Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
LAPORAN PELAKSANAAN
PAPARAN PUBLIK
PT CISADANE SAWIT RAYA TBK.
Perseroan telah mengadakan Paparan Publik untuk tahun buku 2025 sebagai kewajiban
tahunan, yang dilaksanakan pada:
➢ Hari/ Tanggal : Rabu / 20 Mei 2026
➢ Waktu : 13.20 – 14.50 WIB
➢ Bentuk : Tatap muka
➢ Agenda : 1. Presentasi Laporan Profil dan Pencapaian Tahun 2025 &
gambaran umum proyeksi kinerja periode tahun 2026.
2. Diskusi dan Tanya Jawab.
Acara tersebut dihadiri oleh 35 (tiga puluh lima) peserta yang terdiri dari Pemegang Saham,
Calon Investor dan Jurnalis Media Cetak Nasional. Dari pihak Perseroan, Direksi yang hadir
dan menyajikan materi dalam acara tersebut adalah Bapak Seman Sendjaja selaku Direktur
Keuangan & Pengembangan Strategis dan juga Bapak Vivery Jerry Denny Walukow selaku
Direktur Operasional, serta hadir juga Bapak Syafruddin selaku VP Keuangan dan Akunting
dengan Moderator Bapak Iqbal Prastowo selaku VP Corporate Secretary.
Ringkasan pertanyaan dan jawaban yang disampaikan adalah sebagai berikut:
1. Bapak Andi Arif – sudutnegeri.com
Pertanyaan:
a. Strategi apa yang membuat Perusahaan bertahan hingga 42 tahun, sedangkan
Perusahaan-perusahaan yang baru banyak yang collapse, Perusahaan ini 42 tahun bisa
bertahan?
b. Apa tantangan dari CSRA dengan adanya energy terbarukan?
1
Page 2
Jawaban:
a. Saya rasa mungkin kenapa kita bisa bertahan cukup lama, tetapi sebenarnya sebelum
saya menjawab itu mungkin kalau kita lihat sebenarnya kalau dari sisi size Perusahaan
CSRA tidak dikategorikan sebagai Perusahaan sawit yang sangat besar. Tetapi itulah
yang mungkin salah satu faktor yang menjadi strength yaitu kami memang selama ini
perkembangannya organic growth. Seperti yang tadi Pak Iqbal sudah jelaskan diawal
dalam mengakuisisi Perusahaan-perusahaan selama ini kita tidak pernah akuisisi
Perusahaan yang sudah jadi, semuanya adalah greenfield project bukan dari Perusahaan
sawit yang sudah berjalan. Jadi kami tidak pernah melakukan akuisisi Perusahaan yang
sudah ada tanamannya, jadi rata-rata memang semuanya kita akuisisi itu adalah PTnya
yang punya izin tetapi mereka mungkin pemilik lahannya tidak melakukan pembukaan
di areal, izinnya terbengkalai, dan sebagainya. Kami masuk dan takeover izinnya lalu
kami mulai buka lahannya secara bertahap. Kedua mungkin salah satu highlight-nya
adalah kalau kita lihat pengembangan dari tahun akhir 80an sampai sekarang memang
terkesan ini Perusahaan sudah cukup lama ya. Tapi kalau kita lihat rekam jejak yang
dipresentasikan oleh Pak Iqbal, kita bisa lihat bahwa sebenarnya kami ini mulai
ekspansi itu di tahun 2007. Karena sebelum di tahun 2007 itu kebunnya hanya satu
yaitu kebun yang di Negeri Lama, Labuhanbatu. Dan waktu itu kebunnya masih kecil,
dan waktu memang sejak 2007 kesini lah 18 tahun terakhir baru kita benar-benar bisa
katakan bahwa kita melakukan ekspansi dan bisa bertahan sampai hari ini dan bisa
survive bisa cukup bagus hasilnya karena yaitu tadi mungkin kami agak konserfatif,
kami tahu kemampuan sendiri. Jadi kami tidak pernah melakukan akuisisi kebun jadi,
semuanya itu adalah greenfield project jadinya memang agak lambat. Tetapi paling
tidak kebunnya itu mudah-mudahan cukup baik lah.
b. Untuk energy terbarukan ini, dengan adanya solar 30 ribu memang, mau tidak mau
orang akan terpaksa untuk berfikir mencari alternatif energy yang lain. Kebetulan kami
sebenarnya sejak tahun lalu, sebelum terjadinya perang Iran-USA, sebelum solar naik
ke 30 ribu, kami sudah mulai mencoba melakukan pembelian Wheel Loader yang 100%
pakai listrik tidak pakai solar. Ini proyek percobaan kami, artinya kebetulan juga kami
sudah mengantisipasi dan untungnya sudah pakai listrik, kalau tidak ya harga solar juga
2
Page 3
mahal. Saya juga yakin orang-orang akan mulai mikir-mikir truk angkutan yang
menggunakan EV, karena dengan harga solar saat ini udah sangat mahal sekali.
