Back to announcement
20240715_KIOS_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31684057_lamp1.pdf
Other Text extracted KIOSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
Jakarta, 12 Juli 2024
No : 58/KIOS-BEI/VII/2024
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 Lantai 6
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta Selatan 12190
Attn : Vera Florida
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1
Perihal : Permintaan Penjelasan Bursa
Dengan hormat,
Merujuk permintaan penjelasan oleh Bursa Efek Indonesia melalui surat nomor S-
06897/BEI.PP1/07-2024 tanggal 10 Juli 2024 perihal Permintaan penjelasan atas beberapa hal,
kami sampaikan penjelasan sebagai berikut :
Merujuk:
1. Surat PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (Perseroan) nomor 46/KIOS-OJK/VI/2024
tanggal 25 Juni 2024 perihal Ringkasan Risalah Rapat Umum Para Pemegang Saham
Tahunan;
2. Surat Perseroan nomor 47/KIOS-OJK/VII/2024 tanggal 4 Juli 2024 perihal Pengunduran
Diri Direktur Utama dan Direktur Perseroan;
3. Surat Perseroan nomor 01/KIOS-OJK/I/2024 tanggal 2 Januari 2024 perihal
Keterbukaan Informasi tentang Konversi Saham menjadi Modal (non material non
afiliasi);
4. Laporan Keuangan per 31 Maret 2024 (LKTW1 2024); dan
5. Laporan Keuangan Auditan 2023 (LKT 2023), agar
dijelaskan beberapa hal sebagai berikut:
1. Diketahui bahwa Rapat Umum Pemegang Saham tahunan tanggal 30 Mei 2024 tidak
kuorum. Agar dijelaskan analisa Perseroan atas penyebab tidak kuorumnya RUPS tersebut,
serta strategi Perseroan ke depannya.
Jawaban:
Sebagai Perusahaan Publik, Perseroan menyadari bahwa penyebab tidak kuorumnya RUPS
utamanya adalah karena pastisipasi pemegang saham minoritas daloam hal ini yang
memiliki kepemilikan dibawah 5% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan
cenderung rendah untuk menghadiri dan memberikan suara dalam RUPS. Namun
demikian, Perseroan melalui divisi corporate secretary telah membentuk database yang
diantaranya adalah dengan menghimpun nomor yang dapat dihubungi dari para pemegang
saham yang mengisi daftar hadir dalam penyelenggaraan RUPS sebelumnya. Terlebih lagi
untuk pemegang saham Perseroan berbadan hukum institusi, Corporate secretary
senantiasa menjaga komunikasi dan silaturahmi.
Page 2
Dalam perseiapan RUPS Tahunan Kedua, Perseroan melalui Corporate secretary telah
mengundang selluruh pemegang saham baik secara formal maupun secara pribadi dan juga
dibantu oleh rekan-rekan di sekuritas untuk memberikan informasi kepada para
nasabahnya yang memiliki saham Perseroan bahwa akan diadakan RUPS Tahunan.
2. Merujuk pada hasil RUPS tanggal 22 Juni 2023, diketahui berikut merupakan susunan
pengurus dan dewan komisaris Perseroan:
Sejak tanggal tersebut, terdapat beberapa pengunduran diri sebagai berikut:
a. Pengunduran diri Bapak Nathaniel Kwai selaku Komisaris Independen pada tanggal 16
Mei 2024.
b. Bapak Andrew selaku Direktur Utama pada tanggal 3 Juli 2024.
c. Bapak Roby Tan selaku Direktur Perseroan pada tanggal 3 Juli 2024.
Agar dijelaskan:
a. Latar belakang/alasan pengunduran diri masing-masing pihak di atas.
Jawaban:
Latar belakang/alasan pengunduran diri masing-masing pihak di atas adalah alasan
pribadi
b. Sehubungan dengan belum disahkannya pengunduran diri tersebut di RUPS, agar
dijelaskan apakah pihak-pihak tersebut masih menjalankan fungsinya di jabatannya
masing-masing.
