Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
HASIL PUBLIC EXPOSE
GPRA – Tahun buku 2023 No. 09/CORSEC-PGP/VI/2024
Paparan Publik Tahun Buku 31 Desember 2023 – PT. PERDANA GAPURAPRIMA, Tbk
Hari / Tanggal Jumat /21 Juni 2024
Waktu 10.20 – 11.30 WIB
Tempat/Lokasi Albergo Ballroom, The Bellezza Lantai 7, Jl. Letjen Soepeno No.34, Arteri Permata
Hijau, Jakarta Selatan
Peserta yang 1. Direksi – Manajemen Perseroan
hadir Meeting 2. Investor dan Wartawan
Risalah
Materi Presentasi Paparan Publik (Public Expose)
Pelaksanaan Public Expose PT Perdana Gapuraprima, Tbk. telah dilaksanakan pada hari Jumat
tanggal 21 Juni 2024 mulai jam 10.20 WIB, dengan presentasi tentang Hasil Kinerja tahun
buku 31 Desember 2023 yang meliputi :
✓ Sekilas Perseroan
✓ Tinjauan Industri
✓ Tinjauan Operasional
✓ Tinjauan Keuangan
✓ Strategi Bisnis 2024 & Rencana Pengembangan
Acara ini diselenggarakan secara Hybrid, yang dihadiri :
Offline = 17 tamu
Online = 17 peserta hadir via zoom meeting
Kegiatan ini merupakan implementasi dari Ketentuan Bursa Efek Indonesia No: I-E tentang
Kewajiban Penyampaian Informasi (Peraturan Pencatatan No.I-E keputusan Direksi Bursa
Efek Jakarta Nomor: Kep-00066/BEI/09-2022).
Materi Presentasi dibawakan oleh :
1. Arvin F Iskandar – Direktur Utama
2. Rudy Kurniawan – Direktur
3. A. Taufik Zaenal – Direktur
Tanya Jawab:
1. Bp. Arianto – Wartawan : dutanusantaramerdeka.com
https://www.dutanusantaramerdeka.com/2024/06/21-DNM-9571-perdana-gapuraprima-
tebar-deviden-rp5-tahun-buku-2023.html?m=1
Pertanyaan :
1) Pertama-tama saya ucapkan selamat kepada manajemen atas pencapaian hasil yg
luar biasa ini. Apakah Perseroan ada rencana corporate action ? Karena saham GPRA
kurang likuid di pasar.
Page 2
2) Dengan harga saham GPRA yg cukup murah (Rp.80,-), ada rencana untuk borong
sahamnya tidak (buyback)?
Jawaban :
Bp. Arvin F Iskandar (Direktur Utama) :
1) Puji syukur profit dan penjualan kami bagus, namun kenapa harga saham masih agak
stagnan? Sebenarnya kondisi ini tidak hanya dialami GPRA saja, melainkan secara
keseluruhan di sektor Properti, semenjak masa pandemi, pasca pandemi, dan sampai
saat ini perkembangan saham dan bisnis dari sektor Properti memang agak lambat.
Namun kami tetap optimis dengan ”growth” yang kami punya, agar saham kami bisa
lebih likuid. Untuk supaya likuid, kami serahkan kepada market.
Saat ini kami masih belum ada rencana corporate action. Namun dengan melihat
fundamental kami yang sangat baik (dapat dilihat pada laporan keuangan), kami
serahkan pada market. Kami harapkan pastinya laporan keuangan kami akan terus
dapat bergerak ke arah yang lebih baik, saham kami bisa lebih likuid, dan market bisa
menyerap lebih banyak.
2) Kita lihat dari rasio, saat ini harga saham kami sudah murah, dan dari hasil RUPST tadi
pagi, telah diputuskan akan memberikan dividen sebesar Rp.5,-, sehingga ini adalah
waktunya kita untuk memborong saham GPRA.
2. Ibu Vina – Media : Kontan
https://industri.kontan.co.id/news/siapkan-capex-rp-300-miliar-perdana-gapuraprima-
gpra-kembangkan-proyek-baru
https://investasi.kontan.co.id/news/perdana-gapuraprima-gpra-akan-tebar-dividen-tunai-
rp-5-per-saham#google_vignette
Pertanyaan :
1) GPRA catatkan pertumbuhan positif di kuartal I-2024, baik pendapatan maupun laba
meningkat dari tahun sebelumnya. Apa saja faktor pendorong kinerja di Q1?
