Back to announcement
20240709_TBLA_Laporan Hasil Pemeringkatan_31681619_lamp1.pdf
Other Text extracted TBLASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1 OCR 0.904
PT. TUNAS BARU LAMPUNG Tbk Pusat — : Wisma Budi Lantai 8-9, JI.HR. Rasuna Said Kav, C-6 Jakarta 12940 Telp. : (021) 521 3883 (20 Lines) Fax. : (021) 521 3282, 5205829 Cabang: Jl. Ikan Bawal No. 1A, Bandar Lampung Telp. : (62-721) 486 122, Telex : 26170 SUBUDI IA, Fax. : 162-721) 486 754,482 683 Jakarta, 09 Juli 2024 Ref. No. : 033/OJK/CS/VII/2024 Kepada Yth. Kepala Departemen Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik Otoritas Jasa Keuangan (Pc Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan) Gedung Soemitro Djojohadikusumo Jin. Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta Perihal : Laporan Pemeringkatan Efek Bersifat Utang PT Tunas Baru Lampung Tbk Dengan hormat, Bersama ini kami sampaiikan Laporan Hasil Pemeringkatan Efek Bersifat Utang Tahun 2024 atas : s Obligasi Berkelanjutan II Tunas Baru Lampung Rp 1.500.000.000.000,- e Obligasi Berkelanjutan I Tunas Baru Lampung Tahap Il Tahun 2020 Seri B (TBLAO1BCN2) Rp 200.000.000.000,- » Obligasi Berkelanjutan II Tunas Baru Lampung Tahap 1 Tahun 2023 (TBLAO2CN1) Rp 425.000.000.000,- Dari PT Pemeringkat Kredit Indonesia dengan nomor surat n0.2/RAT-TBLA/VII/2024 tertanggal 8 Juli 2024. Demikian penyampaian dari kami, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Hormat kamil, Sudarmo Tasmin Wakil Presiden Direktur Tembusan Yth. : 1. Direksi PT Bursa Efek Indonesia Kepala Divisi Pencatatan Sektor Riil PT Bursa Efek Indonesia Direksi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal | Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Direksi PT Bank Tabungan Negara Indonesia -Wali Amanat pwpwN
Page 2 OCR 0.917
Pemeringkat Kredit Indonesia Jakarta, 8 Juli 2024 No: 2/RAT-TBLA/VII/2024 Kepada Yth. Bapak Sudarmo Tasmin Deputy President Director PT Tunas Baru Lampung Tbk Wisma Budi Lantai 8-9 Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-6 Jakarta 12940 Perihal: Sertifikat Pemeringkatan PT Tunas Baru Lampung Tbk. Dengan hormat, PT Pemeringkat Kredit Indonesia (PKRI) mengafirmasi peringkat-peringkat dan merevisi outlook berikut ini: - Peringkat emiten 'insA' untuk PT Tunas Baru Lampung Tbk. Outlook peringkat emiten direvisi menjadi Outlook Stabil dari sebelumnya Outlook Positif. - Peringkat efek '“nsA" untuk Program Obligasi Berkelanjutan II Tunas Baru Lampung sejumlah Rp.1.500.000.000.000,-. - Peringkat efek 'nA' untuk Obligasi Berkelanjutan | Tunas Baru Lampung Tahap II Tahun 2020 Seri B (TBLAO1BCN2) sejumlah Rp.200.000.000.000,-. - Peringkat efek “niA' untuk Obligasi Berkelanjutan Il Tunas Baru Lampung Tahap I Tahun 2023 (TBLAO2CNI) sejumlah Rp. 425.000.000.000,-. xx PENJELASAN PERINGKAT PKRI telah merevisi Outlook PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menjadi Stabil dari Positif dan mengafirmasi Peringkat Emiten di 'sA'. Lembaga ini juga mengafirmasi peringkat instrumen 'inJA' untuk program obligasi Kedua TBLA senilai IDR1,5 triliun, obligasi tanpa jaminan senilai IDR200 miliar yang jatuh tempo pada 2025 (TBLAO1BCN2), dan obligasi tanpa jaminan senilai IDR425 miliar yang jatuh tempo pada 2028 (TBLAO2CN1). Revisi Outlook mencerminkan upaya penurunan tingkat utang (deleveraging) yang lebih lambat dari perkirakan karena ekspektasi penurunan margin dan upaya penanaman kembali (replanting) yang lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Sementara, afirmasi peringkat mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menjalankan rencana bisnisnya dan juga mencerminkan posisi unik TBLA sebagai perkebunan berskala kecil dengan keunggulan fasilitas hilir yang terintegrasi, yang diharapkan dapat memberikan TBLA margin yang resilien selama penurunan siklus komoditas. Profil keuangan tetap memadai didukung oleh penyangga likuiditas yang mencukupi. PERTIMBANGAN PEMERINGKATAN Revisi Outlook menjadi Stabil. PKRI menilai bahwa TBLA tidak akan dapat memenuhi ambang batas leverage dan maturity profile untuk tindakan pemeringkatan positif dalam dua tahun ke depan. Di sektor kelapa sawit, PKRI memperkirakan harga jual rata-rata akan lebih rendah karena harga CPO diperkirakan akan menurun yang akan diikuti oleh penurunan harga FAME/biodiesel serta minyak goreng. Selain itu, kontribusi produk Page 1 of4 Pemeringkat Kredit Indonesia dung Tifa Lantai 7 Suite 704, Jl. Kuningan Barat No. karta 12710, In
