Back to announcement
20260520_WMPP_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32093008_lamp1.pdf
Other Text extracted WMPPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
Nomor : 042.21/B/SKet/WMP-CS/V/2026 Jakarta, 20 Mei 2026
Lampiran : 1 (Satu) set
Kepada Yth
Vera Florida
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 lantai 6,
Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53 Jakarta Selatan 12190, Indonesia
Perihal : Jawaban atas Permintaan Penjelasan Bursa
Dengan Hormat,
Menindaklanjuti surat dari Bursa Efek Indonesia No. S-05602/BEI.PP1/5-2026 yang diterima Perseroan
pada tanggal 20 Mei 2026, bersama ini kami sampaikan jawaban atas permintaan penjelasan
sebagaimana dimaksud, pada lampiran surat di bawah ini.
Demikian surat ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.
Hormat Kami
PT Widodo Makmur Perkasa Tbk.
Exist In Exist
Corporate Secretary
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84306787-88 F. +62 21 84306790-91 E. corporate.secretary@wmp-group.co.id
Page 2
JAWABAN PENELAAHAN DALAM RANGKA PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK
MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PT WIDODO MAKMUR PERKASA TBK. TAHUN 2026
1. Merujuk pada keterbukaan informasi Perseroan perihal rencana PMHMETD, Perseroan
berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(PMHMETD) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 8.500.000.000 saham baru dengan nilai
nominal Rp20 per saham. Sebagian nilai PMHMETD akan dilaksanakan dengan melakukan
konversi atas hak tagih Pemegang Saham dan Pemegang MTN kepada Perseroan. Agar dijelaskan
sebagai berikut:
a. Persentase jumlah yang akan digunakan untuk melakukan konversi hak tagih dan modal
kerja dari keseluruhan nilai PMHMETD.
Jawaban:
Persentase jumlah yang akan digunakan untuk melakukan konversi hak tagih dan modal
kerja akan ditentukan setelah penentuan harga pelaksanaan.
b. Detail peruntukan rencana penggunaan sisa dana hasil PMHMETD sebagai modal kerja.
Jawaban:
Detail peruntukan rencana penggunaan sisa dana hasil PMHMETD sebagai modal kerja
Perseroan akan disampaikan pada kesempatan berikutnya.
c. Apakah terdapat komitmen dari pemegang saham utama untuk menyerap saham baru yang
tidak diambil oleh pemegang saham publik?
Jawaban:
Pemegang saham utama berkomitmen untuk menyerap saham baru yang tidak diambil oleh
pemegang saham publik maksimal sampai dengan hak tagih yang akan dikonversi Perseroan.
2. Merujuk pada laporan posisi keuangan Perseroan, Perseroan mencatat saldo uang muka sebesar
Rp51,39 miliar per 31 Desember 2025, dengan penurunan yang relatif kecil yaitu Rp2,81 miliar
atau 5,18% dibandingkan periode sebelumnya. Agar dijelaskan sebagai berikut:
a. Rincian komponen saldo uang muka tersebut dalam laporan keuangan Perseroan.
Jawaban:
Saldo
Komponen Uang Muka 31 Desember
2025 31 Desember 2024
Proyek dan Kontraktor 47.939.459.392 48.959.311.689
Uang muka tanah 1.073.774.575 684.187.250
Pembelian daging 784.531.586 3.540.743.249
Operasional 769.038.306 438.468.399
Uang muka aset yang ditangguhkan 265.403.700 265.403.700
Pembelian bahan baku dan pembantu - 53.480.460
Uang muka lain-lain 666.530.536 368.574.198
Jumlah 51.498.738.095 54.310.168.945
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84306787-88 F. +62 21 84306790-91 E. corporate.secretary@wmp-group.co.id
Page 3
b. Kepada pihak mana uang muka tersebut diberikan.
Jawaban:
No. Komponen Uang Muka Pihak yang diberikan
1. Proyek dan Kontraktor Pihak ketiga sehubungan dengan pelaksanaan proyek
pekerjaan pembangunan property serta pengadaan bahan
baku material konstruksi
2. Uang muka tanah Para Pemilik tanah berlokasi di Kabupaten Wonogiri, Jawa
Tengah
3. Pembelian daging Supplier
4. Operasional Untuk keperluan operasional
5. Uang muka aset yang ditangguhkan Supplier
6. Pembelian bahan baku dan pembantu Pemasok dalam negeri
7. Uang muka lain-lain Pihak ketiga
c. Tujuan penggunaan uang muka tersebut.