Ditopang oleh proyek mana saja?
2) Dari sisi marketing sales, berapa nilai yang sudah didapat sampai saat ini? Lalu
targetnya sampai akhir tahun seperti apa?
3) Apakah ada rencana merilis proyek baru? Seperti apa rencana dan progresnya?
4) Dari sisi capex, berapa yang dianggarkan tahun ini? Lalu serapannya sudah berapa %
dan digunakan untuk apa saja?
5) Lalu, bagaimana proyeksi kinerja keuangan di sisa tahun ini? Berapa nilai penjualan
dan laba akhir yang ingin dicapai?
Jawaban :
Bp. Arvin F. Iskandar (Direktur Utama GPRA) :
1) Seperti yang telah dipaparkan, bisa dilihat bahwa kenaikan Q1 sudah cukup bagus
(baik sales, maupun income yang bergerak naik/positif per Q1 dari tahun-tahun
sebelumnya), sehingga kita tetap fokus di landed residential. Mengingat landed
residential memberikan kontribusi yang besar, dengan menghasilkan ±60% dari total
Page 3
penjualan kami. Selanjutnya di tahun 2023 juga, dimana pandemi sudah hamper
tidak ada, menjadikan trend bisnis hospitality kami juga bergerak ke arah yang positif
(lebih baik), dengan menghasilkan recurring income sebesar hampir 40% dari total
sales.
2) Dari sisi marketing sales kami di Q1-2024 ini sudah mencapai sekitar ±Rp.200Milyar.
3) Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya oleh Bp. Rudy Kurniawan, bahwa fokus
kami di landed residential, yang salah satunya di proyek baru kami :
i. Perumahan Puri Semanan, yang berlokasi di tengah Jakarta, yaitu di Jakarta
Barat, dekat dari Puri Indah dan Puri Outer Ring-road, dengan diberikan
harga yang cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp.600Juta/unit rumah.
ii. Perumahan The Botanica Signature, yang berlokasi di daerah elit di kota
Bogor (persisnya di depan Universitas Pakuan Bogor). Disini ada Ruko dan
Rumah. Kami yakin dan optimis, kami bisa menghabiskan sampai akhir tahun.
Selain Landed residential, di sekitaran ± bulan Juli 2024 mendatang, kami juga akan
segera buka Grand Suites Service Apartment di MT Haryono Jakarta Selatan. Hal ini
yang akan menopang bisnis hospitality kami, yang tidak hanya dari penjualan/sales
saja.
4) Untuk Capex lebih kurang untuk Pengembangan, Existing Project dan pengembangan
land bank, kami anggarkan sebesar ±Rp.300Milyar di tahun 2024. Nilai tersebut kami
gunakan untuk di Existing Project (kami terus membuka cluster-cluster baru),
pengembangan proyek baru, dan bisnis hospitality (service apartment).
5) Kalau dari sisi akunting, kami menargetkan kenaikan 10% dari tahun 2023. Jadi yang
di tahun 2023 sebesar Rp.459Milyar, diharapkan bisa mendapatkan Rp.500Milyar di
tahun 2024. Angka ini bukan dari sisi marketing sales ya, kalau dari sisi marketing
sales pastinya nilainya lebih besar.
Laba pun juga demikian, kami mengharapkan di tahun 2024 ini kami bisa
mendapatkan di angka lebih dari Rp.100Milyar.
3. Bp. Syarief – Wartawan
Pertanyaan :
1) Wilayah pemasaran yang potensial dimana saja?
2) Apakah ada kendala-kendala perijinan di proyek-proyek baru ?
Jawaban :
Bp. Rudy Kurniawan (Direktur GPRA) :
1) Sebelum kami melakukan suatu proyek, kita telah melakukan market research untuk
produk-produk yang akan kami kembangkan dan pasarkan. Untuk
pemasaran/marketing, saat ini kita semua pastinya sudah menggunakan teknologi,
dimana dengan adanya media sosial dan digital marketing tentunya sudah
merambah tidak hanya di wilayah nasional saja, walaupun dalam hal ini kita juga
tidak meninggalkan cara-cara marketing konvensional, contohnya seperti pameran.
Kami selalu mengutamakan kepuasan pelanggan, dan kami menjaga kepuasan
pelanggan-pelanggan kami, sehingga ini menjadikan salah satu cara marketing kami.