Page 3 OCR 0.953
Pemeringkat Kredit Indonesia biodiesel dengan margin yang lebih rendah dalam bauran penjualan, telah meningkat signifikan dari 41,396 terhadap total penjualan di sektor minyak sawit di 2023 menjadi 49,94 di 2027. Demikian pula, di sektor gula rafinasi, TBLA tidak dapat sepenuhnya meneruskan kenaikan harga pembelian gula mentah kepada pelanggannya sehubungan dengan adanya aturan pembatasan harga eceran tertinggi. PKRI memproyeksikan tekanan margin akan terus berlanjut sehingga EBITDA margin TBLA akan turun menjadi 14,196-16,64 di 2024- 2027 atau lebih rendah dari rata-rata historis. Utang juga diperkirakan akan tumbuh seiring meningkatnya aktivitas hilirisasi yang menciptakan kebutuhan modal kerja yang lebih tinggi. Akibatnya, net leverage diperkirakan akan mencapai puncaknya sebesar 5,0x di 2025 sebelum berkurang menjadi 4,1x di 2027. Luas tanaman usia produktif (4-20 tahun) terus menurun menjadi 35.751 Ha di 1024 (55,49 dari total luas perkebunan) (2022: 60,746: 2021: 63,346) karena perusahaan mempertahankan kebijakan penanaman baru dan replanting yang tidak agresif. PKRI memperkirakan bahwa profil usia perkebunan secara keseluruhan dapat semakin memburuk karena belanja modal tahunan untuk penanaman kembali yang dianggarkan hanya mencakup 2.000-3.000 Ha, sementara luas perkebunan usia tua (»20 tahun) membesar menjadi 20.266 Ha di 1024 (2022: 15.191 Ha, 2021: 13.498 Ha). Dari 20.266 Ha, sebanyak 9.800 Ha dimiliki oleh petani plasma dengan dana yang terbatas sehingga mempersulit program penanaman kembali. Fokus pada Produk Bernilai Tambah (Value-Added Products). Komitmen manajemen, untuk fokus pada produk hilir yang terdiferensiasi meskipun sering mengakibatkan margin yang lebih rendah, telah memungkinkan TBLA untuk memiliki kendali yang lebih baik atas rantai pasokan dan menawarkan resiliensi yang lebih baik terhadap penurunan harga komoditas yang berkepanjangan. Fasilitas terintegrasi yang didukung oleh jaringan distribusi yang kuat telah memberikan fleksibilitas kepada manajemen untuk memproduksi produk pilihan yang menghasilkan margin profitabilitas yang lebih baik dan / atau volume penjualan yang lebih tinggi. Misalnya, TBLA memprioritaskan minyak goreng sawit di 2022 dan beralih ke biodiesel di 2023. Di 2024, TBLA menyelesaikan ekspansi kapasitas pabrik biodiesel dari 315.000 ton/tahun menjadi 765.000 ton/tahun. Hal ini memposisikan TBLA menjadi salah satu produsen biodiesel terbesar di Indonesia. Karena saat ini belum banyak perusahaan kelapa sawit yang memasok biodiesel, TBLA akan diuntungkan oleh kebijakan pemerintah untuk terus meningkatkan penggunaan biodiesel. Diperkirakan bahwa peningkatan 596 dalam pencampuran bahan bakar biodiesel akan meningkatkan permintaan biodiesel sejumlah 3 juta ton. Risiko Likuiditas dan Refinancing yang Terkendali. Keberhasilan TBLA menggalang dana melalui suntikan modal dan penerbitan surat utang tahun lalu telah memperkuat profil keuangan perusahaan. Namun, posisi likuiditas tetap ketat karena sejumlah utang jangka panjang TBLA akan jatuh tempo di 2025 dan 2026, sehingga PKRI mengharapkan TBLA untuk segera melakukan proses refinancing sehingga jadwal amortisasi utang menjadi lebih tersebar. PKRI tidak mengkhawatirkan upaya refinancing karena TBLA telah menjalin hubungan yang kuat dengan banyak bank dan menunjukkan rekam jejak yang baik di pasar utang dan ekuitas. Di 1024, TBLA telah memenuhi semua covenant keuangan dari kreditur-krediturnya. Skala dan Kapasitas Hilir yang Kecil. TBLA memiliki area perkebunan kelapa sawit seluas hampir 64.452 Ha dan perkebunan gula seluas 14.605 Ha di 1024, yang dianggap relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan sejenis lainnya. Kapasitas hilir TBLA membutuhkan volume CPO yang lebih tinggi daripada yang dapat dipasok oleh produksi internal. Untuk menutupi kekurangan tersebut, TBLA mengandalkan pembelian kepada pihak ketiga yang bersumber dari perkebunan-perkebunan kecil di dekatnya. Manakala kapasitas hilir berkembang, ketergantungan pada pembelian kepada pihak ketiga juga akan meningkat. Demikian pula, kuota impor raw Page 2014 Pemeringkat Kredit Indonesia
