Back to announcement
20260522_BIPI_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_32094254_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review BIPISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 86
Page 1
Kusnanto & rekan Independent Business Appraisers License : 2.19.0162 Indonesia
Page 2
No. : 00097/2.0162-00/BS/02/0153/1/V/2026 22 Mei 2026 Kepada Yth. PT ASTRINDO NUSANTARA INFRASTRUKTUR Tbk Gedung Sopo Del Office Tower & Lifestyle Lt. 21 Tower B Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot. 10 1 – 6 Kawasan Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi Jakarta Selatan 12950 U.p. : Direksi Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Dengan hormat, Pada tanggal 21 Mei 2026, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) dan PT Indo Panca Borneo (selanjutnya disebut “IPB”) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli dan Pengalihan Saham Bersyarat (selanjutnya disebut “PJBPSB”), di mana Perseroan merencanakan untuk menjual dan mengalihkan atas 4.995 saham atau setara dengan 99,90% saham PT Sintesa Bara Gemilang (selanjutnya disebut “SBG”) dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,79 triliun kepada IPB, pihak yang tidak terafiliasi dengan Perseroan (selanjutnya disebut “RencanaTransaksi”). Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran Rencana Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/260415-001 tanggal 15 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026, menyampaikan pendapat kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Rencana Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan utama Perseroan adalah aktivitas kantor pusat dan aktivitas konsultasi manajemen.
Perseroan mulai beroperasi komersial pada tahun 2007. Perseroan berdomisili di Gedung
Sopo Del Office Tower & Lifestyle Lantai 21 Tower B. Jalan Mega Kuningan Barat III, Lot. 10
1 – 6, Kawasan Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12950, dengan
nomor telepon: (021) 5081 5252, nomor faksimile: (021) 5081 5253, dan
email: whistleblowing@astrindonusantara.com.
2
Page 4
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada SBG dengan struktur
kepemilikan sebagai berikut:
Perseroan
99,90%
SBG
100,00%
Nusantara Mining
Limited (NML)
95,96% 100,00%
Sakari Resources
Yoxford Holdings
Ltd (SRL)
(YHS)
SBG 0,81%
80,00%
Madagascar
Consolidated Mining
S.A (MCMSA)
97,50% 100,00% 80,00% 100,00% 99,00%
PT Bahari PT Sinergy
PT BaharI Perdana Sakari Marine and
Tiger Energi Trading Cakrawala Sebuku Consultancy
Persada (BPP) Infrastructure Pte
Pte Ltd (TETPL) (BCS) Services (SCS)
Ltd (SMIPL)
RWD 2,50% RWD 20,00% SMIPL 1,00%
99,40% 99,98% 99,98% 99,83%
PT Bumi Borneo PT Borneo Citra
PT Bahari Putra
Pertiwi Nusantara Pertiwi Nusantara PT Bumi Borneo
Perdana (BPPA)
(BPN) (BCPN) Metalindo (BBM)
SRL 0,60% BBM 0,02% BBM 0,02%
98,50% 99,98% 99,00% 99,998% 99,00%
PT Tri Tunggal
PT Reyka Wahana PT Karbon Mahakam PT Sentika Mitra PT Citra Pertiwi
Lestari Bersama
Digdjaya (RWD) (KM) Persada (SMP) Nusantara (CPN)
(TTLB)
SRL 1,50% BBM 0,02% SE 1,00% BBM 0,002% BCS 1,00%
99,995% 99,995% 99,997%
PT Metalindo Bumi PT Mutiara Kapuas PT Separi Energy
Raya (MBR) (MK) (SE)
BBM 0,005% BBM 0,005% BBM 0,003%
99,80% 99,996% 99,999%
PT Kemilau Rindang PT Jembayan PT Arzara Barindo
Abadi (KRA) Muarabara (JM) Energitama (ABE)
TTLB 0,20% BCPN 0,004% BCPN 0,001%
3
Page 5
NML, SRL, BPP, BPPA, RWD, TETPL, BCS, BCPN, KM, MBR, BCN, TTLB, SMP, MK, SE,
KRA, JM, ABE, BBM, CPN, SMIPL, SCS, YH, dan MCMSA selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Entitas Anak SBG”.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha dan status SBG dan Entitas Anak SBG adalah sebagai berikut:
No. Keterangan Status Domisili Operasional Kegiatan Usaha
1 SBG Tertutup Indonesia Beroperasi Aktivitas penjualan bahan bakar, pertambangan batu bara, dan
jasa konsultasi manajemen.
2 NML Tertutup Hongkong Beroperasi Investasi pada entitas anak di luar negeri yang bergerak dalam
pertambangan batu bara serta kegiatan usaha terkait lainnya
3 SRL Terbuka Singapura Beroperasi Perusahaan holding
4 BPP Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
5 BPPA Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding, pertambangan, kontraktor, perdagangan,
perkebunan, pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan dan
transportasi
6 RWD Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding , perdagangan bahan bakar padat, cair
dan gas, perdagangan logam
7 TETPL Tertutup Singapura Beroperasi Perdagangan dan pemasaran batu bara
8 BCS Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
9 BPN Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
10 KM Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan batu bara
11 MBR Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
12 BCPN Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
13 TTLB Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan, transportasi darat, jasa konstruksi, pertanian
dan percetakan
14 SMP Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
15 MK Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan batu bara
16 SE Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
17 KRA Tertutup Indonesia Beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
18 JM Tertutup Indonesia Beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
19 ABE Tertutup Indonesia Beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
20 BBM Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
21 CPN Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Jasa sewa kapal untuk industri pertambangan
22 SMIPL Tertutup Singapura Tidak beroperasi Konstruksi dan investasi pada proyek infrastruktur laut
23 SCS Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Jasa eksplorasi, komersial, dan layanan teknis kepada pihak
berelasi
24 YH Tertutup Republik Mauritius Beroperasi Perusahaan holding
25 MCMSA Tertutup Madagascar Beroperasi Perusahaan holding
Di tengah tantangan industri batu bara global, batu bara dinilai masih memiliki prospek untuk
mendukung sistem energi dunia. Tantangan terberat yang dihadapi adalah desakan transisi
energi dan kondisi geopolitik global yang memengaruhi permintaan dan harga batu bara.
Sebagai salah satu eksportir terbesar dunia dengan pasar utama seperti Tiongkok dan India,
industri batu bara Indonesia diperkirakan masih memiliki peran penting dalam menopang
peningkatan permintaan batu bara global, setelah Tiongkok diperkirakan terus menambah
pembangkit listrik tenaga batu bara untuk mendukung industrinya. Kenaikan ini menjadi
sinyal bahwa konsumen batu bara termal terbesar di dunia tersebut akan tetap bergantung
pada batu bara. Indonesia sebagai produsen dengan cadangan batu bara yang besar
memiliki kesempatan untuk menangkap peluang prospek positif industri batu bara dunia.
4
Page 6
Sejalan dengan misi Perseroan yang berfokus dalam menyusun strategi optimal untuk
pertumbuhan masa mendatang, maka Perseroan berupaya untuk terus memanfaatkan
peluang bisnis yang ada dengan melakukan Rencana Transaksi. Perseroan memandang
Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis yang dapat diraih untuk
merealisasikan investasi yang telah dilakukan Perseroan pada sektor industri pertambangan
batu bara yang dimiliki SBG dan Entitas Anak SBG dan membuka peluang investasi bisnis
baru bagi Perseroan dengan menggunakan dana hasil keuntungan atas nilai investasi
tersebut untuk meningkatkan kinerja keuangan Perseroan yang pada akhirnya dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi
seluruh pemegang saham Perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025, SBG memiliki kewajiban kepada PT Bank Mandiri (Perseroan)
Tbk (selanjutnya disebut “BMRI”) sebesar USD 238,93 juta atau setara dengan
Rp 4,01 triliun dengan tingkat bunga 11,50% per tahun yang akan jatuh tempo pada
23 November 2031 (selanjutnya disebut “Pinjaman”), di mana Pinjaman tersebut
merupakan fasilitas refinancing atas pinjaman sebelumnya yang diperoleh sehubungan
dengan akuisisi Entitas Anak SBG yang mayoritas bergerak dalam bidang pertambangan
dan perdagangan batu bara. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan akan
terlepas dari kewajiban yang sebelumnya tercatat secara konsolidasian pada laporan
keuangan konsolidiasian Perseroan. Hal ini akan menurunkan rasio utang terhadap ekuitas
(DER) Perseroan secara signifikan sehingga dapat mengurangi beban keuangan atas
Pinjaman pada masa yang akan datang dan meningkatkan kinerja keuangan Perseoran
pada masa yang akan datang.
Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari mitigasi risiko Perseroan dalam
menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian yang masih bergerak fluktuatif sehingga
dapat memberikan dampak negatif bagi industri komoditas, khususnya batu bara baik dalam
hal permintaan-penawaran dan harga yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja
keuangan Perseroan secara konsolidasian. Dengan antisipasi dan perencanaan yang
terstruktur, Perseroan menyadari perlunya mengambil keputusan strategis untuk menjaga
dan mempertahankan bisnis Perseroan yang lebih stabil dan berkelanjutan dengan
melakukan inovasi dan memperoleh peluang investasi yang diyakini dapat memberikan nilai
tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham Perseroan.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan dana yang
diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi bisnis dengan strategi
pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis dan proyek yang memiliki potensi
dengan tingkat balikan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif. Hal ini
diharapkan menjadi peluang bagi Perseroan untuk dapat memastikan arah strategis yang
selaras dengan tren keberlanjutan global, komitmen, dan praktik terbaik bagi Perseroan.
5
Page 7
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sejalan dengan misi Perseroan yang berfokus dalam menyusun strategi optimal untuk
pertumbuhan masa mendatang, maka Perseroan berupaya untuk terus memanfaatkan
peluang bisnis yang ada dengan melakukan Rencana Transaksi. Perseroan
memandang Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis yang dapat diraih
untuk merealisasikan investasi yang telah dilakukan Perseroan pada sektor industri
pertambangan batu bara yang dimiliki SBG dan Entitas Anak SBG dan membuka
peluang investasi bisnis baru bagi Perseroan dengan menggunakan dana hasil
keuntungan atas nilai investasi tersebut untuk meningkatkan kinerja keuangan
Perseroan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
• Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2025, SBG memiliki Pinjaman kepada BMRI, di mana
Pinjaman tersebut merupakan fasilitas refinancing atas pinjaman sebelumnya yang
diperoleh sehubungan dengan akuisisi Entitas Anak SBG yang mayoritas bergerak
dalam bidang pertambangan dan perdagangan batu bara. Dengan melakukan Rencana
Transaksi, Perseroan akan terlepas dari kewajiban yang sebelumnya tercatat secara
konsolidasian pada laporan keuangan konsolidiasian Perseroan. Hal ini akan
menurunkan DER Perseroan secara signifikan sehingga dapat mengurangi beban
keuangan atas Pinjaman pada masa yang akan datang dan meningkatkan kinerja
keuangan Perseoran pada masa yang akan datang.
• Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari mitigasi risiko Perseroan dalam
menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian yang masih bergerak fluktuatif
sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi industri komoditas, khususnya batu
bara baik dalam hal permintaan-penawaran dan harga yang pada akhirnya dapat
mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan secara konsolidasian. Dengan antisipasi
dan perencanaan yang terstruktur, Perseroan menyadari perlunya mengambil keputusan
strategis untuk menjaga dan mempertahankan bisnis Perseroan yang lebih stabil dan
berkelanjutan dengan melakukan inovasi dan memperoleh peluang investasi yang
diyakini dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham
Perseroan.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan dana yang
diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi bisnis dengan strategi
pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis dan proyek yang memiliki potensi
dengan tingkat balikan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif. Hal ini
diharapkan menjadi peluang bagi Perseroan untuk dapat memastikan arah strategis
yang selaras dengan tren keberlanjutan global, komitmen, dan praktik terbaik bagi
Perseroan.
6
Page 8
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan”.
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (selanjutnya disebut
“AAJAMR”), jumlah ekuitas, jumlah aset, dan pendapatan, Perseroan masing-masing
adalah sebesar USD 593,99 juta, USD 1.599,79 juta, dan USD 235,09 juta. Selanjutnya,
berdasarkan PJBPSB, nilai transaksi atas Rencana Transaksi tersebut adalah sebesar
Rp 1,79 triliun atau setara dengan USD 106,56 juta dengan menggunakan asumsi kurs
tengah Bank Indonesia per tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 16.782
per USD (selanjutnya disebut “Kurs BI”).
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR, jumlah aset dan pendapatan SBG
masing-masing adalah sebesar USD 626,33 juta dan USD 197,92 juta.
Dengan demikian, jumlah aset dan pendapatan SBG mencerminkan lebih dari 20,00% dari
jumlah aset dan pendapatan konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Desember 2025
sehingga berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi material, POJK 17/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.
Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah transaksi di
mana Perseroan merencanakan untuk menjual dan mengalihkan atas 4.995 saham atau
setara dengan 99,90% saham SBG dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,79 triliun kepada
IPB.
7
Page 9
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku,
yaitu POJK 17/2020.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran
diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.
JENIS LAPORAN
Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini merupakan laporan terinci.
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
manajemen Perseroan.
2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00914/2.1030/AU.1/02/0501-3/1/V/2026 tanggal 20 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00881/2.1030/AU.1/02/0501-1/1/V/2025 tanggal 26 Mei 2025 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain.
8
Page 10
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00913/2.1030/AU.1/02/0501-1/1/VI/2024 tanggal 28 Juni 2024 dengan
pendapat wajar dengan modifikasian dengan hal lain.
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Tjahjadi & Tamara (selanjutnya disebut
“TT”) sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00026/3.0399/AU.1/10/0177-
2/1/IV/2023 tanggal 10 April 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00028/3.0399/AU.1/10/0177-2/1/IV/2022 tanggal 28 April 2022 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain.
7. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
8. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 01064/2.1030/AU.1/02/1950-1/1/VI/2025 tanggal 25 Juni 2025 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
9. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan
(selanjutnya disebut “RJRR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00259/2.1457/AU.1/02/1782-1/1/III/2025 tanggal 10 Maret 2025 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian.
10. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00317/2.0853/AU.1/10/1258-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
11. Informasi keuangan konsolidasian proforma tanggal 31 Desember 2025 serta untuk
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut dengan laporan arus asurans praktisi
independen atas kompilasi informasi keuangan proforma yang telah direviu oleh KAP TT
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. J-009/T&T-RR/JNT/2026 tanggal
22 Mei 2026.
12. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
yang disusun oleh manajemen Perseroan.
9
Page 11
13. Laporan penilaian 99,90% saham SBG per 31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP
KR sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00096/2.0162-00/BS/02/0153/1/V/2026
tanggal 20 Mei 2026.
14. PJBPSB.
15. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 44
tanggal 19 Juni 2023 oleh Notaris Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., terkait perubahan
modal ditempatkan dan disetor atas pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (selanjutnya disebut “PMTHMETD”) Perseroan.
16. Anggaran dasar SBG yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 55 tanggal
13 Desember 2022 oleh Notaris Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn, terkait perubahan
maksud dan tujuan serta kegiatan usaha SBG.
17. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Wong Michael dengan
posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
dengan Rencana Transaksi.
18. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
masa mendatang.
19. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.
20. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg.
21. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg.
22. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg.
23. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
untuk penugasan.
24. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
10
Page 12
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah.
Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas
proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya
merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa
akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan SBG berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan SBG.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Rencana Transaksi yang
ada dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.
11
Page 13
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah
dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi
mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis
dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun
secara eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan
dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait
lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah
tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut
di atas, maka Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin berbeda.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR diberikan
kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan
Pendapat Kewajaran.
12
Page 14
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR
bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak
memilki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260415-001 tanggal
15 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat
Kewajaran.
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dari
hal-hal sebagai berikut:
I. Analisis atas Rencana Transaksi.
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi.
III. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.
13
Page 15
I. ANALISIS RENCANA TRANSAKSI
Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi sebagaimana diuraikan di atas, analisis Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut:
I.A. Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
I.A.1. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk
Dalam Rencana Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang merencanakan
untuk menjual dan mengalihkan atas 4.995 saham atau setara dengan 99,90%
saham SBG dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,79 triliun kepada IPB.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan
merupakan entitas induk dari SBG dengan kepemilikan sebesar 99,90%. Latar
belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha Perseroan
adalah sebagai berikut:
I.A.1.a. Latar Belakang
Perseroan didirikan dengan nama PT Macau Oil Engineering and Technology
berdasarkan Akta Notaris No. 4 oleh Elvie Sahdalena, S.H., M.H., tanggal
19 April 2007. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No. W8-01763.AH.01.01-TH.2007 tanggal 25 Juni 2007.
Anggaran dasar Perseroan telah diubah beberapa kali dengan perubahan
terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 44 yang dibuat dihadapan Notaris
Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa tanggal 19 Juni 2023 mengenai perubahan modal ditempatkan dan
disetor atas pelaksanaan PMTHMETD Perseroan. Perubahan anggaran dasar
ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0090564 pada tanggal
12 Juli 2023.
Perseroan berdomisili di Gedung Sopo Del Office Tower & Lifestyle Lantai 21
Tower B. Jalan Mega Kuningan Barat III, Lot. 10 1 – 6, Kawasan Mega
Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12950. Perseroan mulai
beroperasi komersial pada tahun 2007.
