
Perusahaan dalam menerapkan praktik berkelanjutan di seluruh operasinya.
Page 6
2. Matriks materialitas ESG
Perusahaan menyusun matriks materialitas yang merupakan alat penting dalam
mengidentifikasi dan mengelola isu-isu yang paling relevan dan signifikan bagi Perusahaan
dan pemangku kepentingannya. Oleh karena itu, Perusahaan dapat fokus pada aspek-aspek
yang paling mempengaruhi kinerja keberlanjutan Perusahaan dan merespons dengan strategi
yang tepat.
3. Pelaporan multi-standar
Laporan keberlanjutan 2023 disiapkan menggunakan berbagai standar, termasuk regulasi
Keamanan Keuangan Indonesia No. 51/POJK.03/2017, Inisiatif Pelaporan Global (GRI) dan
Dewan Standar Akuntansi Keberlanjutan (SASB).
Tentang Indosat Ooredoo Hutchison
Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat, IDX: ISAT) memiliki visi untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital yang paling dipilih di
Indonesia. Bersama anak usaha dan afiliasinya, Indosat menghadirkan layanan seluler, solusi TIK, data center, Fiber to the Home (FTTH),
layanan pembayaran elektronik, layanan finansial dan layanan digital lainnya. Indosat memiliki tujuan yang lebih besar yaitu
memberdayakan Indonesia, dan dengan semangat gotong royong, Indosat ingin menjadi kolaborator utama dalam mewujudkannya
serta menciptakan perubahan yang berarti. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://ioh.co.id/
Kode: ISAT; Harga Saham: Rp10.700; Kapitalisasi Pasar: Rp86,3 triliun; Peringkat: Pefindo idAAA (Stable);
Fitch AA+(idn) (Positive);
Page 7
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK
DIAUDIT
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Miliar Rupiah)
Pertumbuhan
Deskripsi 2024 2023
(%) (1)
PENDAPATAN
Selular 23.601,0 21.177,7 11,4
Multimedia, Komunikasi Data, Internet (“MIDI”) 3.916,4 3.029,3 29,3
Telekomunikasi Tetap 458,9 467,8 (1,9)
JUMLAH PENDAPATAN 27.976,3 24.674,8 13,4
(BEBAN) PENGHASILAN
Beban Penyelenggaraan Jasa (11.151,1) (10.472,4) 6,5
Penyusutan dan Amortisasi (7.741,0) (7.241,1) 6,9
Karyawan (1.959,7) (1.885,8) 3,9
Pemasaran (985,6) (587,0) 67,9
Umum dan Administrasi (467,7) (346,5) 35,0
Bagian atas Rugi Bersih Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (60,7) (63,9) (5,0)
Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs - Bersih 41,3 (0,8) 5.262,5
Keuntungan Bersih dari Jual dan Sewa Balik Aset - 722,4 (100,0)
Lain-Lain – Bersih 100,9 (33,9) 397,6
JUMLAH BEBAN (22.223,6) (19.909,0) 11,6
LABA USAHA 5.752,7 4.765,8 20,7
Penghasilan Bunga 176,1 190,4 (7,5)
Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs - Bersih 23,5 (101,9) 123,1
Biaya Keuangan (2.230,6) (2.433,9) (8,4)
BEBAN LAIN-LAIN - BERSIH (2.031,0) (2.345,4) (13,4)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 3.721,7 2.420,4 53,8
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (797,0) (376,5) 111,7
LABA PERIODE BERJALAN 2.924,7 2.043,9 43,1
LABA PERIODE BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
PEMILIK ENTITAS INDUK 2.734,7 1.908,4 43,3
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI 190,0 135,5 40,2
TOTAL 2.924,7 2.043,9 43,1
(1) Persentase dapat berubah karena pembulatan.
Disclaimer
Dokumen ini mengandung informasi keuangan dan hasil-hasil kegiatan operasional tertentu, dan dapat mengandung sejumlah proyeksi,
rencana, strategi dan tujuan-tujuan Indosat Ooredoo Hutchison, yang bukan merupakan pernyataan fakta sejarah yang akan
diperlakukan sebagai pernyataan proyeksi kedepan sesuai pengertian hukum yang berlaku. Pernyataan proyeksi ke depan dipengaruhi
oleh resiko dan ketidakpastian yang dapat mengakibatkan kejadian sesungguhnya dan pencapaian Indosat Ooredoo Hutchison kedepan
berbeda dengan yang diharapkan atau diindikasikan oleh pernyataan-pernyataan semacam ini. Tidak ada jaminan bahwa hasil yang
diharapkan oleh Indosat Ooredoo Hutchison, atau diindikasikan oleh pernyataan semacam ini akan tercapai.
Informasi keuangan yang tersaji dalam dokumen ini berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Indosat Ooredoo Hutchison menurut
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.