Skip to content
Back to announcement

20240626_SGRO_Laporan Informasi dan Fakta Material_31675334_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review SGRO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 218

Page 1
KETERBUKAAN INFORMASI   KETERBUKAAN INFORMASI INI DIBUAT DALAM RANGKA MEMENUHI PERATURAN
                        OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 42/POJK.04/2020 TANGGAL 2 JULI 2020 TENTANG
                        TRANSAKSI AFILIASI DAN TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN (“POJK 42/2020”).

                        DIREKSI PERSEROAN BAIK SECARA SENDIRI-SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA
                        MENYATAKAN BAHWA TRANSAKSI AFILIASI INI TELAH MELALUI PROSEDUR YANG
                        MEMADAI UNTUK MEMASTIKAN BAHWA TRANSAKSI AFILIASI DILAKSANAKAN SESUAI
                        DENGAN PRAKTIK BISNIS YANG BERLAKU UMUM.




                                                       PT Sampoerna Agro Tbk
                                        Berkedudukan di Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia

                                                        Kegiatan Usaha Utama:
                              Bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit dan pabrik minyak kelapa sawit

                                       Kantor Pusat:                    Kantor Perwakilan Perseroan
                                  Jl. Basuki Rahmat 788              Sampoerna Strategic Square, North
                           Palembang, Sumatera Selatan, 30128,                Tower, Lantai 28/F
                                         Indonesia                     Jln. Jenderal Sudirman Kav.45,
                            Website: www.sampoernaagro.com                      Jakarta 12930
                                                                                  Indonesia
                                                                          Telepon: +6221 5771711




                        JIKA ANDA MENGALAMI KESULITAN UNTUK MEMAHAMI INFORMASI SEBAGAIMANA
                        TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI, SEBAIKNYA ANDA BERKONSULTASI
                        DENGAN PERANTARA PEDAGANG EFEK, MANAJER INVESTASI, PENASIHAT HUKUM,
                        AKUNTAN PUBLIK ATAU PENASIHAT PROFESIONAL LAINNYA.

                        DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN BAIK SECARA SENDIRI-SENDIRI MAUPUN
                        BERSAMA-SAMA BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KELENGKAPAN DAN
                        KEBENARAN SELURUH INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL YANG DIMUAT DALAM
                        KETERBUKAAN INFORMASI INI DAN MENEGASKAN BAHWA INFORMASI YANG
                        DIKEMUKAKAN DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI ADALAH BENAR DAN TIDAK ADA
                        FAKTA MATERIAL YANG TIDAK DIKEMUKAKAN YANG DAPAT MENYEBABKAN INFORMASI
                        MATERIAL DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI MENJADI TIDAK BENAR DAN/ATAU
                        MENYESATKAN.

                        DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN BAIK SECARA SENDIRI MAUPUN BERSAMA-
                        SAMA MENYATAKAN BAHWA TRANSAKSI INI TIDAK MENGANDUNG BENTURAN
                        KEPENTINGAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM POJK 42/2020.

                                 Keterbukaan Informasi ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 26 Juni 2024
                                                             Direksi Perseroan
Page 2
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI                                                      Hlm.
I.   PENDAHULUAN                                                2
II. PENJELASAN, PERTIMBANGAN, ALASAN, DAN MANFAAT TRANSAKSI     3
     AFILIASI
III. URAIAN MENGENAI TRANSAKSI AFILIASI                         4
     A. TANGGAL TRANSAKSI AFILIASI                              4
     B. OBJEK TRANSAKSI AFILIASI                                4
     C. NILAI TRANSAKSI AFILIASI                                4
     D. PIHAK YANG MELAKUKAN TRANSAKSI AFILIASI                 4
     E. SIFAT HUBUNGAN AFILIASI DARI PIHAK YANG MELAKUKAN       11
          TRANSAKSI AFILIASI
IV. DAMPAK DILAKUKANNYA TRANSAKSI AFILIASI TERHADAP PERSEROAN   12
V. RINGKASAN LAPORAN PENILAIAN MENGENAI KEWAJARAN TRANSAKSI     13
     AFILIASI
     A. IDENTITAS PENILAI                                       13
     B. RINGKASAN LAPORAN PENILAIAN 100% SAHAM HKI              13
          1. PIHAK YANG MELAKUKAN TRANSAKSI AFILIASI            13
          2. OBJEK PENILAIAN                                    13
          3. TUJUAN PENILAIAN                                   13
          4. ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS                        13
          5. PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN                    15
          6. KESIMPULAN NILAI                                   16
     C. RINGKASAN LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN                    17
          1. PIHAK YANG MELAKUKAN TRANSAKSI AFILIASI            17
          2. OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN                 17
          3. TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN                          17
          4. ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS                        18
          5. PENDEKATAN DAN METODE PENDAPAT KEWAJARAN           20
          6. PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI AFILIASI         20
VI. INFORMASI TAMBAHAN                                          21




                                                                       i
Page 3
                                          PENDAHULUAN

Keterbukaan Informasi ini dibuat sehubungan dengan PT Sungai Menang (selanjutnya disebut “SM”) dan
Aquarius Plantations Pte. Ltd (selanjutnya disebut “AP”) pada tanggal 24 Juni 2024 telah menandatangani
Keputusan Sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Hutan Ketapang Industri
(selanjutnya disebut “KSPR”), dimana PT Hutan Ketapang Industri (selanjutnya disebut “HKI”) telah
melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 341.990 (Tiga Ratus Empat
Puluh Satu Ribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh) lembar saham, dengan nilai nominal sebesar
Rp1.000.000 (Satu Juta Rupiah) per lembar, dengan nilai sebesar Rp1.094.368.000.000 (Satu Triliun
Sembilan Puluh Empat Miliar Tiga Ratus Enam Puluh Delapan Juta Rupiah) yang seluruhnya telah
diambil bagian dan disetor penuh oleh SM dan AP, dengan rincian sebagai berikut:
• SM, entitas anak PT Sampoerna Agro Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) dengan kepemilikan
     sebesar 99,99% pada tanggal 31 Desember 2023, telah melakukan pengambilalihan atas 273.592
     (Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Sembilan Puluh Dua) lembar saham dari seluruh
     saham baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam HKI dengan nilai nominal sebesar
     Rp1.000.000 (Satu Juta Rupiah) per lembar, dengan nilai transaksi sebesar Rp875.494.400.000
     (Delapan Ratus Tujuh Puluh Lima Miliar Empat Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Empat Ratus Ribu
     Rupiah) (selanjutnya disebut “Transaksi SM”);
• AP telah melakukan pengambilalihan atas 68.398 (Enam Puluh Delapan Ribu Tiga Ratus Sembilan
     Puluh Delapan) lembar saham dari seluruh saham baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh
     dalam HKI dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000 (Satu Juta Rupiah) per lembar, dengan nilai
     transaksi sebesar Rp218.873.600.000 Dua Ratus Delapan Belas Miliar Delapan Ratus Tujuh Puluh
     Tiga Juta Enam Ratus Ribu Rupiah), dengan melakukan konversi atas sebagian utang pihak berelasi
     HKI kepada AP (selanjutnya disebut “Transaksi AP”).
Transaksi SM dan Transaksi AP dengan keseluruhan nilai transaksi sebesar Rp1.094.368.000.000 (Satu
Triliun Sembilan Puluh Empat Miliar Tiga Ratus Enam Puluh Delapan Juta Rupiah) merupakan satu
kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Transaksi”.
Transaksi SM (disebut juga sebagai “Transaksi Penambahan Modal”) merupakan suatu Transaksi Afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020 karena transaksi ini dilakukan oleh SM sebagai Perusahaan
Terkendali dengan HKI sebagai perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Perusahaan Terkendali.
Setelah dilakukan penelaahan secara saksama dan sesuai dengan laporan kewajaran transaksi yang
dibuat oleh KJPP Kusnanto & Rekan sehubungan dengan pemenuhan ketentuan POJK 42/2020:
1. Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menyatakan bahwa Transaksi Penambahan Modal
   merupakan suatu Transaksi Afiliasi yang tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana
   dimaksud dalam POJK 42/2020;
2. Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menyatakan bahwa semua informasi material telah
   diungkapkan di dalam Keterbukaan Informasi ini dan informasi tersebut tidak menyesatkan; dan
3. Direksi Perseroan menyatakan bahwa Transaksi Afiliasi ini telah melalui prosedur yang memadai dan
   memastikan bahwa Transaksi Afiliasi dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum.

Direksi mengumumkan Keterbukaan Informasi ini untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
                                                                                                     2
Page 4
         PENJELASAN, PERTIMBANGAN, ALASAN, DAN MANFAAT TRANSAKSI AFILIASI



HKI adalah perusahaan afiliasi Perseroan yang telah mendapatkan sertifikasi dari Forest Stewardship
Council (“FSC”), dan mulai berproduksi pada tahun 2022 (production stage).

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dari komoditas industri selain
produk kelapa sawit, Perseroan senantiasa mendukung pertumbuhan industri karet alam melalui HKI,
sebagai entitas anak yang memiliki areal IUPHHK-HTI yang cukup luas. Dalam melakukan
pengembangan usahanya, HKI memerlukan dukungan pendanaan dari pemegang sahamnya untuk dapat
mengembangkan tanaman karet yang belum menghasilkan. Dengan demikian, selama beberapa tahun,
Perseroan dan AP telah memberikan pinjaman kepada HKI, yang pada tanggal 31 Desember 2023, HKI
memiliki utang pihak berelasi kepada Perseroan dan AP masing-masing sebesar Rp1.292.380.000 dan
Rp345.090.000.000.

Walaupun pada tahun 2022, HKI mulai membukukan penjualan karet, namun Perseroan dan AP
memandang perlu mendukung peningkatan kinerja keuangan HKI, khususnya struktur permodalan
(capital structure) HKI dengan menurunkan liabilitas dan meningkatkan ekuitas. Dengan demikian,
Perseroan dan AP melakukan Transaksi.

Kendati Transaksi Penambahan Modal merupakan Transaksi Afiliasi, namun dilakukan sesuai dengan
praktik bisnis yang berlaku umum dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang wajar (arm’s
length basis) sebagaimana halnya jika dilakukan dengan pihak ketiga. Hal tersebut sejalan dengan
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penambahan Modal Nomor 00083/2.0162-00/BS/01/0153/1/VI/2024
Tanggal 24 Juni 2024 yang dibuat oleh KJPP Kusnanto & Rekan yang berpendapat bawah Transaksi
Penambahan Modal adalah wajar.




                                                                                                  3
Page 5
                            URAIAN MENGENAI TRANSAKSI AFILIASI




A. TANGGAL TRANSAKSI AFILIASI

     Transaksi Afiliasi ini terjadi pada tanggal 24 Juni 2024, saat KSPR HKI ditandatangani oleh SM dan
     AP.

B.   OBJEK TRANSAKSI AFILIASI

     Objek Transaksi Afiliasi adalah pengambilalihan atas 273.592 (Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Ribu
     Lima Ratus Sembilan Puluh Dua) lembar saham oleh SM dari seluruh saham baru yang telah
     ditempatkan dan disetor penuh dalam HKI dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000 (Satu Juta
     Rupiah) per lembar, dengan nilai transaksi sebesar Rp875.494.400.000 (Delapan Ratus Tujuh Puluh
     Lima Miliar Empat Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Empat Ratus Ribu Rupiah).

C. NILAI TRANSAKSI AFILIASI

     Nilai Transaksi Afiliasi yang berupa Transaksi Penambahan Modal oleh SM di HKI adalah sebesar
     Rp875.494.400.000 (Delapan Ratus Tujuh Puluh Lima Miliar Empat Ratus Sembilan Puluh Empat
     Juta Empat Ratus Ribu Rupiah).

     Atas penambahan penyertaan modal sebesar Rp875.494.400.000 (Delapan Ratus Tujuh Puluh Lima
     Miliar Empat Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Empat Ratus Ribu Rupiah) maka SM akan menerima
     saham tambahan sebanyak 273.592 (Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Sembilan Puluh
     Dua) lembar saham dengan total nilai Rp273.592.000.000 (Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Miliar Lima
     Ratus Sembilan Puluh Dua Juta Rupiah) dan sisanya dicatat sebagai agio saham.

     Selain SM, AP sebagai pemegang saham HKI juga melakukan penambahan modal sebesar
     Rp218.873.600.000 (Dua Ratus Delapan Belas Miliar Delapan Ratus Tujuh Puluh Tiga Juta Enam
     Ratus Ribu Rupiah) melalui konversi pinjaman pemegang saham menjadi saham tambahan
     sebanyak 68.398 (Enam Puluh Delapan Ribu Tiga Ratus Sembilan Puluh Delapan) lembar saham
     dengan total nilai nominal Rp68.398.000.000 (Enam Puluh Delapan Miliar Tiga Ratus Sembilan
     Puluh Delapan Juta Rupiah) dan sisanya dicatat sebagai agio saham.

     Dengan demikian, setelah dilakukannya penambahan modal tersebut persentase kepemilikan
     saham dari SM dan AP di HKI tetap sama seperti sebelum dilakukannya penambahan modal.

D. PIHAK YANG MELAKUKAN TRANSAKSI AFILIASI

     SM sebagai pemegang saham mayoritas HKI yang menyanggupi untuk mengambil saham-saham
     baru yang akan dikeluarkan oleh HKI.
                                                                                                      4
Page 6
Riwayat Singkat

SM berkedudukan di Palembang, didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas Nomor
9 tanggal 7 Juni 1993, dibuat dihadapan Tina Chandra Gerung, S.H., Notaris di Palembang, yang
telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
Nomor tanggal 13 Februari 2013 dan didaftarkan dalam Buku Daftar untuk itu di Kepaniteraan
Pengadilan Negeri Palembang No. 44/1994/PT serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia Nomor 60 tanggal 29 Juli 1994 Tambahan Nomor 4847.

Anggaran Dasar SM telah diubah dan disesuaikan dengan UUPT Tahun 2007 sebagaimana
tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Nomor 130 tanggal 16 Mei 2008,
dibuat dihadapan Sutjipto, S.H Notaris di Jakarta Selatan yang telah mendapatkan persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusannya No. AHU-
47580.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 4 Agustus 2008 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan
No.AHU-0066692.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 4 Agustus 2008 serta diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia Nomor 94 tanggal 21 November 2008. Anggaran Dasar SM terakhir
adalah sebagaimana Nomor 130 tanggal 16 Mei 2008 tersebut junctis: Akta Pernyataan Keputusan
Pemegang Saham Nomor 38 tanggal 30 Desember 2016, dibuat dihadapan Liestiani Wang, S.H.,
M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia dengan Surat Keputusannya Nomor AHU-AH.01.03-0021447 tanggal 18 Januari
2017; diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana ternyata dalam
Surat    Penerimaan       Pemberitahuan      Perubahan     Anggaran     Dasar    Nomor      AHU-
0001299.AH.01.02.Tahun 2017 tanggal 18 Januari 2017; dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan
Nomor AHU-0006623.AH.01.11.Tahun 2017 tanggal 18 Januari 2017; Akta Pernyataan Keputusan
Pemegang Saham Nomor 54 tanggal 27 Desember 2018 dibuat dihadapan Liestiani Wang, S.H.,
M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
Nomor AHU-AH.01.03-0280884 tanggal 28 Desember 2018 dan didaftarkan dalam Daftar
Perseroan Nomor AHU-0178012.AH.01.11.Tahun 2018 tanggal 28 Desember 2018; Akta
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perubahan Anggaran Dasar Nomor 87 tanggal 14
November 2019, dibuat dihadapan Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan,yang
telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat
Keputusannya Nomor AHU-0100038.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 30 November 2019 dan
didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-0231500.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 30
November 2019; Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Nomor 64 tanggal 20 Desember
2019, dibuat di hadapan Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan yang telah
mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusannya
Nomor AHU-0110103.AH.01.02 Tahun 2019 tanggal 31 Desember 2019; dan telah didaftarkan
dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-0253184.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 31 Desember 2019;
Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Nomor 58 tanggal 29 Desember 2020, dibuat
dihadapan Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan yang telah diberitahukan kepada
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Nomor AHU-AH.01.03-0425899 tanggal 30 Desember
                                                                                                5
Page 7
2020 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-0221573.AH.01.11.Tahun 2020 tanggal
30 Desember 2020; Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Nomor 63 tanggal 27 Desember
2021, dibuat dihadapan Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan yang telah
diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana ternyata dalam Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Nomor AHU-AH.01.03-0493406 tanggal
29 Desember 2021 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-
0233531.AH.01.11.Tahun 2021 tanggal 29 Desember 2021; Akta Pernyataan Keputusan Pemegang
Saham Nomor 69 tanggal 27 Desember 2022, dibuat dihadapan Notaris Alifia Annisaa, SH, M.Kn.,
Notaris Pengganti dari Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan yang telah
mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusannya
No. AHU-0130928.AH.01.02 Tahun 2022 tanggal 30 Desember 2022 serta diberitahukan kepada
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Nomor AHU-AH.01.03-0497768 tanggal 30 Desember
2022 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-0264648.AH.01.11.Tahun 2022 tanggal
30 Desember 2022 dan Akta Nomor 68 tanggal 27 Desember 2023 (“Akta SM Nomor 68/2023”)
yang dibuat di hadapan Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn, notaris di Jakarta Selatan yang telah
memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Persetujuan
Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas No. AHU-0081945.AH.01.02.TAHUN 2023 dan
diterima berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-
AH.01.03-0164379 masing-masing tanggal 28 Desember 2023 dan didaftarkan dalam Daftar
Perseroan Nomor AHU-0263912.AH.01.11.TAHUN 2023 tanggal 28 Desember 2023.

SM menjalankan usaha di bidang aktivitas konsultasi manajemen. SM berkantor pusat di Jalan
Basuki Rahmat 788, Palembang, Sumatera Selatan 30128, Indonesia.

Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta SM Nomor 68/2023, susunan struktur permodalan dan susunan pemegang saham
SM adalah sebagai berikut:

   Permodalan                                     Nilai Nominal Rp1.000.000 per saham
                                                  Jumlah Saham       Nilai Nominal (Rp)       %
   Modal Dasar                                        2.400.000 2.400.000.000.000,00
   Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
       PT Sampoerna Agro Tbk                          2.305.298   2.305.298.000.000,00     99,99
       PT Vata Surya Nirvana                                  2           2.000.000,00      0,01
   Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor               2.305.300   2.305.300.000.000,00     100,0
   Penuh
   Saham dalam Portepel                                 823.200     823.200.000.000,00




                                                                                               6
Page 8
Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Sungai Menang Nomor 43 tanggal
25 November 2021, dibuat di hadapan Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, yang
telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan Nomor
AHU-AH.01.03-0478739 tanggal 29 November 2021 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan
Nomor AHU-0209633.AH.01.11.Tahun 2021 tanggal 29 November 2021, susunan anggota Dewan
Komisaris dan Direksi SM adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris                   :     Eka Dharmajanto Kasih

Direksi
Direktur Utama              :     Eris Ariaman
Direktur                    :     Arief

HKI sebagai pihak yang akan mengeluarkan saham-saham baru

Riwayat Singkat

HKI adalah perseroan terbatas yang didirikan di Republik Indonesia berdasarkan Akta Notaris Aulia
Taufani, S.H., pengganti Notaris Sutjipto S.H., Nomor 37, tanggal 3 Maret 2011. Akta pendirian ini
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tanggal 19 April 2011 dalam Surat
Keputusannya No. AHU-19501.AH.01.01.Tahun 2011 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan
Nomor AHU-0031119.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 19 April 2011. Anggaran Dasar HKI telah
mengalami beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir sebagaimana tercantum dalam
Akta Notaris Liestiani Wang, SH, M.Kn, Nomor 2 tanggal 6 Juli 2023, yang telah mendapatkan
persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata
dalam Surat Keputusannya No. AHU-0041837.AH.01.02.TAHUN 2023 pada tanggal 21 Juli 2023
dan telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-
AH.01.03-0094693 pada tanggal 21 Juli 2023 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No.
AHU-0137969.AH.01.11 Tahun 2023 pada tanggal 21 Juli 2023.

HKI bergerak di bidang usaha hutan tanaman industri (HTI) karet yang area konsesinya berlokasi di
Kalimantan Barat yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. HKI berkantor pusat di
Sampoerna Strategic Square, North Tower Lantai 28, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 45-46, Karet,
Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Akta Notaris Liestiani Wang, SH, M.Kn, Nomor 2 tanggal 6 Juli 2023, yang telah mendapatkan
persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata
                                                                                                7
Page 9
dalam Surat Keputusannya No. AHU-0041837.AH.01.02.TAHUN 2023 pada tanggal 21 Juli 2023
dan telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-
AH.01.03-0094693 pada tanggal 21 Juli 2023 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No.
AHU-0137969.AH.01.11 Tahun 2023 pada tanggal 21 Juli 2023, struktur permodalan dan susunan
pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

                                            Nilai Nominal Rp1.000.000,- (satu juta Rupiah)
            Permodalan                                       per Saham
                                                Saham                          Rupiah
     Modal Dasar                                     2.000.000             2.000.000.000.000
     Modal Ditempatkan                                 720.665               720.665.000.000
     Modal Disetor                                     720.665               720.665.000.000
     Sisa Saham Dalam                                  312.500               312.500.000.000
         Portepel

                                            Nilai Nominal Rp1.000.000 (satu juta Rupiah)
         Pemegang Saham                                     per Saham
                                            Saham                 Rupiah                 %
 PT Sungai Menang                              576.543       576.543.000.000           80,00
 Aquarius Plantations Pte. Ltd                 144.122       144.122.000.000           20,00
                Total                          720.665       720.665.000.000          100,00

Pengurusan dan Pengawasan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Hutan Ketapang Industri Nomor 16
tanggal 27 Juni 2023, dibuat di hadapan Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan,
yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan Nomor
AHU-AH.01.09-0132749 tanggal 27 Juni 2023 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor
AHU-0121470.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 27 Juni 2023, susunan anggota Dewan Komisaris dan
Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama                 :    Eka Dharmajanto Kasih
Komisaris                       :    Dwi Asmono
Komisaris                       :    Heri Harjanto
Komisaris                       :    Geoffrey Mathew Kin Ying Seeto
Komisaris                       :    Paul Ralph Speed

Direksi
Direktur Utama              :       Hero Djajakusumah
Direktur                    :       Arief
                                                                                               8
Page 10
Informasi tentang Perseroan sebagai pemegang saham mayoritas SM dan (secara tidak langsung)
HKI

Riwayat Singkat

PT Sampoerna Agro Tbk (“Perseroan”) adalah perseroan terbatas yang didirikan di Republik
Indonesia berdasarkan Akta Notaris Tina Chandra Gerung, S.H., No. 8 tanggal 7 Juni 1993 dengan
nama PT Selapan Jaya. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan
Nomor C2-1840.HT.01.01.TH.94 tanggal 4 Februari 1994, serta diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 60, Tambahan Nomor 4842 tanggal 29 Juli 1994.

Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, yang antara lain sebagaimana
dimuat dalam Akta Notaris Sutjipto, S.H., Nomor 265 tanggal 27 Juni 2008 mengenai perubahan
Anggaran Dasar dalam rangka menyesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan Nomor AHU-76222.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal 21
Oktober 2008 dan terakhir kali diubah sebagaimana termuat dalam Akta Notaris Liestiani Wang,
S.H., M.Kn. Nomor 22 tanggal 18 Januari 2022 mengenai perubahan ketentuan anggaran dasar
dalam rangka penyesuaian dengan peraturan-peraturan OJK dan perubahan ketentuan lainnya.
Perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam
Surat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Nomor AHU-
0020056.AH.01.02.TAHUN 2022 tanggal 22 Maret 2022 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan
Nomor AHU-0055196.AH.01.11.Tahun 2022 tanggal 22 Maret 2022.

Perseroan beroperasi secara komersial sejak bulan November 1998 dengan kantor pusatnya
berlokasi di Jalan Basuki Rahmat Nomor 788, Palembang, Sumatera Selatan.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Perseroan menyelenggarakan usaha dalam bidang
perkebunan, perindustrian, dan perdagangan.
Bidang usaha yang Perseroan jalankan adalah:

Usaha utama di bidang perkebunan buah kelapa sawit dan industri minyak mentah kelapa sawit
(CPO), industri minyak mentah inti kelapa sawit (CPKO) dan perdagangan besar buah yang
mengandung minyak.

Usaha penunjang untuk mengoptimalisasi sumber daya Perseroan, antara lain pemanfaatan sisa
hasil pengolahan pabrik kelapa sawit dan/atau produk turunannya, seperti usaha sumber energi
terbarukan menggunakan limbah hasil pengolahan, berikut pengolahan dan perdagangannya.

Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta Nomor 22 tanggal 18 Januari 2022 Juncto Daftar Pemegang Saham tanggal 31
Mei 2024, yang dikeluarkan oleh PT Datindo Entrycom selaku Biro Administrasi Efek Perseroan,
struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut :
                                                                                              9
Page 11
                                            Nilai Nominal Rp200,00 (dua ratus Rupiah)
            Permodalan                                     per Saham
                                              Saham                         Rupiah
     Modal Dasar                               5.500.000.000         1.100.000.000.000,00
     Modal Ditempatkan                         1.818.622.000           363.724.400.000,00
     Modal Disetor                             1.818.622.000           363.724.400.000,00
     Sisa Saham Dalam                          3.681.378.000           736.275.600.000,00
           Portepel

                                            Nilai Nominal Rp200,00 (dua ratus Rupiah)
         Pemegang Saham                                    per Saham
                                         Saham                   Rupiah                %
 Sampoerna Agri Resources            1.267.217.500         253.443.500.000,00         69,68
 Pte.Ltd
 Masyarakat (dengan                    551.404.500          110.280.900.000,00         30,32
 kepemilikan dibawah 5%)
      Total                          1.818.622.000          363.724.400.000,00       100,00

Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 38 tanggal 29 Mei 2024, dibuat di hadapan
Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah diberitahukan kepada Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No.AHU-AH.01.09-0207625 tanggal 29 Mei 2024 dan
didaftarkan dalam Daftar Perseroan No.AHU-0104371.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 29 Mei
2024, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama                :      Eka Dharmajanto Kasih
Komisaris Independen           :      R.B. Permana Agung Dradjattun
Komisaris Independen           :      Saud Usman Nasution

Direksi
Direktur Utama                  :     Budi Setiawan Halim
Direktur                        :     Dwi Asmono
Direktur                        :     Hero Djajakusumah
Direktur                        :     Lim King Hui
Direktur                        :     Parluhutan Sitohang
Direktur                        :     Heri Harjanto
Direktur                        :     Eris Ariaman



                                                                                               10
Page 12
E.   SIFAT HUBUNGAN AFILIASI DARI PIHAK YANG MELAKUKAN TRANSAKSI AFILIASI

     Hubungan Afiliasi Karena Kepemilikan Saham

     Berdasarkan hubungan kepemilikan saham, SM dan HKI berturut-turut adalah Perusahaan
     Terkendali dan perusahaan yang sahamnya dimiliki Perusahaan Terkendali dari Perseroan.
     Perseroan memiliki 99,99% saham SM dan SM memiliki 80% saham HKI sehingga antara Perseroan
     dan HKI terdapat hubungan kepemilikan saham.

                                     PT Sampoerna Agro Tbk


                                                       99,99%


                                        PT Sungai Menang


                                                         80%


                                    PT Hutan Ketapang Industri


     Hubungan Afiliasi Karena Hubungan Kepengurusan

     Berdasarkan hubungan kepengurusan, Eka Dharmajanto Kasih sebagai Komisaris Utama Perseroan,
     Dwi Asmono sebagai Direktur Perseroan, Heri Harjanto sebagai Direktur Perseroan juga menjabat
     sebagai anggota Dewan Komisaris HKI. Hero Djajakusumah sebagai Direktur Perseroan, juga
     menjabat sebagai anggota Direksi HKI. Eris Ariaman sebagai Direktur Perseroan juga menjabat
     sebagai Direktur Utama SM. Selain itu, Eka Dharmajanto Kasih juga menjabat sebagai Komisaris
     SM.

      No.           Nama                  Perseroan               SM                 HKI

       1    Eka Dharmajanto Kasih    Komisaris Utama       Komisaris          Komisaris Utama
       2    RB Permana Agung D.      Komisaris
                                     Independen
       3    Saud Usman Nasution      Komisaris
                                     Independen
       4    Budi Setiawan Halim      Direktur Utama
       5    Dwi Asmono               Direktur                                 Komisaris
       6    Hero Djajakusumah        Direktur                                 Direktur Utama
       7    Lim King Hui             Direktur
       8    Parluhutan Sitohang      Direktur
       9    Heri Harjanto            Direktur                                 Komisaris
      10    Eris Ariaman             Direktur              Direktur Utama
                                                                                                11
Page 13
            DAMPAK DILAKUKANNYA TRANSAKSI AFILIASI TERHADAP PERSEROAN



Pengambilalihan atas 273.592 (Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Sembilan Puluh Dua)
lembar saham dari seluruh saham baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam HKI oleh SM
dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000 (Satu Juta Rupiah) per lembar, dengan nilai transaksi sebesar
Rp875.494.400.000 (Delapan Ratus Tujuh Puluh Lima Miliar Empat Ratus Sembilan Puluh Empat Juta
Empat Ratus Ribu Rupiah) tidak mengakibatkan terganggunya kelangsungan usaha Perseroan.




                                                                                                    12
Page 14
        RINGKASAN LAPORAN PENILAIAN MENGENAI KEWAJARAN TRANSAKSI AFILIASI


A. IDENTITAS PENILAI

     Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Kusnanto & rekan (“KJPP KR”) ialah Kantor Jasa Penilai Publik
     resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan
     terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan
     Surat      Tanda      Terdaftar       Profesi    Penunjang      Pasar       Modal     dari     OJK
     Nomor STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan penilaian atas nilai pasar
     100,00% saham HKI dan memberikan pendapat kewajaran (fairness opinion) atas Penambahan
     Modal yang ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penugasan Nomor KR/240221-002 tanggal
     21 Februari 2024.

B.   RINGKASAN LAPORAN PENILAIAN 100% SAHAM HKI

     Berikut adalah ringkasan laporan penilaian 100,00% saham HKI sebagaimana dinyatakan dalam
     laporannya Nomor 00082/2.0162-00/BS/01/0153/1/VI/2024 tanggal 21 Juni 2024.

     1. Pihak Yang Melakukan Transaksi Penambahan Modal

        Pihak yang melakukan Transaksi Penambahan Modal adalah SM, APPL, dan HKI.

     2. Objek Penilaian

        Objek penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham HKI.

     3. Tujuan Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
        pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
        pada tanggal 31 Desember 2023.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
        Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh manajemen
        Perseroan dalam rangka pelaksanaan Transaksi Penambahan Modal serta untuk memenuhi
        POJK 42/2020.

     4. Asumsi dan Kondisi Pembatas

        Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
        keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
        penerbitan laporan penilaian ini.


                                                                                                     13
Page 15
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan HKI yang disusun oleh manajemen HKI. Dalam penyusunan
proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja HKI pada
tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. KJPP
KR telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja HKI yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang KJPP KR lakukan
terhadap target kinerja HKI yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty). KJPP KR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
laporan keuangan berdasarkan kinerja historis HKI dan informasi manajemen HKI terhadap
proyeksi laporan keuangan HKI tersebut. KJPP KR juga bertanggung jawab atas laporan penilaian
HKI dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, KJPP KR mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. KJPP KR juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. KJPP KR
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update)
pendapat KJPP KR karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, KJPP KR mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang
diberikan kepada KJPP KR oleh Perseroan dan HKI atau yang tersedia secara umum yang pada
hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan KJPP KR tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. KJPP
KR juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan HKI bahwa mereka tidak
mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada KJPP KR
menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana
diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi
hasil akhir pendapat KJPP KR secara material. KJPP KR tidak bertanggung jawab atas perubahan
kesimpulan atas penilaian KJPP KR maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang KJPP
KR peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian KJPP KR sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah hasil
dari penilaian KJPP KR. Oleh karena itu, KJPP KR sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi
dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad
baik dan dengan cara yang profesional, KJPP KR tidak dapat menerima tanggung jawab atas

                                                                                              14
Page 16
   kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
   tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi
   ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan
   penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka
   untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
   operasional Perseroan dan HKI.

   Pekerjaan KJPP KR yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
   dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
   prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
   dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
   penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, KJPP KR juga
   telah memperoleh informasi atas status hukum HKI berdasarkan anggaran dasar HKI.

   Penilaian ini dilakukan dalam kondisi yang tidak menentu, antara lain, namun tidak terbatas
   pada, tingginya tingkat ketidakpastian akibat adanya pandemi wabah Covid-19. Prinsip kehati-
   hatian diperlukan dalam penggunaan hasil penilaian, khususnya berkenaan perubahan yang
   terjadi dari tanggal penilaian sampai dengan tanggal penggunaan hasil penilaian. Perubahan
   asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini akan
   berpengaruh secara material terhadap hasil penilaian.

5. Pendekatan dan Metode Penilaian

   Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal akan
   berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan posisi
   keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif HKI, pengkajian atas kondisi operasi dan
   manajemen serta sumber daya yang dimiliki HKI. Prospek HKI di masa yang akan datang KJPP
   KR evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh
   manajemen yang telah KJPP KR kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
   pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak
   nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

   Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
   “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan laporan
   laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian terhadap
   nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif
   yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
   perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi
   komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang dapat
   sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.




                                                                                                 15
Page 17
   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
   arus kas (discounted cash flow (DCF) method) dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
   (capitalized excess earning method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh HKI
   di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha HKI.
   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi HKI diproyeksikan sesuai dengan
   perkiraan atas perkembangan usaha HKI. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
   dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi
   nilai adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.

   Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian HKI merupakan
   metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua
   komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
   komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
   bank).

   Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya riset dan
   pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar langganan, juga harus
   dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian terhadap
   tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan
   menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah disesuaikan.

   Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang dinilai. Selisih
   antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan merupakan kelebihan pendapatan
   yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai aset takberwujud kemudian dihitung dengan
   cara mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai.
   Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai
   aset berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang KJPP KR anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
   HKI. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain
   yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Nilai

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah KJPP KR terima dan dengan
   mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka menurut
   pendapat KJPP KR, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar
   Rp 2,42 triliun.

                                                                                                  16
Page 18
C. RINGKASAN LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN

   Berikut adalah ringkasan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi Penambahan Modal
   sebagaimana dinyatakan dalam laporannya No.00083/2.0162-00/BS/01/0153/1/VI/2024 tanggal 24
   Juni 2024.

   1. Pihak Yang Melakukan Transaksi Penambahan Modal

      Pihak yang melakukan Transaksi Penambahan Modal adalah SM, APPL, dan HKI.

   2. Objek Transaksi Pendapat Kewajaran

      Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi Penambahan Modal adalah sebagai
      berikut:
      • Transaksi dimana SM telah melakukan pengambilalihan atas 273.592 (Dua Ratus Tujuh
          Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Sembilan Puluh Dua) lembar saham dari seluruh saham baru
          yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam HKI dengan nilai nominal sebesar
          Rp1.000.000 (Satu Juta Rupiah) per lembar, dengan nilai transaksi sebesar
          Rp875.494.400.000 (Delapan Ratus Tujuh Puluh Lima Miliar Empat Ratus Sembilan Puluh
          Empat Juta Empat Ratus Ribu Rupiah).
      • Transaksi dimana APPL telah melakukan pengambilalihan atas 68.398 (Enam Puluh Delapan
          Ribu Tiga Ratus Sembilan Puluh Delapan) lembar saham dari seluruh saham baru yang telah
          ditempatkan dan disetor penuh dalam HKI dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000 (Satu
          Juta Rupiah) per lembar, dengan nilai transaksi sebesar Rp218.873.600.000 (Dua Ratus
          Delapan Belas Miliar Delapan Ratus Tujuh Puluh Tiga Juta Enam Ratus Ribu Rupiah),
          dengan melakukan konversi atas sebagian utang pihak berelasi HKI kepada APPL.

   3. Tujuan Pendapat Kewajaran

      Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi Penambahan Modal
      adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi
      Penambahan Modal dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu
      POJK 42/2020.




                                                                                               17
Page 19
4. Asumsi dan Kondisi Pembatas

   Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi Penambahan Modal dipersiapkan menggunakan
   data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah KJPP KR
   telaah. Dalam melaksanakan analisis, KJPP KR bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
   kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
   informasi-informasi lain yang diberikan kepada KJPP KR oleh Perseroan atau yang tersedia
   secara umum dan KJPP KR tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
   Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat
   KJPP KR secara material. KJPP KR juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
   bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
   diberikan kepada KJPP KR menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, KJPP KR
   tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran KJPP KR
   dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

   Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
   Penambahan Modal disusun oleh manajemen Perseroan. KJPP KR telah melakukan penelaahan
   atas proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah
   menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada
   penyesuaian yang signifikan yang perlu KJPP KR lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

   KJPP KR tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, KJPP KR
   juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi Penambahan Modal.
   Jasa-jasa yang KJPP KR berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi Penambahan
   Modal hanya merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Transaksi Penambahan Modal
   dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. KJPP KR tidak melakukan penelitian atas
   keabsahan Transaksi Penambahan Modal dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan.
   Pendapat Kewajaran atas Transaksi Penambahan Modal hanya ditinjau dari segi ekonomis dan
   keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Penambahan Modal bersifat non-
   disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
   yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, KJPP KR
   juga telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan HKI berdasarkan anggaran
   dasar Perseroan dan HKI.

   Pekerjaan KJPP KR yang berkaitan dengan Transaksi Penambahan Modal tidak merupakan dan
   tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
   pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
   dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, KJPP KR tidak
   mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisis
   suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi Penambahan Modal yang ada dan
   mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
   Transaksi Penambahan Modal.
                                                                                               18
Page 20
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
Penambahan Modal pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, KJPP KR menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat dalam
Transaksi Penambahan Modal. Transaksi Penambahan Modal akan dilaksanakan seperti yang
telah dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi
mengenai Transaksi Penambahan Modal yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh
sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas
proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat Kewajaran ini merupakan
suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.

KJPP KR juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi Penambahan Modal ini tidak terjadi perubahan apapun
yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. KJPP KR tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat KJPP KR karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan KJPP KR bertanggung
jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Transaksi Penambahan Modal. Perubahan tersebut termasuk, namun
tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah
tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan
Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka
Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi Penambahan Modal ini dilakukan dalam kondisi
yang tidak menentu, antara lain, namun tidak terbatas pada, tingginya tingkat ketidakpastian
akibat adanya pandemi wabah Covid-19. Prinsip kehati-hatian diperlukan dalam penggunaan
Laporan Pendapat Kewajaran, khususnya berkenaan perubahan yang terjadi dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal penggunaan Laporan Pendapat Kewajaran. Perubahan asumsi
dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini akan berpengaruh
secara material terhadap kesimpulan Pendapat Kewajaran.

                                                                                               19
Page 21
5. Pendekatan dan Metode Pendapat Kewajaran

   Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi Penambahan Modal ini, KJPP KR telah
   melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
   Penambahan Modal dari hal-hal sebagai berikut:

   I.     Analisis atas Transaksi Penambahan Modal;
   II.    Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi Penambahan Modal; dan
   III.   Analisis atas Kewajaran Transaksi Penambahan Modal.



6. Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Afiliasi

   Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh dari
   manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas dampak
   keuangan Transaksi Penambahan Modal sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
   Kewajaran ini, KJPP KR berpendapat bahwa Transaksi Penambahan Modal adalah wajar.




                                                                                            20
Page 22
                                   INFORMASI TAMBAHAN



Pemegang saham Perseroan yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai Keterbukaan Informasi ini
dapat menghubungi Perseroan pada hari dan jam kerja di:

                                   PT SAMPOERNA AGRO Tbk

                                   Kantor Perwakilan Korporasi

                       Sampoerna Strategic Square, North Tower, Lantai 28/F
                          Jln. Jenderal Sudirman Kav.45, Jakarta 12930
                                             Indonesia
                                    Telepon: +6221 5771711
                                     U.p.: Corporate Secretary




                                                                                                21
Page 23
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 24
No. : 00083/2.0162-00/BS/01/0153/1/VI/2024                                   24 Juni 2024



Kepada Yth.

PT SAMPOERNA AGRO Tbk
Jl. Basuki Rahmat No. 788, Palembang
Sumatera Selatan 30128

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 24 Juni 2024, PT Sungai Menang (selanjutnya disebut “SM”) dan Aquarius
Plantations Pte. Ltd (selanjutnya disebut “AP”) telah menandatangani Keputusan Sebagai
Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Hutan Ketapang Industri
(selanjutnya disebut “KSPR”), dimana PT Hutan Ketapang Industri (selanjutnya disebut
“HKI”) telah melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak
341.990 lembar saham, dengan nilai nominal sebesar Rp 1,00 juta per lembar, dengan nilai
sebesar Rp 1,09 triliun, yang seluruhnya telah diambil bagian dan disetor penuh oleh SM
dan AP, dengan rincian sebagai berikut:

•   SM, entitas anak PT Sampoerna Agro Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) dengan
    kepemilikan sebesar 99,99% pada tanggal 31 Desember 2023, telah melakukan
    pengambilalihan atas 273.592 lembar saham dari seluruh saham baru yang telah
    ditempatkan dan disetor penuh dalam HKI dengan nilai nominal sebesar Rp 1,00 juta per
    lembar, dengan nilai transaksi sebesar Rp 0,88 triliun (selanjutnya disebut “Transaksi
    SM”).

•   AP telah melakukan pengambilalihan atas 68.398 lembar saham dari seluruh saham
    baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam HKI dengan nilai nominal sebesar
    Rp 1,00 juta per lembar, dengan nilai transaksi sebesar Rp 0,22 triliun, dengan
    melakukan konversi atas sebagian utang pihak berelasi HKI kepada AP (selanjutnya
    disebut “Transaksi AP”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi SM dan
Transaksi AP dengan keseluruhan nilai transaksi sebesar Rp 1,09 triliun merupakan satu
kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Transaksi”.
Page 25
Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor
Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut
“KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran
Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/240221-002 tanggal 21 Februari 2024
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar
sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya
disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran
(fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang usaha perkebunan kelapa sawit,
pabrik minyak kelapa sawit, produksi benih kelapa sawit, pemanfaatan hasil hutan kayu
(karet) dan bukan kayu (sagu), dan lainnya, yang berlokasi di Sumatera Selatan, Kalimantan
Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau. Di samping mengelola perkebunannya sendiri,
Perseroan juga mengembangkan perkebunan plasma dan membina kerjasama dengan
petani plasma. Perseroan berdomisili di Jalan Basuki Rahmat No. 788, Palembang,
Sumatera Selatan 30128, dengan nomor telepon: (0711) 813 388, nomor faksimile:
(0711) 811 585, dan website: www.sampoernaagro.com.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur kepemilikan
Perseroan atas SM dan HKI pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:


                                   Perseroan


                                       100,00%


                                      SM                   AP


                                       80,00%               20,00%


                                      HKI




SM      merupakan    suatu      perseroan   terbatas   berstatus   perusahaan     tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha SM adalah bergerak dalam bidang konsultasi manajemen.




                                               2
Page 26
AP merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura. Ruang lingkup
kegiatan usaha AP adalah bergerak dalam bidang entitas bertujuan khusus (special purpose
vehicle).

HKI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan tanaman industri (karet) dan
bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di Kalimantan Barat. Berdasarkan Keputusan
Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen
dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021, HKI
memperoleh Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman Industri
(selanjutnya disebut “IUPHHK-HTI”) atas areal hutan produksi seluas kurang lebih 100.150
hektar di Provinsi Kalimantan Barat.

