Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Page 2
LAPORAN PUBLIC EXPOSE TAHUNAN
PT NFC INDONESIA TBK
Jakarta, 19 Juni 2024
I. Public Expose dimulai pukul 14.40 WIB
II. Public Expose dihadiri oleh antara lain :
a. Management Perseroan
No Nama Jabatan
1 Abraham Theofilus Direktur Utama
2 Stanley Tjiandra Group Head of Corporate Finance
b. Media
No Nama Media
1 Amalia Fitri Harian Kontan
2 Omakomarudinrudin Muchtar Emtennews.com
3 Nia Rana Fokal.id
c. Masyarakat
No Nama Institusi
1 Dimas Gutsa Masyarakat
2 Niko Aquino Masyarakat
3 Stefani Elisa Masyarakat
4 Ratih Rahmawati Masyarakat
5 Pradytha Velisya Masyarakat
6 Audi Akmal Masyarakat
7 Pangeran Hamonangan Masyarakat
8 Yurianti Hidayat Masyarakat
9 Valen Jessica Masyarakat
10 Septi Suryani Masyarakat
11 Wenny C Sitohang Masyarakat
12 Pangeran Hamonangan Masyarakat
13 Ayu Wulandari Masyarakat
14 Natasya J T S Masyarakat
15 Inda Ayu Susanty Masyarakat
16 Ayu Wulandari Masyarakat
17 Arrazi Nozomi Masyarakat
18 Maria Oriska Masyarakat
19 Noryavi Masyarakat
20 Susi Gereselawati Masyarakat
21 Yonathan Pratama Wijaya Masyarakat
22 Johny Gozali Masyarakat
23 Pambudi Masyarakat
24 Rianti Masyarakat
PT NFC Indonesia Tbk Gedung Mangkuluhur City Tower One Lantai 7, Suite 5 – 7 P : +6221-8062-3767
Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 1 -3
Jakarta Selatan 12930
Page 3
III. Tanya Jawab
● Pambudi Investor :
Bisa dijelaskan bagaimana Fly to Quality dapat menghasilkan kinerja keuangan dan mendapatkan
laba?
Jawaban : PT NFC Indonesia Tbk memiliki 5 segmen bisnis yaitu Digital Product Aggregator, Digital
Cloud Advertising, Content & Entertainment, Digital Wholesale, dan Clean Energy. Terdapat 2
segmen bisnis yang memiliki Gross Profit Margin terbesar yaitu Clean Energy dan Digital Cloud
Advertising. Perseroan akan fokus pada kedua segmen bisnis tersebut agar dapat menghasilkan
dampak pertumbuhan laba yang lebih besar.
● Amalia - Harian Kontan :
1. NCFX mencatat kiinerja yang bagus di kuartal I 2024, apakah di kuartal II 2024 tren kinerja ini
masih terus berlanjut? bagaimana gambarannya?
Jawaban : Di Kuartal II, kinerja Perseroan masih cukup baik, meskipun sempat mengalami
kontraksi di bulan Ramadhan. Perseroan juga tetap mengharapkan segi profit, terutama EBITDA,
masih bertumbuh dengan cukup kuat. Perseroan masih optimis untuk laba operasi dan EBITDA tetap
bisa tumbuh double digit di kuartal II.
2. Lalu tahun ini sediakan capex berapa dan akan digunakan untuk apa saja?
Jawaban : Pada tahun 2024, Perseroan menganggarkan CAPEX sebesar Rp146 miliyar. Sampai
dengan Kuartal I, kami telah mengeluarkan capex sekitar Rp6 miliar. Perseroan menyiapkan
anggaran paling besar untuk segmen Clean Energy yaitu 60% dan untuk segmen bisnis Digital Cloud
Advertising sebesar 40%. Pada segmen bisnis Clean Energy, Perseroan akan mengalokasikan
anggaran capex terutama untuk penambahan titik Stasiun Ganti Baterai (SGB) yang ditargetkan
dapat mencapai 458 Stasiun Ganti Baterai (SGB) pada akhir tahun 2024. Pada segmen bisnis Digital
Cloud Advertising, kami akan mengalokasikan anggaran capex terutama untuk penambahan layar-
layar digital. Terutama untuk layanan Infrastructure-as-a-Service (IAAS). Perseroan menargetkan
jumlah layar periklanan digital menjadi 31 ribu layar pada akhir tahun 2024.
3. Hingga kini, realisasi capex sudah berapa persen?
Jawaban : -
4. tahun ini, NFCX targetkan pertumbuhan laba dan pendapatan berapa persen?
