Skip to content
Back to announcement

20260521_IFSH_Public Expose_32093562_lamp2.pdf

Other Text extracted IFSH

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 6

Page 1
                          LAPORAN HASIL PUBLIC EXPOSE TAHUNAN
                               TANYA JAWAB TAHUN 2026
                                   PT IFISHDECO Tbk


A. Pembicara Public Expose
   Public Expose Tahunan PT Ifishdeco Tbk (“Perseroan”) dihadiri pembicara sebagai berikut:
   1. Bapak Muhammad Ishaq            : Presiden Direktur
   2. Bapak Iwan Luison               : Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
   3. Bapak Agus Prasetyono           : Direktur Operasi dan Produksi
   4. Bapak Kevin Christianto         : Direktur Pengambangan Usaha*
   5. Bapak Victor Ganda Wijaya       : Division Head Accounting & Tax
   6. Ibu Rivka Rotua Natasya         : Corporate Secretary
   *) Diangkat melalui RUPS Tahunan tanggal 18 Mei 2026, sebelum diselenggarakannya acara Public Expose.


B. Peserta Public Expose
    Public Expose dihadiri oleh 14 orang peserta, baik secara offline maupun online (Zoom).
    Penyampaian materi Public Expose Tahunan Perseroan beserta sesi tanya jawab dilakukan
      oleh Direksi Perseroan.

C. Ringkasan Sesi Tanya Jawab
   I. Ibu Yurika – Dunia Energi
       1. Target produksi tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024,
          bagaimana performance pada tahun 2026?
          Tanggapan:
          Untuk tahun 2026, Perseroan menargetkan volume penjualan bijih nikel sekitar 1,449 juta
          MT sesuai dengan RKAB yang telah disetujui oleh Kementerian ESDM. Pada kuartal I tahun
          2026, Perseroan telah merealisasikan penjualan sebesar 241.423 MT dari target kuartal I
          sebesar 362.353 MT, atau mencapai 66,63% dari target kuartalan. Perseroan optimistis
          kinerja penjualan pada tahun 2026 dapat meningkat dibandingkan dengan realisasi tahun
          sebelumnya, seiring dengan upaya optimalisasi produksi dan penjualan yang terus
          dilakukan oleh Perseroan.

       2. Bagaimana perkembangan rencana akuisisi tambang Perseroan, termasuk jumlah target
          tambang dan tahapan proses yang sedang berjalan?
          Tanggapan:
          Pada tahun 2025, Perseroan telah melakukan penjajakan terhadap sekitar 4 hingga 6
          lokasi tambang potensial sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha dan ekspansi
          Perseroan. Perseroan juga telah melakukan peninjauan lokasi, termasuk evaluasi
          terhadap aspek legalitas dan potensi terjadinya permasalahan hukum atas IUP yang
          menjadi target akuisisi. Dari jumlah lokasi tersebut, sekitar 50% direncanakan akan
          ditindaklanjuti pada tahun 2026, sehingga beberapa proyek pengembangan merupakan
          kelanjutan dari proses pendekatan yang telah dilakukan pada tahun 2025.



                     Sahid Sudirman Center, 42nd Floor-F, Jl. Jend. Sudirman No. 86, Jakarta 10220
                                                        Telp: +62-21 5704988 | www.ifishdeco.com
Page 2
    3. Berapa anggaran Capex di tahun 2026? Sudah direalisasikan untuk apa saja?
       Tanggapan:
       Perseroan mengalokasikan belanja modal (CAPEX) tahun 2026 sekitar Rp45 miliar dan
       telah direalisasikan sebagian untuk terutama untuk kegiatan eksplorasi dan menunjang
       kegiatan operasional Perseroan.

II. Bapak Daniel – Analisa
    1. Mohon jelaskan faktor utama yang menyebabkan realisasi penjualan bijih nikel di tahun
       2025 mencapai sekitar 59% dari target RKAB, yaitu sebesar 1,29 juta MT dibandingkan
       target 2,2 juta MT? Selain itu, bagaimana target penjualan untuk tahun 2026?
       Tanggapan:
       Beberapa faktor belum tercapainya penjualan di tahun 2025, antara lain karena kondisi
       pasar dan fluktuasi harga komoditas nikel, serta kondisi lingkungan, cuaca, dan geografis.
       Untuk tahun 2026, Perseroan menargetkan volume penjualan bijih nikel sekitar 1,449 juta
       MT sesuai dengan RKAB yang telah disetujui oleh Kementerian ESDM.