Industri perkebunan karet alam Indonesia merupakan salah satu komoditas industri hasil
tanaman tropis yang mempunyai peranan penting dan strategis dalam mendukung
perekonomian nasional. Industri karet yang berorientasi pada pasar internasional memiliki
pertumbuhan permintaan yang meningkat di berbagai negara sehingga telah mendorong
prospek peningkatan harga pada tingkat yang cukup tinggi.

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dari komoditas
industri selain produk kelapa sawit, Perseroan senantiasa mendukung pertumbuhan industri
karet alam melalui HKI, sebagai entitas anak yang memiliki areal IUPHHK-HTI yang cukup
luas. Dalam melakukan pengembangan usahanya, HKI memerlukan dukungan pendanaan
dari pemegang sahamnya untuk dapat mengembangkan tanaman karet yang belum
menghasilkan. Dengan demikian, selama beberapa tahun, Perseroan dan AP telah
memberikan pinjaman kepada HKI, dimana berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2023, HKI memiliki utang pihak berelasi
kepada Perseroan dan AP masing-masing sebesar Rp 1.292,38 miliar dan Rp 345,09 miliar.

Walaupun sejak tahun 2022, HKI mulai membukukan penjualan karet, namun Perseroan
dan AP memandang perlu mendukung peningkatan kinerja keuangan HKI, khususnya
struktur permodalan (capital structure) HKI dengan menurunkan liabilitas dan meningkatkan
ekuitas. Dengan demikian, Perseroan dan AP melakukan Transaksi.

Setelah Transaksi menjadi efektif, HKI dapat menggunakan dana hasil Transaksi AP untuk
melakukan pembayaran atas sebagian utang pihak berelasi kepada Perseroan, yang
diharapkan dapat mendukung perbaikan struktur permodalan HKI dan dapat memberikan
kontribusi positif bagi peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
yang akan datang.




                                           3
Page 27
Dengan pertimbangan pertumbuhan kinerja keuangan HKI pada masa yang akan datang
dengan peningkatan penjualan karet dan perbaikan struktur modal HKI, bilamana
diperlukan, HKI dapat memperoleh pendanaan dari perbankan dan/atau lembaga keuangan
dengan biaya yang lebih efisien, antara lain dapat digunakan untuk pengembangan usaha
tanaman karet maupun untuk pembayaran utang pihak berelasi, sehingga diharapkan dapat
mendukung peningkatan likuiditas Perseroan pada masa yang akan datang.

Setelah Transaksi menjadi efektif, dengan penurunan utang pihak berelasi, Perseroan
mengharapkan HKI dapat meminimalisasi potensi gagal bayar utang pihak berelasi pada
saat jatuh tempo, yang dapat berdampak pada arus kas dan keuangan Perseroan pada
masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HKI diproyeksikan
menjadi salah satu kontributor penting terhadap penjualan konsolidasian Perseroan setelah
seluruh tanaman karet belum menghasilkan (immature) HKI memasuki fase menghasilkan
(mature) dan HKI dapat mendukung kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dengan
penjualan karet secara komersial. Dengan demikian, Perseroan mengharapkan Transaksi
dapat mendukung HKI untuk fokus dalam pengembangan tanaman dan peningkatan hasil
produksi karet, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi
Perseroan dan seluruh pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Industri perkebunan karet alam Indonesia merupakan salah satu komoditas industri hasil
    tanaman tropis yang mempunyai peranan penting dan strategis dalam mendukung
    perekonomian nasional. Industri karet yang berorientasi pada pasar internasional
    memiliki pertumbuhan permintaan yang meningkat di berbagai negara sehingga telah
    mendorong prospek peningkatan harga pada tingkat yang cukup tinggi.

•   Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dari komoditas
    industri selain produk kelapa sawit, Perseroan senantiasa mendukung pertumbuhan
    industri karet alam melalui HKI, sebagai entitas anak yang memiliki areal IUPHHK-HTI
    yang cukup luas. Dalam melakukan pengembangan usahanya, HKI memerlukan
    dukungan pendanaan dari pemegang sahamnya untuk dapat mengembangkan tanaman
    karet yang belum menghasilkan. Dengan demikian, selama beberapa tahun, Perseroan
    dan AP telah memberikan pinjaman kepada HKI.

•   Walaupun sejak tahun 2022, HKI mulai membukukan penjualan karet, namun Perseroan
    dan AP memandang perlu mendukung peningkatan kinerja keuangan HKI, khususnya
    struktur permodalan (capital structure) HKI dengan menurunkan liabilitas dan
    meningkatkan ekuitas. Dengan demikian, Perseroan dan AP melakukan Transaksi.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, HKI dapat menggunakan dana hasil Transaksi AP
    untuk melakukan pembayaran atas sebagian utang pihak berelasi kepada Perseroan,
    yang diharapkan dapat mendukung perbaikan struktur permodalan HKI dan dapat
    memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan pada masa yang akan datang.




                                            4
Page 28
•   Dengan pertimbangan pertumbuhan kinerja keuangan HKI pada masa yang akan datang
    dengan peningkatan penjualan karet dan perbaikan struktur modal HKI, bilamana
    diperlukan, HKI dapat memperoleh pendanaan dari perbankan dan/atau lembaga
    keuangan dengan biaya yang lebih efisien, antara lain dapat digunakan untuk
    pengembangan usaha tanaman karet maupun untuk pembayaran utang pihak berelasi,
    sehingga diharapkan dapat mendukung peningkatan likuiditas Perseroan pada masa
    yang akan datang.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, dengan penurunan utang pihak berelasi, Perseroan
    mengharapkan HKI dapat meminimalisasi potensi gagal bayar utang pihak berelasi pada
    saat jatuh tempo, yang dapat berdampak pada arus kas dan keuangan Perseroan pada
    masa yang akan datang.

•   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HKI diproyeksikan
    menjadi salah satu kontributor penting terhadap penjualan konsolidasian Perseroan
    setelah seluruh tanaman karet belum menghasilkan (immature) HKI memasuki fase
    menghasilkan (mature) dan HKI dapat mendukung kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dengan penjualan karet secara komersial. Dengan demikian, Perseroan
    mengharapkan Transaksi dapat mendukung HKI untuk fokus dalam pengembangan
    tanaman dan peningkatan hasil produksi karet, yang pada akhirnya diharapkan dapat
    memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa SM
dan AP merupakan pemegang saham HKI masing-masing dengan kepemilikan sebesar
80,00% dan 20,00% pada tanggal 31 Desember 2023 dan terdapat kesamaan pengurus SM
dan HKI, maka Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Purwantono, Sungkoro & Surja (selanjutnya disebut “PSS”),
jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 5,51 triliun. Selanjutnya, berdasarkan KSPR,
keseluruhan nilai transaksi atas Transaksi tersebut adalah sebesar Rp 1,09 triliun.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi tersebut mencerminkan kurang dari
20,00% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2023, sehingga berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan
transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.




                                           5
Page 29
Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Transaksi dimana SM telah melakukan pengambilalihan atas 273.592 lembar saham
    dari seluruh saham baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam HKI dengan
    nilai nominal sebesar Rp 1,00 juta per lembar, dengan nilai transaksi sebesar
    Rp 0,88 triliun sehubungan dengan Transaksi SM.

•   Transaksi dimana AP telah melakukan pengambilalihan atas 68.398 lembar saham dari
    seluruh saham baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam HKI dengan nilai
    nominal sebesar Rp 1,00 juta per lembar, dengan nilai transaksi sebesar Rp 0,22 triliun,
    dengan melakukan konversi atas sebagian utang pihak berelasi HKI kepada AP
    sehubungan dengan Transaksi AP.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari
aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Desember 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.




                                             6
Page 30
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00307/2.1032/AU.1/01/1562-3/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00506/2.1032/AU.1/01/1562-2/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00327/2.1032/AU.1/01/1562-1/1/III/2022 tanggal 28 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00494/2.1032/AU.1/01/0701-3/1/IV/2021 tanggal 15 April 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00324/2.1032/AU.1/01/0701-2/1/III/2020 tanggal 30 Maret 2020 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

7. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
   yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00942/2.1032/AU.1/01/1562-3/1/IV/2024 tanggal 27 April 2024 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

8. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
   yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 01005/2.1032/AU.1/01/1562-2/1/IV/2023 tanggal 19 April 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

9. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
   yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00360/2.1032/AU.1/01/1562-1/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;




                                           7
Page 31
10. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
    yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00370/2.1032/AU.1/01/0701-3/1/III/2021 tanggal 31 Maret 2021 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

11. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
    yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00323/2.1032/AU.1/01/0701-2/1/III/2020 tanggal 30 Maret 2020 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

12. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2023 sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh
    manajemen Perseroan;

13. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
    untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028 yang
    disusun oleh manajemen Perseroan;

14. Laporan penilaian 100,00% saham HKI per 31 Desember 2022 yang disusun oleh KJPP
    KR     sebagaimana       tertuang    dalam    laporannya   No.    00082/2.0162-
    00/BS/01/0153/1/VI/2024 tanggal 21 Juni 2024;

15. Proposal for Capital Increase to Improve the Financial Structure;

16. KSPR;

17. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 22
    tanggal 18 Januari 2022 oleh Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan,
    mengenai perubahan anggaran dasar Perseroan;

18. Anggaran dasar HKI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris Liestiani
    Wang S.H., M.Kn. No. 2, tanggal 6 Juli 2023 mengenai peningkatan modal dasar,
    ditempatkan, dan disetor penuh HKI;

19. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, mengenai alasan, latar
    belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi;

20. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang;

21. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi;

22. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;




                                              8
Page 32
23. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

24. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

25. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan; dan

26. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan informasi-
informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum
dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut. Segala
perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa
mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi
laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan
kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis
dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan HKI berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan HKI.




                                             9
Page 33
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.




                                            10
Page 34
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240221-002 tanggal
21 Februari 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (subsequent events), yang secara signifikan dapat mempengaruhi Pendapat
Kewajaran.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai
berikut:

I. Analisis atas Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.




                                               11
Page 35
I.         ANALISIS TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
           sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Sampoerna Agro Tbk

           Dalam Transaksi, Perseroan merupakan entitas induk SM dengan kepemilikan
           sebesar 99,9999% pada tanggal 31 Desember 2023, dimana SM telah
           melakukan pengambilalihan atas 273.592 lembar saham dari seluruh saham
           baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam HKI dengan nilai
           nominal sebesar Rp 1,00 juta per lembar, dengan nilai transaksi sebesar
           Rp 0,88 triliun sehubungan dengan Transaksi SM.

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan adalah perseroan terbatas yang didirikan di Republik Indonesia
           berdasarkan Akta Notaris Tina Chandra Gerung, S.H., No. 8 tanggal
           7 Juni 1993 dengan nama PT Selapan Jaya. Akta pendirian ini disahkan oleh
           Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-1840.HT.01.01.TH.94
           tanggal 4 Februari 1994, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
           Indonesia No. 60, Tambahan No. 4842 tanggal 29 Juli 1994.

           Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, yang
           antara lain sebagaimana dimuat dalam Akta Notaris Sutjipto, S.H., M.Kn.,
           No. 265 tanggal 27 Juni 2008 mengenai perubahan anggaran dasar dalam
           rangka menyesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang
           Perseroan Terbatas. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
           Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) dalam Surat Keputusan
           No. AHU-76222.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal 21 Oktober 2008. Terakhir
           diubah sebagaimana termuat dalam Akta Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn.
           No. 22 tanggal 18 Januari 2022 mengenai perubahan anggaran dasar
           Perseroan. Perubahan ini telah disetujui oleh Menkumham dalam Surat
           Keputusan No. AHU-0020056.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 22 Maret 2022.

           Perseroan memiliki kantor pusat di Jalan Basuki Rahmat Nomor 788,
           Palembang, Sumatera Selatan 30128. Perseroan mulai beroperasi komersial
           sejak bulan November 1998.




                                          12
Page 36
I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                              Perseroan        pada    tanggal
           31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                      :        Eka Dharmajanto Kasih
           Komisaris Independen                 :        R.B. Permana Agung Dradjattun
           Komisaris Independen                 :        Saud Usman Nasution

           Direksi
           Direktur Utama                       :        Budi Setiawan Halim
           Direktur                             :        Hero Djajakusumah
           Direktur                             :        Dwi Asmono
           Direktur                             :        Lim King Hui
           Direktur                             :        Parluhutan Sitohang
           Direktur                             :        Heri Harjanto

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                                (Dalam Rupiah)
                                                                            Persentase
                       Pemegang Saham                    Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                            Kepemilikan
           Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd.               1.267.217.500           69,68%     253.443.500.000
           Masyarakat (masing-masing dengan
            kepemilikan di bawah 5%)                         551.404.500            30,32%     110.280.900.000
           Jumlah                                           1.818.622.000          100,00%     363.724.400.000



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang usaha
           perkebunan kelapa sawit, pabrik minyak kelapa sawit, produksi benih kelapa
           sawit, pemanfaatan hasil hutan kayu (karet) dan bukan kayu (sagu), dan
           lainnya, yang berlokasi di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan
           Tengah, dan Riau. Di samping mengelola perkebunannya sendiri, Perseroan
           juga mengembangkan perkebunan plasma dan membina kerjasama dengan
           petani plasma.




                                                    13
Page 37
I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang usaha
           perkebunan kelapa sawit, pabrik minyak kelapa sawit, produksi benih kelapa
           sawit, pemanfaatan hasil hutan kayu (karet) dan bukan kayu (sagu), dan
           lainnya, yang berlokasi di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan
           Tengah, dan Riau. Di samping mengelola perkebunannya sendiri, Perseroan
           juga mengembangkan perkebunan plasma dan membina kerjasama dengan
           petani plasma.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, prospek
           usaha Perseroan di bidang usaha yang dijalankan pada tahun 2023 yaitu
           Perseroan akan mengandalkan produksi dan peningkatan produktivitas di
           perkebunan intinya. Selain itu, Perseroan akan melakukan strategi pemasaran
           dengan konsisten menitikberatkan terpenuhinya tiga kriteria kualitas yang
           utama, yakni produk, tenaga penjualan, dan layanan pelanggan.

           Untuk memastikan kualitas produk, Perseroan terlibat dalam berbagai program
           penelitian dan pengembangan. Hasilnya diterapkan sebagai bagian integral
           dari inisiatif intensifikasi berkelanjutan dalam proses penanaman dan panen di
           semua lahan perkebunannya. Untuk meningkatkan kualitas lebih lanjut,
           Perseroan merampingkan proses produksinya dengan menerapkan
           serangkaian standar ketat, dalam rangka mematuhi berbagai kriteria dan
           peraturan terkait produksi crude palm oil (CPO) dan produk lain.

           Tim pemasaran Perseroan terdiri dari personel yang kompeten dan profesional
           sehingga kinerja mereka unggul. Perseroan rutin mengevaluasi kinerja mereka.
           Untuk meningkatkan efisiensi jaringan distribusi, tim ini melakukan
           pendampingan bagi pihak-pihak terkait. Di bawah koodinasi tim pemasaran,
           produk-produk Perseroan yang berkualitas tinggi terutama dipasarkan ke
           pelanggan domestik.

           Perseroan juga menjunjung tinggi kepuasan pelanggan dan memastikan
           pembeli menerima produk yang kualitasnya sesuai spesifikasi mereka, dan
           didukung layanan profesional dan unggul dari tim penjualan. Perseroan
           membentuk dan mengelola tim penjualan untuk memantau penggunaan
           kecambah dan tepung sagu, serta menyediakan layanan purna jual bagi
           pelanggan. Kebutuhan ini sering kali berkenaan dengan kinerja dan
           pengelolaan tanaman. Dengan berbagai inisiatif di sepanjang spektrum kualitas
           ini, Perseroan menegaskan posisinya sebagai penyedia produk berkualitas
           tinggi terkemuka dan bertanggung jawab di kancah agribisnis Indonesia.




                                          14
Page 38
I.A.2.     PT Sungai Menang

           Dalam Transaksi, SM merupakan pihak yang telah melakukan pengambilalihan
           atas 273.592 lembar saham dari seluruh saham baru yang telah ditempatkan
           dan disetor penuh dalam HKI dengan nilai nominal sebesar Rp 1,00 juta per
           lembar, dengan nilai transaksi sebesar Rp 0,88 triliun sehubungan dengan
           Transaksi SM. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
           Perseroan, SM merupakan entitas induk HKI dengan kepemilikan sebesar
           80,00% pada tanggal 31 Desember 2023. Latar belakang, manajemen,
           kepemilikan saham dan kegiatan usaha SM adalah sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           SM adalah perseroan terbatas yang didirikan di Indonesia berdasarkan Akta
           Notaris Tina Chandra Gerung, S.H., No. 9 tanggal 7 Juni 1993. Akta pendirian
           ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
           Keputusan No. C2-1834.HT.01.01.TH.94 tanggal 4 Februari 1994 serta
           diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 60 tanggal
           29 Juli 1994, Tambahan No. 4847.

           Anggaran dasar SM telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
           terakhir berdasarkan Akta No. 69 tanggal 27 Desember 2022, dibuat di
           hadapan Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan.
           Perubahan anggaran dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari
           Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
           Keputusan No. No. AHU-0130928.AH.01.02 Tahun 2022 tanggal
           30 Desember 2022 dan telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak
           Asasi Manusia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan
           Perubahan     Anggaran    Dasar    No.   AHU-AH.01.03-0497768    tanggal
           30 Desember 2022      dan    didaftarkan   dalam     Daftar   Perseroan
           No. AHU-0264648.AH.01.11.Tahun 2022 tanggal 30 Desember 2022.

           SM memiliki kantor pusat di Jalan Basuki Rahmat Nomor 788, Palembang,
           Sumatera Selatan 30128.

I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Komisaris dan Direksi SM pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
           sebagai berikut:

           Komisaris                    :        Eka Dharmajanto Kasih

           Direksi
           Direktur Utama               :        Eris Ariaman
           Direktur                     :        Arief




                                            15
Page 39
I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SM berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                       (Dalam Rupiah)
                                                                   Persentase
                       Pemegang Saham            Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                   Kepemilikan
           Perseroan                                   2.305.298         99,9999%      2.305.298.000
           PT Vata Surya Nirvana                               2          0,0001%              2.000
           Jumlah                                      2.305.300        100,0000%      2.305.300.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SM adalah bergerak dalam bidang konsultasi
           manajemen.

I.A.3.     Aquarius Plantations Pte. Ltd.

           Dalam Transaksi, AP merupakan pihak yang telah melakukan pengambilalihan
           atas 68.398 lembar saham dari seluruh saham baru yang telah ditempatkan
           dan disetor penuh dalam HKI dengan nilai nominal sebesar Rp 1,00 juta per
           lembar, dengan nilai transaksi sebesar Rp 0,22 triliun, dengan melakukan
           konversi atas sebagian utang pihak berelasi HKI kepada AP sehubungan
           dengan Transaksi AP. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
           manajemen Perseroan, AP merupakan pemegang saham HKI dengan
           kepemilikan sebesar 20,00% pada tanggal 31 Desember 2023. Latar belakang,
           manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha AP adalah sebagai
           berikut:

I.A.3.a    Latar Belakang

           AP merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-
           held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia
           yang didirikan secara sah berdasarkan hukum Negara Republik Singapura,
           yang beralamat di 1 Raffles Quay #09-05, Singapura (048583).

I.A.3.b.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha AP adalah bergerak dalam bidang entitas
           bertujuan khusus (special purpose vehicle).




                                            16
Page 40
I.A.4.    PT Hutan Ketapang Industri

          Dalam Transaksi, HKI merupakan pihak yang telah melakukan peningkatan
          modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 341.990 lembar saham,
          dengan nilai nominal sebesar Rp 1,00 juta per lembar, dengan nilai sebesar
          Rp 1,09 triliun, dengan rincian sebagai berikut:

          •   SM telah melakukan pengambilalihan atas 273.592 lembar saham dari
              seluruh saham baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam HKI
              dengan nilai nominal sebesar Rp 1,00 juta per lembar, dengan nilai
              transaksi sebesar Rp 0,88 triliun sehubungan dengan Transaksi SM.

          •   AP telah melakukan pengambilalihan atas 68.398 lembar saham dari
              seluruh saham baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam HKI
              dengan nilai nominal sebesar Rp 1,00 juta per lembar, dengan nilai
              transaksi sebesar Rp 0,22 triliun, dengan melakukan konversi atas
              sebagian utang pihak berelasi HKI kepada AP sehubungan dengan
              Transaksi AP.

          Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
          pemegang saham HKI pada tanggal 31 Desemberr 2023 adalah SM dan AP
          masing-masing dengan kepemilikan sebesar 80,00% dan 20,00%. Latar
          belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha HKI adalah
          sebagai berikut:

I.A.4.a   Latar Belakang

          HKI adalah perseroan terbatas yang didirikan di Republik Indonesia
          berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., pengganti Notaris Sutjipto S.H.,
          No. 37, tanggal 3 Maret 2011. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum
          dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 April 2011 dalam
          Surat Keputusannya No. AHU 19501.AH.01.01.Tahun 2011.

          Anggaran dasar HKI telah mengalami perubahan, terakhir kali berdasarkan
          Akta Notaris Liestiani Wang S.H., M.Kn., No. 2, tanggal 6 Juli 2023 mengenai
          peningkatan modal dasar, ditempatkan, dan disetor penuh HKI. Perubahan
          anggaran dasar ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik           Indonesia          dalam         Surat          Keputusan
          No. AHU-0041837 AH.01.02.Tahun 2023 pada tanggal 21 Juli 2023.

          Kantor pusat HKI berlokasi di Sampoerna Strategic Square North Tower Lantai
          28, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 45 – 46, Karet, Semanggi, Setiabudi,
          Jakarta Selatan.




                                         17
Page 41
I.A.4.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi HKI pada tanggal 31 Desember 2023
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                   :        Eka Dharmajanto Kasih
           Komisaris                         :        Dwi Asmono
           Komisaris                         :        Heri Harjanto
           Komisaris                         :        Geoffrey Mathew Kin Ying Seeto
           Komisaris                         :        Paul Ralph Speed

           Direksi
           Direktur Utama                    :        Hero Djajakusumah
           Direktur                          :        Arief

I.A.4.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham HKI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                          (Dalam Rupiah)
                                                                       Persentase
                         Pemegang Saham               Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                       Kepemilikan
           PT Sungai Menang                                  576.543           80,00%    576.543.000.000
           Aquarius Plantations Pte., Ltd.                   144.122           20,00%    144.122.000.000
           Jumlah                                            720.665          100,00%    720.665.000.000



I.A.4.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan
           tanaman industri (karet) dan bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di
           Kalimantan Barat. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Republik
           Indonesia No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan
           Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
           No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021,
           HKI memperoleh IUPHHK-HTI atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
           100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat.




                                                 18
Page 42
I.B.   Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

       Pada tanggal 24 Juni 2024, SM dan AP telah menandatangani KSPR
       sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam
       KSPR adalah sebagai berikut:

       •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

           Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan KSPR adalah SM, AP, dan HKI.

       •   Objek dan Nilai Transaksi

           Objek transaksi berdasarkan KSPR adalah transaksi dimana HKI telah
           melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak
           341.990 lembar saham, dengan nilai nominal sebesar Rp 1,00 juta per
           lembar, dengan nilai sebesar Rp 1,09 triliun, dengan rincian sebagai
           berikut:

           -   SM telah melakukan pengambilalihan atas 273.592 lembar saham dari
               seluruh saham baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam
               HKI dengan nilai nominal sebesar Rp 1,00 juta per lembar, dengan nilai
               transaksi sebesar Rp 0,88 triliun sehubungan dengan Transaksi SM.

           -   AP telah melakukan pengambilalihan atas 68.398 lembar saham dari
               seluruh saham baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam
               HKI dengan nilai nominal sebesar Rp 1,00 juta per lembar, dengan nilai
               transaksi sebesar Rp 0,22 triliun, dengan melakukan konversi atas
               sebagian utang pihak berelasi HKI kepada AP sehubungan dengan
               Transaksi AP.




                                       19
Page 43
I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi

       Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Industri perkebunan karet alam Indonesia merupakan salah satu komoditas
           industri hasil tanaman tropis yang mempunyai peranan penting dan
           strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Industri karet yang
           berorientasi pada pasar internasional memiliki pertumbuhan permintaan
           yang meningkat di berbagai negara sehingga telah mendorong prospek
           peningkatan harga pada tingkat yang cukup tinggi.

       •   Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dari
           komoditas industri selain produk kelapa sawit, Perseroan senantiasa
           mendukung pertumbuhan industri karet alam melalui HKI, sebagai entitas
           anak yang memiliki areal IUPHHK-HTI yang cukup luas. Dalam melakukan
           pengembangan usahanya, HKI memerlukan dukungan pendanaan dari
           pemegang sahamnya untuk dapat mengembangkan tanaman karet yang
           belum menghasilkan. Dengan demikian, selama beberapa tahun,
           Perseroan dan AP telah memberikan pinjaman kepada HKI.

       •   Walaupun sejak tahun 2022, HKI mulai membukukan penjualan karet,
           namun Perseroan dan AP memandang perlu mendukung peningkatan
           kinerja keuangan HKI, khususnya struktur permodalan (capital structure)
           HKI dengan menurunkan liabilitas dan meningkatkan ekuitas. Dengan
           demikian, Perseroan dan AP melakukan Transaksi.

       •   Setelah Transaksi menjadi efektif, HKI dapat menggunakan dana hasil
           Transaksi AP untuk melakukan pembayaran atas sebagian utang pihak
           berelasi kepada Perseroan, yang diharapkan dapat mendukung perbaikan
           struktur permodalan HKI dan dapat memberikan kontribusi positif bagi
           peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
           akan datang.

       •   Dengan pertimbangan pertumbuhan kinerja keuangan HKI pada masa yang
           akan datang dengan peningkatan penjualan karet dan perbaikan struktur
           modal HKI, bilamana diperlukan, HKI dapat memperoleh pendanaan dari
           perbankan dan/atau lembaga keuangan dengan biaya yang lebih efisien,
           antara lain dapat digunakan untuk pengembangan usaha tanaman karet
           maupun untuk pembayaran utang pihak berelasi, sehingga diharapkan
           dapat mendukung peningkatan likuiditas Perseroan pada masa yang akan
           datang.

       •   Setelah Transaksi menjadi efektif, dengan penurunan utang pihak berelasi,
           Perseroan mengharapkan HKI dapat meminimalisasi potensi gagal bayar
           utang pihak berelasi pada saat jatuh tempo, yang dapat berdampak pada
           arus kas dan keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.




                                      20
Page 44
•   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HKI
    diproyeksikan menjadi salah satu kontributor penting terhadap penjualan
    konsolidasian Perseroan setelah seluruh tanaman karet belum
    menghasilkan (immature) HKI memasuki fase menghasilkan (mature) dan
    HKI dapat mendukung kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dengan
    penjualan karet secara komersial. Dengan demikian, Perseroan
    mengharapkan Transaksi dapat mendukung HKI untuk fokus dalam
    pengembangan tanaman dan peningkatan hasil produksi karet, yang pada
    akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan
    seluruh pemegang saham Perseroan.

Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:

•   SM mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan dana
    tersebut untuk investasi lain yang mungkin memiliki tingkat balikan yang
    lebih menguntungkan dibandingkan dengan Transaksi.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang hutan tanaman industri
    (karet), HKI tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara
    lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak
    bagi kelangsungan HKI.

•   Dalam pengembangan usaha tanaman karet, bilamana HKI tidak maksimal
    dalam pengembangan tanaman karet yang dapat mempengaruhi
    produktivitas tanaman yang berpotensi pada penurunan kinerja HKI,
    terdapat kemungkinan HKI memerlukan tambahan pendanaan dari
    Perseroan, sehingga hal tersebut berpotensi memberikan dampak bagi
    Perseroan.




                                21
Page 45
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI

II.A.     PT Hutan Ketapang Industri

II.A.1.   Latar Belakang

          HKI adalah perseroan terbatas yang didirikan di Republik Indonesia
          berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., pengganti Notaris Sutjipto S.H.,
          No. 37, tanggal 3 Maret 2011. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum
          dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 April 2011 dalam
          Surat Keputusannya No. AHU 19501.AH.01.01.Tahun 2011.

          Anggaran dasar HKI telah mengalami perubahan, terakhir kali berdasarkan
          Akta Notaris Liestiani Wang S.H., M.Kn., No. 2, tanggal 6 Juli 2023 mengenai
          peningkatan modal dasar, ditempatkan, dan disetor penuh HKI. Perubahan
          anggaran dasar ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik           Indonesia          dalam         Surat          Keputusan
          No. AHU-0041837 AH.01.02.Tahun 2023 pada tanggal 21 Juli 2023.

          Kantor pusat HKI berlokasi di Sampoerna Strategic Square North Tower Lantai
          28, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 45 – 46, Karet, Semanggi, Setiabudi,
          Jakarta Selatan.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan
          tanaman industri (karet) dan bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di
          Kalimantan Barat. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Republik
          Indonesia No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan
          Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
          No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021,
          HKI memperoleh IUPHHK-HTI atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
          100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat.




                                         22
Page 46
II.B.     Tinjauan Industri Karet

II.B.1.   Tinjauan Industri Karet di Dunia

          Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai peran
          penting di berbagai sektor. Bahan karet yang terutama berasal dari lateks
          pohon karet, memiliki elastisitas, daya tahan, dan sifat kedap air yang sangat
          baik. Kualitas ini menjadikan karet mempunyai peran penting untuk setiap
          kegiatan produksi berbagai produk. Pertumbuhan pasar karet yang terus
          meningkat disebabkan oleh beberapa faktor seperti pada industri otomotif dan
          farmasi. Selain itu, penekanan pada keberlanjutan telah menghasilkan inovasi
          dalam produksi karet ramah lingkungan sehingga mempunyai dampak positif
          terhadap lingkungan dan pertumbuhan ekonomi negara. Dalam industri karet,
          karet dibagi dalam dua kategori, yaitu karet alam dan karet sintetis.

          Berdasarkan data yang diperoleh dari Chem Analyst, dalam lanskap produksi
          karet alam, Asosiasi Negara Penghasil Karet Alam (ANRPC) jumlah
          permintaan karet di dunia pada tahun 2023 diperkirakan sebesar 15,44 juta ton,
          dimana Tiongkok sebagai konsumen utama berkontribusi sebesar 44,00% dari
          tingkat permintaan karet global atau mencapai sebesar 6,72 juta ton. Pada
          urutan selanjutnya, Thailand dan India memiliki tingkat permintaan masing-
          masing mencapai sebesar 1,59 juta ton dan 1,40 juta ton.

          Pasar karet alam diperkirakan akan menunjukkan pola pertumbuhan yang
          berfluktuasi dalam waktu mendatang, dimana sebagian besar pertumbuhan
          tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terus berkontribusi terhadap
          lambannya pertumbuhan pada tahun 2023. Namun demikian, menurut laporan
          Natural Rubber Market 2024, perbaikan perekonomian dan pengentasan
          kekhawatiran rantai pasokan diproyeksikan akan memfasilitasi kembalinya
          permintaan karet alam. Pasar Karet Alam, khususnya pada paruh kedua tahun
          2024.

          Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, sejak tahun 2019 hingga bulan
          Juni 2023, tingkat konsumsi karet sintetis di dunia mengalami fluktuasi yaitu
          masing-masing sebesar 15,20 juta ton, 14,20 juta ton, 15,80 juta ton, 15,40 juta
          ton, dan 7,30 ton. Begitu juga dengan tingkat konsumsi karet alam di dunia
          yaitu masing-masing sebesar 13,60 juta ton, 12,70 juta ton, 14,10 juta ton,
          14,30 juta ton, dan 6,90 juta ton. Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat
          konsumsi karet di dunia antara lain adalah peningkatan kebutuhan di sektor
          otomotif, farmasi, dan peralatan rumah tangga yang terus berkembang serta
          meningkat signifikan.




                                             23
Page 47
Tingkat Konsumsi Karet Alam dan Karet Sintetis di Dunia
Tahun 2019 – Juni 2023
(Dalam jutaan ton)

             35,00

             30,00

             25,00

             20,00

             15,00

             10,00

               5,00

                    -
                        2019     2020        2021        2022        Jun-23
             Sintetis   15,20    14,20       15,80       15,40        7,30
             Alam       13,60    12,70       14,10       14,30        6,90



Sumber : Statista


Dalam dua bulan pertama tahun 2024, jumlah pasokan karet alam di dunia
mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun
sebelumnya. Menurut laporan Rubber Industry Report – March 2024, jumlah
pasokan karet alam tersebut diperkirakan mencapai 2,25 juta ton. Sementara
itu, jumlah konsumsi meningkat 8,5% dibandingkan periode yang sama pada
tahun sebelumnya, diperkirakan mencapai 2,4 juta ton.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Precedence Research, pada tahun 2023,
pangsa pasar karet di dunia adalah sebesar USD 45,62 miliar dan
diproyeksikan akan terus meningkat hingga tahun 2028 dengan nilai pangsa
pasar masing-masing sebesar USD 47,68 miliar, USD 49,87 miliar, USD 52,21
miliar,
USD 54,72 miliar, dan USD 57,40 miliar. Kawasan Asia Pasifik mendominasi
pasar karet didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang signifikan, khususnya
seperti Tiongkok dan India. Sektor otomotif dan manufaktur yang berkembang
pesat di kawasan ini mendorong permintaan yang signifikan terhadap produk
karet, terutama dalam pembuatan ban kendaraan bermotor. Selain itu,
kehadiran negara-negara penghasil karet alam utama di Asia Tenggara,
ditambah dengan populasi konsumen yang besar, semakin memperkuat posisi
kawasan Asia Pasifik di pasar karet global. Kepentingan strategis kawasan ini
dalam rantai pasok, ditambah dengan industrialisasi dan pembangunan
infrastruktur, memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan besar industri karet
secara keseluruhan.




                                24
Page 48
          Pangsa Pasar Karet di Dunia
          Tahun 2023 – 2028
          (Dalam miliar USD)

           70


           60                                                              57,40
                                                                54,72
                                                    52,21
                                           49,87
           50                     47,68
                      45,62

           40


           30


           20


           10


            0
                      2023        2024*    2025*    2026*       2027*      2028*

          *Proyeksi
          Sumber: Precedence Research


          Dengan memperhatikan kebutuhan akan produk-produk olahan dari karet,
          upaya untuk meningkatkan ketersediaan karet menjadi fokus industri dalam
          menopang kebutuhan masyarakat. Di samping itu, pasar produk karet terus
          berkembang karena meningkatnya permintaan dari sektor pengguna akhir
          seperti otomotif, konstruksi, dan kedirgantaraan seiring dengan meningkatnya
          kebutuhan akan produk karet yang memiliki karakteristik ringan dan tahan
          lama. Hal ini diharapkan dapat terus mendorong rantai pasokan permintaan
          dan penawaran pada industri karet sehingga dapat mendukung pertumbuhan
          industri karet secara keseluruhan.

II.B.2.   Tinjauan Industri Karet di Indonesia

          Karet merupakan salah satu komoditi industri hasil tanaman tropis yang
          mempunyai peranan penting dan strategis dalam mendukung perekonomian
          nasional. Indonesia adalah produsen karet alam terbesar kedua di dunia dan
          karenanya juga merupakan eksportir karet terbesar kedua di dunia, setelah
          Thailand. Karet merupakan komoditas mendasar untuk masyarakat di
          Indonesia, khususnya karet alam yang merupakan komoditas penting dalam
          hal pendapatan devisa, lapangan kerja, dan untuk penyediaan bahan baku bagi
          industri manufaktur dalam negeri.




                                          25
Page 49
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2023, Produk
Domestik Bruto (PDB) produsen karet, produk karet, dan produk plastik di
Indonesia berjumlah sekitar Rp 84,00 triliun. Indonesia merupakan produsen
karet terbesar kedua secara global dan sebagian besar wilayah budidaya
pohon karetnya berlokasi di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Namun
demikian, meskipun luas perkebunan karet di Indonesia cukup besar,
hambatan untuk memaksimalkan potensinya masih ada. Kegiatan hilir seperti
penanganan pasca panen, pembuatan, dan pengolahan masih belum signifikan
karena kurangnya infrastruktur dan diversifikasi produk. Tanpa pendekatan
baru ini, industri karet Indonesia akan tetap bergantung pada pasar ekspor
dalam beberapa periode mendatang, sementara konsumsi karet dalam negeri
relatif rendah.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, produksi karet di Indonesia
pada tahun 2023 diperkirakan sekitar 2,65 juta ton. Indonesia adalah produsen
karet terbesar kedua di dunia dan merupakan bagian dari Dewan Karet Tripartit
Internasional, bersama dengan Thailand dan Malaysia. Memiliki peranan
penting dalam perdagangan karet dunia, oleh karena itu, industri karet
memberikan kontribusi penting terhadap PDB Indonesia.

Jumlah Luas Tanam Karet di Indonesia
Tahun 2019 – 2023
(Dalam jutaan Ha)

 3,45                                  3,43


 3,40
                          3,37

 3,35


 3,30
                   3,27
                                                     3,26
                                                                  3,25
 3,25


 3,20


 3,15
               2019       2020        2021          2022          2023

Sumber: Statista




                                 26
Page 50
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, sejak tahun 2019 – 2023,
jumlah luas tanam karet di Indonesia terus meningkat yaitu masing-masing
sebesar 3,27 juta hektar, 3,37 juta hektar, 3,43 juta hektar, 3,26 juta hektar,
dan 3,25 juta hektar. Statistik tersebut menunjukkan bahwa Indonesia
berpotensi menjadi produsen karet terbesar di dunia. Maka dari itu, karet juga
menjadi komoditas pertanian terpenting kedua di Indonesia setelah kelapa
sawit. Namun, konsumsi domestiknya jauh lebih rendah dibandingkan
ekspornya. Terdapat penurunan dalam pangsa manufaktur karet dan produk
plastik terhadap PDB Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, menyusul
menurunnya produksi karet di Indonesia. Selanjutnya, menurut data yang
diperoleh dari Report Linker, impor karet alam Indonesia diperkirakan akan
mencapai USD 60,00 juta pada tahun 2026 dan tumbuh rata-rata 2,00% dari
tahun ke tahun.

Beberapa tantangan yang dihadapi oleh industri karet di Indonesia dalam
beberapa tahun terakhir menurut Gabungan Perusahaan Karet Indonesia
(Gapkindo) adalah terjadinya penurunan produksi karet nasional yang antara
lain disebabkan oleh terjadinya konversi tanaman karet ke tanaman lain,
adanya penyakit gugur daun pestalotiopsis sp, kurangnya tenaga penyadap,
usia pohon karet yang mayoritas sudah tua, serta harga karet yang relatif
rendah. Namun demikian, Gapkindo optimistis terhadap produktivitas kebun
karet Indonesia yang diproyeksikan akan meningkat dengan jumlah di atas
2,6 juta ton pada tahun 2024.

Sejalan dengan hal tersebut, menurut data yang diperoleh dari Kementerian
Koodinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Pemerintah turut
mendukung peningkatan industri karet melalui (Indonesia-Malaysia-Thailand
Growth Triangle/IMT-GT). Melalui IMT-GT Rubber Cities Cooperation
pemerintah medukung dan membuat kebijakan mengenai percepatan hilirisasi
industri karet untuk stabilitas dan upaya dalam menghadapi dampak peraturan
European Union Deforestation-Free Regulation (EUDR) dimana akan
berdampak terhadap ekspor dan harga karet Indonesia. Dengan adanya
hilirasasi diharapkan dapat meningkatkan permintaan produk olahan karet
sehingga dapat menciptakan peluang pertumbuhan industri karet di masa yang
akan datang.




                               27
Page 51
II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang usaha
        perkebunan kelapa sawit, pabrik minyak kelapa sawit, produksi benih kelapa
        sawit, pemanfaatan hasil hutan kayu (karet) dan bukan kayu (sagu), dan
        lainnya, yang berlokasi di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan
        Tengah, dan Riau. Di samping mengelola perkebunannya sendiri, Perseroan
        juga mengembangkan perkebunan plasma dan membina kerjasama dengan
        petani plasma.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, prospek
        usaha Perseroan di bidang usaha yang dijalankan pada tahun 2023 yaitu
        Perseroan akan mengandalkan produksi dan peningkatan produktivitas di
        perkebunan intinya. Selain itu, Perseroan akan melakukan strategi pemasaran
        dengan konsisten menitikberatkan terpenuhinya tiga kriteria kualitas yang
        utama, yakni produk, tenaga penjualan, dan layanan pelanggan.

        Untuk memastikan kualitas produk, Perseroan terlibat dalam berbagai program
        penelitian dan pengembangan. Hasilnya diterapkan sebagai bagian integral
        dari inisiatif intensifikasi berkelanjutan dalam proses penanaman dan panen di
        semua lahan perkebunannya. Untuk meningkatkan kualitas lebih lanjut,
        Perseroan merampingkan proses produksinya dengan menerapkan
        serangkaian standar ketat, dalam rangka mematuhi berbagai kriteria dan
        peraturan terkait produksi crude palm oil (CPO) dan produk lain.

        Tim pemasaran Perseroan terdiri dari personel yang kompeten dan profesional
        sehingga kinerja mereka unggul. Perseroan rutin mengevaluasi kinerja mereka.
        Untuk meningkatkan efisiensi jaringan distribusi, tim ini melakukan
        pendampingan bagi pihak-pihak terkait. Di bawah koodinasi tim pemasaran,
        produk-produk Perseroan yang berkualitas tinggi terutama dipasarkan ke
        pelanggan domestik.

        Perseroan juga menjunjung tinggi kepuasan pelanggan dan memastikan
        pembeli menerima produk yang kualitasnya sesuai spesifikasi mereka, dan
        didukung layanan profesional dan unggul dari tim penjualan. Perseroan
        membentuk dan mengelola tim penjualan untuk memantau penggunaan
        kecambah dan tepung sagu, serta menyediakan layanan purna jual bagi
        pelanggan. Kebutuhan ini sering kali berkenaan dengan kinerja dan
        pengelolaan tanaman. Dengan berbagai inisiatif di sepanjang spektrum kualitas
        ini, Perseroan menegaskan posisinya sebagai penyedia produk berkualitas
        tinggi terkemuka dan bertanggung jawab di kancah agribisnis Indonesia.




                                       28
Page 52
II.D.   Alasan Dilakukan Transaksi

        Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Industri perkebunan karet alam Indonesia merupakan salah satu komoditas
            industri hasil tanaman tropis yang mempunyai peranan penting dan
            strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Industri karet yang
            berorientasi pada pasar internasional memiliki pertumbuhan permintaan
            yang meningkat di berbagai negara sehingga telah mendorong prospek
            peningkatan harga pada tingkat yang cukup tinggi.

        •   Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dari
            komoditas industri selain produk kelapa sawit, Perseroan senantiasa
            mendukung pertumbuhan industri karet alam melalui HKI, sebagai entitas
            anak yang memiliki areal IUPHHK-HTI yang cukup luas. Dalam melakukan
            pengembangan usahanya, HKI memerlukan dukungan pendanaan dari
            pemegang sahamnya untuk dapat mengembangkan tanaman karet yang
            belum menghasilkan. Dengan demikian, selama beberapa tahun,
            Perseroan dan AP telah memberikan pinjaman kepada HKI.

        •   Walaupun sejak tahun 2022, HKI mulai membukukan penjualan karet,
            namun Perseroan dan AP memandang perlu mendukung peningkatan
            kinerja keuangan HKI, khususnya struktur permodalan (capital structure)
            HKI dengan menurunkan liabilitas dan meningkatkan ekuitas. Dengan
            demikian, Perseroan dan AP melakukan Transaksi.

        •   Setelah Transaksi menjadi efektif, HKI dapat menggunakan dana hasil
            Transaksi AP untuk melakukan pembayaran atas sebagian utang pihak
            berelasi kepada Perseroan, yang diharapkan dapat mendukung perbaikan
            struktur permodalan HKI dan dapat memberikan kontribusi positif bagi
            peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
            akan datang.

