Skip to content
Back to announcement

20240710_PSAB_Laporan Bulanan Aktivitas Eksplorasi_31682242_lamp1.pdf

Other Text extracted PSAB

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 6

Page 1
                        Surat No. JRAP/SKLR/CSD/2024/VII/058 tanggal 10 Juli 2024
       Perihal Laporan Aktivitas Eksplorasi Pertambangan Periode Triwulan II Tahun 2024

Dalam rangka memenuhi ketentuan III.3.2 Peraturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor
I-E Tanggal 19 Juli 2004 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi sebagaimana telah
diubah berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00015/BEI/01-2021 tentang
Perubahan Peraturan I-E Tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, bersama ini kami
sampaikan laporan aktivitas eksplorasi di lingkungan anak-anak perusahaan dari PT J
Resources Asia Pasifik Tbk untuk periode bulan April, Mei dan Juni (“Triwulan II”) tahun
2024:

1. PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM)
   1.1. Area Aktivitas Eksplorasi
        Pada periode Triwulan II tahun 2024 ini, kegiatan eksplorasi masih berlangsung
        pada Blok Bakan di Desa Bakan, Desa Matali Baru, Kecamatan Lolayan, Kabupaten
        Bolaang Mongondow dan Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah,
        Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.

   1.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
        Kegiatan eksplorasi dilakukan oleh senior geologist, geologist dan field assistant
        dari JRBM dan dibantu oleh kru lapangan dari karyawan kontraktor lokal dari CV.
        Tri Bersaudara, yang diawasi secara langsung oleh Superintendent Brownfield
        Exploration.

   1.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
        Pada periode Triwulan II tahun 2024 ini, area yang menjadi target penyelidikan
        adalah area West Tapagale dan area Upper Tobayagan, dimana kegiatan yang
        dilakukan adalah pemetaan geologi permukaan dengan pengambilan contoh
        batuan dengan metode paritan, pengambilan contoh tanah, pengambilan data
        geofisika dan melakukan aktifitas pengeboran. Seluruh kegiatan eksplorasi
        tersebut bertujuan untuk mencari area baru dan potensi penambahan sumber
        daya.

        Seperti yang telah disampaikan pada laporan sebelumnya, metode geologi yang
        digunakan adalah pemetaan geologi permukaan detail dengan analisa geokimia
        bagi seluruh contoh dari lapangan, serta survey geofisika dengan menggunakan
        metode geolistrik IPDD–Dipole-Dipole juga dilakukan, dimana metode tersebut
        bertujuan untuk pengukuran resistivity dan chargebility untuk menafsirkan kondisi
        geologi di bawah permukaan untuk meningkatkan akurasi target pengeboran.
                                                                                   Page 1 of 6
Page 2
    Analisa spektral dengan metode SWIR (short wave infra red), dimana analisa
    tersebut bertujuan untuk mengetahui jenis mineral lempung dan oksida besi.

1.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
     Pada periode Triwulan II tahun 2024 ini telah dilakukan kegiatan pemetaan seluas
     175 ha dan pengambilan sampel permukaan sebanyak 291 sampel di area Upper
     Tobayagan dan sebanyak 43 sampel di area West Tapagale, yang meliputi area
     North Villa dan Air Panas.

    Berdasarkan hasil pemetaan lapangan di area North Villa berkembang sistem
    mineralisasi sulfida tinggi, tipe yang sama dengan area-area lain yang telah
    ditambang di Tambang Bakan, sedangkan di area Air Panas berkembang sistem
    mineralisasi sulfida rendah. Pada periode ini, kegiatan pemetaan lebih dipusatkan
    di area North Villa karena area ini lebih berprospek yang dilihat dari segi jenis tipe
    sulfidasi yang sama dengan area yang telah ditambang di Tambang Bakan, dimana
    hal tersebut sangat berpengaruh pada metode penambangan dan pengolahan
    material, serta perhitungan jarak dari pusat pengolahan material.

    Seperti yang telah dijelaskan pada laporan sebelumnya bahwa berdasarkan
    kegiatan pemetaan dan pengambilan sampel permukaan diketahui bahwa di area
    area North Villa secara geologi tersusun oleh litologi TFVDA, TFVAN dan BD yang
    dijumpai di permukaan. North Villa memiliki karakteristik mineralisasi endapan
    emas tipe epitermal sulfidasi tinggi, dengan zona alterasi yang terdiri dari silika
    masif, silika vuggy, argilik lanjut, argilik hingga kloritik, dengan tingkat oksidasi
    yang kuat hingga sangat kuat. Berdasarkan analisis spektral, asosiasi mineral
    lempung yang ditemukan pada alterasi zona silika (silika vuggy dan silika massif),
    yaitu alunit dan alunit +/- dikit yang merupakan mineral lempung dengan pH asam,
    sedangkan pada zona alterasi yang lebih luar berasosiasi dengan (argilik lanjut,
    argilik dan kloritik), yaitu dikit +/- kaolinit, mika putih dan smektit.