14
Page 16
I.A.1.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Achmad Widjaja
Komisaris Independen : Dwi Wahyu Daryoto
Komisaris : Andi Ariefandra Putra Jakile
Direksi
Direktur Utama : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
Direktur : Ferdy Yustianto
Direktur : Andreas Kastono Ahadi
I.A.1.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Saham biasa seri A
Wong Michael 1.500.000 0,00% 150.000.000
PT KB Valbury Sekuritas 3.230.000.000 5,07% 323.000.000.000
CGS-CIMB Securities (Singapore)
Pte Ltd A-C Morgan Stanley 8.095.170.100 12,71% 809.517.010.000
PT Indotambang Perkasa 12.352.555.813 19,39% 1.235.255.581.300
Lain-lain (masing-masing di bawah 5,00%) 36.380.154.004 57,10% 3.638.015.400.400
Sub-jumlah 60.059.379.917 94,27% 6.005.937.991.700
Saham biasa seri B
Lain-lain (masing-masing di bawah 5,00%) 3.650.817.000 5,73% 182.540.850.000
Sub-jumlah 3.650.817.000 5,73% 182.540.850.000
Jumlah 63.710.196.917 100,00% 6.188.478.841.700
I.A.1.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan adalah aktivitas kantor pusat dan
aktivitas konsultasi manajemen.
15
Page 17
I.A.1.e. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan adalah aktivitas kantor pusat dan
aktivitas konsultasi manajemen.
Perseroan menjalankan kegiatan usahanya meliputi bidang pertambangan,
jasa pembangunan, dan perdagangan. Hingga 31 Desember 2025, Perseroan
masih menjalankan kegiatan-kegiatan usaha antara lain jasa penunjang
pertambangan yang meliputi jasa infrastruktur pertambangan batu bara yang
terintegrasi dan ekplorasi dan produksi yang meliputi pertambangan batu bara.
• Jasa Pelabuhan dan Penanganan Batu Bara
Perseroan melaksanakan kegiatan usaha penyediaan jasa batu bara
terintegrasi berupa penyewaan pelabuhan batu bara dan fasilitas
penghancur batu bara melalui entitas anak, yaitu PT Mitratama Perkasa
(selanjutnya disebut “MP”). Sampai dengan 31 Desember 2025 MPmemiliki
5 aset operasional yang semuanya telah beroperasi penuh dan
memberikan kontribusi kepada Perseroan, yaitu Pelabuhan Asam-asam,
Pelabuhan Mulia Barat, CPP dan OLC Asam-asam, CPP dan OLC Mulia
Barat, dan CBU North Pulau Laut Coal Terminal.
Perseroan melalui PT Nusa Tambang Pratama (selanjutnya disebut “NTP”)
menjalankan kegiatan usaha di bidang pengembangan proyek infrastruktur
batu bara, meliputi penghancur batu bara, Coal Preparation Plant (CPP)
dan Overland Conveyor (OLC) serta menghasilkan jasa distribusi batu bara
yang terintegrasi. Hingga 31 Desember 2025, NTP memiliki 5 aset yang
telah beroperasi penuh, yaitu Pelabuhan Batu Bara Lubuk Tutung,
Penghancur Batu Bara Sangatta, OLC & TBCT Duplication, Melawan CPP
dan Western OLC, dan Barge Loading Facilities Extension.
• Pertambangan Batu Bara
SBG melalui entitas anaknya yaitu TETPL memasarkan dan menjual
produk batu bara untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan luar
negeri. TETPL menjual produk batu bara untuk mayoritas negara-negara
Asia.
Selain itu, melalui tiga entitas anak, antara lain JMB, ABE, dan KRA, telah
mengalokasikan kurang lebih 25% dari total produksi batu bara untuk
memenuhi ketentuan terkait Domestic Market Obligation (DMO). Oleh karena
itu, Perseroan berkomitmen untuk mendahulukan pasokan kebutuhan batu
bara dalam negeri, baik untuk sektor kelistrikan maupun non-kelistrikan.
Sementara itu, 75% penjualan batu bara Perseroan dan entitas anak
Perseroan telah dialokasikan untuk pasar luar negeri, di mana Taiwan
mengambil pangsa pasar penjualan terbesar, diikuti oleh Vietnam, Jepang, dan
lain-lain.
16
Page 18
Perseroan telah merancang strategi ekspansi jangka panjang yang terintegrasi
dengan fokus pada penguatan rantai nilai sektor energi, infrastruktur, dan
industri hijau bernilai tambah. Pengembangan dilakukan secara bertahap mulai
dari sektor hulu hingga hilir guna menciptakan diversifikasi usaha, peningkatan
nilai tambah komoditas, serta keberlanjutan bisnis jangka panjang sebagai
berikut:
- Energi dan Infrastruktur
Sebagai langkah awal, Perseroan berfokus memperkuat lini bisnisnya
dengan melakukan ekspansi di bidang energi dan infrastruktur. Langkah ini
mencakup pembangunan sistem konveyor darat, fasilitas pelabuhan, serta
pembangkit listrik, dibarengi dengan investasi pada sektor komoditas hulu.
- Mid-stream Industries
Setelah infrastruktur dan pasokan energi terbentuk, Perseroan akan
mengembangkan sektor industri antara melalui proyek gasifikasi, metanol,
dan amonia.
- Downstream Industries
Pada tahap berikutnya, Perseroan akan memperluas kegiatan ke sektor
industri hilir melalui pengembangan Dimetil-Eter (DME), olefin, amonium
nitrat derajat bahan peledak, dan pupuk. Strategi ini ditujukan untuk
menciptakan produk turunan bernilai tambah tinggi yang memiliki potensi
permintaan domestik maupun internasional, sekaligus mendukung
penggantian impor dan kebutuhan sektor industri nasional.
- Value-Added Green Industries
Sebagai bagian dari transformasi menuju bisnis berkelanjutan, Perseroan
juga menargetkan pengembangan industri hijau bernilai tambah yang
berfokus pada hidrogen, produksi daya, serta penyimpanan energi/sel
bahan bakar. Inisiatif ini diarahkan untuk mendukung transisi energi bersih,
pengembangan teknologi rendah emisi, serta memperkuat posisi Perseroan
dalam ekosistem energi hijau masa depan.
Selain itu, Perseroan akan memperkuat implementasi energi terbarukan melalui
pengembangan berbagai proyek hijau sebagai berikut:
- Solar PV (Roof & Floating)
Perseroan merencanakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga
Surya (PLTS) berkapasitas 5 Megawatt (MW) melalui pemasangan panel
surya pada atap ban berjalan darat dan pemanfaatan danau lubang bekas
tambang sebagai sistem surya terapung.
17
Page 19
- Wind Turbine (Off-Shore)
Perseroan akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin off-shore
berkapasitas 5 MW melalui instalasi turbin angin di area pemecah
gelombang fasilitas pemuatan tongkang yang ada dan/atau fasilitas
pemuatan kapal baru (SLF).
- Mini Hydro (River)
Perseroan menargetkan pengembangan proyek Mini Hydro dengan
kapasitas 2 × 7,5 MW melalui instalasi pembangkit mini hidro (<10 MW)
pada sungai-sungai terdekat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Proyek ini diarahkan untuk menyediakan sumber energi berkelanjutan yang
dapat mendukung kebutuhan energi kawasan operasional Perseroan.
- Biomass (PKS & Wood)
Sebagai bagian dari pengembangan energi hijau berbasis sumber daya
lokal, Perseroan akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa
berkapasitas 2 × 7,5 MW dengan memanfaatkan pasokan cangkang kelapa
sawit dari perkebunan minyak sawit mentah dan serpihan kayu terdekat.
I.A.2. PT Indo Panca Borneo
Dalam Rencana Transaksi, IPB merupakan pihak yang merencanakan untuk
membeli dan menerima pengalihan atas 4.995 saham setara dengan 99,90%
saham SBG dari Perseroan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,79 triliun.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, IPB
merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan. Latar
belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha IPB adalah
sebagai berikut:
I.A.2.a. Latar Belakang
IPB didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 6 tanggal 9 Januari 2026 oleh
Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. AHU-0010154.AH.01.01.Tahun 2026. tanggal
4 Februari 2026.
18
Page 20
I.A.2.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi IPB pada tanggal 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Pradjoto, S.H., M.A
Komisaris Independen : Eris Widodo Yuliastono
Komisaris : Ir. Onny Hendro A
Komisaris : Nengah Rama Gautama
Direksi
Direktur Utama : Mohamad Prapanca
Direktur : Fuad Helmy
Direktur : Gema Pratama, S.H
Direktur : Hendri Kris Hartanto
I.A.2.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham IPB berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT DMS Investama 50 1,00% 50.000.000
PT Papan Daya Utama 4.950 99,00% 4.950.000.000
Jumlah 5.000 100,00% 5.000.000.000
I.A.2.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha IPB adalah bergerak dalam bidang
pertambangan dan penggalian, aktivitas konsultasi bisnis dan broker bisnis,
serta pertambangan batu bara.
19
Page 21
I.A.3. PT Sintesa Bara Gemilang
Dalam Rencana Transaksi, SBG merupakan pihak yang atas 4.995 saham atau
setara dengan 99,90% sahamnya akan dijual dan dialihkan oleh Perseroan
kepada IPB dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,79 triliun. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SBG merupakan
entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,90%. Latar belakang,
manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha SBG adalah sebagai
berikut:
I.A.3.a. Latar Belakang
SBG didirikan di Republik Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 90 oleh
Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., tanggal 30 September 2019. Akta pendirian ini
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. AHU-01835339.AH.01.11.TH.2019 tanggal
2 Oktober 2019.
Anggaran dasar SBG yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No.
55 tanggal 13 Desember 2022 oleh Notaris Elizabeth Karina Leonita, S.H.,
M.Kn, terkait perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha SBG.
Perubahan anggaran dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Keputusan No. AHU-0090732.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal
14 Desember 2022 yang tercantum dalam daftar perusahaan yang dikelola
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Nomor Pendaftaran AHU-0251819.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal
14 Desember 2022.
SBG memiliki kantor pusat di Gedung Sopo Del Office Tower & Lifestyle Lantai
21 Tower B. Jalan Mega Kuningan Barat III, Lot. 10 1 – 6, Kawasan Mega
Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12950.
I.A.3.b. Manajemen
Susunan Komisaris dan Direksi SBG pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
Komisaris : Raymond Anthony Gerungan
Direksi
Direktur Utama : Wong Michael
Direktur : Ferdy Yustianto
20
Page 22
I.A.3.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham SBG berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam USD)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk 4.995 99,90% 349.231
PT Bara Ekatama Abadi 5 0,10% 3.528
Jumlah 5.000 100,00% 352.759
I.A.3.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SBG adalah bergerak dalam bidang aktivitas
penjualan bahan bakar, pertambangan batu bara, dan jasa konsultasi
manajemen.
I.B. Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi
Pada tanggal 21 Mei 2026, Perseroan dan IPB telah menandatangani PJBPSB
sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting
dalam PJBPSB adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PJBPSB adalah Perseroan dan
IPB.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek dan nilai transaksi berdasarkan PJBPSB adalah Perseroan
bermaksud untuk menjual dan mengalihkan atas 4.995 saham atau setara
dengan 99,90% saham SBG (selanjutnya disebut “Saham Yang Dijual”)
kepada IPB dan IPB bermaksud untuk membeli dan menerima Saham
Yang Dijual dari Perseroan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,79 triliun.
• Tanggal Penyelesaian
Tanggal penyelesaian berdasarkan PJBPSB adalah tanggal terlaksananya
penyelesaian atau selambat-lambatnya lima bulan setelah jangka waktu Uji
Tuntas yang mana akan dilakukan oleh IPB dalam jangka waktu satu bulan
terhitung sejak tanggal PJBPSB atau jangka waktu lain yang disepakati.
21
Page 23
• Syarat-syarat Pendahuluan
Syarat-syarat pendahuluan berdasarkan PJBPSB adalah sebagai berikut:
- Penyelesaian Uji Tuntas, seluruh proses Uji Tuntas sebagaimana diatur
dalam PJBPSB telah diselesaikan dengan hasil yang sepenuhnya
memuaskan IPB, baik dari aspek hukum, keuangan, perpajakan,
operasional, teknis, maupun aspek lain yang dianggap relevan oleh IPB.
Untuk menghindari keragu-raguan, IPB wajib memberitahukan secara
tertulis kepada Perseroan dan PT Bara Ekatama Abadi (selanjutnya
disebut “BEA”), kepuasan atau ketidak-puasannya atas Uji Tuntas,
selambat-lambatnya dua minggu setelah jangka waktu Uji Tuntas
sebagaimana diatur dalam PJBPSB, beserta dengan alasannya.
Apabila IPB tidak memberitahukan secara tertulis dalam jangka waktu
tersebut di atas, maka IPB dianggap puas atau menerima hasil Uji
Tuntas.
- Dengan tetap mengacu pada PJBPSB, Perseroan dan BEA telah
memperoleh seluruh persetujuan yang dipersyaratkan berdasarkan
anggaran dasar, peraturan internal, dan/atau ketentuan hukum yang
berlaku, termasuk namun tidak terbatas pada persetujuan Direksi,
Dewan Komisaris, dan/atau Rapat Umum Pemegang Saham.
- IPB telah memperoleh dan menyerahkan kepada Perseroan dan BEA
seluruh persetujuan internal yang dipersyaratkan sesuai ketentuan
hukum dan anggaran dasarnya, pada tanggal PJBPSB ini.
- Dengan tetap mengacu PJBPSB, Perseroan dan BEA, SGB dan Entitas
Anak SBG telah memperoleh seluruh persetujuan yang dipersyaratkan
dan memenuhi persyaratan yang diperlukan berdasarkan anggaran
dasar, peraturan internal, dan/atau ketentuan hukum yang berlaku,
termasuk namun tidak terbatas pada Persetujuan Direksi, Dewan
Komisaris, dan/atau Rapat Umum Pemegang Saham, Kreditur, serta
pihak ketiga lainnya di mana SBG dan Entitas Anak SBG terikat dalam
suatu perjanjian (sebagaimana berlaku).
- Pada Tanggal Penyelesaian, telah dilakukannya pelunasan atas
kewajiban-kewajiban yang ada di SBG dan Entitas Anak SBG sampai
dengan 31 Maret 2026 oleh termasuk akan tetapi tidak terbatas pada:
1. Kewajiban SBG kepada BMRI sebesar Rp 4.878.268.616.018;
2. Kewajiban ABE, JM dan KRA kepada PT Pamapersada Nusantara
dengan perincian sebagaimana terlampir dalam PJBPSB;
22
Page 24
3. Kewajiban JM kepada PT Cahaya Mega Cemerlang sebesar
Rp.1.251.951.730.219,25;
4. Kewajiban JM kepada PT Global Solid Transfer sebesar
Rp.201.504.800.693.
Adapun jumlah total masing-masing kewajiban tersebut diatas akan
disesuaikan dengan konfirmasi dari masing-masing kreditur dimaksud,
sebelum tanggal pembayaran.
- Tidak adanya Dampak Material Merugikan (Material Adverse Effect),
sejak tanggal penandatanganan PJBPSB ini sampai dengan Tanggal
Penyelesaian Rencana Transaksi, tidak terjadi peristiwa, keadaan, atau
perubahan yang menimbulkan atau berpotensi menimbulkan Dampak
Material Merugikan terhadap kondisi keuangan, aset, kewajiban,
kegiatan usaha, atau prospek SBG.
- Tidak adanya proses pengadilan, sengketa material, tidak terdapat
gugatan, tuntutan, klaim, pemeriksaan, atau proses hukum lainnya yang
bersifat material terhadap SBG yang dapat menghambat atau
merugikan pelaksanaan Rencana Transaksi ini.
- Dengan tetap mengacu pada PJBPSB, dalam hal terjadi perubahan
pengendali dalam SBG akibat jual beli berdasarkan PJBPSB ini, maka
ketentuan Pasal 127 Undang-Undang Perseroan Terbatas telah
dipenuhi oleh SBG, termasuk namun tidak terbatas pada pengumuman
penjualan dan pembelian Saham Yang Dijual oleh IPB dari Perseroan
dan BEA (i) dalam surat kabar yang beredar di Indonesia dan (ii)
kepada karyawan dari SBG.
- Dengan tetap mengacu pada PJBPSB, Perseroan dan BEA telah
menunjuk penilai independen, dan mendapatkan hasil penilaian dan
faireness opinion dari penilai independen tersebut.
- IPB telah memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan Entitas Anak
SBG yang berdomisili di luar Indonesia, berdasarkan regulasi atau
peraturan negara setempat termasuk akan tetapi tidak terbatas pada
hukum negara Singapura dan/atau Hongkong.
• Hukum yang Berlaku
Hukum yang berlaku berdasarkan PJBPSB adalah PJBPSB dibuat,
ditafsirkan, dan dilaksanakan berdasarkan serta tunduk sepenuhnya pada
hukum yang berlaku di Republik Indonesia.