        •   Dengan pertimbangan pertumbuhan kinerja keuangan HKI pada masa yang
            akan datang dengan peningkatan penjualan karet dan perbaikan struktur
            modal HKI, bilamana diperlukan, HKI dapat memperoleh pendanaan dari
            perbankan dan/atau lembaga keuangan dengan biaya yang lebih efisien,
            antara lain dapat digunakan untuk pengembangan usaha tanaman karet
            maupun untuk pembayaran utang pihak berelasi, sehingga diharapkan
            dapat mendukung peningkatan likuiditas Perseroan pada masa yang akan
            datang.

        •   Setelah Transaksi menjadi efektif, dengan penurunan utang pihak berelasi,
            Perseroan mengharapkan HKI dapat meminimalisasi potensi gagal bayar
            utang pihak berelasi pada saat jatuh tempo, yang dapat berdampak pada
            arus kas dan keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.




                                       29
Page 53
        •   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HKI
            diproyeksikan menjadi salah satu kontributor penting terhadap penjualan
            konsolidasian Perseroan setelah seluruh tanaman karet belum
            menghasilkan (immature) HKI memasuki fase menghasilkan (mature) dan
            HKI dapat mendukung kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dengan
            penjualan karet secara komersial. Dengan demikian, Perseroan
            mengharapkan Transaksi dapat mendukung HKI untuk fokus dalam
            pengembangan tanaman dan peningkatan hasil produksi karet, yang pada
            akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan
            seluruh pemegang saham Perseroan.

II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi

        Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Industri perkebunan karet alam Indonesia merupakan salah satu komoditas
            industri hasil tanaman tropis yang mempunyai peranan penting dan
            strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Industri karet yang
            berorientasi pada pasar internasional memiliki pertumbuhan permintaan
            yang meningkat di berbagai negara sehingga telah mendorong prospek
            peningkatan harga pada tingkat yang cukup tinggi.

        •   Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dari
            komoditas industri selain produk kelapa sawit, Perseroan senantiasa
            mendukung pertumbuhan industri karet alam melalui HKI, sebagai entitas
            anak yang memiliki areal IUPHHK-HTI yang cukup luas. Dalam melakukan
            pengembangan usahanya, HKI memerlukan dukungan pendanaan dari
            pemegang sahamnya untuk dapat mengembangkan tanaman karet yang
            belum menghasilkan. Dengan demikian, selama beberapa tahun,
            Perseroan dan AP telah memberikan pinjaman kepada HKI.

        •   Walaupun sejak tahun 2022, HKI mulai membukukan penjualan karet,
            namun Perseroan dan AP memandang perlu mendukung peningkatan
            kinerja keuangan HKI, khususnya struktur permodalan (capital structure)
            HKI dengan menurunkan liabilitas dan meningkatkan ekuitas. Dengan
            demikian, Perseroan dan AP melakukan Transaksi.

        •   Setelah Transaksi menjadi efektif, HKI dapat menggunakan dana hasil
            Transaksi AP untuk melakukan pembayaran atas sebagian utang pihak
            berelasi kepada Perseroan, yang diharapkan dapat mendukung perbaikan
            struktur permodalan HKI dan dapat memberikan kontribusi positif bagi
            peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
            akan datang.




                                      30
Page 54
•   Dengan pertimbangan pertumbuhan kinerja keuangan HKI pada masa yang
    akan datang dengan peningkatan penjualan karet dan perbaikan struktur
    modal HKI, bilamana diperlukan, HKI dapat memperoleh pendanaan dari
    perbankan dan/atau lembaga keuangan dengan biaya yang lebih efisien,
    antara lain dapat digunakan untuk pengembangan usaha tanaman karet
    maupun untuk pembayaran utang pihak berelasi, sehingga diharapkan
    dapat mendukung peningkatan likuiditas Perseroan pada masa yang akan
    datang.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, dengan penurunan utang pihak berelasi,
    Perseroan mengharapkan HKI dapat meminimalisasi potensi gagal bayar
    utang pihak berelasi pada saat jatuh tempo, yang dapat berdampak pada
    arus kas dan keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HKI
    diproyeksikan menjadi salah satu kontributor penting terhadap penjualan
    konsolidasian Perseroan setelah seluruh tanaman karet belum
    menghasilkan (immature) HKI memasuki fase menghasilkan (mature) dan
    HKI dapat mendukung kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dengan
    penjualan karet secara komersial. Dengan demikian, Perseroan
    mengharapkan Transaksi dapat mendukung HKI untuk fokus dalam
    pengembangan tanaman dan peningkatan hasil produksi karet, yang pada
    akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan
    seluruh pemegang saham Perseroan.

Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:

•   SM mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan dana
    tersebut untuk investasi lain yang mungkin memiliki tingkat balikan yang
    lebih menguntungkan dibandingkan dengan Transaksi.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang hutan tanaman industri
    (karet), HKI tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara
    lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak
    bagi kelangsungan HKI.

•   Dalam pengembangan usaha tanaman karet, bilamana HKI tidak maksimal
    dalam pengembangan tanaman karet yang dapat mempengaruhi
    produktivitas tanaman yang berpotensi pada penurunan kinerja HKI,
    terdapat kemungkinan HKI memerlukan tambahan pendanaan dari
    Perseroan, sehingga hal tersebut berpotensi memberikan dampak bagi
    Perseroan.




                                31
Page 55
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 telah diaudit
           oleh KAP PSS masing-masing dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan        31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                          535.964      535.444      496.313      249.647        167.577
           Piutang usaha                               155.768      229.318       74.838      333.216        130.281
           Piutang lain-lain                           199.909       87.702      122.964       97.710        110.012
           Persediaan - neto                           419.597      689.547      456.434      419.284        338.818
           Aset biologis                               189.336      172.620      191.431      200.956        128.963
           Pajak dibayar di muka                        98.192       70.482       42.611       67.000        150.794
           Biaya dibayar di muka                         5.615        1.578        2.495        2.692          4.836
           Aset lancar lainnya                          11.365       13.457       10.450        7.209         12.547
           Jumlah Aset Lancar                         1.615.746    1.800.148    1.397.536    1.377.714     1.043.828
           ASET TIDAK LANCAR
           Tagihan restitusi pajak                       21.414            -            -            -        26.266
           Piutang plasma                               253.854      358.166      328.757      316.357       464.692
           Tanaman produktif                          5.745.046    5.735.551    5.669.016    5.480.544     5.159.655
           Aset tetap - neto                          2.021.960    1.918.765    1.893.959    2.007.528     2.172.058
           Aset takberwujud - neto                       87.727       88.714       89.052       90.248        91.579
           Aset pajak tangguhan - neto                  260.209      275.353      264.687      369.597       478.594
           Aset hak-guna - neto                          19.062       32.749       74.128       75.026             -
           Aset tidak lancar lainnya                     42.515       33.792       34.230       27.666        30.271
           Jumlah Aset Tidak Lancar                   8.451.787    8.443.090    8.353.829    8.366.966     8.423.115
           JUMLAH ASET                               10.067.533   10.243.238    9.751.365    9.744.680     9.466.943




                                                32
Page 56
                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                              31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang bank jangka pendek                                               -             -        28.538       532.049      1.115.363
           Utang usaha                                                      423.445       417.723       516.886       480.402        538.918
           Utang lain-lain                                                   44.620        34.271        52.382        59.534         56.375
           Liabilitas kontrak                                               107.586       125.041       111.822       173.460        119.504
           Utang pajak                                                       87.271       198.386       189.889       106.264         45.454
           Beban akrual                                                      38.083        30.542        19.036        26.253         25.995
           Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                            70.025        63.389        55.596        55.440         55.943
           Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
             satu tahun:
             Utang obligasi - neto                                          127.377       208.381             -             -              -
             Sukuk ijarah - neto                                            236.635       174.854             -             -              -
             Utang bank jangka panjang - neto                               137.629        93.937       279.527       427.716        537.230
             Liabilitas sewa                                                 13.110        11.343        26.065        25.942         16.199
             Liabilitas keuangan lainnya                                     23.992         2.942             -             -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                 1.309.773     1.360.809     1.279.741     1.887.060     2.510.981
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Utang jangka panjang setalah dikurangi bagian jatuh tempo
             dalam satu tahun:
             Utang obligasi - neto                                           659.999      784.993        469.955       297.924             -
             Sukuk ijarah - neto                                             586.970      822.855        692.677       296.541             -
             Utang bank jangka panjang - neto                              1.088.842      997.452      1.684.581     2.391.113     2.099.426
             Liabilitas sewa                                                     219       13.330         23.686        37.385        31.321
             Liabilitas keuangan lainnya                                      21.414        4.270              -             -             -
           Liabilitas imbalan kerja                                          194.086      181.782        194.136       268.814       219.932
           Liabilitas pajak tangguhan - neto                                  17.165       17.371         16.875        15.781        21.569
           Liabilitas jangka panjang lainnya                                 676.658      830.265        793.015       754.006       431.016
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                3.245.353     3.652.318     3.874.925     4.061.564     2.803.264
           JUMLAH LIABILITAS                                               4.555.126     5.013.127     5.154.666     5.948.624     5.314.245
           EKUITAS
           Modal saham                                                       363.724       363.724       378.000       378.000       378.000
           Tambahan modal disetor                                            583.775       583.775       681.231       681.231       681.231
           Saham treasuri                                                          -             -      (111.732)     (111.732)     (111.732)
           Komponen ekuitas lain                                              (4.801)       (4.792)         (836)         (675)        1.290
           Selisih transaksi dengan kepentingan non-pengendali               208.657       208.657       207.799       190.030       180.583
           Saldo laba                                                      4.079.088     3.949.531     3.298.307     2.485.425     2.834.648
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                         5.230.443     5.100.895     4.452.769     3.622.279     3.964.020
           Kepentingan non-pengendali                                        281.964       129.216       143.930       173.777       188.678
           JUMLAH EKUITAS                                                  5.512.407     5.230.111     4.596.699     3.796.056     4.152.698
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  10.067.533    10.243.238     9.751.365     9.744.680     9.466.943




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
           2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 10.067,53 miliar,
           Rp 10.243,24 miliar, Rp 9.751,37 miliar, Rp 9.744,68 miliar, dan
           Rp 9.466,94 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 175,71 miliar atau setara dengan 1,72% dibandingkan
           dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan persediaan – neto dan piutang plasma masing-
           masing sebesar Rp 269,95 miliar dan Rp 104,31 miliar yang disertai dengan
           kenaikan piutang lain-lain dan aset tetap – neto masing-masing sebesar
           Rp 112,21 miliar dan Rp 103,20 miliar.




                                                                     33
Page 57
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 491,87 miliar atau setara dengan 5,04% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang usaha dan persediaan – neto masing-
           masing sebesar Rp 154,48 miliar dan Rp 233,11 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 6,69 miliar atau setara dengan 0,07% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan kas dan setara kas, persediaan – neto, dan tanaman produktif
           masing-masing sebesar Rp 246,67 miliar, Rp 37,15 miliar, dan Rp 188,47 miliar
           yang disertai dengan penurunan piutang usaha, aset tetap – neto, dan aset
           pajak tangguhan – neto masing-masing sebesar Rp 258,38 miliar, Rp 113,57
           miliar, dan Rp 104,91 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 277,74 miliar atau setara dengan 2,93% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang usaha dan tanaman produktif masing-
           masing sebesar Rp 202,94 miliar dan Rp 320,89 miliar yang disertai dengan
           penurunan piutang plasma dan aset tetap – neto masing-masing sebesar Rp
           148,34 miliar dan Rp 164,53 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022,
           2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 4.555,13 miliar,
           Rp 5.013,13 miliar, Rp 5.154,67 miliar, Rp 5.948,62 miliar, dan
           Rp 5.314,25 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 458,00 miliar atau setara dengan 9,14% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang pajak, utang obligasi – neto, sukuk
           ijarah – neto, dan liabilitas jangka panjang lainnya masing-masing sebesar
           Rp 111,12 miliar, Rp 206,00 miliar, Rp 174,10 miliar, dan Rp 153,61 miliar yang
           disertai dengan kenaikan utang bank jangka panjang – neto sebesar
           Rp 135,08 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 141,54 miliar atau setara dengan 2,75% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang usaha dan utang bank jangka
           panjang – neto masing-masing sebesar Rp 99,16 miliar dan Rp 872,72 miliar
           yang disertai dengan kenaikan utang obligasi – neto dan sukuk ijarah – neto
           masing-masing sebesar Rp 523,42 miliar dan Rp 305,03 miliar.




                                          34
Page 58
           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 793,96 miliar atau setara dengan 13,35% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang bank jangka pendek dan utang
           bank jangka panjang – neto masing-masing sebesar Rp 503,51 dan Rp 854,72
           miliar yang disertai dengan kenaikan utang obligasi – neto dan sukuk ijarah –
           neto masing-masing sebesar Rp 172,03 miliar dan Rp 396,14 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 634,38 miliar atau setara dengan 11,94% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka panjang – neto, utang
           obligasi – neto, sukuk ijarah – neto, dan liabilitas jangka panjang lainnya
           masing-masing sebesar Rp 182,17 miliar, Rp 297,92 miliar, Rp 296,54 miliar,
           dan Rp 322,99 miliar yang disertai dengan penurunan utang bank jangka
           pendek sebesar Rp 583,31 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022,
           2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 5.512,41 miliar,
           Rp 5.230,11 miliar, Rp 4.596,70 miliar, Rp 3.796,06 miliar, dan
           Rp 4.152,70 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 282,30 miliar atau setara dengan 5,40% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan dan
           tambahan modal dari kepentingan non-pengendali masing-masing sebesar
           Rp 440,78 miliar dan Rp 200,00 miliar yang disertai dengan pembagian dividen
           tunai sebesar Rp 360,09 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 633,41 miliar atau setara dengan 13,78% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 1.039,44 miliar yang disertai dengan pembagian dividen tunai sebesar
           Rp 409,19 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 800,64 miliar atau setara dengan 21,09% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 814,72 miliar.




                                          35
Page 59
           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 356,64 miliar atau setara dengan 8,59% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           dan dampak penerapan PSAK 71 setelah pajak masing-masing sebesar Rp
           191,75 miliar dan Rp 131,91 miliar.

III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                      Keterangan                         31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19

           Penjualan                                                      5.620.503     5.671.723     5.222.298     3.502.227     3.268.127
           Beban pokok penjualan                                          4.293.635     3.688.052     3.553.116     2.618.314     2.590.711
           Laba bruto                                                     1.326.868     1.983.671     1.669.182       883.913       677.416
           Perubahaan nilai wajar aset biologis                              16.716       (18.811)       (9.525)       71.993        62.469
           Beban penjualan dan pemasaran                                   (159.113)     (139.051)     (108.398)     (102.179)     (114.977)
           Beban umum dan administrasi                                     (239.287)     (240.794)     (203.702)     (220.780)     (254.154)
           Pendapatan operasi lain                                          124.122       161.437       154.489       121.762        80.194
           Beban operasi lain                                              (132.738)     (127.385)      (88.361)      (68.618)      (59.350)
           Laba usaha                                                       936.568     1.619.067     1.413.685       686.091       391.598
           Biaya keuangan                                                  (234.253)     (243.056)     (259.838)     (293.437)     (235.975)
           Pendapatan keuangan                                               41.990        28.028        46.021        26.969        18.321
           Provisi liabilitas kontijensi                                          -             -             -      (319.168)            -
           Laba sebelum pajak penghasilan                                   744.305     1.404.039     1.199.868       100.455       173.944
           Beban pajak pengahasilan - neto                                 (303.526)     (364.596)     (385.153)     (292.202)     (133.948)
           Laba (rugi) tahun berjalan                                      440.779      1.039.443      814.715       (191.747)       39.996
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                              5.943          6.978       11.115        (17.355)       19.516
           Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan                  446.722      1.046.421      825.830       (209.102)       59.512
           Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                         483.712      1.049.826      802.085       (201.421)       33.150
             Kepentingan non-pengendali                                    (42.933)       (10.383)      12.630          9.674         6.846




III.B.6    Penjualan

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
           sebesar Rp 5.620,50 miliar, Rp 5.671,72 miliar, Rp 5.222,30 miliar, Rp 3.502,23
           miliar, dan Rp 3.268,13 miliar.

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 51,22 miliar atau setara
           dengan 0,90% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2022.

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 449,43 miliar atau setara
           dengan 8,61% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2021.

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.720,07 miliar atau
           setara dengan 49,11% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.




                                                                   36
Page 60
           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 234,10 miliar atau setara
           dengan 7,16% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2019.

III.B.7.   Laba (Rugi) Tahun Berjalan

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
           Rp 440,78 miliar, Rp 1.039,44 miliar, Rp 814,72 miliar, dan Rp 40,00 miliar.
           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 191,75 miliar.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 598,66 miliar atau
           setara dengan 57,59% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 224,73 miliar atau setara
           dengan 27,58% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.006,46 miliar atau
           setara dengan 524,89% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 231,74 miliar atau setara
           dengan 579,42% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.




                                         37
Page 61
III.A.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                              31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                                  5.676.597     5.530.462     5.419.038     3.353.248     3.308.559
           Pembayaran kepada pemasok                                     (2.230.316)   (2.513.175)   (2.288.222)   (1.469.274)   (1.222.218)
           Pembayaran kas kepada karyawan, beban operasi,
            dan lain-lain                                                (1.597.946)   (1.397.032)   (1.175.372)   (1.164.536)   (1.107.816)
           Kas yang diperoleh dari operasi                                1.848.335     1.620.255     1.955.444      719.438        978.525
           Pembayaran pajak penghasilan badan - neto                       (425.436)     (366.300)     (181.327)     (35.897)      (106.301)
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                    1.422.899     1.253.955     1.774.117      683.541        872.224
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                            (313.155)     (192.310)      (83.790)      (89.545)     (279.626)
           Penambahan tanaman produktif                                    (240.484)     (211.922)     (239.454)     (297.389)     (451.619)
           Pembiayaan pengembangan kebun plasma dan piutang
            plasma                                                         (229.188)      (51.913)      (81.314)       (3.221)     (154.186)
           Penerimaan dana atas pembiayaan pengembangan
            kebun plasma                                                   220.624        37.595        42.505              -       120.364
           Penerimaan dari penjualan aset tetap                             14.171         4.115         3.615          2.639         2.368
           Penerimaan pendapatan bunga                                      11.263        10.004        12.319          6.796         9.668
           Perolehan aset takberwujud                                       (2.614)       (2.924)       (1.813)        (2.281)       (1.572)
           Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi                    (539.383)     (407.355)     (347.932)     (383.001)     (754.603)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Perolehan utang bank                                             730.000       594.390       632.205     3.882.890     2.953.479
           Pembayaran utang bank                                           (595.000)   (1.498.261)   (1.997.509)   (4.291.016)   (2.857.250)
           Perolehan (pembayaran) utang obligasi dan sukuk ijarah          (383.500)      830.500       569.500       600.000             -
           Pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham                  (360.087)     (409.190)            -             -             -
           Pembayaran biaya keuangan                                       (249.449)     (283.797)     (345.422)     (363.258)     (388.929)
           Pembayaran liabilitas sewa                                       (11.344)      (29.051)      (26.913)      (23.017)       (5.055)
           Pembayaran simpanan jaminan                                       (9.233)       (2.152)       (3.246)       (1.312)       (8.365)
           Pembayaran dividen tunai oleh entitas anak kepada
            pemegang saham non-pengendali                                    (4.339)       (3.819)       (4.021)      (15.627)       (5.769)
           Pembayaran biaya emisi utang obligasi dan sukuk ijarah                 -        (6.200)       (4.123)       (7.141)            -
           Penerimaan atas transaksi jual dan sewa kembali                        -             -             -             -        57.760
           Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                    (882.952)     (807.580)   (1.179.529)     (218.481)     (254.129)
           KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN
            SETARA KAS                                                         564        39.020       246.656        82.059       (136.508)
           Dampak neto perubahan nilai tukar atas kas dan
            setara kas                                                          (44)         111             10           11            (31)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                              535.444       496.313       249.647       167.577        304.116
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                             535.964       535.444       496.313       249.647        167.577




           Arus Kas Dari Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
           2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1.422,90 miliar, Rp 1.253,96 miliar,
           Rp 1.774,12 miliar, Rp 683,54 miliar, dan Rp 872,22 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 1.422,90 miliar
           terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 5.676,60
           miliar yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran
           kas kepada karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar
           Rp 2.230,32 miliar dan Rp 1.597,95 miliar.




                                                                    38
Page 62
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1.253,96 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 5.530,46
miliar yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran
kas kepada karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 2.513,18 miliar dan Rp 1.397,03 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1.774,12 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 5.419,04
miliar yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran
kas kepada karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 2.288,22 miliar dan Rp 1.175,37 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 683,54 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 3.353,25
miliar yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran
kas kepada karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 1.469,27 miliar dan Rp 1.164,54 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 872,22 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 3.308,56
miliar yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran
kas kepada karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 1.222,22 miliar dan Rp 1.107,82 miliar.

Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 539,38 miliar, Rp 407,36
miliar, Rp 347,93 miliar, Rp 383,00 miliar, dan Rp 754,60 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 539,38 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap, penambahan tanaman produktif,
dan pembiayaan pengembangan kebun plasma dan piutang plasma masing-
masing sebesar Rp 313,16 miliar, Rp 240,48 miliar, dan Rp 229,19 miliar yang
disertai dengan penerimaan dana atas pembiayaan pengembangan kebun
plasma sebesar Rp 220,62 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 407,36 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan penambahan tanaman produktif
masing-masing sebesar Rp 192,31 miliar dan Rp 211,92 miliar.




                              39
Page 63
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 347,93 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap, penambahan tanaman produktif,
dan pembiayaan pengembangan kebun plasma dan piutang plasma masing-
masing sebesar Rp 83,79 miliar, Rp 239,45 miliar, dan Rp 81,31 miliar yang
disertai dengan penerimaan dana atas pembiayaan pengembangan kebun
plasma sebesar Rp 42,51 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 383,00 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan penambahan tanaman produktif
masing-masing sebesar Rp 89,55 miliar dan Rp 297,39 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 754,60 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap, penambahan tanaman produktif,
serta pembiayaan pengembangan kebun plasma dan piutang plasma masing-
masing sebesar Rp 279,63 miliar, Rp 451,62 miliar, dan Rp 154,19 miliar yang
disertai dengan penerimaan dana atas pembiayaan pengembangan kebun
plasma sebesar Rp 120,36 miliar.

Arus Kas Untuk Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 882,95 miliar, Rp 807,58
miliar, Rp 1.179,53 miliar, Rp 218,48 miliar, dan Rp 254,13 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 882,95 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank, pembayaran utang obligasi dan
sukuk ijarah, pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham, serta
pembayaran biaya keuangan masing-masing sebesar Rp 595,00 miliar,
Rp 383,50 miliar, Rp 360,09 miliar, dan 249,45 miliar yang disertai dengan
perolehan utang bank sebesar Rp 730,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 807,58 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank, pembayaran dividen tunai
kepada pemegang saham, dan pembayaran biaya keuangan masing-masing
sebesar Rp 1.498,26 miliar, Rp 409,19, dan Rp 283,80 miliar yang disertai
dengan perolehan utang bank serta perolehan utang obligasi dan sukuk ijarah
masing-masing sebesar Rp 594,39 miliar dan Rp 830,50 miliar.




                              40
Page 64
            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1.179,53
            miliar terutama berasal dari pembayaran utang bank dan pembayaran biaya
            keuangan masing-masing sebesar Rp 1.997,51 miliar dan Rp 345,42 miliar
            yang disertai dengan perolehan utang bank serta perolehan utang obligasi dan
            sukuk ijarah masing-masing sebesar Rp 632,21 miliar dan Rp 569,50 miliar.

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 218,48 miliar
            terutama berasal dari pembayaran utang bank dan pembayaran biaya
            keuangan masing-masing sebesar Rp 4.291,02 miliar dan Rp 363,26 miliar
            yang disertai dengan perolehan utang bank serta perolehan utang obligasi dan
            sukuk ijarah masing-masing sebesar Rp 3.882,89 miliar dan Rp 600,00 miliar.

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 254,13 miliar
            terutama berasal dari pembayaran utang bank dan pembayaran biaya
            keuangan masing-masing sebesar Rp 2.857,25 miliar dan Rp 388,93 miliar
            yang disertai dengan perolehan utang bank sebesar Rp 2.953,48 miliar.

III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                             1,23        1,32        1,09        0,73        0,42
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                             0,56        0,55        0,54        0,36        0,35
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,55        0,51        0,47        0,39        0,44
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,45        0,49        0,53        0,61        0,56
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,83        0,96        1,12        1,57        1,28
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba bruto                                23,61%      34,97%      31,96%      25,24%      20,73%
            Marjin laba usaha                                16,66%      28,55%      27,07%      19,59%      11,98%
            Marjin laba (rugi) tahun berjalan                 7,84%      18,33%      15,60%      -5,48%       1,22%
            Laba usaha terhadap aset                          9,30%      15,81%      14,50%       7,04%       4,14%
            Imbal hasil aset                                  4,38%      10,15%       8,35%      -1,97%       0,42%
            Laba usaha terhadap ekuitas                      16,99%      30,96%      30,75%      18,07%       9,43%
            Imbal hasil ekuitas                               8,00%      19,87%      17,72%      -5,05%       0,96%




III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada tanggal-
            tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio perputaran
            jumlah aset masing-masing adalah 0,56; 0,55; 0,54; 0,36; dan 0,35.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,55; 0,51; 0,47; 0,39; dan 0,44.




                                                     41
Page 65
III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,45; 0,49; 0,53;
            0,61; dan 0,56, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-
            masing adalah 0,83; 0,96; 1,12; 1,57; dan 1,28.

III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan
            2019 masing-masing adalah 4,38%, 10,15%, 8,35%, dan 0,42%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022,
            2021, dan 2019 masing-masing adalah 8,00%, 19,87%, 17,72%, dan 0,96%.




                                           42
Page 66
III.B.     Analisis atas Kinerja Historis HKI

           Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 telah diaudit oleh KAP PSS
           masing-masing dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.

           Ikhtisar data keuangan penting HKI adalah sebagai berikut:

III.B.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                             31/12/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                              31.991         2.397        2.384        3.766          1.089
           Piutang usaha                                                      959           127            -            -              -
           Piutang lain-lain                                                1.634         1.612        2.881        2.995          1.902
           Persediaan                                                      17.964        13.067       14.517        6.314         15.264
           Aset biologis                                                      325             -            -            -              -
           Pajak dibayar di muka                                            8.448         6.881          324            -              -
           Biaya dibayar di muka dan uang muka                              2.617         3.021        3.764        2.883          2.702
           Jumlah Aset Lancar                                              63.938        27.106       23.870       15.959         20.957
           ASET TIDAK LANCAR
           Tanaman produktif
             Tanaman menghasilkan                                        2.322.863       305.383            -            -             -
             Tanaman belum menghasilkan                                    645.852     2.518.646    2.485.424    2.149.733     1.812.019
           Aset tetap - neto                                               122.742       119.021      115.814      120.596       126.682
           Aset hak-guna - neto                                                365           336          382          350             -
           Aset tak berwujud - neto                                            786           762          809          860           868
           Aset tidak lancar lainnya                                           332           332          332          350           332
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                      3.092.940     2.944.480    2.602.761    2.271.890     1.939.901
           JUMLAH ASET                                                   3.156.878     2.971.586    2.626.631    2.287.849     1.960.858
                                                                                                                                       -


                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                             31/12/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha
             Pihak berelasi                                                     -             1           38           12              7
             Pihak ketiga                                                  64.030        18.516       25.283       43.102         52.872
           Utang lain-lain                                                 25.311        16.255       16.203       11.113          5.196
           Utang pajak                                                      4.116         4.826        4.868        4.410          4.266
           Beban akrual                                                    10.996         8.795        6.729        6.205          8.627
           Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu
             tahun:
             Liabilitas sewa                                                   98            89           81           79               -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                104.551        48.481       53.202       64.920         70.968
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Utang bank jangka panjang - neto                                 30.000             -            -            -             -
           Liabilitas sewa                                                       -            98          187          287             -
           Utang pihak berelasi                                          1.637.475     2.304.408    1.882.641    1.570.481     1.278.995
           Liabilitas imbalan kerja                                         10.182        11.558       11.173       10.144         7.709
           Liabilitas tidak lancar lainnya                                   2.202             -            -            -           988
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              1.679.859     2.316.063    1.894.001    1.580.911     1.287.692
           JUMLAH LIABILITAS                                             1.784.409     2.364.545    1.947.203    1.645.831     1.358.660
           EKUITAS
           Modal saham                                                     720.665      408.165      405.299      367.380        323.478
           Tambahan modal disetor                                          939.312      251.812      251.812      251.812        251.812
           Uang muka setoran modal                                               -            -        2.866        3.095          7.712
           Saldo laba (defisit)                                           (287.508)     (52.936)      19.451       19.731         19.196
           JUMLAH EKUITAS                                                1.372.469      607.041      679.428      642.018        602.198
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                 3.156.878     2.971.586    2.626.631    2.287.849     1.960.858




                                                                   43
Page 67
III.B.2.   Aset

           Jumlah aset HKI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020,
           dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 3.156,88 miliar,
           Rp 2.971,59 miliar, Rp 2.626,63 miliar, Rp 2.287,85 miliar, dan
           Rp 1.960,86 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset HKI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 185,29 miliar atau setara dengan 6,24% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas serta tanaman produktif –
           tanaman menghasilkan masing-masing sebesar Rp 29,60 miliar dan
           Rp 2.017,48 miliar yang disertai dengan penurunan tanaman produktif –
           tanaman belum menghasilkan sebesar Rp 1.872,79 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset HKI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 344,96 miliar atau setara dengan 13,13% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan tanaman produktif – tanaman menghasilkan sebesar
           Rp 305,38 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset HKI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 338,78 miliar atau setara dengan 14,81% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan tanaman produktif – tanaman belum menghasilkan
           sebesar Rp 335,69 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset HKI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 326,99 miliar atau setara dengan 16,68% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan tanaman produktif – tanaman belum menghasilkan
           sebesar Rp 337,72 miliar.

III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas HKI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
           2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1.784,41 miliar,
           Rp 2.364,55 miliar, Rp 1.947,20 miliar, Rp 1.645,83 miliar, dan
           Rp 1.358,66 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas HKI mengalami penurunan
           sebesar Rp 580,14 miliar atau setara dengan 24,53% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan utang pihak berelasi sebesar Rp 666,93 miliar
           yang disertai dengan kenaikan utang usaha – pihak ketiga dan utang bank
           jangka panjang – neto masing-masing sebesar Rp 45,51 miliar dan
           Rp 30,00 miliar.




                                        44
Page 68
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas HKI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 417,34 miliar atau setara dengan 21,43% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 421,77 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas HKI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 301,37 miliar atau setara dengan 18,31% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 312,16 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas HKI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 287,17 miliar atau setara dengan 21,14% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 291,49 miliar.

III.B.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas HKI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
           2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1.372,47 miliar,
           Rp 607,04 miliar, Rp 679,43 miliar, Rp 642,02 miliar, dan Rp 602,20 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas HKI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 765,43 miliar atau setara dengan 126,09% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan modal saham dan tambahan modal disetor masing-
           masing sebesar Rp 312,50 miliar dan Rp 687,50 miliar yang disertai dengan
           rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh HKI sebesar Rp 234,71 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas HKI mengalami penurunan
           sebesar Rp 72,39 miliar atau setara dengan 10,65% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh HKI sebesar
           Rp 74,15 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas HKI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 37,41 miliar atau setara dengan 5,83% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan modal saham sebesar Rp 37,92 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas HKI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 39,82 miliar atau setara dengan 6,61% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan modal saham sebesar Rp 43,90 miliar.




                                         45
Page 69
III.B.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                    31/12/23      31/12/22      31/12/21       31/12/20       31/12/19

           Penjualan                                                65.331        26.495                -              -              -
           Beban pokok penjualan                                   199.310        77.437                -              -              -
           Rugi bruto                                              (133.979)      (50.942)           -              -               -
           Perubahan nilai wajar aset biologis                          325             -            -              -               -
           Beban penjualan                                           (5.807)            -            -              -               -
           Beban umum dan administrasi                               (3.992)       (1.305)        (716)          (675)         (1.079)
           Biaya operasional lain                                      (551)       (1.073)        (176)          (117)           (202)
           Pendapatan operasional lain                                1.541           696          109            384              64
           Rugi usaha                                              (142.464)      (52.624)        (783)          (408)         (1.218)
           Pendapatan keuangan                                           52            31           78             69             603
           Beban keuangan                                           (92.297)      (21.554)         (30)           (38)              -
           Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                   (234.709)      (74.146)        (735)          (378)          (614)
           Manfaat (beban) pajak penghasilan                              -             -            -            988            (10)
           Laba (rugi) tahun berjalan                              (234.709)      (74.146)        (735)           611           (624)
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                         137         1.759          455            (76)           567
           Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan          (234.572)      (72.387)        (280)           535             (58)




III.B.6    Penjualan

           Penjualan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing adalah sebesar Rp 65,33 miliar
           dan Rp 26,50 miliar. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2021, 2020, dan 2019, HKI belum membukukan penjualan.

           Penjualan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
           mengalami kenaikan sebesar Rp 38,84 miliar atau setara dengan 146,58%
           dibandingkan dengan penjualan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022.

III.B.7.   Laba (Rugi) Tahun Berjalan

           Rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
           Rp 234,71 miliar, Rp 74,15 miliar, Rp 0,74 miliar, dan Rp 0,62 miliar. Laba
           tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
           adalah sebesar Rp 0,61 miliar.

           Rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 160,56 miliar atau setara
           dengan 216,55% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan HKI untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 73,41 miliar dibandingkan
           dengan rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021.




                                                            46
Page 70
           Rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,35 miliar atau setara
           dengan 220,43% dibandingkan dengan laba tahun berjalan HKI untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Laba tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,24 miliar atau setara
           dengan 197,76% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan HKI untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

III.B.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                          31/12/23      31/12/22      31/12/21       31/12/20       31/12/19

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                               64.500        26.368                -              -              -
           Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban operasi
            dan lain-lain                                              (90.009)      (69.977)      (13.625)        (7.608)       (11.789)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                (25.509)      (43.610)      (13.625)        (7.608)       (11.789)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penambahan tanaman produktif belum menghasilkan            (116.600)     (173.200)     (162.237)      (170.258)      (193.702)
           Perolehan aset tetap                                        (19.460)      (19.789)      (11.289)        (9.458)       (15.920)
           Perolehan aset hak-guna usaha                                  (225)         (117)            -              -              -
           Perolehan aset tak berwujud                                    (202)         (191)         (204)          (198)             -
           Penerimaan pendapatan bunga                                      45            31            78             69            603
           Penerimaan penjualan aset tetap                                   -             -             -             59              -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi             (136.442)     (193.264)     (173.652)      (179.786)      (209.018)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Perolehan utang pihak berelasi                              161.650      236.990       148.309        150.896              -
           Pembayaran utang pihak berelasi                            (800.000)           -             -              -        (30.271)
           Perolehan utang bank                                         30.000            -             -              -              -
           Pembayaran biaya keuangan                                       (16)         (23)          (30)             -              -
           Pembayaran liabilitas sewa                                      (89)         (81)          (74)          (110)             -
           Penambahan modal saham                                      112.500            -        34.824         36.190        213.210
           Penerimaan tambahan modal disetor                           687.500            -         2.866          3.095          7.712
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan              191.545       236.886       185.895        190.071        190.652
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                 29.595            12         (1.382)         2.677        (30.156)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                            2.397         2.384         3.766          1.089        31.245
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                         31.991          2.397         2.384          3.766          1.089




           Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
           masing-masing adalah sebesar Rp 25,51 miliar, Rp 43,61 miliar,
           Rp 13,63 miliar, Rp 7,61 miliar, dan Rp 11,79 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 25,51 miliar terutama
           berasal dari penerimaan kas dari pelanggan serta pembayaran kas kepada
           pemasok, karyawan, beban operasi dan lain-lain sebesar Rp 64,50 miliar dan
           Rp 90,01 miliar.




                                                             47
Page 71
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 43,61 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan serta pembayaran kas kepada
pemasok, karyawan, beban operasi dan lain-lain sebesar Rp 26,37 miliar dan
Rp 69,98 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 13,63 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban
operasi dan lain-lain.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 7,61 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban
operasi dan lain-lain.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 11,79 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban
operasi dan lain-lain.

Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 136,44 miliar, Rp 193,26 miliar,
Rp 173,65 miliar, Rp 179,79 miliar, dan Rp 209,02 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 136,44 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 116,60 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 193,26 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 173,20 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 173,65 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 162,24 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 179,79 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 170,26 miliar.




                               48
Page 72
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 209,02 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 193,70 miliar.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 191,55 miliar, Rp 236,89 miliar,
Rp 185,90 miliar, Rp 190,07 miliar, dan Rp 190,65 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 191,55 miliar terutama
berasal dari perolehan utang pihak berelasi, pembayaran utang pihak berelasi,
penambahan modal saham, dan penerimaan tambahan modal disetor masing-
masing sebesar Rp 161,65 miliar, Rp 800,00 miliar, Rp 112,50 miliar, dan
Rp 687,50 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 236,89 miliar terutama
berasal dari perolehan utang pihak berelasi sebesar Rp 236,99 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 185,90 miliar terutama
berasal dari perolehan utang pihak berelasi dan penambahan modal saham
masing-masing sebesar Rp 148,31 miliar dan Rp 34,82 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 190,07 miliar terutama
berasal dari perolehan utang pihak berelasi dan penambahan modal saham
masing-masing sebesar Rp 150,90 miliar dan Rp 36,19 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 190,65 miliar terutama
berasal dari pembayaran utang pihak berelasi dan penambahan modal saham
masing-masing sebesar Rp 30,27 miliar dan Rp 213,21 miliar.




                               49
Page 73
III.B.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                             0,61         0,56         0,45         0,25         0,30
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                             0,02         0,01          N/A          N/A          N/A
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,43         0,20         0,26         0,28         0,31
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,57         0,80         0,74         0,72         0,69
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 1,30         3,90         2,87         2,56         2,26
            Rasio Profitabilitas
            Marjin rugi kotor                               -205,08%     -192,27%          N/A          N/A          N/A
            Marjin rugi usaha                               -218,06%     -198,62%          N/A          N/A          N/A
            Marjin rugi bersih                              -359,26%     -279,85%          N/A          N/A          N/A
            Rugi usaha terhadap jumlah aset                   -4,51%       -1,77%       -0,03%       -0,02%       -0,06%
            Imbal hasil aset                                  -7,43%       -2,50%       -0,03%        0,03%       -0,03%
            Rugi usaha terhadap ekuitas                      -10,38%       -8,67%       -0,12%       -0,06%       -0,20%
            Imbal hasil ekuitas                              -17,10%      -12,21%       -0,11%        0,10%       -0,10%




III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan HKI dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi HKI. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2023 dan 2022, rasio perputaran jumlah aset HKI adalah 0,02
            dan 0,01.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas HKI
            terhadap jumlah aset HKI. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022,
            2021, 2020, dan 2019, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing
            adalah 0,43; 0,20; 0,26; 0,28; dan 0,31.

III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan HKI untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,57; 0,80; 0,74;
            0,72; dan 0,69, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-
            masing adalah 1,30; 3,90; 2,87; 2,56; dan 2,26.

III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan HKI dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan HKI dalam menghasilkan
            laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.




                                                     50
Page 74
III.C.   Analisis atas Laporan Proforma

         Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
         dan Setelah Transaksi.

         Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
         keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang
         disusun oleh manajemen Perseroan.

         Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2023:

                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                   Setelah
                               Keterangan         31/12/23      Penyesuaian
                                                                                Transaksi
         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas
           Pihak berelasi                             100.437                -         100.437
           Pihak ketiga                               435.527                -         435.527
         Piutang usaha                                155.768                -         155.768
         Piutang lain-lain                            199.909                -         199.909
         Persediaan, neto                             419.597                -         419.597
         Aset biologis                                189.336                -         189.336
         Pajak dibayar di muka                         98.192                -          98.192
         Biaya dibayar di muka                          5.615                -           5.615
         Uang muka dan aset lancar lainnya             11.365                -          11.365
         Jumlah Aset Lancar                         1.615.746                -        1.615.746
         ASET TIDAK LANCAR
         Tagihan restitusi pajak                       21.414                -           21.414
         Piutang plasma                               253.854                -          253.854
         Tanaman produktif                          5.745.046                -        5.745.046
         Aset tetap, neto                           2.021.960                -        2.021.960
         Aset takberwujud, neto                        87.727                -           87.727
         Aset pajak tangguhan, neto                   260.209                -          260.209
         Aset hak-guna, neto                           19.062                -           19.062
         Aset tidak lancar lainnya                     42.515                -           42.515
         Jumlah Aset Tidak Lancar                   8.451.787                -        8.451.787
         JUMLAH ASET                               10.067.533                -       10.067.533




                                             51
Page 75
                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                            Setelah
                       Keterangan                         31/12/23       Penyesuaian
                                                                                         Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                   423.445                 -          423.445
Utang lain-lain                                                44.620                 -           44.620
Liabilitas kontrak                                            107.586                 -          107.586
Utang pajak                                                    87.271                 -           87.271
Beban akrual                                                   38.083                 -           38.083
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                         70.025                 -           70.025
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo
  dalam satu tahun:
  Utang obligasi - neto                                       127.377                 -          127.377
  Sukuk ijarah - neto                                         236.635                 -          236.635
  Utang bank jangka panjang - neto                            137.629                 -          137.629
  Liabilitas sewa                                              13.110                 -           13.110
  Liabilitas keuangan lainnya                                  23.992                 -           23.992
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             1.309.773                 -        1.309.773
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang obligasi - neto                                       659.999                 -          659.999
  Sukuk ijarah - neto                                         586.970                 -          586.970
  Utang bank jangka panjang - neto                          1.088.842                 -        1.088.842
  Liabilitas sewa                                                 219                 -              219
  Liabilitas keuangan lainnya                                  21.414                 -           21.414
Liabilitas imbalan kerja                                      194.086                 -          194.086
Liabilitas pajak tangguhan, neto                               17.165                 -           17.165
Liabilitas jangka panjang lainnya                             676.658          (218.874)         457.784
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            3.245.353          (218.874)       3.026.479
JUMLAH LIABILITAS                                           4.555.126          (218.874)       4.336.252
EKUITAS
Modal saham                                                   363.724                 -          363.724
Tambahan modal disetor                                        583.775                 -          583.775
Komponen ekuitas lain                                          (4.801)                -           (4.801)
Selisih transaksi dengan kepentingan non-pengendali           208.657                 -          208.657
Saldo laba                                                  4.079.088                 -        4.079.088
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                     5.230.443                 -        5.230.443
Kepentingan non-pengendali                                    281.964           218.874          500.838
JUMLAH EKUITAS                                              5.512.407           218.874        5.731.281
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              10.067.533                 -       10.067.533




                                                  52
Page 76
                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                  Setelah
                                 Keterangan                     31/12/23       Penyesuaian
                                                                                               Transaksi
         Penjualan                                                5.620.503                 -        5.620.503
         Beban pokok penjualan                                    4.293.635                 -        4.293.635
         Laba bruto                                               1.326.868                 -        1.326.868
         Beban usaha                                               (390.300)                -         (390.300)
         Laba usaha                                                 936.568                 -          936.568
         Beban lain-lain                                           (192.263)                -         (192.263)
         Laba sebelum pajak penghasilan                             744.305                 -          744.305
         Beban pajak penghasilan - neto                            (303.526)                -         (303.526)
         Laba tahun berjalan                                        440.779                 -         440.779
         Penghasilan komprehensif lain                                5.943                 -           5.943
         Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                    446.722                 -         446.722
         Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
           Pemilik entitas induk                                    483.712                 -         483.712
           Kepentingan non-pengendali                               (42.933)                -         (42.933)



III.D.   Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham HKI

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. STTD.PB-01/PM.22/2018 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh
         manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/240221-002 tanggal 21 Februari 2024 yang telah disetujui
         oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
         independen atas nilai pasar 100,00% saham HKI. Hasil penilaian atas 100,00%
         saham HKI tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham HKI
         dengan No. 00082/2.0162-00/BS/01/0153/1/VI/2024 tanggal 21 Juni 2024
         dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah SM dan HKI.