Jawaban:
Pihak-pihak yang mengundurkan diri masih menjalankan fungsinya di jabatannya
masing-masing sampai disahkannya pengunduran diri dalam RUPST Kedua.
c. Jika tidak, agar dijelaskan pihak yang mengemban fungsi yang ditinggalkan.
Page 3
Jawaban:
Masih dijalankan oleh pihak yang mengundurkan diri sampai dengan penunjukan direksi
yang baru.
d. Apakah terdapat negative covenant atau kontrak yang dilanggar dengan
pengunduran diri pihak-pihak di atas khususnya Bapak Andrew selaku Direktur
Utama.
Jawaban:
Tidak ada negative covenant atau kontrak yang dilanggar dengan pengunduran diri
pihak-pihak di atas khususnya Bapak Andrew selaku Direktur Utama.
3. Merujuk keterbukaan informasi tanggal 2 Januari 2024, diketahui bahwa pada tanggal 29
Desember 2023, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (Perseroan) telah menambah
kepemilikannya pada PT Retail Kita Indonesia dengan melakukan konversi saham menjadi
modal sebanyak 14.000 lembar saham (nominal Rp1.000.000,- per saham) PT Retail Kita
Indonesia dengan nilai transaksi sebesar Rp14.000.000.000,- atau 11,86% dari total modal
disetor dan ditempatkan PT Retail Kita Indonesia setelah peningkatan modal. Setelah
pembelian saham ini maka kepemilikan saham Perseroan pada PT Retail Kita Indonesia
menjadi 99,9992% dari total modal disetor dan ditempatkan PT Retail Kita Indonesia. Agar
dijelaskan:
a. Apa yang dimaksud dengan konversi saham menjadi modal.
Jawaban:
Perseroan mengklarifikasi bahwa terdapat typo atau kesalahan penulisan dalam
keterbukaan informasi 2 Januari 2024 atas kalimat konversi saham menjadi modal yang
kalimat seharusnya konversi utang menjadi modal, selanjutnya Perseroan akan
melakukan revisi pada keterbukaan informasi tersebut.
b. Apakah penambahan modal tersebut telah memperoleh persetujuan Kemenkumham?
Jelaskan.
Jawaban:
Penambahan modal tersebut telah memperoleh persetujuan Kemenhumkam dalam
surat keputusan No. AHU-0082045.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 29 Desember 2023.
c. Sertakan bukti keabsahan penyetoran modal tersebut.
Jawaban:
Bersama jawaban ini kami lampirkan dokumen akta dan pengesahan kemenhumkan.
4. Merujuk LKTW1 2024, diketahui bahwa:
a. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp4,5 miliar atau net profit/loss margin
(NPM) - 22,67%, menurun dari periode sama tahun sebelumnya yaitu laba Rp542 juta
(NPM 0,43%).
b. Perseroan juga membukukan penurunan pendapatan sebesar -83,97 dari sebelumnya
Rp125 miliar menjadi Rp20 miliar.
Page 4
c. Terdapat peningkatan porsi beban pokok pendapatan dari sebelumnya 94% menjadi
97%. Hal ini menyebabkan penurunan gross profit margin (GPM) dari sebelumnya 6%
menjadi 3%.
d. Di sisi lain, angka beban usaha Perseroan hanya berkurang -1,36% dari posisinya per
31 Maret 2023. Beban overhead tersebut menyebabkan rugi usaha.
e. Perseroan membukukan defisit saldo laba sebesar Rp86 miliar. Total ekuitas Perseroan
adalah Rp146 miliar.