Page 4 OCR 0.951
Pemeringkat Kredit Indonesia sugar yang diperoleh TBLA terus mengalami peningkatan. PKRI meyakini bahwa ekspansi tersebut positif bagi perusahaan karena ketersediaan pasokan bahan baku seharusnya tidak menjadi masalah. Namun, pembelian kepada pihak ketiga yang lebih tinggi akan meningkatkan kebutuhan modal kerja untuk mendanai pembayaran di muka dan persediaan. Hal ini dapat menekan margin keuntungan terutama ketika siklus booming komoditas. Peningkatan Yield. TBLA mencatat yield hasil panen yang lebih tinggi sebesar 14,3 ton per Ha di dibandingkan 2020-2022 sebesar 12,7-13,1. Namun demikian, hasil panen di 2023 masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis terutama karena profil usia perkebunan yang tergolong tua dan masalah struktural dimana perkebunan kelapa sawit TBLA sebagian besar berlokasi di Lampung yang kondisi tanah dan cuacanya kurang ideal untuk budidaya kelapa sawit. PEMICU SENSITIVITAS Faktor-faktor pemicu tindakan pemeringkatan yang positif: - Total Adjusted Net Debt/EBITDA di bawah 3,75x secara berkelanjutan. - Profil usia tanaman kelapa sawit yang lebih baik, dengan porsi tanaman berusia produktif (4-20 tahun) naik ke atas 6596. Faktor-faktor pemicu tindakan pemeringkatan yang negatif: - Total Adjusted Net Debt/EBITDA melonjak di atas 4,5x secara berkelanjutan. - Melemahnya profil jatuh tempo utang perusahaan sehingga mengakibatkan naiknya resiko refinancing dan tekanan likuiditas. 11 Peringkat publik akan valid dan efektif hanya setelah publikasi peringkat di situs www.pemeringkatkreditindonesia.com. Dalam proses pemeringkatannya, PKRI mengandalkan laporan keuangan yang telah diaudit dan tambahan informasi yang diterima dari emiten dan sumber-sumber lainnya, yang PKRI percayai kredibilitasnya. PKRI melakukan pemeriksaan faktual atas informasi tersebut walaupun PKRI tidak dapat memastikan bahwa semua informasi tersebut adalah akurat dan lengkap sehingga para emitenlah yang bertanggung jawab atas kelengkapan dan keakuratan dari informasi yang mereka sediakan bagi PKRI dan atau bagi publik melalui dokumen penawaran dan laporan-laporan lainnya. Proses pemeringkatan juga menggunakan asumsi dan perkiraan mengenai kejadian/kondisi di masa depan, yang pada dasarnya tidak bisa diverifikasi sebagai fakta. Oleh karena itu, proses pemeringkatan meliputi proyeksi atas kejadian/kondisi di masa depan yang tidak dapat diantisipasi pada saat peringkat dipublikasikan atau ditetapkan. Dalam rangka pemantauan peringkat, Emiten berkewajiban menginformasikan PKRI bilamana terdapat fakta material atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil Peringkat paling lama 2 (dua) Hari Kerja sejak adanya fakta material atau kejadian penting tersebut.
Page 5 OCR 0.902
Pemeringkat Kredit Indonesia Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk Anda. Apabila terdapat pertanyaan lebih lanjut, karni dapat dihubungi di eddy.handali@pkri.co.id atau (021) 2709-3505. Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan kepercayaan yang diberikan kepada PKRI. Hormat kami, PT Pemeringkat Kredit Indonesia Oleh: Eddy Handali #OS/PJP-PKRI/TBLA/2022 #11/PJP-PKRI/TBLA/2022 Page 4 f4 Pemeringkat Kredit Indonesia Kuningan Barat No.26, Jakar Indonesia Email:contact@pkri.co.id | Website: www.p ingkatkreditindonesi
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Departemen Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik Otoritas Jasa Keuangan
p.1
unresolved
org
PT Pemeringkat Kredit Indonesia
p.1 ×2
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.1
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Deputi Komisioner Pengawas
p.1
unresolved
org
PT Bank Tabungan Negara Indonesia
p.1
unresolved
person
Sudarmo Tasmin Deputy President Director PT Tunas
p.2
unresolved
org
PT Pemeringkat Kredit Indonesia Oleh
p.5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.