    2. Mohon jelaskan rencana sumber pendanaan untuk kebutuhan belanja modal (CAPEX)
       terkait penjajakan akuisisi tambang, termasuk kemungkinan penggunaan
       pendanaannya? Selain itu, berapa estimasi nilai investasi yang disiapkan Perseroan
       untuk rencana tersebut?
       Tanggapan:
       Sumber pendanaan terkait rencana akuisisi tambang (apabila ada) direncanakan berasal
       dari kombinasi kas internal Perseroan dan fasilitas pinjaman dari lembaga keuangan.
       Selain itu, Perseroan juga tidak menutup kemungkinan untuk memperoleh pendanaan
       melalui aksi korporasi, seperti rights issue.

III. Bapak Muhammad Shidiq – Media Nikel Indonesia
     1. Bagaimana pandangan Perseroan mengenai kebijakan penerapan B50 terhadap
        dampak biaya operasional dan logistik pertambangan?
        Tanggapan:
        Perseroan memandang implementasi kebijakan B50 sebagai bagian dari dukungan
        terhadap program Pemerintah dalam mendorong penggunaan energi terbarukan dan
        pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
        Implementasi B50 secara operasional memberikan performa yang cukup baik. Namun
        demikian, sebagian alat operasional Perseroan masih belum sepenuhnya kompatibel
        untuk penggunaan B50 secara penuh. Oleh karena itu, Perseroan berupaya melakukan
        kolaborasi penggunaan B50 secara bertahap, sekaligus tetap mendukung kebijakan
        Pemerintah terkait implementasi biodiesel.
        Dalam menjaga efisiensi biaya operasional, Perseroan menerapkan berbagai langkah
        efisiensi dalam kegiatan penambangan, termasuk melalui metode selective mining.
        Penggunaan B50 juga tetap diuji coba pada beberapa alat operasional dengan
        mempertimbangkan dampaknya terhadap efisiensi operasional, sehingga Perseroan


                  Sahid Sudirman Center, 42nd Floor-F, Jl. Jend. Sudirman No. 86, Jakarta 10220
                                                     Telp: +62-21 5704988 | www.ifishdeco.com
Page 3
       melakukan penyesuaian pada pola jam kerja maupun metode penambangan yang
       diterapkan.
   2. Bagaimana kesiapan dan langkah strategis Perseroan dalam mendukung implementasi
      kebijakan Pemerintah terkait devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam?
      Tanggapan:
      Perseroan tidak melakukan ekspor bijih nikel secara langsung karena tidak diperkenankan
      sesuai ketentuan yang berlaku. Sehingga, ketentuan terkait devisa hasil ekspor sumber
      daya alam lebih relevan diterapkan pada produk hasil pengolahan yang dilakukan oleh
      smelter maupun komoditas lain yang diperbolehkan untuk dilakukan ekspor.

IV. Sivana - investortrust.id
    1. Apakah Perseroan memiliki rencana untuk meningkatkan porsi kepemilikan publik (free
        float) agar perdagangan saham IFSH menjadi lebih likuid dan tidak lagi masuk kategori
        High Shareholding Concentration (HSC)?
        Tanggapan:
        Perseroan saat ini masih melakukan kajian dan pembahasan lebih lanjut mengenai
        strategi peningkatan kepemilikan publik (free float) agar Perseroan tidak masuk dalam
        kategori High Shareholding Concentration (HSC). Berdasarkan ketentuan yang berlaku,
        Perseroan masih memiliki jangka waktu penyesuaian sesuai ketentuan yang berlaku dan
        akan senantiasa mematuhi regulasi yang ditetapkan oleh regulator pasar modal dan Bursa
        Efek Indonesia.