23
Page 25
I.C. Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sejalan dengan misi Perseroan yang berfokus dalam menyusun strategi
optimal untuk pertumbuhan masa mendatang, maka Perseroan berupaya
untuk terus memanfaatkan peluang bisnis yang ada dengan melakukan
Rencana Transaksi. Perseroan memandang Rencana Transaksi
merupakan salah satu langkah bisnis yang dapat diraih untuk
merealisasikan investasi yang telah dilakukan Perseroan pada sektor
industri pertambangan batu bara yang dimiliki SBG dan Entitas Anak SBG
dan membuka peluang investasi bisnis baru bagi Perseroan dengan
menggunakan dana hasil keuntungan atas nilai investasi tersebut untuk
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan yang pada akhirnya dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
• Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, SBG memiliki Pinjaman kepada
BMRI, di mana Pinjaman tersebut merupakan fasilitas refinancing atas
pinjaman sebelumnya yang diperoleh sehubungan dengan akuisisi Entitas
Anak SBG yang mayoritas bergerak dalam bidang pertambangan dan
perdagangan batu bara. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan
akan terlepas dari kewajiban yang sebelumnya tercatat secara
konsolidasian pada laporan keuangan konsolidiasian Perseroan. Hal ini
akan menurunkan DER Perseroan secara signifikan sehingga dapat
mengurangi beban keuangan atas Pinjaman pada masa yang akan datang
dan meningkatkan kinerja keuangan Perseoran pada masa yang akan
datang.
• Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari mitigasi risiko Perseroan
dalam menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian yang masih
bergerak fluktuatif sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi industri
komoditas, khususnya batu bara baik dalam hal permintaan-penawaran dan
harga yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja keuangan
Perseroan secara konsolidasian. Dengan antisipasi dan perencanaan yang
terstruktur, Perseroan menyadari perlunya mengambil keputusan strategis
untuk menjaga dan mempertahankan bisnis Perseroan yang lebih stabil
dan berkelanjutan dengan melakukan inovasi dan memperoleh peluang
investasi yang diyakini dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan
seluruh pemegang saham Perseroan.
24
Page 26
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan
dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi
bisnis dengan strategi pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis
dan proyek yang memiliki potensi dengan tingkat balikan yang diharapkan
dapat memberikan kontribusi positif. Hal ini diharapkan menjadi peluang
bagi Perseroan untuk dapat memastikan arah strategis yang selaras
dengan tren keberlanjutan global, komitmen, dan praktik terbaik bagi
Perseroan.
Risiko Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk membukukan
seluruh potensi pendapatan yang akan dihasilkan oleh SBG dan Entitas
Anak SBG pada masa yang akan datang.
• Penggunaan dana hasil dari Rencana Transaksi mungkin akan
menghasilkan tingkat balikan yang lebih rendah dibandingkan dengan
investasi pada SBG dan Entitas Anak SBG pada masa yang akan datang.
25
Page 27
II. ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
II.A. PT Sintesa Bara Gemilang
II.A.1. Latar Belakang
SBG didirikan di Republik Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 90 oleh
Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., tanggal 30 September 2019. Akta pendirian ini
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. AHU-01835339.AH.01.11.TH.2019 tanggal
2 Oktober 2019.
Anggaran dasar SBG yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
No. 55 tanggal 13 Desember 2022 oleh Notaris Elizabeth Karina Leonita, S.H.,
M.Kn, terkait perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha SBG.
Perubahan anggaran dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Keputusan No. AHU-0090732.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal
14 Desember 2022 yang tercantum dalam daftar perusahaan yang dikelola
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Nomor Pendaftaran AHU-0251819.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal
14 Desember 2022.
SBG memiliki kantor pusat di Gedung Sopo Del Office Tower & Lifestyle Lantai
21 Tower B. Jalan Mega Kuningan Barat III, Lot. 10 1 – 6, Kawasan Mega
Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12950.
II.A.2. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SBG adalah bergerak dalam bidang aktivitas
penjualan bahan bakar, pertambangan batu bara, dan jasa konsultasi
manajemen.
II.B. Tinjauan Industri Batu Bara
II.B.1. Tinjauan Industri Batu Bara di Dunia
Batu bara merupakan senyawa organik karbonan yang terbentuk secara
alamiah dari sisa tumbuh - tumbuhan. Diantara banyaknya sumber energi dan
mineral yang berharga selain minyak bumi, gas alam, emas, perak, dan
berbagai jenis logam lainnya, batu bara merupakan salah satu sumber energi
yang banyak terlibat dalam keseharian masyarakat, baik sebagai bahan bakar
maupun dalam memenuhi kebutuhan listrik. Batu bara juga merupakan salah
satu jenis komoditas yang paling banyak diminati dalam perdagangan, karena
merupakan salah satu sumber energi penting bagi dunia, hal ini membuat batu
bara menjadi sumber energi yang menopang pertumbuhan ekonomi dan
sumber devisa negara.
26
Page 28
Indeks Harga Batu Bara di Dunia
Juni 2025 – September 2025
158,00
156,00
154,00
152,00
150,00
148,00
146,00
144,00
142,00
140,00
138,00
Jun Jul Ags Sep
Indeks Harga 149,65 155,41 154,15 145,08
Sumber: Statista
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, indeks harga batu bara secara
global pada bulan Juni 2025 – September 2025 masing-masing sebesar
149,65; 155,41; 154,15; dan 145,08. Pada bulan Juli 2025, indeks harga
mengalami kenaikan sebesar 3,85% dibandingkan dengan Juni 2025,
sementara indeks harga pada bulan Agustus 2025 dan September 2025
mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,81% dan 5,88% dibandingkan
dengan bulan sebelumnya. Penurunan indeks harga batu bara pada bulan
September 2025 dikarenakan karena penurunan permintaan batu bara,
penurunan produksi baja dunia, pasokan batu bara yang tinggi di pasar
domestik, serta pasar batu bara utama yaitu Tiongkok dan India yang
mengurangi pembelian batu bara melalui jalur laut.
Konsumsi Batu Bara Dunia
Tahun 2024 dan 2025
(Dalam metrik ton/MT)
Negara 2024 2025
Tiongkok 4.952,00 4.953,00
India 1.313,00 1.297,00
Asean 496,00 516,00
AS 373,00 410,00
Uni Eropa 311,00 306,00
Rest of the world 1.361,00 1.363,00
Sumber: International Energy Agency (IEA)
27
Page 29
Meskipun mengalami penurunan indeks harga batu bara pada Q3 2025, secara
keseluruhan, konsumsi batu bara dunia pada tahun 2025 sedang mengalami
peningkatan, Berdasarkan data yang diperoleh dari IEA, konsumsi batu bara
dunia pada tahun 2025 adalah sebesar 8.845,00 MT mengalami kenaikan
sebesar 39,00 MT atau setara dengan 0,44% dibandingkan dengan konsumsi
pada tahun sebelumnya. Konsumsi batu bara yang tinggi tersebut terutama
didorong oleh permintaan batu bara Tiongkok dengan pembangkit listrik tenaga
batu bara yang fleksibel mendukung energi terbarukan dan meningkatnya
permintaan batu bara untuk produksi kimia, sementara konsumsi batu bara
Asean dan AS di tahun 2025 mengalami peningkatan masing-masing sebesar
20,00 MT dan 37,00 MT atau masing-masing setara dengan 4,03% dan 9,92%
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Konsumsi batu bara AS mengalami
peningkatan karena tingginya harga gas, sementara konsumsi batu bara Asean
meningkat signifikan seiring dengan penambahan kapasitas pembangkit listrik
baru dan tingginya aktivitas pengolahan logam.
Pada seluruh kawasan di dunia, peran batu bara mengalami pergeseran, di
Asia batu bara tetap menjadi sumber utama untuk ketersediaan pasokan energi
bagi pembangkit listrik dan berbagai kebutuhan proses industri lainnya, namun
demikian porsinya terus mengalami penurunan seiring energi terbarukan yang
terus meningkat. Sementara negara-negara maju secara bertahap mulai
menghentikan penggunaan batu bara dalam pembangkit listriknya.
Proyeksi Harga Batu Bara di Dunia
Tahun 2026 - 2028
(Dalam USD per MT)
Deskripsi 2026 2027 2028
Coal CIF ARA 95,21 97,65 100,64
Coal Ric Bay 89,01 93,54 94,71
Steam Coal FOB Newcastle Australia 106,63 109,91 110,61
Hard Coking Coal AU 218,97 226,00 226,00
Sumber: Bloomberg
Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun
2027 harga batu bara secara global berdasarkan kategori Coal CIF ARA, Coal
Ric Bay, Steam Coal FOB Newcastle Australia, dan Hard Coking Coal AU
mengalami kenaikan masing-masing sebesar USD 2,44 per MT, USD 4,53 per
MT, USD 3,28 per MT, dan 7,03 per MT atau masing-masing setara dengan
2,56%, 5,09%, 3,08%, dan 3,21% dibandingkan dengan tahun 2026. Pada
kategori Coal CIF ARA diprediksikan pada tahun 2028 mengalami kenaikan
sebesar 3,06% dibandingkan dengan tahun 2027. Sedangkan pada kategori
Coal Ric Bay, diprediksikan pada tahun 2028 harga batu bara mengalami
peningkatan sebesar 1,25% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Selanjutnya, pada kategori Steam Coal FOB Newcastle Australia pada tahun
2028 mengalami kenaikan sebesar 0,64% dibandingkan dengan tahun 2027.
Selain itu, berdasarkan kategori Hard Coking Coal AU pada tahun 2028 tidak
mengalami perubahan harga yaitu bertahan pada USD 226,00 per MT.
28
Page 30
Menurut data yang diperoleh dari The Business Research Company dalam
laporannya dengan judul Coal Market Report 2026 Global Outlook By Type, By
Mining, By End User Industry Market Size, Trend, Strategies, and Forecast to
2035, pangsa pasar batu bara dunia diproyeksikan akan mencapai sebesar
USD 802,05 miliar pada tahun 2030 mengalami peningkatan dengan tingkat
pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar
2,50% dihitung sejak tahun 2026 hingga tahun 2030. Hal ini dapat dikaitkan
dengan pertumbuhan transisi menuju energi batu bara bersih, peningkatan
permintaan batu bara metalurgi, ekspansi sistem manajemen tambang digital,
praktik pengurangan emisi karbon, dan diversifikasi investasi tambang. Di
samping itu, tren penggunaan peralatan tambang dengan tingkat efisiensi tinggi
dan otomatisasi proses pertambangan di masa depan turut meningkatkan
prospek industri batu bara dunia dalam jangka panjang.
II.B.2. Tinjauan Industri Batu Bara di Indonesia
Salah satu hasil komoditas pertambangan yang paling dikenal di Indonesia
adalah batu bara. Indonesia merupakan salah satu negara produsen maupun
eksportir batu bara terbesar di dunia. Hal ini dipicu dengan adanya
ketersediaan sumber daya yang melimpah dan tersebar di beberapa lokasi
terutama di pulau Sumatera dan Kalimantan. Kualitas sumber daya batu bara di
Indonesia sangat bervariasi jika dilihat berdasarkan ukuran kalori, kandungan
abu, kandungan sulfur, dan unsur-unsur lainnya. Indonesia sedang mengalami
perubahan besar dalam sektor energi, yakni kondisi ketika kebutuhan energi
domestik terus meningkat, sementara tekanan global untuk beralih ke energi
yang lebih bersih semakin kuat. Dengan adanya komitmen pemerintah untuk
melakukan transisi energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM) menjalankan beberapa program prioritas yaitu mencakup hilirisasi
mineral dan batu bara, peningkatan lifting minyak dan gas bumi, penerapan
biodiesel, serta penyediaan gas untuk industri dalam negeri, dimana program
ini diperuntukan untuk pengurangan emisi gas rumah kaca, sejalan dengan
tekanan global untuk transisi energi yang lebih bersih.
29
Page 31
Harga Batu Bara Acuan
Oktober 2025 – Desember 2025
(Dalam USD per Ton)
112,00
110,00
108,00
106,00
104,00
102,00
100,00
98,00
96,00
Oktober November Desember
Harga Acuan 109,74 102,03 100,81
Sumber: Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara
Berdasarkan data yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batu
bara Kementerian ESDM menyatakan Harga Batu bara Acuan (HBA) pada
bulan Oktober, November, dan Desember 2025 masing-masing sebesar
USD 109,74 per ton, USD 102,03 per ton, dan USD 100,81 ton. Pada bulan
November dan Desember 2025 HBA mengalami penurunan masing-masing
sebesar USD 7,71 per ton dan USD 1,22 per ton atau masing-masing setara
dengan 7,03% dan 1,20%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
peningkatan produksi batu bara Tiongkok dan faktor transisi energi yang
kemudian meningkatkan bauran energi baru terbarukan.
Selanjutnya, berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi batu bara
Indonesia pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 19,00 juta ton atau
setara dengan 2,27% dibandingkan dengan produksi pada tahun 2024.
Penurunan permintaan dari Tiongkok dan India, serta peningkatan permintaan
batu bara domestik untuk kebutuhan listrik dan smelter kemudian
menyebabkan penurunan produksi batu bara. Pemerintah tetap
memprioritaskan batu bara bagi kebutuhan listrik domestik, menjaga jumlah
pasokan, serta kestabilan harga batu bara.
Salah satu langkah Pemerintah untuk menstabilkan harga batu bara yaitu
dengan melakukan penurunan produksi batu bara pada tahun 2026, target
produksi menjadi sekitar 600,00 juta ton, mengalami penurunan sebesar
24,00% dibandingkan dengan realisasi produksi tahun 2025 yaitu sebesar
790,00 juta ton. Sehingga diharapkan dengan pasokan yang lebih terbatas
akan menjaga risiko penurunan harga batu bara lebih lanjut pada periode
mendatang.
30
Page 32
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Mordor Intelligence dalam
laporan dengan judul Indonesia Coal Market Size & Share Analysis – Growth
Trends And Forecast (2026 – 2031), pangsa pasar batu bara Indonesia
diproyeksikan akan menjadi senilai USD 1,28 miliar pada tahun 2031,
mengalami pertumbungan dengan tingkat CAGR sebesar 6,24% dihitung sejak
tahun 2026 hingga tahun 2031. Posisi Indonesia sebagai eksportir batu bara
terbesar di dunia serta permintaan listrik dari Perusahaan Listrik Negara yang
berkelanjutan merupakan pendorong bagi indusri batu bara tanah air.
Perusahaan tambang batu bara yang terintegrasi turut melakukan kontrak
pembelian jangka panjang untuk menstabilkan arus kas sehingga pasar batu
bara Indonesia tetap kuat meski ada risiko biaya modal mengalami peningkatan
di masa depan.
Dengan adanya pasar ekspor batu bara, terutama ke negara-negara seperti
Tiongkok dan India, berdampak sangat signifikan bagi perekonomian nasional.
Selain itu dengan adanya industri pertambangan memberikan kehidupan yang
lebih baik bagi masyarakat, khususnya yang berada di sekitar tambang. Hal ini
menunjukkan bahwa kegiatan pertambangan batu bara selain berperan penting
dalam bidang ekonomi, batu bara juga berperan penting dalam bidang sosial
negara. Didukung dengan kinerja Pemerintah dalam menjaga dan mengelola
tingkat produksi batu bara nasional, yaitu dengan memastikan pasokan dalam
negeri tercukupi serta menjaga stabilitas kegiatan ekspor batu bara guna
menjaga perekonomian negara, stabilitas harga global dan tren global dalam
menghadapi transisi energi terbarukan.
II.C. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan adalah aktivitas kantor pusat dan
aktivitas konsultasi manajemen.
Perseroan menjalankan kegiatan usahanya meliputi bidang pertambangan,
jasa pembangunan, dan perdagangan. Hingga 31 Desember 2025, Perseroan
masih menjalankan kegiatan-kegiatan usaha antara lain jasa penunjang
pertambangan yang meliputi jasa infrastruktur pertambangan batu bara yang
terintegrasi dan ekplorasi dan produksi yang meliputi pertambangan batu bara.
• Jasa Pelabuhan dan Penanganan Batu Bara
Perseroan melaksanakan kegiatan usaha penyediaan jasa batu bara
terintegrasi berupa penyewaan pelabuhan batu bara dan fasilitas
penghancur batu bara melalui entitas anak, yaitu PT Mitratama Perkasa
(selanjutnya disebut “MP”). Sampai dengan 31 Desember 2025 MP
memiliki 5 aset operasional yang semuanya telah beroperasi penuh dan
memberikan kontribusi kepada Perseroan, yaitu Pelabuhan Asam-asam,
Pelabuhan Mulia Barat, CPP dan OLC Asam-asam, CPP dan OLC Mulia
Barat, dan CBU North Pulau Laut Coal Terminal.
31
Page 33
Perseroan melalui PT Nusa Tambang Pratama (selanjutnya disebut “NTP”)
menjalankan kegiatan usaha di bidang pengembangan proyek infrastruktur
batu bara, meliputi penghancur batu bara, Coal Preparation Plant (CPP)
dan Overland Conveyor (OLC) serta menghasilkan jasa distribusi batu bara
yang terintegrasi. Hingga 31 Desember 2025, NTP memiliki 5 aset yang
telah beroperasi penuh, yaitu Pelabuhan Batu Bara Lubuk Tutung,
Penghancur Batu Bara Sangatta, OLC & TBCT Duplication, Melawan CPP
dan Western OLC, dan Barge Loading Facilities Extension.