Merujuk pada laporan keuangan tahunan lima tahun terakhir, diketahui bahwa:
a. Perseroan tidak pernah membukukan surplus saldo laba. Dari defisit saldo laba Rp9,8
miliar tahun 2018 menjadi Rp82 miliar tahun 2023.
b. Perseroan membukukan pendapatan yang terus menurun sejak tahun 2019, dari Rp2,9
triliun pada tahun 2019 menjadi Rp271 miliar pada tahun 2023.
c. Perseroan membukukan laba bersih pada tahun 2018, 2021, dan 2022, dengan NPM
yang tidak pernah lebih dari 1%. Pada tahun 2019, 2020, dan 2023 Perseroan
membukukan rugi bersih, dengan nominal rugi bersih terbesar pada tahun 2020 yaitu
sebesar Rp41 miliar (NPM -4,6%). Porsi GPM paling rendah juga terjadi pada tahun
2020 yaitu sebesar 0,8%,
d. Selain karena porsi beban pokok pendapatan yang tinggi, kerugian Perseroan
diperburuk oleh tingginya beban lain-lain yang meningkat dari Rp3,6 miliar tahun 2019
menjadi Rp19 miliar tahun 2020. Merujuk pada CALK 20 LKT 2020, hal tersebut
disebabkan oleh karena adanya penurunan piutang usaha tak tertagih sebesar Rp15,8
miliar dan penghapusan piutang lain-lain tak tertagih sebesar Rp1,3 miliar.
Agar dijelaskan:
a. Analisa manajemen terhadap penyebab penurunan pendapatan dan pembukuan rugi
bersih per 31 Maret 2024.
Jawaban:
Penyebab penurunan pendapatan yaitu berakhirnya beberapa kontrak penyediaan
pulsa dan bahan makanan dari pihak ketiga, sehingga memyebabkan omset menurun,
selain itu juga terdapat pengaruh eksternal berupa penurunan tren daya beli
masyarakat dan perlambatan makroekonomi secara global.
Pembukuan rugi bersih dikarenakan penambahan gudang bahan makanan di anak
perusahaan yang menyebabkan kenaikan beban gaji di periode berjalan.
b. Analisa manajemen terhadap penyebab tipisnya GPM Perseroan tahun 2020.
Jawaban:
Tipisnya GPM Perseroan tahun 2020 dikarenakan jenis pendapatan yang diperoleh
Perseroan seluruhnya berasal dari lini bisnis penjualan produk digital dan PPOB,
dimana Gross Profit untuk penjualan produk digital dan PPOB memang sangat kecil
dibandingkan dengan lini jenis pendapatan dari sektor lainnya, kemudian pada tahun
2020 terdapat pandemik covid-19 dimana menyebabkan banyaknya pesaing yang
menjual produk serupa dengan harga yang sangat kompetitif sehingga menyebabkan
Perseroan harus bersaing dengan harga jual yang sangat ketat. Oleh karena hal-hal
tersebut menyebabkan Gross Profit Perseroan pada tahun 2020 sangat kecil.
c. Analisa manajemen terhadap penyebab besarnya nilai penurunan piutang usaha tak
tertagih dan penghapusan piutang lain-lain tak tertagih pada tahun 2020.
Page 5
Jawaban:
Penyebab besarnya penurunan piutang usaha tak tertagih sebesar Rp 29.530.790.962
dikarenakan adanya pencadangan piutang usaha di Entitas Anak Perseroan yaitu PT
Narindo Solusi Komunikasi yang disebabkan oleh pandemik covid-19 sehingga
menyebabkan pencadangan piutang tak tertagih di Entitas Perseroan tersebut sesuai
dengan penerapan PSAK 71.
d. Analisa manajemen terhadap penyebab penurunan pendapatan lima tahun terakhir.
Jawaban:
Penyebab penurunan pendapatan dalam 5 tahun terakhir disebabkan oleh adanya
divestasi Entitas Anak Perseroan yaitu PT Narindo Solusi Komunikasi yang memiliki
pendapatan yang cukup signifikan, serta bertambahnya para pesaing dengan industri
sejenis yang dimiliki perseroan menyebabkan persaingan usaha semakin kompetitif dan
mengakibatkan menurunnya market share yang di kuasai Perseroan.
e. Strategi yang telah/sedang/akan Perseroan lakukan untuk meningkatkan pendapatan.