Jawaban : Untuk target dan pendapatan, kami optimis bahwa laba inti Perseroan dapat
bertumbuh double digit.
● Johny Gozali :
1. Investasi apa yang menjadi penyebab kerugian di kuartal 1 2024 dan apa rencana perseroan ke
depan atas investasi tersebut?
Jawaban : Penyebab kerugian investasi terbesar Perseroan yaitu pada PT Telefast Indonesia Tbk
yang merupakan perusahaan afiliasi dari MCAS Group. Tujuan utama Perseroan melakukan investasi
pada Telefast yaitu Perseroan mengharapkan adanya sinergi jaringan di segmen tradisional karena
segmen tersebut merupakan salah satu segmen bisnis yang cukup kuat yang dimiliki oleh PT Telefast
Indonesia Tbk, terutama pada sektor UMKM. Telefast juga mengembangkan platform logistik mikro
yang diharapkan dapat membantu segmen bisnis Digital Wholesale pada Perseroan. Sehingga,
investasi tersebut dilakukan tidak hanya melihat dari segi Capital Gain, namun juga melihat dari segi
commercial untuk memperkuat Supply Chain sehingga Perseroan dapat menjadi One Stop Solution
Company terutama di bidang Consumer Engagement.
PT NFC Indonesia Tbk Gedung Mangkuluhur City Tower One Lantai 7, Suite 5 – 7 P : +6221-8062-3767
Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 1 -3
Jakarta Selatan 12930
Page 4
2. Pendapatan digital product aggregator kontribusinya mencapai 95% dari total pendapatan.
Apakah bisnis utama perseroan adalah jual-beli pulsa telepon?
Jawaban : Betul, bahwa Digital Product Aggregator menjual pulsa telepon namun juga terdapat
produk digital lainnya yang banyak diminati seperti pulsa PLN, Voucher Game, dan PPOB. Pada saat
Covid-19 melanda Indonesia, penjualan Voucher Game memiliki penjualan yang cukup besar, selain
pulsa telepon. Walaupun kontribusi Digital Product Aggregator mencapai 95% terhadap total
Revenue, tetapi kontribusi terhadap gross profit hanya 30% - 40%,. Artinya, lebih dari 60%
pendapatan Perseroan sudah didapatkan dari pendapatan non-pulsa. Ini sesuai dengan komitmen
Perseroan ketika IPO. Perseroan berawal dari bisnis pulsa. Namun ke depan, akan mengembangkan
berbagai bisnis yang tidak hanya mengandalkan pulsa tetapi berbagai solusi digital lainnya yang
non-telco. Sebagai ilustrasi, Pada awal IPO kontribusi bisnis non-pulsa terhadap Gross Profit di bawah
10%. Sekarang, sudah mencapai lebih dari 60% kontribusinya terhadap Gross Profit Perseroan.
IV. Public Expose ditutup pukul 14.35 WIB
V. Dokumentasi Public Expose PT NFC Indonesia Tbk. 2022
PT NFC Indonesia Tbk Gedung Mangkuluhur City Tower One Lantai 7, Suite 5 – 7 P : +6221-8062-3767
Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 1 -3
Jakarta Selatan 12930
Names mentioned 30 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
—
Amalia Fitri
p.2
unresolved
—
Omakomarudinrudin Muchtar
p.2
unresolved
—
Nia Rana
p.2
unresolved
—
Dimas Gutsa
p.2
unresolved
—
Niko Aquino
p.2
unresolved
—
Stefani Elisa
p.2
unresolved
—
Ratih Rahmawati
p.2
unresolved
—
Pradytha Velisya
p.2
unresolved
—
Audi Akmal
p.2
unresolved
—
Pangeran Hamonangan
p.2 ×2
unresolved
—
Yurianti Hidayat
p.2
unresolved
—
Valen Jessica
p.2
unresolved
—
Septi Suryani
p.2
unresolved
—
Wenny C Sitohang
p.2
unresolved
—
Ayu Wulandari
p.2 ×2
unresolved
—
Natasya J T S
p.2
unresolved
—
Inda Ayu Susanty
p.2
unresolved
—
Arrazi Nozomi
p.2
unresolved
—
Maria Oriska
p.2
unresolved
—
Noryavi
p.2
unresolved
—
Susi Gereselawati
p.2
unresolved
—
Yonathan Pratama Wijaya
p.2
unresolved
—
Johny Gozali
p.2
unresolved
—
Pambudi
p.2
unresolved
—
Rianti
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.