    Mineralisasi yang hadir di area North Villa pada umumnya adalah berupa mineral
    pirit dan juga mineral oksida besi seperti hematit-goetit yang mengisi rekahan dan
    tekstur lubang pada batuan. Selain itu, dijumpai juga TFVAN dan BD yang tersebar
    secara setempat di area North Villa. Batuan samping di North Villa secara setempat
    diterobos oleh urat kuarsa (QVN) dengan arah relatif timur laut dengan lebar zona
    ±3m pada permukaan. Struktur geologi yang hadir berupa struktur pasca
    mineralisasi (postmineralization), yaitu zona shear (rekahan gerus) yang berarah
    timur laut - barat daya dan barat laut - tenggara. Secara umum, geometri endapan
    di area North Villa memanjang barat laut-tenggara yang dikontrol oleh keberadaan
                                                                                  Page 2 of 6
Page 3
    batuan TFVDA dan struktur koridor barat laut-tenggara di area tersebut, sementara
    untuk persebaran mineralisasinya memanjang timur laut-barat daya yang di
    kontrol oleh struktur geologi yang berarah timur laut-barat daya.

    Dari kegiatan pemetaan di area Upper Tobayagan diketahui bahwa area tersebut
    tersusun oleh litologi piroklastik tuf dasitik (TFVDA dan TBVDA) yang diterobos
    oleh breksi diatreme (BD) dan selanjutnya diselimuti oleh endapan breksi maar
    (MAR) di atasnya. Batuan BD terpantau tersebar luas di wilayah bagian utara.
    Sistem cebakan mineral sulfida tinggi yang telah dikembangkan di Tambang Bakan
    telah teridentifikasi dengan kehadiran alterasi kuarsa berpori (SV) yang diselimuti
    argilik lanjut (AA) yang berkembang menjadi argilik (AR) pada area yang lebih luar.
    Kehadiran zona alterasi SV-AA ini terkait dengan sebaran batuan BD yang
    menerobos TFVDA dengan kontrol struktur geologi berarah timur laut-barat daya.

    Pada Triwulan II tahun 2024, kegiatan pengeboran dilakukan di area Bukit Berkah,
    dimana sebanyak 1 lubang pengeboran sudah diselesaikan dan 1 lubang masih
    dalam proses pengeboran, dengan total kedalaman 118,30 meter. Titik BBD1793
    telah dilakukan pengeboran sela sedalam 100 meter, yang bertujuan untuk
    meningkatkan kualifikasi sumber daya, serta mencari tambahan potensi sumber
    daya tambahan di bawah elevasi 600 meter. Titik ini didominasi alterasi silika masif
    (SM) selang seling silika vuggy (SV), sebagian bertekstur kuarsa granular dengan
    sisipan argilik dan silikaan pada batuan tuff dasitik (TFVDA) ditemukan antara
    kedalaman 0 meter-40,7 meter. Selanjutnya, ditemukan zona yang didominasi silika
    masif pada batuan breksi diatrem pada kedalaman 40,7 meter-58,5 meter. Selain
    itu, ditemukan zona sesar yang membatasi zona silikaan di atas dengan zona-zona
    argilik yang menerus ke zona kloritik pada kedalaman yang lebih lanjut sampai
    kedalaman 100 meter. Berdasarkan hasil pengeboran ini, ada potensi peningkatan
    sumber daya dengan kadar lebih tinggi dibandingkan dari lubang pengeboran di
    sebelahnya, yaitu titik BBD1345. Namun, kehadiran zona mineralisasi sebagai
    tafsiran dari model geologi bawah permukaan tidak terbukti.

1.5. Rencana Tindak Lanjut
     Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan III tahun 2024 adalah sebagai
     berikut:
      Melanjutkan kegiatan pengeboran di area pit Main Ridge untuk mendapatkan
        tambahan sumber daya dan meningkatkan kualitas levelnya.
      Melanjutkan program pemetaan geologi permukaan di area West Tapagale,
        Upper Tobayagan dan Pusian.