         2. Objek Penilaian

             Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham HKI.

         3. Tujuan Penilaian

             Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
             independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
             mata    uang    Rupiah      dan/atau    ekuivalensinya     pada    tanggal
             31 Desember 2023.




                                                        53
Page 77
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
   umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
   berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
   didasarkan pada proyeksi laporan keuangan HKI yang disusun oleh
   manajemen HKI. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai
   asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja HKI pada tahun-tahun
   sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan
   datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
   keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja
   HKI yang dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis
   besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap
   target kinerja HKI yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan
   pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan
   penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja
   historis HKI dan informasi manajemen HKI terhadap proyeksi laporan
   keuangan HKI tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
   penilaian HKI dan kesimpulan nilai akhir.

   Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
   kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
   tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
   tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
   asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
   jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
   (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
   serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

   Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
   keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
   dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
   dan HKI atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
   benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
   untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
   tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
   dan HKI bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
   informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
   menyesatkan.




                              54
Page 78
   Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
   informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
   dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami
   secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
   atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
   pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
   sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
   disalahartikan.

   Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
   asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
   sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
   itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
   dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
   terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
   dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
   tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
   perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
   diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
   transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
   dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
   opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
   informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
   Perseroan dan HKI.

   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum HKI
   berdasarkan anggaran dasar HKI.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan
   metode kapitalisasi kelebihan pendapatan (capitalized excess earning
   method).




                                55
Page 79
   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
   dilaksanakan oleh HKI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai
   dengan perkiraan atas perkembangan usaha HKI. Dalam melaksanakan
   penilaian dengan metode ini, operasi HKI diproyeksikan sesuai dengan
   perkiraan atas perkembangan usaha HKI. Arus kas yang dihasilkan
   berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto
   yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari
   arus kas tersebut.

   Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian
   HKI merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset.
   Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
   disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
   yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

   Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten,
   lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
   siap bekerja dan daftar langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak
   berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap
   aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian
   diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas
   yang telah disesuaikan.

   Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan
   yang dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang
   diharapkan merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset
   berwujud bersih. Nilai aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara
   mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut dengan tingkat
   kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi
   nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan
   nilai aset takberwujud.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
   sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
   pihak manajemen Perseroan dan HKI. Tidak tertutup kemungkinan untuk
   diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
   memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
   direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
   terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
   mempengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
   Penilaian pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp 2,42 triliun.




                                56
Page 80
III.E.     Analisis Inkremental

           Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
           analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
           berikut:

           •    Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
                yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
                Perseroan;
           •    Biaya atau pendapatan yang relevan;
           •    Informasi non-keuangan yang relevan; dan
           •    Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
                rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

III.E.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028:
                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan        31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28

           Penjualan                                  5.275.809     5.579.282     5.454.480     6.523.612     7.051.474
           Beban pokok penjualan                      4.048.623     3.988.433     4.117.618     4.678.707     5.028.972
           Laba bruto                                 1.227.186     1.590.850     1.336.861     1.844.905     2.022.502
           Beban usaha                                  248.593       252.426       252.426       252.426       252.426
           Laba usaha                                   978.593     1.338.424     1.084.436     1.592.479     1.770.077
           Beban lain-lain                             (316.262)     (317.685)     (281.228)     (220.938)     (190.347)
           Laba sebelum pajak penghasilan               662.331     1.020.739       803.208     1.371.541     1.579.729
           Beban pajak penghasilan - neto              (165.583)     (255.185)     (193.267)     (318.301)     (364.102)
           Laba tahun berjalan                         496.748       765.554       609.941      1.053.240     1.215.627



                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan        31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28

           Penjualan                                  5.275.809     5.579.282     5.454.480     6.523.612     7.051.474
           Beban pokok penjualan                      4.048.623     3.988.433     4.117.618     4.678.707     5.028.972
           Laba bruto                                 1.227.186     1.590.850     1.336.861     1.844.905     2.022.502
           Beban usaha                                  248.593       252.426       252.426       252.426       252.426
           Laba usaha                                   978.593     1.338.424     1.084.436     1.592.479     1.770.077
           Beban lain-lain                             (306.391)     (297.943)     (261.485)     (201.196)     (170.605)
           Laba sebelum pajak penghasilan               672.202     1.040.482       822.951     1.391.283     1.599.472
           Beban pajak penghasilan - neto              (147.884)     (228.906)     (181.049)     (306.082)     (351.884)
           Laba tahun berjalan                          524.318       811.576       641.901     1.085.201     1.247.588




           Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah laba tahun berjalan
           Perseroan sebelum dan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar
           Rp 4,14 triliun dan Rp 4,31 triliun.

           Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
           tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
           memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028, sehingga diharapkan dapat
           meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.



                                                57
Page 81
III.E.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
             terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
             Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.

III.E.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.E.3.a.   Produk yang dihasilkan

             Ruang lingkup kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan
             tanaman industri (karet) dan bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di
             Kalimantan Barat. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Republik
             Indonesia No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan
             Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
             No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021,
             HKI memperoleh IUPHHK-HTI atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
             100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat. Dengan demikian, produk yang
             dihasilkan oleh HKI adalah getah karet (cup lump).

III.E.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis HKI adalah mencakup
             wilayah Provinsi Kalimantan Barat.

III.E.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha HKI adalah sebagai
             berikut:

             •   PT PP London Sumatra Indonesia Tbk;
             •   PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk; dan
             •   PT Perkebunan Nusantara.

III.E.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan HKI
             adalah sebagai berikut:

             •   Mengedepankan efisiensi untuk menjaga peningkatan produktivitas melalui
                 program mekanisasi dan intensifikasi;
             •   Memperoleh tingkat pengembangan usaha yang optimal pada tanaman
                 karet untuk meminimalisasi dampak dari ketidakstabilan harga komoditas;
                 dan
             •   Mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki komitmen dan
                 motivasi tinggi, mulai dari karyawan hingga tenaga kerja di lapangan.




                                           58
Page 82
III.E.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
             sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
             Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama dan
             Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
             Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
             konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
             mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
             menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                            59
Page 83
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00%
         saham      HKI      sebagaimana      termuat     dalam   laporannya
         No. 00082/2.0162-00/BS/01/0153/1/VI/2024 tanggal 21 Juni 2024, nilai
         pasar 100,00% saham HKI adalah sebesar Rp 2,42 triliun.

         Setelah Transaksi menjadi efektif, susunan pemegang saham HKI adalah
         sebagai berikut:

                                                                                                  (Dalam Rupiah)
                                                                             Persentase
                       Pemegang Saham                      Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                            Kepemilikan
          PT Sungai Menang                                       576.543             54,25%     576.543.000.000
          PT Sungai Menang - Transaksi SM                        273.592             25,75%     273.592.000.000
          Aquarius Plantations Pte., Ltd.                        144.122             13,56%     144.122.000.000
          Aquarius Plantations Pte., Ltd. - Transaksi AP          68.398              6,44%      68.398.000.000
          Jumlah                                                1.062.655          100,00%     1.062.655.000.000



         Dengan pertimbangan nilai pasar 100,00% saham HKI adalah sebesar
         Rp 2,42 triliun dan setelah Transaksi menjadi efektif kepemilikan SM atas
         HKI sehubungan dengan Transaksi adalah sebesar 25,75%, maka secara
         teoritis, SM perlu melakukan penambahan modal kepada HKI sebesar
         Rp 0,92 triliun, dengan perhitungan sebagai berikut:

                                                                              (Dalam Rupiah)
                                                               Nilai
                       Pemegang Saham                                       Jumlah Saham
                                                             Transaksi
          Nilai pasar 100,00% saham HKI                         2.415.782            67,82%
          PT Sungai Menang - Transaksi SM                         917.123            25,75%
          Aquarius Plantations Pte., Ltd. - Transaksi AP          229.281             6,44%
          Jumlah                                                3.562.186          100,00%



         Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 0,88 triliun adalah lebih
         rendah dari nilai pasar atas 25,75% saham HKI sebesar Rp 0,92, sehingga
         Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
         sebesar 4,54% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
         mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar atas 25,75% saham HKI
         sebesar Rp 0,92 triliun.




                                                   60
Page 84
2. Berdasarkan KSPR, HKI telah melakukan peningkatan modal ditempatkan
   dan disetor penuh sebanyak 341.990 lembar saham, dengan nilai nominal
   sebesar Rp 1,00 juta per lembar, dengan nilai sebesar Rp 1,00 triliun,
   dengan rincian sebagai berikut:

   •     SM telah melakukan pengambilalihan atas 273.592 lembar saham dari
         seluruh saham baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam
         HKI dengan nilai nominal sebesar Rp 1,00 juta per lembar, dengan nilai
         transaksi sebesar Rp 0,88 triliun sehubungan dengan Transaksi SM.

   •     AP telah melakukan pengambilalihan atas 68.398 lembar saham dari
         seluruh saham baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam
         HKI dengan nilai nominal sebesar Rp 1,00 juta per lembar, dengan nilai
         transaksi sebesar Rp 0,22 triliun, dengan melakukan konversi atas
         sebagian utang pihak berelasi HKI kepada AP sehubungan dengan
         Transaksi AP.

   Selanjutnya, sehubungan dengan Transaksi, SM dan AP secara
   proporsional merencanakan untuk melakukan pengambilalihan sesuai
   dengan porsi kepemilikan masing-masing, yaitu sejumlah 273.592 dan
   68.398 lembar saham dari saham baru yang telah ditempatkan dan disetor
   penuh dalam HKI dengan keseluruhan nilai transaksi sebesar
   Rp 1,09 triliun.

   Dengan demikian, dengan pertimbangan kesamaan nilai transaksi atas
   Transaksi SM dan Transaksi AP, maka Transaksi adalah wajar.

3. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   tahun Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir
   pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028:

   Sebelum Transaksi
                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                            Keterangan        31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28

    Penjualan                                  5.275.809     5.579.282     5.454.480     6.523.612     7.051.474
    Beban pokok penjualan                      4.048.623     3.988.433     4.117.618     4.678.707     5.028.972
    Laba bruto                                 1.227.186     1.590.850     1.336.861     1.844.905     2.022.502
    Beban usaha                                  248.593       252.426       252.426       252.426       252.426
    Laba usaha                                   978.593     1.338.424     1.084.436     1.592.479     1.770.077
    Beban lain-lain                             (316.262)     (317.685)     (281.228)     (220.938)     (190.347)
    Laba sebelum pajak penghasilan               662.331     1.020.739       803.208     1.371.541     1.579.729
    Beban pajak penghasilan - neto              (165.583)     (255.185)     (193.267)     (318.301)     (364.102)
    Laba tahun berjalan                         496.748       765.554       609.941      1.053.240     1.215.627




                                         61
Page 85
   Setelah Transaksi
                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                            Keterangan              31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28

    Penjualan                                        5.275.809     5.579.282     5.454.480     6.523.612     7.051.474
    Beban pokok penjualan                            4.048.623     3.988.433     4.117.618     4.678.707     5.028.972
    Laba bruto                                       1.227.186     1.590.850     1.336.861     1.844.905     2.022.502
    Beban usaha                                        248.593       252.426       252.426       252.426       252.426
    Laba usaha                                         978.593     1.338.424     1.084.436     1.592.479     1.770.077
    Beban lain-lain                                   (306.391)     (297.943)     (261.485)     (201.196)     (170.605)
    Laba sebelum pajak penghasilan                     672.202     1.040.482       822.951     1.391.283     1.599.472
    Beban pajak penghasilan - neto                    (147.884)     (228.906)     (181.049)     (306.082)     (351.884)
    Laba tahun berjalan                               524.318       811.576       641.901      1.085.201     1.247.588




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah laba tahun berjalan
   Perseroan sebelum dan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar
   Rp 4,14 triliun dan Rp 4,31 triliun.

   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
   memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028, sehingga diharapkan dapat
   meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

4. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun konsolidasian
   Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028 masing-masing adalah sebesar
   Rp 3,26 triliun dan Rp 3,39 triliun. Dengan demikian, jumlah nilai kini dari
   proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan setelah Transaksi
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028
   lebih besar daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan
   konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi untuk tahun yang berakhir
   pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028. Dalam perhitungan nilai
   kini, digunakan tingkat diskonto sebesar 9,22%, yang merupakan biaya
   modal kapital Perseroan, yang ditentukan dengan menggunakan formula
   sebagai berikut:

   WACC                   =          (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

   Dimana:

   ke        =        Biaya modal ekuitas/saham biasa
   kd        =        Biaya modal utang
   We        =        Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
   Wd        =        Bobot utang dalam struktur kapital
   t         =        Pajak penghasilan perusahaan




                                             62
Page 86
Biaya Modal untuk Ekuitas

ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

dimana:

ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
              atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
              (risk free rate)
β         =   Beta
RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
              premium)
RBDS =        Rating-based default spread

Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Desember 2023, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu
obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan
jangka waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,60%, yang
diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 7,38%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2023 yang diterbitkan pada
bulan Januari tahun 2024.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian
terhadap biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal
ekuitas ini digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran,
dimana RBDS sebesar 2,07 digunakan untuk mengurangi besaran biaya
modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium.




                               63
Page 87
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset
Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan
tahun 2023 sebesar 0,54 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage
yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB Perseroan tersebut dengan formula sebagai berikut:

βL       =   βU x (1 + (1-T) x DER)

Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 57,95% untuk
memperoleh beta Perseroan. Tarif pajak yang berlaku untuk Perseroan
adalah sebesar 22,00%. Dengan demikian, maka diperoleh beta Perseroan
sebesar 0,78 dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

βL            =       0,54 x (1 + (1 – 22,00%) x 57,95%) = 0,78

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
2,07% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke   =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS
     =        6,60% + ( 0,78 x 7,38% ) – 2,07%
     =        10,32%

Biaya Modal untuk Utang

Karena perhitungan nilai ekuitas Perseroan dilakukan dengan mendiskonto
tingkat balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free
cash flows to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan
adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal,
baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang)
maupun yang berasal dari ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

Dalam perhitungan ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah
suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku
bunga kredit investasi bank persero untuk bulan Desember 2023 yang
dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 9,41%.




                              64
Page 88
   Weighted Average Cost of Capital

   Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot
   ekuitas sebesar 63,31% dan bobot utang sebesar 36,69%, yang diolah dari
   data DER Perseroan serta menggunakan tarif pajak penghasilan sebesar
   22,00%, maka weighted average cost of capital (WACC) adalah sebagai
   berikut:

   WACC                   =        (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
                          =        (13,32% x 63,31%) + (9,41% x [1 – 22,00%] x 36,69%)
                          =        9,22%

   Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028
   adalah sebagai berikut:

   Sebelum Transaksi
                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                         Proyeksi
                          Keterangan
                                                31/12/24     31/12/25    31/12/26    31/12/27     31/12/28
    Laba tahun berjalan                           496.748      765.554     609.941    1.053.240     1.215.627
    Faktor diskonto                                0,9658       0,8842      0,8095       0,7411        0,6785
    Nilai kini                                    479.759      676.903     493.747     780.556        824.803
    Jumlah nilai kini                            3.255.769




   Setelah Transaksi
                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                         Proyeksi
                          Keterangan
                                                31/12/24     31/12/25    31/12/26    31/12/27     31/12/28
    Laba tahun berjalan                           524.318      811.576     641.901    1.085.201     1.247.588
    Faktor diskonto                                0,9658       0,8842      0,8095       0,7411        0,6785
    Nilai kini                                    506.386      717.595     519.619     804.242        846.488
    Jumlah nilai kini                            3.394.331




5. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum
   dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang disusun oleh manajemen Perseroan, setelah
   Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi menurunkan rasio jumlah
   liabilitas terhadap ekuitas (debt to equity ratio) Perseroan dari 82,63%
   menjadi 75,66% yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
   konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh
   pemegang saham Perseroan.




                                          65
Page 89
6. Industri perkebunan karet alam Indonesia merupakan salah satu komoditas
   industri hasil tanaman tropis yang mempunyai peranan penting dan
   strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Industri karet yang
   berorientasi pada pasar internasional memiliki pertumbuhan permintaan
   yang meningkat di berbagai negara sehingga telah mendorong prospek
   peningkatan harga pada tingkat yang cukup tinggi.

   Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dari
   komoditas industri selain produk kelapa sawit, Perseroan senantiasa
   mendukung pertumbuhan industri karet alam melalui HKI, sebagai entitas
   anak yang memiliki areal IUPHHK-HTI yang cukup luas. Dalam melakukan
   pengembangan usahanya, HKI memerlukan dukungan pendanaan dari
   pemegang sahamnya untuk dapat mengembangkan tanaman karet yang
   belum menghasilkan. Dengan demikian, selama beberapa tahun,
   Perseroan dan AP telah memberikan pinjaman kepada HKI.

   Walaupun sejak tahun 2022, HKI mulai membukukan penjualan karet,
   namun Perseroan dan AP memandang perlu mendukung peningkatan
   kinerja keuangan HKI, khususnya struktur permodalan (capital structure)
   HKI dengan menurunkan liabilitas dan meningkatkan ekuitas. Dengan
   demikian, Perseroan dan AP melakukan Transaksi.

7. Setelah Transaksi menjadi efektif, HKI dapat menggunakan dana hasil
   Transaksi AP untuk melakukan pembayaran atas sebagian utang pihak
   berelasi kepada Perseroan, yang diharapkan dapat mendukung perbaikan
   struktur permodalan HKI dan dapat memberikan kontribusi positif bagi
   peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
   akan datang.

8. Dengan pertimbangan pertumbuhan kinerja keuangan HKI pada masa yang
   akan datang dengan peningkatan penjualan karet dan perbaikan struktur
   modal HKI, bilamana diperlukan, HKI dapat memperoleh pendanaan dari
   perbankan dan/atau lembaga keuangan dengan biaya yang lebih efisien,
   antara lain dapat digunakan untuk pengembangan usaha tanaman karet
   maupun untuk pembayaran utang pihak berelasi, sehingga diharapkan
   dapat mendukung peningkatan likuiditas Perseroan pada masa yang akan
   datang.

9. Setelah Transaksi menjadi efektif, dengan penurunan utang pihak berelasi,
   Perseroan mengharapkan HKI dapat meminimalisasi potensi gagal bayar
   utang pihak berelasi pada saat jatuh tempo, yang dapat berdampak pada
   arus kas dan keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.




                              66
Page 90
             10. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HKI
                 diproyeksikan menjadi salah satu kontributor penting terhadap penjualan
                 konsolidasian Perseroan setelah seluruh tanaman karet belum
                 menghasilkan (immature) HKI memasuki fase menghasilkan (mature) dan
                 HKI dapat mendukung kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dengan
                 penjualan karet secara komersial. Dengan demikian, Perseroan
                 mengharapkan Transaksi dapat mendukung HKI untuk fokus dalam
                 pengembangan tanaman dan peningkatan hasil produksi karet, yang pada
                 akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan
                 seluruh pemegang saham Perseroan.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.


DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.




                                           67
Page 91
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            68
Page 92
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
   dengan Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           69
Page 93
                                                                                                           Lampiran B

PT Sampoerna Agro Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2028

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                      31/12/24       31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28

Penjualan                                                 5.275.809     5.579.282     5.454.480     6.523.612     7.051.474
Beban pokok penjualan                                     4.048.623     3.988.433     4.117.618     4.678.707     5.028.972
Laba bruto                                                1.227.186     1.590.850     1.336.861     1.844.905     2.022.502
Beban usaha                                                 248.593       252.426       252.426       252.426       252.426
Laba usaha                                                  978.593     1.338.424     1.084.436     1.592.479     1.770.077
Beban lain-lain                                            (316.262)     (317.685)     (281.228)     (220.938)     (190.347)
Laba sebelum pajak penghasilan                              662.331     1.020.739       803.208     1.371.541     1.579.729
Beban pajak penghasilan - neto                             (165.583)     (255.185)     (193.267)     (318.301)     (364.102)
Laba tahun berjalan                                        496.748       765.554       609.941      1.053.240     1.215.627



PT Sampoerna Agro Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2028

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                      31/12/24       31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28

Penjualan                                                 5.275.809     5.579.282     5.454.480     6.523.612     7.051.474
Beban pokok penjualan                                     4.048.623     3.988.433     4.117.618     4.678.707     5.028.972
Laba bruto                                                1.227.186     1.590.850     1.336.861     1.844.905     2.022.502
Beban usaha                                                 248.593       252.426       252.426       252.426       252.426
Laba usaha                                                  978.593     1.338.424     1.084.436     1.592.479     1.770.077
Beban lain-lain                                            (306.391)     (297.943)     (261.485)     (201.196)     (170.605)
Laba sebelum pajak penghasilan                              672.202     1.040.482       822.951     1.391.283     1.599.472
Beban pajak penghasilan - neto                             (147.884)     (228.906)     (181.049)     (306.082)     (351.884)
Laba tahun berjalan                                        524.318       811.576       641.901      1.085.201     1.247.588




                                                           70
Page 94
                                                                                                         Lampiran C

PT Sampoerna Agro Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2028

                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/24        31/12/25    31/12/26    31/12/27     31/12/28
Laba tahun berjalan                                         496.748        765.554     609.941    1.053.240     1.215.627
Faktor diskonto                                              0,9658         0,8842      0,8095       0,7411        0,6785
Nilai kini                                                  479.759        676.903     493.747     780.556        824.803
Jumlah nilai kini                                         3.255.769



PT Sampoerna Agro Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2028

                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/24        31/12/25    31/12/26    31/12/27     31/12/28
Laba tahun berjalan                                         524.318        811.576     641.901    1.085.201     1.247.588
Faktor diskonto                                              0,9658         0,8842      0,8095       0,7411        0,6785
Nilai kini                                                  506.386        717.595     519.619     804.242        846.488
Jumlah nilai kini                                         3.394.331




                                                            71
Page 95
                                                                             Lampiran D

Pada tanggal 24 Juni 2024, SM dan AP telah menandatangani KSPR sehubungan dengan
Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam KSPR adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan KSPR adalah SM, AP, dan HKI.

•   Objek dan Nilai Transaksi

    Objek transaksi berdasarkan KSPR adalah transaksi dimana HKI telah melakukan
    peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 341.990 lembar saham,
    dengan nilai nominal sebesar Rp 1,00 juta per lembar, dengan nilai sebesar
    Rp 1,09 triliun, dengan rincian sebagai berikut:

    -   SM telah melakukan pengambilalihan atas 273.592 lembar saham dari seluruh
        saham baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam HKI dengan nilai
        nominal sebesar Rp 1,00 juta per lembar, dengan nilai transaksi sebesar
        Rp 0,88 triliun sehubungan dengan Transaksi SM.

    -   AP telah melakukan pengambilalihan atas 68.398 lembar saham dari seluruh saham
        baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam HKI dengan nilai nominal
        sebesar Rp 1,00 juta per lembar, dengan nilai transaksi sebesar Rp 0,22 triliun,
        dengan melakukan konversi atas sebagian utang pihak berelasi HKI kepada AP
        sehubungan dengan Transaksi AP.




                                           72
Page 96
                                                                           Lampiran E

Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham HKI

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-
01/PM.22/2018 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai
independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/240221-002 tanggal 21 Februari 2024
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham HKI. Hasil penilaian atas 100,00% saham HKI
tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham HKI dengan No. 00082/2.0162-
00/BS/01/0153/1/VI/2024 tanggal 21 Juni 2024 dengan ringkasan sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah SM dan HKI.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham HKI.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2023.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
   pada proyeksi laporan keuangan HKI yang disusun oleh manajemen HKI. Dalam
   penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan
   kinerja HKI pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di
   masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
   keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja HKI yang
   dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
   penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja HKI yang dinilai
   dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung
   jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan
   berdasarkan kinerja historis HKI dan informasi manajemen HKI terhadap proyeksi
   laporan keuangan HKI tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian
   HKI dan kesimpulan nilai akhir.




                                          73
Page 97
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan HKI atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan HKI bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan HKI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum HKI
berdasarkan anggaran dasar HKI.




                                        74
Page 98
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi
   kelebihan pendapatan (capitalized excess earning method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
   oleh HKI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
   perkembangan usaha HKI. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi
   HKI diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha HKI. Arus kas
   yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat
   diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus
   kas tersebut.

   Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian HKI
   merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode
   ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai
   pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya
   (seperti kas/bank atau utang bank).

   Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya riset
   dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
   langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
   melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas
   (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
   liabilitas yang telah disesuaikan.

   Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang dinilai.
   Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan merupakan
   kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai aset takberwujud
   kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut
   dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi
   nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset
   takberwujud.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan dan HKI. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan
   metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan.




                                             75
Page 99
6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember
   2023 adalah sebesar Rp 2,42 triliun.




                                          76
Page 100
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 101
No. : 00082/2.0162-00/BS/01/0153/1/VI/2024                                     21 Juni 2024




Kepada Yth.

PT SAMPOERNA AGRO Tbk
Jl. Basuki Rahmat No. 788, Palembang
Sumatera Selatan 30128

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 100,00% Saham PT Hutan Ketapang Industri


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Sampoerna Agro Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen
atas nilai pasar 100,00% saham PT Hutan Ketapang Industri (selanjutnya disebut “HKI”).
Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/240221-002 tanggal
21 Februari 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 100,00% saham HKI
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2023.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang usaha perkebunan kelapa sawit,
pabrik minyak kelapa sawit, produksi benih kelapa sawit, pemanfaatan hasil hutan kayu (karet)
dan bukan kayu (sagu), dan lainnya, yang berlokasi di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat,
Kalimantan Tengah, dan Riau. Di samping mengelola perkebunannya sendiri, Perseroan juga
mengembangkan perkebunan plasma dan membina kerjasama dengan petani plasma.
Perseroan berdomisili di Jalan Basuki Rahmat No. 788, Palembang, Sumatera Selatan 30128,
dengan nomor telepon: (0711) 813 388, nomor faksimile: (0711) 811 585, dan website:
www.sampoernaagro.com.
Page 102
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2023, struktur kepemilikan Perseroan atas PT Sungai Menang (selanjutnya
disebut “SM”) dan HKI adalah sebagai berikut:


                                  Perseroan


                                       99,99%
                                                         Aquarius
                                     SM            Plantations Pte. Ltd.
                                                           (AP)
                                       80,00%                20,00%


                                     HKI




SM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha SM adalah bergerak dalam bidang konsultasi manajemen.

AP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura. Ruang lingkup
kegiatan usaha AP adalah bergerak dalam bidang entitas bertujuan khusus (special purpose
vehicle).

HKI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan tanaman industri (karet) dan bidang
kehutanan lainnya yang berlokasi di Kalimantan Barat. Berdasarkan Keputusan Menteri
Kehutanan Republik Indonesia No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021, HKI
memperoleh Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman Industri
(selanjutnya disebut “IUPHHK-HTI”) atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat.

Industri perkebunan karet alam Indonesia merupakan salah satu komoditas industri hasil
tanaman tropis yang mempunyai peranan penting dan strategis dalam mendukung
perekonomian nasional. Industri karet yang berorientasi pada pasar internasional memiliki
pertumbuhan permintaan yang meningkat di berbagai negara sehingga telah mendorong
prospek peningkatan harga pada tingkat yang cukup tinggi.




                                              ii
Page 103
Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dari komoditas
industri selain produk kelapa sawit, Perseroan senantiasa mendukung pertumbuhan industri
karet alam melalui HKI, sebagai entitas anak yang memiliki areal IUPHHK-HTI yang cukup
luas. Dalam melakukan pengembangan usahanya, HKI memerlukan dukungan pendanaan
dari pemegang sahamnya untuk dapat mengembangkan tanaman karet yang belum
menghasilkan. Dengan demikian, selama beberapa tahun, Perseroan dan AP telah
memberikan pinjaman kepada HKI, dimana berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2023, HKI memiliki utang pihak berelasi
kepada Perseroan dan AP masing-masing sebesar Rp 1.292,38 miliar dan Rp 345,09 miliar.

Walaupun sejak tahun 2022, HKI mulai membukukan penjualan karet, namun Perseroan dan
AP memandang perlu mendukung peningkatan kinerja keuangan HKI, khususnya struktur
permodalan (capital structure) HKI dengan menurunkan liabilitas dan meningkatkan ekuitas.
Dengan demikian, SM dan AP merencanakan untuk melakukan peningkatan modal
ditempatkan dan disetor penuh pada HKI dengan mengambil bagian atas seluruh saham yang
akan diterbitkan oleh HKI, dimana AP merencanakan untuk melakukan konversi atas
sebagian utang pihak berelasi HKI kepada AP (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, HKI dapat menggunakan dana hasil Rencana
Transaksi untuk melakukan pembayaran atas sebagian utang pihak berelasi kepada
Perseroan, yang diharapkan dapat mendukung perbaikan struktur permodalan HKI dan dapat
memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang.

Dengan pertimbangan pertumbuhan kinerja keuangan HKI pada masa yang akan datang
dengan peningkatan penjualan karet dan perbaikan struktur modal HKI, bilamana diperlukan,
HKI dapat memperoleh pendanaan dari perbankan dan/atau lembaga keuangan dengan
biaya yang lebih efisien, antara lain dapat digunakan untuk pengembangan usaha tanaman
karet maupun untuk pembayaran utang pihak berelasi, sehingga diharapkan dapat
mendukung peningkatan likuiditas Perseroan pada masa yang akan datang.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan penurunan utang pihak berelasi,
Perseroan mengharapkan HKI dapat meminimalisasi potensi gagal bayar utang pihak berelasi
pada saat jatuh tempo, yang dapat berdampak pada arus kas dan keuangan Perseroan pada
masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HKI diproyeksikan
menjadi salah satu kontributor penting terhadap penjualan konsolidasian Perseroan setelah
seluruh tanaman karet belum menghasilkan (immature) HKI memasuki fase menghasilkan
(mature) dan HKI dapat mendukung kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dengan
penjualan karet secara komersial. Dengan demikian, Perseroan mengharapkan Rencana
Transaksi dapat mendukung HKI untuk fokus dalam pengembangan tanaman dan
peningkatan hasil produksi karet, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai
tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham Perseroan.




                                           iii
Page 104
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Industri perkebunan karet alam Indonesia merupakan salah satu komoditas industri hasil
    tanaman tropis yang mempunyai peranan penting dan strategis dalam mendukung
    perekonomian nasional. Industri karet yang berorientasi pada pasar internasional memiliki
    pertumbuhan permintaan yang meningkat di berbagai negara sehingga telah mendorong
    prospek peningkatan harga pada tingkat yang cukup tinggi.

•   Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dari komoditas
    industri selain produk kelapa sawit, Perseroan senantiasa mendukung pertumbuhan
    industri karet alam melalui HKI, sebagai entitas anak yang memiliki areal IUPHHK-HTI
    yang cukup luas. Dalam melakukan pengembangan usahanya, HKI memerlukan
    dukungan pendanaan dari pemegang sahamnya untuk dapat mengembangkan tanaman
    karet yang belum menghasilkan. Dengan demikian, selama beberapa tahun, Perseroan
    dan AP telah memberikan pinjaman kepada HKI, dimana berdasarkan keterangan yang
    diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2023, HKI memiliki
    utang pihak berelasi kepada Perseroan dan AP masing-masing sebesar
    Rp 1.292,38 miliar dan Rp 345,09 miliar.

•   Walaupun sejak tahun 2022, HKI mulai membukukan penjualan karet, namun Perseroan
    dan AP memandang perlu mendukung peningkatan kinerja keuangan HKI, khususnya
    struktur permodalan (capital structure) HKI dengan menurunkan liabilitas dan
    meningkatkan ekuitas. Dengan demikian, SM dan AP merencanakan untuk melakukan
    Rencana Transaksi.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, HKI dapat menggunakan dana hasil Rencana
    Transaksi untuk melakukan pembayaran atas sebagian utang pihak berelasi kepada
    Perseroan, yang diharapkan dapat mendukung perbaikan struktur permodalan HKI dan
    dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Dengan pertimbangan pertumbuhan kinerja keuangan HKI pada masa yang akan datang
    dengan peningkatan penjualan karet dan perbaikan struktur modal HKI, bilamana
    diperlukan, HKI dapat memperoleh pendanaan dari perbankan dan/atau lembaga
    keuangan dengan biaya yang lebih efisien, antara lain dapat digunakan untuk
    pengembangan usaha tanaman karet maupun untuk pembayaran utang pihak berelasi,
    sehingga diharapkan dapat mendukung peningkatan likuiditas Perseroan pada masa yang
    akan datang.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan penurunan utang pihak berelasi,
    Perseroan mengharapkan HKI dapat meminimalisasi potensi gagal bayar utang pihak
    berelasi pada saat jatuh tempo, yang dapat berdampak pada arus kas dan keuangan
    Perseroan pada masa yang akan datang.




                                             iv
Page 105
•   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HKI diproyeksikan
    menjadi salah satu kontributor penting terhadap penjualan konsolidasian Perseroan
    setelah seluruh tanaman karet belum menghasilkan (immature) HKI memasuki fase
    menghasilkan (mature) dan HKI dapat mendukung kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dengan penjualan karet secara komersial. Dengan demikian, Perseroan
    mengharapkan Rencana Transaksi dapat mendukung HKI untuk fokus dalam
    pengembangan tanaman dan peningkatan hasil produksi karet, yang pada akhirnya
    diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham
    Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat HKI adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham HKI bersifat tidak likuid.


PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa HKI adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                            v
Page 106
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Desember 2023.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 (selanjutnya disebut “SPI”).


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan HKI ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan HKI. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/240221-002 tanggal 21 Februari 2024 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.




                                             vi
Page 107
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2023.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan HKI yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan HKI untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Hutan Ketapang Industri ini merupakan laporan
terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 31 Desember 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
100,00% saham PT Hutan Ketapang Industri tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai
pasar Objek Penilaian.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
   telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”) Purwantono,
   Sungkoro & Surja (selanjutnya disebut “PSS”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00942/2.1032/AU.1/01/1562-3/1/IV/2024 tanggal 27 April 2024 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

2. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
   telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 01005/2.1032/AU.1/01/1562-2/1/IV/2023 tanggal 19 April 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

3. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
   telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00360/2.1032/AU.1/01/1562-1/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;




                                            vii
Page 108
4. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
   telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00370/2.1032/AU.1/01/0701-3/1/III/2021 tanggal 31 Maret 2021 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

5. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
   telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00323/2.1032/AU.1/01/0701-2/1/III/2020 tanggal 30 Maret 2020 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

6. Proyeksi laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2024 – 2057 yang disusun oleh manajemen HKI;

7. Laporan penilaian properti HKI per 31 Desember 2023 yang disusun oleh KJPP Iwan
   Bachron      &      Rekan      sebagaimana       tertuang      dalam  laporannya
   No. 00167/2.0047-05/PI/01/0500/1/VI/2024 tanggal 21 Juni 2024;

8. Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. SK.59/Menhut-II/2007 tentang
   Pemberian IUPHHK-HTI Dalam Hutan Tanaman Kepada PT Kertas Basuki Rachmat Atas
   Areal Hutan Produksi seluas kurang lebih 100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat;

9. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
   No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021 tentang
   perubahan Kedua atas Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia
   No. SK.59/Menhut-II/2007 Tentang Pemberian IUPHHK-HTI Dalam Hutan Tanaman
   Kepada HKI (d/h PT Basuki Rachmat) Atas Areal Hutan Produksi seluas kurang lebih
   100.150 Hektar di Provinsi Kalimantan Barat;

10. Anggaran dasar HKI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris Liestiani
    Wang S.H., M.Kn. No. 2, tanggal 6 Juli 2023 mengenai peningkatan modal dasar,
    ditempatkan, dan disetor penuh HKI;

11. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, mengenai alasan, latar belakang,
    dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

12. Tarif pajak yang diberlakukan atas HKI adalah berdasarkan laba kena pajak dalam periode
    yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum, yaitu
    sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2057;

13. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan HKI serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

14. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;




                                            viii
Page 109
15. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

16. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

17. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

18. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan HKI atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari HKI. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan jasa-
jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan
atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba
mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan HKI yang disusun oleh manajemen HKI. Dalam penyusunan
proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja HKI pada
tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang.
Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja HKI yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan
terhadap target kinerja HKI yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
laporan keuangan berdasarkan kinerja historis HKI dan informasi manajemen HKI terhadap
proyeksi laporan keuangan HKI tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian
HKI dan kesimpulan nilai akhir.




                                             ix
Page 110
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan HKI atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan HKI bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan dan HKI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum HKI berdasarkan anggaran dasar HKI.




                                            x
Page 111
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif HKI, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki HKI. Prospek HKI di masa yang akan datang
kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan
oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan
sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri
yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.


METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
(capitalized excess earning method).

Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh
HKI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas perkembangan
usaha HKI. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi HKI diproyeksikan
sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha HKI. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai
dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.

Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian HKI merupakan
metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank).




                                              xi
Page 112
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya riset dan
pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar langganan, juga
harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian
terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian
diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah
disesuaikan.

Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang dinilai.
Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan merupakan kelebihan
pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai aset takberwujud kemudian
dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut dengan tingkat
kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi nilai pasar saham
dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
HKI. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.


RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

I.     Nilai Pasar 100,00% Saham HKI Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

       Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
       100,00% saham HKI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 3,06 triliun.
       Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 20,00%, maka nilai pasar 100,00% saham HKI
       adalah sebesar Rp 2,44 triliun. Dengan demikian, nilai pasar 100,00% saham HKI
       berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar Rp 2,44 triliun.

II.    Nilai Pasar 100,00% Saham HKI Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
       Pendapatan

       Berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, diperoleh hasil bahwa
       indikasi nilai pasar 100,00% saham HKI sebelum diskon likuiditas pasar adalah
       sebesar Rp 2,93 triliun. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 20,00%, maka nilai
       pasar 100,00% saham HKI adalah sebesar Rp 2,35 triliun. Dengan demikian, nilai
       pasar 100,00% saham HKI berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
       adalah sebesar Rp 2,35 triliun.




                                              xii
Page 113
III.   Rekonsiliasi Nilai

       Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
       digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
       terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
       dengan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan 30,00% untuk metode
       kapitalisasi kelebihan pendapatan.

       Alasan kami memberikan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan 30,00%
       untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan informasi yang
       digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami gunakan untuk menentukan nilai
       pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang memiliki tingkat
       kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan informasi yang
       digunakan pada metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

       Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
       Penilaian adalah sebesar Rp 2,42 triliun.

Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang dihitung
dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi mengenai tingkat
penjualan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang dikembangkan pihak
manajemen HKI melalui analisis atas kinerja historis dan pernyataan manajemen HKI
mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami
melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-
asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-
asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan mempengaruhi perhitungan
nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan asumsi-asumsi
tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa hasil-hasil yang
diproyeksikan akan tercapai.




                                            xiii
Page 114
KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar
Rp 2,42 triliun.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan HKI serta pihak-pihak lain yang relevan dengan
penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak
ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi nilai pasar tersebut
secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas HKI. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian HKI tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.


DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.




                                            xiv
Page 115
Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xv
Page 116
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap HKI untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xvi
Page 117
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Andi Wijaya                                                     .....................................
Izin Penilai     : B-1.13.00382
STTD             : STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 08-S-02223



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Kurnia Nugraha Chahyana                                         .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335



Mochammad Salman Alfarisi                                       .....................................
No. MAPPI   : 23-A-12179


                                          xvii
Page 118
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-
   ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang
   “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar Penilaian
   Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah dibuat
   dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia.