• Pertambangan Batu Bara
SBG melalui entitas anaknya yaitu TETPL memasarkan dan menjual
produk batu bara untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan luar
negeri. TETPL menjual produk batu bara untuk mayoritas negara-negara
Asia.
Selain itu, melalui 3 entitas anak, antara lain JMB, ABE, dan KRA, telah
mengalokasikan kurang lebih 25% dari total produksi batu bara untuk
memenuhi ketentuan terkait Domestic Market Obligation (DMO). Oleh karena
itu, Perseroan berkomitmen untuk mendahulukan pasokan kebutuhan batu
bara dalam negeri, baik untuk sektor kelistrikan maupun non-kelistrikan.
Sementara itu, 75% penjualan batu bara Perseroan dan entitas anak
Perseroan telah dialokasikan untuk pasar luar negeri, di mana Taiwan
mengambil pangsa pasar penjualan terbesar, diikuti oleh Vietnam, Jepang, dan
lain-lain.
Perseroan telah merancang strategi ekspansi jangka panjang yang terintegrasi
dengan fokus pada penguatan rantai nilai sektor energi, infrastruktur, dan
industri hijau bernilai tambah. Pengembangan dilakukan secara bertahap mulai
dari sektor hulu hingga hilir guna menciptakan diversifikasi usaha, peningkatan
nilai tambah komoditas, serta keberlanjutan bisnis jangka panjang sebagai
berikut:
- Energi dan Infrastruktur
Sebagai langkah awal, Perseroan berfokus memperkuat lini bisnisnya
dengan melakukan ekspansi di bidang energi dan infrastruktur. Langkah ini
mencakup pembangunan sistem konveyor darat, fasilitas pelabuhan, serta
pembangkit listrik, dibarengi dengan investasi pada sektor komoditas hulu.
- Mid-stream Industries
Setelah infrastruktur dan pasokan energi terbentuk, Perseroan akan
mengembangkan sektor industri antara melalui proyek gasifikasi, metanol,
dan amonia.
32
Page 34
- Downstream Industries
Pada tahap berikutnya, Perseroan akan memperluas kegiatan ke sektor
industri hilir melalui pengembangan Dimetil-Eter (DME), olefin, amonium
nitrat derajat bahan peledak, dan pupuk. Strategi ini ditujukan untuk
menciptakan produk turunan bernilai tambah tinggi yang memiliki potensi
permintaan domestik maupun internasional, sekaligus mendukung
penggantian impor dan kebutuhan sektor industri nasional.
- Value-Added Green Industries
Sebagai bagian dari transformasi menuju bisnis berkelanjutan, Perseroan
juga menargetkan pengembangan industri hijau bernilai tambah yang
berfokus pada hidrogen, produksi daya, serta penyimpanan energi/sel
bahan bakar. Inisiatif ini diarahkan untuk mendukung transisi energi bersih,
pengembangan teknologi rendah emisi, serta memperkuat posisi Perseroan
dalam ekosistem energi hijau masa depan.
Selain itu, Perseroan akan memperkuat implementasi energi terbarukan melalui
pengembangan berbagai proyek hijau sebagai berikut:
- Solar PV (Roof & Floating)
Perseroan merencanakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga
Surya (PLTS) berkapasitas 5 Megawatt (MW) melalui pemasangan panel
surya pada atap ban berjalan darat dan pemanfaatan danau lubang bekas
tambang sebagai sistem surya terapung.
- Wind Turbine (Off-Shore)
Perseroan akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin off-shore
berkapasitas 5 MW melalui instalasi turbin angin di area pemecah
gelombang fasilitas pemuatan tongkang yang ada dan/atau fasilitas
pemuatan kapal baru (SLF).
- Mini Hydro (River)
Perseroan menargetkan pengembangan proyek Mini Hydro dengan
kapasitas 2 × 7,5 MW melalui instalasi pembangkit mini hidro (<10 MW)
pada sungai-sungai terdekat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Proyek ini diarahkan untuk menyediakan sumber energi berkelanjutan yang
dapat mendukung kebutuhan energi kawasan operasional Perseroan.
33
Page 35
- Biomass (PKS & Wood)
Sebagai bagian dari pengembangan energi hijau berbasis sumber daya
lokal, Perseroan akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa
berkapasitas 2×7,5 MW dengan memanfaatkan pasokan cangkang kelapa
sawit dari perkebunan minyak sawit mentah dan serpihan kayu terdekat.
II.D. Alasan Dilakukan Rencana Transaksi
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sejalan dengan misi Perseroan yang berfokus dalam menyusun strategi
optimal untuk pertumbuhan masa mendatang, maka Perseroan berupaya
untuk terus memanfaatkan peluang bisnis yang ada dengan melakukan
Rencana Transaksi. Perseroan memandang Rencana Transaksi
merupakan salah satu langkah bisnis yang dapat diraih untuk
merealisasikan investasi yang telah dilakukan Perseroan pada sektor
industri pertambangan batu bara yang dimiliki SBG dan Entitas Anak SBG
dan membuka peluang investasi bisnis baru bagi Perseroan dengan
menggunakan dana hasil keuntungan atas nilai investasi tersebut untuk
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan yang pada akhirnya dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
• Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, SBG memiliki Pinjaman kepada
BMRI, di mana Pinjaman tersebut merupakan fasilitas refinancing atas
pinjaman sebelumnya yang diperoleh sehubungan dengan akuisisi Entitas
Anak SBG yang mayoritas bergerak dalam bidang pertambangan dan
perdagangan batu bara. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan
akan terlepas dari kewajiban yang sebelumnya tercatat secara
konsolidasian pada laporan keuangan konsolidiasian Perseroan. Hal ini
akan menurunkan DER Perseroan secara signifikan sehingga dapat
mengurangi beban keuangan atas Pinjaman pada masa yang akan datang
dan meningkatkan kinerja keuangan Perseoran pada masa yang akan
datang.
• Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari mitigasi risiko Perseroan
dalam menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian yang masih
bergerak fluktuatif sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi industri
komoditas, khususnya batu bara baik dalam hal permintaan-penawaran dan
harga yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja keuangan
Perseroan secara konsolidasian. Dengan antisipasi dan perencanaan yang
terstruktur, Perseroan menyadari perlunya mengambil keputusan strategis
untuk menjaga dan mempertahankan bisnis Perseroan yang lebih stabil
dan berkelanjutan dengan melakukan inovasi dan memperoleh peluang
investasi yang diyakini dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan
seluruh pemegang saham Perseroan.
34
Page 36
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan
dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi
bisnis dengan strategi pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis
dan proyek yang memiliki potensi dengan tingkat balikan yang diharapkan
dapat memberikan kontribusi positif. Hal ini diharapkan menjadi peluang
bagi Perseroan untuk dapat memastikan arah strategis yang selaras
dengan tren keberlanjutan global, komitmen, dan praktik terbaik bagi
Perseroan.
II.E. Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sejalan dengan misi Perseroan yang berfokus dalam menyusun strategi
optimal untuk pertumbuhan masa mendatang, maka Perseroan berupaya
untuk terus memanfaatkan peluang bisnis yang ada dengan melakukan
Rencana Transaksi. Perseroan memandang Rencana Transaksi
merupakan salah satu langkah bisnis yang dapat diraih untuk
merealisasikan investasi yang telah dilakukan Perseroan pada sektor
industri pertambangan batu bara yang dimiliki SBG dan Entitas Anak SBG
dan membuka peluang investasi bisnis baru bagi Perseroan dengan
menggunakan dana hasil keuntungan atas nilai investasi tersebut untuk
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan yang pada akhirnya dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
• Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, SBG memiliki Pinjaman kepada
BMRI, di mana Pinjaman tersebut merupakan fasilitas refinancing atas
pinjaman sebelumnya yang diperoleh sehubungan dengan akuisisi Entitas
Anak SBG yang mayoritas bergerak dalam bidang pertambangan dan
perdagangan batu bara. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan
akan terlepas dari kewajiban yang sebelumnya tercatat secara
konsolidasian pada laporan keuangan konsolidiasian Perseroan. Hal ini
akan menurunkan DER Perseroan secara signifikan sehingga dapat
mengurangi beban keuangan atas Pinjaman pada masa yang akan datang
dan meningkatkan kinerja keuangan Perseoran pada masa yang akan
datang.
35
Page 37
• Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari mitigasi risiko Perseroan
dalam menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian yang masih
bergerak fluktuatif sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi industri
komoditas, khususnya batu bara baik dalam hal permintaan-penawaran dan
harga yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja keuangan
Perseroan secara konsolidasian. Dengan antisipasi dan perencanaan yang
terstruktur, Perseroan menyadari perlunya mengambil keputusan strategis
untuk menjaga dan mempertahankan bisnis Perseroan yang lebih stabil
dan berkelanjutan dengan melakukan inovasi dan memperoleh peluang
investasi yang diyakini dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan
seluruh pemegang saham Perseroan.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan
dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi
bisnis dengan strategi pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis
dan proyek yang memiliki potensi dengan tingkat balikan yang diharapkan
dapat memberikan kontribusi positif. Hal ini diharapkan menjadi peluang
bagi Perseroan untuk dapat memastikan arah strategis yang selaras
dengan tren keberlanjutan global, komitmen, dan praktik terbaik bagi
Perseroan.
Kerugian Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk membukukan
seluruh potensi pendapatan yang akan dihasilkan oleh SBG dan Entitas
Anak SBG pada masa yang akan datang.
• Penggunaan dana hasil dari Rencana Transaksi mungkin akan
menghasilkan tingkat balikan yang lebih rendah dibandingkan dengan
investasi pada SBG dan Entitas Anak SBG pada masa yang akan datang.
36
Page 38
III. ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
III.A. Analisis atas Kinerja Historis Perseroan
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR dengan
pendapat wajar wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan konsolidasian
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024
dan 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR masing-masing wajar tanpa
modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain. Laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR dengan pendapat
wajar dengan modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan konsolidasian
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
telah diaudit oleh KAP TT dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:
III.A.1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(Dalam Ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 30.941 69.281 109.492 16.887 7.634
Piutang usaha - neto 43.293 72.734 78.740 60.472 30.370
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 35.074 67 72 1.184 96.198
Pihak ketiga - neto 7.950 6.807 134.324 107.798 112
Uang muka dan biaya dibayar di muka 167.764 173.571 158.243 1.593 1.211
Piutang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun - neto - 15.483 15.483 26.076 69.798
Aset keuangan lainnya 248.103 213.462 206.384 52.130 202
Pajak dibayar di muka 18.736 18.184 42.013 - 331
Persediaan 8.699 6.148 14.845 - -
Klaim pengembalian pajak 5.498 22.134 5.275 - -
Jumlah Aset Lancar 566.057 597.872 764.870 266.141 205.856
ASET TIDAK LANCAR
Piutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
akan jatuh tempo dalam satu tahun 4.027 5.395 13.851 9.026 10.356
Uang muka investasi - neto 371.262 371.262 281.829 331.829 180.573
Aset pajak tangguhan 1.524 2.233 2.614 2.552 1.071
Investasi pada ventura bersama 212.558 265.804 245.091 265.324 347.944
Aset tetap - neto 273.757 263.138 223.988 132.126 110.751
Properti pertambangan - neto 78.587 82.373 124.753 62.801 69.126
Aset takberwujud - neto 12.076 15.321 18.542 21.799 25.165
Aset keuangan lainnya 57.226 55.791 53.138 5.567 101
Aset tidak lancar lainnya 6.706 6.773 6.408 5.605 2.356
Pajak dibayar di muka 16.004 24.240 18.057 - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.033.729 1.092.330 988.271 836.628 747.443
JUMLAH ASET 1.599.786 1.690.202 1.753.141 1.102.769 953.300
37
Page 39
(Dalam Ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek 4.776 33.660 79.262 26.421 14.090
Utang usaha - Pihak ketiga 82.492 77.837 90.027 10.643 10.597
Utang lain-lain
Pihak berelasi 335 309 510 692 35.400
Pihak ketiga 16.885 4.566 3.513 2.322 333
Utang pajak 19.005 41.985 46.542 27.198 15.294
Beban akrual 100.117 135.993 129.734 63.068 53.097
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Pinjaman jangka panjang 134.541 158.745 508.874 237.849 297.207
Liabilitas jangka panjang lainnya 87.215 114.646 114.731 110.761 -
Provisi biaya restorasi dan reklamasi lingkungan 6.536 3.360 7.798 - -
Liabilitas sewa 139 762 587 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 452.040 571.862 981.578 478.954 426.017
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Pinjaman jangka panjang 411.479 458.357 146.718 99.285 26.425
Liabilitas jangka panjang lainnya 109.653 36.438 15.265 15.265 94.459
Provisi biaya restorasi dan reklamasi lingkungan 15.138 15.780 11.305 - 822
Liabilitas sewa 310 327 983 - -
Liabilitas imbalan pasca-kerja 2.270 2.377 4.638 567 -
Liabilitas pajak tangguhan 14.910 13.661 13.197 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 553.760 526.940 192.106 115.118 121.705
JUMLAH LIABILITAS 1.005.801 1.098.802 1.173.684 594.071 547.722
EKUITAS
Modal saham 547.774 547.774 547.774 508.510 418.517
Tambahan modal disetor 121.155 121.155 121.155 108.590 86.092
Penghasilan komprehensif lainnya (9.089) (10.356) (11.947) (13.445) (10.526)
Saldo defisit (192.019) (192.933) (199.394) (205.282) (177.977)
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali (1.067) (1.067) (1.067) (1.067) -
Transaksi dengan kepentingan non-pengendali (430) (430) (430) - -
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
Pemilik entitas induk 466.323 464.141 456.091 397.305 316.107
Kepentingan non-pengendali 127.662 127.259 123.367 111.392 89.471
JUMLAH EKUITAS 593.985 591.400 579.457 508.698 405.578
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.599.786 1.690.202 1.753.141 1.102.769 953.300
III.A.2. Aset
Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025,
31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
USD 1.599,79 juta, USD 1.690,20 juta, USD 1.753,14 juta, USD 1.102,77 juta,
dan USD 953,30 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset Perseroan mengalami
penurunan sebesar USD 90,42 juta atau setara dengan 5,35% dibandingkan
dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas, piutang usaha – neto, dan
investasi pada ventura bersama masing-masing sebesar USD 38,34 juta, USD
29,44 juta, dan
USD 53,25 juta yang disertai dengan kenaikan piutang lain-lain sebesar
USD 36,15 juta.
38
Page 40
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset Perseroan mengalami
penurunan sebesar USD 62,94 juta atau setara dengan 3,59% dibandingkan
dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas, piutang lain-lain, serta properti
pertambangan - neto masing-masing sebesar USD 40,21 juta, USD 127,52
juta, dan
USD 42,38 juta yang disertai dengan kenaikan uang investasi - neto dan aset
tetap - neto masing-masing sebesar USD 89,43 juta dan USD 39,15 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar USD 650,37 juta atau setara dengan 58,98% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kas dan setara kas, uang muka dan biaya dibayar di muka,
dan aset Keuangan lainnya masing-masing sebesar USD 92,61 juta, USD
156,65 juta, dan USD 154,25 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar USD 149,47 juta atau setara dengan 15,68% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan piutang usaha – neto, aset keuangan lainnya, dan
uang muka investasi – neto masing-masing sebesar USD 30,10 juta, USD
51,93 juta, dan USD 151,26 juta yang disertai dengan penurunan investasi
pada ventura bersama sebesar USD 82,62 juta.
III.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 1.005,80 juta,
USD 1.098,80 juta, USD 1.173,68 juta, USD 594,07 juta, dan USD 547,72 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar USD 93,00 juta atau setara dengan 8,46% dibandingkan
dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan pinjaman sebesar USD 99,97 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar USD 74,88 juta atau setara dengan 6,38% dibandingkan
dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan pinjaman sebesar USD 84,09 juta yang disertai
dengan kenaikan beban akrual sebesar USD 6,26 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar USD 579,61 juta atau setara dengan 97,57% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman, utang usaha, dan beban akrual
masing-masing sebesar USD 371,30 juta, USD 79,38 juta, dan USD 66,67 juta.
39
Page 41
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar USD 46,35 juta atau setara dengan 8,46% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman dan liabilitas jangka panjang
lainnya masing-masing sebesar USD 25,84 juta dan USD 31,57 juta.
III.A.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas modal Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025,
2024, 2023, dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 593,99 juta,
USD 591,40 juta, USD 579,46 juta USD 508,70 juta, dan USD 405,58 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar USD 2,59 juta jatau setara dengan 0,44% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan dan
selisih kurs penjabaran laporan keuangan masing-masing sebesar USD 1,50
juta dan USD 1,55 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar USD 11,94 juta atau setara dengan 2,06% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
USD 10,41 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar USD 70,76 juta atau setara dengan 13,91% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh tambahan modal disetor sebesar USD 51,83 juta yang disertai
dengan laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
USD 8,46 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar USD 103,12 juta atau setara dengan 25,43% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh tambahan modal disetor dari eksekusi waran sebesar
USD 112,49 juta.
