Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
LAMPIRAN I
RISALAH TANYA JAWAB
PUBLIC EXPOSE 2024
PT MSIG LIFE INSURANCE INDONESIA TBK
Pertanyaan yang dijawab pada saat live event Public Expose berlangsung
Berikut risalah pertanyaan dan jawaban yang diberikan Perusahaan pada saat live event Public Expose
berlangsung:
1. ELGA [CNBC INDONESIA] - MEDIA
Pertanyaan:
▪ Bagaimana strategi bisnis Perusahaan pada tahun 2024?
Jawaban:
Ketika pemaparan Perusahaan telah menjelaskan strategi bisnis tahun 2024, yang merupakan bagian dari
strategi midterm hingga tahun 2026. Perusahaan berfokus pada 3 hal, yaitu:
- Pertama, ekspansi untuk pertumbuhan bisnis, karena bagi Perusahaan asuransi skala bisnis sangat
penting. Tentunya peningkatan skala bisnis tersebut harus disertai dengan kualitas, artinya tidak
hanya fokus pada bisnis baru tetapi juga dari renewal. Sebagai informasi renewal Perusahaan jauh
melebihi industri.
- Kedua, mengoptimalisasi kapabilitas operasional. Perusahaan telah memaparkan juga bagaimana
drive transformasi digital (contohnya: paperless, claim management, hingga pelayanan nasabah),
termasuk menyehatkan bauran produk. Kedepannya, pendekatan yang digunakan di industri adalah
IFRS17 sistem akuntansi baru yang menggantikan PSAK 4. Dalam sistem baru tersebut, profit
dihitung dari tahun ke tahun, berbeda dari PSAK 4 yang mengakui profit satu tahun ke depan. Oleh
karena itu, Perusahaan perlu fokus pada produk-produk yang memiliki CSM yang stabil.
- Ketiga, memperkuat tata kelola manajemen risiko. Perusahaan ingin menjadi Perusahaan dengan
reputasi yang tinggi dan terpercaya, apalagi dengan heritage jepang yang sangat comply dengan
peraturan berlaku, mau taat dan disiplin, sehingga menjadi bisnis yang aman dengan permodalan
yang kuat.
2. WIWIEK [MEDIA ASURANSI] & LARAS [BISNIS INDONESIA] - MEDIA
Pertanyaan:
▪ Perluasan bisnis apa saja yang akan dilakukan MSIG Life di tahun ini?
▪ Sejauh mana persiapan spin off syariah MSIG Life?
Jawaban:
▪ Perluasan bisnis yang dilakukan 2024 masih berfokus dalam pengembangan agensi, melakukan
ekspansi di daerah yang belum ada agensi. Kedua, melakukan penetrasi dalam bisnis retail yang
saat ini telah mencapai 70%, dibandingkan dengan bisnis korporat mencapai 23%. Selain itu juga
melakukan sinergi agensi dengan bisnis corporate.
▪ Terkait dengan persiapan spin-off syariah, saat ini Perusahaan telah menyampaikan proposal
rencana pemisahan unit syariah ke OJK dengan memilih opsi melakukan spin-off dengan
pendirian perusahaan syariah baru. Saat ini prosesnya menunggu persetujuan lebih lanjut dari
OJK. Perusahaan mohon doa agar proses lebih lancar, karena syariah juga menjadi salah satu opsi
perluasan bisnis Perusahaan yang secara konsolidasi akan memperkuat Perusahaan secara
keseluruhan.
Page 2
3. MENTARI [CNBC INDONESIA] - MEDIA
Pertanyaan:
▪ Kanal bancassurance dan agensi bertambah menjadi sekitar 70-80% di tahun 2023, padahal
sebelumnya lebih banyak korporat. Ini disebut lebih mendorong profit. Mohon dijelaskan alasan
kanal ritel lebih profitable?
▪ Laba kuartal 1 tahun 2024 naik dari Rp67,7 miliar menjadi Rp87,06 miliar, pendapatan premi dan
hasil investasi juga naik, apa yang menjadi penopangnya? Berapa kontribusi pendapatan premi
unit link atau tradisional di kuartal 1 tahun 2024? Bagaimana strategi meraih target 2024?
▪ Terkait program penjaminan polis yang akan hadir tahun 2028 nanti, bagaimana tanggapan
Perusahaan terkait rencana ini, apakah ada isu yang jadi concern usulan terkait PP ke regulator?