                                                                                Page 3 of 6
Page 4
       Melanjutkan program geofisika geolistrik-IPDD di area West Tapagale untuk
        menemukan target pengeboran baru di area Bakan.
       Melakukan program pembuatan akses untuk pengeboran dan persiapan lahan
        titik pengeboran di area North Villa dan Upper Tobayagan.

1.6. Biaya Eksplorasi
     Biaya eksplorasi dari JRBM untuk periode Triwulan II tahun 2024 adalah sebesar
     USD298,864.




                                                                           Page 4 of 6
Page 5
2. PT Arafura Surya Alam (ASA)
   2.1. Area Aktivitas Eksplorasi
        Aktivitas eksplorasi ASA dilakukan di daerah Doup, Desa Kotabunan, Kecamatan
        Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara.

   2.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
        Kegiatan eksplorasi di Doup dilakukan oleh seluruh karyawan ASA dan sejumlah
        karyawan harian lepas dari PT Tribers.

   2.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
        Pada periode Triwulan II tahun 2024 ini, kegiatan eksplorasi yang dilakukan adalah
        melakukan studi subdomaining mineralisasi, studi intensitas clay, studi
        perbandingan total sulphur dan sulfur ICP. Selain itu, studi geometalurgi untuk
        recovery masih dilanjutkan guna mengidentifikasi subdomaining mineralisasi.

   2.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
        Pada periode Triwulan II tahun 2024 ini, studi intensitas clay juga dilakukan pada
        periode ini, dimana studi ini dilakukan berdasarkan hasil interpretasi data re-
        logging pengeboran dan interpretasi seluruh section pengeboran. Intensitas clay ini
        dikaji sehubungan dengan kandungan clay pada batuan yang menyusun litologi di
        Proyek Doup, sehingga dapat memastikan seberapa besar pengaruhnya terhadap
        processing ore. Pada Triwulan II ini, studi intensitas clay telah dilakukan pada
        section BTG-10, BTG-06 hingga BTG-09, BTG-10 hingga BTG-13 dan PND-06 hingga
        PND-09.

       Selain itu pada Triwulan II ini juga dilakukan studi perbandingan total sulphur dan
       sulfur ICP, dimana sebanyak 83 pulp sample pengeboran telah dikirim ke
       laboratorium untuk dilakukan analisa pengujian AuCN, ICP, S-Total dan S2-Na 2CO3.
       Studi tersebut dilakukan terkait dengan kandungan sulfur terutama dari pulp
       sample pengeboran karena kandungan elemen sulfur di Proyek Doup menjadi
       perhatian dalam hal proses pengolahan ore untuk mendapatkan recovery emas
       (Au) yang optimal. Pencarian dan pengumpulan kembali pulp sample pengeboran
       telah dilakukan, dimana hal ini bertujuan untuk mendapatkan jumlah yang cukup
       dan mewakili sesuai dengan kondisi geologi di area Panang dan Benteng.

       Studi geometalurgi masih dilanjutkan pada periode ini, dimana kegiatan ini
       bertujuan untuk mengidentifikasi subdomaining mineralisasi. Seperti yang telah
       disampaikan pada laporan sebelumnya, dari kegiatan studi geometalurgi ini
       memperlihatkan beberapa parameter kualitatif pengeboran metalurgi tahun 2023
                                                                                   Page 5 of 6
Page 6
    dan parameter kuantitatif hasil uji metalurgi dari nilai QLT, BLEG dan recovery.
    Parameter kualitatif berdasarkan hasil re-logging pada sejumlah titik pengeboran
    yang berkaitan dengan uji metalurgi dan parameter kuantitatif yang diperoleh dari
    data hasil uji metalurgi di laboratorium.

2.5. Rencana Tindak Lanjut
     Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan III tahun 2024 adalah sebagai
     berikut:
      Melanjutkan kegiatan re-logging untuk section berikutnya, yaitu PND-09 dan
         BTG-10.
      Melanjutkan pekerjaan re-logging untuk clay proportion dan pemodelan 3D.
      Melakukan pekerjaan pencarian dan pengumpulan pulp and reject samples
         Panang and Benteng untuk BLEG test.

2.6. Biaya Eksplorasi
     Biaya eksplorasi dari ASA untuk periode Triwulan II tahun 2024 adalah sebesar
     USD334,076.




                                                                              Page 6 of 6

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.84 MB
Published10 Jul 2024
Pages6
Characters12,303
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org J Resources Asia Pasifik Tbk p.1 ×2
linked org PT Arafura Surya Alam p.5
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1
unresolved org PT J Resources Bolaang Mongondow p.1
unresolved org PT Tribers. p.5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result