Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
LAPORAN PELAKSANAAN PAPARAN PUBLIK
PT CIPUTRA DEVELOPMENT TBK (PERSEROAN)
I. Pelaksanaan
Paparan publik telah dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Rabu, 19 Juni 2024
Waktu : Pk. 14.00 – 15.00 WIB
Teknis pelaksanaan : Hybrid (Offline dan Virtual)
Tempat / Media : Ciputra Artpreneur Gallery (Offline)
Lotte Shopping Avenue Level 11
Ciputra World 1 Jakarta
Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 3-5, Karet Kuningan, Jakarta 12940
: Aplikasi Zoom (Virtual)
Manajemen yang hadir : 1. Candra Ciputra - Direktur Utama
2. Budiarsa Sastrawinata - Direktur
3. Harun Hajadi - Direktur
4. Agussurja Widjaja – Direktur
5. Artadinata Djangkar – Direktur
6. Nanik J. Santoso - Direktur
7. Tulus Santoso - Direktur/Sekretaris Korporasi
II. Daftar Hadir Peserta
Terlampir
III. Materi Presentasi
Terlampir
IV. Pertanyaan dan Jawaban
Nama: Nitya - Kontan
Pertanyaan:
1. Berapa land bank Perseroan saat ini? Apakah Perseroan memiliki rencana untuk
mengembangkan kawasan industri? Mengenai IKN, bagaimana progres pembangunan
Perseroan, apakah ada rencana pengembangan lain selain hunian ASN dan berapa nilai
investasinya?
2. Terkait PPN DTP, bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja presales Perseroan dan
bagaimana rencana Perseroan setelah insentif PPN DTP ini berakhir?
3. Berapa realisasi capex sampai saat ini dibandingkan dengan anggarannya?
Jawaban:
1. Land bank Perseroan terdiri dari land bank yang dimiliki langsung oleh Perseroan (directly
owned) sekitar 2.000 ha dan land bank untuk pengembangan proyek kerjasama operasi
(KSO) sekitar 4.250 ha, dimana land bank KSO ini tidak dimiliki Perseroan, melainkan oleh
mitra KSO. Perseroan mempertahankan kecukupan land bank dengan cara
membebaskan lahan seluas lahan yang terjual.
Page 2
2. Di tahun 2023 insentif PPN DTP mulai diberlakukan pada bulan November. Perseroan mencatat presales dengan insentif PPN DTP pada tahun 2023 sebesar Rp769miliar, sementara selama kuartal 1 tahun 2024 ini tercatat sebesar Rp1,1triliun dari total presales sebesar Rp3.3triliun. Dengan demikian kontribusi PPN DTP properti terhadap presales Perseroan pada kuartal 1 tahun 2024 ini adalah sekitar 30%. 3. Selama kuartal pertama, Perseroan telah merealisasikan capex sekitar Rp700miliar dari target setahun sekitar Rp2triliun. Nama: Yanita Patriella – Bisnis Indonesia Pertanyaan: 1. Presales Perseroan di kuartal 1 tahun ini tercatat sebesar Rp3.3triliun, turun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp3.4triliun. Apa penyebabnya, padahal di tahun ini ada insentif PPN DTP 100%? Bagaimana pengaruh insentif PPN DTP terhadap penjualan apartemen Perseroan? 2. Sekitar 50% dari presales Perseroan berasal dari produk hunian dengan harga per unit berkisar antara Rp2-5miliar, apa penyebabnya dan bagaimana Perseroan melihat hal ini, apakah Perseroan akan fokus di produk ini? 3. Bagaimana strategi Perseroan mempertahankan kinerja sehubungan dengan pelemahan nilai tukar Rupiah saat ini? Bagaimana Perseroan melihat prospek industri properti tahun ini? 4. Apa yang menyebabkan tingkat okupansi kantor sewa turun 17% di kuartal 1 tahun ini? 5. Perseroan telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam pengembangan IKN sejak bulan September 2022, namun mengapa sampai saat ini Perseroan belum memulai pengembangannya? 6. Bagaimana perkembangan rencana Perseroan terkait pengembangan proyek di Walini? 7. Terkait proyek baru Perseroan di Gresik yang akan di-launch tahun ini, berapakah capex untuk proyek tersebut dan berapa target presalesnya? Jawaban: 1. Terkait pengaruh insentif PPN DTP terhadap penjualan apartemen, data selama 6 bulan terakhir (sejak mulai diberlakukan PPN DTP) menunjukkan angka penjualan apartemen di Jakarta sekitar Rp80miliar, dimana untuk market apartemen yang belum pulih, angka ini dinilai sudah cukup tinggi. Dengan demikian PPN DTP cukup membantu penjualan apartemen. 2. Pandemi COVID-19 mempengaruhi daya beli masyarakat menengah bawah sehingga terjadi pelemahan demand atas rumah-rumah di bawah Rp1miliar dan saat ini produk yang lebih diminati adalah produk residensial dengan harga di atas Rp1miliar, terutama Rp2-5miliar. Namun demikian Perseroan tidak dapat secara langsung mengalihkan (switch) semua produk residensialnya ke harga Rp2-5miliar, mengingat masing-masing lokasi geografis memiliki market tersendiri. Oleh karena itu Perseroan akan tetap fokus pada diversifikasi produk pada berbagai segmentasi harga sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar sekaligus menciptakan pertumbuhan.