Jawaban:
Tujuan penggunaan uang muka, adalah sebagai berikut:
1. Untuk pengadaan material konstruksi, dan peralatan proyek;
2. Untuk pelaksanaan pembangunan property beserta fasilitas dan infrastrukturnya;
3. Untuk pengadaan bahan baku dan material pendukung;
4. Untuk pembelian tanah yang sehubungan dengan pengembangan usaha;
5. Untuk pembelian persediaan; dan
6. Untuk kebutuhan operasional;
d. Mengapa penurunan saldo uang muka selama tahun berjalan relatif kecil, yaitu hanya
sebesar Rp2,81 miliar atau 5,18%?
Jawaban:
Progres penyelesaian sehubungan dengan pembangunan property dan proyek konstruksi
belum selesai
e. Apakah terdapat kendala atau penundaan realisasi atas transaksi yang mendasari uang muka
tersebut?
Jawaban:
Sampai dengan saat ini, tidak terdapat kendala material yang menyebabkan saldo uang
muka tersebut tidak dapat direalisasikan. Namun demikian, beberapa transaksi yang
mendasari saldo uang muka masih berada dalam proses penyelesaian administratif,
pengadaan, pembangunan proyek, maupun realisasi pengiriman barang sesuai dengan
jadwal pelaksanaan masing-masing transaksi.
f. Apakah terdapat risiko saldo uang muka tersebut tidak dapat direalisasikan.
Jawaban:
Sampai dengan saat ini, Perseroan menyatakan bahwa tidak ada indikasi material yang
menunjukkan bahwa saldo uang muka tersebut tidak dapat direalisasikan. Namun demikian
Perseroan akan secara berkala melakukan pemantauan atas perkembangan proyek, realisasi
pengadaan, serta evaluasi terhadap pihak pemasok, kontraktor, dan mitra usaha terkait.
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84306787-88 F. +62 21 84306790-91 E. corporate.secretary@wmp-group.co.id
Page 4
3. Merujuk pada CALK 7 piutang usaha, Perseroan memiliki saldo piutang pada pihak ketiga yang
telah jatuh tempo sebesar Rp1,23 triliun dan atas piutang jatuh tempo tersebut Perseroan telah
mencadangkan kerugian penurunan nilai sebesar Rp411,28 miliar atau sebesar 33,32% dari total
piutang jatuh tempo. Agar dijelaskan sebagai berikut:
a. Apakah terdapat konsentrasi risiko kredit pada debitur atau kelompok usaha tertentu?
Jawaban:
Perseroan melakukan diversifikasi basis pelanggan, baik dari sisi industri, wilayah geografis,
maupun skala usaha, sehingga risiko gagal bayar tidak terkonsentrasi atau tidak terdapat
satu debitur atau kelompok tertentu yang secara tunggal menimbulkan risiko material
terhadap kelangsungan usaha Perseroan. Meskipun demikian, sebagian saldo piutang
memang terkonsentrasi pada pelanggan dengan nilai transaksi yang relatif besar sesuai
karakteristik bisnis Perseroan. Namun demikian, manajemen Perseroan tetap melakukan
pemantauan terhadap kualitas kredit pelanggan dan secara berkala mengevaluasi tingkat
kolektibilitas piutang untuk memitigasi potensi konsentrasi risiko kredit.
b. Debitur utama yang berkontribusi signifikan terhadap saldo piutang jatuh tempo tersebut?
Jawaban:
5 Besar debitur yang terdistribusi dari masing-masing lini bisnis Perseroan, sebagai berikut:
Nama Costumer Per 31 Desember 2025 Unit Bisnis
PT Ciomas Adisatwa 2.447.858.591 WMUU
Koperasi Konsumen Unit Desa Garap 2.348.159.300 WMUU
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk 575.586.810 WMUU
PT Multi Farmindo Jaya 504.871.650 WMUU
PT Belfoods Indonesia 480.079.200 WMUU
Ariyanto 4.102.553.395 Paste
Arif Arwani 3.979.537.121 Paste
Alex Budi Damhalik 3.231.090.200 Paste
Syamsudin 3.143.066.032 Paste
Doni 3.128.859.627 Paste
PT Beef Food Indonesia 116.436.606.322 CAM
Biyona 49.828.645.094 CAM
Cecep 9.495.905.324 CAM
Linda 6.952.798.997 CAM
Susi 6.934.831.662 CAM
c. Penyebab utama tingginya saldo piutang jatuh tempo Perseroan?