40
Page 42
III.A.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(Dalam Ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan 235.090 562.969 651.060 43.723 65.586
Beban pokok pendapatan 200.443 451.661 528.075 23.115 17.378
Laba bruto 34.646 111.307 122.985 20.608 48.208
Beban umum dan administrasi (11.925) (14.069) (18.859) (8.091) (5.137)
Bagian laba (rugi) dari ventura bersama 14.051 17.559 21.950 (1.095) 40.703
Pendapatan bunga 11.427 13.865 15.468 3.320 38
Biaya keuangan (69.101) (84.583) (82.778) (48.489) (51.477)
Pendapatan (beban) lain-lain - neto 36.357 (2.432) (21.909) 56.088 (827)
Laba sebelum manfaat (beban) pajak final dan penghasilan 15.455 41.647 36.857 22.341 31.508
Beban pajak penghasilan (13.959) (31.232) (28.399) (3.851) (6.749)
Beban pajak final - - - (4.120) (2.866)
Laba tahun berjalan 1.496 10.414 8.458 14.370 21.893
Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya 1.089 1.529 769 (2.920) (483)
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 2.585 11.943 9.227 11.450 21.410
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 1.089 6.537 6.589 206 14.311
Kepentingan non-pengendali 407 3.877 1.869 14.164 7.582
III.A.6 Pendapatan
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah
sebesar USD 235,09 juta, USD 562,97 juta, USD 651,06 juta, USD 43,72 juta,
dan USD 65,59 juta.
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar USD 327,88 juta atau
setara dengan 58,24% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar USD 88,09 juta atau setara
dengan 13,53% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar USD 607,34 juta
dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022.
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar USD 21,86 juta atau setara
dengan 33,34% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021.
41
Page 43
III.A.7. Laba Tahun Berjalan
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022 dan 2021 masing-masing adalah
sebesar
USD 1,50 juta, USD 10,41 juta, USD 8,46 juta, USD 14,37 juta, dan
USD 21,89 juta.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar USD 8,92 juta atau setara
dengan 85,63% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar USD 1,96 juta atau setara
dengan 23,13% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar USD 5,91 juta atau setara
dengan 41,14% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar USD 7,52 juta atau setara
dengan 34,36% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
42
Page 44
III.A.8. Laporan Arus Kas Konsolidasian
(Dalam Ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 264.527 568.879 752.388 55.865 70.884
Pembayaran kepada pemasok (209.796) (419.653) (469.280) (16.236) (6.497)
Pembayaran pajak penghasilan (35.392) (34.700) (113.767) (4.168) (8.529)
Pembayaran beban keuangan (59.949) (93.352) (70.288) (9.500) (35.862)
Pembayaran kepada karyawan (10.365) (8.751) (6.545) (3.144) (3.354)
Penerimaan dari pengembalian pajak 25.076 - - - -
Pembayaran beban lain-lain - - - (4.641) (1.862)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi (25.900) 12.423 92.507 18.176 14.781
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dividen tunai 81.556 39.196 51.689 43.500 91.696
Penerimaan dari pendapatan bunga 5.154 13.865 7.800 141 38
Perolehan aset tetap (30.796) (25.167) (13.753) (14) (44)
Penempatan pada bank yang dibatasi penggunaannya (545) (25.093) (20.608) (5.466) -
Penerimaan piutang jangka panjang 5.395 8.456 6.761 - -
Pembayaran uang muka akuisisi tanah (8.762) (45.362) (154.361) - -
Penempatan pada aset keuangan lancar lainnya (33.822) (2.549) (130.299) - -
Pembayaran piutang lain-lain jangka pendek - - (43.631) - (26.081)
Penempatan pada teknologi finansial (19.878) (149) (477) - -
Pencairan uang muka investasi - 35.860 - - -
Pencairan dari bank yang dibatasi penggunaannya 93 22.207 - - -
Penerimaan bunga dari investasi jangka pendek - - - 1.445 -
Penjualan aset tetap - 22 - - -
Pencairan dari teknologi finansial 19.895 138 513 - -
Pencairan uang muka akuisisi tanah 16.679 - - - -
Pencairan dari aset keuangan lancar lainnya 8.099 - - - -
Pemberian pinjaman pada entitas ventura bersama (31.509) - - - -
Pemberian piutang jangka panjang (4.027) - - - -
Pembayaran uang muka lain-lain - - - (27.511) -
Pembayaran piutang lain-lain jangka pendek - - - (5.241) -
Penempatan deposito yang dibatasi penggunaannya - - - (1.907) -
Penempatan atas aset jangka pendek - - - (55.016) -
Pembayaran uang muka akuisisi entitas anak - - - (50.000) -
Pembayaran uang muka investasi - - - (94.706) -
Akuisisi entitas anak dengan perolehan kas neto - - (171.792) - -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi 7.531 21.425 (468.158) (194.776) 65.608
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman jangka panjang 37.598 552.968 516.009 124.596 36.206
Pembayaran pinjaman jangka panjang (94.648) (590.340) (151.657) (70.201) (69.981)
Pembayaran pinjaman jangka pendek (28.863) (52.319) (2.064) (1.709) (48.781)
Pembayaran liabilitas sewa (640) (481) (518) - -
Penerimaan liabilitas jangka panjang lainnya 74.468 9.277 - - -
Pembayaran liabilitas jangka panjang lainnya (7.887) - - - -
Penerimaan pinjaman jangka pendek - 6.835 54.657 13.986 1.402
Penerimaan dari penerbitan saham baru
dan eksekusi waran - - 51.829 112.491 -
Tambahan modal disetor dari eksekusi waran entitas anak - - - 6.690 -
Penerimaan dari liabilitas jangka panjang lainnya
dari ventura bersama - - - - 4.344
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (19.971) (74.059) 468.256 185.853 (76.811)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (38.340) (40.211) 92.605 9.253 3.579
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 69.281 109.492 16.887 7.634 4.055
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 30.941 69.281 109.492 16.887 7.634
43
Page 45
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
USD 25,90 juta. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024,
2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 12,42 juta,
USD 92,51 juta, USD 18,18 juta, dan USD 14,78 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 25,90 juta
terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok, pembayaran pajak
penghasilan, dan pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar
USD 209,80 juta, USD 35,39 juta, dan USD 59,95 juta yang disertai dengan
peneriman dari pelanggan sebesar USD 264,53 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 12,42 juta
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 568,88 juta
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran pajak
penghasilan, dan pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar
USD 419,65 juta, USD 34,70 juta, dan USD 93,35 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 92,51 juta
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan USD 752,39 juta yang
disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran pajak
penghasilan, dan pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar
USD 469,28 juta, USD 113,77 juta, dan USD 70,29 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 18,18 juta
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan USD 55,87 juta yang
disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran pajak
penghasilan, dan pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar
USD 16,24 juta, USD 4,17 juta, dan USD 9,50 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 14,78 juta
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 70,88 juta yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran pajak
penghasilan, dan pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar
USD 6,50 juta, USD 8,53 juta, dan USD 35,86 juta.
44
Page 46
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, dan 2021
masing-masing adalah sebesar USD 7,53 juta, USD 21,43 juta, dan USD 65,61
juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
masing-masing adalah sebesar USD 468,16 juta dan USD 194,78 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 7,53 juta
terutama berasal dari penerimaan dividen tunai dan pencairan dari teknologi
finansial masing-masing sebesar USD 81,56 juta dan USD 19,90 juta yang
disertai dengan perolehan aset tetap, penempatan pada aset keuangan lancar
lainnya, dan pemberian pinjaman pada entitas ventura bersama masing-masing
sebesar USD 30,80 juta, USD 33,82 juta, dan USD 31,51 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 21,43 juta
terutama berasal dari penerimaan dividen tunai, pencairan uang muka
investasi, dan pencairan dari bank yang dibatasi penggunaannya
masing-masing sebesar USD 39,20 juta, USD 35,86 juta, dan USD 22,21 juta
yang disertai dengan perolehan aset tetap dan pembayaran uang muka akuisisi
tanah masing-masing sebesar USD 25,17 juta dan USD 45,36 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 468,16 juta
terutama berasal dari pembayaran uang muka akuisisi tanah, penempatan
pada aset keuangan lancar lainnya, dan akuisisi entitas anak dengan
perolehan kas neto masing-masing sebesar USD 154,36 juta, USD 130,30 juta,
dan USD 171,79 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar
USD 194,78 juta terutama berasal dari penempatan atas aset jangka pendek,
penempatan uang muka akuisisi entitas anak, dan pembayaran uang muka
investasi masing-masing sebesar USD 55,02 juta, USD 50,00 juta, dan
USD 94,71 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk periode
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 65,61 juta
terutama berasal dari penerimaan dividen tunai sebesar USD 91,70 juta yang
disertai dengan pembayaran piutang lain-lain jangka pendek sebesar
USD 26,08 juta.
45
Page 47
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024 dan 2021
masing-masing adalah sebesar USD 19,97 juta, USD 74,06 juta, dan
USD 76,82 juta. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023
dan 2022 masing-masing adalah sebesar USD 468,26 juta dan USD 185,85
juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 19,97 juta
terutama berasal dari pembayaran pinjaman jangka panjang dan pembayaran
pinjaman jangka pendek masing-masing sebesar USD 94,65 juta dan
USD 28,86 juta yang disertai dengan penerimaan pinjaman jangka panjang dan
penerimaan liabilitas jangka panjang lainnya masing-masing sebesar
USD 37,60 juta dan USD 74,47 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 74,06 juta
terutama berasal dari pembayaran pinjaman jangka panjang dan pembayaran
pinjaman jangka pendek masing-masing sebesar USD 590,34 juta dan
USD 52,32 juta yang disertai dengan penerimaan pinjaman jangka panjang
sebesar USD 552,97 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 468,26 juta
terutama berasal dari dari penerimaan pinjaman jangka panjang, penerimaan
pinjaman jangka pendek, dan penerimaan dari penerbitan saham baru dan
eksekusi waran masing-masing sebesar USD 516,01 juta, USD 54,66 juta, dan
USD 51,83 juta yang disertai dengan pembayaran pinjaman jangka panjang
sebesar USD 151,66 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 185,85 juta
terutama berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang dan penerimaan
dari penerbitan saham baru dan eksekusi waran masing-masing sebesar
USD 124,60 juta dan USD 112,49 juta yang disertai dengan pembayaran
pinjaman jangka panjang sebesar USD 70,20 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 76,82 juta
terutama berasal dari pembayaran jangka panjang dan pembayaran pinjaman
jangka pendek masing-masing sebesar USD 69,98 juta dan USD 48,78 juta
yang disertai dengan penerimaan pinjaman jangka panjang sebesar
USD 36,21 juta.
46
Page 48
III.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Rasio Likuiditas
Lancar 1,25 1,05 0,78 0,56 0,48
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,15 0,33 0,37 0,04 0,07
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,37 0,35 0,33 0,46 0,43
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,63 0,65 0,67 0,54 0,57
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 1,69 1,86 2,03 1,17 1,35
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 14,74% 19,77% 18,89% 47,13% 73,50%
Marjin laba bersih 0,64% 1,85% 1,30% 32,87% 33,38%
Imbal hasil aset 0,09% 0,62% 0,48% 1,30% 2,30%
Imbal hasil ekuitas 0,25% 1,76% 1,46% 2,82% 5,40%
III.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,15; 0,33; 0,37; 0,04; dan 0,07.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2025,
2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset adalah 0,37;
0,35; 0,33; 0,46; dan 0,43.
III.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,63; 0,65; 0,67;
0,54; dan 0,57, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah 1,69; 1,86; 2,03; 1,17; dan 1,35.
47
Page 49
III.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah 0,09%, 0,62%, 0,48%, 1,30%, dan
2,30%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah 0,25%, 1,76, 1,46%, 2,82%, dan
5,40%.
III.B. Analisis atas Kinerja Historis SBG
Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP
AAJAMR dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain. Laporan
keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP RJRR dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berkahir pada tanggal 31 Desember 2022 dengan angka perbandingan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh
KAP TT dengan pendapar wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
48
Page 50
Ikhtisar data keuangan penting SBG adalah sebagai berikut:
III.B.1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 18.656 49.947 109.875 2 -
Piutang usaha 4.371 31.602 29.997 - -
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 35.493 136.586 324 318 350
Pihak ketiga 1.711 1.255 794 - -
Persediaan 8.622 6.148 14.845 - -
Pajak dibayar di muka 18.029 18.426 42.300 - -
Klaim pengembalian pajak 5.498 22.134 5.275 - -
Aset lancar lainnya 3.711 1.617 740 478 9
Jumlah Aset Lancar 96.092 267.715 204.150 798 359
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaanya 46.015 46.460 47.485 - -
Pinjaman kepada pemegang saham 242.241 171.381 127.055 - -
Aset tetap 147.084 133.158 101.726 - -
Properti pertambangan 78.587 82.373 124.753 - -
Pajak dibayar di muka 16.004 24.240 17.970 - -
Aset pajak tangguhan 220 232 337 - -
Aset tidak lancar lainnya 88 44 174 - -
Uang muka untuk akuisisi - - - 50.000 -
Jumlah Aset Tidak Lancar 530.239 457.888 419.501 50.000 -
JUMLAH ASET 626.332 725.603 623.651 50.798 359
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 69.268 66.156 79.286 - -
Utang lain-lain
Pihak berelasi 2.981 52.869 60.825 50.480 9
Pihak ketiga 14.682 2.335 1.413 - -
Beban akrual 20.613 62.271 51.988 - -
Utang pajak 5.202 24.112 24.102 - -
Provisi biaya restorasi dan reklamasi lingkungan 6.536 3.360 7.798 - -
Liabilitas sewa 119 744 587 - -
Pinjaman 44.925 74.981 308.918 - -
Liabilitas lancar lainnya 13.390 83 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 177.716 286.911 534.916 50.480 9
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 289 289 983 - -
Provisi biaya restorasi dan reklamasi lingkungan 15.004 15.641 11.159 - -
Liabilitas imbalan kerja 2.010 1.849 1.771 - -
Liabilitas pajak tangguhan 15.318 13.784 13.198 - -
Pinjaman 238.926 282.804 - - -
Liabilitas tidak lancar lainnya 61.078 - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 332.625 314.367 27.111 - -
JUMLAH LIABILITAS 510.341 601.278 562.027 50.480 9
EKUITAS
Modal saham 353 353 353 353 353
Saldo laba (defisit) 100.461 109.028 51.104 (35) (2)
Translasi mata uang asing 462 462 462 - -
Transaksi dengan kepentingan non-pengendali (430) (430) (430) - -
Penghasilan komprehensif lain 641 569 - - -
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 101.486 109.981 51.489 318 350
Kepentingan non-pengendali 14.504 14.344 10.135 - -
JUMLAH EKUITAS 115.990 124.325 61.624 318 350
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 626.332 725.603 623.651 50.798 359
49
Page 51
III.B.2. Aset
Jumlah aset SBG pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 626,33 juta, USD 725,60 juta,
USD 623,65 juta, USD 50,80 juta, dan USD 0,36 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset SBG mengalami penurunan
sebesar USD 99,27 juta atau setara dengan 13,68% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan kas dan bank, piutang usaha, serta
piutang lain-lain masing-masing sebesar USD 31,29 juta, USD 27,23 juta, dan
USD 100,64 juta yang disertai dengan kenaikan pinjaman kepada pemegang
saham sebesar USD 70,86 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset SBG mengalami kenaikan
sebesar USD 101,95 juta atau setara dengan 16,35% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan piutang lain-lain dan pinjaman kepada pemegang
saham masing-masing sebesar USD 136,72 juta dan USD 44,33 juta yang
disertai dengan penurunan kas dan bank dan pajak dibayar di muka sebesar
USD 59,93 juta dan USD 23,87 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset SBG mengalami kenaikan
sebesar USD 572,85 juta dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal
31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan kas dan
bank, pinjaman kepada pemegang saham, serta properti pertambangan
masing-masing sebesar USD 109,87 juta, USD 127,06 juta, dan
USD 124,75 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset SBG mengalami kenaikan
sebesar USD 50,44 juta dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal
31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan uang
muka untuk akuisisi sebesar USD 50,00 juta.
III.B.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas SBG pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 510,34 juta,
USD 601,28 juta, USD 562,03 juta, USD 50,48 juta, dan USD 9,00 ribu.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas SBG mengalami penurunan
sebesar USD 90,94 juta atau setara dengan 15,12% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan utang lain-lain, beban akrual, dan pinjaman
masing-masing sebesar USD 37,54 juta, USD 41,66 juta, dan USD 73,94 juta
yang disertai dengan kenaikan liabilitas tidak lancar lainnya sebesar
USD 61,08 juta.
50
Page 52
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas SBG mengalami kenaikan
sebesar USD 39,25 juta atau setara dengan 6,98% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan pinjaman sebesar USD 48,87 juta yang disertai
penurunan utang usaha sebesar USD 13,13 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas SBG mengalami kenaikan
sebesar USD 511,55 juta dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada tanggal
31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan utang
usaha, beban akrual, dan pinjaman, masing-masing sebesar USD 79,29 juta,
USD 51,99 juta, dan USD 308,92 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas SBG mengalami kenaikan
sebesar USD 50,47 juta dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada tanggal
31 Desember 2021. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh kenaikan
utang-lain-lain.