Page 3
3. Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS dalam beberapa bulan terakhir yang
terutama dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas seperti batu bara, nikel dan CPO
dapat memicu inflasi dan menurunkan daya beli. Terkait nilai tukar Rupiah ini, Perseroan
telah sangat prudent dalam pengelolaan pinjaman dengan menerbitkan Medium Term
Notes (MTN/wesel bayar) dalam Dolar Singapura dan melakukan hedge (lindung nilai)
atas MTN tersebut. Perseroan juga memelihara kecukupan likuiditas dan mencatat net
cash position. Aktivitas operasional Perseroan juga dilakukan dalam mata uang Rupiah.
Dengan demikian Perseroan telah menerapkan kebijakan yang benar sehingga dapat
mempertahankan kinerjanya.
4. Penurunan tingkat okupansi pada kantor sewa Perseroan adalah sebagai berikut:
• DBS Bank Tower (Ciputra World 1), turun dari 88% menjadi 83%
• Tokopedia Tower (Ciputra World 2), turun dari 77% menjadi 53%
• Tokopedia Care Tower (Ciputra International), turun dari 99% menjadi 53%,
sehubungan dengan dilakukannya pemindahan fasilitas untuk support atau service
oleh Tokopedia Care ke Jawa Tengah yang biayanya lebih murah.
Dengan demikian mengakibatkan penurunan rata-rata tingkat okupansi yang tinggi, yaitu
sebesar 17% (year-on-year/YoY) pada periode 3 bulan tahun ini.
Khusus untuk Tokopedia Care Tower, sebetulnya dalam masterplan Perseroan
merupakan kantor strata title untuk dijual yang sementara ini disewakan, sehingga
dikelompokkan juga sebagai kantor sewa. Hal ini perlu juga dipahami terkait dengan
penurunan tingkat okupansi kantor sewa.
Sebagai informasi, market kantor sewa untuk premium leased office di CBD area
sebetulnya sudah mulai menunjukkan perbaikan (net demand) sejak kuartal keempat
tahun 2022, namun tingkat okupansi hanya sebesar 70% sehingga rate sewa tidak dapat
dinaikkan atau bahkan menurun di kuartal 1 tahun 2024 ini. Sementara untuk leased office
di non-CBD area (seperti Tokopedia Care Tower), net demand baru terjadi pada kuartal 1
tahun ini, dengan tingkat okupansi sebesar 70%.
5. Perseroan memang cukup awal dalam mengajukan untuk melakukan pengembangan di
IKN, yaitu pengembangan terintegrasi dengan konsep Meeting, Incentive, Conference and
Exhibition (MICE) dengan lokasi yang berada di luar Kawasan Pusat Pemerintahan yang
sekarang sedang dikembangkan. Dengan demikian Perseroan memang belum dapat
memulai pengembangan dan masih menunggu rencana keseluruhan Pemerintah.
Terkait dengan pengembangan hunian Aparatur Sipil Negara (ASN), Perseroan telah
mengajukan proposal feasibility study (FS) dengan skema Kerjasama Pemerintah dan
Badan Usaha (KPBU) kepada Otorita IKN pada bulan Maret 2024. Perseroan juga telah
mengajukan desain arsitektur dan master plan dan saat ini tengah menunggu jadwal untuk
proses kurasi oleh Otorita IKN sebelum dilakukan revisi FS dan penetapan sebagai
pemrakarsa. Persiapan dan ground breaking rencananya akan dilaksanakan akhir tahun
ini. Melihat masih banyaknya proses yang harus dijalankan, Perseroan menilai proses
ground breaking kemungkinan belum dapat dilakukan pada akhir tahun ini.