Jawaban:
Tingginya saldo piutang jatuh tempo terutama disebabkan oleh:
1. Perlambatan pembayaran dari beberapa pelanggan utama;
2. Penyesuaian arus kas pelanggan akibat kondisi industri dan pasar;
d. Apakah Perseroan telah melakukan penilaian individual terhadap debitur-debitur material?
Jika ya, mohon dijelaskan hasil penilaiannya.
Jawaban:
Perseroan senantiasa melakukan pemantauan intensif kepada debitur untuk memastikan
tingkat kolektabilitas piutang terpenuhi.
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84306787-88 F. +62 21 84306790-91 E. corporate.secretary@wmp-group.co.id
Page 5
e. Bagaimana Perseroan menilai recoverability atas sisa piutang yang belum dicadangkan?
Jawaban:
Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa sisa piutang yang belum dicadangkan masih
dapat dipulihkan (recoverable), dengan mempertimbangkan:
1. Komunikasi dan komitmen pembayaran dari pelanggan;
2. Adanya realisasi pembayaran setelah tanggal pelaporan;
3. Hubungan usaha yang masih berjalan;
4. Kondisi operasional pelanggan yang masih aktif; dan
5. Evaluasi atas kemampuan pembayaran debitur.
Perseroan juga secara berkala melakukan monitoring atas umur piutang, melakukan
penagihan aktif, dan melakukan evaluasi atas kebutuhan pembentukan tambahan cadangan
apabila terdapat perubahan kondisi yang dapat mempengaruhi tingkat recoverability
piutang tersebut.
4. Merujuk pada opini audit atas laporan keuangan Perseroan pada 31 Desember 2025, Auditor
Perseroan, yaitu KAP Jojo Sunarjo & Rekan, memberikan opini wajar dengan pengecualian atas
laporan keuangan tahunan Perseroan. Pengecualian tersebut didasarkan pada ketidakmampuan
auditor untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat terkait dengan kecukupan nilai
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang telah dibentuk oleh manajemen. Agar dijelaskan
sebagai berikut:
a. Mengapa manajemen meyakini bahwa CKPN yang dibentuk saat ini telah memadai
meskipun auditor memberikan pengecualian?
Jawaban:
Manajemen berfokus pada keyakinan internal dan estimasi bisnis dalam menghitung nilai
CKPN berdasarkan data historis dan proyeksi arus kas dengan pertimbangan penilaian risiko
gagal bayar para pelanggan yang masih terkendali
b. Metodologi yang digunakan manajemen dalam menentukan CKPN tersebut.
Jawaban:
Manajemen menggunakan konsep kerugian kredit ekspektasian melalui pendekatan
sederhana dimana kerugian dihitung berdasarkan perubahan risiko kredit menggunakan
lifetime expected credit loss.
c. Apakah terdapat perbedaan material antara estimasi CKPN menurut manajemen dengan
estimasi auditor? Jika ada, berapa besar perbedaannya?
Jawaban:
Tidak ada perbedaan material, namun terdapat perbedaan pendekatan antara manajemen
dengan auditor.
d. Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan manajemen untuk memastikan auditor dapat
memperoleh bukti audit yang memadai pada periode berikutnya?
Jawaban:
Untuk periode pelaporan berikutnya, Perseroan akan melakukan diskusi teknis secara dini
dan berkala dengan auditor eksternal guna menyepakati metodologi dan pendekatan audit
CKPN. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya perbedaan signifikan dalam persepsi
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84306787-88 F. +62 21 84306790-91 E. corporate.secretary@wmp-group.co.id
Page 6
kecukupan bukti.
e. Apakah Perseroan menargetkan untuk memperoleh opini wajar tanpa pengecualian pada
tahun buku berikutnya? Langkah apa yang akan dilakukan untuk mencapainya?
Jawaban:
Untuk periode pelaporan berikutnya, Perseroan akan melakukan diskusi teknis secara dini
dan berkala dengan auditor eksternal guna meminimalisir poin yang menyebabkan
timbulnya opini wajar dengan pengecualian.
5. Merujuk pada CALK 10 aset real estate bagian lancar, Perseroan memiliki saldo aset real estate
bagian lancar sebesar Rp270,79 miliar pada 31 Desember 2025. Namun, beberapa tanah masih
dalam proses pembuatan sertifikat hak atas tanah tersebut. Agar dijelaskan sebagai berikut:
a. Apakah seluruh aset real estate yang diklasifikasikan sebagai aset lancar telah berada dalam
kondisi yang dapat dijual segera pada tanggal 31 Desember 2025 dalam kondisi dan syarat
yang biasa dan umum
Jawaban:
Seluruh asset lancar dalam kondisi dan syarat yang biasa dan umum.
b. Penyebab lambatnya kolektibilitas pendapatan Perseroan. Mengingat beberapa tanah masih
dalam proses pembuatan sertifikat hak atas tanah, bagaimana Perseroan dapat
menyimpulkan bahwa aset-aset tersebut "segera dapat dijual", sementara secara hukum
kepemilikan/legalitas atas tanah tersebut belum selesai? Jelaskan dasar pertimbangannya.