Dimana mereka menjadi salah satu pasar yang terbaik, karena mereka ada yang
dua/tiga kali repeat order (tentunya dengan penawaran menarik).
Bp. A. Taufik Zaenal (Direktur GPRA)
2) Kendala pasti ada. Seperti adanya proses perijinan yang mengalami transisi terhadap
perubahan peraturan. Dimana peraturan yang dulu sudah berbeda dengan saat ini,
setelah terbitnya peraturan Undang-undang Cipta Kerja. Proses perijinan yang
berbeda, baik dari pola awal atau urutannya, maupun juga dengan sistemnya, seperti
salah satunya system OSS. Khususnya di beberapa daerah, malah dari pihak Dinas
terkait masih mencari polanya tersebut. Kita berharap semakin ke depan, seharusnya
pola ini bisa menjawab permasalahan yang lalu. Sebagai contoh OSS nya 2 minggu
selesai, tapi proses sebelum OSS nya yang mungkin perlu komunikasi baik dengan REI
Page 4
maupun dengan dinas terkait untuk membuat proses ini bisa lebih cepat. Karena
kalau sekarang dihitung, ya seperti dulu lagi. Padahal misi Pemerintah sebetulnya
ingin mendapatkan proses perijinan yang lebih cepat.
4. Bp. Edo Rusyanto – Media : Investor Daily
https://investor.id/business/364835/insentif-ppn-dtp-sumbang-70-penjualan-gapuraprima
Pertanyaan :
1) Apa strategi Perseroan dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap
Dollar AS saat ini?
2) Bisa digambarkan berapa besar kontribusi penjualan GPRA yang memanfaatkan PPN
DTP pada 2023 dan 2024? Dan apakah GPRA ingin PPN DTP diperpanjang pada 2025?
Jawaban :
Bp. Arvin F. Iskandar (Direktur Utama GPRA) :
1) Kita tidak bisa kontrol fluktuasi Rupiah, sehingga dalam menghadapi fluktuasi
tersebut maka kami mencoba memakai produk-produk lokal (dalam negeri) lebih
banyak. Sehingga fluktuasi Rupiah terhadap Dollar AS untuk harga-harga material
yang kami butuhkan dalam membangun tidak terlalu naik turun harganya. Namun
kami juga prepare untuk barang-barang impor yang kira-kira membuat raw material
kami ini naik, maka kami akan lakukan pembayaran Down Payment terlebih dahulu,
sehingga kami bisa tutup harganya. Itu yang kami lakukan dan juga terhadap para
supplier dan kontraktor kami.
2) Kami berterima kasih terhadap program free PPN ini, khususnya untuk landed
residential program ini membantu, karena sekitar ±70% penjualan rumah
menggunakan program PPN DTP ini. Kami harapkan program ini tidak di diskon 50%
(di periode bulan Juli s/d Desember 2024). Kami meminta bantuan media juga, untuk
menyampaikan bahwa kami para developer menginginkan program Free PPN 100%
ini diperpanjang (tetap dijalankan/dilanjutkan). Mengingat angka backlog
perumahan di Indonesia masih 10Jt, yang mana masyarakat masih sangat
membutuhkan rumah, kami para Developer sangat berharap di era pemerintahan
Presiden yang baru ini untuk lebih men”support” masyarakat yang ingin memilki
rumah.
5. Bp. Maulana Azis – Investor
Pertanyaan :
Kenapa setiap tahun ada beberapa kuartal OCF (Operating Cash Flow) GPRA yang suka
minus? Dan biasanya untuk menambal OCF yang minus itu pinjam ke bank. Bagaimana Solusi
ke depannya agar OCF ini setiap kuartal dapat positif terus?
Jawaban :
Bp. Arvin F. Iskandar (Direktur Utama) :
Untuk Operating Cash Flow, adalah hal yang biasa bagi pelaku usaha properti memerlukan
loan dari Bank, dan kami saat ini ada konsolidasi loan dengan Bank Mandiri dalam rangka
pengembangan.
Page 5
Dokumentasi
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Arianto
p.1
unresolved
person
Arvin F Iskandar
p.2 ×4
unresolved
person
Vina
p.2
unresolved
person
Syarief
p.3
unresolved
person
A. Taufik Zaenal
p.3
unresolved
person
Edo Rusyanto
p.4
unresolved
person
Maulana Azis
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.