Jawaban:
Strategi yang telah dilakukan Perseoan untuk meningkatkan pendapatan yaitu Perseroan
telah berupaya memberikan harga jual yang kompetitif bagi para pelanggan guna untuk
memperoleh peningkatan pendapatan/penjualan.
Strategi yang sedang dilakukan Perseroan untuk meningkatkan pendapatan yaitu dengan
memperluas area pemasaran salah satu Entitas Anak Perseroan yaitu PT Retail Kita
Indonesia dengan penambahan gudang baru yang beroperasi agar dapat meningkatkan
market share yang dikuasi Entitas Anak Perseroan tesebut sehingga diharapkan dapat
memberikan peningkatan pendapatan bagi Perseroan.
Strategi yang akan dilakukan Perseroan untuk meningkatkan pendapatan di masa datang
adalah dengan mencari peluang-peluang baru yang lebih efektif dan efisien untuk
penambahan/peningkatan pendapatan dimasa yang akan datang.
f. Strategi Perseroan terkait efisiensi beban usaha, jika ada.
Jawaban:
Srategi Perseroan terkait efisiensi beban usaha yaitu dengan menerapkan kebijakan
anggaran yang ketat baik dibagian operasional maupun kantor pusat, terutama untuk
pos beban gaji, upah dan tunjangan agar dapat lebih efektif dan efisien dengan cara
memperhitungkan kembali kapasitas dan optimalisasi pegawai yang ada saat ini.
g. Strategi Perseroan lainnya untuk meningkatkan profitabilitas Perseroan, jika ada.
Jawaban:
Strategi Perseroan dalam meningkatkan profitabilitas adalah yang pertama dengan
meningkatkan pendapatan perseroan berdasarkan strategi-strategi yang dijelaskan
kemudian mengedepankan operasional bisnis yang hati-hati dengan menerapkan
efisiensi biaya yang ketat dan mendorong penerapan tata kelola keuangan yang
Page 6
berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan usaha yang pada
akhirnya diharapkan meningkatkan Profitabilitas Perseroan.
h. Dengan mempertimbangkan defisit saldo laba dan dibukukannya rugi bersih, apakah
terdapat negative covenant atau kontrak yang dilanggar Perseroan?
Jawaban:
Tidak ada negative covenant atau kontrak yang dilanggar Perseroan.
5. Merujuk pada CALK 19. Penjualan Bersih, diketahui bahwa Perseroan berhenti
membukukan pendapatan dari dua pelanggan terbesar Perseroan per 31 Maret 2024:
Agar dijelaskan:
a. Latar belakang tidak dibukukannya lagi penjualan dari dua pelanggan tersebut.
Jawaban:
Pada CALK 19 Penjualan bersih yang di sajikan adalah penjualan kepada pelanggan
diatas 10%, sedangkan pada laporan keuangan per 31 Maret 2024 penjualan kepada PT
Digital Nata Karya persentase dari jumlah penjualan bersih hanya sebesar 6%,
sedangkan dengan PT Kreasi Kode Digital sudah tidak ada pembukuan penjualan
seiring dengan berakhirnya perjanjian kerjasama, maka dari itu tidak dicantumkan di
catatan atas laporan keuangan.
b. Status afiliasi dari dua pelanggan tersebut.
Jawaban:
Status dari dua pelanggan tersebut adalah pihak ketiga.
c. Apakah Perseroan saat ini memiliki kontrak jangka panjang dengan pelanggan? Rincikan.
Jawaban:
Kontrak jangka panjang dapat dilihat di CALK 26, untuk PT Digital Nata Karya perjanjian
No 001/PKS/KIOS/DNK/IX/2022 masih berlaku sampai dengan 31 Agustus 2024
sedangkan perjanjian dengan PT Kreasi Kode Digital sudah berakhir.
6. Agar dirincikan nilai pendapatan yang berasal dari masing-masing anak usaha dan nilai
pendapatan yang dihasilkan sendiri oleh Perseroan, untuk periode yang berakhir per 31
Maret 2024, 31 Maret 2023, dan 31 Desember 2023.