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 31 Desember 2023.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
   undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                           xviii
Page 119
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
    dengan operasional, kinerja, dan prospek dari HKI.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                              .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Andi Wijaya                                                    .....................................
Izin Penilai     : B-1.13.00382
STTD             : STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 08-S-02223



Erric Reynaldi                                                 .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Kurnia Nugraha Chahyana                                        .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335



Mochammad Salman Alfarisi                                      .....................................
No. MAPPI :     23-A-12179




                                           xix
Page 120
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                               i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                       xvi

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                  xvii

SURAT PERNYATAAN                                                                xviii

DAFTAR ISI                                                                        xx

DAFTAR TABEL                                                                    xxiii

DAFTAR GRAFIK                                                                   xxvi

LAMPIRAN                                                                       xxviii

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                              1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                                5
        C. Premis Penilaian                                                       5
        D. Independensi Penilai                                                   5
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                              6
        F. Profil PT Hutan Ketapang Industri                                      6
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                          7
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                    8
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                        8
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                              9
        K. Kesimpulan Penilaian                                                  10

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             12
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                           16
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                         16
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                             16
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                     17
        F. Informasi Non-Keuangan                                                19
        G. Jenis Ekuitas                                                         20
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                              20
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                         22
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                          22
        K. Jenis Laporan                                                         22
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)        22




                                           xx
Page 121
                                                                  HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Hutan Ketapang Industri                  23
        B. Kegiatan Usaha                                             23
        C. Manajemen                                                  23
        D. Kepemilikan Saham                                          24
        E. Data Keuangan Historis                                     24

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                     26
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                 28
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                 29
        D. Tingkat Suku Bunga                                         29
        E. Inflasi                                                    30
        F. Nilai Tukar Rupiah                                         31

V.      TINJAUAN INDUSTRI KARET

        A. Tinjauan Industri Karet di Dunia                           33
        B. Tinjauan Industri Karet di Indonesia                       35

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Hutan Ketapang Industri                                 38
        B. Analisis atas Common Size PT Hutan Ketapang Industri       47
        C. Analisis atas Common Size Industri Karet                   49

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Produksi Karet                                      56
        B. Risiko Fluktuasi Harga                                     56
        C. Risiko Terkait Suku Bunga                                  56
        D. Risiko Persaingan Usaha                                    56
        E. Risiko Bencana Alam                                        56
        F. Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah                      57

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                    58
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                            59
        C. Premis Penilaian                                           60
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                  61
        E. Prosedur Penilaian                                         61
        F. Independensi Penilai                                       61




                                             xxi
Page 122
                                                                               HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   62
      B. Metode Diskonto Arus Kas                                                   63
      C. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan                                     75
      D. Penentuan Arus Kas Bersih                                                  75
      E. Tingkat Diskonto                                                           78
      F. Perhitungan Nilai Pasar HKI                                                80
      G. Nilai Pasar 100,00% Saham HKI Berdasarkan
         Metode Diskonto Arus Kas                                                   83
      H. Nilai Pasar 100,00% Saham HKI Berdasarkan
         Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan                                   83
      I. Rekonsiliasi Nilai                                                         88
      J. Kesimpulan Penilaian                                                       88




                                          xxii
Page 123
                                   DAFTAR TABEL

                                                                 HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Hutan Ketapang Industri                                 6

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Hutan Ketapang Industri                                24

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan
           PT Hutan Ketapang Industri
           Per 31 Desember 2019 – 2023                               24

Tabel 4    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Hutan Ketapang Industri
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023                   25

Tabel 5    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                   26

Tabel 6    Pertumbuhan Inflasi                                       27

Tabel 7    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                       28

Tabel 8    Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi         30

Tabel 9    Laporan Posisi Keuangan
           PT Hutan Ketapang Industri
           Per 31 Desember 2019 – 2023                               38

Tabel 10   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Hutan Ketapang Industri
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023                   41

Tabel 11   Laporan Arus Kas
           PT Hutan Ketapang Industri
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023                   43

Tabel 12   Rasio-rasio Keuangan
           PT Hutan Ketapang Industri
           Per 31 Desember 2019 – 2023                               46

Tabel 13   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Hutan Ketapang Industri
           Per 31 Desember 2019 – 2023                               47




                                          xxiii
Page 124
                                                                        HALAMAN

Tabel 14   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Hutan Ketapang Industri
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023                          48

Tabel 15   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Astra Agro Lestari Tbk
           Per 31 Desember 2019 – 2023                                      49

Tabel 16   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Astra Agro Lestari Tbk
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023                          50

Tabel 17   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk
           Per 31 Desember 2019 – 2023                                      51

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023                          52

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Salim Ivomas Pratama Tbk
           Per 31 Desember 2019 – 2023                                      53

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Salim Ivomas Pratama Tbk
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023                          55

Tabel 21   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
           PT Hutan Ketapang Industri
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2057                          66

Tabel 22   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
           PT Hutan Ketapang Industri
           Per 31 Desember 2024 – 2057                                      68




                                       xxiv
Page 125
                                                                   HALAMAN

Tabel 23   Proyeksi Arus Kas Bersih
           PT Hutan Ketapang Industri
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2057                     76

Tabel 24   Indikasi Nilai Kini Operasi
           PT Hutan Ketapang Industri
           Per 31 Desember 2023                                        80

Tabel 25   Nilai Pasar 100,00% Saham
           PT Hutan Ketapang Industri
           Metode Diskonto Arus Kas
           Per 31 Desember 2023                                        82

Tabel 26   Penyesuaian Llaporan Posisi Keuangan
           PT Hutan Ketapang Industri
           Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
           Per 31 Desember 2023                                        84

Tabel 27   Perhitungan Kontribusi Aset
           PT Hutan Ketapang Industri
           Per 31 Desember 2023                                        85

Tabel 28   Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih
           PT Hutan Ketapang Industri
           Per 31 Desember 2023                                        85

Tabel 29   Nilai Pasar 100,00% Saham
           PT Hutan Ketapang Industri
           Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
           Per 31 Desember 2023                                        87

Tabel 30   Rekonsiliasi Nilai
           PT Hutan Ketapang Industri
           Per 31 Desember 2023                                        88




                                         xxv
Page 126
                                  DAFTAR GRAFIK

                                                                      HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                         29

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
           di Indonesia                                                   31

Grafik 3   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing       31

Grafik 4   Tingkat Konsumsi Karet Alam dan Karet Sintetis di Dunia
           Tahun 2019 – Juni 2023                                         34

Grafik 5   Pangsa Pasar Karet di Dunia
           Tahun 2023 – 2028                                              35

Grafik 6   Jumlah Luas Tanam Karet di Indonesia
           Tahun 2019 – 2023                                              36

Grafik 7   Proyeksi Penjualan
           PT Hutan Ketapang Industri
           Tahun 2024 – 2057                                              64

Grafik 8   Proyeksi Beban Pokok Penjualan
           PT Hutan Ketapang Industri
           Tahun 2024 – 2057                                              65




                                         xxvi
Page 127
                                    LAMPIRAN

                                                        HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 100,00% Saham
             PT Hutan Ketapang Industri
             Metode Diskonto Arus Kas
             Per 31 Desember 2023                           89

Lampiran B   Nilai Pasar 100,00% Saham
             PT Hutan Ketapang Industri
             Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
             Per 31 Desember 2023                           90

Lampiran C   Rekonsiliasi Nilai
             PT Hutan Ketapang Industri
             Per 31 Desember 2023                           91




                                          xxvii
Page 128
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Sampoerna Agro Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
       perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang usaha perkebunan
       kelapa sawit, pabrik minyak kelapa sawit, produksi benih kelapa sawit,
       pemanfaatan hasil hutan kayu (karet) dan bukan kayu (sagu), dan lainnya, yang
       berlokasi di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau.
       Di samping mengelola perkebunannya sendiri, Perseroan juga mengembangkan
       perkebunan plasma dan membina kerjasama dengan petani plasma. Perseroan
       berdomisili di Jalan Basuki Rahmat No. 788, Palembang, Sumatera Selatan
       30128, dengan nomor telepon: (0711) 813 388, nomor faksimile: (0711) 811 585,
       dan website: www.sampoernaagro.com.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
       31 Desember 2023, struktur kepemilikan Perseroan atas PT Sungai Menang
       (selanjutnya disebut “SM”) dan PT Hutan Ketapang Industri (selanjutnya disebut
       “HKI”) adalah sebagai berikut:


                                Perseroan


                                    99,99%
                                                     Aquarius
                                   SM          Plantations Pte. Ltd.
                                                       (AP)
                                    80,00%               20,00%


                                   HKI




       SM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-
       held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
       lingkup kegiatan usaha SM adalah bergerak dalam bidang konsultasi manajemen.

       AP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-
       held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura.
       Ruang lingkup kegiatan usaha AP adalah bergerak dalam bidang entitas bertujuan
       khusus (special purpose vehicle).




                                         1
Page 129
HKI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-
held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan tanaman industri
(karet) dan bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di Kalimantan Barat.
Berdasarkan       Keputusan     Menteri     Kehutanan     Republik   Indonesia
No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan Keputusan Menteri
Lingkungan         Hidup      dan       Kehutanan       Republik     Indonesia
No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021, HKI
memperoleh Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman
Industri (selanjutnya disebut “IUPHHK-HTI”) atas areal hutan produksi seluas
kurang lebih 100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat.

Industri perkebunan karet alam Indonesia merupakan salah satu komoditas
industri hasil tanaman tropis yang mempunyai peranan penting dan strategis
dalam mendukung perekonomian nasional. Industri karet yang berorientasi pada
pasar internasional memiliki pertumbuhan permintaan yang meningkat di berbagai
negara sehingga telah mendorong prospek peningkatan harga pada tingkat yang
cukup tinggi.

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dari
komoditas industri selain produk kelapa sawit, Perseroan senantiasa mendukung
pertumbuhan industri karet alam melalui HKI, sebagai entitas anak yang memiliki
areal IUPHHK-HTI yang cukup luas. Dalam melakukan pengembangan usahanya,
HKI memerlukan dukungan pendanaan dari pemegang sahamnya untuk dapat
mengembangkan tanaman karet yang belum menghasilkan. Dengan demikian,
selama beberapa tahun, Perseroan dan AP telah memberikan pinjaman kepada
HKI, dimana berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 31 Desember 2023, HKI memiliki utang pihak berelasi kepada
Perseroan dan AP masing-masing sebesar Rp 1.292,38 miliar dan
Rp 345,09 miliar.

Walaupun sejak tahun 2022, HKI mulai membukukan penjualan karet, namun
Perseroan dan AP memandang perlu mendukung peningkatan kinerja keuangan
HKI, khususnya struktur permodalan (capital structure) HKI dengan menurunkan
liabilitas dan meningkatkan ekuitas. Dengan demikian, SM dan AP merencanakan
untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh pada HKI
dengan mengambil bagian atas seluruh saham yang akan diterbitkan oleh HKI,
dimana AP merencanakan untuk melakukan konversi atas sebagian utang pihak
berelasi HKI kepada AP (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, HKI dapat menggunakan dana hasil
Rencana Transaksi untuk melakukan pembayaran atas sebagian utang pihak
berelasi kepada Perseroan, yang diharapkan dapat mendukung perbaikan struktur
permodalan HKI dan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.




                                 2
Page 130
Dengan pertimbangan pertumbuhan kinerja keuangan HKI pada masa yang akan
datang dengan peningkatan penjualan karet dan perbaikan struktur modal HKI,
bilamana diperlukan, HKI dapat memperoleh pendanaan dari perbankan dan/atau
lembaga keuangan dengan biaya yang lebih efisien, antara lain dapat digunakan
untuk pengembangan usaha tanaman karet maupun untuk pembayaran utang
pihak berelasi, sehingga diharapkan dapat mendukung peningkatan likuiditas
Perseroan pada masa yang akan datang.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan penurunan utang pihak
berelasi, Perseroan mengharapkan HKI dapat meminimalisasi potensi gagal bayar
utang pihak berelasi pada saat jatuh tempo, yang dapat berdampak pada arus kas
dan keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HKI
diproyeksikan menjadi salah satu kontributor penting terhadap penjualan
konsolidasian Perseroan setelah seluruh tanaman karet belum menghasilkan
(immature) HKI memasuki fase menghasilkan (mature) dan HKI dapat mendukung
kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dengan penjualan karet secara
komersial. Dengan demikian, Perseroan mengharapkan Rencana Transaksi dapat
mendukung HKI untuk fokus dalam pengembangan tanaman dan peningkatan
hasil produksi karet, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai
tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Industri perkebunan karet alam Indonesia merupakan salah satu komoditas
    industri hasil tanaman tropis yang mempunyai peranan penting dan strategis
    dalam mendukung perekonomian nasional. Industri karet yang berorientasi
    pada pasar internasional memiliki pertumbuhan permintaan yang meningkat di
    berbagai negara sehingga telah mendorong prospek peningkatan harga pada
    tingkat yang cukup tinggi.

•   Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dari
    komoditas industri selain produk kelapa sawit, Perseroan senantiasa
    mendukung pertumbuhan industri karet alam melalui HKI, sebagai entitas anak
    yang memiliki areal IUPHHK-HTI yang cukup luas. Dalam melakukan
    pengembangan usahanya, HKI memerlukan dukungan pendanaan dari
    pemegang sahamnya untuk dapat mengembangkan tanaman karet yang
    belum menghasilkan. Dengan demikian, selama beberapa tahun, Perseroan
    dan AP telah memberikan pinjaman kepada HKI, dimana berdasarkan
    keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
    31 Desember 2023, HKI memiliki utang pihak berelasi kepada Perseroan dan
    AP masing-masing sebesar Rp 1.292,38 miliar dan Rp 345,09 miliar.




                                 3
Page 131
•   Walaupun sejak tahun 2022, HKI mulai membukukan penjualan karet, namun
    Perseroan dan AP memandang perlu mendukung peningkatan kinerja
    keuangan HKI, khususnya struktur permodalan (capital structure) HKI dengan
    menurunkan liabilitas dan meningkatkan ekuitas. Dengan demikian, SM dan
    AP merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, HKI dapat menggunakan dana
    hasil Rencana Transaksi untuk melakukan pembayaran atas sebagian utang
    pihak berelasi kepada Perseroan, yang diharapkan dapat mendukung
    perbaikan struktur permodalan HKI dan dapat memberikan kontribusi positif
    bagi peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
    akan datang.

•   Dengan pertimbangan pertumbuhan kinerja keuangan HKI pada masa yang
    akan datang dengan peningkatan penjualan karet dan perbaikan struktur
    modal HKI, bilamana diperlukan, HKI dapat memperoleh pendanaan dari
    perbankan dan/atau lembaga keuangan dengan biaya yang lebih efisien,
    antara lain dapat digunakan untuk pengembangan usaha tanaman karet
    maupun untuk pembayaran utang pihak berelasi, sehingga diharapkan dapat
    mendukung peningkatan likuiditas Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan penurunan utang pihak
    berelasi, Perseroan mengharapkan HKI dapat meminimalisasi potensi gagal
    bayar utang pihak berelasi pada saat jatuh tempo, yang dapat berdampak pada
    arus kas dan keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HKI
    diproyeksikan menjadi salah satu kontributor penting terhadap penjualan
    konsolidasian Perseroan setelah seluruh tanaman karet belum menghasilkan
    (immature) HKI memasuki fase menghasilkan (mature) dan HKI dapat
    mendukung kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dengan penjualan
    karet secara komersial. Dengan demikian, Perseroan mengharapkan Rencana
    Transaksi dapat mendukung HKI untuk fokus dalam pengembangan tanaman
    dan peningkatan hasil produksi karet, yang pada akhirnya diharapkan dapat
    memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham
    Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
“Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK
17/2020”).



                                 4
Page 132
       Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
       mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
       disiapkan oleh penilai independen.

       Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
       Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
       disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
       melakukan penilaian atas nilai pasar 100,00% saham HKI.

       Mengingat HKI adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
       diperjualbelikan di pasar modal, maka saham HKI bersifat tidak likuid.

I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 100,00% saham HKI
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2023.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
       35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310,
       SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa HKI adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan HKI
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan HKI. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240221-002
       tanggal 21 Februari 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                          5
Page 133
I.E.     Tanggal Efektif Penilaian

         Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
         31 Desember 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
         tujuan penilaian serta dari data keuangan HKI yang kami terima. Data keuangan
         tersebut berupa laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.

I.F.     Profil PT Hutan Ketapang Industri

         HKI adalah perseroan terbatas yang didirikan di Republik Indonesia berdasarkan
         Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., pengganti Notaris Sutjipto S.H., No. 37, tanggal
         3 Maret 2011. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
         Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 April 2011 dalam Surat
         Keputusannya No. AHU 19501.AH.01.01.Tahun 2011.

         Anggaran dasar HKI telah mengalami perubahan, terakhir kali berdasarkan Akta
         Notaris Liestiani Wang S.H., M.Kn., No. 2, tanggal 6 Juli 2023 mengenai
         peningkatan modal dasar, ditempatkan, dan disetor penuh HKI. Perubahan
         anggaran dasar ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
         Republik          Indonesia            dalam         Surat        Keputusan
         No. AHU-0041837 AH.01.02.Tahun 2023 pada tanggal 21 Juli 2023.

         Kantor pusat HKI berlokasi di Sampoerna Strategic Square North Tower Lantai 28,
         Jalan Jenderal Sudirman Kavling 45 – 46, Karet, Semanggi, Setiabudi, Jakarta
         Selatan.

I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham HKI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Hutan Ketapang Industri
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                           (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                       Pemegang Saham                  Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
         PT Sungai Menang                                     576.543           80,00%    576.543.000.000
         Aquarius Plantations Pte., Ltd.                      144.122           20,00%    144.122.000.000
         Jumlah                                               720.665          100,00%    720.665.000.000




                                                   6
Page 134
I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi HKI pada tanggal 31 Desember 2023
         adalah sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                       :   Eka Dharmajanto Kasih
         Komisaris                             :   Dwi Asmono
         Komisaris                             :   Heri Harjanto
         Komisaris                             :   Geoffrey Mathew Kin Ying Seeto
         Komisaris                             :   Paul Ralph Speed

         Direksi
         Direktur Utama                        :   Hero Djajakusumah
         Direktur                              :   Arief

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan tanaman
         industri (karet) dan bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di Kalimantan Barat.
         Berdasarkan        Keputusan    Menteri     Kehutanan     Republik     Indonesia
         No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan Keputusan Menteri
         Lingkungan          Hidup     dan       Kehutanan       Republik       Indonesia
         No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021, HKI
         memperoleh IUPHHK-HTI atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
         100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK
         35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
         diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
         antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
         dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
         di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
         dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.




                                           7
Page 135
I.H.   Pendekatan Penilaian yang Digunakan

       Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
       internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
       historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif HKI,
       pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
       HKI. Prospek HKI di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
       usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen yang
       telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada
       kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
       penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
       industri yang bersangkutan.

       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.

I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi
       kelebihan pendapatan (capitalized excess earning method).

       Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
       dilaksanakan oleh HKI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
       perkiraan atas perkembangan usaha HKI. Dalam melaksanakan penilaian dengan
       metode ini, operasi HKI diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
       perkembangan usaha HKI. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
       dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
       risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.

       Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian HKI
       merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan
       metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan
       menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
       menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).




                                          8
Page 136
         Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya
         riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
         langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh
         dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai
         pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
         nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah disesuaikan.

         Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang
         dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan
         merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai
         aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
         pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya
         adalah menghitung indikasi nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset
         berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.

         Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
         untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
         manajemen Perseroan dan HKI. Tidak tertutup kemungkinan untuk
         diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
         hasil yang berbeda.

         Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
         dengan melakukan pembobotan.

I.J.     Ringkasan Hasil Penilaian

         Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
         sebagai berikut:

I.J.1.   Nilai Pasar 100,00% Saham HKI Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

         Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
         100,00% saham HKI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
         Rp 3,06 triliun. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 20,00%, maka nilai pasar
         100,00% saham HKI adalah sebesar Rp 2,44 triliun. Dengan demikian, nilai pasar
         100,00% saham HKI berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
         Rp 2,44 triliun.

I.J.2.   Nilai Pasar 100,00% Saham HKI Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
         Pendapatan

         Berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, diperoleh hasil bahwa
         indikasi nilai pasar 100,00% saham HKI sebelum diskon likuiditas pasar adalah
         sebesar Rp 2,93 triliun. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 20,00%, maka nilai
         pasar 100,00% saham HKI adalah sebesar Rp 2,35 triliun. Dengan demikian, nilai
         pasar 100,00% saham HKI berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan
         pendapatan adalah sebesar Rp 2,35 triliun.




                                             9
Page 137
I.J.3.   Rekonsiliasi Nilai

         Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
         yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
         pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
         masing-masing dengan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan
         30,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

         Alasan kami memberikan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan
         30,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan
         informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami gunakan
         untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang
         memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
         informasi yang digunakan pada metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

         Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
         Penilaian adalah sebesar Rp 2,42 triliun.

         Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
         dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
         mengenai tingkat penjualan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang
         dikembangkan pihak manajemen HKI melalui analisis atas kinerja historis dan
         pernyataan manajemen HKI mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan
         datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas asumsi-
         asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan
         tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi tersebut.
         Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan mempengaruhi perhitungan nilai
         Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan asumsi-
         asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa
         hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.

I.K.     Kesimpulan Penilaian

         Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
         dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
         penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
         31 Desember 2023 adalah sebesar Rp 2,42 triliun.

         Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
         yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan HKI serta pihak-pihak
         lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
         tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
         terungkap yang akan mempengaruhi nilai pasar tersebut secara material.




                                          10
Page 138
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas HKI. Kami tegaskan pula
bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
HKI tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                11
Page 139
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang usaha perkebunan kelapa sawit, pabrik minyak kelapa sawit, produksi
        benih kelapa sawit, pemanfaatan hasil hutan kayu (karet) dan bukan kayu (sagu),
        dan lainnya, yang berlokasi di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan
        Tengah, dan Riau. Di samping mengelola perkebunannya sendiri, Perseroan juga
        mengembangkan perkebunan plasma dan membina kerjasama dengan petani
        plasma. Perseroan berdomisili di Jalan Basuki Rahmat No. 788, Palembang,
        Sumatera Selatan 30128, dengan nomor telepon: (0711) 813 388, nomor faksimile:
        (0711) 811 585, dan website: www.sampoernaagro.com.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        31 Desember 2023, struktur kepemilikan Perseroan atas SM dan HKI adalah
        sebagai berikut:


                                 Perseroan


                                     99,99%


                                    SM                  AP


                                     80,00%              20,00%


                                    HKI




        SM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-
        held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
        lingkup kegiatan usaha SM adalah bergerak dalam bidang konsultasi manajemen.

        AP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-
        held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura.
        Ruang lingkup kegiatan usaha AP adalah bergerak dalam bidang entitas bertujuan
        khusus (special purpose vehicle).




                                          12
Page 140
HKI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-
held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan tanaman industri
(karet) dan bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di Kalimantan Barat.
Berdasarkan      Keputusan      Menteri    Kehutanan    Republik     Indonesia
No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan Keputusan Menteri
Lingkungan        Hidup       dan       Kehutanan     Republik       Indonesia
No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021, HKI
memperoleh IUPHHK-HTI atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat.

Industri perkebunan karet alam Indonesia merupakan salah satu komoditas
industri hasil tanaman tropis yang mempunyai peranan penting dan strategis
dalam mendukung perekonomian nasional. Industri karet yang berorientasi pada
pasar internasional memiliki pertumbuhan permintaan yang meningkat di berbagai
negara sehingga telah mendorong prospek peningkatan harga pada tingkat yang
cukup tinggi.

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dari
komoditas industri selain produk kelapa sawit, Perseroan senantiasa mendukung
pertumbuhan industri karet alam melalui HKI, sebagai entitas anak yang memiliki
areal IUPHHK-HTI yang cukup luas. Dalam melakukan pengembangan usahanya,
HKI memerlukan dukungan pendanaan dari pemegang sahamnya untuk dapat
mengembangkan tanaman karet yang belum menghasilkan. Dengan demikian,
selama beberapa tahun, Perseroan dan AP telah memberikan pinjaman kepada
HKI, dimana berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 31 Desember 2023, HKI memiliki utang pihak berelasi kepada
Perseroan dan AP masing-masing sebesar Rp 1.292,38 miliar dan
Rp 345,09 miliar.

Walaupun sejak tahun 2022, HKI mulai membukukan penjualan karet, namun
Perseroan dan AP memandang perlu mendukung peningkatan kinerja keuangan
HKI, khususnya struktur permodalan (capital structure) HKI dengan menurunkan
liabilitas dan meningkatkan ekuitas. Dengan demikian, SM dan AP merencanakan
untuk melakukan Rencana Transaksi.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, HKI dapat menggunakan dana hasil
Rencana Transaksi untuk melakukan pembayaran atas sebagian utang pihak
berelasi kepada Perseroan, yang diharapkan dapat mendukung perbaikan struktur
permodalan HKI dan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.




                                 13
Page 141
Dengan pertimbangan pertumbuhan kinerja keuangan HKI pada masa yang akan
datang dengan peningkatan penjualan karet dan perbaikan struktur modal HKI,
bilamana diperlukan, HKI dapat memperoleh pendanaan dari perbankan dan/atau
lembaga keuangan dengan biaya yang lebih efisien, antara lain dapat digunakan
untuk pengembangan usaha tanaman karet maupun untuk pembayaran utang
pihak berelasi, sehingga diharapkan dapat mendukung peningkatan likuiditas
Perseroan pada masa yang akan datang.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan penurunan utang pihak
berelasi, Perseroan mengharapkan HKI dapat meminimalisasi potensi gagal bayar
utang pihak berelasi pada saat jatuh tempo, yang dapat berdampak pada arus kas
dan keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HKI
diproyeksikan menjadi salah satu kontributor penting terhadap penjualan
konsolidasian Perseroan setelah seluruh tanaman karet belum menghasilkan
(immature) HKI memasuki fase menghasilkan (mature) dan HKI dapat mendukung
kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dengan penjualan karet secara
komersial. Dengan demikian, Perseroan mengharapkan Rencana Transaksi dapat
mendukung HKI untuk fokus dalam pengembangan tanaman dan peningkatan
hasil produksi karet, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai
tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Industri perkebunan karet alam Indonesia merupakan salah satu komoditas
    industri hasil tanaman tropis yang mempunyai peranan penting dan strategis
    dalam mendukung perekonomian nasional. Industri karet yang berorientasi
    pada pasar internasional memiliki pertumbuhan permintaan yang meningkat di
    berbagai negara sehingga telah mendorong prospek peningkatan harga pada
    tingkat yang cukup tinggi.

•   Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dari
    komoditas industri selain produk kelapa sawit, Perseroan senantiasa
    mendukung pertumbuhan industri karet alam melalui HKI, sebagai entitas anak
    yang memiliki areal IUPHHK-HTI yang cukup luas. Dalam melakukan
    pengembangan usahanya, HKI memerlukan dukungan pendanaan dari
    pemegang sahamnya untuk dapat mengembangkan tanaman karet yang
    belum menghasilkan. Dengan demikian, selama beberapa tahun, Perseroan
    dan AP telah memberikan pinjaman kepada HKI, dimana berdasarkan
    keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
    31 Desember 2023, HKI memiliki utang pihak berelasi kepada Perseroan dan
    AP masing-masing sebesar Rp 1.292,38 miliar dan Rp 345,09 miliar.




                                 14
Page 142
•   Walaupun sejak tahun 2022, HKI mulai membukukan penjualan karet, namun
    Perseroan dan AP memandang perlu mendukung peningkatan kinerja
    keuangan HKI, khususnya struktur permodalan (capital structure) HKI dengan
    menurunkan liabilitas dan meningkatkan ekuitas. Dengan demikian, SM dan
    AP merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, HKI dapat menggunakan dana
    hasil Rencana Transaksi untuk melakukan pembayaran atas sebagian utang
    pihak berelasi kepada Perseroan, yang diharapkan dapat mendukung
    perbaikan struktur permodalan HKI dan dapat memberikan kontribusi positif
    bagi peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
    akan datang.

•   Dengan pertimbangan pertumbuhan kinerja keuangan HKI pada masa yang
    akan datang dengan peningkatan penjualan karet dan perbaikan struktur
    modal HKI, bilamana diperlukan, HKI dapat memperoleh pendanaan dari
    perbankan dan/atau lembaga keuangan dengan biaya yang lebih efisien,
    antara lain dapat digunakan untuk pengembangan usaha tanaman karet
    maupun untuk pembayaran utang pihak berelasi, sehingga diharapkan dapat
    mendukung peningkatan likuiditas Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan penurunan utang pihak
    berelasi, Perseroan mengharapkan HKI dapat meminimalisasi potensi gagal
    bayar utang pihak berelasi pada saat jatuh tempo, yang dapat berdampak pada
    arus kas dan keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HKI
    diproyeksikan menjadi salah satu kontributor penting terhadap penjualan
    konsolidasian Perseroan setelah seluruh tanaman karet belum menghasilkan
    (immature) HKI memasuki fase menghasilkan (mature) dan HKI dapat
    mendukung kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dengan penjualan
    karet secara komersial. Dengan demikian, Perseroan mengharapkan Rencana
    Transaksi dapat mendukung HKI untuk fokus dalam pengembangan tanaman
    dan peningkatan hasil produksi karet, yang pada akhirnya diharapkan dapat
    memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham
    Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi POJK 42/2020.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam POJK 17/2020.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.



                                 15
Page 143
        Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
        Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
        Objek Penilaian.

        Mengingat HKI adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
        diperjualbelikan di pasar modal, maka saham HKI bersifat tidak likuid.

II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2023.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam POJK
        35/2020 serta SPI.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK
        35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
        diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
        antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
        dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
        di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
        dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        31 Desember 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
        tujuan penilaian serta dari data keuangan HKI yang kami terima. Data keuangan
        tersebut berupa laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
        31 Desember 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                         16
Page 144
II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya
           disebut “KAP”) Purwantono, Sungkoro & Surja (selanjutnya disebut “PSS”)
           sebagaimana             tertuang             dalam              laporannya
           No. 00942/2.1032/AU.1/01/1562-3/1/IV/2024 tanggal 27 April 2024 dengan
           pendapat wajar tanpa pengecualian;

        2. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 01005/2.1032/AU.1/01/1562-2/1/IV/2023 tanggal
           19 April 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        3. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00360/2.1032/AU.1/01/1562-1/1/III/2022 tanggal
           30 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        4. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00370/2.1032/AU.1/01/0701-3/1/III/2021 tanggal
           31 Maret 2021 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        5. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00323/2.1032/AU.1/01/0701-2/1/III/2020 tanggal
           30 Maret 2020 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        6. Proyeksi laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
           tanggal 31 Desember 2024 – 2057 yang disusun oleh manajemen HKI;

        7. Laporan penilaian properti HKI per 31 Desember 2023 yang disusun oleh KJPP
           Iwan Bachron & Rekan (selanjutnya disebut “IBR”) sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00167/2.0047-05/PI/01/0500/1/VI/2024 tanggal
           21 Juni 2024;

        8. Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. SK.59/Menhut-II/2007
           tentang Pemberian IUPHHK-HTI Dalam Hutan Tanaman Kepada PT Kertas
           Basuki Rachmat Atas Areal Hutan Produksi seluas kurang lebih 100.150 hektar
           di Provinsi Kalimantan Barat;




                                        17
Page 145
9. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
   No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021
   tentang perubahan Kedua atas Keputusan Menteri Kehutanan Republik
   Indonesia No. SK.59/Menhut-II/2007 Tentang Pemberian IUPHHK-HTI Dalam
   Hutan Tanaman Kepada HKI (d/h PT Basuki Rachmat) Atas Areal Hutan
   Produksi seluas kurang lebih 100.150 Hektar di Provinsi Kalimantan Barat;

10. Anggaran dasar HKI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
    Notaris Liestiani Wang S.H., M.Kn. No. 2, tanggal 6 Juli 2023 mengenai
    peningkatan modal dasar, ditempatkan, dan disetor penuh HKI;

11. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, mengenai alasan, latar
    belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

12. Tarif pajak yang diberlakukan atas HKI adalah berdasarkan laba kena pajak
    dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
    berlaku umum, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2057;

13. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan HKI serta pihak-pihak lain
    yang relevan untuk penugasan;

14. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

15. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;

16. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

17. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

18. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
    dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-
informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan HKI atau yang
tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.




                                 18
Page 146
          Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari HKI. Jasa-jasa
          yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
          Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
          yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
          merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
          prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
          dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
          internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
          pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
          mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
          Perseroan.

II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan tanaman
          industri (karet) dan bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di Kalimantan Barat.
          Berdasarkan        Keputusan    Menteri     Kehutanan     Republik     Indonesia
          No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan Keputusan Menteri
          Lingkungan          Hidup     dan       Kehutanan       Republik       Indonesia
          No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021, HKI
          memperoleh IUPHHK-HTI atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
          100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat. Dengan demikian, produk yang
          dihasilkan oleh HKI adalah getah karet (cup lump).

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis HKI adalah mencakup
          wilayah Provinsi Kalimantan Barat.

II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama HKI adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Hextar Fertilizer Indonesia;
          •   PT Centa Brasindo Abadi Chemical Industry; dan
          •   CV Melati Mitra Agroindo.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci HKI adalah
          sebagai berikut:

          •   PT Bintang Borneo Persada;
          •   PT Hok Tong; dan
          •   PT Kirana Permata.




                                           19
Page 147
II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha HKI adalah sebagai
          berikut:

          •   PT PP London Sumatra Indonesia Tbk;
          •   PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk; dan
          •   PT Perkebunan Nusantara.

II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan HKI
          adalah sebagai berikut:

          •   Mengedepankan efisiensi untuk menjaga peningkatan produktivitas melalui
              program mekanisasi dan intensifikasi;
          •   Memperoleh tingkat pengembangan usaha yang optimal pada tanaman karet
              untuk meminimalisasi dampak dari ketidakstabilan harga komoditas; dan
          •   Mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki komitmen dan motivasi
              tinggi, mulai dari karyawan hingga tenaga kerja di lapangan.

II.G.     Jenis Ekuitas

          Saham yang dimiliki HKI merupakan saham biasa, dimana setiap pemegang
          saham HKI memiliki 1 hak suara per lembar saham.

II.H.     Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

          Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
          bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
          dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

          Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
          didasarkan pada proyeksi laporan keuangan HKI yang disusun oleh manajemen
          HKI. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
          dikembangkan berdasarkan kinerja HKI pada tahun-tahun sebelumnya dan
          berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
          melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
          menggambarkan kondisi operasi dan kinerja HKI yang dinilai pada saat penilaian
          ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
          yang kami lakukan terhadap target kinerja HKI yang dinilai dan telah
          mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung
          jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan
          berdasarkan kinerja historis HKI dan informasi manajemen HKI terhadap proyeksi
          laporan keuangan HKI tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
          penilaian HKI dan kesimpulan nilai akhir.




                                           20
Page 148
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan HKI atau
yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan HKI bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami
tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan dan HKI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
status hukum HKI berdasarkan anggaran dasar HKI.




                                  21
Page 149
II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.

II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip
        untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan
        oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.

        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Hutan Ketapang Industri ini
        merupakan laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 100,00% saham PT Hutan Ketapang Industri tidak terdapat
        kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara
        signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.




                                          22
Page 150
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Hutan Ketapang Industri

         HKI adalah perseroan terbatas yang didirikan di Republik Indonesia berdasarkan
         Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., pengganti Notaris Sutjipto S.H., No. 37, tanggal
         3 Maret 2011. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
         Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 April 2011 dalam Surat
         Keputusannya No. AHU 19501.AH.01.01.Tahun 2011.

         Anggaran dasar HKI telah mengalami perubahan, terakhir kali berdasarkan Akta
         Notaris Liestiani Wang S.H., M.Kn., No. 2, tanggal 6 Juli 2023 mengenai
         peningkatan modal dasar, ditempatkan, dan disetor penuh HKI. Perubahan
         anggaran dasar ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
         Republik          Indonesia            dalam         Surat        Keputusan
         No. AHU-0041837 AH.01.02.Tahun 2023 pada tanggal 21 Juli 2023.

         Kantor pusat HKI berlokasi di Sampoerna Strategic Square North Tower Lantai 28,
         Jalan Jenderal Sudirman Kavling 45 – 46, Karet, Semanggi, Setiabudi, Jakarta
         Selatan.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan tanaman
         industri (karet) dan bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di Kalimantan Barat.
         Berdasarkan        Keputusan    Menteri     Kehutanan     Republik     Indonesia
         No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan Keputusan Menteri
         Lingkungan          Hidup     dan       Kehutanan       Republik       Indonesia
         No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021, HKI
         memperoleh IUPHHK-HTI atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
         100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat.

III.C.   Manajemen

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi HKI pada tanggal 31 Desember 2023
         adalah sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                        :   Eka Dharmajanto Kasih
         Komisaris                              :   Dwi Asmono
         Komisaris                              :   Heri Harjanto
         Komisaris                              :   Geoffrey Mathew Kin Ying Seeto
         Komisaris                              :   Paul Ralph Speed

         Direksi
         Direktur Utama                         :   Hero Djajakusumah
         Direktur                               :   Arief




                                           23
Page 151
III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham HKI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Hutan Ketapang Industri
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                             (Dalam Rupiah)
                                                                                    Persentase
                        Pemegang Saham               Jumlah Saham                                        Jumlah Modal
                                                                                   Kepemilikan
         PT Sungai Menang                                            576.543                  80,00%        576.543.000.000
         Aquarius Plantations Pte., Ltd.                             144.122                  20,00%        144.122.000.000
         Jumlah                                                      720.665                100,00%         720.665.000.000



III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 telah diaudit oleh KAP PSS
         masing-masing dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.

         Ikhtisar data keuangan penting HKI adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Hutan Ketapang Industri
         Laporan Posisi Keuangan
         Per 31 Desember 2019 - 2023

                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                              Keterangan                  31/12/23       31/12/22       31/12/21     31/12/20      31/12/19

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                  31.991             2.397       2.384         3.766          1.089
         Piutang usaha                                          959               127           -             -              -
         Piutang lain-lain                                    1.634             1.612       2.881         2.995          1.902
         Persediaan                                          17.964            13.067      14.517         6.314         15.264
         Aset biologis                                          325                 -           -             -              -
         Pajak dibayar di muka                                8.448             6.881         324             -              -
         Biaya dibayar di muka dan uang muka                  2.617             3.021       3.764         2.883          2.702
         Jumlah Aset Lancar                                  63.938            27.106      23.870        15.959         20.957
         ASET TIDAK LANCAR
         Tanaman produktif
           Tanaman menghasilkan                            2.322.863        305.383              -             -             -
           Tanaman belum menghasilkan                        645.852      2.518.646      2.485.424     2.149.733     1.812.019
         Aset tetap - neto                                   122.742        119.021        115.814       120.596       126.682
         Aset hak-guna - neto                                    365            336            382           350             -
         Aset tak berwujud - neto                                786            762            809           860           868
         Aset tidak lancar lainnya                               332            332            332           350           332
         Jumlah Aset Tidak Lancar                          3.092.940      2.944.480      2.602.761     2.271.890     1.939.901
         JUMLAH ASET                                       3.156.878      2.971.586      2.626.631     2.287.849     1.960.858
                                                                                                                             -




                                                  24
Page 152
                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                           31/12/23      31/12/22      31/12/21       31/12/20       31/12/19

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                     -             1            38             12              7
  Pihak ketiga                                                  64.030        18.516        25.283         43.102         52.872
Utang lain-lain                                                 25.311        16.255        16.203         11.113          5.196
Utang pajak                                                      4.116         4.826         4.868          4.410          4.266
Beban akrual                                                    10.996         8.795         6.729          6.205          8.627
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu
  tahun:
  Liabilitas sewa                                                   98            89            81             79                 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                104.551        48.481        53.202         64.920         70.968
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang - neto                                 30.000             -             -              -              -
Liabilitas sewa                                                       -            98           187            287              -
Utang pihak berelasi                                          1.637.475     2.304.408     1.882.641      1.570.481      1.278.995
Liabilitas imbalan kerja                                         10.182        11.558        11.173         10.144          7.709
Liabilitas tidak lancar lainnya                                   2.202             -             -              -            988
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              1.679.859     2.316.063     1.894.001      1.580.911      1.287.692
JUMLAH LIABILITAS                                             1.784.409     2.364.545     1.947.203      1.645.831      1.358.660
EKUITAS
Modal saham                                                     720.665      408.165       405.299        367.380        323.478
Tambahan modal disetor                                          939.312      251.812       251.812        251.812        251.812
Uang muka setoran modal                                               -            -         2.866          3.095          7.712
Saldo laba (defisit)                                           (287.508)     (52.936)       19.451         19.731         19.196
JUMLAH EKUITAS                                                1.372.469      607.041       679.428        642.018        602.198
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                 3.156.878     2.971.586     2.626.631      2.287.849      1.960.858



Tabel 4
PT Hutan Ketapang Industri
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023

                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                           31/12/23      31/12/22      31/12/21       31/12/20       31/12/19

Penjualan                                                       65.331        26.495                -              -              -
Beban pokok penjualan                                          199.310        77.437                -              -              -
Rugi bruto                                                     (133.979)      (50.942)           -              -               -
Perubahan nilai wajar aset biologis                                 325             -            -              -               -
Beban penjualan                                                  (5.807)            -            -              -               -
Beban umum dan administrasi                                      (3.992)       (1.305)        (716)          (675)         (1.079)
Biaya operasional lain                                             (551)       (1.073)        (176)          (117)           (202)
Pendapatan operasional lain                                       1.541           696          109            384              64
Rugi usaha                                                     (142.464)      (52.624)        (783)          (408)         (1.218)
Pendapatan keuangan                                                  52            31           78             69             603
Beban keuangan                                                  (92.297)      (21.554)         (30)           (38)              -
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                          (234.709)      (74.146)        (735)          (378)          (614)
Manfaat (beban) pajak penghasilan                                     -             -            -            988            (10)
Laba (rugi) tahun berjalan                                     (234.709)      (74.146)        (735)           611           (624)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                137         1.759          455            (76)           567
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                 (234.572)      (72.387)        (280)           535             (58)




                                                        25
Page 153
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan lebih baik dari proyeksi sebelumnya di
          tengah ketidakpastian pasar keuangan yang masih tinggi. Berdasarkan laporan
          yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) yang berjudul Tinjauan Kebijakan
          Moneter Februari 2024, ekonomi di dunia diperkirakan tumbuh sebesar 3,10% dan
          3,00% masing-masing pada tahun 2023 dan 2024 dimana, persentase tersebut
          lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya yaitu masing-masing
          sebesar 3,00% dan 2,80%. Pertumbuhan ekonomi terutama ditopang menguatnya
          kinerja ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India yang juga sejalan dengan
          konsumsi dan investasi yang tinggi.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 5
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                   (Dalam %)
                                                                   Aktual                               Proyeksi
                         Keterangan
                                                    2020       2021      2022      2023       2024        2025      2026
          Dunia                                       (2,80)     6,30      3,50      3,10       2,80        2,90        3,10
          Negara Maju
           Amerika Serikat                            (2,20)     5,80      1,90      2,50       2,00        1,70        2,00
           Hong Kong                                  (6,50)     6,40     (3,70)     3,20       2,70        3,00        2,30
           Inggris                                   (10,40)     9,60      4,50      0,30       0,40        1,20        1,60
           Jepang                                     (4,20)     2,70      1,00      1,90       0,70        1,10        0,90
           Kanada                                     (5,00)     5,50      3,80      1,10       0,60        1,70        2,00
           Kawasan Eropa                              (6,10)     5,90      3,40      0,50       0,50        1,40        1,40
           Singapura                                  (4,10)     9,10      3,90      1,10       2,30        2,60        2,70
           Taiwan                                      3,40      6,60      2,60      1,40       3,10        2,60        2,50
           Korea Selatan                              (0,70)     4,30      2,60      1,40       2,10        2,20        2,00
          Negara Berkembang
           Argentina                                  (9,90)    10,70      5,00      (1,30)     (2,0)       2,20        2,50
           India                                       3,90     (5,80)     9,10       7,20      6,80        6,30        6,50
           Indonesia                                  (2,00)     3,70      5,30       5,10      5,00        5,10        5,10
           Kolombia                                   (6,80)    11,00      7,50       0,60      1,50        2,60        3,10
           Malaysia                                   (5,60)     3,10      8,70       3,70      4,30        4,50        4,50
           Meksiko                                    (8,00)     4,70      3,90       3,20      2,30        2,00        2,10
           Mesir                                       3,60      3,30      6,70       3,80      3,70        4,70        4,50
           Tiongkok                                    2,20      8,40      3,00       5,20      4,60        4,40        4,20


          Sumber: Bloomberg


          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB).
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023, PDB di dunia
          mengalami penurunan sebesar 0,40% dibandingkan dengan tahun 2023. Negara
          maju yang memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan PDB yaitu Inggris,
          Kanada, Kawasan Eropa, dan Singapura masing-masing sebesar 4,20%, 2,70%,
          2,90%, dan 2,80%. Selain itu, untuk negara berkembang yaitu Argentina,
          Kolombia, dan Malaysia masing-masing sebesar 6,30%, 6,90%, dan 5,00%.
          Namun demikian, PDB di negara maju seperti Hong Kong mengalami
          pertumbuhan sebesar 6,90% sedangkan, PDB di negara-negara berkembang
          seperti Tiongkok mengalami pertumbuhan sebesar 2,20%.




                                                        26
Page 154
          Secara keseluruhan, pertumbuhan PDB di dunia pada tahun 2024 diperkirakan
          mengalami penurunan sebesar 0,30% dibandingkan 2023 dimana, AS, Hong
          Kong, Jepang, dan Kanada memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan
          yaitu masing-masing sebesar 0,50%, 0,50%, 1,20%, dan 0,50%.

IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi yang juga
          memegang peranan penting dalam menentukan perekonomian suatu negara.
          Inflasi yang moderat dianggap normal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,
          tetapi inflasi yang tinggi dapat menjadi penghalang stabilitas ekonomi serta
          mengurangi daya beli masyarakat.
          Tabel 6
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                   (Dalam %)
                                                       Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                        2020       2021      2022     2023     2024       2025      2026
          Dunia                            3,20      4,70      8,70     6,80     4,10       3,40       3,20
          Negara Maju
           Amerika Serikat                 1,20       4,70     8,00     4,10     2,70       2,40       2,30
           Hong Kong                       0,30       1,60     1,90     2,10     2,10       2,20       2,00
           Inggris                         0,90       2,60     9,10     7,40     2,60       2,10       2,10
           Jepang                          0,00      (0,30)    2,50     3,30     2,20       1,70       1,70
           Kanada                          0,70       3,40     6,80     3,90     2,50       2,10       2,00
           Kawasan Eropa                   0,30       2,60     8,40     5,50     2,30       2,10       2,00
           Singapura                      (0,20)      2,30     6,10     4,80     3,10       2,00       1,70
           Taiwan                         (0,20)      2,00     3,00     2,50     1,80       1,50       1,90
           Korea Selatan                   0,50       2,50     5,10     3,60     2,40       2,00       2,00
          Negara Berkembang
           Argentina                      42,70     48,10     70,70   130,70   262,70      77,80        N/A
           India                           6,60      5,10      6,70     5,70     5,40       4,60       4,50
           Indonesia                       2,00      1,60      4,20     3,70     2,90       3,00       3,00
           Kolombia                        2,50      3,50     10,20    11,80     6,30       4,00       3,30
           Malaysia                       (1,10)     2,50      3,40     2,50     2,50       2,40       2,40
           Meksiko                         3,40      5,70      7,90     5,60     4,20       3,70       3,50
           Mesir                           5,70      4,50      8,50    33,80    28,00      14,70        N/A
           Tiongkok                        2,50      0,90      2,00     0,20     1,00       1,70       1,90


          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023, inflasi di dunia
          mengalami penurunan sebesar 1,90%. Negara maju yang memberikan kontribusi
          terbesar terhadap penurunan inflasi yaitu AS, Kanada, dan Kawasan Eropa
          masing-masing sebesar 3,90%, 2,90%, dan 2,90%. Selain itu, untuk negara
          berkembang yaitu India, Meksiko, dan Tiongkok masing-masing sebesar 1,00%,
          2,30%, dan 1,80%. Namun demikian, inflasi di negara berkembang seperti
          Argentina dan Mesir mengalami kenaikan sebesar 60,00% dan 25,30%.