2. Ibu Vina – Kontan
Pertanyaan:
a. Terkait dengan produksi tadi sudah dipaparkan ada peningkatan signifikan dari sisi
produksi selingan dengan beroperasinya PKS ke 3, kalo secara detail spesifiknya,
rumus produksi ditahun ini berapa persen diproyeksikan meningkat dibanding tahun
sebelumnya, baik itu CPO, PK dan TBS?
b. Terkait dengan prospek industrinya di Q2 sisa di tahun 2026, bagaimana Perusahaan
melihatnya ditengah berbagai dinamika yang terjadi juga saat ini, seperti apa
dampaknya dan pengaruhnya di industri Sawit?
c. Terkait penambahan landbank yang sudah dijelaskan, itu alokasi yang disiapkan atau
yang dibutuhkan berapa ya alokasinya mungkin bisa sekalian untuk capex, jadi ditahun
ini berapa yang dianggarkan dan porsi masing-masing termasuk untuk penambahan
landbank itu berapa?
d. Yang terakhir mungkin terkait kinerja keuangan, kalau buat pendapatan laba
dibandingkan dengan tahun lalu berapa proyeksinya secara spesifik yang
diproyeksikan?
Jawaban:
a. Terkait produksi ya, yang mana tahun ini kita mengusahakan kita bisa tambah sekitar
10% target produksi. Sedangkan untuk pengolahan pabrik sendiri, kita akan rencanakan
olah sampai dengan akhir tahun sekitar 700.000 ton, kalau tahun 2025 kan 502.000 ton
yang kita olah. Kita usahakan di tahun ini bisa mencapai 700.000 ton atau kenaikan
40%. Sedangkan untuk kinerja sampai dengan bulan maret 2026, produksi TBS yang
sudah kita capai itu berkisar 87%. Kita usahakan, pola produksi menunjukan buahnya
sudah ada dipokok dan itu baik dari segi pemeliharaan, pemupukan yang sebaik
mungkin, nah itu kita lihat pola produksi nanti di semester 2 ini akan lebih bagus dan
sampai dipuncak produksi kita harapkan bisa mendapat sekitar 57% dari semester 1 ini.
Untuk produksi itu sendiri kita akan usahakan supaya pencapaian diatas 95% sampai
100% kita bisa usahakan. Kira-kira itulah proyeksinya.
3
Page 4
b. Setahun sampai dengan dua tahun terakhir ini memang kami sangat mengedepankan
prinsip kehati-hatian, dan kami sangat merasa yakin tidak pernah terkena kasus Satgas
PKH karena memang kami dari awal tidak pernah membuka areal di areal hutan, jadi
memang selalu areal yang kami buka ini adalah areal APL (Area Peruntukan Lainnya),
jadi saya rasa kami sekarang berada didalam posisi yang menguntungkan ya, dari sisi
Perusahaan yang governing nya ini kita law meaning lah kita memang taat peraturan
pemerintah. Nah kalau efek sampai akhir tahun saya rasa kami sebagai pengusaha tentu
hanya bisa mengikuti dinamika yang terjadi di pemerintah maupun geopolitik. Tapi
sebenarnya kalau industri sawit secara keseluruhan sejak covid sampai sekarang itu
kalo boleh saya katakan malah cukup bagus ya sebenarnya. Kalau kita lihat dari tahun
2020 atau balik 20 tahun sebelumnya tahun 98 sampai tahun 2020. Harga sawit itu kan
main di sekitar 300 USD sampai dengan 600 USD sedangkan kurs profit itu malah
sebenarnya industri sawit ini salah satu industri yang cukup beruntung ya karena di
tahun 2020 covid harga malah naik habis itu di 2021 ada perang ukraina harga juga naik
dan mohon maaf dengan pengalihan ini pun efeknya harganya naik juga sebenarnya.