Apakah kedepan akan menjadi bagian dari LPP?
Jawaban:
▪ Secara korporat bisnis (secara umum) 98% produk asuransi kumpulan kesehatan, profit sangat
tipis dipengaruhi inflasi dan selalu berkompetisi dalam hal renew polisnya. Pemilik Perusahaan
cenderung memilih yang paling murah. Perusahaan (sebagai nasabah) cenderung memilih
tawaran yang paling murah (penyedia asuransi cenderung melakukan berlomba-lomba
menawarkan yang paling murah), namun di sisi lain (ada potensi) tahun depan klaim naik di tahun
depan, maka (jika harga premi turun namun klaim meningkat) penyedia asuransi sudah mencatat
kerugian. Contohnya, Anda (sebagai perusahaan yang merupakan nasabah) mau
mengasuransikan karyawan Anda, Anda (cenderung) mau premi asuransinya lebih kecil daripada
yang di klaim. Contoh, ketika klaim Anda 10 Juta, Anda pastinya mau membayar jumlah premi di
bawah klaim. Sedangkan retail itu jangka panjang, bukan satu atau dua tahun, dan orang
membayar premi terus menerus, bukan yang dari tahun ke tahun terus melakukan penawaran
lagi namun pada akhirnya tidak renew (membandingkan nasabah retail dengan korporat).
Pada bisnis korporat cenderung mengalami margin compression yang kuat. Jika claim ratio baik,
dari sisi nasabah akan melakukan negosiasi peningkatan benefit atau premi turun. Semakin tahun
semakin kecil. Sedangkan retail akan lebih stabil, karena secara product structure premi tidak
akan mengalami volitality yang sangat tinggi, cenderung akan lebih stabil dalam menunjang
untuk profitabilitas perusahaan.
▪ Kontribusi premi Unit Link (GWP) 52% dari total, sedangkan tradisional mencapai 48% dari total
premi termasuk yang renewal atau premi-premi yang sebelumnya. Tetapi untuk new business
atau yang baru masuk, kontribusi sebesar 85% tradisional, 25%, (porsi Unit Link sudah jauh lebih
kecil).
Terkait untuk pendapatan hasil investasi dan dengan suku bunga naik, terdapat 2 alasan untuk
hasil investasi yang baik di kuartal pertama tahun 2024:
- Alasan Pertama: kuatnya kinerja reksadana unit link Perusahaan, terutama reksadana
saham, Excellink Equity Bakti Peduli, yang mencatatkan kinerja sebesar 5,5% dibandingkan
dengan benchmark sebesar 3%, menunjukkan hasil investasi yang baik.
- Alasan Kedua: karena suku bunga deposito yang tinggi, Perusahaan dapat menikmati
keuntungan yang baik atas investasi pasar uang. Hal ini memberikan kontribusi positif
terhadap laba investasi Perusahaan secara keseluruhan di kuartal pertama tahun 2024.
Page 3
▪ Terkait lembaga Penjaminan Polis yang saat ini sedang dilakukan pembentukan oleh pemerintah dan
diharapkan dapat dilaksanakan pada tahun 2024 sesuai amanat undang-udang, ada beberapa faktor
yang dijamin di sini yaitu pembayaran manfaat dan ada juga yang tidak menjadi scope coverage
penjaminannya. Proses pengcoveran (apa saja yang di-cover) yang akan diberikan oleh lembaga
penjaminan polis ini masih dalam fase diskusi penggodokan (pematangan). Perusahaan berharap
lembaga ini bisa menjadi lembaga yang dapat melindungi pemegang polis di Indonesia. Perusahaan
asuransi yang akan dapat mengikuti program ini adalah perusahaan asuransi yang harus sudah lolos
assessment awal. Jika ada perusahaan asuransi yang tidak sehat, maka tidak bisa masuk.
4. HAIQEL RICHARDI - PUBLIK
Pertanyaan:
▪ Berapa jumlah klaim kesehatan dan meninggal dunia? Bagaimana Perusahaan mengantisipasi
kenaikan klaim kesehatan ini?
Jawaban:
Untuk klaim kesehatan dan meninggal dunia, Perusahaan membayarkan sebesar Rp164 miliar selama
kuartal pertama di 2024, di mana komposisinya adalah Rp 55 miliar klaim meninggal dunia dan Rp109
miliar klaim kesehatan. Pada periode ini klaim kesehatan mengalami peningkatan 20% dibandingkan
dengan tahun 2023 pada periode yang sama.