          Selanjutnya, dalam beberapa tahun terakhir, inflasi negara-negara di dunia
          mengalami fluktuasi. Secara keseluruhan, inflasi dunia pada tahun 2024
          diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 2,70% dibandingkan dengan tahun
          2023 dimana, Inggris dan Kawasan Eropa memberikan kontribusi terbesar
          terhadap penurunan yaitu masing-masing sebesar 4,80% dan 3,20%.




                                            27
Page 155
IV.A.3.   Suku Bunga

          Suku bunga merupakan tingkat biaya atas keuntungan dari penggunaan uang
          yang biasanya dinyatakan sebagai persentase dari jumlah uang yang dipinjam
          maupun diinvestasikan sehingga berdampak signifikan pada berbagai aspek
          ekonomi maupun keuangan.
          Tabel 7
          Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                             (Dalam %)
                                                             Aktual                     Proyeksi
                         Keterangan
                                                2020     2021      2022     2023     2024      2025
          Negara Maju
           Amerika Serikat                        0,25     0,25      4,50     5,50      4,50      3,35
           Hong Kong                              0,50     0,50      4,75     5,75       N/A       N/A
           Inggris                                0,10     0,25      3,50     5,25      4,30      3,15
           Jepang                                 0,00     0,00      0,00     0,00      0,10      0,20
           Kanada                                 0,25     0,25      4,25     5,00      4,00      3,00
           Kawasan Eropa                          0,00     0,00      2,50     4,50      3,50      2,80
           Taiwan                                 1,13     1,13      1,75     1,88      1,75      1,60
           Korea Selatan                          0,50     1,00      3,25     3,50      2,85      2,40
          Negara Berkembang
           Argentina                               N/A      N/A       N/A      N/A     93,35     30,00
           India                                  4,00     4,00      6,25     6,50      6,00      5,75
           Indonesia                              3,75     3,50      5,50     6,00      5,25      4,75
           Kolombia                               1,75     3,00     12,00    13,00      8,65      6,10
           Malaysia                               1,75     1,75      2,72     3,00      2,95      2,90
           Meksiko                                4,25     5,50     10,50    11,25      9,38      7,50
           Mesir                                  8,25     8,25     16,25    19,25       N/A       N/A
           Tiongkok                               3,85     3,80      3,65     3,45       N/A       N/A



          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023 negara maju
          dengan kenaikan suku bunga tertinggi yaitu AS, Hong Kong, Inggris, dan Kawasan
          Eropa masing-masing sebesar 1,00%, 1,00%, 1,75%, dan 2,00%. Selain itu, untuk
          negara berkembang yaitu Kolombia dan Mesir masing-masing sebesar 1,00% dan
          3,00% dibandingkan dengan tahun 2022.

          Selanjutnya, pada tahun 2024 diperkirakan negara berkembang yang mengalami
          penurunan suku bunga tertinggi dibandingkan dengan negara-negara lainnya yaitu
          Kolombia dan Meksiko masing-masing sebesar 4,35% dan 1,87%.

IV.B.     Tinjauan Ekonomi Indonesia

          Pada triwulan IV/2023, perekonomian di Indonesia mengalami pertumbuhan yang
          lebih baik dari yang diperkirakan yaitu sebesar 5,04% year over year (yoy).
          Pertumbuhan tersebut dipicu oleh kenaikan ekspor, peningkatan investasi
          bangunan, dan dampak positif pelaksanaan lapangan usaha yang terkait mobilitas
          seperti perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, informasi
          dan komunikasi, serta penyediaan akomodasi dan makanan maupun minuman.
          Pertumbuhan ekonomi di Indonesia menguat di beberapa wilayah di Sulawesi,
          Maluku, Papua, Kalimantan, dan Jawa.




                                                28
Page 156
IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada bulan Januari 2024 adalah sebesar
        USD 2,00 miliar dipicu oleh menguatnya ekspor non-migas. Meskipun adanya
        ketidakpastian terhadap pasar keuangan di dunia yang masih tinggi, aliran masuk
        modal asing di pasar keuangan domestik masih berlanjut, tercermin dari investasi
        portofolio yang mencatat net inflows sebesar USD 3,10 miliar. Secara keseluruhan,
        NPI pada tahun 2024 diperkirakan mencatat surplus didukung oleh berlanjutnya
        surplus neraca transaksi modal dan keuangn yang sejalan dengan positifnya aliran
        masuk modal asing dipengaruhi oleh persepsi positif investor terhadap
        perekonomian domestik yang lebih baik.

        Selanjutnya, untuk pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 diperkirakan sekitar
        4,70% – 5,50% karena membaiknya ekspor sejalan dengan peningkatan
        pertumbuhan ekonomi di dunia serta membaiknya permintaan domestik.
        Konsumsi rumah tangga dan investasi, khususnya non-bangunan perlu
        ditingkatkan agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Kenaikan dan penurunan suku bunga perbankan dapat disebabkan oleh berbagai
        faktor salah satunya kondisi perekonomian sehingga memiliki pengaruh yang
        siginifikan terhadap aktivitas pinjaman, investasi, dan konsumsi.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         6,00%                                                                5,55%
                                                              5,50%
         5,00%

         4,00%                             3,50%
                            3,75%
         3,00%

         2,00%

         1,00%

         0,00%
                        2020            2021              2022             2023
        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga terus mengalami
        kenaikan. Pada akhir tahun 2023 suku bunga BI adalah sebesar 5,55% dimana
        mengalami kenaikan sebesar 0,91% dibandingkan dengan tahun 2023.




                                         29
Page 157
        Selanjutnya, untuk suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia tercatat 6,62%,
        6,70%, dan 6,82% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada
        pertengahan Februari 2024 sehingga menjadi salah satu faktor pendukung
        efektivitas SRBI sebagai instrumen moneter yang pro-market. Sementara itu,
        untuk suku bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi oleh likuiditas perbankan
        yang memadai serta kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit yang
        meningkatkan efisiensi suku bunga perbankan.

IV.E.   Inflasi

        Berdasarkan Tinjauan Kebijakan Moneter yang dikeluarkan oleh BI per
        Februari 2024, kontributor inflasi terbesar di Indonesia terbagi di beberapa provinsi
        yaitu Papua Tengah, Papua Selatan, Gorontalo, Maluku Utara, Maluku, Papua
        Pegunungan, dan Sulawesi Utara masing-masing sebesar 4,80%, 4,50%, 4,40%,
        4,30%, 4,10%, 3,90%, dan 3,80%.

        Tabel 8
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                             (Dalam %)

         No.         Keterangan              Inflasi

          1    Papua Tengah                       4,80
          2    Papua Selatan                      4,50
          3    Gorontalo                          4,40
          4    Maluku Utara                       4,30
          5    Maluku                             4,10
          6    Papua Pegunungan                   3,90
          7    Sulawesi Utara                     3,80
          8    Kepulauan Riau                     3,40
          9    Sumatera Selatan                   3,40
         10    Kalimantan Tengah                  3,40
         11    Lampung                            3,30
         12    Papua Barat                        3,10
         13    Jambi                              3,00

         Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia


        Selanjutnya, untuk Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari 2024 tercatat sebesar
        2,57% yoy dimana mengalami penurunan sebesar 2,61% yoy, penurunan terjadi
        pada inflasi inti 1,80% yoy menjadi 1,68% yoy dibandingkan dengan
        Desember 2023 yang dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah. Sementara
        itu, inflasi administered prices relatif stabil yaitu sebesar 1,74% yoy dan inflasi
        volatile food meningkat menjadi 7,22% yoy, terutama karena faktor musiman dan
        bergesernya musim tanam.




                                                   30
Page 158
        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen di Indonesia

         5,00%                                      4,20%
                                                                       3,90%
         4,00%                                                                          3,10%
                                                                                                      3,10%
         3,00%
                       2,00%
         2,00%

         1,00%                    1,60%

         0,00%
                       2020        2021          2022                  2023             2024*       2025*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, diperkirakan inflasi pada tahun
        2024 adalah sebesar 3,10% dimana, mengalami penurunan sebesar 0,80%
        dibandingkan dengan tahun 2023. Namun demikian, pada tahun 2025 jumlah
        inflasi adalah tetap dari tahun 2024.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Pada bulan Januari 2024, nilai tukar rupiah menguat 0,77% point to point yang
        didorong oleh kebijakan stabilisasi yang ditempuh oleh Bank Indonesia, aliran
        masuk modal asing ke pasar keuangan domestik yang sejalan dengan persepsi
        positif investor terhadap propsek ekonomi yang tetap baik dengan stabilitas yang
        terjaga dan imbal hasil aset keuangan domestik.

        Grafik 3
        Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

           18.000
           17.000
           16.000
           15.000
           14.000
           13.000
           12.000
           11.000
           10.000
            9.000
            8.000      Q1/2024*   Q2/2024*   Q3/2024*       Q4/2024*           2025*       2026*     2027*
                 EUR    16.740     16.913     16.900         16.800            16.675      16.881    17.205
                 SGD    11.654     11.648     11.622         11.450            11.197      11.137    11.029
                 USD    15.500     15.375     15.225         15.000            14.500      14.367    14.338



        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg



                                               31
Page 159
Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q1/2024 – 2027 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.740, Rp 16.913, Rp 16.900, Rp 16.800,
Rp 16.675, Rp 16.881, dan Rp 17.205.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q1/2024 – 2027 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 11.654, Rp 11.648, Rp 11.622, Rp 11.450,
Rp 11.197, Rp 11.137, dan Rp 11.029.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q1/2024 – 2027 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 15.500, Rp 15.375, Rp 15.225, Rp 15.000,
Rp 14.500, Rp 14.367, dan Rp 14.338.




                                32
Page 160
V.     TINJAUAN INDUSTRI KARET

V.A.   Tinjauan Industri Karet di Dunia

       Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai peran penting
       di berbagai sektor. Bahan karet yang terutama berasal dari lateks pohon karet,
       memiliki elastisitas, daya tahan, dan sifat kedap air yang sangat baik. Kualitas ini
       menjadikan karet mempunyai peran penting untuk setiap kegiatan produksi
       berbagai produk. Pertumbuhan pasar karet yang terus meningkat disebabkan oleh
       beberapa faktor seperti pada industri otomotif dan farmasi. Selain itu, penekanan
       pada keberlanjutan telah menghasilkan inovasi dalam produksi karet ramah
       lingkungan sehingga mempunyai dampak positif terhadap lingkungan dan
       pertumbuhan ekonomi negara. Dalam industri karet, karet dibagi dalam dua
       kategori, yaitu karet alam dan karet sintetis.

       Berdasarkan data yang diperoleh dari Chem Analyst, dalam lanskap produksi karet
       alam, Asosiasi Negara Penghasil Karet Alam (ANRPC) jumlah permintaan karet di
       dunia pada tahun 2023 diperkirakan sebesar 15,44 juta ton, dimana Tiongkok
       sebagai konsumen utama berkontribusi sebesar 44,00% dari tingkat permintaan
       karet global atau mencapai sebesar 6,72 juta ton. Pada urutan selanjutnya,
       Thailand dan India memiliki tingkat permintaan masing-masing mencapai sebesar
       1,59 juta ton dan 1,40 juta ton.

       Pasar karet alam diperkirakan akan menunjukkan pola pertumbuhan yang
       berfluktuasi dalam waktu mendatang, dimana sebagian besar pertumbuhan
       tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terus berkontribusi terhadap
       lambannya pertumbuhan pada tahun 2023. Namun demikian, menurut laporan
       Natural Rubber Market 2024, perbaikan perekonomian dan pengentasan
       kekhawatiran rantai pasokan diproyeksikan akan memfasilitasi kembalinya
       permintaan karet alam. Pasar Karet Alam, khususnya pada paruh kedua tahun
       2024.

       Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, sejak tahun 2019 hingga bulan
       Juni 2023, tingkat konsumsi karet sintetis di dunia mengalami fluktuasi yaitu
       masing-masing sebesar 15,20 juta ton, 14,20 juta ton, 15,80 juta ton, 15,40 juta
       ton, dan 7,30 ton. Begitu juga dengan tingkat konsumsi karet alam di dunia yaitu
       masing-masing sebesar 13,60 juta ton, 12,70 juta ton, 14,10 juta ton, 14,30 juta
       ton, dan 6,90 juta ton. Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi karet
       di dunia antara lain adalah peningkatan kebutuhan di sektor otomotif, farmasi, dan
       peralatan rumah tangga yang terus berkembang serta meningkat signifikan.




                                         33
Page 161
Grafik 4
Tingkat Konsumsi Karet Alam dan Karet Sintetis di Dunia
Tahun 2019 – Juni 2023
(Dalam jutaan ton)

              35,00

              30,00

              25,00

              20,00

              15,00

              10,00

               5,00

                    -
                        2019     2020        2021         2022        Jun-23
             Sintetis   15,20    14,20       15,80        15,40        7,30
             Alam       13,60    12,70       14,10        14,30        6,90



Sumber : Statista


Dalam dua bulan pertama tahun 2024, jumlah pasokan karet alam di dunia
mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun
sebelumnya. Menurut laporan Rubber Industry Report – March 2024, jumlah
pasokan karet alam tersebut diperkirakan mencapai 2,25 juta ton. Sementara itu,
jumlah konsumsi meningkat 8,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun
sebelumnya, diperkirakan mencapai 2,4 juta ton.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Precedence Research, pada tahun 2023,
pangsa pasar karet di dunia adalah sebesar USD 45,62 miliar dan diproyeksikan
akan terus meningkat hingga tahun 2028 dengan nilai pangsa pasar masing-
masing sebesar USD 47,68 miliar, USD 49,87 miliar, USD 52,21 miliar,
USD 54,72 miliar, dan USD 57,40 miliar. Kawasan Asia Pasifik mendominasi pasar
karet didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang signifikan, khususnya seperti
Tiongkok dan India. Sektor otomotif dan manufaktur yang berkembang pesat di
kawasan ini mendorong permintaan yang signifikan terhadap produk karet,
terutama dalam pembuatan ban kendaraan bermotor. Selain itu, kehadiran
negara-negara penghasil karet alam utama di Asia Tenggara, ditambah dengan
populasi konsumen yang besar, semakin memperkuat posisi kawasan Asia Pasifik
di pasar karet global. Kepentingan strategis kawasan ini dalam rantai pasok,
ditambah dengan industrialisasi dan pembangunan infrastruktur, memberikan
kontribusi terhadap pertumbuhan besar industri karet secara keseluruhan.




                                34
Page 162
       Grafik 5
       Pangsa Pasar Karet di Dunia
       Tahun 2023 – 2028
       (Dalam miliar USD)

        70


        60                                                                    57,40
                                                                 54,72
                                                     52,21
                                        49,87
        50                     47,68
                   45,62

        40


        30


        20


        10


         0
                   2023        2024*    2025*        2026*       2027*        2028*

       *Proyeksi
       Sumber: Precedence Research


       Dengan memperhatikan kebutuhan akan produk-produk olahan dari karet, upaya
       untuk meningkatkan ketersediaan karet menjadi fokus industri dalam menopang
       kebutuhan masyarakat. Di samping itu, pasar produk karet terus berkembang
       karena meningkatnya permintaan dari sektor pengguna akhir seperti otomotif,
       konstruksi, dan kedirgantaraan seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan
       produk karet yang memiliki karakteristik ringan dan tahan lama. Hal ini diharapkan
       dapat terus mendorong rantai pasokan permintaan dan penawaran pada industri
       karet sehingga dapat mendukung pertumbuhan industri karet secara keseluruhan.


V.B.   Tinjauan Industri Karet di Indonesia

       Karet merupakan salah satu komoditi industri hasil tanaman tropis yang
       mempunyai peranan penting dan strategis dalam mendukung perekonomian
       nasional. Indonesia adalah produsen karet alam terbesar kedua di dunia dan
       karenanya juga merupakan eksportir karet terbesar kedua di dunia, setelah
       Thailand. Karet merupakan komoditas mendasar untuk masyarakat di Indonesia,
       khususnya karet alam yang merupakan komoditas penting dalam hal pendapatan
       devisa, lapangan kerja, dan untuk penyediaan bahan baku bagi industri
       manufaktur dalam negeri.




                                         35
Page 163
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2023, Produk Domestik
Bruto (PDB) produsen karet, produk karet, dan produk plastik di Indonesia
berjumlah sekitar Rp 84,00 triliun. Indonesia merupakan produsen karet terbesar
kedua secara global dan sebagian besar wilayah budidaya pohon karetnya
berlokasi di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Namun demikian, meskipun luas
perkebunan karet di Indonesia cukup besar, hambatan untuk memaksimalkan
potensinya masih ada. Kegiatan hilir seperti penanganan pasca panen,
pembuatan, dan pengolahan masih belum signifikan karena kurangnya
infrastruktur dan diversifikasi produk. Tanpa pendekatan baru ini, industri karet
Indonesia akan tetap bergantung pada pasar ekspor dalam beberapa periode
mendatang, sementara konsumsi karet dalam negeri relatif rendah.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, produksi karet di Indonesia pada
tahun 2023 diperkirakan sekitar 2,65 juta ton. Indonesia adalah produsen karet
terbesar kedua di dunia dan merupakan bagian dari Dewan Karet Tripartit
Internasional, bersama dengan Thailand dan Malaysia. Memiliki peranan penting
dalam perdagangan karet dunia, oleh karena itu, industri karet memberikan
kontribusi penting terhadap PDB Indonesia.

Grafik 6
Jumlah Luas Tanam Karet di Indonesia
Tahun 2019 – 2023
(Dalam jutaan Ha)

 3,45                                    3,43


 3,40
                          3,37

 3,35


 3,30
                   3,27
                                                       3,26
                                                                      3,25
 3,25


 3,20


 3,15
               2019       2020          2021           2022          2023

Sumber: Statista




                                 36
Page 164
Berdasarkan      data    yang       diperoleh   dari     Statista,    sejak     tahun
2019 – 2023, jumlah luas tanam karet di Indonesia terus meningkat yaitu masing-
masing sebesar 3,27 juta hektar, 3,37 juta hektar, 3,43 juta hektar, 3,26 juta hektar,
dan 3,25 juta hektar. Statistik tersebut menunjukkan bahwa Indonesia berpotensi
menjadi produsen karet terbesar di dunia. Maka dari itu, karet juga menjadi
komoditas pertanian terpenting kedua di Indonesia setelah kelapa sawit. Namun,
konsumsi domestiknya jauh lebih rendah dibandingkan ekspornya. Terdapat
penurunan dalam pangsa manufaktur karet dan produk plastik terhadap PDB
Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, menyusul menurunnya produksi karet
di Indonesia. Selanjutnya, menurut data yang diperoleh dari Report Linker, impor
karet alam Indonesia diperkirakan akan mencapai USD 60,00 juta pada tahun
2026 dan tumbuh rata-rata 2,00% dari tahun ke tahun.

Beberapa tantangan yang dihadapi oleh industri karet di Indonesia dalam
beberapa tahun terakhir menurut Gabungan Perusahaan Karet Indonesia
(Gapkindo) adalah terjadinya penurunan produksi karet nasional yang antara lain
disebabkan oleh terjadinya konversi tanaman karet ke tanaman lain, adanya
penyakit gugur daun pestalotiopsis sp, kurangnya tenaga penyadap, usia pohon
karet yang mayoritas sudah tua, serta harga karet yang relatif rendah. Namun
demikian, Gapkindo optimistis terhadap produktivitas kebun karet Indonesia yang
diproyeksikan akan meningkat dengan jumlah di atas 2,6 juta ton pada tahun 2024.

Sejalan dengan hal tersebut, menurut data yang diperoleh dari Kementerian
Koodinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Pemerintah turut
mendukung peningkatan industri karet melalui (Indonesia-Malaysia-Thailand
Growth Triangle/IMT-GT). Melalui IMT-GT Rubber Cities Cooperation pemerintah
medukung dan membuat kebijakan mengenai percepatan hilirisasi industri karet
untuk stabilitas dan upaya dalam menghadapi dampak peraturan European Union
Deforestation-Free Regulation (EUDR) dimana akan berdampak terhadap ekspor
dan harga karet Indonesia. Dengan adanya hilirasasi diharapkan dapat
meningkatkan permintaan produk olahan karet sehingga dapat menciptakan
peluang pertumbuhan industri karet di masa yang akan datang.




                                   37
Page 165
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Hutan Ketapang Industri

          Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 telah diaudit oleh KAP PSS
          masing-masing dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.

          Ikhtisar data keuangan penting HKI adalah sebagai berikut:

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
          Tabel 9
          PT Hutan Ketapang Industri
          Laporan Posisi Keuangan
          Per 31 Desember 2019 - 2023

                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                               Keterangan            31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                            31.991        2.397        2.384        3.766          1.089
          Piutang usaha                                    959          127            -            -              -
          Piutang lain-lain                              1.634        1.612        2.881        2.995          1.902
          Persediaan                                    17.964       13.067       14.517        6.314         15.264
          Aset biologis                                    325            -            -            -              -
          Pajak dibayar di muka                          8.448        6.881          324            -              -
          Biaya dibayar di muka dan uang muka            2.617        3.021        3.764        2.883          2.702
          Jumlah Aset Lancar                            63.938       27.106       23.870       15.959         20.957
          ASET TIDAK LANCAR
          Tanaman produktif
            Tanaman menghasilkan                      2.322.863      305.383            -            -             -
            Tanaman belum menghasilkan                  645.852    2.518.646    2.485.424    2.149.733     1.812.019
          Aset tetap - neto                             122.742      119.021      115.814      120.596       126.682
          Aset hak-guna - neto                              365          336          382          350             -
          Aset tak berwujud - neto                          786          762          809          860           868
          Aset tidak lancar lainnya                         332          332          332          350           332
          Jumlah Aset Tidak Lancar                    3.092.940    2.944.480    2.602.761    2.271.890     1.939.901
          JUMLAH ASET                                 3.156.878    2.971.586    2.626.631    2.287.849     1.960.858
                                                                                                                   -




                                                38
Page 166
                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                             31/12/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha
            Pihak berelasi                                                     -             1           38           12              7
            Pihak ketiga                                                  64.030        18.516       25.283       43.102         52.872
          Utang lain-lain                                                 25.311        16.255       16.203       11.113          5.196
          Utang pajak                                                      4.116         4.826        4.868        4.410          4.266
          Beban akrual                                                    10.996         8.795        6.729        6.205          8.627
          Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu
            tahun:
            Liabilitas sewa                                                   98            89           81           79               -
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                104.551        48.481       53.202       64.920         70.968
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Utang bank jangka panjang - neto                                 30.000             -            -            -             -
          Liabilitas sewa                                                       -            98          187          287             -
          Utang pihak berelasi                                          1.637.475     2.304.408    1.882.641    1.570.481     1.278.995
          Liabilitas imbalan kerja                                         10.182        11.558       11.173       10.144         7.709
          Liabilitas tidak lancar lainnya                                   2.202             -            -            -           988
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              1.679.859     2.316.063    1.894.001    1.580.911     1.287.692
          JUMLAH LIABILITAS                                             1.784.409     2.364.545    1.947.203    1.645.831     1.358.660
          EKUITAS
          Modal saham                                                     720.665      408.165      405.299      367.380        323.478
          Tambahan modal disetor                                          939.312      251.812      251.812      251.812        251.812
          Uang muka setoran modal                                               -            -        2.866        3.095          7.712
          Saldo laba (defisit)                                           (287.508)     (52.936)      19.451       19.731         19.196
          JUMLAH EKUITAS                                                1.372.469      607.041      679.428      642.018        602.198
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                 3.156.878     2.971.586    2.626.631    2.287.849     1.960.858




VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset HKI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
          2019 masing-masing adalah sebesar Rp 3.156,88 miliar, Rp 2.971,59 miliar,
          Rp 2.626,63 miliar, Rp 2.287,85 miliar, dan Rp 1.960,86 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset HKI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 185,29 miliar atau setara dengan 6,24% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          kas dan setara kas serta tanaman produktif – tanaman menghasilkan masing-
          masing sebesar Rp 29,60 miliar dan Rp 2.017,48 miliar yang disertai dengan
          penurunan tanaman produktif – tanaman belum menghasilkan sebesar
          Rp 1.872,79 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset HKI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 344,96 miliar atau setara dengan 13,13% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          tanaman produktif – tanaman menghasilkan sebesar Rp 305,38 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset HKI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 338,78 miliar atau setara dengan 14,81% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          tanaman produktif – tanaman belum menghasilkan sebesar Rp 335,69 miliar.




                                                                  39
Page 167
          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset HKI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 326,99 miliar atau setara dengan 16,68% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          tanaman produktif – tanaman belum menghasilkan sebesar Rp 337,72 miliar.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas HKI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020,
          dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1.784,41 miliar, Rp 2.364,55 miliar,
          Rp 1.947,20 miliar, Rp 1.645,83 miliar, dan Rp 1.358,66 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas HKI mengalami penurunan
          sebesar Rp 580,14 miliar atau setara dengan 24,53% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan
          oleh penurunan utang pihak berelasi sebesar Rp 666,93 miliar yang disertai
          dengan kenaikan utang usaha – pihak ketiga dan utang bank jangka panjang –
          neto masing-masing sebesar Rp 45,51 miliar dan Rp 30,00 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas HKI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 417,34 miliar atau setara dengan 21,43% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 421,77 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas HKI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 301,37 miliar atau setara dengan 18,31% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 312,16 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas HKI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 287,17 miliar atau setara dengan 21,14% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 291,49 miliar.

VI.A.4.   Ekuitas

          Jumlah ekuitas HKI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020,
          dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1.372,47 miliar, Rp 607,04 miliar,
          Rp 679,43 miliar, Rp 642,02 miliar, dan Rp 602,20 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas HKI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 765,43 miliar atau setara dengan 126,09% dibandingkan dengan
          jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
          disebabkan oleh kenaikan modal saham dan tambahan modal disetor masing-
          masing sebesar Rp 312,50 miliar dan Rp 687,50 miliar yang disertai dengan rugi
          tahun berjalan yang dibukukan oleh HKI sebesar Rp 234,71 miliar.




                                          40
Page 168
          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas HKI mengalami penurunan
          sebesar Rp 72,39 miliar atau setara dengan 10,65% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh HKI sebesar Rp 74,15 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas HKI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 37,41 miliar atau setara dengan 5,83% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan modal saham sebesar Rp 37,92 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas HKI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 39,82 miliar atau setara dengan 6,61% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan modal saham sebesar Rp 43,90 miliar.

VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehansif Lain
          Tabel 10
          PT Hutan Ketapang Industri
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023

                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                       31/12/23        31/12/22      31/12/21       31/12/20       31/12/19

          Penjualan                                                    65.331         26.495                -              -              -
          Beban pokok penjualan                                       199.310         77.437                -              -              -
          Rugi bruto                                                 (133.979)        (50.942)           -              -               -
          Perubahan nilai wajar aset biologis                             325               -            -              -               -
          Beban penjualan                                              (5.807)              -            -              -               -
          Beban umum dan administrasi                                  (3.992)         (1.305)        (716)          (675)         (1.079)
          Biaya operasional lain                                         (551)         (1.073)        (176)          (117)           (202)
          Pendapatan operasional lain                                   1.541             696          109            384              64
          Rugi usaha                                                 (142.464)        (52.624)        (783)          (408)         (1.218)
          Pendapatan keuangan                                              52              31           78             69             603
          Beban keuangan                                              (92.297)        (21.554)         (30)           (38)              -
          Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                      (234.709)        (74.146)        (735)          (378)          (614)
          Manfaat (beban) pajak penghasilan                                 -               -            -            988            (10)
          Laba (rugi) tahun berjalan                                 (234.709)        (74.146)        (735)           611           (624)
          Penghasilan (rugi) komprehensif lain                            137           1.759          455            (76)           567
          Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan             (234.572)        (72.387)        (280)           535             (58)




                                                             41
Page 169
VI.A.6.   Penjualan

          Penjualan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023
          dan 2022 masing-masing adalah sebesar Rp 65,33 miliar dan Rp 26,50 miliar.
          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan
          2019, HKI belum membukukan penjualan.

          Penjualan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
          mengalami kenaikan sebesar Rp 38,84 miliar atau setara dengan 146,58%
          dibandingkan dengan penjualan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022.

VI.A.7.   Laba (Rugi) Tahun Berjalan

          Rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
          Rp 234,71 miliar, Rp 74,15 miliar, Rp 0,74 miliar, dan Rp 0,62 miliar. Laba tahun
          berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 adalah
          sebesar Rp 0,61 miliar.

          Rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 160,56 miliar atau setara
          dengan 216,55% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

          Rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 73,41 miliar dibandingkan
          dengan rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021.

          Rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,35 miliar atau setara
          dengan 220,43% dibandingkan dengan laba tahun berjalan HKI untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

          Laba tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,24 miliar atau setara
          dengan 197,76% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.




                                           42
Page 170
VI.A.8.   Laporan Arus Kas
          Tabel 11
          PT Hutan Ketapang Industri
          Laporan Arus Kas
          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023

                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                               Keterangan                          31/12/23        31/12/22      31/12/21       31/12/20       31/12/19

          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Penerimaan kas dari pelanggan                                64.500         26.368                -              -              -
          Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban operasi
           dan lain-lain                                               (90.009)       (69.977)      (13.625)        (7.608)       (11.789)
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                 (25.509)       (43.610)      (13.625)        (7.608)       (11.789)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Penambahan tanaman produktif belum menghasilkan            (116.600)       (173.200)     (162.237)      (170.258)      (193.702)
          Perolehan aset tetap                                        (19.460)        (19.789)      (11.289)        (9.458)       (15.920)
          Perolehan aset hak-guna usaha                                  (225)           (117)            -              -              -
          Perolehan aset tak berwujud                                    (202)           (191)         (204)          (198)             -
          Penerimaan pendapatan bunga                                      45              31            78             69            603
          Penerimaan penjualan aset tetap                                   -               -             -             59              -
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi             (136.442)       (193.264)     (173.652)      (179.786)      (209.018)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Perolehan utang pihak berelasi                              161.650        236.990       148.309        150.896              -
          Pembayaran utang pihak berelasi                            (800.000)             -             -              -        (30.271)
          Perolehan utang bank                                         30.000              -             -              -              -
          Pembayaran biaya keuangan                                       (16)           (23)          (30)             -              -
          Pembayaran liabilitas sewa                                      (89)           (81)          (74)          (110)             -
          Penambahan modal saham                                      112.500              -        34.824         36.190        213.210
          Penerimaan tambahan modal disetor                           687.500              -         2.866          3.095          7.712
          Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan               191.545        236.886       185.895        190.071        190.652
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                  29.595             12         (1.382)         2.677        (30.156)
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                            2.397           2.384         3.766          1.089        31.245
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                          31.991           2.397         2.384          3.766          1.089




          Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
          masing-masing adalah sebesar Rp 25,51 miliar, Rp 43,61 miliar, Rp 13,63 miliar,
          Rp 7,61 miliar, dan Rp 11,79 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 25,51 miliar terutama
          berasal dari penerimaan kas dari pelanggan serta pembayaran kas kepada
          pemasok, karyawan, beban operasi dan lain-lain sebesar Rp 64,50 miliar dan
          Rp 90,01 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 43,61 miliar terutama
          berasal dari penerimaan kas dari pelanggan serta pembayaran kas kepada
          pemasok, karyawan, beban operasi dan lain-lain sebesar Rp 26,37 miliar dan
          Rp 69,98 miliar.




                                                             43
Page 171
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 13,63 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban
operasi dan lain-lain.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 7,61 miliar yang seluruhnya
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban operasi dan lain-
lain.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 11,79 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban
operasi dan lain-lain.

Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 136,44 miliar, Rp 193,26 miliar,
Rp 173,65 miliar, Rp 179,79 miliar, dan Rp 209,02 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 136,44 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 116,60 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 193,26 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 173,20 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 173,65 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 162,24 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 179,79 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 170,26 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 209,02 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 193,70 miliar.




                                44
Page 172
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-
masing adalah sebesar Rp 191,55 miliar, Rp 236,89 miliar, Rp 185,90 miliar,
Rp 190,07 miliar, dan Rp 190,65 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 191,55 miliar terutama
berasal dari perolehan utang pihak berelasi, pembayaran utang pihak berelasi,
penambahan modal saham, dan penerimaan tambahan modal disetor masing-
masing sebesar Rp 161,65 miliar, Rp 800,00 miliar, Rp 112,50 miliar, dan
Rp 687,50 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 236,89 miliar terutama
berasal dari perolehan utang pihak berelasi sebesar Rp 236,99 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 185,90 miliar terutama
berasal dari perolehan utang pihak berelasi dan penambahan modal saham
masing-masing sebesar Rp 148,31 miliar dan Rp 34,82 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 190,07 miliar terutama
berasal dari perolehan utang pihak berelasi dan penambahan modal saham
masing-masing sebesar Rp 150,90 miliar dan Rp 36,19 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 190,65 miliar terutama
berasal dari pembayaran utang pihak berelasi dan penambahan modal saham
masing-masing sebesar Rp 30,27 miliar dan Rp 213,21 miliar.




                                45
Page 173
VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 12
           PT Hutan Ketapang Industri
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 31 Desember 2019 - 2023



                                   Keterangan            31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                             0,61         0,56         0,45         0,25         0,30
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                             0,02         0,01          N/A          N/A          N/A
           Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,43         0,20         0,26         0,28         0,31
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,57         0,80         0,74         0,72         0,69
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 1,30         3,90         2,87         2,56         2,26
           Rasio Profitabilitas
           Marjin rugi kotor                               -205,08%     -192,27%          N/A          N/A          N/A
           Marjin rugi usaha                               -218,06%     -198,62%          N/A          N/A          N/A
           Marjin rugi bersih                              -359,26%     -279,85%          N/A          N/A          N/A
           Rugi usaha terhadap jumlah aset                   -4,51%       -1,77%       -0,03%       -0,02%       -0,06%
           Imbal hasil aset                                  -7,43%       -2,50%       -0,03%        0,03%       -0,03%
           Rugi usaha terhadap ekuitas                      -10,38%       -8,67%       -0,12%       -0,06%       -0,20%
           Imbal hasil ekuitas                              -17,10%      -12,21%       -0,11%        0,10%       -0,10%



VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan HKI dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi HKI. Pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023 dan 2022, rasio perputaran jumlah aset HKI adalah 0,02 dan
           0,01.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas HKI
           terhadap jumlah aset HKI. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
           2020, dan 2019, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,43;
           0,20; 0,26; 0,28; dan 0,31.

VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan HKI untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dengan jumlah aset dan melalui perbandingan antara
           jumlah liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio
           jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,57; 0,80; 0,74; 0,72;
           dan 0,69, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-masing
           adalah 1,30; 3,90; 2,87; 2,56; dan 2,26.




                                                    46
Page 174
VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan HKI dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan HKI dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.

VI.B.      Analisis atas Common Size PT Hutan Ketapang Industri

           Berikut adalah analisis common size HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
           tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019.

           Ikhtisar common size HKI adalah sebagai berikut:
           Tabel 13
           PT Hutan Ketapang Industri
           Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           Per 31 Desember 2019 - 2023



                                Keterangan                     31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                      1,01%       0,08%       0,09%       0,16%       0,06%
           Piutang usaha                                           0,03%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
           Piutang lain-lain                                       0,05%       0,05%       0,11%       0,13%       0,10%
           Persediaan                                              0,57%       0,44%       0,55%       0,28%       0,78%
           Aset biologis                                           0,01%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
           Pajak dibayar di muka                                   0,27%       0,23%       0,01%       0,00%       0,00%
           Biaya dibayar di muka dan uang muka                     0,08%       0,10%       0,14%       0,13%       0,14%
           Jumlah Aset Lancar                                      2,03%       0,91%       0,91%       0,70%       1,07%
           ASET TIDAK LANCAR
           Tanaman produktif
             Tanaman menghasilkan                                 73,58%      10,28%       0,00%       0,00%       0,00%
             Tanaman belum menghasilkan                           20,46%      84,76%      94,62%      93,96%      92,41%
           Aset tetap - neto                                       3,89%       4,01%       4,41%       5,27%       6,46%
           Aset hak-guna - neto                                    0,01%       0,01%       0,01%       0,02%       0,00%
           Aset tak berwujud - neto                                0,02%       0,03%       0,03%       0,04%       0,04%
           Aset tidak lancar lainnya                               0,01%       0,01%       0,01%       0,02%       0,02%
           Jumlah Aset Tidak Lancar                               97,97%      99,09%      99,09%      99,30%      98,93%
           JUMLAH ASET                                           100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                          47
Page 175
                        Keterangan                           31/12/23     31/12/22     31/12/21    31/12/20    31/12/19

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                 0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
  Pihak ketiga                                                   2,03%        0,62%        0,96%       1,88%       2,70%
Utang lain-lain                                                  0,80%        0,55%        0,62%       0,49%       0,27%
Utang pajak                                                      0,13%        0,16%        0,19%       0,19%       0,22%
Beban akrual                                                     0,35%        0,30%        0,26%       0,27%       0,44%
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu
  tahun:
  Liabilitas sewa                                                0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  3,31%        1,63%        2,03%       2,84%       3,62%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang - neto                                 0,95%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
Liabilitas sewa                                                  0,00%        0,00%        0,01%       0,01%       0,00%
Utang pihak berelasi                                            51,87%       77,55%       71,68%      68,64%      65,23%
Liabilitas imbalan kerja                                         0,32%        0,39%        0,43%       0,44%       0,39%
Liabilitas tidak lancar lainnya                                  0,07%        0,00%        0,00%       0,00%       0,05%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                53,21%       77,94%       72,11%      69,10%      65,67%
JUMLAH LIABILITAS                                               56,52%       79,57%       74,13%      71,94%      69,29%
EKUITAS
Modal saham                                                     22,83%       13,74%       15,43%      16,06%      16,50%
Tambahan modal disetor                                          29,75%        8,47%        9,59%      11,01%      12,84%
Uang muka setoran modal                                          0,00%        0,00%        0,11%       0,14%       0,39%
Saldo laba (defisit)                                            -9,11%       -1,78%        0,74%       0,86%       0,98%
JUMLAH EKUITAS                                                  43,48%       20,43%       25,87%      28,06%      30,71%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  100,00%      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%



Tabel 14
PT Hutan Ketapang Industri
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023



                        Keterangan                           31/12/23     31/12/22     31/12/21    31/12/20    31/12/19

Penjualan                                                      100,00%      100,00%          N/A         N/A         N/A
Beban pokok penjualan                                          305,08%      292,27%          N/A         N/A         N/A
Rugi bruto                                                     -205,08%     -192,27%         N/A         N/A         N/A
Perubahan nilai wajar aset biologis                               0,50%        0,00%         N/A         N/A         N/A
Beban penjualan                                                  -8,89%        0,00%         N/A         N/A         N/A
Beban umum dan administrasi                                      -6,11%       -4,93%         N/A         N/A         N/A
Biaya operasional lain                                           -0,84%       -4,05%         N/A         N/A         N/A
Pendapatan operasional lain                                       2,36%        2,63%         N/A         N/A         N/A
Rugi usaha                                                     -218,06%     -198,62%         N/A         N/A         N/A
Pendapatan keuangan                                               0,08%        0,12%         N/A         N/A         N/A
Beban keuangan                                                 -141,28%      -81,35%         N/A         N/A         N/A
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                          -359,26%     -279,85%         N/A         N/A         N/A
Manfaat (beban) pajak penghasilan                                 0,00%        0,00%         N/A         N/A         N/A
Laba (rugi) tahun berjalan                                     -359,26%     -279,85%         N/A         N/A         N/A
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                              0,21%        6,64%         N/A         N/A         N/A
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                 -359,05%     -273,21%         N/A         N/A         N/A




                                                        48
Page 176
VI.C.     Analisis atas Common Size Industri Karet

          Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan HKI, yaitu
          PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra
          Indonesia Tbk, dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk masing-masing untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
          2019.

