Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
1. Stevanus Juanda (UOB Sekuritas) Pertanyaan: Margin laba kotor (GPM) dan margin laba usaha (EBIT) terkoreksi di 1Q24. Dapatkah anda menjelaskan apakah ini hanya gangguan sementara, dan apakah mungkin dapat membaik di kuartal-kuartal berikutnya? Jawaban: Penurunan margin EBIT disebabkan oleh GPM yang lebih rendah, serta meningkatnya biaya operasional (OPEX), terutama di MAP Aktif. GPM yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu ini disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, kontribusi dari SBU teknologi/digital kami meningkat, dan GPM dari SBU yang mengelola brand Apple ini cukup rendah. Ini adalah salah satu alasan mengapa GPM secara keseluruhan lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Selain itu, kami harus menurunkan tingkat inventory kami. Perusahaan menyiapkan inventory untuk bisnis luar negeri, tetapi beberapa pusat perbelanjaan belum siap untuk dibuka, sehingga terdapat penundaan dalam pembukaan toko. Upaya kami dalam menurunkan inventory ini menyebabkan penurunan GPM. Peningkatan OPEX terjadi karena perusahaan memiliki sejumlah bisnis luar negeri baru yang baru saja kami dirikan. Butuh waktu 2-3 tahun agar bisnis tersebut dapat mencapai profitabilitas yang diinginkan. Semua faktor ini mengakibatkan margin EBIT yang lebih rendah. 2. Eka (Fortune Indonesia) Pertanyaan: Berapa anggaran capital expenditure (Capex) untuk tahun ini? Dan berapa banyak yang telah digunakan pada 1Q24? Jawaban: Anggaran Capex untuk tahun ini adalah Rp 2 triliun. Sejauh ini, kami telah menghabiskan Rp 635 miliar pada 1Q24. Pertanyaan: Bagaimana dampak depresiasi USD/IDR terhadap operasi Perusahaan? Jawaban: Seperti yang kita ketahui, USD/IDR telah terdepresiasi. Untuk mengurangi dampak fluktuasi foreign exchange (forex), kami mengikuti peraturan pemerintah dengan melakukan Hedging sebesar 30% dari pembayaran kami. Perusahaan terus memantau situasi dan secara selektif menyesuaikan harga untuk mengelola risiko forex.
Page 2
3. Lakshmi Rowter (Citigroup) Pertanyaan: Pemerintah Indonesia telah merevisi peraturan ritel yang memungkinkan brand-brand asing untuk membuka toko langsung di Indonesia dengan persyaratan ukuran gerai yang lebih kecil. Bagaimana pandangan dan strategi MAP untuk memastikan para brand principal tidak melewati MAP? Jawaban: Pemerintah memiliki wewenang untuk menetapkan berbagai jenis peraturan. Sebelumnya, sudah terdapat peraturan yang memperbolehkan brand asing untuk membuka gerai, namun dengan persyaratan ukuran gerai yang lebih besar. Peraturan baru ini menurunkan persyaratan ukuran gerai. Kami tetap yakin dengan tim manajemen MAP. Tim kami memiliki kemampuan dalam bernegosiasi dengan pemilik properti, berpengalaman dalam megelola pasar lokal, dan mengetahui preferensi konsumen lokal. Perusahaan juga memiliki MAPclub yang memiliki lebih dari 10 juta anggota. Kami percaya bahwa brand principal akan lebih memilih untuk bekerja sama dengan kami. MAP juga terbuka untuk segala jenis kemitraan. Sebagai contoh, kami baru-baru ini membuka Sports Direct sebagai Joint Venture (usaha patungan). Namun, brand principal sekarang telah mulai mempertimbangkan untuk menunjuk kami sebagai pemegang waralaba alih-alih melanjutkan Joint Venture. Kami tidak khawatir dengan peraturan baru ini. Faktanya, kami percaya bahwa masuknya berbagai brand asing akan meningkatkan standar industri ritel Indonesia, dan kami senang melihat hal itu. 4. Adrian (Samuel AM) Pertanyaan: Disaat MAP secara signifikan memperluas kehadirannya di ASEAN, marginnya lebih lemah dibandingkan dengan 1Q23. Apakah ekspansi internasional meyebabkan hal ini? Apa saja tantangan dan peluang yang Anda hadapi di setiap negara? Jawaban: Pertama-tama, kami tidak memperluas seluruh MAP. Kami sangat selektif dalam melakukan ekspansi, sebagai contoh kami kami tidak memperluas department store atau F&B. Dasar kami dalam melakukan ekspansi ini adalah karena brand-brand terkemuka seperti New Balance, Foot Locker, Converse, dan Zara ingin bekerja dengan satu mitra di beberapa wilayah. Oleh karena itu, apa bila kami memilih untuk tidak melakukan ekspansi regional, kami mungkin akan kehilangan beberapa brand terkemuka. Perusahaan sangat berhati-hati dalam melakukan ekspansi, dengan berfokus pada brand- brand yang sangat menguntungkan bagi kami, seperti Foot Locker, New Balance, Converse, Apple, Zara, Marks and Spencer, dan Lacoste.