V. Ridwan – Kontan
   1. Bagaimana pandangan Perseroan terhadap prospek industri nikel ke depan, khususnya
      dikaitkan dengan adanya surat dari pelaku industri/investor Tiongkok kepada
      Pemerintah Indonesia terkait sektor nikel? Selain itu, apa pertimbangan Perseroan
      untuk tetap melakukan ekspansi melalui rencana akuisisi IUP?
      Tanggapan:
      Perseroan memandang prospek industri nikel ke depan masih positif, seiring dengan
      tingginya kebutuhan pasar global terhadap komoditas nikel. Perseroan juga terus
      mencermati berbagai perkembangan dan pemberitaan industri, termasuk masukan dari
      pelaku industri dan investor terkait pentingnya terciptanya iklim investasi yang kondusif
      bagi keberlanjutan industri nikel di Indonesia.
       Penjajakan peluang ekspansi dilakukan pada beberapa wilayah yang cukup beragam,
       antara lain di Sulawesi, Maluku, serta beberapa daerah potensial lainnya.


   2. Dengan kondisi kinerja Perseroan pada kuartal I tahun 2026 yang masih mencatatkan
      rugi bersih, bagaimana proyeksi dan keyakinan Manajemen terhadap pencapaian
      kinerja laba Perseroan hingga akhir tahun 2026?
      Tanggapan:
      Pada kuartal I tahun 2026, Perseroan mencatatkan laba bersih sekitar Rp 6,8 Miliar,
      mungkin yang dimaksud adalah laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada
      pemilik entitas induk yang mencatatkan kerugian. Meskipun demikian, Perseroan tetap

                 Sahid Sudirman Center, 42nd Floor-F, Jl. Jend. Sudirman No. 86, Jakarta 10220
                                                    Telp: +62-21 5704988 | www.ifishdeco.com
Page 4
       optimis terhadap pencapaian kinerja hingga akhir tahun 2026 seiring dengan upaya dalam
       peningkatan kinerja usaha yang terus dilakukan.

   3. Apakah Perseroan mengalami penyesuaian atau pemangkasan kuota RKAB dari
      Kementerian ESDM? Selain itu, apakah Perseroan berencana mengajukan penambahan
      kuota produksi ke depannya?
      Tanggapan:
      Perseroan memahami bahwa kebijakan Pemerintah terkait penyesuaian kuota produksi
      pada dasarnya bertujuan untuk menjaga stabilitas industri nikel nasional, termasuk dalam
      upaya menjaga harga nikel dan keberlanjutan cadangan tambang di Indonesia. Perseroan
      juga menyampaikan bahwa strategi utama di tahun 2026 yaitu meningkatkan kinerja
      penjualan dibandingkan realisasi di tahun 2025. Perseroan telah memperoleh persetujuan
      RKAB tahun 2026 dengan volume sebesar 1,449 juta MT.
       Terkait penambahan kuota melalui permohonan persetujuan revisi RKAB, Perseroan akan
       mempertimbangkan lebih lanjut dengan melihat perkembangan kondisi bisnis dan
       kebutuhan operasional ke depan.

   4. Bagaimana padangan Perseroan dengan diberlakukannya kebijakan HPM yang baru?
      Tanggapan:
      Pada prinsipnya Perseroan tetap mendukung dan mengikuti kebijakan yang ditetapkan
      oleh Pemerintah. Perseroan juga memahami bahwa dalam implementasinya terdapat
      berbagai masukan dari pelaku usaha/industri, baik dari sisi penambang maupun smelter,
      terkait kondisi bisnis di lapangan. Kedepan, Perseroan akan terus menyesuaikan langkah
      usaha dengan perkembangan regulasi yang berlaku, sementara Pemerintah diharapkan
      dapat mempertimbangkan kondisi industri secara menyeluruh (holistic approach) dalam
      menetapkan kebijakan sektor nikel.

VI. Heri – Media antara
    1. Di tengah ketidakpastian konflik AS-Iran hingga saat ini, bagaimana proyeksi harga nikel
        global untuk tahun ini?
        Tanggapan:
        Di tengah ketidakpastian global, termasuk kondisi geopolitik antara Amerika Serikat dan
        Iran, harga nikel dunia masih bergerak fluktuatif. Namun demikian, Perseroan tetap
        optimistis terhadap prospek harga nikel ke depan. Perseroan juga melihat adanya
        peningkatan harga nikel pada kuartal I tahun 2026 dibandingkan periode sama tahun 2025,
        antara lain dipengaruhi oleh kebijakan pengurangan kuota RKAB pada tahun 2026
        sehingga berdampak pada pasokan dan pergerakan harga nikel di pasar.

