Skip to content
Back to announcement

20240624_BBRM_Public Expose_31674349_lamp2.pdf

Other Text extracted BBRM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1
                        RESUME HASIL PAPARAN PUBLIK TAHUNAN
                PT PELAYARAN NASIONAL BINA BUANA RAYA Tbk (“Perseroan”)

Diselenggarakan pada:
Hari / Tanggal : Kamis, 20 Juni 2024
Tempat         : Zoom Online
Pukul          : 14.30 WIB - selesai.

Dihadiri oleh:
Direktur Utama      : Na’im Machzyumi
Direktur            : Lie Ly
Corporate Secretary : Susanti Novita

Dan para wartawan serta investor yang seluruhnya berjumlah 16 (enam belas) orang (Daftar Hadir
wartawan terlampir).

Public expose dilaksanakan pada pukul 14:30 WIB sampai dengan selesai dan dibuka oleh Direktur
Utama Bapak Na’im Machzyumi, dengan materi sebagai berikut :

    a.   Profil Perseroan, Susunan Manajemen dan Segmen Usaha.
    b.   Kinerja Perusahaan, Laporan Laba Rugi dan Posisi Keuangan di tahun 2023.
    c.   Prospek Industri di tahun 2024.
    d.   Upaya Management di tahun 2024.

Setelah seluruh materi paparan publik telah selesai dipresentasikan, maka Manajemen Perseroan
memberikan kesempatan kepada para wartawan untuk mengajukan pertanyaan.

Adapun pertanyaan yang diajukan dan juga respon jawaban dari manajemen adalah sebagai berikut :



Saudara Bari (Neraca):

Laba BBRM naiknya cukup pesat. Apa yang menjadi dasar kenaikan laba tersebut? Tahun ini, Capex
BBRM berapa ya? Hingga kini, sudah berapa dana capex yang digunakan dan untuk keperluan apa?

Peningkatan pendapatan dikarenakan adanya kenaikan tarif sewa kapal/ Daily Charter Rate pada
segmen OSV. Sebelumnya 1 Horse Power(HP) hanya USD1 dollar atau 80cent sekarang naik menjadi USD
1 dollar 20cent. Capex tahun ini, Persoran akan membeli 1 kapal Self Propelled Barge (SPB) yang saat ini
masih dalam proses Pembuatan(Building), diperkirakan akan selesai pada bulan Juli sehingga akan
menghasilkan pendapatan pada akhir Q3 atau awal Q4 tahun ini. Pada segmen OSV, kami sedang
mencari dan mempelajari beberapa kapal OSV, beberapa dari Cina dan beberapa dari Indonesia. Jadi
sebenarnya kami akan berinvestasi pada OSV, namun karena OSV merupakan investasi yang sangat
Page 2
besar, maka kami memerlukan dukungan Bank juga, untuk melakukan pembelian. Jika kami
menemukan kapal OSV yang tersedia, kami akan mempertimbangkan untuk membelinya. Untuk pasar
minyak dan gas bumi saat ini di Indonesia seperti yang kita semua ketahui, akan banyak proyek yang
akan datang pada tahun depan, jadi sebenarnya kami juga sedang mempersiapkan hal itu. Saat ini kami
juga melakukan survey untuk beberapa kapal OSV yang bisa jadi di tahun depan, yang saat ini telah
dibangun setengah jadi.

Saudara Setiansyah (Ritel Investor):

   1. Berapa selisih rates untuk proyek wind farm dengan proyek offshore oil & gas ?
      Untuk selisih proyek windfarm dan OSV, pada waktu yg lalu terdapat selisih yang sangat besar,
      namun sekarang kita melihat bahwa proyek Oil dan Gas juga ikut mengalami kenaikan, jadi
      sebenarnya saat ini selisihnya tidak begitu besar dikarenakan harga sewa yang sudah
      meningkat.

   2. Bagaimana keadaan status kontrak kapal dan apa ada info kontrak yang sudah diamankan ?
      Kontrak OSV yang dimiliki Perseroan, ada 2 kapal Perseroan yang di kontrak di Indonesia sampai
      tahun ini dan saat ini kapal Perseroan sudah disewa penuh. Ada beberapa dari Pelanggan yang
      meminta lebih banyak kapal tetapi Perseroan tidak dapat memberikannya dikarenakan
      Perseroan tidak mempunyai armada yang cukup.

   3. Apakah ada potensi perusahaan untuk melakukan kuasi reorganisasi untuk kedepannya?
      Perusahaan belum berencana untuk melakukan kuasi reorganisasi di sebabkan karena
      Perseroan masih merencanakan pengembangkan Perusahaan dengan menambah kapal, jadi
      Perusahaan masih membutuhkan dana untuk menambah kapal dan memperbesar Perusahaan.