Page 3
Perusahaan baru saja memulai operasi di pasar internasional ini, sehingga kami belum mencapai target yang kami anggarkan. Kami menghadapi banyak tantangan, dan dalam hal laba bersih, kami belum mencapai apa yang telah kami targetkan hingga saat ini. Akan tetapi, kami dengan bangga menyatakan bahwa telah mencapai nilai positif dalam EBIT pada negara Filipina, Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Pasar yang menghadapi tantangan adalah Singapura dan Malaysia, salah satunya karena pengambilalihan Foot Locker, yang belum berjalan dengan lancar karena terdapat beberapa tantangan. Perusahaan yakin bahwa dengan brand-brand dan tim manajemen yang kami miliki, negara- negara ini akan mulai berkontribusi sesuai dengan target kami, meskipun memakan waktu lebih lama. Hal ini juga menyebabkan tingkat inventory kami sedikit lebih tinggi. Namun kami percaya brand dan pasar ini akan menjadi hal yang menguntungkan bagi kami di masa depan. 5. Inggrid (Mandiri Sekuritas) Pertanyaan: Bagaimana dampak boikot terhadap penjualan MAP Boga (MAPB) pada 2Q24 hingga saat ini? Ketika Anda menyebutkan bahwa tujuan di MAPB adalah menjaga OPEX selama masa sulit ini, apa saja inisiatif yang telah dilakukan Perusahaan? Jawaban: Menurut kami, ini adalah pertanyaan yang sangat menarik. Daripada hanya menjawab, kami ingin mengajukan permintaan, terutama karena brand Starbucks kami terkena dampak boikot. Kami ingin meminta bantuan Anda untuk mengedukasi masyarakat bahwa Starbucks di Indonesia adalah perusahaan Indonesia. Kami menggunakan kopi dari Indonesia, mengolahnya di Indonesia, dan ribuan karyawan kami adalah orang Indonesia. Perusahaan juga menerima banyak dukungan dari Starbucks untuk mendukung petani kopi dari Indonesia, dan banyak proyek kami didukung oleh mereka. Jadi, kita perlu memberikan informasi kepada masyarakat bahwa boikot ini tidak seharusnya terjadi, karena hal ini benar-benar berdampak pada kami. Penjualan kami turun pada kuartal terakhir dan kemungkinan akan terus turun pada kuartal ini. Perusahaan telah mengambil beberapa inisiatif untuk mengurangi biaya. Sebagai contoh, kami telah menunda pembukaan gerai baru dan memutuskan untuk menutup beberapa gerai yang tidak menguntungkan. Kami juga memindahkan sebagian sumber daya kami ke divisi lain, seperti divisi teknologi/digital, di mana kami melihat potensi pertumbuhan yang lebih besar. Ini adalah salah satu contoh inisiatif pengurangan biaya kami. Kami berharap agar Anda membantu menyebarkan pesan ini. Perusahaan kami adalah Perusahaan Indonesia. Ini tidak ada hubungannya dengan Israel atau Amerika. Dengan memboikot Starbucks, hal ini memberikan dampak kepada masyarakat Indonesia.