          Ikhtisar common size untuk PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Perusahaan
          Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk, dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk
          masing-masing adalah sebagai berikut:

VI.C.1.   PT Astra Agro Lestari Tbk
          Tabel 15
          PT Astra Agro Lestari Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2019 - 2023



                                  Keterangan                     31/12/23        31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                            7,24%        5,54%      12,82%       3,52%       1,42%
          Piutang usaha
            Pihak ketiga                                                0,49%        1,66%       0,78%       1,41%       1,32%
            Pihak berelasi                                              1,85%        1,24%       0,73%       1,35%       0,05%
          Piutang lain-lain                                             0,71%        0,17%       0,41%       2,25%       1,44%
          Persediaan                                                    9,97%       11,19%       9,95%       7,80%       7,32%
          Aset biologis                                                 0,50%        0,42%       0,96%       0,93%       0,69%
          Uang muka                                                     0,41%        0,23%       0,27%       0,44%       0,57%
          Pajak dibayar di muka                                         3,50%        4,82%       5,06%       3,68%       3,77%
          Jumlah Aset Lancar                                           24,68%       25,27%      30,97%      21,37%      16,58%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi pada ventura bersama                                1,81%        1,87%       1,09%       0,92%       0,62%
          Piutang jangka panjang - pihak berelasi                       0,00%        0,75%       1,38%       1,64%       1,67%
          Aset pajak tangguhan - bersih                                 1,67%        1,88%       2,06%       2,60%       3,06%
          Tanaman produktif
            Tanaman menghasilkan                                       20,49%       19,40%      18,09%      19,66%      20,10%
            Tanaman belum menghasilkan                                  5,20%        5,59%       5,31%       5,56%       5,81%
          Aset tetap - bersih                                          31,14%       31,13%      30,17%      33,27%      36,49%
          Aset biologis                                                 0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,64%
          Goodwill                                                      0,19%        0,19%       0,18%       0,20%       0,21%
          Perkebunan plasma                                             5,94%        5,41%       4,92%       5,38%       4,44%
          Tagihan restitusi pajak                                       8,59%        7,64%       5,44%       8,95%      10,03%
          Aset lain-lain                                                0,30%        0,87%       0,38%       0,45%       0,35%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     75,32%       74,73%      69,03%      78,63%      83,42%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                            49
Page 177
                        Keterangan                             31/12/23     31/12/22    31/12/21    31/12/20     31/12/19

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Uang muka pelanggan                                                0,63%        0,69%       1,21%       0,29%        0,33%
Utang usaha
  Pihak ketiga                                                     2,76%        3,97%       2,98%       2,70%        2,97%
  Pihak berelasi                                                   0,16%        0,21%       0,39%       0,07%        0,10%
Liabilitas lain-lain                                               0,79%        0,73%       0,71%       1,67%        0,60%
Akrual                                                             0,31%        0,33%       0,44%       0,59%        0,56%
Utang pajak                                                        0,42%        0,77%       1,89%       0,80%        0,34%
Kewajiban imbalan kerja                                            0,37%        0,29%       0,25%       0,33%        0,35%
Pinjaman bank jangka pendek                                        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%        0,56%
Bagian pinjaman bank jangka panjang yang jatuh tempo
  dalam waktu satu tahun                                           8,03%        0,02%      11,73%       0,00%        0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   13,46%        7,02%      19,61%       6,45%        5,81%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman bank jangka panjang                                       5,86%       13,84%       7,01%      20,24%       20,52%
Liabilitas pajak tangguhan - bersih                                0,83%        0,76%       0,69%       0,48%        0,53%
Kewajiban imbalan kerja                                            1,63%        1,59%       1,73%       2,65%        2,41%
Liabilitas lain-lain                                               0,00%        0,74%       1,32%       0,89%        0,37%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   8,31%       16,93%      10,75%      24,26%       23,83%
JUMLAH LIABILITAS                                                 21,77%       23,95%      30,36%      30,72%       29,64%
EKUITAS
Modal saham                                                        3,34%        3,29%       3,17%       3,46%        3,57%
Tambahan modal disetor                                            13,45%       13,26%      12,76%      13,96%       14,38%
Komponen ekuitas lainnya                                          -0,15%       -0,27%      -0,74%      -2,11%       -0,61%
Saldo laba                                                        59,69%       57,85%      52,64%      52,18%       51,32%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                           76,32%       74,14%      67,83%      67,50%       68,66%
Kepentingan non-pengendali                                         1,91%        1,91%       1,82%       1,78%        1,70%
JUMLAH EKUITAS                                                    78,23%       76,05%      69,64%      69,28%       70,36%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    100,00%      100,00%     100,00%     100,00%      100,00%



Tabel 16
PT Astra Agro Lestari Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023



                        Keterangan                             31/12/23     31/12/22    31/12/21    31/12/20     31/12/19

Pendapatan bersih                                                100,00%      100,00%     100,00%     100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                            86,64%       82,49%      80,14%      84,25%       87,71%
Laba bruto                                                        13,36%       17,51%      19,86%      15,75%       12,29%
Beban umum dan administrasi                                       -4,38%       -4,05%      -4,02%      -3,74%       -4,14%
Beban penjualan                                                   -2,95%       -2,65%      -1,73%      -2,22%       -2,64%
Biaya pendanaan                                                   -1,29%       -1,68%      -1,62%      -2,22%       -2,01%
Keuntungan (kerugian) selisih kurs - bersih                       -0,08%        0,23%       0,27%       0,18%       -0,20%
Penghasilan bunga                                                  0,44%        0,38%       0,26%       0,27%        0,17%
Bagian atas hasil bersih ventura bersama                           0,10%        0,99%       0,47%       0,47%       -0,03%
Lain-lain - bersih                                                 2,03%        0,40%      -1,49%      -0,71%        0,35%
Laba sebelum pajak penghasilan                                      7,22%      11,13%      11,98%        7,78%        3,79%
Beban pajak penghasilan                                            -1,98%      -2,92%      -3,48%       -3,02%       -2,39%
Laba tahun berjalan                                                5,25%        8,21%       8,50%        4,75%        1,40%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                               0,23%        0,89%       1,59%       -2,27%       -1,43%
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                     5,48%        9,10%      10,09%       2,48%        -0,03%
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                            5,09%        7,91%       8,11%       4,43%        1,21%
  Kepentingan non-pengendali                                       0,16%        0,30%       0,39%       0,32%        0,19%




                                                          50
Page 178
VI.C.2.   PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk
          Tabel 17
          PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2019 - 2023



                                   Keterangan                       31/12/23     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           36,05%       30,98%      28,42%      17,93%      11,07%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                              0,06%        1,65%       1,26%       1,54%       2,46%
            Pihak ketiga                                                0,20%        0,17%       0,19%       0,42%       1,13%
          Piutang lain-lain                                             1,47%        1,38%       1,14%       1,14%       0,99%
          Persediaan                                                    3,45%        5,26%       3,10%       3,33%       3,34%
          Pajak dibayar di muka                                         0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Uang muka pemasok                                             0,08%        0,04%       0,02%       0,42%       0,19%
          Biaya dibayar di muka                                         0,05%        0,03%       0,06%       0,06%       0,04%
          Aset biologis                                                 1,30%        1,30%       1,79%       1,49%       1,79%
          Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual                  0,31%        0,31%       0,36%       0,40%       0,42%
          Jumlah Aset Lancar                                           42,97%       41,13%      36,35%      26,74%      21,44%
          ASET TIDAK LANCAR
          Beban tangguhan                                               0,23%        0,25%       0,13%       0,19%       0,26%
          Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak            0,01%        0,00%       0,09%       0,00%       0,59%
          Aset hak-guna                                                 0,07%        0,03%       0,07%       0,03%       0,00%
          Piutang plasma                                                0,74%        0,71%       0,76%       0,66%       0,60%
          Investasi pada entitas asosiasi                              10,06%       10,17%      10,67%      11,60%      12,45%
          Aset pajak tangguhan                                          0,01%        0,00%       0,00%       0,01%       0,01%
          Aset tetap                                                   43,90%       45,63%      49,17%      57,80%      61,72%
          Aset tidak lancar lainnya                                     2,01%        2,07%       2,77%       2,97%       2,92%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     57,03%       58,87%      63,65%      73,26%      78,56%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                               51
Page 179
                        Keterangan                               31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak ketiga                                                       1,64%       2,42%       1,47%       1,40%       2,07%
  Pihak berelasi                                                     0,08%       0,24%       0,32%       0,10%       0,22%
Utang lain-lain                                                      0,50%       0,65%       0,81%       0,87%       0,83%
Biaya masih harus dibayar                                            0,12%       0,20%       0,11%       0,32%       0,18%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                               1,17%       1,08%       1,36%       1,20%       0,53%
Utang pajak                                                          0,75%       0,71%       1,21%       1,10%       0,26%
Liabilitas kontrak                                                   0,22%       0,39%       0,56%       0,44%       0,46%
Bagian lancar atas liabilitas sewa                                   0,04%       0,03%       0,04%       0,03%       0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                      4,51%       5,71%       5,88%       5,47%       4,57%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa                                                      0,03%       0,00%       0,03%       0,00%       0,00%
Liabilitas pajak tangguhan                                           1,13%       0,94%       0,70%       1,04%       0,41%
Liabilitas imbalan kerja                                             3,65%       5,27%       7,40%       8,47%      11,91%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                     4,81%       6,21%       8,13%       9,52%      12,32%
JUMLAH LIABILITAS                                                    9,32%      11,93%      14,01%      14,98%      16,89%
EKUITAS
Modal saham                                                          5,45%       5,49%       5,76%       6,25%       6,67%
Tambahan modal disetor                                               8,23%       8,30%       8,69%       9,43%      10,08%
Saham treasuri                                                      -0,03%      -0,03%      -0,03%      -0,03%      -0,03%
Komponen lainnya dari ekuitas                                        0,12%       0,12%       0,09%       0,10%       0,11%
Selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha                0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  luar negeri                                                        0,00%       0,00%       0,03%       0,03%       0,03%
Perubahan nilai wajar aset keuangan tersedia untuk dijual            0,00%       0,00%       0,00%       0,00%      -0,03%
Saldo laba                                                          76,91%      74,18%      71,43%      69,21%      66,26%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                             90,69%      88,07%      85,98%      85,00%      83,09%
Kepentingan non-pengendali                                          -0,01%       0,00%       0,01%       0,02%       0,03%
JUMLAH EKUITAS                                                      90,68%      88,07%      85,99%      85,02%      83,11%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%



Tabel 18
PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023



                        Keterangan                               31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                           100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%
Beban pokok penjualan                                               72,53%      67,47%      60,02%      69,58%      84,82%
Laba bruto                                                          27,47%      32,53%      39,98%      30,42%      15,18%
Laba (rugi) atas perubahan nilai wajar aset biologis                 0,03%      -1,10%       1,10%      -0,57%       2,53%
Beban penjualan dan distribusi                                      -1,66%      -1,98%      -0,95%      -1,50%      -1,60%
Beban umum dan administrasi                                         -5,02%      -4,24%      -5,65%      -6,01%      -8,14%
Penghasilan operasi lain                                             2,41%       4,45%       1,76%       1,05%       1,04%
Beban operasi lain                                                  -5,10%      -3,36%      -9,89%      -0,32%      -0,88%
Laba usaha                                                          18,13%      26,30%      26,36%      23,08%        8,12%
Penghasilan keuangan                                                 3,71%       1,75%       1,31%       1,44%        1,80%
Beban keuangan                                                      -0,01%      -0,01%      -0,01%      -0,02%       -0,02%
Bagian atas rugi entitas asosiasi                                   -0,07%      -0,04%      -0,07%      -0,17%       -0,37%
Laba sebelum pajak penghasilan                                      21,75%      27,99%      27,59%      24,33%        9,54%
Beban pajak penghasilan                                             -3,60%      -5,41%      -5,67%      -4,66%       -2,71%
Laba tahun berjalan                                                 18,15%      22,58%      21,91%      19,66%       6,83%
Penghasilan komprehensif lain                                        0,30%       1,24%       0,64%       5,50%       1,17%
Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan                      18,45%      23,82%      22,56%      25,17%       8,00%
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                             18,19%      22,60%      21,93%      19,68%        6,86%
  Kepentingan non-pengendali                                        -0,03%      -0,03%      -0,02%      -0,01%       -0,03%




                                                            52
Page 180
VI.C.3.   PT Salim Ivomas Pratama Tbk
          Tabel 19
          PT Salim Ivomas Pratama Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2019 - 2023



                                   Keterangan                       31/12/23     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           14,74%       11,90%      10,36%       6,86%       4,92%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                              0,99%        1,60%       2,16%       1,53%       1,52%
            Pihak ketiga                                                1,15%        1,72%       1,91%       1,85%       1,94%
          Piutang lain-lain                                             0,31%        0,34%       0,27%       0,29%       0,31%
          Persediaan                                                    7,06%        9,05%       7,38%       7,55%       6,46%
          Pajak dibayar di muka                                         0,58%        0,67%       0,53%       0,65%       1,06%
          Uang muka pemasok                                             1,04%        1,32%       1,23%       0,91%       0,87%
          Biaya dibayar di muka                                         0,06%        0,04%       0,05%       0,05%       0,05%
          Aset biologis                                                 2,18%        2,13%       2,43%       2,20%       2,06%
          Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual                  0,16%        0,16%       0,17%       0,18%       0,18%
          Jumlah Aset Lancar                                           28,27%       28,92%      26,49%      22,06%      19,36%
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang pihak berelasi                                        0,00%        0,01%       0,01%       0,00%       0,01%
          Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak            0,19%        0,11%       0,19%       0,30%       0,59%
          Aset hak-guna                                                 0,50%        0,62%       0,29%       0,37%       0,00%
          Piutang plasma                                                2,59%        2,60%       3,66%       4,40%       4,18%
          Investasi pada entitas asosiasi                               3,91%        3,78%       3,62%       3,72%       3,81%
          Aset pajak tangguhan                                          0,77%        0,74%       1,04%       1,58%       2,64%
          Goodwill                                                      6,31%        6,14%       6,45%       6,56%       6,65%
          Aset biologis                                                 0,92%        0,89%       0,91%       0,89%       0,90%
          Aset tetap                                                   53,52%       53,20%      54,25%      57,26%      58,27%
          Aset tidak lancar lainnya                                     3,03%        3,00%       3,09%       2,87%       3,59%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     71,73%       71,08%      73,51%      77,94%      80,64%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                               53
Page 181
                       Keterangan                              31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          16,13%       16,25%       16,74%       16,79%       17,89%
Utang usaha
  Pihak ketiga                                                     2,17%        2,76%        1,90%        2,01%        2,35%
  Pihak berelasi                                                   0,20%        0,24%        0,20%        0,21%        0,21%
Utang lain-lain                                                    0,91%        0,76%        0,75%        0,88%        0,81%
Biaya masih harus dibayar                                          1,19%        1,52%        1,11%        1,02%        1,58%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                             1,09%        0,86%        1,02%        1,05%        0,00%
Utang pajak                                                        0,77%        0,85%        1,10%        0,80%        0,25%
Liabilitas kontrak                                                 0,60%        0,55%        0,94%        0,79%        0,71%
Bagian lancar atas:
  Utang bank jangka panjang                                        3,70%        2,28%        1,63%        1,27%        1,43%
  Liabilitas sewa                                                  0,12%        0,13%        0,09%        0,12%        0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   26,88%       26,20%       25,47%       24,95%       25,23%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa                                                    0,26%        0,34%        0,03%        0,06%        0,00%
Utang bank jangka panjang                                          2,44%        5,09%        8,59%       11,70%       10,98%
Liabilitas pajak tangguhan                                         1,64%        1,36%        1,23%        1,07%        1,06%
Utang pemegang saham dan pihak berelasi lain                       3,06%        4,05%        4,34%        4,47%        4,76%
Liabilitas imbalan kerja                                           3,58%        4,24%        5,03%        5,41%        6,94%
Liabilitas jangka panjang lainnya                                  0,11%        0,11%        0,11%        0,11%        0,10%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  11,08%       15,19%       19,33%       22,82%       23,84%
JUMLAH LIABILITAS                                                 37,96%       41,39%       44,80%       47,76%       49,07%
EKUITAS
Modal saham                                                         9,03%        8,76%        8,80%        8,94%        9,06%
Tambahan modal disetor                                              7,13%        6,91%        6,94%        7,05%        7,15%
Saham tresuri                                                      -0,75%       -0,72%       -0,73%       -0,74%       -0,75%
Komponen lainnya dari ekuitas                                      -0,53%       -0,51%       -0,52%        0,17%        0,45%
Selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha
  luar negeri                                                      0,00%        0,00%        0,01%        0,01%        0,01%
Saldo laba                                                        34,63%       32,18%       29,23%       26,76%       25,57%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                           49,52%       46,61%       43,72%       42,19%       41,49%
Kepentingan non-pengendali                                        12,52%       12,00%       11,48%       10,05%        9,44%
JUMLAH EKUITAS                                                    62,04%       58,61%       55,20%       52,24%       50,93%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%




                                                          54
Page 182
Tabel 20
PT Salim Ivomas Pratama Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023



                        Keterangan                             31/12/23     31/12/22    31/12/21    31/12/20     31/12/19

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                         100,00%      100,00%     100,00%     100,00%      100,00%
Beban pokok penjualan                                             79,01%       73,87%      73,80%      79,24%       84,72%
Laba bruto                                                        20,99%       26,13%      26,20%      20,76%       15,28%
Laba (rugi) atas perubahan nilai wajar aset biologis               0,08%       -0,76%       0,57%       0,02%        1,39%
Beban penjualan dan distribusi                                    -3,05%       -2,77%      -4,34%      -3,44%       -3,78%
Beban umum dan administrasi                                       -4,46%       -4,11%      -3,72%      -4,83%       -6,71%
Penghasilan operasi lain                                           1,12%        1,84%       0,72%       0,58%        0,66%
Beban operasi lain                                                -2,61%       -3,91%      -4,57%      -0,84%       -2,16%
Laba usaha                                                        12,06%       16,41%      14,86%      12,24%         4,68%
Penghasilan keuangan                                               1,09%        0,53%       0,35%       0,48%         0,59%
Beban keuangan                                                    -3,87%       -3,48%      -3,51%      -5,60%        -6,64%
Bagian atas laba (rugi) entitas asosiasi                           0,02%        0,02%      -0,08%      -0,09%        -0,08%
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                               9,30%      13,47%      11,63%        7,03%       -1,44%
Beban pajak penghasilan                                            -3,51%      -4,99%      -4,81%       -4,68%       -3,26%
Laba (rugi) tahun berjalan                                         5,79%        8,48%       6,82%       2,35%        -4,70%
Penghasilan komprehensif lain                                      0,04%        0,83%       0,28%       2,83%         0,67%
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif tahun berjalan              5,83%        9,31%       7,10%       5,18%        -4,04%
Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                            4,60%        6,73%       5,04%       1,62%        -4,00%
  Kepentingan non-pengendali                                       1,19%        1,75%       1,78%       0,73%        -0,70%




                                                          55
Page 183
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, HKI tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap HKI adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Produksi Karet

         HKI menghadapi berbagai macam sumber risiko yang dapat mempengaruhi hasil
         produksi karet alam yang dihasilkan. Hasil produksi karet dipengaruhi oleh
         beberapa faktor, yaitu pohon yang mati, tenaga kerja, jumlah pohon yang dapat
         menghasilkan, siklus gugur daun kedua, dan curah hujan. Apabila terjadi
         gangguan pada faktor-faktor tersebut, maka produksi karet HKI akan menurun.
         Apabila produksi karet HKI menurun, hal ini dapat menyebabkan menurunnya
         penjualan dan berdampak negatif terhadap kondisi keuangan HKI.

VII.B.   Risiko Fluktuasi Harga

         Karet yang akan dihasilkan oleh HKI merupakan komoditas yang diperdagangkan
         di bursa internasional, sehingga harga jual karet HKI akan sangat bergantung pada
         pergerakan harga di pasar internasional yang menjadi referensi harga jual bagi
         HKI. Penjualan HKI akan sangat bergantung pada volume dan harga jual yang
         diperolehnya. Perubahan pada harga komoditi internasional dapat berpengaruh
         pada harga jual, hasil operasi, kondisi keuangan, dan prospek usaha HKI.

VII.C.   Risiko Terkait Suku Bunga

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, HKI memperoleh pinjaman dari pihak
         berelasi. Apabila di masa yang akan datang terjadi perubahan suku bunga terkait
         pinjaman tersebut, maka hal ini akan mempengaruhi kinerja keuangan HKI.

VII.D.   Risiko Persaingan Usaha

         Dalam menjalankan kegiatan opersionalnya, HKI tidak terlepas dari risiko
         persaingan usaha. Di masa depan, tidak tertutup kemungkinan adanya
         perusahaan pesaing yang bergerak di bidang usaha yang serupa dengan HKI dan
         memiliki jaringan yang lebih luas.

VII.E.   Risiko Bencana Alam

         Kegiatan usaha HKI tidak terlepas dari ancaman bencana alam seperti badai
         tropis, angin topan, gempa bumi dan banjir, karena faktor alam dan berbagai
         bencana yang dapat memberikan dampak negatif secara material terhadap
         kegiatan usaha, kondisi keuangan, dan hasil usaha HKI.

         Bencana yang terjadi seperti gempa bumi, tsunami, banjir, kekeringan (el nino)
         atau peristiwa lain yang terjadi di Indonesia dapat berdampak negatif terhadap
         keadaan ekonomi pada umumnya, juga secara langsung akan berdampak negatif
         terhadap kegiatan usaha HKI.




                                          56
Page 184
VII.G.   Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah

         Kegiatan usaha yang dilakukan HKI dan sektor karet secara keseluruhan terkait
         dengan sejumlah hukum dan peraturan. Perubahan legislatif yang signifikan dan
         kegagalan untuk mematuhi peraturan hukum dan regulasi dapat mempengaruhi
         kinerja keuangan dan operasi HKI. Namun, HKI secara berkelanjutan memonitor
         kepatuhan terhadap hukum dan peraturan.




                                         57
Page 185
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              58
Page 186
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
            historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif HKI,
            pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
            HKI. Prospek HKI di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
            usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen yang
            telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada
            kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
            penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
            industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              59
Page 187
          Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
          diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi
          kelebihan pendapatan (capitalized excess earning method).

          Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
          dilaksanakan oleh HKI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
          perkiraan atas perkembangan usaha HKI. Dalam melaksanakan penilaian dengan
          metode ini, operasi HKI diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
          perkembangan usaha HKI. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
          dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
          risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.

          Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian HKI
          merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan
          metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan
          menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
          menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

          Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya
          riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
          langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh
          dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai
          pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
          nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah disesuaikan.

          Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang
          dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan
          merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai
          aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
          pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya
          adalah menghitung indikasi nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset
          berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.

          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan HKI. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

          Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
          dengan melakukan pembobotan.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa HKI adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                             60
Page 188
VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).

VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan langkah-
          langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
             operasi HKI.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari HKI.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional HKI.
          4. Melakukan tinjauan atas proyeksi laporan keuangan HKI yang telah disiapkan
             oleh pihak manajemen HKI.
          5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi laporan keuangan
             tersebut.
          6. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             diskonto arus kas dengan pendekatan pendapatan dan metode kapitalisasi
             kelebihan pendapatan dengan pendekatan aset.

VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan HKI
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan HKI. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240221-002
          tanggal 21 Februari 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            61
Page 189
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode diskonto arus kas dan metode
        kapitalisasi kelebihan pendapatan. Dalam bab ini, terlebih dahulu akan dibahas
        penentuan nilai pasar dengan metode diskonto arus kas, baru kemudian
        dilanjutkan dengan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

        •   Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
        •   Memilih pengurus inti perusahaan.
        •   Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
        •   Menentukan kebijakan investasi.
        •   Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
        •   Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
        •   Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.

        Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
        sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
        nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

        Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
        perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
        tersebut untuk diperdagangkan.



                                         62
Page 190
            Untuk penilaian atas HKI, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
            untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
            Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
            ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2023 yang didasarkan pada proyeksi
            laporan keuangan HKI yang disusun oleh manajemen HKI, maka diperkirakan
            telah dilakukan penyesuaian atas proyeksi laporan keuangan tersebut, oleh
            karena itu atas indikasi nilai yang dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan
            penyesuaian terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat
            (diskon likuiditas pasar), dikenakan diskon sebesar 20,00%, dengan pertimbangan
            sebagai berikut:

            •   Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
                bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% – 40,00%.
            •   HKI merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-
                held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.

IX.B.       Metode Diskonto Arus Kas

IX.B.1.     Proyeksi Laporan Keuangan

            Penilaian HKI yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
            proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen HKI. Dalam
            penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
            berdasarkan kinerja HKI pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana
            manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan
            saran yang relevan diberikan oleh manajemen HKI sehubungan dengan
            perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah
            ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Kami telah melakukan
            penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
            menggambarkan kondisi operasi dan kinerja HKI yang dinilai pada saat penilaian
            ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
            yang kami lakukan terhadap target kinerja HKI yang dinilai.

            Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
            keuangan yang digunakan dalam penilaian atas HKI.

IX.B.1.a.   Umum

            •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
                hukum, atau undang-undang yang akan mempengaruhi aktivitas HKI, industri,
                atau negara di mana HKI beroperasi.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
                tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
                keuangan yang dapat mempengaruhi kinerja HKI selain yang telah
                diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama HKI
                atau pada sumber utama penghasilan HKI selain yang telah diproyeksikan.




                                             63
Page 191
        •   Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen HKI.
        •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
            perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
            mempengaruhi kegiatan usaha HKI.
        •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
            bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada HKI.
        •   Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku, bahan-
            bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban tenaga kerja,
            beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku sekarang ini dan
            yang diproyeksikan.
        •   Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
        •   Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh HKI atas
            kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
            tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
        •   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
            ketentuan-ketentuan yang ada.
        •   Sesuai dengan sifat industri, manajemen HKI mempersiapkan proyeksi laporan
            keuangan untuk tahun 2024 sampai dengan 2057.

IX.B.1.b. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
          Keuangan

        1. Proyeksi Penjualan

            Penjualan dalam penilaian ini terutama terdiri dari penjualan getah karet (cup
            lump).

            Grafik berikut menunjukkan proyeksi penjualan HKI untuk tahun 2024 – 2057.

            Grafik 7
            PT Hutan Ketapang Industri
            Proyeksi Penjualan Tahun 2024 – 2057
            (Dalam miliar Rupiah)

                                               Penjualan
               1.800
               1.600
               1.400
               1.200
               1.000
                 800
                 600
                 400
                 200
                    -
                        2042




                        2046
                        2024
                        2025
                        2026
                        2027
                        2028
                        2029
                        2030
                        2031
                        2032
                        2033
                        2034
                        2035
                        2036
                        2037
                        2038
                        2039
                        2040
                        2041

                        2043
                        2044
                        2045

                        2047
                        2048
                        2049
                        2050
                        2051
                        2052
                        2053
                        2054
                        2055
                        2056
                        2057




                                          64
Page 192
2. Proyeksi Beban Pokok Penjualan

   Beban pokok penjualan HKI terutama terdiri dari beban pemeliharaan, beban
   panen, biaya tanaman, dan biaya penyusutan. Beban pokok penjualan untuk
   tahun 2024 – 2057 diproyeksikan sebesar 23% – 101% dari penjualan.

   Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok penjualan HKI untuk tahun
   2024 – 2057.

   Grafik 8
   PT Hutan Ketapang Industri
   Proyeksi Beban Pokok Penjualan Tahun 2024 – 2057
   (Dalam miliar Rupiah)

                           Beban Pokok Penjualan
        500
        450
        400
        350
        300
        250
        200
        150
        100
           50
            -
                2024
                2025
                2026
                2027
                2028
                2029
                2030
                2031
                2032
                2033
                2034
                2035
                2036
                2037
                2038
                2039
                2040
                2041
                2042
                2043
                2044
                2045
                2046
                2047
                2048
                2049
                2050
                2051
                2052
                2053
                2054
                2055
                2056
                2057



3. Beban Usaha

   Beban usaha HKI terutama terdiri dari beban gaji dan tunjangan serta beban
   umum – kebun. Beban usaha untuk tahun 2024 – 2057 diproyeksikan berkisar
   antara 7% – 86% dari penjualan.

4. Pajak

   Mengingat HKI adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka tarif
   pajak yang diberlakukan atas HKI adalah tarif pajak yang berlaku umum di
   Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2057.




                               65
Page 193
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif HKI
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2057
   adalah sebagai berikut:
   Tabel 21
   PT Hutan Ketapang Industri
   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
   Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2057

                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan                       31/12/24        31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28

   Penjualan                                                   221.743        386.676       493.784       655.366        776.434
   Beban pokok penjualan                                       223.578        249.608       270.111       280.383        292.640
   Laba kotor                                                    (1.834)      137.069       223.673       374.984        483.794
   Beban usaha                                                  (62.485)      (68.988)      (64.304)      (63.604)       (63.088)
   Laba (rugi) usaha                                            (64.320)        68.081      159.370       311.380        420.706
   Pendapatan (beban) lain-lain                                 (34.395)       (39.192)     (41.314)      (37.816)       (33.122)
   Laba sebelum pajak penghasilan                               (98.715)       28.889       118.055       273.564        387.584
   Manfaat (beban) pajak penghasilan                                  -             -             -       (60.184)       (85.268)
   Laba (rugi) tahun berjalan                                   (98.715)       28.889       118.055       213.380        302.315



                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan                       31/12/29        31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33

   Penjualan                                                   885.698        980.216      1.066.855     1.129.492     1.188.249
   Beban pokok penjualan                                       307.326        322.422        330.257       345.597       363.755
   Laba kotor                                                  578.372        657.794       736.598       783.894        824.494
   Beban usaha                                                 (67.423)       (70.353)      (71.727)      (79.971)       (88.216)
   Laba (rugi) usaha                                           510.949        587.441       664.871       703.923        736.278
   Pendapatan (beban) lain-lain                                      -              -             -             -              -
   Laba sebelum pajak penghasilan                              510.949         587.441       664.871       703.923       736.278
   Manfaat (beban) pajak penghasilan                          (112.409)       (129.237)     (146.272)     (154.863)     (161.981)
   Laba (rugi) tahun berjalan                                  398.540        458.204       518.599       549.060        574.297



                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan                       31/12/34        31/12/35      31/12/36      31/12/37      31/12/38

   Penjualan                                                 1.265.346       1.392.357     1.506.019     1.563.318     1.559.258
   Beban pokok penjualan                                       386.410         417.835       437.538       442.380       442.357
   Laba kotor                                                  878.936         974.523     1.068.480     1.120.937     1.116.901
   Beban usaha                                                 (99.209)       (110.696)     (110.696)     (110.696)     (110.696)
   Laba (rugi) usaha                                           779.727        863.826       957.784      1.010.241     1.006.205
   Pendapatan (beban) lain-lain                                      -              -             -              -             -
   Laba sebelum pajak penghasilan                              779.727         863.826       957.784     1.010.241     1.006.205
   Manfaat (beban) pajak penghasilan                          (171.540)       (190.042)     (210.713)     (222.253)     (221.365)
   Laba (rugi) tahun berjalan                                  608.187        673.785       747.072       787.988        784.840




                                                  66
Page 194
                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan        31/12/39      31/12/40      31/12/41      31/12/42      31/12/43

   Penjualan                                  1.542.124     1.525.527     1.452.700     1.345.717      1.228.872
   Beban pokok penjualan                        442.260       442.166       439.783       434.174        413.861
   Laba kotor                                 1.099.864     1.083.361     1.012.917       911.543        815.011
   Beban usaha                                 (110.696)     (110.696)     (110.696)     (110.696)      (110.696)
   Laba (rugi) usaha                           989.168       972.665       902.220        800.847        704.315
   Pendapatan (beban) lain-lain                      -             -             -              -              -
   Laba sebelum pajak penghasilan               989.168       972.665       902.220       800.847        704.315
   Manfaat (beban) pajak penghasilan           (217.617)     (213.986)     (198.489)     (176.186)      (154.949)
   Laba (rugi) tahun berjalan                  771.551       758.678       703.732        624.661        549.366



                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan        31/12/44      31/12/45      31/12/46      31/12/47      31/12/48

   Penjualan                                  1.121.232      974.732       855.448        743.542        651.145
   Beban pokok penjualan                        259.045      231.558       205.772        178.004        162.217
   Laba kotor                                  862.187       743.174       649.676        565.538        488.929
   Beban usaha                                 (85.995)      (75.560)      (64.773)       (52.899)       (47.260)
   Laba (rugi) usaha                           776.192       667.614       584.904        512.639        441.668
   Pendapatan (beban) lain-lain                      -             -             -              -              -
   Laba sebelum pajak penghasilan               776.192       667.614       584.904       512.639        441.668
   Manfaat (beban) pajak penghasilan           (170.762)     (146.875)     (128.679)     (112.781)       (97.167)
   Laba (rugi) tahun berjalan                  605.430       520.739       456.225        399.859        344.501



                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan        31/12/49      31/12/50      31/12/51      31/12/52      31/12/53

   Penjualan                                   594.180       547.212       510.551        487.599        415.118
   Beban pokok penjualan                       149.805       139.202       130.491        117.526        100.427
   Laba kotor                                  444.375       408.010       380.059        370.073        314.691
   Beban usaha                                 (43.804)      (41.508)      (39.226)       (36.423)       (34.060)
   Laba (rugi) usaha                           400.571       366.502       340.834        333.650        280.631
   Pendapatan (beban) lain-lain                      -             -             -              -              -
   Laba sebelum pajak penghasilan              400.571       366.502       340.834        333.650        280.631
   Manfaat (beban) pajak penghasilan           (88.126)      (80.630)      (74.983)       (73.403)       (61.739)
   Laba (rugi) tahun berjalan                  312.445       285.871       265.850        260.247        218.892



                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan        31/12/54      31/12/55      31/12/56      31/12/57

   Penjualan                                   318.372       197.959        67.178         13.537
   Beban pokok penjualan                        82.890        54.701        29.614         13.632
   Laba kotor                                  235.483       143.258         37.564           (95)
   Beban usaha                                 (31.796)      (25.559)       (18.983)      (11.685)
   Laba (rugi) usaha                           203.687       117.699        18.581        (11.781)
   Pendapatan (beban) lain-lain                      -             -             -              -
   Laba sebelum pajak penghasilan              203.687       117.699        18.581        (11.781)
   Manfaat (beban) pajak penghasilan           (44.811)      (25.894)       (4.088)             -
   Laba (rugi) tahun berjalan                  158.876        91.806        14.493        (11.781)




6. Kas dan Bank

  Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
  operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
  setara kas.




                                        67
Page 195
7. Piutang Usaha

   Perputaran piutang usaha diasumsikan sekitar 30 hari selama periode
   proyeksi.

8. Utang Usaha

   Perputaran utang usaha diasumsikan sekitar 30 hari selama periode proyeksi.

9. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan HKI pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2057 adalah sebagai berikut:
   Tabel 22
   PT Hutan Ketapang Industri
   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
   Per 31 Desember 2024 - 2057

                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                    31/12/24     31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan setara kas                                     1.941       38.948       30.723       20.919          5.618
   Piutang usaha                                         18.479       32.223       41.149       54.614         64.703
   Piutang lain-lain - pihak ketiga                       1.634        1.634        1.634        1.634          1.634
   Persediaan                                            17.964       17.964       17.964       17.964         17.964
   Aset biologis                                            325          325          325          325            325
   Pajak dibayar di muka                                  8.448        8.448        8.448        8.448          8.448
   Biaya dibayar di muka dan uang muka                    2.617        2.617        2.617        2.617          2.617
   Jumlah Aset Lancar                                    51.407      102.159      102.859      106.520        101.308
   ASET TIDAK LANCAR
   Hutan tanaman industri
     Hutan tanaman industri dalam pengembangan           218.038      244.703      297.079      396.852       515.859
     Hutan tanaman industri siap panen                 2.682.112    2.614.913    2.523.758    2.413.109     2.303.952
   Aset tetap                                            154.367      241.795      315.873      392.514       460.919
   Aset hak guna                                             170          578          588          373           274
   Aset takberwujud                                          608          430          367          362           358
   Aset tidak lancar lainnya                                 332          332          332          332           332
   Jumlah Aset Tidak Lancar                            3.055.627    3.102.750    3.137.997    3.203.542     3.281.693
   JUMLAH ASET                                         3.107.034    3.204.909    3.240.857    3.310.062     3.383.002




                                                 68
Page 196
                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                     Keterangan                    31/12/29     31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                     7.619          134      137.476      787.034      1.492.368
Piutang usaha                                         73.808       81.685       88.905       94.124         99.021
Piutang lain-lain - pihak ketiga                       1.634        1.634        1.634        1.634          1.634
Persediaan                                            17.964       17.964       17.964       17.964         17.964
Aset biologis                                            325          325          325          325            325
Pajak dibayar di muka                                  8.448        8.448        8.448        8.448          8.448
Biaya dibayar di muka dan uang muka                    2.617        2.617        2.617        2.617          2.617
Jumlah Aset Lancar                                   112.415      112.806      257.368      912.146      1.622.376
ASET TIDAK LANCAR
Hutan tanaman industri
  Hutan tanaman industri dalam pengembangan           524.845      543.347      583.355      489.861       380.841
  Hutan tanaman industri siap panen                 2.220.333    2.117.250    1.983.542    1.967.068     1.945.014
Aset tetap                                            487.026      508.170      526.916      531.773       527.906
Aset hak guna                                             284          575          477          487           271
Aset takberwujud                                          353          348          344          339           335
Aset tidak lancar lainnya                                 332          332          332          332           332
Jumlah Aset Tidak Lancar                            3.233.172    3.170.022    3.094.966    2.989.859     2.854.698
JUMLAH ASET                                         3.345.587    3.282.828    3.352.334    3.902.004     4.477.074



                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                     Keterangan                    31/12/34     31/12/35     31/12/36     31/12/37     31/12/38

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                  2.265.734    3.142.984    4.104.416    5.110.950     6.118.925
Piutang usaha                                         105.445      116.030      125.502      130.276       129.938
Piutang lain-lain - pihak ketiga                        1.634        1.634        1.634        1.634         1.634
Persediaan                                             17.964       17.964       17.964       17.964        17.964
Aset biologis                                             325          325          325          325           325
Pajak dibayar di muka                                   8.448        8.448        8.448        8.448         8.448
Biaya dibayar di muka dan uang muka                     2.617        2.617        2.617        2.617         2.617
Jumlah Aset Lancar                                  2.402.167    3.290.001    4.260.905    5.272.214     6.279.850
ASET TIDAK LANCAR
Hutan tanaman industri
  Hutan tanaman industri dalam pengembangan           204.392            -            -            -             -
  Hutan tanaman industri siap panen                 1.965.931    1.988.355    1.796.168    1.603.980     1.411.792
Aset tetap                                            513.112      482.386      451.659      420.933       390.206
Aset hak guna                                             173          689          474          375           385
Aset takberwujud                                          330          326          321          316           312
Aset tidak lancar lainnya                                 332          332          332          332           332
Jumlah Aset Tidak Lancar                            2.684.270    2.472.087    2.248.954    2.025.936     1.803.027
JUMLAH ASET                                         5.086.437    5.762.088    6.509.859    7.298.150     8.082.878




                                              69
Page 197
                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                     Keterangan                    31/12/39     31/12/40     31/12/41     31/12/42     31/12/43

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                  7.114.908    8.097.896    9.030.316    9.886.458    10.666.774
Piutang usaha                                         128.510      127.127      121.058      112.143       102.406
Piutang lain-lain - pihak ketiga                        1.634        1.634        1.634        1.634         1.634
Persediaan                                             17.964       17.964       17.964       17.964        17.964
Aset biologis                                             325          325          325          325           325
Pajak dibayar di muka                                   8.448        8.448        8.448        8.448         8.448
Biaya dibayar di muka dan uang muka                     2.617        2.617        2.617        2.617         2.617
Jumlah Aset Lancar                                  7.274.406    8.256.011    9.182.362   10.029.588    10.800.168
ASET TIDAK LANCAR
Hutan tanaman industri
  Hutan tanaman industri dalam pengembangan                 -            -           -            -              -
  Hutan tanaman industri siap panen                 1.219.605    1.027.417     835.229      643.042        450.854
Aset tetap                                            359.480      328.754     298.027      267.301        236.574
Aset hak guna                                             170          578         588          373            274
Aset takberwujud                                          307          303         298          294            289
Aset tidak lancar lainnya                                 332          332         332          332            332
Jumlah Aset Tidak Lancar                            1.579.893    1.357.383    1.134.474     911.340        688.323
JUMLAH ASET                                         8.854.299    9.613.394   10.316.836   10.940.928    11.488.491



                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                     Keterangan                    31/12/44     31/12/45     31/12/46     31/12/47     31/12/48

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                 11.368.049   11.980.689   12.521.222   13.000.393    13.420.306
Piutang usaha                                          93.436       81.228       71.287       61.962        54.262
Piutang lain-lain - pihak ketiga                        1.634        1.634        1.634        1.634         1.634
Persediaan                                             17.964       17.964       17.964       17.964        17.964
Aset biologis                                             325          325          325          325           325
Pajak dibayar di muka                                   8.448        8.448        8.448        8.448         8.448
Biaya dibayar di muka dan uang muka                     2.617        2.617        2.617        2.617         2.617
Jumlah Aset Lancar                                 11.492.472   12.092.904   12.623.497   13.093.342    13.505.556
ASET TIDAK LANCAR
Hutan tanaman industri
  Hutan tanaman industri dalam pengembangan                -            -            -            -              -
  Hutan tanaman industri siap panen                  392.861      341.489      293.797      248.773        205.574
Aset tetap                                           205.848      175.998      147.614      120.565         95.132
Aset hak guna                                            284          575          477          487            271
Aset takberwujud                                         284          280          275          271            266
Aset tidak lancar lainnya                                332          332          332          332            332
Jumlah Aset Tidak Lancar                             599.609      518.673      442.494      370.427        301.575
JUMLAH ASET                                        12.092.081   12.611.577   13.065.991   13.463.769    13.807.131




                                              70
Page 198
                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                     Keterangan                    31/12/49     31/12/50     31/12/51     31/12/52       31/12/53

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                 13.800.693   14.148.403   14.471.870    14.781.573     15.042.383
Piutang usaha                                          49.515       45.601       42.546        40.633         34.593
Piutang lain-lain - pihak ketiga                        1.634        1.634        1.634         1.634          1.634
Persediaan                                             17.964       17.964       17.964        17.964         17.964
Aset biologis                                             325          325          325           325            325
Pajak dibayar di muka                                   8.448        8.448        8.448         8.448          8.448
Biaya dibayar di muka dan uang muka                     2.617        2.617        2.617         2.617          2.617
Jumlah Aset Lancar                                 13.881.195   14.224.991   14.545.403    14.853.194     15.107.964
ASET TIDAK LANCAR
Hutan tanaman industri
  Hutan tanaman industri dalam pengembangan                -            -            -              -              -
  Hutan tanaman industri siap panen                  164.367      126.528       91.252         57.136         30.100
Aset tetap                                            72.491       51.884       32.300         18.361          8.945
Aset hak guna                                            173          689          474            375            385
Aset takberwujud                                         262          257          252            248            243
Aset tidak lancar lainnya                                332          332          332            332            332
Jumlah Aset Tidak Lancar                             237.624      179.690      124.610         76.452         40.006
JUMLAH ASET                                        14.118.819   14.404.681   14.670.013    14.929.646     15.147.970



                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                     Keterangan                    31/12/54     31/12/55     31/12/56     31/12/57

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                 15.233.294   15.344.201   15.368.256    15.352.152
Piutang usaha                                          26.531       16.497        5.598             -
Piutang lain-lain - pihak ketiga                        1.634        1.634        1.634             -
Persediaan                                             17.964       17.964       17.964             -
Aset biologis                                             325          325          325             -
Pajak dibayar di muka                                   8.448        8.448        8.448         8.448
Biaya dibayar di muka dan uang muka                     2.617        2.617        2.617         2.617
Jumlah Aset Lancar                                 15.290.813   15.391.685   15.404.842    15.363.217
ASET TIDAK LANCAR
Hutan tanaman industri
  Hutan tanaman industri dalam pengembangan                -            -            -              -
  Hutan tanaman industri siap panen                   10.220           (0)          (0)            (0)
Aset tetap                                             4.500        4.500        4.500          4.500
Aset hak guna                                            170          578          588            373
Aset takberwujud                                         239          234          230            225
Aset tidak lancar lainnya                                332          332          332            332
Jumlah Aset Tidak Lancar                              15.460        5.644        5.649          5.429
JUMLAH ASET                                        15.306.273   15.397.329   15.410.491    15.368.646




                                              71
Page 199
                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                              31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27     31/12/28

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                        6.152         7.717         9.064         9.992         10.772
Utang lain-lain - pihak berelasi                                  45.311        45.311        45.311        45.311         45.311
Utang pajak                                                        4.116         4.116         4.116         4.116          4.116
Beban akrual                                                      10.996        10.996        10.996        10.996         10.996
Liabilitas sewa yang akan jatuh tempo dalam satu tahun                83            91           100           110            121
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   66.659        68.232        69.588        70.526         71.316
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang                                          30.000        30.000        30.000        30.000             -
Utang pihak berelasi                                            1.724.312     1.791.310     1.707.945     1.562.944     1.362.899
Liabilitas imbalan kerja                                           10.182        10.182        10.182        10.182        10.182
Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam
  satu tahun                                                          (74)          341           241          130              9
Liabilitas tidak lancar lainnya                                     2.202         2.202         2.202        2.202          2.202
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                1.766.622     1.834.035     1.750.570     1.605.458     1.375.292
JUMLAH LIABILITAS                                               1.833.280     1.902.266     1.820.158     1.675.984     1.446.608
EKUITAS
Modal saham                                                       720.665       720.665       720.665      720.665        720.665
Tambahan modal disetor                                            939.312       939.312       939.312      939.312        939.312
Saldo laba (defisit)                                             (386.223)     (357.334)     (239.278)     (25.899)       276.417
JUMLAH EKUITAS                                                  1.273.754     1.302.643     1.420.698     1.634.078     1.936.393
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   3.107.034     3.204.909     3.240.857     3.310.062     3.383.002



                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                              31/12/29      31/12/30      31/12/31      31/12/32     31/12/33