6. Perseroan belum dapat memberikan informasi terkait proyek di Walini mengingat masih
dalam tahap awal sekali.
Page 4
7. CitraLand Gresik Kota yang memiliki lokasi strategis di tengah kota Gresik dan dekat dengan exit tol, merupakan proyek kerjasama operasi, dimana Perseroan tidak membebaskan tanah terlebih dulu dan hanya perlu membangun infrastruktur dasar sebelum me-launch proyeknya. Saat ini sedang dilakukan pembangunan infrastruktur dengan kebutuhan capex sekitar Rp50-100miliar. Launching direncanakan pada tahun ini dengan target presales sebesar Rp250miliar. Nama: Hilda Alexander - Kompas.com Pertanyaan: 1. Apakah Perseroan memiliki proyek properti dengan komponen bahan baku impor? 2. Bagaimana strategi Perseroan menyiasati kenaikan harga jual terkait dengan melemahnya nilai tukar Rupiah yang berimbas pada kenaikan harga komponen bahan baku impor? 3. Perseroan merupakan satu dari beberapa emiten properti dengan ESG risk rating rendah, namun bukan yang terendah. Bagaimana strategi Perseroan agar menjadi nomor 1 di industri properti dan bagaimana Perseroan akan memanfaatkan ESG risk rating ini terkait mendapatkan pendanaan untuk pengembangan proyek baru? 4. Apakah Perseroan memiliki rencana untuk mengajukan proyek perumahan terpadu menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana yang dilakukan oleh perusahaan properti lainnya? Jawaban: 1. Untuk proyek perumahan, penggunaan komponen bahan baku impor tidak terlalu besar, namun demikian Perseroan tetap mengamati pergerakan harga untuk komponen yang mengandung besi dan metal yang mengikuti pergerakan Dolar AS. 2. Perseroan memberikan down payment (DP) kepada supplier atas rumah-rumah yang sudah terjual dalam rangka me-lock harga bahan baku. Selain itu Perseroan melakukan hedge atas pinjaman dalam mata uang asing untuk meminimalisir risiko. Sebetulnya yang perlu diwaspadai adalah pengembangan proyek high-rise, namun sejauh ini jumlah proyek high-rise Perseroan juga tidak banyak. 3. Index ESG, khususnya di bidang properti merupakan hal yang baru, sehingga Perseroan juga masih dalam tahap learning process untuk memenuhi standar ESG. Seperti yang diketahui, untuk industri properti hanya ada 2 atau 3 perusahaan yang memenuhi kriteria Index ESG dan Perseroan merupakan satu diantaranya, jadi sebetulnya Perseroan sudah menjadi leader di sektor properti. Namun demikian Perseroan akan terus berusaha untuk memenuhi standar-standar ESG. Terkait pendanaan, saat ini belum belum banyak tersedia pendanaan yang berbasis green, namun kedepannya seiring dengan semakin pentingnya ESG, Perseroan mungkin juga akan memanfaatkannya, terutama bila menciptakan benefit bagi Perseroan. 4. Proyek Strategis Nasional (PSN) merupakan peluang usaha yang perlu dimanfaatkan oleh Perseroan, namun saat ini Perseroan lebih berkonsentrasi di proyek-proyek kerjasama operasi dengan pemilik tanah sebagai partner bisnis, sehingga belum ada rencana terkait PSN. Perseroan terbuka akan mempertimbangkan bila benefitnya cukup besar.
