Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
Tanya Jawab Paparan Publik
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (“Perseroan”)
Tanggal 24 Juni 2024
Sesi 1:
• Media : Peta Jurnalis – Bapak Andi
1. Apakah ada pembagian dividen pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) yang
diselenggarakan tadi?
Jawab:
Dalam Prospektus Perseroan pada pencatatan perdana saham tanggal 7 Februari 2024, pada
bagian kebijakan dividen (halaman 173), Perseroan berencana untuk membagikan dividen kas
mulai tahun buku 2024, tentunya setelah menyisihkan cadangan wajib guna memenuhi ketentuan
Pasal 70 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan kebutuhan
ekspansi serta untuk operasional bisnis Perseroan yaitu terkait dengan penyisihan untuk Capex
(Belanja Modal) dan Opex (Operational Expenditure). Di dalam Prospektus, kami juga menyatakan
bahwa setelah memperhitungkan hal-hal tersebut, maka Perseroan dapat memberikan dividen
kas sebanyak-banyaknya 80% dari laba bersih Perseroan.
2. Apakah ada perubahan pada manajemen Perseroan?
Jawab:
Tidak terdapat pergantian Dewan Komisaris dan Direksi pada Keputusan RUPST Perseroan. Hal
tersebut juga dapat dilihat oleh rekan-rekan media dan masyarakat didalam Ringkasan Risalah
RUPST yang akan kami publikasikan H+2 setelah RUPST ini dilaksanakan melalui situs web
Perseroan dan situs web Bursa Efek Indonesia.
• Media : Bisnis Indonesia – Ibu Artha Adventy
1. Setelah Initial Public Offering (“IPO”) tanggal 7 Februari 2024, Perseroan berencana menambah
33 jenis kapal yang terdiri dari Tongkang Sungai dan Kapal Tunda (Tugboat). Sampai dengan
semester 1 ini, bagaimana perkembangan rencana penambahan kapal tersebut?
Jawab:
Penambahan aset masih inline dengan rencana Perseroan. Data jumlah kapal Perseroan yaitu
sebagai berikut:
- Data per 31 Desember 2023, Tongkang Sungai Perseroan berjumlah 40 unit. Sedangkan per
tanggal 24 Juni 2024, Tongkang Sungai Perseroan sudah beroperasi sebanyak 42 unit, dan ada
Tongkang Sungai baru sebanyak 8 unit yang sedang dalam proses pembangunan yang
diantaranya sebanyak 2 unit diperkirakan dalam beberapa minggu ke depan akan beroperasi
di wilayah operasional Perseroan. Selain itu, Perseroan juga telah menandatangani kontrak
untuk pembangunan 7 unit Tongkang Sungai baru dengan salah satu shipyard di Batam,
sehingga sampai dengan akhir tahun 2024, Perseroan berharap jumlah Tongkang Sungai
Perseroan akan menjadi 57 unit.
- Data per 31 Desember 2023, Kapal Tunda Perseroan berjumlah 40 unit. Sedangkan, per
tanggal 24 Juni 2024, Kapal Tunda Perseroan sudah beroperasi sebanyak 45 unit, dan ada 9
unit Kapal Tunda baru yang masih dalam proses pembangunan, dan kami berencana untuk
Page 2
membangun 16 unit Kapal Tunda baru selain yang disebutkan diatas, di tahun 2024 ini
Perseroan berharap jumlah Kapal Tunda Perseroan akan menjadi 70 unit.
2. Apa saja rencana realisasi dana IPO Perseroan?
Jawab:
Realisasi dari dana IPO telah terutilisasi sebesar 89,1%. Hal tersebut juga dapat dilihat oleh rekan-
rekan media dan masyarakat didalam Ringkasan Risalah RUPST yang akan kami publikasikan H+2
setelah RUPST ini dilaksanakan melalui situs web Perseroan dan situs web Bursa Efek Indonesia.
3. Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp2 triliun dan laba sebesar Rp900 miliar. Apakah
sampai semester 1 tahun 2024 ini masih inline dengan target Perseroan?
Jawab:
Manajemen Perseroan masih optimis dengan target pendapatan Perseroan, tetapi bisnis
pengangkutan batubara sifatnya unik. Pada saat musim kemarau, debit air menjadi rendah, kapal
tidak bisa mengangkut batubara secara optimal, karena bisa mengakibatkan kapal kandas.