Page 7
Jawaban :
Pendapatan 31 Maret 2023 31 Desember 31 Maret 2024
2023
PT Kioson
Komersial
Indonesia Tbk 96.745.183.341 186.963.737.327 13.827.065.132
PT Retail Kita
Indonesia 28.143.951.321 95.408.439.208 4.982.312.892
PT Gudang Pintar
Indoesia 696.217.251 2.623.123.291 1.322.977.002
PT Indonesia
Super Exchange - - -
Total 125.585.351.913 284.995.299.826 20.132.355.026
7. Merujuk pada CALK 26 Perjanjian Dan Ikatan Penting, diketahui bahwa Perseroan memiliki
perjanjian penyediaan pulsa elektronik dengan empat perusahaan yaitu PT Solusindo
Kreasi Jayatech, PT Graha Planet Nusantara, PT Ekosistem Telekomunikasi Indonesia, dan
PT Digital Nata Karya. Agar dijelaskan peran, hak, dan tanggung jawab Perseroan untuk
masing-masing perjanjian tersebut, serta apakah keempat perusahaan tersebut merupakan
pelanggan atau pemasok Perseroan.
Jawaban :
a. PT Solusindo Kreasi Jayatech (SKJ) merupakan pemasok perseroan,
Perseroan bergerak dalam bidang bisnis penjualan online, jasa perdagangan elektronik,
jasa telekomunikasi, yang memiliki jaringan retailer yang dikelola oleh pengguna
terdaftar, dan perseroan merupakan tingkat ketiga dari alur bisnis perjanjian kerjasama
ini dalam menyediakan Pulsa Elektronik untuk dibeli oleh Perseroan yang kemudian
akan didistribusikan kembali pada E-commerce milik Perseroan.
Hak dan tanggung jawab Perseroan adalah sebagai berikut:
• Perseroan berkewajiban mengirimkan Purchase Order (“PO”) kepada SKJ dengan
menyebutkan jumlah, harga, dan tipe produk yang dipesan oleh Perseroan.
• Perseroan berkewajiban melakukan pembayaran secara penuh sesuai dengan
nilai yang tertera pada invoice yang dikeluarkan oleh SKJ, termasuk biaya transfer
antar bank akan ditanggung oleh Perseroan, jika ada, sesuai dengan mekanisme
pembayaran yang selanjutnya akan diatur pada bagian terpisah dari perjanjian ini.
• Perseroan wajib mengirimkan bukti pembayaran tagihan dan menginformasikan
nomor invoice yang dibayar pada hari yang sama dilakukan pembayaran untuk
menghindari penundaan proses PO berikutnya yang dikirimkan oleh SKJ.
b. PT Graha Planet Nusantara (GPN) merupakan pemasok perseroan,
Perseroan bergerak dalam bidang bisnis penjualan online, jasa perdagangan elektronik,
jasa telekomunikasi, yang memiliki jaringan retailer yang dikelola oleh pengguna
terdaftar, dan perseroan merupakan tingkat ketiga dari alur bisnis perjanjian kerjasama
ini dalam menyediakan Pulsa Elektronik untuk dibeli oleh Perseroan yang kemudian
akan didistribusikan kembali pada E-commerce milik Perseroan.
Page 8
Hak dan tanggung jawab Perseroan adalah sebagai berikut:
• Perseroan berkewajiban mengirimkan Purchase Order (“PO”) kepada GPN dengan
menyebutkan jumlah, harga, dan tipe produk yang dipesan oleh Perseroan.
• Perseroan berkewajiban melakukan pembayaran secara penuh sesuai dengan
nilai yang tertera pada invoice yang dikeluarkan oleh GPN, termasuk biaya
transfer antar bank akan ditanggung oleh Perseroan, jika ada, sesuai dengan
mekanisme pembayaran yang selanjutnya akan diatur pada bagian terpisah dari
perjanjian ini.