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                       11.598        12.406        12.760        13.471         14.354
Utang lain-lain - pihak berelasi                                  45.311        25.311             -             -              -
Utang pajak                                                        4.116         4.116         4.116         4.116          4.116
Beban akrual                                                      10.996        10.996        10.996        10.996         10.996
Liabilitas sewa yang akan jatuh tempo dalam satu tahun                83            91           100           110            121
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   72.104        52.920        27.972        28.693         29.588
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang                                              -             -             -             -              -
Utang pihak berelasi                                             926.240       424.045             -             -              -
Liabilitas imbalan kerja                                          10.182        10.182        10.182        10.182         10.182
Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam
  satu tahun                                                          (74)          341           241          130              9
Liabilitas tidak lancar lainnya                                     2.202         2.202         2.202        2.202          2.202
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 938.549       436.770        12.625        12.514         12.393
JUMLAH LIABILITAS                                               1.010.654      489.691        40.597        41.208         41.981
EKUITAS
Modal saham                                                      720.665        720.665       720.665       720.665       720.665
Tambahan modal disetor                                           939.312        939.312       939.312       939.312       939.312
Saldo laba (defisit)                                             674.957      1.133.161     1.651.760     2.200.820     2.775.117
JUMLAH EKUITAS                                                  2.334.933     2.793.138     3.311.737     3.860.797     4.435.093
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   3.345.587     3.282.828     3.352.334     3.902.004     4.477.074




                                                      72
Page 200
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                              31/12/34     31/12/35     31/12/36     31/12/37     31/12/38

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                       15.651       17.095       17.885       18.288         18.287
Utang lain-lain - pihak berelasi                                       -            -            -            -              -
Utang pajak                                                        4.116        4.116        4.116        4.116          4.116
Beban akrual                                                      10.996       10.996       10.996       10.996         10.996
Liabilitas sewa yang akan jatuh tempo dalam satu tahun                83           91          100          110            121
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   30.846       32.298       33.097       33.511         33.520
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang                                              -            -            -            -              -
Utang pihak berelasi                                                   -            -            -            -              -
Liabilitas imbalan kerja                                          10.182       10.182       10.182       10.182         10.182
Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam
  satu tahun                                                         (74)         341           241         130              9
Liabilitas tidak lancar lainnya                                    2.202        2.202         2.202       2.202          2.202
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  12.310       12.725       12.625       12.514         12.393
JUMLAH LIABILITAS                                                 43.156       45.023       45.722       46.025         45.913
EKUITAS
Modal saham                                                       720.665      720.665      720.665      720.665       720.665
Tambahan modal disetor                                            939.312      939.312      939.312      939.312       939.312
Saldo laba (defisit)                                            3.383.304    4.057.089    4.804.160    5.592.148     6.376.988
JUMLAH EKUITAS                                                  5.043.281    5.717.065    6.464.137    7.252.125     8.036.965
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   5.086.437    5.762.088    6.509.859    7.298.150     8.082.878



                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                              31/12/39     31/12/40     31/12/41     31/12/42     31/12/43

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                       18.278       18.271       18.072       17.605         15.912
Utang lain-lain - pihak berelasi                                       -            -            -            -              -
Utang pajak                                                        4.116        4.116        4.116        4.116          4.116
Beban akrual                                                      10.996       10.996       10.996       10.996         10.996
Liabilitas sewa yang akan jatuh tempo dalam satu tahun                83           91          100          110            121
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   33.473       33.474       33.284       32.827         31.145
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang                                              -            -            -            -              -
Utang pihak berelasi                                                   -            -            -            -              -
Liabilitas imbalan kerja                                          10.182       10.182       10.182       10.182         10.182
Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam
  satu tahun                                                         (74)         341           241         130              9
Liabilitas tidak lancar lainnya                                    2.202        2.202         2.202       2.202          2.202
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  12.310       12.725       12.625       12.514         12.393
JUMLAH LIABILITAS                                                 45.783       46.199       45.909       45.341         43.538
EKUITAS
Modal saham                                                       720.665      720.665      720.665      720.665       720.665
Tambahan modal disetor                                            939.312      939.312      939.312      939.312       939.312
Saldo laba (defisit)                                            7.148.539    7.907.218    8.610.950    9.235.610     9.784.976
JUMLAH EKUITAS                                                  8.808.516    9.567.194   10.270.926   10.895.587    11.444.953
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   8.854.299    9.613.394   10.316.836   10.940.928    11.488.491




                                                      73
Page 201
                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                              31/12/44      31/12/45     31/12/46     31/12/47     31/12/48

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                       14.193        12.528       10.808        8.827          7.798
Utang lain-lain - pihak berelasi                                       -             -            -            -              -
Utang pajak                                                        4.116         4.116        4.116        4.116          4.116
Beban akrual                                                      10.996        10.996       10.996       10.996         10.996
Liabilitas sewa yang akan jatuh tempo dalam satu tahun                83            91          100          110            121
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   29.388        27.731       26.020       24.050         23.032
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang                                              -             -            -            -              -
Utang pihak berelasi                                                   -             -            -            -              -
Liabilitas imbalan kerja                                          10.182        10.182       10.182       10.182         10.182
Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam
  satu tahun                                                          (74)         341           241         130              9
Liabilitas tidak lancar lainnya                                     2.202        2.202         2.202       2.202          2.202
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  12.310        12.725       12.625       12.514         12.393
JUMLAH LIABILITAS                                                 41.698        40.456       38.645       36.564         35.425
EKUITAS
Modal saham                                                       720.665       720.665      720.665      720.665       720.665
Tambahan modal disetor                                            939.312       939.312      939.312      939.312       939.312
Saldo laba (defisit)                                           10.390.406    10.911.145   11.367.370   11.767.228    12.111.730
JUMLAH EKUITAS                                                 12.050.382    12.571.121   13.027.346   13.427.205    13.771.706
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  12.092.081    12.611.577   13.065.991   13.463.769    13.807.131



                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                              31/12/49      31/12/50     31/12/51     31/12/52     31/12/53

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                        7.163         6.729        6.302        5.789          5.331
Utang lain-lain - pihak berelasi                                       -             -            -            -              -
Utang pajak                                                        4.116         4.116        4.116        4.116          4.116
Beban akrual                                                      10.996        10.996       10.996       10.996         10.996
Liabilitas sewa yang akan jatuh tempo dalam satu tahun                83            91          100          110            121
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   22.358        21.933       21.515       21.011         20.564
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang                                              -             -            -            -              -
Utang pihak berelasi                                                   -             -            -            -              -
Liabilitas imbalan kerja                                          10.182        10.182       10.182       10.182         10.182
Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam
  satu tahun                                                          (74)         341           241         130              9
Liabilitas tidak lancar lainnya                                     2.202        2.202         2.202       2.202          2.202
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  12.310        12.725       12.625       12.514         12.393
JUMLAH LIABILITAS                                                 34.668        34.658       34.139       33.526         32.957
EKUITAS
Modal saham                                                       720.665       720.665      720.665      720.665       720.665
Tambahan modal disetor                                            939.312       939.312      939.312      939.312       939.312
Saldo laba (defisit)                                           12.424.175    12.710.047   12.975.897   13.236.144    13.455.036
JUMLAH EKUITAS                                                 14.084.152    14.370.023   14.635.874   14.896.120    15.115.012
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  14.118.819    14.404.681   14.670.013   14.929.646    15.147.970




                                                      74
Page 202
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                              31/12/54      31/12/55     31/12/56     31/12/57

            LIABILITAS DAN EKUITAS
            LIABILITAS
            LIABILITAS JANGKA PENDEK
            Utang usaha                                                        4.880         3.706        2.467              -
            Utang lain-lain - pihak berelasi                                       -             -            -              -
            Utang pajak                                                        4.116         4.116        4.116              -
            Beban akrual                                                      10.996        10.996       10.996              -
            Liabilitas sewa yang akan jatuh tempo dalam satu tahun                83            91          100            110
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   20.075        18.910       17.680            110
            LIABILITAS JANGKA PANJANG
            Utang bank jangka panjang                                              -             -            -               -
            Utang pihak berelasi                                                   -             -            -               -
            Liabilitas imbalan kerja                                          10.182        10.182       10.182               -
            Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam
              satu tahun                                                          (74)         341           241           130
            Liabilitas tidak lancar lainnya                                     2.202        2.202         2.202             -
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  12.310        12.725       12.625            130
            JUMLAH LIABILITAS                                                 32.385        31.635       30.305            241
            EKUITAS
            Modal saham                                                       720.665       720.665      720.665       720.665
            Tambahan modal disetor                                            939.312       939.312      939.312       939.312
            Saldo laba (defisit)                                           13.613.911    13.705.717   13.720.210    13.708.429
            JUMLAH EKUITAS                                                 15.273.888    15.365.694   15.380.186    15.368.406
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  15.306.273    15.397.329   15.410.491    15.368.646




IX.C.   Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan

        Terminal value diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih (AKB) periode kekal
        dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai dengan tingkat diskonto. Namun demikian,
        mengingat usaha yang dijalankan oleh HKI yang dinilai akan sangat tergantung
        pada siklus tanam atas tanaman perkebunan karet yang dimiliki oleh HKI, maka
        terminal value dalam penilaian ini diasumsikan nol atau tidak ada.

IX.D.   Penentuan Arus Kas Bersih

        Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
        pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
        to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
        perusahaan (free cash flow to firm).

        Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
        bisnis adalah AKB untuk kapital.

        Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
        kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
        mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
        untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
        melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
        dengan cara langsung.




                                                                  75
Page 203
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
untuk kapital HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2057 adalah sebagai berikut:
Tabel 23
PT Hutan Ketapang Industri
Proyeksi Arus Kas Bersih
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2057

                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                         31/12/24        31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28

Penerimaan kas dari pelanggan                               204.224         372.932       484.858       641.901       766.345
Pembayaran kas kepada pemasok                              (131.705)        (91.039)     (107.424)     (118.976)     (128.481)
Pembayaran beban usaha                                      (62.290)        (68.889)      (64.313)      (63.388)      (62.989)
Pembayaran beban pajak penghasilan                                -               -             -       (60.184)      (85.268)
Pembayaran lain-lain                                              -               -             -             -             -
Penambahan aset tetap                                       (47.002)       (103.439)      (90.858)      (89.952)      (82.791)
Penambahan hutan tanaman industri                           (43.293)        (80.424)      (90.605)     (122.465)     (146.928)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak                    (80.066)       29.141       131.658       186.935        259.887
Penyesuaian pajak atas beban bunga                                 -             -             -        (8.320)        (7.287)
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak                    (80.066)       29.141       131.658       178.615        252.600



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                         31/12/29        31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33

Penerimaan kas dari pelanggan                               876.593         972.340     1.059.635     1.124.272     1.183.352
Pembayaran kas kepada pemasok                              (138.349)       (148.061)     (152.764)     (160.941)     (171.368)
Pembayaran beban usaha                                      (67.433)        (70.138)      (71.628)      (79.981)      (88.001)
Pembayaran beban pajak penghasilan                         (112.409)       (129.237)     (146.272)     (154.863)     (161.981)
Pembayaran lain-lain                                              -               -             -             -             -
Penambahan aset tetap                                       (43.273)        (40.343)      (38.969)      (30.725)      (22.480)
Penambahan hutan tanaman industri                           (76.348)        (69.768)      (63.211)      (48.104)      (34.078)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak                   438.782        514.792       586.790       649.658        705.444
Penyesuaian pajak atas beban bunga                                -              -             -             -              -
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak                   438.782        514.792       586.790       649.658        705.444



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                         31/12/34        31/12/35      31/12/36      31/12/37      31/12/38

Penerimaan kas dari pelanggan                             1.258.921       1.381.773     1.496.547     1.558.543     1.559.596
Pembayaran kas kepada pemasok                              (186.520)       (203.692)     (213.829)     (219.058)     (219.440)
Pembayaran beban usaha                                      (99.110)       (110.706)     (110.481)     (110.598)     (110.706)
Pembayaran beban pajak penghasilan                         (171.540)       (190.042)     (210.713)     (222.253)     (221.365)
Pembayaran lain-lain                                              -               -             -             -             -
Penambahan aset tetap                                       (11.487)              -             -             -             -
Penambahan hutan tanaman industri                           (16.776)              -             -             -             -
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak                   773.488        877.333       961.524      1.006.634     1.008.085
Penyesuaian pajak atas beban bunga                                -              -             -              -             -
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak                   773.488        877.333       961.524      1.006.634     1.008.085




                                                   76
Page 204
                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                 31/12/39      31/12/40      31/12/41      31/12/42      31/12/43

Penerimaan kas dari pelanggan                     1.543.552     1.526.910     1.458.769     1.354.632      1.238.609
Pembayaran kas kepada pemasok                      (219.349)     (219.255)     (217.063)     (211.723)      (192.635)
Pembayaran beban usaha                             (110.481)     (110.598)     (110.706)     (110.481)      (110.598)
Pembayaran beban pajak penghasilan                 (217.617)     (213.986)     (198.489)     (176.186)      (154.949)
Pembayaran lain-lain                                      -             -             -             -              -
Penambahan aset tetap                                     -             -             -             -              -
Penambahan hutan tanaman industri                         -             -             -             -              -
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak          996.105       983.071       932.511        856.242        780.427
Penyesuaian pajak atas beban bunga                       -             -             -              -              -
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak          996.105       983.071       932.511        856.242        780.427



                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                 31/12/44      31/12/45      31/12/46      31/12/47      31/12/48

Penerimaan kas dari pelanggan                     1.130.202       986.940       865.389       752.868        658.845
Pembayaran kas kepada pemasok                      (172.040)     (151.997)     (131.411)     (107.907)       (94.609)
Pembayaran beban usaha                              (86.005)      (75.344)      (64.674)      (52.908)       (47.045)
Pembayaran beban pajak penghasilan                 (170.762)     (146.875)     (128.679)     (112.781)       (97.167)
Pembayaran lain-lain                                      -             -             -             -              -
Penambahan aset tetap                                     -             -             -             -              -
Penambahan hutan tanaman industri                         -             -             -             -              -
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak          701.395       612.724       540.624        479.271        420.024
Penyesuaian pajak atas beban bunga                       -             -             -              -              -
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak          701.395       612.724       540.624        479.271        420.024



                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                 31/12/49      31/12/50      31/12/51      31/12/52      31/12/53

Penerimaan kas dari pelanggan                      598.927       551.126       513.606        489.511        421.158
Pembayaran kas kepada pemasok                      (86.588)      (81.185)      (76.053)       (69.981)       (64.429)
Pembayaran beban usaha                             (43.705)      (41.518)      (39.011)       (36.324)       (34.070)
Pembayaran beban pajak penghasilan                 (88.126)      (80.630)      (74.983)       (73.403)       (61.739)
Pembayaran lain-lain                                     -             -             -              -              -
Penambahan aset tetap                                    -             -             -              -              -
Penambahan hutan tanaman industri                        -             -             -              -              -
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak          380.508       347.793       323.558        309.803        260.921
Penyesuaian pajak atas beban bunga                       -             -             -              -              -
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak          380.508       347.793       323.558        309.803        260.921



                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                 31/12/54      31/12/55      31/12/56      31/12/57

Penerimaan kas dari pelanggan                      326.435       207.994         78.076        19.135
Pembayaran kas kepada pemasok                      (59.010)      (45.650)       (30.848)      (16.095)
Pembayaran beban usaha                             (31.581)      (25.460)       (18.993)      (11.470)
Pembayaran beban pajak penghasilan                 (44.811)      (25.894)        (4.088)            -
Pembayaran lain-lain                                     -             -              -        (7.574)
Penambahan aset tetap                                    -             -              -             -
Penambahan hutan tanaman industri                        -             -              -             -
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak          191.032       110.989        24.147        (16.004)
Penyesuaian pajak atas beban bunga                       -             -             -              -
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak          191.032       110.989        24.147        (16.004)




                                            77
Page 205
IX.E.     Tingkat Diskonto

          Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
          biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
          ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

          WACC      =   (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

          Dimana:

          ke        =   Biaya modal ekuitas/saham biasa
          kd        =   Biaya modal utang
          We        =   Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
          Wd        =   Bobot utang dalam struktur kapital
          t         =   Pajak penghasilan perusahaan

IX.E.1.   Biaya Modal untuk Ekuitas

          Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
          ekuitas, yang ditentukan dengan expanded capital asset pricing model (CAPM)
          dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

          ke        =   Rf + (β x RPm) – RBDS

          Dimana:

          ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
                        biaya modal ekuitas/saham biasa
          Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
                        free rate)
          β         =   Beta
          RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                        premium)
          RBDS      =   Rating-based default spread

          Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
          memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
          dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
          Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2023,
          maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka
          panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 30 tahun dengan tingkat
          yield rata-rata sebesar 6,89% yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency
          (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.




                                               78
Page 206
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 7,38%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2023 yang dikeluarkan pada bulan
Januari 2024.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, dimana RBDS
sebesar 2,07 digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset Aswath
Damodaran (New York University Business School) sampai dengan tahun 2023
sebesar 0,54 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku di
pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB HKI tersebut
dengan formula sebagai berikut:

βL         =    βU x (1 + (1-T) x DER)

Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 57,95% untuk memperoleh beta
HKI. Tarif pajak yang digunakan untuk HKI sesuai dengan tarif pajak yang berlaku
umum adalah sebesar 0,00% untuk tahun 2024 – 2026, sebesar 22,00% untuk
tahun 2027 – 2056, dan sebesar 0,00% untuk tahun 2057. Dengan demikian, maka
diperoleh beta HKI sebesar 0,85 untuk tahun 2024 – 2026, sebesar 0,78 untuk
tahun 2027 – 2056, dan 0,85 untuk tahun 2027 dengan rincian perhitungan
sebagai berikut:

βL2024-2026 =   0,54 x (1 + (1 – 0,00%) x 57,95%) = 0,85
βL2027-2056 =   0,54 x (1 + (1 – 22,00%) x 57,95%) = 0,78
βL2057      =   0,54 x (1 + (1 – 0,00%) x 57,95%) = 0,85

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 2,07%, diperoleh
biaya modal atas ekuitas HKI sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
ini:

Ke2024-2026 =   6,89 + 0,85 x 7,38% – 2,07% = 11,11%
Ke2027-2056 =   6,89 + 0,78 x 7,38% – 2,07% = 10,61%
Ke2057      =   6,89 + 0,85 x 7,38% – 2,07% = 11,11%




                                   79
Page 207
IX.E.2.   Biaya Modal untuk Utang

          Karena perhitungan nilai ekuitas HKI dilakukan dengan mendiskonto tingkat
          balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
          invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
          yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
          pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
          ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

          Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
          pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi
          bank Persero untuk bulan Desember 2023 yang dipublikasikan oleh Bank
          Indonesia sebesar 9,41%.

IX.E.3.   Weighted Average Cost of Capital

          Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
          sebesar 63,31%, dan bobot utang sebesar 36,69%, yang diolah dari data rata-rata
          DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
          berlaku untuk HKI sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar
          0,00% untuk tahun 2024 – 2026, 22,00% untuk tahun 2027 – 2056, dan 0,00%
          untuk tahun 2057, maka weighted average cost of capital (WACC) adalah sebagai
          berikut:

          WACC          = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
          WACC2024-2026 = (11,11% x 63,31%) + (9,41% x [1 – 0,00%] x 36,69%) = 10,49%
          WACC2027-2056 = (10,61% x 63,31%) + (9,41% x [1 – 22,00%] x 36,69%) = 9,41%
          WACC2057      = (11,11% x 63,31%) + (9,41% x [1 – 0,00%] x 36,69%) = 10,49%

IX.F.     Perhitungan Nilai Pasar HKI

          Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi HKI
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2057 adalah
          sebagai berikut:
          Tabel 24
          PT Hutan Ketapang Industri
          Indikasi Nilai Kini Operasi
          Per 31 Desember 2023

                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan        31/12/24      31/12/25    31/12/26    31/12/27     31/12/28

          Arus kas bersih                               (80.066)      29.141     131.658     178.615        252.600
          Faktor diskonto                                0,9514       0,8611      0,7794      0,7124         0,6511
          Nilai kini arus kas bersih                    (76.175)      25.094     102.614     127.246        164.468



                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan        31/12/29      31/12/30    31/12/31    31/12/32     31/12/33

          Arus kas bersih                              438.782       514.792     586.790     649.658        705.444
          Faktor diskonto                               0,5951        0,5439      0,4971      0,4544         0,4153
          Nilai kini arus kas bersih                   261.119       279.996     291.693     295.205        292.971




                                                80
Page 208
                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan        31/12/34     31/12/35    31/12/36     31/12/37       31/12/38

Arus kas bersih                               773.488      877.333     961.524      1.006.634      1.008.085
Faktor diskonto                                0,3796       0,3470      0,3172         0,2899         0,2650
Nilai kini arus kas bersih                    293.616      304.434     304.995        291.823        267.143



                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan        31/12/39     31/12/40    31/12/41     31/12/42       31/12/43

Arus kas bersih                               996.105      983.071     932.511        856.242        780.427
Faktor diskonto                                0,2422       0,2214      0,2024         0,1850         0,1691
Nilai kini arus kas bersih                    241.257      217.652     188.740        158.405        131.970



                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan        31/12/44     31/12/45    31/12/46     31/12/47       31/12/48

Arus kas bersih                               701.395      612.724     540.624        479.271        420.024
Faktor diskonto                                0,1546       0,1413      0,1292         0,1181         0,1079
Nilai kini arus kas bersih                    108.436       86.578      69.849         56.602         45.321



                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan        31/12/49     31/12/50    31/12/51     31/12/52       31/12/53

Arus kas bersih                               380.508      347.793     323.558        309.803        260.921
Faktor diskonto                                0,0986       0,0901      0,0824         0,0753         0,0688
Nilai kini arus kas bersih                     37.518       31.336      26.661         23.328         17.951



                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan        31/12/54     31/12/55    31/12/56     31/12/57

Arus kas bersih                               191.032      110.989      24.147        (11.504)
Faktor diskonto                                0,0629       0,0575      0,0526         0,0476
Nilai kini arus kas bersih                     12.016        6.382       1.270           (548)
Indikasi nilai kini operasi                  4.686.966




Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar Rp 4,69 triliun untuk tingkat
diskonto sebesar 10,49% untuk tahun 2024 – 2026, 9,41% untuk tahun
2027 – 2056, dan 10,49% untuk tahun 2057. Nilai tersebut merupakan indikasi nilai
HKI dari hasil operasi berdasarkan metode diskonto arus kas.

Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar HKI.

Pada tanggal 31 Desember 2023, HKI memiliki aset non-operasi berupa kas dan
setara kas sebesar Rp 0,03 triliun. Dengan demikian, jumlah aset non-operasi
yang dapat ditambahkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah
sebesar Rp 0,03 triliun.




                                       81
Page 209
Selanjutnya, pada tanggal 31 Desember 2023, HKI memiliki liabilitas jangka
panjang, yaitu utang lain-lain – pihak berelasi dan utang pihak berelasi masing-
masing sebesar Rp 0,03 triliun dan Rp 1,64 triliun. Dengan demikian, jumlah
liabilitas jangka panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi nilai saham dari
hasil operasi adalah sebesar Rp 1,66 triliun.

Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang tersebut pada indikasi nilai operasi HKI dari hasil operasi, maka
berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham HKI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 3,06 triliun. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 20,00%, maka nilai pasar
100,00% saham HKI adalah sebesar Rp 2,44 triliun. Dengan demikian, nilai pasar
100,00% saham HKI berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
Rp 2,44 triliun.

Perincian perhitungan nilai pasar 100,00% saham HKI dengan menggunakan
metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:

Tabel 25
PT Hutan Ketapang Industri
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2023

                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                                    Jumlah

Indikasi nilai kini operasi                                                     4.686.966
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
  Kas dan setara kas                                                               31.991
  Utang lain-lain - pihak berelasi                                                (25.311)
  Utang pihak berelasi                                                         (1.637.475)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar              3.056.172
Diskon likuiditas pasar (20,00%)                                                 (611.234)
Nilai pasar 100,00% saham                                                       2.444.937




                                                  82
Page 210
IX.G.     Nilai Pasar 100,00% Saham HKI Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

          Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
          100,00% saham HKI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
          Rp 3,06 triliun. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 20,00%, maka nilai pasar
          100,00% saham HKI adalah sebesar Rp 2,44 triliun. Dengan demikian, nilai pasar
          100,00% saham HKI berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
          Rp 2,44 triliun.

IX.H.     Nilai Pasar 100,00% Saham HKI Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
          Pendapatan

IX.H.1.   Aset Berwujud Bersih

          Aset berwujud bersih diperoleh dengan cara menghitung selisih antara jumlah aset
          dengan jumlah liabilitas yang telah disesuaikan, kemudian ditambahkan dengan
          liabilitas jangka panjang. Pos-pos liabilitas yang tercantum di laporan posisi
          keuangan tidak disesuaikan karena kami anggap telah merefleksikan nilai
          pasarnya.

          Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar hutan
          tanaman industri dan aset tetap yang telah dinilai oleh KJPP IBR sebagaimana
          tertuang dalam laporannya No. 00167/2.0047-05/PI/01/0500/1/VI/2024 tanggal
          21 Juni 2024 sebesar Rp 3,15 triliun.




                                           83
Page 211
Apabila nilai pasar hutan tanaman industri dan aset tetap tersebut direfleksikan
dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset HKI adalah sebesar
Rp 3,21 triliun, sedangkan jumlah liabilitas HKI adalah tetap, yaitu sebesar
Rp 1,78 triliun dengan perhitungan sebagai berikut:

Tabel 26
PT Hutan Ketapang Industri
Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Desember 2023

                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                             31/12/23      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                  31.991                 -         31.991
Piutang usaha                                                          959                 -            959
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                     1.634                 -          1.634
Persediaan                                                          17.964                 -         17.964
Aset biologis                                                          325                 -            325
Pajak dibayar di muka                                                8.448                 -          8.448
Biaya dibayar di muka dan uang muka                                  2.617                 -          2.617
Jumlah Aset Lancar                                                  63.938                 -         63.938
ASET TIDAK LANCAR
Hutan tanaman industri                                           2.968.715         24.529          2.993.244
Aset tetap                                                         122.742         32.761            155.503
Aset hak guna                                                          365              -                365
Aset takberwujud                                                       786              -                786
Bibitan                                                                  -              -                  -
Aset tidak lancar lainnya                                              332              -                332
Jumlah Aset Tidak Lancar                                         3.092.940         57.290          3.150.230
JUMLAH ASET                                                      3.156.878         57.290          3.214.168
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                         64.030                 -         64.030
Utang lain-lain - pihak berelasi                                    25.311                 -         25.311
Utang pajak                                                          4.116                 -          4.116
Beban akrual                                                        10.996                 -         10.996
Liabilitas sewa yang akan jatuh tempo dalam satu tahun                  98                 -             98
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    104.551                 -        104.551
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang                                           30.000                 -          30.000
Utang pihak berelasi                                             1.637.475                 -       1.637.475
Liabilitas pajak tangguhan                                               -                 -               -
Liabilitas imbalan kerja                                            10.182                 -          10.182
Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam
  satu tahun                                                             -                 -              -
Liabilitas tidak lancar lainnya                                      2.202                 -          2.202
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 1.679.859                 -       1.679.859
JUMLAH LIABILITAS                                                1.784.409                 -       1.784.409
EKUITAS                                                          1.372.469         57.290          1.429.759
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    3.156.878         57.290          3.214.168




                                                 84
Page 212
IX.H.2.   Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih

          Tingkat pengembalian aset berwujud bersih yang digunakan dalam penilaian ini
          adalah sebesar 9,92%.

          Tabel 27
          PT Hutan Ketapang Industri
          Perhitungan Kontribusi Aset
          Per 31 Desember 2023

                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                Bobot         Bobot
                      Keterangan                  31/12/23          Utang          Ekuitas
                                                                                                Utang        Ekuitas
          Aset lancar                                  31.947          15.973          15.973      50,00%        50,00%
          Aset tidak lancar                         3.150.230       2.205.161         945.069      70,00%        30,00%
          Jumlah Aset                               3.182.177       2.221.134         961.042      69,80%        30,20%


          Tabel 28
          PT Hutan Ketapang Industri
          Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih
          Per 31 Desember 2023

                                                                              Keseluruhan
                    Keterangan              Biaya Modal           Bobot
                                                                                Biaya Modal
          Biaya modal ekuitas                       11,11%           30,20%            3,36%
          Biaya modal utang                          9,41%           69,80%            6,57%
          Jumlah                                                                       9,92%



          Dalam perhitungan biaya modal aset lancar, biaya modal untuk utang yang
          digunakan adalah suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil
          dari suku bunga kredit modal investasi bank Persero untuk bulan Desember 2023
          yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 9,41%.

IX.H.3.   Pengembalian yang Diharapkan dari Aset Berwujud Bersih

          Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih diperoleh dengan
          mengalikan tingkat pengembalian aset berwujud bersih dengan nilai aset berwujud
          bersih. Berdasarkan laporan posisi keuangan yang telah direfleksikan menjadi nilai
          pasarnya, diperoleh nilai aset berwujud bersih HKI adalah sebesar Rp 3,09 triliun.
          Dengan tingkat pengembalian aset berwujud bersih sebesar 9,92%, maka
          diperoleh pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih, yaitu sebesar
          Rp 0,31 triliun.




                                                          85
Page 213
IX.H.4.   Penyesuaian Arus Kas Bersih

          Langkah berikutnya adalah menyesuaikan proyeksi AKB untuk kapital (free cash
          flow to invested capital) HKI untuk merefleksikan kemampuannya menghasilkan
          kas dari operasi yang wajar. Berdasarkan proyeksi AKB HKI, diperoleh normalisasi
          AKB adalah sebesar Rp 1,50 triliun. Nilai ini merupakan AKB normal HKI yang
          diperoleh berdasarkan jumlah selisih antara AKB selama tahun 2024 – 2057
          berdasarkan proyeksi laporan keuangan HKI yang disusun oleh manajemen HKI
          dengan pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih, yaitu sebesar
          Rp 0,31 triliun.

IX.H.5.   Perhitungan Nilai Aset Takberwujud

          Aset takberwujud diperoleh dengan mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan
          dengan menggunakan tingkat kapitalisasi dari kelebihan pendapatan yang telah
          ditentukan di atas. Berdasarkan hasil perhitungan kami, diperoleh nilai aset
          takberwujud adalah sebesar Rp 1,50 triliun.

IX.H.6.   Nilai Pasar 100,00% Saham HKI Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
          Pendapatan

          Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, langkah selanjutnya
          adalah menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset takberwujud,
          kemudian    menambahkannya         dengan     aset   non-operasional    dan
          mengurangkannya dengan liabilitas jangka panjang.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, HKI memiliki liabilitas jangka panjang berupa
          utang lain-lain – pihak berelasi dan utang pihak berelasi masing-masing sebesar
          Rp 0,03 triliun dan Rp 1,64 triliun. Dengan demikian, jumlah liabilitas jangka
          panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi nilai pasar dari jumlah nilai aset
          berwujud bersih dan aset takberwujud adalah sebesar Rp 1,66 triliun.

          Dengan mengurangkan liabilitas jangka panjang tersebut pada indikasi nilai pasar
          HKI dari jumlah nilai aset berwujud bersih dan aset takberwujud, maka
          berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, diperoleh bahwa indikasi
          nilai pasar 100,00% saham HKI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
          Rp 2,93 triliun. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 20,00%, maka nilai pasar
          100,00% saham HKI adalah sebesar Rp 2,35 triliun. Dengan demikian, nilai pasar
          100,00% saham HKI berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
          adalah sebesar Rp 2,35 triliun.




                                           86
Page 214
Perhitungan nilai pasar 100,00% saham HKI dengan menggunakan metode
kapitalisasi kelebihan pendapatan adalah sebagai berikut:

Tabel 29
PT Hutan Ketapang Industri
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Desember 2023

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                         Keterangan                                  31/12/23       Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        31.991                  -         31.991
Piutang usaha                                                                959                  -            959
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                           1.634                  -          1.634
Persediaan                                                                17.964                  -         17.964
Pajak dibayar di muka                                                      8.448                  -          8.448
Biaya dibayar di muka dan uang muka                                        2.617                  -          2.617
Jumlah Aset Lancar                                                        63.613                  -         63.613
ASET TIDAK LANCAR
Hutan tanaman industri                                                 2.968.715          24.529          2.993.244
Aset tetap                                                               122.742          32.761            155.503
Aset hak guna                                                                365               -                365
Aset takberwujud                                                             786               -                786
Bibitan                                                                        -               -                  -
Aset tidak lancar lainnya                                                    332               -                332
Jumlah Aset Tidak Lancar                                               3.092.940          57.290          3.150.230
JUMLAH ASET                                                            3.156.553          57.290          3.213.843
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                               64.030                  -         64.030
Utang lain-lain - pihak berelasi                                          25.311                  -         25.311
Utang pajak                                                                4.116                  -          4.116
Beban akrual                                                              10.996                  -         10.996
Liabilitas sewa yang akan jatuh tempo dalam satu tahun                        98                  -             98
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                          104.551                  -        104.551
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                                                   1.637.475                  -       1.637.475
Liabilitas imbalan kerja                                                  10.182                  -          10.182
Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam
  satu tahun                                                                    -                 -                 -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                       1.647.657                  -       1.647.657
JUMLAH LIABILITAS                                                      1.752.207                  -       1.752.207
EKUITAS                                                                1.372.469          57.290          1.429.759
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          3.124.676          57.290          3.181.966

Aset berwujud bersih                                                                                      3.092.544
Tingkat pengembalian untuk aset berwujud bersih                                                               9,92%
Arus kas bersih normal                                                                                   17.269.624
Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih                                                      306.921
Aset tak berwujud                                                                                         1.504.931
Utang lain-lain - pihak berelasi                                                                            (25.311)
Utang pihak berelasi                                                                                     (1.637.475)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                        2.934.690
Diskon likuiditas pasar (20,00%)                                                                           (586.938)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                 2.347.752




                                                  87
Page 215
IX.I.   Rekonsiliasi Nilai

        Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
        yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
        pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
        masing-masing dengan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan
        30,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

        Alasan kami memberikan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan
        30,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan
        informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami gunakan
        untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang
        memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
        informasi yang digunakan pada kapitalisasi kelebihan pendapatan.

        Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
        Penilaian adalah sebesar Rp 2,42 triliun.

        Tabel 30
        PT Hutan Ketapang Industri
        Rekonsiliasi Nilai
        Per 31 Desember 2023

                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                          Metode Penilaian              Nilai Pasar     Bobot             Nilai

        Metode Diskonto Arus Kas                            2.444.937      70,00%          1.711.456
        Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan            2.347.752      30,00%            704.326
        Nilai Pasar                                                       100,00%          2.415.782



        Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
        dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
        mengenai tingkat penjualan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang
        dikembangkan pihak manajemen HKI melalui analisis atas kinerja historis dan
        pernyataan manajemen HKI mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan
        datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas asumsi-
        asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan
        tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi tersebut.
        Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan mempengaruhi perhitungan nilai
        Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan asumsi-
        asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa
        hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.

IX.J.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        31 Desember 2023 adalah sebesar Rp 2,42 triliun.




                                                   88
Page 216
PT Hutan Ketapang Industri                                                                          Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2023

                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                       Faktor               Nilai Kini
            Tahun                        Arus Kas Bersih
                                                                      Diskonto           Arus Kas Bersih
             2024                                          (80.066)             0,9514                 (76.175)
             2025                                           29.141              0,8611                  25.094
             2026                                          131.658              0,7794                 102.614
             2027                                          178.615              0,7124                 127.246
             2028                                          252.600              0,6511                 164.468
             2029                                          438.782              0,5951                 261.119
             2030                                          514.792              0,5439                 279.996
             2031                                          586.790              0,4971                 291.693
             2032                                          649.658              0,4544                 295.205
             2033                                          705.444              0,4153                 292.971
             2034                                          773.488              0,3796                 293.616
             2035                                          877.333              0,3470                 304.434
             2036                                          961.524              0,3172                 304.995
             2037                                        1.006.634              0,2899                 291.823
             2038                                        1.008.085              0,2650                 267.143
             2039                                          996.105              0,2422                 241.257
             2040                                          983.071              0,2214                 217.652
             2041                                          932.511              0,2024                 188.740
             2042                                          856.242              0,1850                 158.405
             2043                                          780.427              0,1691                 131.970
             2044                                          701.395              0,1546                 108.436
             2045                                          612.724              0,1413                  86.578
             2046                                          540.624              0,1292                  69.849
             2047                                          479.271              0,1181                  56.602
             2048                                          420.024              0,1079                  45.321
             2049                                          380.508              0,0986                  37.518
             2050                                          347.793              0,0901                  31.336
             2051                                          323.558              0,0824                  26.661
             2052                                          309.803              0,0753                  23.328
             2053                                          260.921              0,0688                  17.951
             2054                                          191.032              0,0629                  12.016
             2055                                          110.989              0,0575                   6.382
             2056                                           24.147              0,0526                   1.270
             2057                                          (16.004)             0,0476                    (762)
           Nilai sisa                                        4.500              0,0476                     214
Nilai kini arus kas bersih                                                                           4.686.966
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
  Kas dan setara kas                                                                                    31.991
  Utang lain-lain - pihak berelasi                                                                     (25.311)
  Utang pihak berelasi                                                                              (1.637.475)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                   3.056.172
Diskon likuiditas pasar (20,00%)                                                                      (611.234)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                            2.444.937




                                                             89
Page 217
PT Hutan Ketapang Industri                                                                               Lampiran B
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Desember 2023

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                         Keterangan                                  31/12/23       Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        31.991                  -         31.991
Piutang usaha                                                                959                  -            959
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                           1.634                  -          1.634
Persediaan                                                                17.964                  -         17.964
Pajak dibayar di muka                                                      8.448                  -          8.448
Biaya dibayar di muka dan uang muka                                        2.617                  -          2.617
Jumlah Aset Lancar                                                        63.613                  -         63.613
ASET TIDAK LANCAR
Hutan tanaman industri                                                 2.968.715          24.529          2.993.244
Aset tetap                                                               122.742          32.761            155.503
Aset hak guna                                                                365               -                365
Aset takberwujud                                                             786               -                786
Bibitan                                                                        -               -                  -
Aset tidak lancar lainnya                                                    332               -                332
Jumlah Aset Tidak Lancar                                               3.092.940          57.290          3.150.230
JUMLAH ASET                                                            3.156.553          57.290          3.213.843
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                               64.030                  -         64.030
Utang lain-lain - pihak berelasi                                          25.311                  -         25.311
Utang pajak                                                                4.116                  -          4.116
Beban akrual                                                              10.996                  -         10.996
Liabilitas sewa yang akan jatuh tempo dalam satu tahun                        98                  -             98
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                          104.551                  -        104.551
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                                                   1.637.475                  -       1.637.475
Liabilitas imbalan kerja                                                  10.182                  -          10.182
Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam
  satu tahun                                                                    -                 -                 -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                       1.647.657                  -       1.647.657
JUMLAH LIABILITAS                                                      1.752.207                  -       1.752.207
EKUITAS                                                                1.372.469          57.290          1.429.759
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          3.124.676          57.290          3.181.966

Aset berwujud bersih                                                                                      3.092.544
Tingkat pengembalian untuk aset berwujud bersih                                                               9,92%
Arus kas bersih normal                                                                                   17.269.624
Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih                                                      306.921
Aset tak berwujud                                                                                         1.504.931
Utang lain-lain - pihak berelasi                                                                            (25.311)
Utang pihak berelasi                                                                                     (1.637.475)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                        2.934.690
Diskon likuiditas pasar (20,00%)                                                                           (586.938)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                 2.347.752



                                                          90
Page 218
PT Hutan Ketapang Industri                                                        Lampiran C
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2023

                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                  Metode Penilaian              Nilai Pasar     Bobot             Nilai

Metode Diskonto Arus Kas                            2.444.937      70,00%          1.711.456
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan            2.347.752      30,00%            704.326
Nilai Pasar                                                       100,00%          2.415.782




                                           91

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.42 MB
Published26 Jun 2024
Pages218
Characters608,841
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 78 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Sampoerna Agro Tbk p.1 ×47
linked org PT Sungai Menang p.3 ×26
linked person Eka Dharmajanto Kasih · Komisaris Utama p.8 ×12
linked person Heri Harjanto · Direktur p.9 ×9
linked org Sampoerna Agri Resources p.11 ×2
linked person Saud Usman Nasution · Komisaris p.11 ×3
linked person Budi Setiawan Halim · Direktur Utama p.11 ×3
linked person Lim King Hui · Direktur p.11 ×3
linked person Parluhutan Sitohang · Direktur p.11 ×3
linked org PP London Sumatra Indonesia Tbk p.81 ×5
linked org Bakrie Sumatera Plantations Tbk p.81 ×5
linked org Astra Agro Lestari Tbk p.124 ×5
linked org Salim Ivomas Pratama Tbk p.124 ×5
linked org Negara Maju p.153 ×3
possible org OTORITAS JASA KEUANGAN p.1 ×5
possible org Negara Republik Indonesia p.6 ×5
possible person Dwi Asmono · Direktur p.9 ×9
possible org Bursa Efek Indonesia p.31 ×9
possible person Andi Wijaya p.117 ×2
unresolved org Aquarius Plantations Pte. Ltd p.3 ×4
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri p.3 ×26
unresolved org KJPP Kusnanto & Rekan p.3 ×4
unresolved org KJPP Kusnanto p.3 ×8
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.6 ×2
unresolved org Pengadilan Negeri Palembang p.6
unresolved person Sutjipto · Notaris p.6
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.6 ×14
unresolved person Alifia Annisaa · Notaris p.7
unresolved org PT Vata Surya Nirvana p.7 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.8 ×14
unresolved person Akta Notaris Aulia Taufani p.8 ×5
unresolved person Susunan Pemegang Saham Akta Notaris Liestiani Wang · Notaris p.8 ×34
unresolved person Akta Notaris Tina Chandra Gerung · Notaris p.10 ×4
unresolved org PT Selapan Jaya. Akta p.10 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman p.10 ×2
unresolved person Akta Notaris Sutjipto p.10 ×2
unresolved org PT Datindo Entrycom p.10
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Hubungan Afiliasi Karena p.12
unresolved — HKI. Hero Djajakusumah · Direktur p.12 ×9
unresolved — HKI. Eris Ariaman · Direktur p.12 ×6
unresolved person RB Permana Agung D. · Komisaris p.12 ×2
unresolved org KJPP KR p.14 ×55
unresolved org Menteri Keuangan p.14 ×5
unresolved — Pembat · Penilai p.14 ×3
unresolved org KJPP KR. Oleh p.15
unresolved org Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. SK. p.26 ×9
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. SK. p.26 ×7
unresolved org PSS p.30 ×21
unresolved org Bank Indonesia p.31 ×12
unresolved org Modal Kepemilikan Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd. p.36
unresolved org PT Sungai Menang Dalam Transaksi p.38
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Dalam Transaksi p.40
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik p.40 ×4
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri II. p.45
unresolved org Kementerian Koodinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia p.50
unresolved org PT Perkebunan Nusantara. III. p.81
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.91 ×2
unresolved org Plantations Pte. Ltd. p.102 ×2
unresolved org KJPP Iwan Bachron p.108 ×2
unresolved org PT Kertas Basuki Rachmat Atas Areal Hutan Produksi p.108 ×2
unresolved org PT Basuki Rachmat p.108 ×2
unresolved person H. Kondisi Pembatas p.120
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Per p.123 ×10
unresolved org Bank Sentral p.123 ×2
unresolved org Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk p.124 ×4
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Metode Diskonto Arus Kas p.125 ×2
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan p.125 ×3
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Tahun p.126 ×2
unresolved org Menteri Lingkungan p.129 ×5
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri HKI p.133 ×2
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Daftar Kepemilikan p.133 ×2
unresolved org KJPP Iwan Bachron & Rekan p.144
unresolved org PT Hextar Fertilizer Indonesia p.146
unresolved org PT Centa Brasindo Abadi Chemical Industry p.146
unresolved org PT Bintang Borneo Persada p.146
unresolved org PT Hok Tong p.146
unresolved org PT Kirana Permata. p.146
unresolved org PT Perkebunan Nusantara. II. p.147

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 12956 ms 12 Sep 2026 23:02
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'AFILIASI 4'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'AFILIASI 4',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '4'}

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result