Sedangkan bila musim hujan ekstrim, dapat menyebabkan air pasang dan baik untuk
pengangkutan batubara di sungai, namun produksi batubara bisa terkendala karena kondisi
tambang yang dapat mempengaruhi produksi batubara dan hauling dari lokasi penambangan ke
jetty yang terganggu karena hujan ekstrim. Di Q1 tahun 2024, oleh karena dampak dari perubahan
cuaca, batubara yang diangkut tidak berjalan sesuai dengan target Perseroan. Di Q2 kondisi sudah
membaik dan manajemen berharap kondisi ini terus terjaga sampai dengan Q4 tahun 2024.
Tentunya harapan manajemen target-target yang manajemen buat tahun lalu dapat tercapai.
4. Bagaimana prospek bisnis perkapalan terutama pengangkutan batubara sepanjang 2024? Dan
bagaimana pula prospek pengangkutan tambang selain batubara sepanjang 2024?
Jawab:
Kami memiliki kontrak Life of Mine dengan 2 pelanggan utama Perseroan, hal ini memberikan
dampak yang positif untuk Perseroan yaitu pendapatan yang berkelanjutan, sehingga pendapatan
dari pengangkutan batubara masih sangat baik. Di saat yang sama, Perseroan juga mulai
melakukan diversifikasi usaha ke komoditas lain yang bisa diangkut oleh kapal Perseroan (bauksit,
nikel, pasir besi, dan lain-lain). Kamipun telah melakukan diskusi dengan calon customer kami,
dan tentunya perkembangan potensi bisnis ini sangat tergantung dengan Rencana Anggaran Biaya
(RAB) dari calon customer kami tersebut dan pembicaran lebih lanjut, khususnya terkait dengan
aspek teknis dan komersial.
5. Sepanjang Q1 tahun 2024, pendapatan Perseroan mengalami peningkatan, tetapi laba yang
diatribusikan mengalami penurunan, apakah disebabkan oleh rugi selisih kurs? Dan untuk tahun
2024 ini, apakah Perseroan memiliki strategi khusus untuk mengatasi volatilitas Rupiah?
Jawab:
Di tahun 2023, Perseroan mengalami Forex Gain karena nilai mata uang Rupiah yang terapresiasi.
Tahun 2024 ini, Perseroan mengalami Forex Loss karena nilai mata uang Rupiah yang
terdepresiasi. Dengan Perseroan melakukan IPO, cukup memberikan dampak positif, dikarenakan
kami sudah membayar sekitar 70% hutang Perseroan (dalam mata uang Dolar Amerika Serikat) ke
OCP Asia Fund IV Pte. Ltd. Dan OCP Asia Fund V Pte. Ltd. (“OCP IV dan V”), sehingga dampak Forex
Loss Perseroan sudah lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk mengatasi
masalah kerugian kurs, saat ini Perseroan sedang melakukan proses re-financing sisa hutang ke
OCP IV dan V dengan salah satu bank lokal, sehingga hutang Perusahaan dalam mata uang asing
akan menjadi hutang dalam mata uang Rupiah dan exposure kerugian kurs akan hilang, tentunya
Page 3
kondisi ini juga matching dengan pendapatan Perseroan yang dalam mata uang Rupiah. Jadi untuk
kedepannya, tidak ada lagi dampak terhadap depresiasi nilai mata uang Rupiah dan antara
pendapatan dan pembiayaan sudah matching karena sama-sama dalam mata uang Rupiah.
Sesi 2:
• Media : Peta Jurnalis – Bapak Andi
1. Apakah Perseroan akan melakukan bisnis usaha jasa yang lain, selain pengangkutan Batubara
untuk kedepannya?
Jawab:
Sebagai perusahaan, tentunya manajemen Perseroan melihat suatu peluang usaha untuk
kedepannya, namun, sampai saat ini manajemen masih memfokuskan diri di bidang transporatsi
dan logistik pertambangan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan. Diversifikasi bisnis
Perseroan yang masih kami rencanakan, yaitu diversifikasi produk selain komoditas batubara
(nikel, bauksit, pasir besi, dan lain-lain. Sampai saat ini, manajemen Perseroan belum ada rencana
untuk melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan di bidang usaha lainnya.
***
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Artha Adventy
p.1
unresolved
org
OCP Asia Fund IV Pte. Ltd.
p.2
unresolved
org
OCP Asia Fund V Pte. Ltd.
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.