   2. Bagaimana volatilias harga nikel dan harga minyak mentah global mempengaruhi
      operasional/ kinerja perseroan di tahun ini?
      Tanggapan:
      Volatilitas harga minyak mentah global, khususnya kenaikan harga bahan bakar solar,
      berpotensi mempengaruhi kinerja Perseroan mengingat biaya bahan bakar merupakan
      salah satu komponen utama dalam operasional pertambangan.

                 Sahid Sudirman Center, 42nd Floor-F, Jl. Jend. Sudirman No. 86, Jakarta 10220
                                                    Telp: +62-21 5704988 | www.ifishdeco.com
Page 5
       Perseroan juga memahami bahwa harga nikel sebagai komoditas global memiliki tingkat
       volatilitas yang dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan pasokan (supply and demand)
       di pasar. Meskipun demikian, Perseroan tetap optimistis terhadap prospek industri nikel
       ke depan seiring dengan meningkatnya kebutuhan nikel di pasar global.

VII. Daiz Laode – Stop watch
     Apakah terdapat keputusan pembagian dividen dalam RUPS hari ini, dan apabila ada, kapan
     rencana pelaksanaan pembayaran dividen kepada pemegang saham?
     Tanggapan:
     Sesuai keputusan mata acara kedua RUPS Tahunan, telah diputuskan pembagian dividen tunai
     kepada para pemegang saham Perseroan sebesar Rp26,00 per saham atau dengan total
     sekitar Rp50,01 miliar, setara sekitar 69,32% dari laba tahun buku 2025 yang dapat
     diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan dan sisanya dibukukan sebagai laba
     ditahan, untuk menambah modal kerja Perseroan. Tata cara dan jadwal pembagian dividen
     akan mengikuti ketentuan yang berlaku di OJK dan BEI, termasuk pelaksanaan pembayaran
     dividen dalam jangka waktu paling lambat 30 hari setelah keputusan RUPS.




                 Sahid Sudirman Center, 42nd Floor-F, Jl. Jend. Sudirman No. 86, Jakarta 10220
                                                    Telp: +62-21 5704988 | www.ifishdeco.com
Page 6
                         DAFTAR HADIR
                PESERTA PUBLIC EXPOSE TAHUNAN
                          18 MEI 2026

No.                Nama                      Institusi/Media
1.    Daiz Laode                    Stockwatch
2.    M. Shiddiq                    Media Nikel Indonesia
3.    Yurika                        Dunia Energi
4.    Sivana                        Investortrust.id
5.    Anto                          Industry.co.id
6.    Ridwan                        Kontan
7.    Heri                          Media Antara
8.    Suparjo                       Kompas
9.    Dionisio Damara               Bisnis Indonesia
10.   Ghafur                        Investor Daily
11.   Insi Nantika                  Media Indonesia
12.   Daniel                        Analis
13.   Deffandi Nasrul               Investor Individual
14.   Gilang Praditya               Investor Individual




      Sahid Sudirman Center, 42nd Floor-F, Jl. Jend. Sudirman No. 86, Jakarta 10220
                                         Telp: +62-21 5704988 | www.ifishdeco.com

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.25 MB
Published21 May 2026
Pages6
Characters14,412
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 24 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Muhammad Ishaq p.1
linked person Iwan Luison p.1
linked person Agus Prasetyono p.1
linked person Kevin Christianto p.1
possible org IFISHDECO Tbk p.1 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.3
possible — Ridwan p.6
possible — Heri p.6
unresolved person Victor Ganda Wijaya p.1
unresolved person Rivka Rotua Natasya p.1
unresolved person Yurika p.1
unresolved org Kementerian ESDM. p.1 ×3
unresolved person Daniel p.2
unresolved person Muhammad Shidiq p.2
unresolved — Daiz Laode p.6
unresolved — M. Shiddiq p.6
unresolved — Sivana p.6
unresolved — Anto p.6
unresolved — Suparjo p.6
unresolved — Dionisio Damara p.6
unresolved — Ghafur p.6
unresolved — Insi Nantika p.6
unresolved — Deffandi Nasrul p.6
unresolved — Gilang Praditya p.6

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result