Page 5
Nama: Rizky Yunanda – HB Capital Pertanyaan: Bagaimana rencana penambahan jumlah rumah sakit Perseroan dalam 3 tahun kedepan dan akan dibangun di mana? Jawaban: Saat ini Perseroan sedang menyelesaikan pembangunan rumah sakit (hospital) keempat di Surabaya yang direncanakan akan mulai beroperasi pada bulan Agustus. Hospital ini akan menjadi yang paling bagus di Surabaya dengan layanan keunggulan (Center of Excellence) pada cancer center. Kedepannya Perseroan berencana akan mengembangkan beberapa hospital lagi, namun saat ini belum dapat diinformasikan lokasinya. Hospital merupakan salah satu lini bisnis yang akan dikembangkan Perseroan, disamping mal dan hotel. Nama: Eki – Property & Bank Pertanyaan: 1. Bagaimana kinerja pusat belanja (mal) Perseroan saat ini? Laporan salah satu konsultan properti menyebutkan bahwa secara umum kinerja mal meningkat seiring dengan penerapan tren atau konsep baru. Bagaimana Perseroan menyikapi hal tersebut? 2. Hotel juga secara umum mengalami peningkatan kinerja. Bagaimana strategi Perseroan terkait pengembangan hotel? Jawaban: 1. Saat ini tingkat okupansi rata-rata mal Perseroan tercatat sekitar 89%, dengan kinerja yang berbeda untuk masing-masing mal. Mal Ciputra Jakarta mencatat tingkat okupansi mendekati 90% dengan rate sewa yang turun dibandingkan dengan pre-COVID. Sementara untuk Mal Ciputra Semarang, selain tingkat okupansinya yang di atas 96%, rate sewa juga sudah kembali bahkan sedikit melebihi rate pre-COVID. Mengenai tingkat kunjungan (foot traffic), secara umum untuk mal Perseroan seluruhnya belum mencapai level pre-COVID atau belum pulih. Terkait strategi pengembangan mal, karena Mal Ciputra Jakarta dan Semarang sudah memiliki captive market menengah yang kuat, Perseroan akan tetap konsisten mempertahankan di market tersebut, dengan pergeseran pada tenant mix seiring dengan perubahan lifestyle yang menjadi tren seperti di mal-mal lainnya. 2. Diantara recurring income property Perseroan – mal, kantor dan hotel, kinerja hotel yang paling cepat pulih dibandingkan dengan lainnya dan seluruh hotel Perseroan sudah mencapai level pre-COVID. Raffles Hotel, misalnya, telah mencatat pendapatan maupun Gross Operating Profit (GOP) yang sudah melebihi pre-COVID, dimana room revenue tercatat kurang lebih sama dengan pre-COVID, namun revenue dari banquet yaitu meeting dan wedding telah meningkat dibandingkan pre-COVID. Seluruh hotel budget Perseroan yang berjumlah 5 hotel selama kuartal 1 2024 ini juga sudah melebihi pre- COVID. Jadi secara umum kinerja luxury hotel dan budget hotel Perseroan sudah melebihi pre-COVID sementara hotel bintang 4 dan 5 masih relatif sama dengan pre-COVID, namun semua ini belum tentu merefleksikan kondisi pasar hotel pada umumnya.
Page 6
Nama: Rizki – Emitennews.com Pertanyaan: Disebutkan di awal tahun bahwa target pendapatan Perseroan tahun 2024 adalah sekitar Rp11triliun dengan target pertumbuhan laba bersih sekitar 5%. Berapakah pencapaiannya sampai saat ini atau per Mei 2024? Apakah ada rencana Perseroan untuk merevisi target mengingat kondisi market saat ini masih kurang stabil dan di awal tahun ada gejolak politik? Jawaban: Pada kuartal 1 tahun 2024 Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2,3triliun dengan pencapaian kurang dari 25% bila dibandingkan dengan targetnya sebesar Rp11triliun. Hal ini biasa terjadi dan merupakan business cycle di industri properti, dimana pengakuan pendapatan pada umumnya dicatat pada semester kedua atau di kuartal terakhir sesuai dengan serah terima kepada konsumen. Namun bila dilihat pertumbuhannya secara YoY, pendapatan masih tumbuh sekitar 8,7%, sementara laba bersih yang tercatat sebesar Rp483miliar juga masih tumbuh 17% YoY. Dengan demikian Perseroan optimis dapat mencapai target yang ditetapkan untuk full year 2024. Nama: Edo Rusyanto – Investor Daily Pertanyaan: Bagaimana Perseroan memandang prospek bisnis properti tahun 2025 seiring dengan terbentuknya pemerintahan baru? Jawaban: Prospek bisnis properti di tahun 2025 diharapkan lebih bagus dengan penurunan pada tingkat suku bunga The Fed sehingga nilai Rupiah tidak terlalu tertekan lagi dan dengan demikian Indonesia akan berada di posisi yang lebih baik. Perseroan juga berharap agar Pemerintah tetap memberikan support kepada industri properti.
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.