Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
HASIL PUBLIC EXPOSE TAHUNAN
PT INTEGRA INDOCABINET TBK (“Perseroan”)
Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal : Kamis, 27 Juni 2024
Waktu : 14:00 WIB – Selesai
Tempat : Zoom (online)
Manajemen yang hadir
Direktur Independen : Wang Sutrisno
Materi paparan:
1. Profil singkat Perseroan
2. Produk Perseroan
3. Strategi Pertumbuhan
4. Realisasi 2023
5. Ikhtisar keuangan 1Q24
Page 2
Sesi Tanya Jawab
Bagaskara Wiratirta – Public
1. Pertanyaan: Tadi telah dijelaskan sekilas terkait rencana perseroan untuk
mendiversifikasi bisnis ke sektor karbon. Tolong dijelaskan lebih detail mengenai hal
tersebut? Selain itu, bagaimana perkiraan kontribusi bisnis karbon terhadap
pendapatan keseluruhan perusahaan dalam beberapa tahun ke depan?
Jawaban: Tantangan pelaku bisnis karbon adalah peraturan di Indonesia. Kami
berharap pemerintah segera memberikan regulasi yang lebih pasti yang bisa
mendukung sektor karbon ekonomi terutama untuk industri kehutanan. Kami
mendiversifikasi bisnis ke sektor karbon karena Indonesia merupakan salah satu
supplier carbon offset terbesar di dunia setelah Brazil. Indonesia mempunyai hutan
tropical terbesar ketiga di dunia, memiliki sekitar 3 juta hektar hutan mangrove dan
memiliki hutan gambut yang juga luas. Kontribusi bisnis kehutanan terhadap
pendapatan selama ini sekitar 5-7%, dengan memasuki industri karbon, kami
berharap akan meningkatkan kontribusi penjualan ke sekitar 25%-50%. Kami optimis
kedepannya bisnis karbon ini akan bertumbuh karena isu perubahan iklim.
2. Pertanyaan: Tadi dipaparkan bahwa penjualan perusahaan terkonsentrasi pada
negara tertentu saja. Bagaimana strategi perusahaan untuk diversifikasi pelanggan
guna mengurangi risiko konsentrasi revenue stream? Apa langkah konkret yang telah
diambil atau yang akan diambil untuk mencapai tujuan tersebut?
Jawaban: Kami sangat terkonsentrasi ke pasar US karena negara tersebut memiliki
market share furniture terbesar di dunia, diikuti oleh Jerman dan Inggris. Kontribusi
ekspor Indonesia ke US masih sangat minim, sekitar 5%. Sedangkan kontribusi
ekspor furniture Vietnam ke US adalah yang terbesar pada tahun 2019, sebesar 34%
(Ekspor furniture China ke US terbesar pada tahun 2018). Maka dari itu masih banyak
ruang untuk bertumbuhnya ekspor furniture Indonesia ke US. Untuk negara Eropa
saat ini sedang kurang menjanjikan. Penjualan ke lokal juga lumayan bertumbuh
terlihat dari industrinya yang masih bertumbuh.
Yudah – Sucor AM
1. Pertanyaan: Alasan mengapa WOOD memperluas kegiatan usaha ke bisnis properti?
Apakah ada potensi sinergi untuk penjualan furniture dan/atau pengunaan bahan
baku kayu dan/atau furniture dari WOOD untuk pembangunan rumah pada bisnis
baru tersebut?
Page 3
Jawaban: Ketika ekspansi, hal terpenting adalah lahan. Kami sempat membeli lahan di sekitar lingkar timur, Sidoarjo. Namun Sidoarjo merupakan wilayah dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi dan memiliki Upah Minimum Regional (UMR) yang hampir menyamai Jakarta. Hal ini membuat bisnis furniture yang labor insentive tidak cocok jika beroperasi di Sidoarjo sehingga aset di Sidoarjo akan kami buat tetap produktif dengan cara bekerjasama dengan pihak ketiga yang ahli di bidang properti untuk menggarap aset kami ini. Itulah kenapa kami masuk bisnis real estate. Dari sini bisnis kami akan terintegrasi karena bisa menjual secara bundling dari properti dan furniture. 2. Pertanyaan: Dari seluruh luas lahan yang dimiliki untuk bisnis properti sebesar 40ha, apakah WOOD memiliki keseluruhan lahan tersebut? Berapa potensi jumlah rumah yang dapat dibangun? Jawaban: Dari 40Ha, 30Ha milik perusahaan dan 10Ha milik anak perusahaan. Kami sedang mencoba masuk ke bisnis real estate secara menyeluruh di lahan tersebut. Kira-kira sekitar 1.600 unit rumah bisa dihasilkan di lahan tersebut. 3. Pertanyaan: Untuk memastikan, dalam proyeksi laporan keuangan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha, posisi kas pada 2024 diproyeksikan menurun ke Rp8 Miliar dengan asumsi tidak ada penambahan pendanaan dari utang bank ataupun obligasi/sukuk. Namun, apakah membuka peluang untuk meraih pendanaan eksternal dari utang bank atau obligasi/sukuk untuk pengembangan kegiatan usaha baru tersebut? Jawaban: Dalam proyeksi keuangan, kami berusaha melihat kebutuhan kami lebih detail. Perlu diseimbangkan antara potensi pengembangan penjualan dan kebutuhan dana untuk menentukan pendanaan eksternal. Saat ini kami belum berpikir untuk menggunakan dana eksternal dan berfokus untuk mengoptimalkan working capital dengan lebih cermat karena pertumbuhan sales yang negatif di periode lalu. Kami sudah melunasi utang obligasi dan sukuk dan tidak melanjutkannya.
Page 4
Daftar Hadir Public Expose PT Integra Indocabinet Tbk Kamis, 27 Juni 2024 No. First Name Last Name Email 1. Afiq Afiq 2. Amrozi 3. Amrullah Mohammad 4. Ardiansyah 5. Arief Rachman 6. Bagaskara Wiratirta 7. Billy 8. Jason Sebastian Jasonsebastian1497@gmail.com 9. Karim Jonosisworo 10. Ulum 11. Yudha
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.