Kita mohon maaf bukan karena adanya perang tapi efek samping daripada kekacauan
geopolitik itu malah sebenarnya cukup bagus terhadap harga CPO di lokal. Jadi efeknya
sampai akhir tahun 2026 selama kita mematuhi semua peraturan pemerintah yang ada
saya rasa tidak ada sesuatu yang harus kita khawatirkan.
c. Mengenai penambahan landbank, estimasi kita kan kita budgetkan 100 miliar capex
tahun ini. Untuk penanaman baru nanti di kebun Sumut dan juga untuk penambahan
landbank di kebun Sumsel, di Musi Banyuasin. Sekarang sudah berjalan dan tentu akan
bergerak. Kalau capex ini kan kalau kondisi CPO masih harga bagus terus ya otomatis
cashflownya akan nambah terus tapi kalo kira-kira menurun atau bagaimana
cashflownya mungkin kami adjust capex. Tapi sementara ini nilai yang kita budgetkan
adalah sekitar Rp100 miliar ya.
d. Kalau kinerja keuangan proyeksi tahun 2026 ini seperti yang sudah Pak Syafruddin
jelaskan kami targetkan penjualan mungkin bisa tembus Rp 2 triliun tahun ini mudah-
mudahan.
4
Page 5
3. Ghafur – Investor Daily
Pertanyaan:
a. Selama hasil RUPS hari ini apakah ada pembagian dividen? Karena CSRA cukup sering
gitu.
b. Target laba di tahun 2026 ini mungkin merevisi aja ya, Pak Iqbal bilang kan harapannya
untuk revenue bisa up to 2 triliun dari tahun ini.
c. Soal peluang dan ketahanan di tahun 2026 secara industri ini gimana ya sawit di tahun
ini?
Jawaban:
a. Didalam RUPS tadi kita tidak secara eksplisit mengatakan dividen, tapi yang kita
ketahui tahun lalu kita melakukan pembagian dividen interim untuk tahun 2025 dibulan
Oktober. Dan memang di RUPS tahun ini kita tidak memutuskan untuk menambah nilai
dividen interim. Jadi artinya untuk tahun buku 2025 juga dividen yang dibayarkan ya
sebesar dividen yang dibayarkan tahun lalu. Kenapa, karena kami berjaga-jaga jadi
memang walaupun harga CPO masih bagus masih 15 ribuan, tetapi gara-gara perang
ini kan pupuk jadi langka, solar di industri pun kan sudah jadi 30 ribu. Jadi memang
kami berancang-ancang, bersiap-siap untuk menghadapi cost yang nanti mungkin bisa
agak naik. Makanya kami memutuskan untuk sementara ini kami tidak menambah
pembayaran dividen tahun buku 2025. Tetapi tidak menutup kemungkinan kami akan
berlakukan pembagian dividen interim nanti di semester 2 untuk tahun 2026, melihat
situasi casual seperti apa.
b. Kalau target laba di tahun 2026 kalau salesnya bisa tembus Rp 2 triliun mudah-
mudahan bottom line nya bisa tembus Rp 300 miliar ya mudah-mudahan, tapi ini netnya
subject to harga CPO dan kenaikan-kenaikan cost solar dan pupuk. Kalau untuk pupuk
sebenarnya kami sudah cukup aman, karena kebetulan untuk kebutuhan pupuk ditahun
2026 ini sampai semester 2 kami sudah beli dengan harga yang masih lama, masih harga
lama sebenarnya. To be honest, mungkin impact ditahun ini mungkin tidak akan terlalu
kelihatan besar, tapi di tahun 2027 kemungkinan besar kami akan kena impact harga
pupuk yang lebih tinggi. Tapi mudah-mudahan perang Iran nya sudah selesai agar harga
bisa turun, tapi kalau masih lanjut kemungkinan besar harga pupuk juga kita kena
impact di tahun 2027. Kalau solar emang dari sekarang sudah kena impact nya, tapi
5
Page 6
memang impact nya tidak sebesar pupuk. Karena pupuk itu cost yang paling besar
untuk kami.
c. Saya rasa tantangan paling besar ini adalah berita hari ini, mengenai harus ekspor lewat
BUMN. Saya juga tidak bisa komen Pak, karena saya juga belum tahu nanti seperti apa.
Ya mudah-mudahan itu opportunity lah ya, saya mencoba berfikir positif, mudah-
mudahan itu menjadi opportunity bukan menjadi tantangan.
4. Bapak Indra – Investor Publik
Pertanyaan:
a. Menyambung ke geopolitik, dari harga CPO memang naik tapi bagaimana efek dari
beban perusahaannya, seperti kalo kita baca pupuk ada kemungkinan naik, lalu kalau
saya liat ada transportasi ya, karena kan kebanyakan ini lewat kebun berarti ada
transportasi juga ke customernya CSRA?
b. Efek Rupiah yang sekarang masih gonjang ganjing ya, sepemahaman saya CSRA ini
penjualannya kebanyakan customernya domestik. Apakah dengan fluktuasi Rupiah ini
malah menguntungkan CSRA atau tidak?
c. Terkait penjualan cangkang kalo gak salah saya pernah baca kalau penggunaan
cangkang ini kan digunakan juga untuk biomasa, apakah dari CSRA ini mungkin ada
keinginan membuat boiler sendiri?