Antisipasi klaim kesehatan juga menjadi fokus dalam internal manajemen Perusahaan. Secara industri
asuransi, klaim asuransi kesehatan juga menjadi topik utama. Ada tiga strategi utama:
- Pengembangan kapabilitas data analytic mengembangkan kemampuan untuk melakukan
analisis portofolio dan tren klaim yang terjadi. Perusahaan mampu mendeteksi apakah ada tren
atau celah tertentu yang bisa dimanfaatkan untuk potensi fraud and abuse. Perusahaan
menerapkan antisipasi atas klaim-klaim yang terjadi, ini adalah cara utama yang dilakukan untuk
antisipasi kenaikan klaim dalam portofolio Perusahaan.
- Meningkatkan kerja sama Perusahaan dengan provider network; yang merupakan jaringan
kerja sama Perusahaan dengan rumah sakit untuk menjaga kelayakan dari klaim yang terjadi.
Terutama dalam hal memberikan proper treatment dan proper cost yang sesuai dengan
kebutuhan nasabah.
- Peningkatan kerja sama antar institusi pemerintah baik OJK hingga Kementerian Kesehatan
akan menjadi fokus Perusahaan. Perusahaan juga ikut berkontribusi sebagai bagian Asosiasi
Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) untuk menerapkan satu clinical path way atau buku tariff yang
bisa diterapkan di berbagai rumah sakit.
Tiga strategi di atas ditujukan untuk mengantisipasi kenaikan klaim kesehatan. Selain antisipasi,
Perusahaan juga berupaya supaya masyarakat dan nasabah dapat hidup lebih sehat. Salah satunya dalam
inovasi digital aplikasi mobile MyFit+, yang mengajak para penggunanya untuk lebih aktif bergerak.
Termasuk juga bisa memberikan interaksi yang lebih fun. Dengan adanya aplikasi ini, Perusahaan
berharap nasabah tidak hanya fokus pada klaimnya tetapi juga fokus meningkatkan kesehatan.
Page 4
LAMPIRAN II
DAFTAR HADIR
PUBLIC EXPOSE 2024
PT MSIG LIFE INSURANCE INDONESIA TBK
No Nama Ketegori Peserta
1 Haiqel Richardi Publik
2 Sandy Publik
3 Yonatan Pratama Wijaya Investor
4 Asih Sadeli Tribun News (Media)
5 Elga CNBC Indonesia (Media)
6 Lubna Alifa Tribun News (Media)
7 Petrus Dabu The Iconomics (Media)
8 Wiwiek Media Asuransi (Media)
9 Laras Bisnis Indonesia (Media)
10 Ilham CNBC Indonesia (Media)
11 Desi Yulieta Industry.co.id (Media)
12 Uyu Septiyati Liman Antara News (Media)
13 Sutan Farhan Pratasa Kata Data (Media)
14 Fanny Fotografer Bisnis Indonesia (Media)
15 Divina Aulia Rachmani Liputan 6 (Media)
16 Bagus Kasanjan Investortrust (Media)
17 Shanty Brilliani Tasya Akurat (Media)
18 Atikah Umiyani MNC Portal (Media)
19 Vinca Soemantri Gatra Media Group (Media)
20 Mentari CNBC Indonesia (Media)
21 Bani Neraca (Media)
Names mentioned 23 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kementerian Kesehatan
p.3
unresolved
—
Haiqel Richardi
p.4
unresolved
—
Sandy
p.4
unresolved
—
Yonatan Pratama Wijaya
p.4
unresolved
—
Asih Sadeli
p.4
unresolved
—
Elga
p.4
unresolved
—
Lubna Alifa
p.4
unresolved
—
Petrus Dabu
p.4
unresolved
—
Wiwiek
p.4
unresolved
—
Laras
p.4
unresolved
—
Desi Yulieta
p.4
unresolved
—
Uyu Septiyati Liman
p.4
unresolved
—
Sutan Farhan Pratasa
p.4
unresolved
—
Fanny
p.4
unresolved
—
Divina Aulia Rachmani
p.4
unresolved
—
Bagus Kasanjan
p.4
unresolved
—
Shanty Brilliani Tasya
p.4
unresolved
—
Atikah Umiyani
p.4
unresolved
—
Vinca Soemantri
p.4
unresolved
—
Mentari
p.4
unresolved
—
Bani
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.