III.B.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas SBG pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 115,99 juta, USD 124,33 juta,
USD 61,62 juta, USD 0,32 juta, USD 0,35 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas SBG mengalami penurunan
sebesar USD 8,34 juta atau setara dengan 6,70% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SBG sebesar USD 8,25 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas SBG mengalami kenaikan
sebesar USD 62,70 juta atau setara dengan 101,75% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh SBG sebesar
USD 62,19 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas SBG mengalami kenaikan
sebesar USD 61,31 juta dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada tanggal
31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh laba tahun berjalan
yang dibukukan oleh SBG sebesar USD 54,15 juta yang disertai dengan
kepentingan non-pengendali atas akuisisi anak perusahaan sebesar
USD 11,46 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SBG mengalami penurunan
sebesar USD 0,03 juta atau setara dengan 9,28% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini seluruhnya
disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SBG.
51
Page 53
III.B.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan 197.918 532.997 614.854 - -
Beban pokok penjualan (184.487) (434.700) (510.668) - -
Laba bruto 13.431 98.298 104.186 - -
Beban umum dan administrasi (5.440) (5.697) (12.569) (0) (2)
Beban penjualan (1.005) (2.598) (2.093) - -
Penghasilan keuangan 17.049 49.636 7.545 - -
Beban keuangan (37.102) (34.795) (63.540) - -
Pendapatan (beban) lain-lain - neto 14.708 (13.971) 259 (32) -
Keuntungan dari pembelian dengan diskon - - 45.355 - -
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan 1.640 90.872 79.143 (33) (2)
Beban pajak penghasilan (9.890) (28.685) (24.993) - -
Laba (rugi) tahun berjalan (8.250) 62.187 54.150 (33) (2)
Penghasilan (rugi) komprehesif lain (85) 514 (270) - -
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan (8.335) 62.701 53.881 (33) (2)
Laba (rugi) tahun berjalan yang diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (8.414) 57.999 51.842 (33) (2)
Kepentingan non-pengendali 164 4.188 2.308 - -
III.B.6 Pendapatan
Pendapatan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
USD 197,92 juta, USD 533,00 juta dan USD 614,85 juta. Untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 SBG belum
membukukan pendapatan.
Pendapatan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
mengalami penurunan sebesar USD 335,08 juta atau setara dengan 62,87%
dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024.
Pendapatan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
mengalami penurunan sebesar USD 81,86 juta atau setara dengan 13,31%
dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023.
III.B.7. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Rugi tahun berjalan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
USD 8,25 juta, USD 0,03 juta dan USD 2,00 ribu. Laba tahun berjalan SBG
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar
USD 54,15 juta.
Rugi tahun berjalan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar USD 70,44 juta atau setara
dengan 113,27% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
52
Page 54
Laba tahun berjalan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar USD 8,04 juta atau setara
dengan 14,84% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Laba tahun berjalan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar USD 54,18 juta dibandingkan
dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022.
Rugi tahun berjalan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar USD 0,03 juta dibandingkan
dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021.
III.B.8. Laporan Arus Kas Konsolidasian
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Pembayaran kepada pemasok dan karyawan (122.512) (446.217) (315.369) (469) -
Penerimaan dari pelanggan 225.149 524.461 655.260 - -
Pembayaran pajak penghasilan badan (3.532) (28.361) (65.930) - -
Pembayaran royalti (17.167) (52.737) (67.652) - -
Pembayaran bunga liabilitas sewa - (96) (96) - -
Pembayaran bunga pinjaman (35.579) (28.070) (26.298) - -
Penerimaan bunga 1.036 11.298 1.842 - -
Biaya transaksi terkait dengan akuisisi entitas anak - - (4.322) - -
Rugi sebelum beban pajak penghasilan - - - - (2)
Penyesuaian untuk rugi selisih kurs - - - - 2
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi 47.395 (19.722) 177.436 (469) -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pemberian pinjaman ke pemegang saham (104.258) (69.497) (160.879) - -
Penerimaan pembayaran dari pinjaman
ke pemegang saham 99.236 11.704 6.480 - -
Perolehan properti penambangan (10.279) (32.243) (17.969) - -
Perolehan aset tetap - (14.130) (12.663) - -
Pembayaran bersih untuk akuisisi entitas anak - - (171.792) - -
Akuisisi kepentingan pada entitas anak dari
kepentingan non-pengedali - - (4.036) - -
Penerimaan dari pelepasan aset tetap - - 979 - -
Penempatan kas yang dibatasi penggunaannya (4.209) - (16.632) - -
Penarikan kas yang dibatasi penggunaannya 5.233 - 254 - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (14.277) (104.166) (376.258) - -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman (63.783) (393.242) (158.015) - -
Penerimaan dari pinjaman - 457.773 475.776 - -
Pembayaran biaya transaksi terkait pinjaman - (508) (8.547) - -
Pembayaran liabilitas sewa (625) (64) (518) - -
Penerimaan dari pihak berelasi - - - 471 -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (64.408) 63.959 308.696 471 -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (31.290) (59.929) 109.873 2 -
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 49.947 109.875 2 - -
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 18.656 49.947 109.875 2 -
53
Page 55
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2023 masing-masing
adalah sebesar USD 47,40 juta dan USD 177,44 juta. Arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas operasi SBG untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2022 masing-masing adalah sebesar
USD 19,72 juta dan USD 0,47 juta. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 SBG belum membukukan arus kas bersih yang digunakan
untuk/diperoleh dari aktivitas operasi.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 47,40 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 225,15 juta yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan karyawan, pembayaran royalti,
serta pembayaran bunga pinjaman masing-masing sebesar USD 122,51 juta,
USD 17,17 juta, dan USD 35,58 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 19,72 juta terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan karyawan, pembayaran pajak
penghasilan badan, dan pembayaran royalti masing-masing sebesar
USD 446,22 juta, USD 28,36 juta, dan USD 52,74 juta yang disertai dengan
penerimaan dari pelanggan sebesar USD 524,46 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 177,44 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 655,26 juta yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan karyawan, pembayaran pajak
penghasilan, serta pembayaran royalti masing-masing sebesar
USD 315,37 juta, USD 65,93 juta, dan USD 67,65 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 0,47 juta seluruhnya
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SBG untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024 dan 2023
masing-masing adalah sebesar USD 14,28 juta, USD 104,17 juta, dan
USD 376,26 juta. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2022 dan 2021 SBG tidak memiliki arus kas bersih yang
diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas investasi.
54
Page 56
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SBG untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 14,28 juta
terutama berasal dari pemberian pinjaman ke pemegang saham dan perolehan
properti penambangan masing-masing sebesar USD 104,26 juta dan
USD 10,28 juta yang disertai dengan penerimaan pembayaran dari pinjaman
ke pemegang saham sebesar USD 99,24 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SBG untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 104,17 juta
terutama berasal dari pemberian pinjaman ke pemegang saham dan perolehan
properti penambangan masing-masing sebesar USD 69,50 juta dan
USD 32,24 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SBG untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 376,26 juta
terutama berasal dari pemberian pinjaman ke pemegang saham, perolehan
properti penambangan, dan pembayaran bersih untuk akuisisi entitas anak
masing-masing sebesar USD 160,88 juta, USD 17,97 juta, dan
USD 171,79 juta.
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SBG untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
USD 64,41 juta. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SBG
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan
2022 masing-masing adalah sebesar USD 63,96 juta, USD 308,70 juta, dan
USD 0,47 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SBG untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 64,41 juta
terutama berasal dari pembayaran pinjaman sebesar USD 63,78 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 63,96 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pinjaman sebesar USD 457,77 juta yang disertai
dengan pembayaran pinjaman sebesar USD 393,24 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SBG untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 308,70 juta
terutama berasal dari penerimaan dari pinjaman sebesar USD 475,78 juta yang
disertai pembayaran pinjaman dan pembayaran biaya transaksi terkait
pinjaman masing-masing sebesar USD 158,02 juta dan USD 8,55 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SBG untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 0,47 juta
seluruhnya berasal dari penerimaan dari pihak berelasi.
55
Page 57
III.B.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Rasio Likuiditas
Lancar 0,54 0,93 0,38 0,02 40,53
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,32 0,73 0,99 - -
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,19 0,17 0,10 0,01 0,98
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,81 0,83 0,90 0,99 0,02
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 4,40 4,84 9,12 158,79 0,03
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 6,79% 18,44% 16,94% N/A N/A
Marjin laba bersih -4,17% 11,67% 8,81% N/A N/A
Imbal hasil aset -1,32% 8,57% 8,68% -0,06% -0,65%
Imbal hasil ekuitas -7,11% 50,02% 87,87% -10,23% -0,67%
III.B.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SBG dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SBG. Pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024 dan 2023, rasio perputaran jumlah aset
masing-masing adalah 0,32; 0,73; dan 0,99.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SBG
terhadap jumlah aset SBG. Pada tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset adalah 0,19; 0,17; 0,10;
0,01; dan 0,98.
III.B.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan SBG untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,81; 0,83; 0,90;
0,99; dan 0,02, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah 4,40; 4,84; 9,12; 158,79; dan 0,03.
56
Page 58
III.B.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SBG dalam menghasilkan
laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
adalah 8,57% dan 8,68%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SBG dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
masing-masing adalah 50,02% dan 87,87%.
III.C. Analisis atas Laporan Proforma
Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
dan Setelah Rencana Transaksi.
Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai informasi keuangan
konsolidasian proforma tanggal 31 Desember 2025 serta untuk tahun yang
berakhir pada tanggal tersebut dengan laporan arus asurans praktisi
independen atas kompilasi informasi keuangan proforma yang telah direviu
oleh KAP TT.
Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2025:
(Dalam ribuan USD)
Setelah
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian Rencana
Transaksi
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 30.941 87.899 118.840
Piutang usaha - neto 43.293 (4.371) 38.922
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 35.074 - 35.074
Pihak ketiga 7.950 1.462 9.412
Persediaan 8.699 (8.622) 76
Uang muka dan biaya dibayar di muka 167.764 (2.903) 164.861
Aset keuangan lainnya 248.103 (808) 247.294
Pajak dibayar di muka 18.736 (18.029) 707
Klaim pengembalian pajak 5.498 (5.498) -
Jumlah Aset Lancar 566.057 49.129 615.186
ASET TIDAK LANCAR
Piutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun - neto 4.027 - 4.027
Uang muka investasi - neto 371.262 - 371.262
Aset pajak tangguhan 1.524 188 1.712
Investasi pada ventura bersama 212.558 - 212.558
Aset tetap - neto 273.757 (147.084) 126.673
Properti pertambangan 78.587 (78.587) -
Aset takberwujud - neto 12.076 - 12.076
Aset keuangan lainnya 57.226 (46.015) 11.212
Aset tidak lancar lainnya 6.706 (88) 6.619
Pajak dibayar di muka 16.004 (16.004) -
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.033.729 (287.590) 746.139
JUMLAH ASET 1.599.786 (238.461) 1.361.325
57
Page 59
(Dalam ribuan USD)
Setelah
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian Rencana
Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek 4.776 - 4.776
Utang usaha - pihak ketiga 82.492 (69.268) 13.224
Utang lain-lain
Pihak berelasi 335 - 335
Pihak ketiga 16.885 227.857 244.742
Utang pajak 19.005 (5.202) 13.803
Beban akrual 100.117 14.774 114.891
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 134.541 (44.925) 89.616
Liabilitas jangka panjang lainnya 87.215 (13.390) 73.825
Provisi biaya restorasi dan reklamasi lingkungan 13.249 (13.249) -
Liabilitas sewa 139 (119) 20
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 458.754 96.478 555.232
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Laibiltias pajak tangguhan 14.910 (14.910) -
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 411.479 (238.926) 172.553
Liabilitas jangka panjang lainnya 109.653 (61.078) 48.576
Provisi biaya restorasi dan reklamasi lingkungan 8.425 (8.291) 134
Liabilitas sewa 310 (289) 20
Liabilitas imbalan pasca kerja 2.270 (2.010) 260
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 547.047 (325.504) 221.543
JUMLAH LIABILITAS 1.005.801 (229.026) 776.775
EKUITAS
Modal saham 547.774 - 547.774
Tambahan modal disetor 121.155 - 121.155
Penghasilan komprehensif lainnya (9.089) (632) (9.721)
Transaksi dengan kepentingan non-pengendali (430) 430 -
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali (1.067) - (1.067)
Saldo laba (192.019) 4.910 (187.109)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
Induk 466.323 4.708 471.031
Kepentingan non-pengendali 127.662 (14.144) 113.519
JUMLAH EKUITAS 593.985 (9.435) 584.550
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.599.786 (238.461) 1.361.325
58
Page 60
(Dalam ribuan USD)
Setelah
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian Rencana
Transaksi
Pendapatan 235.090 - 235.090
Beban pokok pendapatan 200.443 - 200.443
Laba bruto 34.646 - 34.646
Beban umum dan administrasi (11.925) - (11.925)
Bagian laba usaha dari ventura bersama 14.051 - 14.051
Pendapatan bunga 11.427 - 11.427
Biaya keuangan (69.101) - (69.101)
Keuntungan atas pelepasan entitas anak - 5.829 5.829
Pendapatan lain-lain - neto 36.357 - 36.357
Laba sebelum beban pajak penghasilan 15.455 5.829 21.284
Beban pajak penghasilan (13.959) - (13.959)
Laba bersih tahun berjalan 1.496 5.829 7.325
Penghasilan komprehensif lain 1.089 - 1.089
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 2.585 5.829 8.414
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 1.089 5.829 6.918
Kepentingan non-pengendali 407 - 407
Terkait Rencana Transaksi ini, diasumsikan pada tanggal 31 Desember 2025
telah terjadi transaksi-transaksi sebagai berikut:
- Perseroan menerima kas sebesar Rp 1,79 triuliun (setara dengan)
USD 106,56 juta dari IPB atas Rencana Transaksi.
- Sesuai dengan laporan penilai KJPP KR dalam laporannya
No. 00096/2.0162-00/BS/02/0153/1/V/2026 tanggal 20 Mei 2026. tentang
penilaian dengan menggunakan pendekatan pendapatan, pendekatan aset,
dan pendekatan pasar serta dengan mempertimbangkan berbagai faktor
yang mempengaruhi nilai SBG, maka besarnya nilai pasar 99,90% ekuitas
SBG per 31 Desember 2025 adalah sebesar USD 103,13 juta.
- Kurs yang digunakan adalah berdasarkan rata-rata kurs transaksi yang
diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2025, yaitu
sebesar Rp16.782.
- Rincian dari imbalan yang dibayarkan dan laba pelepasan entitas anak
adalah sebagai berikut:
(Dalam ribuan USD)
Keterangan Jumlah
Imbalan yang diterima 106.555
Aset neto pada tanggal pelepasan (115.990)
Kepentingan non-pengendali SBG 14.504
Kepentingan non-pengendali yang dihentikan pengakuannya (361)
Akumulasi keuntungan kurs terkait nilai aset bersih dari
entitas anak dan lindung nilai terkait instrumen yang
direklasifikasikan dari ekuitas ke laba rugi pada saat
hilangnya kendali atas entitas anak 1.120
Laba atas pelepasan entitas anak 5.829
59
Page 61
Rincian terkait penyesuaian proforma yang dilakukan terhadap informasi
keuangan historis adalah sebagai berikut:
a. Penyesuaian atas kas dan setara kas sebesar USD 106,56 juta untuk
mencatatkan imbalan yang diterima sesuai dengan PJBPSB.
b. Penyesuaian atas piutang lain-lain dari pihak berelasi dan pihak ketiga
masing-masing sebesar USD 35,49 juta dan USD 3,17 juta untuk mencatat
jurnal eliminasi atas transaksi pihak berelasi dan reklasifikasi sebagai
dampak atas pelepasan SBG.
c. Penyesuaian piutang jangka panjang sebesar USD 242,24 juta untuk
mencatat jurnal reklasifikasi sebagai dampak atas pelepasan SBG.
d. Penyesuaian atas aset pajak tangguhan sebesar USD 0,41 juta terkait
saling hapus dengan liabilitas pajak tangguhan.
e. Penyesuaian atas invetasi pada entitas anak sebesar USD 101,85 juta
untuk mencatat jurnal eliminasi konsolidasi sebagai dasar untuk
menghitung laba atas pelepasan entitas anak.
f. Penyesuaian atas utang lain-lain kepada pihak berelasi dan ketiga
masing-masing sebesar USD 2,98 juta dan USD 242,54 juta untuk
mencatat jurnal eliminasi atas transaksi pihak berelasi dan jurnal
reklasifikasi sebagai dampak atas pelepasan SBG.
g. Penyesuaian atas beban akrual sebesar USD 35,39 juta untuk mencatat
akrual bunga atas pinjaman Perseroan.
h. Penyesuaian atas liabilitas pajak tangguhan sebesar USD 0,41 juta terkait
saling hapus dengan aset pajak tangguhan.
i. Penyesuaian atas modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar
USD 0,35 juta untuk mencatat jurnal eliminasi konsolidasi.
j. Penyesuaian atas penghasilan komprehensif lainnya dan transaksi dengan
kepentingan non-pengendali untuk mencatat jurnal eliminasi konsolidasi
dan reklasifikasi ke laba rugi sebagai dampak atas pelepasan SBG.
k. Penyesuaian atas saldo laba ditahan untuk mencatat jurnal eliminasi
konsolidasi dan dampak laba rugi atas pelepasan SBG.
l. Penyesuaian atas kepentingan non-pengendali sebesar USD 0,36 juta
terkait jurnal eliminasi konsolidasi.