Jawaban:
a. Kalau solar tadi saya sudah jelaskan ya, kalau efek Rupiah ya, CPO ini jadi ya kalo
Rupiahnya makin lemah kemungkinan tidak berdampak buruk bagi penerimaan
Perusahaan.
b. Mengenai cangkang ya, kalau cangkang ini memang harga cangkang ini sekarang bagus
ya, Rp.1000/kg bisa lebih dan kebetulan pabrik kami ini kan cukup baru ya, pabrik yang
di PT. SKL baru 2 tahun berjalan dan pabrik kami yang di PT. SSG di sumsel ini baru
tahun lalu berjalan, dan juga pabrik yang di Negeri Lama sudah kami perbaharui dalam
3 tahun terakhir. Dengan boiler-boiler type baru sekarang ini super efisien boilernya.
Jadi bahan bakar yang dimakan itu sangat-sangat sedikit dibandingkan dengan boiler
yang dulu. Jadi sisa cangkang kita ini banyak sekali sekarang, jadi memang kita jual
cangkang itu satu tahun bisa belasan miliar hasil penjualan cangkang. Tapi dengan
6
Page 7
adanya harga cangkang yang bagus, boiler-boiler yang super efisien ini, sisa
cangkangnya banyak. Jadi kita bisa dapat extra.
5. Supriyanto – Metropolitan Post
Pertanyaan:
a. Untuk tabel di tahun 2026, ini kan pendapatannya naik, tapi laba usahanya turun dan
laba brutonya turun, cuma laba bersihnya naik? Kira-kira dalam hal ini ada pengaruh
tidak rencana Perusahaan kaitannya semua lewat BUMN, nanti ada perubahan tidak
dari target 2026?
b. Presiden Prabowo kan ada program swasembada energy, kira-kira ada keterlibatan dari
CSRA tidak? Ikut tidak programnya?
Jawaban:
a. Dari laporan Q1 Tahun 2026 disini kan ada peningkatan pendapatan sebesar 96% sangat
signifikan sekali ya. Tapi disini kita lihat laba penjualannya turun ya. Di Q1 2026 kami
banyak melakukan pemupukan, kenapa kami banyak melakukan pemupukan di Q1
2026, karena pada saat Q1 2026 itu curah hujannya masih cukup Pak nah dari situ
pengaruh Pak. Karena cost yang paling tinggi itu pemupukan Pak. Kedua pengaruh lain
kenaikan harga BBM, itu pasti cost nya akan naik. Dan yang ketiga pembayaran THR
2026 dilakukan di bulan maret 2026. Keempat itu adalah adanya kenaikan UMP, karena
UMP tidak bisa kita hindari Pak, karena pemerintah merencanakan per 1 Januari 2026
itu harus ada kenaikan UMP, otomatis kita melakukan kenaikan gaji. Kenapa laba
ditahun 2026 itu turun. Untuk penjualan CPO, PK dan Cangkang itu kami tidak
melakukan ekspor sendiri Pak, jadi kami menjual kepada customer kami yang berada
di lokasi kawasan kita, 100% lokal, secara real tidak berpengaruh sama sekali.
b. Kalau swasembada energy sebenarnya secara keseluruhan industri sawit sudah
melakukan kontribusi yang positif dalam B35, B40, sekarang mau B50, itu sudah
melakukan swasembada energy sih. Jadi memang industri sawit ini adalah salah satu
berkah tuhan, dimana perlu tanah, air, dan tenaga kerja. Dimana itu tidak bisa
direplikasi dibanyak negara lain. Jadi memang itu menjadi salah satu keunggulan
kopetitif kita. Jadi saya rasa sih cukup positif ya.
Akhir Sesi Tanya Jawab.
7
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Vivery Jerry Denny Walukow
· Direktur
p.1 ×2
unresolved
person
Syafruddin
p.1 ×2
unresolved
person
Iqbal Prastowo
p.1
unresolved
person
Andi Arif
p.1
unresolved
person
Iqbal
p.2 ×3
unresolved
person
Vina
p.3
unresolved
org
PT. SKL
p.6
unresolved
org
PT. SSG
p.6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.