Page 4
6. Private Investor MAP Pertanyaan: Di tengah ekspansi saat ini, dapatkah Anda memberikan gambaran mengenai pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dalam 1-3 tahun ke depan? Jawaban: Tiga tahun adalah periode yang terlalu lama untuk saat ini. Proyeksi kami untuk tahun ini adalah pertumbuhan pendapatan sekitar 20%. Kami yakin dapat mencapai pertumbuhan tersebut, karena kuartal pertama merupakan kuartal yang paling lambat, dan kuartal kedua telah menunjukkan peningkatan. Mengingat kami memiliki beberapa brand baru dan pembukaan gerai dalam pipeline, baik di Indonesia maupun negara lainnya, kami percaya dapat mencapai target pertumbuhan 20%. Untuk bottom line, kami juga bertujuan untuk mencapai pertumbuhan sekitar dua digit, dan mungkin mengalami penurunan GPM pada kuartal II 2024 karena situasi inventory saat ini. 7. Kerem (Glacier Pass Partners) Pertanyaan: Untuk MAPA, dapatkah manajemen memberikan proyeksi keuangan terbaru untuk tahun fiskal 2024? Jawaban: Kami mengharapkan pertumbuhan pendapatan sekitar 20% untuk sisa tahun ini, dan kami memprojeksi margin EBIT kami sekitar 13-14%. 8. Divya (Morgan Stanley) Pertanyaan: Bagaimana tren SSSG setelah kuartal pertama? Jawaban: SSSG, yang tidak termasuk Food & Beverage (F&B), masih mengikuti inflasi, yakni sekitar 3%. SSSG kami (diluar F&B) di 1Q24 adalah sekitar 3%. Kami menargetkan SSSG sebesar 4- 5% tahun ini. Pertanyaan: Apakah tingkat inventory sudah normal setelah Q1? Jawaban: Betul, terdapat tantangan dalam mengelola tingkat inventory. Pertama-tama, untuk inventory kami di luar negeri, Perusahaan tidak dapat membuka gerai sebanyak yang kami rencanakan, salah satunya yang diakibatkan oleh pembukaan pusat perbelanjaan yang tertunda.
Page 5
Selain itu, karena regulasi impor baru di Indonesia, Perusahaan ingin mengimpor sebanyak
mungkin produk untuk persiapan periode Lebaran.
Namun, kami sedang mengambil tindakan, dan itulah alasan kami menyebutkan bahwa
GPM kami mungkin akan lebih rendah pada 2Q24, untuk menurunkan tingkat inventory
yang berlebih.
Di sisi lain, aging inventory kami masih berada di kisaran 23%-24%, dan total inventory days
sekitar 138 hari. Kami yakin kami dapat menguranginya menjadi 126 hari pada akhir tahun
ini.
9. Hiep (The Rohatyn Group)
Pertanyaan:
Dapatkah Perusahaan menurunkan inventory days pada kuartal-kuartal berikutnya?
Jawaban:
Kami yakin bahwa pada akhir tahun, inventory days kami akan berada disekitar 125-130
hari.
10. Dais (Stockwatch.id)
Pertanyaan:
Bagaimana hasil RUPS hari ini, terutama mengenai penggunaan laba bersih, apakah
Perusahaan membagikan dividen? Jika ada, apakah bisa dibagikan berapa besar dividen,
payout ratio, dan dividen per share nya?
Jawaban:
Hasil dari RUPS untuk MAPI, jumlah dividen yang akan dibagikan adalah sebesar Rp 132
miliar, atau Rp 8 per saham, dengan payout ratio 5.6% dari laba bersih FY23.
Pertanyaan:
Apakah ada rencana aksi korporasi dari Perusahaan di tahun ini?
Jawaban:
Belum ada rencana untuk melakukan aksi korporasi, jika ada, kami harus melaporkan
terlebih dahulu ke OJK.