60
Page 62
m. Penyesuaian atas keuntungan dari pelepasan entitas anak sebesar
USD 5,83 juta terkait keuntungan atas pelepasan SBG yang dihasilkan dari
selisih antara imbalan yang diterima dengan jumlah aset neto dikurangi
saldo kepentingan non-pengendali pada saat tanggal pelepasan.
III.D. Analisis atas Laporan Penilaian 99,90% Saham Objek
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. KEP-210/KS.13/2026, telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai
penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/260415-001
tanggal 15 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk
memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 99,90%
saham SBG. Hasil penilaian atas 99,90% saham SBG tersebut tertuang dalam
laporan penilaian 99,90% saham SBG dengan No. 00096/2.0162-
00/BS/02/0153/1/V/2026 tanggal 20 Mei 2026.
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah Perseroan
dan IPB.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,90% saham SBG.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
mata uang USD dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.
61
Page 63
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
didasarkan pada proyeksi laporan keuangan TETPL, KRA, dan JMB yang
disusun oleh manajemen TETPL, KRA, dan JMB. Dalam penyusunan
proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan
kinerja TETPL, KRA, dan JMB pada tahun-tahun sebelumnya dan
berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar
dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja TETPL, KRA, dan JMB
yang dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar,
tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target
kinerja TETPL, KRA, dan JMB yang dinilai dan telah mencerminkan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas
pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan
berdasarkan kinerja historis TETPL, KRA, dan JMB dan informasi
manajemen TETPL, KRA, dan JMB terhadap proyeksi laporan keuangan
TETPL, KRA, dan JMB tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas
laporan penilaian SBG dan kesimpulan nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan SBG atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan SBG bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
62
Page 64
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta
asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta
asumsi sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh
karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang
digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan
penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang
profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan
sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-
disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik
kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
operasional Perseroan dan SBG.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SBG
berdasarkan anggaran dasar SBG.
63
Page 65
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method) dan metode
pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded
company method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh TETPL, KRA, dan JMB di masa depan masih akan
berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha TETPL,
KRA, dan JMB. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi
TETPL, KRA, dan JMB diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha TETPL, KRA, dan JMB. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi laporan keuangan dikonversi menjadi nilai kini
dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai
adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
pasar liabilitas.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam
penilaian ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak
diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan
aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka
yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham
yang dimiliki oleh TETPL, KRA, dan JMB.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
pihak manajemen Perseroan dan SBG. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.
64
Page 66
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
USD 103,12 juta.
III.E. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain
sebagai berikut:
• Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
Perseroan.
• Biaya atau pendapatan yang relevan.
• Informasi non-keuangan yang relevan.
• Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
III.E.1. Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:
Sebelum Rencana Transaksi
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan 307.381 338.043 409.475 438.396 476.242
Beban pokok pendapatan 281.604 307.032 361.852 377.093 407.963
Laba bruto 25.777 31.011 47.624 61.304 68.280
Beban usaha 13.154 13.121 14.161 15.634 17.059
Laba usaha 12.623 17.890 33.462 45.670 51.220
Beban lain-lain (23.835) (20.970) (20.635) (16.146) (13.749)
Laba sebelum beban pajak penghasilan (11.212) (3.080) 12.827 29.524 37.471
Beban pajak penghasilan (7.483) (10.051) (12.622) (14.063) (14.728)
Laba bersih tahun berjalan (18.695) (13.132) 205 15.461 22.744
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Pendapatan 511.575 582.887 532.121 448.023 351.568
Beban pokok pendapatan 437.020 480.338 432.227 358.275 285.111
Laba bruto 74.555 102.549 99.894 89.747 66.456
Beban usaha 18.724 20.916 23.265 25.550 28.125
Laba usaha 55.830 81.633 76.628 64.197 38.332
Beban lain-lain (9.006) 2.755 18.350 26.774 33.217
Laba sebelum beban pajak penghasilan 46.824 84.388 94.978 90.971 71.549
Beban pajak penghasilan (15.083) (18.629) (18.421) (16.478) (12.800)
Laba bersih tahun berjalan 31.741 65.759 76.557 74.493 58.749
65
Page 67
Setelah Rencana Transaksi
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan 40.744 57.213 61.820 65.263 63.611
Beban pokok pendapatan 32.924 41.360 46.102 47.465 27.751
Laba bruto 7.820 15.853 15.718 17.798 35.860
Beban usaha 7.582 8.056 9.123 10.393 11.732
Laba usaha 238 7.797 6.595 7.405 24.128
Beban lain-lain 18.961 24.845 25.081 26.660 29.521
Laba sebelum beban pajak penghasilan 19.199 32.642 31.676 34.065 53.649
Beban pajak penghasilan (4.167) (5.522) (6.410) (7.157) (7.079)
Laba bersih tahun berjalan 15.032 27.120 25.266 26.908 46.570
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Pendapatan 64.251 64.967 65.630 66.371 64.523
Beban pokok pendapatan 27.849 27.980 28.061 28.150 26.350
Laba bruto 36.402 36.987 37.569 38.221 38.173
Beban usaha 13.372 15.369 17.794 20.730 24.237
Laba usaha 23.031 21.618 19.775 17.491 13.936
Beban lain-lain 32.018 33.234 33.310 33.264 33.217
Laba sebelum beban pajak penghasilan 55.049 54.853 53.085 50.755 47.153
Beban pajak penghasilan (7.381) (7.590) (7.764) (7.926) (7.927)
Laba bersih tahun berjalan 47.668 47.263 45.321 42.829 39.227
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
bersih tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar USD 4.395,71 juta dan USD 313,88 juta.
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba bersih tahun berjalan
Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
USD 614,39 juta dan USD 363,20 juta.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan
dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan
datang.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan
dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi bisnis
dengan strategi pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis dan
proyek yang memiliki potensi dengan tingkat balikan yang diharapkan dapat
memberikan kontribusi positif. Hal ini diharapkan menjadi peluang bagi
Perseroan untuk dapat memastikan arah strategis yang selaras dengan tren
keberlanjutan global, komitmen, dan praktik terbaik bagi Perseroan.
66
Page 68
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan
dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan
datang.
III.E.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
Rencana Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran.
III.E.3. Informasi Non-Keuangan yang Relevan
III.E.3.a. Produk yang dihasilkan
Ruang lingkup kegiatan usaha SBG adalah bergerak dalam bidang aktivitas
penjualan bahan bakar, pertambangan batu bara, dan jasa konsultasi
manajemen. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2025, SBG memiliki penyertaan saham
pada TETPL, KRA, dan JMB dengan kepmilikan efektif masing-masing sebesar
100,00%, 76,75%, dan 76,75%.
Ruang lingkup kegiatan usaha TETPL adalah bergerak dalam bidang
perdagangan dan pemasaran batu bara.
Ruang lingkup kegiatan usaha KRA dan JM masing-masing adalah bergerak
dalam bidang pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa.
Dengan demikian, produk yang dihasilkan oleh Perseroan melalui TETPL,
KRA, dan JMB adalah pertambangan, perdagangan, dan pemasaran batu
bara.
III.E.3.b. Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis TETPL, KRA, dan
JMB meliputi Indonesia, Singapura, Taiwan, Jepang, dan Vietnam.
67
Page 69
III.E.3.c. Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha TETPL, KRA, dan JMB
adalah sebagai berikut:
• PT Kaltim Prima Coal;
• PT Berau Coal;
• PT Kideco Jaya Agung;
• PT Adimitra Baratama Nusantara; dan
• PT Multi Harapan Utama.
III.E.3.d. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
TETPL, KRA, dan JMB adalah sebagai berikut:
• Meningkatkan kapasitas produksi dan optimalisasi kegiatan operasional
pertambangan batu bara secara berkelanjutan.
• Memperluas jaringan pemasaran batu bara untuk memenuhi kebutuhan
pasar domestik maupun pasar ekspor, khususnya kawasan Asia.
• Menjaga efisiensi operasional dan pengelolaan biaya guna meningkatkan
daya saing perusahaan di industri pertambangan batu bara.
• Menerapkan kegiatan usaha pertambangan yang sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan serta prinsip tata kelola perusahaan yang
baik.
• Meningkatkan penjualan batu bara pada pasar domestik dan internasional.
• Meningkatkan optimalisasi perdagangan dan distribusi batu bara.
• Memperluas jaringan pemasaran di kawasan Asia;
III.E.3.e. Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui
proses yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana
atas Rencana Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur
Utama dan Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana
atas Rencana Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis
internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan
demikian, manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh
perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan
memperhatikan alternatif lain.
68
Page 70
IV. ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
Analisis kewajaran Rencana Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan PJBPSB, Perseroan merencanakan untuk menjual dan
mengalihkan atas 4.995 saham atau setara dengan 99,90% saham SBG
dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,79 triliun, kepada IPB, pihak yang tidak
terafiliasi dengan Perseroan. Selanjutnya, berdasarkan penilaian yang
dilakukan oleh KJPP KR terhadap 99,90% saham SBG sebagaimana
termuat dalam laporannya No. 00096/2.0162-00/BS/02/0153/1/V/2026
tanggal 20 Mei 2026, nilai pasar 99,90% saham SBG adalah sebesar
USD 103,12 juta atau setara dengan Rp 1,73 triliun dengan menggunakan
asumsi Kurs BI.
Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 1,79 triliun adalah lebih tinggi
dari nilai pasar 99,90% saham SBG sebesar Rp 1,73 triliun, sehingga
Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
sebesar 3,33% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,90% saham SBG sebesar
Rp 1,73 triliun.
2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:
Sebelum Rencana Transaksi
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan 307.381 338.043 409.475 438.396 476.242
Beban pokok pendapatan 281.604 307.032 361.852 377.093 407.963
Laba bruto 25.777 31.011 47.624 61.304 68.280
Beban usaha 13.154 13.121 14.161 15.634 17.059
Laba usaha 12.623 17.890 33.462 45.670 51.220
Beban lain-lain (23.835) (20.970) (20.635) (16.146) (13.749)
Laba sebelum beban pajak penghasilan (11.212) (3.080) 12.827 29.524 37.471
Beban pajak penghasilan (7.483) (10.051) (12.622) (14.063) (14.728)
Laba bersih tahun berjalan (18.695) (13.132) 205 15.461 22.744
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Pendapatan 511.575 582.887 532.121 448.023 351.568
Beban pokok pendapatan 437.020 480.338 432.227 358.275 285.111
Laba bruto 74.555 102.549 99.894 89.747 66.456
Beban usaha 18.724 20.916 23.265 25.550 28.125
Laba usaha 55.830 81.633 76.628 64.197 38.332
Beban lain-lain (9.006) 2.755 18.350 26.774 33.217
Laba sebelum beban pajak penghasilan 46.824 84.388 94.978 90.971 71.549
Beban pajak penghasilan (15.083) (18.629) (18.421) (16.478) (12.800)
Laba bersih tahun berjalan 31.741 65.759 76.557 74.493 58.749
69
Page 71
Setelah Rencana Transaksi
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan 40.744 57.213 61.820 65.263 63.611
Beban pokok pendapatan 32.924 41.360 46.102 47.465 27.751
Laba bruto 7.820 15.853 15.718 17.798 35.860
Beban usaha 7.582 8.056 9.123 10.393 11.732
Laba usaha 238 7.797 6.595 7.405 24.128
Beban lain-lain 18.961 24.845 25.081 26.660 29.521
Laba sebelum beban pajak penghasilan 19.199 32.642 31.676 34.065 53.649
Beban pajak penghasilan (4.167) (5.522) (6.410) (7.157) (7.079)
Laba bersih tahun berjalan 15.032 27.120 25.266 26.908 46.570
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Pendapatan 64.251 64.967 65.630 66.371 64.523
Beban pokok pendapatan 27.849 27.980 28.061 28.150 26.350
Laba bruto 36.402 36.987 37.569 38.221 38.173
Beban usaha 13.372 15.369 17.794 20.730 24.237
Laba usaha 23.031 21.618 19.775 17.491 13.936
Beban lain-lain 32.018 33.234 33.310 33.264 33.217
Laba sebelum beban pajak penghasilan 55.049 54.853 53.085 50.755 47.153
Beban pajak penghasilan (7.381) (7.590) (7.764) (7.926) (7.927)
Laba bersih tahun berjalan 47.668 47.263 45.321 42.829 39.227
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
bersih tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar USD 4.395,71 juta dan USD 313,88 juta.
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba bersih tahun berjalan
Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
USD 614,39 juta dan USD 363,20 juta.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa
yang akan datang.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan
dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi
bisnis dengan strategi pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis
dan proyek yang memiliki potensi dengan tingkat balikan yang diharapkan
dapat memberikan kontribusi positif. Hal ini diharapkan menjadi peluang
bagi Perseroan untuk dapat memastikan arah strategis yang selaras
dengan tren keberlanjutan global, komitmen, dan praktik terbaik bagi
Perseroan.
70
Page 72
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa
yang akan datang.
4. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih tahun berjalan
konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
masing-masing adalah sebesar USD 179,45 juta dan USD 248,71 juta.
Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih tahun berjalan
konsolidasian Perseroan setelah Rencana Transaksi untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 lebih besar
daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih tahun berjalan
konsolidasian Perseroan sebelum Rencana Transaksi untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035. Dalam
perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto sebesar 7,21%, yang
merupakan biaya modal ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan
menggunakan formula sebagai berikut:
Biaya modal ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model
(CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
di mana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
(risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Desember 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu
obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang USD dengan
tingkat yield rata-rata sebesar 4,87% yang diperoleh dari Bloomberg dan
angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
71
Page 73
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang diterbitkan pada
bulan Januari 2026.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
31 Desember 2025 sebesar 0,59.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,62% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
= 4,87% + ( 0,59 x 6,69% ) – 1,62%
= 7,21%
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih tahun berjalan SBG
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
adalah sebagai berikut:
Sebelum Rencana Transaksi
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Laba bersih tahun berjalan (18.695) (13.132) 205 15.461 22.744
Faktor diskonto 0,9658 0,9009 0,8403 0,7838 0,7311
Nilai kini (18.056) (11.830) 172 12.118 16.628
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Laba bersih tahun berjalan 31.741 65.759 76.557 74.493 58.749
Faktor diskonto 0,6819 0,6360 0,5932 0,5533 0,5161
Nilai kini 21.644 41.823 45.414 41.217 30.321
Jumlah nilai kini 179.450
72
Page 74
Setelah Rencana Transaksi
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Laba bersih tahun berjalan 15.032 27.120 25.266 26.908 46.570
Faktor diskonto 0,9658 0,9009 0,8403 0,7838 0,7311
Nilai kini 14.518 24.432 21.231 21.091 34.047
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Laba bersih tahun berjalan 47.668 47.263 45.321 42.829 39.227
Faktor diskonto 0,6819 0,6360 0,5932 0,5533 0,5161
Nilai kini 32.505 30.059 26.884 23.697 20.245
Jumlah nilai kini 248.710
5. Berdasarkan Informasi keuangan konsolidasian proforma tanggal
31 Desember 2025 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
dengan laporan arus asurans praktisi independen atas kompilasi informasi
keuangan proforma yang telah direviu oleh KAP TT, setelah Rencana
Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi menurunkan rasio debt to
equity (DER ratio) Perseroan dari 169,33 menjadi 132,88 yang diharapkan
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan
memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
6. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum
dan setelah Rencana Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah direviu oleh KAP TT, setelah Rencana
Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi meningkatkan laba bersih
tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 dari USD 1,50 juta menjadi USD 7,33 juta, sehingga
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang dan memberikan nilai tambah bagi seluruh
pemegang saham Perseroan.
7. Sejalan dengan misi Perseroan yang berfokus dalam menyusun strategi
optimal untuk pertumbuhan masa mendatang, maka Perseroan berupaya
untuk terus memanfaatkan peluang bisnis yang ada dengan melakukan
Rencana Transaksi. Perseroan memandang Rencana Transaksi
merupakan salah satu langkah bisnis yang dapat diraih untuk
merealisasikan investasi yang telah dilakukan Perseroan pada sektor
industri pertambangan batu bara yang dimiliki SBG dan Entitas Anak SBG
dan membuka peluang investasi bisnis baru bagi Perseroan dengan
menggunakan dana hasil keuntungan atas nilai investasi tersebut untuk
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan yang pada akhirnya dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
73
Page 75
8. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, SBG memiliki Pinjaman kepada
BMRI, di mana Pinjaman tersebut merupakan fasilitas refinancing atas
pinjaman sebelumnya yang diperoleh sehubungan dengan akuisisi Entitas
Anak SBG yang mayoritas bergerak dalam bidang pertambangan dan
perdagangan batu bara. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan
akan terlepas dari kewajiban yang sebelumnya tercatat secara
konsolidasian pada laporan keuangan konsolidiasian Perseroan. Hal ini
akan menurunkan DER Perseroan secara signifikan sehingga dapat
mengurangi beban keuangan atas Pinjaman pada masa yang akan datang
dan meningkatkan kinerja keuangan Perseoran pada masa yang akan
datang.
9. Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari mitigasi risiko Perseroan
dalam menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian yang masih
bergerak fluktuatif sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi industri
komoditas, khususnya batu bara baik dalam hal permintaan-penawaran dan
harga yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja keuangan
Perseroan secara konsolidasian. Dengan antisipasi dan perencanaan yang
terstruktur, Perseroan menyadari perlunya mengambil keputusan strategis
untuk menjaga dan mempertahankan bisnis Perseroan yang lebih stabil
dan berkelanjutan dengan melakukan inovasi dan memperoleh peluang
investasi yang diyakini dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan
seluruh pemegang saham Perseroan.
10. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan
dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi
bisnis dengan strategi pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis
dan proyek yang memiliki potensi dengan tingkat balikan yang diharapkan
dapat memberikan kontribusi positif. Hal ini diharapkan menjadi peluang
bagi Perseroan untuk dapat memastikan arah strategis yang selaras
dengan tren keberlanjutan global, komitmen, dan praktik terbaik bagi
Perseroan.
KESIMPULAN
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.
74
Page 76
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI
Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk
kepentingan lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang
saham untuk menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan
dengan Rencana Transaksi dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang
saham.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
75
Page 77
Lampiran A
PERNYATAAN PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
dengan Perseroan.
4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
76
Page 78
Lampiran B
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan 307.381 338.043 409.475 438.396 476.242
Beban pokok pendapatan 281.604 307.032 361.852 377.093 407.963
Laba bruto 25.777 31.011 47.624 61.304 68.280
Beban usaha 13.154 13.121 14.161 15.634 17.059
Laba usaha 12.623 17.890 33.462 45.670 51.220
Beban lain-lain (23.835) (20.970) (20.635) (16.146) (13.749)
Laba sebelum beban pajak penghasilan (11.212) (3.080) 12.827 29.524 37.471
Beban pajak penghasilan (7.483) (10.051) (12.622) (14.063) (14.728)
Laba bersih tahun berjalan (18.695) (13.132) 205 15.461 22.744
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Pendapatan 511.575 582.887 532.121 448.023 351.568
Beban pokok pendapatan 437.020 480.338 432.227 358.275 285.111
Laba bruto 74.555 102.549 99.894 89.747 66.456
Beban usaha 18.724 20.916 23.265 25.550 28.125
Laba usaha 55.830 81.633 76.628 64.197 38.332
Beban lain-lain (9.006) 2.755 18.350 26.774 33.217
Laba sebelum beban pajak penghasilan 46.824 84.388 94.978 90.971 71.549
Beban pajak penghasilan (15.083) (18.629) (18.421) (16.478) (12.800)
Laba bersih tahun berjalan 31.741 65.759 76.557 74.493 58.749
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan 40.744 57.213 61.820 65.263 63.611
Beban pokok pendapatan 32.924 41.360 46.102 47.465 27.751
Laba bruto 7.820 15.853 15.718 17.798 35.860
Beban usaha 7.582 8.056 9.123 10.393 11.732
Laba usaha 238 7.797 6.595 7.405 24.128
Beban lain-lain 18.961 24.845 25.081 26.660 29.521
Laba sebelum beban pajak penghasilan 19.199 32.642 31.676 34.065 53.649
Beban pajak penghasilan (4.167) (5.522) (6.410) (7.157) (7.079)
Laba bersih tahun berjalan 15.032 27.120 25.266 26.908 46.570
77
Page 79
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Pendapatan 64.251 64.967 65.630 66.371 64.523
Beban pokok pendapatan 27.849 27.980 28.061 28.150 26.350
Laba bruto 36.402 36.987 37.569 38.221 38.173
Beban usaha 13.372 15.369 17.794 20.730 24.237
Laba usaha 23.031 21.618 19.775 17.491 13.936
Beban lain-lain 32.018 33.234 33.310 33.264 33.217
Laba sebelum beban pajak penghasilan 55.049 54.853 53.085 50.755 47.153
Beban pajak penghasilan (7.381) (7.590) (7.764) (7.926) (7.927)
Laba bersih tahun berjalan 47.668 47.263 45.321 42.829 39.227
78
Page 80
Lampiran C
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Laba bersih tahun berjalan (18.695) (13.132) 205 15.461 22.744
Faktor diskonto 0,9658 0,9009 0,8403 0,7838 0,7311
Nilai kini (18.056) (11.830) 172 12.118 16.628
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Laba bersih tahun berjalan 31.741 65.759 76.557 74.493 58.749
Faktor diskonto 0,6819 0,6360 0,5932 0,5533 0,5161
Nilai kini 21.644 41.823 45.414 41.217 30.321
Jumlah nilai kini 179.450
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Laba bersih tahun berjalan 15.032 27.120 25.266 26.908 46.570
Faktor diskonto 0,9658 0,9009 0,8403 0,7838 0,7311
Nilai kini 14.518 24.432 21.231 21.091 34.047
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Laba bersih tahun berjalan 47.668 47.263 45.321 42.829 39.227
Faktor diskonto 0,6819 0,6360 0,5932 0,5533 0,5161
Nilai kini 32.505 30.059 26.884 23.697 20.245
Jumlah nilai kini 248.710
79
Page 81
Lampiran D
Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi
Pada tanggal 21 Mei 2026, Perseroan dan IPB telah menandatangani PJBPSB sehubungan
dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PJBPSB adalah
sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PJBPSB adalah Perseroan dan IPB.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek dan nilai transaksi berdasarkan PJBPSB adalah Perseroan bermaksud untuk
menjual dan mengalihkan atas 4.995 saham atau setara dengan 99,90% saham SBG
(selanjutnya disebut “Saham Yang Dijual”) kepada IPB dan IPB bermaksud untuk
membeli dan menerima Saham Yang Dijual dari Perseroan dengan nilai transaksi
sebesar Rp 1,79 triliun.
• Tanggal Penyelesaian
Tanggal penyelesaian berdasarkan PJBPSB adalah tanggal terlaksananya penyelesaian
atau selambat-lambatnya lima bulan setelah jangka waktu Uji Tuntas yang mana akan
dilakukan oleh IPB dalam jangka waktu satu bulan terhitung sejak tanggal PJBPSB atau
jangka waktu lain yang disepakati.
• Syarat-syarat Pendahuluan
Syarat-syarat pendahuluan berdasarkan PJBPSB adalah sebagai berikut:
- Penyelesaian Uji Tuntas, seluruh proses Uji Tuntas sebagaimana diatur dalam
PJBPSB telah diselesaikan dengan hasil yang sepenuhnya memuaskan IPB, baik
dari aspek hukum, keuangan, perpajakan, operasional, teknis, maupun aspek lain
yang dianggap relevan oleh IPB. Untuk menghindari keragu-raguan, IPB wajib
memberitahukan secara tertulis kepada Perseroan dan PT Bara Ekatama Abadi
(selanjutnya disebut “BEA”), kepuasan atau ketidak-puasannya atas Uji Tuntas,
selambat-lambatnya dua minggu setelah jangka waktu Uji Tuntas sebagaimana
diatur dalam PJBPSB, beserta dengan alasannya. Apabila IPB tidak
memberitahukan secara tertulis dalam jangka waktu tersebut di atas, maka IPB
dianggap puas atau menerima hasil Uji Tuntas.
- Dengan tetap mengacu pada PJBPSB, Perseroan dan BEA telah memperoleh
seluruh persetujuan yang dipersyaratkan berdasarkan anggaran dasar, peraturan
internal, dan/atau ketentuan hukum yang berlaku, termasuk namun tidak terbatas
pada persetujuan Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Rapat Umum Pemegang
Saham.
80
Page 82
- IPB telah memperoleh dan menyerahkan kepada Perseroan dan BEA seluruh
persetujuan internal yang dipersyaratkan sesuai ketentuan hukum dan anggaran
dasarnya, pada tanggal PJBPSB ini.
- Dengan tetap mengacu PJBPSB, Perseroan dan BEA, SGB dan Entitas Anak SBG
telah memperoleh seluruh persetujuan yang dipersyaratkan dan memenuhi
persyaratan yang diperlukan berdasarkan anggaran dasar, peraturan internal,
dan/atau ketentuan hukum yang berlaku, termasuk namun tidak terbatas pada
Persetujuan Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Rapat Umum Pemegang Saham,
Kreditur, serta pihak ketiga lainnya di mana SBG dan Entitas Anak SBG terikat
dalam suatu perjanjian (sebagaimana berlaku).
- Pada Tanggal Penyelesaian, telah dilakukannya pelunasan atas kewajiban-
kewajiban yang ada di SBG dan Entitas Anak SBG sampai dengan 31 Maret 2026
oleh termasuk akan tetapi tidak terbatas pada:
5. Kewajiban SBG kepada BMRI sebesar Rp 4.878.268.616.018;
6. Kewajiban ABE, JM dan KRA kepada PT Pamapersada Nusantara dengan
perincian sebagaimana terlampir dalam PJBPSB;
7. Kewajiban JM kepada PT Cahaya Mega Cemerlang sebesar
Rp.1.251.951.730.219,25;
8. Kewajiban JM kepada PT Global Solid Transfer sebesar Rp.201.504.800.693.
Adapun jumlah total masing-masing kewajiban tersebut diatas akan disesuaikan
dengan konfirmasi dari masing-masing kreditur dimaksud, sebelum tanggal
pembayaran.
- Tidak adanya Dampak Material Merugikan (Material Adverse Effect), sejak
tanggal penandatanganan PJBPSB ini sampai dengan Tanggal Penyelesaian
Rencana Transaksi, tidak terjadi peristiwa, keadaan, atau perubahan yang
menimbulkan atau berpotensi menimbulkan Dampak Material Merugikan
terhadap kondisi keuangan, aset, kewajiban, kegiatan usaha, atau prospek SBG.
- Tidak adanya proses pengadilan, sengketa material, tidak terdapat gugatan,
tuntutan, klaim, pemeriksaan, atau proses hukum lainnya yang bersifat material
terhadap SBG yang dapat menghambat atau merugikan pelaksanaan Rencana
Transaksi ini.
- Dengan tetap mengacu pada PJBPSB, dalam hal terjadi perubahan pengendali
dalam SBG akibat jual beli berdasarkan PJBPSB ini, maka ketentuan Pasal 127
Undang-Undang Perseroan Terbatas telah dipenuhi oleh SBG, termasuk namun
tidak terbatas pada pengumuman penjualan dan pembelian Saham Yang Dijual
oleh IPB dari Perseroan dan BEA (i) dalam surat kabar yang beredar di
Indonesia dan (ii) kepada karyawan dari SBG.
81
Page 83
- Dengan tetap mengacu pada PJBPSB, Perseroan dan BEA telah menunjuk penilai
independen, dan mendapatkan hasil penilaian dan faireness opinion dari penilai
independen tersebut.
- IPB telah memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan Entitas Anak SBG yang
berdomisili di luar Indonesia, berdasarkan regulasi atau peraturan negara setempat
termasuk akan tetapi tidak terbatas pada hukum negara Singapura dan/atau
Hongkong.
• Hukum yang Berlaku
Hukum yang berlaku berdasarkan PJBPSB adalah PJBPSB dibuat, ditafsirkan, dan
dilaksanakan berdasarkan serta tunduk sepenuhnya pada hukum yang berlaku di
Republik Indonesia.
82
Page 84
Lampiran E
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas
Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026, telah ditunjuk oleh manajemen
Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/260415-001
tanggal 15 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan
pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 99,90% saham SBG. Hasil penilaian
atas 99,90% saham SBG tersebut tertuang dalam laporan penilaian 99,90% saham SBG
dengan No. 00096/2.0162-00/BS/02/0153/1/V/2026 tanggal 20 Mei 2026 dengan ringkasan
sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah Perseroan dan IPB.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,90% saham SBG.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang USD dan/atau
ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
pada proyeksi laporan keuangan TETPL, KRA, dan JMB yang disusun oleh manajemen
TETPL, KRA, dan JMB. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai
asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja TETPL, KRA, dan JMB pada tahun-tahun
sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami
telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja TETPL, KRA, dan JMB yang dinilai pada
saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja TETPL, KRA, dan JMB yang dinilai
dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung
jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan
berdasarkan kinerja historis TETPL, KRA, dan JMB dan informasi manajemen TETPL,
KRA, dan JMB terhadap proyeksi laporan keuangan TETPL, KRA, dan JMB tersebut.
Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SBG dan kesimpulan nilai akhir.
83
Page 85
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SBG atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan dan SBG bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan SBG.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SBG
berdasarkan anggaran dasar SBG.
84
Page 86
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset
bersih (adjusted net asset method) dan metode pembanding perusahaan tercatat di
bursa efek (guideline publicly traded company method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
oleh TETPL, KRA, dan JMB di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha TETPL, KRA, dan JMB. Dalam melaksanakan
penilaian dengan metode ini, operasi TETPL, KRA, dan JMB diproyeksikan sesuai
dengan perkiraan atas perkembangan usaha TETPL, KRA, dan JMB. Arus kas yang
dihasilkan berdasarkan proyeksi laporan keuangan dikonversi menjadi nilai kini dengan
tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari
arus kas tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini
karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data
perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh TETPL, KRA, dan JMB.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
Perseroan dan SBG. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan
dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebesar USD 103,12 juta.
85
Names mentioned 79 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Indo Panca Borneo
p.2
unresolved
org
PT Sintesa Bara Gemilang
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×3
unresolved
org
Nusantara Mining Limited
p.4
unresolved
org
Sakari Resources Yoxford Holdings Ltd
p.4
unresolved
org
PT Bahari
p.4
unresolved
org
PT Sinergy
p.4
unresolved
org
PT BaharI Perdana
p.4
unresolved
org
PT Bumi Borneo
p.4
unresolved
org
PT Borneo Citra
p.4
unresolved
org
PT Bahari Putra Pertiwi Nusantara
p.4
unresolved
org
PT Bumi Borneo Perdana
p.4
unresolved
org
PT Tri Tunggal
p.4
unresolved
org
PT Reyka Wahana
p.4
unresolved
org
PT Karbon Mahakam
p.4
unresolved
org
PT Sentika Mitra
p.4
unresolved
org
PT Citra Pertiwi Lestari Bersama Digdjaya
p.4
unresolved
org
PT Metalindo Bumi
p.4
unresolved
org
PT Mutiara Kapuas
p.4
unresolved
org
PT Separi Energy Raya
p.4
unresolved
org
PT Kemilau Rindang
p.4
unresolved
org
PT Jembayan
p.4
unresolved
org
PT Arzara Barindo Abadi
p.4
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.8
unresolved
org
Bank Indonesia
p.8 ×5
unresolved
org
AAJAMR
p.8 ×11
unresolved
org
Rintis
p.10
unresolved
org
Rianto & Rekan
p.10
unresolved
org
KJPP KR
p.11 ×3
unresolved
person
Humberg Lie
p.11 ×4
unresolved
person
Elizabeth Karina Leonita
p.11 ×3
unresolved
org
PT Macau Oil Engineering
p.15
unresolved
person
Elvie Sahdalena
p.15
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi
p.15
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15 ×5
unresolved
org
Pte Ltd
p.16
unresolved
org
PT Indotambang Perkasa
p.16
unresolved
org
PT Mitratama Perkasa
p.17 ×2
unresolved
org
PT Nusa Tambang Pratama
p.17 ×2
unresolved
org
PT Indo Panca Borneo Dalam Rencana Transaksi
p.19
unresolved
person
M. Nova Faisal
· Notaris
p.19
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.19
unresolved
person
Ir. Onny Hendro A
p.20
unresolved
org
PT Papan Daya Utama
p.20
unresolved
org
PT Sintesa Bara Gemilang Dalam Rencana Transaksi
p.21
unresolved
org
PT Bara Ekatama Abadi
p.22 ×3
unresolved
org
PT Cahaya Mega Cemerlang
p.24
unresolved
org
PT Sintesa Bara Gemilang II.
p.27
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.30
unresolved
org
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara
p.31
unresolved
org
Direktorat Jenderal Mineral dan Batu
p.31
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.31 ×2
unresolved
org
RJRR
p.49
unresolved
org
TT. Ikhtisar
p.58
unresolved
—
Pembat
· Penilai
p.63 ×2
unresolved
org
PT Kaltim Prima Coal
p.69
unresolved
org
PT Berau Coal
p.69
unresolved
org
PT Kideco Jaya Agung
p.69
unresolved
org
PT Adimitra Baratama Nusantara
p.69
unresolved
org
PT Multi Harapan Utama. III.
p.69
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.76 ×2
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.76
unresolved
person
Willy D. Kusnanto
· Pimpinan Rekan
p.76
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.500
15583 ms
12 Sep 2026 22:18
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi '
'adalah transaksi di'}],
'currency': 'IDR',
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah '
'transaksi di',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '1.79'}