Jawaban:
Seluruh kepemilikan hak atas tanah tersebut saat ini sudah atas nama Perseroan.
c. Apakah terdapat hambatan hukum, regulasi pertanahan (ATR/BPN), atau persyaratan
perizinan lainnya yang dapat menghalangi proses penjualan aset-aset tersebut dalam jangka
pendek?
Jawaban:
Tidak ada
6. Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp1,01 triliun naik sebesar
Rp438,97 miliar atau sebesar 76,62% apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Namun,
Gross Profit Margin (“GPM”) Perseroan hanya sebesar 0,28% pada tahun 2025. Agar dijelaskan
sebagai berikut:
a. Faktor pendorong utama kenaikan penjualan Rp438,97 miliar atau sebesar 76,62%.
Jawaban:
Faktor pendorong utama kenaikan penjualan Rp438,97 miliar atau sebesar 76,62%.adalah
adanya kenaikan penjualan karkas ayam sebesar 133,36% atau senilai Rp369,22 milliar,
kenaikan penjualan daging sapi sebesar 108,14% atau senilai Rp110,12 milliar, kenaikan
penjualan kulit sebesar 1.176,47% atau senilai Rp17,90 milliar serta kenaikan penjualan telur
sebesar 12,38% atau senilai Rp6,25 milliar.
b. Apakah kenaikan penjualan ini bersifat recurring atau terdapat transaksi one-off/non-
ecurring yang menginflasi angka penjualan di tahun 2025?
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84306787-88 F. +62 21 84306790-91 E. corporate.secretary@wmp-group.co.id
Page 7
Jawaban:
Dapat dijelaskan bahwa kenaikan penjualan pada tahun 2025 secara umum bersifat
recurring
c. Apakah komposisi pelanggan Perseroan terkonsentrasi pada satu atau beberapa pihak
tertentu.
Jawaban:
Perseroan telah melakukan diversifikasi basis pelanggan, baik dari sisi industri, wilayah
geografis, maupun skala usaha
d. Faktor utama yang menyebabkan COGS Perseroan menyerap hampir seluruh nilai penjualan
Perseroan.
Jawaban:
Faktor utama yang menyebabkan COGS Perseroan menyerap hampir seluruh nilai penjualan
Perseroan adalah adanya peningkatan diantaranya pada pembelian barang jadi dari pihak
ketiga, biaya produksi(biaya penyusutan, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya pabrikasi).
e. Langkah konkret yang telah dan akan diambil Perseroan untuk menekan COGS dan
memperbaiki GPM.
Jawaban:
Adapun langkah yang akan diambil Perseroan untuk menekan COGS dan memperbaiki GPM
adalah sebagai berikut:
1. Efisiensi biaya produksi
2. Meningkatkan utilisasi aset produksi
3. Perbaikan strategi penjualan dan keragaman produk
4. Penguatan manajemen rantai pasok (supply chain)
7. Merujuk pada opini audit atas laporan keuangan tahunan 2025 Perseroan, terdapat indikasi
adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas
kemampuan Perseroan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Agar dijelaskan sebagai
berikut:
a. Sejauh mana manajemen telah melakukan assessment formal atas going concern.
Jawaban:
Manajemen telah melakukan assessment atas kemampuan Perseroaan dalam
mempertahankan kelangsungan usaha dengan mempertimbangkan proyeksi arus kas,
kemampuan memenuhi kewajiban yang jatuh tempo, kondisi operasional, serta rencana
mitigasi.
b. Manajemen menyebutkan sejumlah langkah mitigasi yaitu efisiensi biaya, peningkatan
kolektabilitas piutang, restrukturisasi utang, dan pencarian pendanaan alternatif. Dari
seluruh langkah tersebut, mana yang telah terealisasi dengan hasil terukur?
Jawaban:
Langkah mitigasi yang telah terealisasi sampai saat ini efisiensi biaya, peningkatan
kolektabilitas piutang, restrukturisasi utang.