11. Santi (private investor)
Pertanyaan:
Apakah terdapat kerjasama antara MAP group dan UMKM?
Jawaban:
Dalam presentasi kami sebelumnya, kami telah menjabarkan beberapa kerjasama kami
dengan UMKM. Sebagai contoh, department stores kami yakni SOGO dan Galeries
Lafayette, menyediakan space yang cukup besar untuk produk-produk dalam negeri.
Page 6
Bahkan di Seibu Grand Indonesia, kami memiliki 1 lantai khusus (Alun-Alun Indonesia) untuk
kolaborasi dengan UMKM. Selain itu, kami juga mengelola produk-produk dari Out of Asia
yang kami jual di gerai, terutama di Alun-Alun Indonesia.
Kemudian, salah satu brand kami, Starbucks, juga membina petani-petani kopi yang
terutama berada di Sumatera. Kami juga banyak sekali kegiatan untuk membantu usaha
dalam negeri, sebagai contoh SOGO itu berada di berbagai kota, termasuk kota kecil, yang
sudah pasti kami menyediakan tempat untuk berkolaborasi/berjualan di dalam SOGO.
12. Jordan (private investor)
Pertanyaan:
Bagaimana Sports Direct berbeda dari Planet Sports dan Sports Station?
Jawaban:
Sports Direct memiliki beberapa cara untuk membedakan diri.
1. Mereka memiliki toko yang sangat besar, sekitar 25-30 ribu sq ft. Gerai yang luas ini
diperlukan Sport Direct membawa campuran brand yang beragam ke Indonesia.
Terdapat sekitar 20 brand di gerai Sports Direct yang belum pernah hadir di Indonesia.
Sports Direct mengoperasikan sekitar 71 brand di setiap gerai, yang merupakan
peningkatan besar dibandingkan dengan Planet Sports atau Sports Station.
2. Selain brand, perbedaan terletak pada kategori produk. Misalnya, pada gerai kami di
Kota Kasablanka, Perusahaan memiliki area trekking outdoor yang sangat luas.
Beberapa area bahkan lebih besar dari Planet Sports, khusus untuk trekking dan hiking.
Kami memiliki brand seperti Karrimor, yang merupakan brand milik Sports Direct yang
terbaik di kelasnya untuk outdoor hiking. Anda juga akan melihat koleksi sepak bola
terbesar, karena Sports Direct bangga memiliki koleksi sepak bola terbaik.
Planet Sports, sebaliknya, fokus utamanya pada lari. Sebagian besar sepatu dihargai di atas
Rp 1,5 juta. Sementara itu, Sports Station menawarkan harga yang lebih ekonomis kepada
konsumen.
Kami memastikan bahwa setiap format melengkapi yang lain dan memberikan rentang
produk olahraga yang optimal bagi konsumen.
Pertanyaan:
Bagaimana persaingan MAP Aktif (MAPA) di market luar negeri? Apa keunggulan
kompetitif MAPA di market luar negeri?
Jawaban:
Di luar negeri, gambarannya sangat berbeda dari Indonesia. Seperti yang telah kami
tampilkan sepanjang presentasi, di banyak negara, kami adalah pemain baru di negara-
negara ini.
Page 7
Meskipun begitu, kami menghadirkan beberapa brand global terbaik ke negara-negara baru ini. Seperti Foot Locker, misalnya, telah kami operasikan di 6 negara. Foot Locker adalah yang terbaik di kelasnya dalam spesialisasi atletik, menggabungkan Sports dan Fashion. Pada gerai monobrand, terdapat banyak sekali brand. Akan tetapi, brand-brand yang memilih untuk bermitra dengan kami, seperti Converse, HOKA, New Balance, dan Skechers, adalah brand-brand terbaik di kelasnya. Meskipun terdapat persaingan, tetapi kami percaya bahwa portofolio brand kami sebanding atau lebih baik dari, portofolio yang ada di negara-negara baru tempat kami beroperasi.
Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.