• Perseroan wajib mengirimkan bukti pembayaran tagihan dan menginformasikan
nomor invoice yang dibayar pada hari yang sama dilakukan pembayaran untuk
menghindari penundaan proses PO berikutnya yang dikirimkan oleh GPN.
c. PT Ekosistem Telekomunikasi Indonesia (ETI) merupakan pemasok perseroan,
Perseroan bergerak dalam bidang bisnis penjualan online, jasa perdagangan elektronik,
jasa telekomunikasi, yang memiliki jaringan retailer yang dikelola oleh pengguna
terdaftar, dan perseroan merupakan tingkat ketiga dari alur bisnis perjanjian kerjasama
ini dalam menyediakan Pulsa Elektronik untuk dibeli oleh Perseroan yang kemudian
akan didistribusikan kembali pada E-commerce milik Perseroan.
Hak dan tanggung jawab Perseroan adalah sebagai berikut:
• Perseroan berkewajiban mengirimkan Purchase Order (“PO”) kepada ETI dengan
menyebutkan jumlah, harga, dan tipe produk yang dipesan oleh Perseroan.
• Perseroan berkewajiban melakukan pembayaran secara penuh sesuai dengan
nilai yang tertera pada invoice yang dikeluarkan oleh ETI, termasuk biaya transfer
antar bank akan ditanggung oleh Perseroan, jika ada, sesuai dengan mekanisme
pembayaran yang selanjutnya akan diatur pada bagian terpisah dari perjanjian ini.
• Perseroan wajib mengirimkan bukti pembayaran tagihan dan menginformasikan
nomor invoice yang dibayar pada hari yang sama dilakukan pembayaran untuk
menghindari penundaan proses PO berikutnya yang dikirimkan oleh ETI.
d. PT Digital Nata Karya (DNK) merupakan pemasok dan pelanggan perseroan
Perseroan bergerak dalam bidang bisnis penjualan online, jasa perdagangan elektronik,
jasa telekomunikasi, yang memiliki jaringan retailer yang dikelola oleh pengguna
terdaftar, dan perseroan merupakan tingkat keempat dari alur bisnis perjanjian
kerjasama ini dalam menyediakan Pulsa Elektronik untuk dibeli oleh Perseroan yang
kemudian akan didistribusikan kembali pada E-commerce milik Perseroan.
Hak dan tanggung jawab Perseroan adalah sebagai berikut:
• Perseroan berkewajiban mengirimkan Purchase Order (“PO”) kepada DNK dengan
menyebutkan jumlah, harga, dan tipe produk yang dipesan oleh Perseroan.
• Perseroan berkewajiban melakukan pembayaran secara penuh sesuai dengan
nilai yang tertera pada invoice yang dikeluarkan oleh DNK, termasuk biaya
transfer antar bank akan ditanggung oleh Perseroan, jika ada, sesuai dengan
mekanisme pembayaran yang selanjutnya akan diatur pada bagian terpisah dari
perjanjian ini.
• Perseroan wajib mengirimkan bukti pembayaran tagihan dan menginformasikan
Page 9
nomor invoice yang dibayar pada hari yang sama dilakukan pembayaran untuk
menghindari penundaan proses PO berikutnya yang dikirimkan oleh DNK.
Demikian Informasi yang dapat Kami sampaikan, atas Perhatian serta Kerjasamanya Kami
ucapkan terima kasih.
Hormat Kami,
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk
Ornela Bartin Sutan Giri
Direktur Utama
Names mentioned 13 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Narindo Solusi Komunikasi
p.5 ×2
unresolved
org
PT Digital Nata Karya
p.6 ×3
unresolved
org
PT Kreasi Kode Digital
p.6 ×2
unresolved
org
PT Gudang Pintar Indoesia
p.7
unresolved
org
PT Solusindo Kreasi Jayatech
p.7 ×2
unresolved
org
PT Graha Planet Nusantara
p.7 ×2
unresolved
org
PT Digital Nata Karya. Agar
p.7
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.