   4. Jika perusahaan menilai penambahan kapal merupakan suatu peluang yang bagus, maka dengan
      jumlah cash sekarang, jenis pembiayaan apa yg perusahaan lakukan untuk membeli kapal lagi?
      Perusahaan akan melakukan pembiayaan melalui hutang bank.

Saudara Sukris (International Media):

Boleh dijelaskan lebih rinci mengenai rencana penambahan kapal di tahun 2024 sebagai langkah upaya
peluang bisnis di tahun 2024.

Untuk menangkap peluang khususnya di Batu Bara, saat ini Perseroan sedang membangun kapal SPB
yang diperkirakan pada bulan Juli/agustus sudah dapat dioperasikan dengan kapasitas 12.000 ton dan
bahwa pendapatan terbesar selama ini didominasi oleh penyewaan kapal offshore sehingga dengan
perkembangan minyak dunia selama ini positif, Perseroan juga akan melakukan penambahan secara
bertahap untuk kapal jenis Offshore khususnya di AHTS.
Page 3
Saudara Dheeraj (Privat Investor):

   1. Berdasarkan kesepakatan, apakah penyerahan kapal SPB telah dijadwalkan pada akhir tahun
      2024 ? Jika tertunda, harap sampaikan penyebab penundaan ini.
      Ya, ada penundaan dari pihak Shipyard tetapi kita sudah membicarakannya ke Shipyard dan
      pengiriman mungkin akan dilakukan pada bulan Juli atau Agustus.

   2. Akhir-akhir ini di industri migas dan OSV banyak sekali yang melakukan merger atau
      mengakuisisi rivalnya, apakah BBR punya rencana untuk melakukan keduanya ?
      Ya, saat ini kami belum memiliki rencana untuk itu, namun kami berencana untuk bekerja sama
      dengan Perusahaan lain untuk memiliki lebih banyak kapal, jika ada kemungkinan untuk itu.

Saudara Firmansyah Yakub (Media):

   1. Dengan kondisi cash BBRM sekarang, Bagaimana untuk rencana investasi BBRM untuk
      kedepannya ? Apakah ada potensi penambahan armada baru khususnya untuk armada lepas
      pantai ?
      Ya, seperti yang dapat dilihat bahwa Perseroan memiliki arus kas yang baik. Dan saat ini,
      pinjaman ke Marcopolo atas kapal-kapal yg perseroan miliki sebelumnya sudah terbayar.

   2. Jika iya bagaimana kah untuk skema pembiayaannya ? Apakah akan melalui RI/Private
      Placement/ Hutang ?
      Seperti yang kita ketahui, investasi pada armada penunjang lepas pantai merupakan investasi
      yang besar, jadi kami memerlukan pinjaman dari Bank jika kami memiliki kapal yang ingin dibeli,
      sehingga perlu mendapatkan pinjaman Bank tersebut.

Saudara Dheeraj (Privat Investor):

   1. Terkait dengan pinjaman melalui Bank. Setau saya pada industri ini, Bank masih belum
      sepenuhnya percaya dengan adanya posisi tahun 2015, dimana banyak Perusahaan yang tidak
      dapat membayarkan kembali untuk pinjaman tersebut. Jadi jika ada rencana untuk menambah
      armada atau membangun armada baru, apakah Bank sudah siap untuk mensupport pembelian
      armada baru ?
      Bank telah menjelaskan, saat ini di Indonesia ada banyak hal positif di Industry kelautan saat ini,
      dan bank telah melihatnya. Saya berbicara dengan mereka dan berkata bahwa belum siap untuk
      OSV tetapi mereka tahu pasar itu akan datang. Jadi sebenarnya mereka perlahan-lahan berubah
      pikiran. Karena banyaknya penawaran dan project yang datang, maka mereka(bank) secara
      perlahan melihat sector tersebut.