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84306787-88 F. +62 21 84306790-91 E. corporate.secretary@wmp-group.co.id
Page 8
c. Manajemen mengidentifikasi kebutuhan suntikan modal kerja minimal Rp150 miliar untuk
mengembalikan Perseroan ke level operasional yang ideal. Hingga tanggal laporan
diterbitkan, sejauh mana proses perolehan pendanaan tersebut telah berlangsung.
Jawaban:
Suntikan modal tersebut merupakan kebutuhan dari lini bisnis Perseroan yaitu PT Widodo
Makmur Unggas Tbk, dimana saat ini proses perolehan dana masih berlangsung, salah
satunya melalui skema PMHMETD.
8. Merujuk pada CALK 37 saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, saldo dan transaksi
dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
a. Alasan utang lain-lain kepada pihak berelasi sebesar Rp194,5 miliar tidak mengalami
perubahan sama sekali antara tahun 2024 dan 2025.
Jawaban:
Alasan utang lain-lain kepada pihak bereleasi sebesar Rp194,5 milliar tidak mengalami
perubahan sama sekali antara tahun 2024 dan 2025 adalah Perseroan sedang dalam masa
Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang(PKPU) berdasarkan putusan No 340/Pdt.Sus-
PKPU/2024/PN Niaga Jkt.Pst tertanggal 12 Desember 2024
b. Pinjaman berbunga sebesar 15,5% dari Tn. Wahyu Andi Susilo jauh di atas rata-rata suku
bunga pinjaman perbankan pada periode yang sama. Apa justifikasi penetapan tingkat
bunga tersebut, dan bagaimana manajemen memverifikasi bahwa tingkat bunga 15,5%
merupakan harga yang wajar atas dasar perbandingan dengan kondisi pasar yang berlaku.
Jawaban:
Penetapan tingkat bunga tersebut merupakan imbal balik dari dana yang diperoleh atas
pinjaman yang diajukan oleh Tn. Wahyu Andi Susilo kepada pihak ketiga
c. Jangka waktu pinjaman ditetapkan 1 tahun sejak penandatanganan pada Juni 2022, yang
berarti pinjaman ini telah jatuh tempo sejak Juni 2023. Mengapa saldo utang kepada Tn.
Wahyu Andi Susilo masih tercatat sebesar Rp37,6 miliar tanpa perubahan antara tahun 2024
dan 2025.
Jawaban:
Saldo utang kepada Tn. Wahyu Andi Susilo masih tercatat sebesar Rp37,6 milliar tanpa
perubahan antara tahun 2024 dan 2025 dikarenakan Perseroan sedang dalam masa
Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang(PKPU) berdasarkan putusan No 340/Pdt.Sus-
PKPU/2024/PN Niaga Jkt.Pst tertanggal 12 Desember 2024
d. Apakah telah terdapat kesepakatan perpanjangan pinjaman Tn. Wahyu Andi Susilo secara
tertulis?
Jawaban:
Terdapat addendum perjanjian yang telah disepakati bersama untuk perpanjangan
perjanjian sebelumnya.
9. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan yang belum disampaikan kepada
Bursa (jika ada).
Jawaban:
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84306787-88 F. +62 21 84306790-91 E. corporate.secretary@wmp-group.co.id
Page 9
Hingga saat ini tidak ada tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan yang belum
disampaikan kepada Bursa. Jika ada maka akan disampaikan sesuai dengan Peraturan yang
berlaku.
10. Apakah terdapat rencana pemegang saham pengendali terkait dengan kepemilikan sahamnya di
Perseron.
Jawaban:
Hingga saat ini tidak ada rencana khusus dari pemegang saham pengendali terkait dengan
kepemilikan sahamnya di Perseroan.
11. Informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan.
Jawaban:
Hingga tanggapan ini disampaikan belum ada Informasi, fakta material atau kejadian penting
lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan serta dapat
mempengaruhi harga saham Perseroan selain yang sudah disampaikan dalam Keterbukaan
Informasi, jika ada maka akan disampaikan pada Keterbukaan Informasi sesuai dengan Peraturan
yang berlaku.
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84306787-88 F. +62 21 84306790-91 E. corporate.secretary@wmp-group.co.id
Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Exist In Exist
· Corporate Secretary
p.1
unresolved
org
PT Ciomas Adisatwa
p.4
unresolved
org
Koperasi Konsumen Unit Desa Garap
p.4
unresolved
org
PT Multi Farmindo Jaya
p.4
unresolved
org
PT Belfoods Indonesia
p.4
unresolved
org
PT Beef Food Indonesia
p.4
unresolved
org
Jojo Sunarjo & Rekan
p.5
unresolved
org
Jojo Sunarjo
p.5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.