   2. Saat ini harga kapal sudah tinggi, biaya pembangunan kapal juga sangat tinggi, dan saya pikir ini
      berkaitan dengan mesin kapal, dimana orang mulai meragukan apakah masih dapat
      menggunakan Petrol seperti vesel2 yang dahulu, ataukah sudah beralih ke hybrid, gas atau
Page 4
       sudah sepenuhnya menggunakan listrik. Jadi terkait hal ini, Bank akan lebih hati-hati untuk
       memberikan pinjaman yg tergantung pada pembelian jenis kapalnya sebab periode pembayaran
       armada baru dperkirakan untuk 5 tahun atau 7 tahun. Melihat peluang ini, apa rencana BBR
       untuk memanfaatkan situasi pasar saat ini ?
       Ya, biaya pembangunan kapal maupun pembuatan kapal sangat tinggi, karena itu kami melihat
       cash flow kami, berapa harga charter rate yang bisa kita dapat, berapa return yang kita dapat.
       Kami tidak mencari kapal yang baru dibangun, kami telah melihat kapal yang baru dibangun
       yang di buat tahun 2015 dan mereka memberikan harga yang bagus. Jadi kami melihat kapal
       yang seperti itu yang baru dibangun sebelumnya dibandingkan dengan kapal yang baru dibuat.
       dan sekarang mereka melengkapi kapal yang sudah dibuat dengan perlengkapan yang sudah
       mereka beli sebelumnya. Jadi ini lebih baik dari pada yang ada di pasar.

   3. Berapa banyak vessel yang sudah kamu lihat yang dibangun tahun 2015 tetapi belum selesai ?
      Ada 1 vessel di Marcopolo Shipyard, mereka sudah membuat setengah jadi kapal dan kami mau
      menyelesaikannya, itu salah satu opsi yang kami punya dan kami juga melihat yang lain.
      Tergantung pada harga kapal tersebut dan pembiayaan bank dan berapa pembiayaan yang
      akan kami dapat , kami akan melihat seminggu atau dua minggu ke depan, karena kami
      mempertimbangkan apakah membeli barang second hand tersebut atau pembeli lain yang akan
      membeli barang tersebut.

   4. Kapal yang akan dibeli sebagian besar apakah AHTS atau PSV ?
      Sebagian besar adalah AHTS.

   5. Tadi dibicarakan bahwa Perseroan mungkin bisa/dapat melakukan join dengan perusahaan lain
      untuk memiliki vessel, Perusahaan lain tersebut memiliki berapa kapal/berapa kapal yang
      mereka punya, dan dari negara mana berasal ?
      Ini baru tahap awal, kita memiliki opsi tersebut. kita melihat ada beberapa perusahaan untuk
      pasar indonesia karena mereka sudah familiar dengan pasar indonesia.

Saudara -Iphone Safari- :

Soal menyelesaikan program restrukturasi hutang Bank. Nilai utang nya berapa ?

Saat ini Perseroan sudah tidak ada restrukturasi hutang Bank. Perseroan terakhir kali melakukannya
pada tahun 2020 dan hingga saat ini Perusahaan tidak mempunyai hutang bank dan tidak melakukan
restrukturisasi hutang bank.
Page 5
Saudara Iqbal (Suara Merdeka) :

Sejauh ini kalau tidak salah ada belasan pelanggan yang bekerja sama dengan Perseroan, apakah ada
target ingin menggaet pelanggan baru pada tahun 2024 ? Seperti Apa ?

Ya, saat ini kita sudah mendapat / bekerja di beberapa pasar diluar negeri seperti di Malaysia dan ada
beberapa klien OSV baru yang akan didapatkan di Thailand. Jadi ya, saya pikir untuk sekarang pasarnya
ada disana.

Saudara Dheeraj (Privat Investor):

Apakah harga charter rate di Indonesia sudah mulai meningkat ? Karena jika dibandingkan dengan yang
diluar negeri sudah jauh lebih tinggi sedangkan di Indonesia masih butuh waktu lebih lama drpd di luar
negeri dikarenakan adanya proses tender.

Ya, harga sewa yang telah kita dapatkan di Indonesia pada 3 quarter ini sudah cukup competitif jika
dibandingkan dengan harga sewa diluar negeri. Dan saya pikir sewa kita cukup baik saat ini dan sudah
meningkat jika dibandingkan dengan yang sebelumnya.

Jadi secara keseluruhan Perseroan untuk OSV segment sudah mendapatkan kontrak jangka panjang di
Indonesia dengan harga yang sudah masuk akal?

Ya, harga sewa sudah meningkat.

Apakah dengan client atau dengan pertamina juga ?

Saya rasa untuk beberapa client mereka harus menaikkan tarif sewa nya.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.27 MB
Published24 Jun 2024
Pages5
Characters10,966
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

unresolved person Susanti Novita · Corporate Secretary p.1
unresolved person Na’im Machzyumi p.1
unresolved person Bari p.1
unresolved person Setiansyah p.2
unresolved person Sukris p.2
unresolved person Dheeraj p.3 ×3
unresolved person Firmansyah Yakub p.3
unresolved person Iqbal p.5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result