Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1 OCR 0.907
@GBANK INA Member of Salim Group 20 Mei 2026 No.: BIP/DIR/295/0526 Kepada Yth.: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Gedung Bursa Efek Indonesia - Tower 1, Lantai 4 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 Up.: Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 Perihal ! Hasil Penyelenggaraan Paparan Umum (“Public Expose”) Tahunan PT Bank Ina Perdana Tbk (“Perseroan”) Dengan hormat, Merujuk Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00087/BEI/12-2025 tertanggal 12 Desember 2025 tentang Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi (“Peraturan I-E”), serta surat Perseroan Nomor BIP/DIR/235/0426 tanggal 28 April 2026 perihal Pemberitahuan Rencana Paparan Umum (“Public Expose”) Tahun 2026, bersama ini kami sampaikan bahwa Perseroan telah menyelenggarakan Public Expose Tahunan dengan rincian sebagai berikut: Hari, Tanggal - Rabu, 13 Mei 2026. Waktu : Pukul 11.00 WIB - 11.50 WIB. Tempat : The Grove Suites by Grand Aston Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. H. R. Rasuna Said, RT.2/RW.5, Setiabudi - Jakarta Selatan 12960. Agenda : Paparan Umum Kinerja Perseroan. Pihak Manajemen yang : 1. Henry Koenaifi - Direktur Utama, hadir 2. Yulius Purnama Junaedi - Wakil Direktur Utama, 3. Kiung Hui Ngo - Direktur Keuangan, 4. Adhiputra Tanoyo - Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko. Peserta 1 20 (dua puluh) orang. Ringkasan Pelaksanaan — : Sesi Presentasi, Sesi Tanya Jawab dan Dokumentasi Acara terlampir. Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, 4 PT Bank Ina Perdana Tbk' & 3 Ye lius Purnama Junaedi jung se Direktur Head Office : Ariobimo Sentral, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-2 Kav. 5, Jakarta Selatan 12950 021 - 2525 678 www.bankina.co.id
Page 2 OCR 0.929
GBANK INA Member of Salim Group Lampiran Ringkasan Pelaksanaan - Hasil Penyelenggaraan Paparan Umum (“Public Expose”) Tahunan PT Bank Ina Perdana Tbk (“Bank Ina”) atau (“Bank”) atau (“Perseroan”) A. Sesi Presentasi Public Expose dibuka pada Pukul 11.00 WIB oleh Moderator Acara, Sdri. Nurina Yudistianti, dengan susunan acara sebagai berikut: Pembukaan oleh Direktur Utama, Penyampaian materi Management Highlights oleh Wakil Direktur Utama, Penyampaian materi Financial Highlights oleh Direktur Keuangan, Sesi Tanya Jawab, Penutupan oleh MC. ANA Materi Management Highlights Dalam materi management highlights ini yang dipaparkan oleh Wakil Direktur Utama antara lain adalah tentang Visi dan Misi Perseroan, Pemegang Saham Perseroan, Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, Perjalanan Perseroan, Strategi Hybrid sebagai Growth Engines Perseroan, Produk dan Layanan serta kemudahannya, dan jaringan layanan Perseroan. - Perjalanan Bank Ina dimulai dari tahun 1991 berdiri sebagai Bank Umum Nasional, pada tahun 2014 Bank Ina menjadi Perusahaan Terbuka (Tbk) dengan kode saham “BINA”. Pada tahun 2020 Bank Ina menjadi bagian dari Salim Grup dan menjadi Bank Devisa. Dan mulai dari Tahun 2023 Bank Ina meluncurkan Aplikasi Layanan Digital (Binadigital) berikut beberapa produk layanan digital terus ditingkatkan sampai dengan saat ini. - Bank Ina telah memiliki jaringan layanan yang tersebar di 11 (sebelas) propinsi, 16 (enam belas) kota, 58 (lima puluh delapan) kantor yang terdiri dari 19 (sembilan belas) kantor cabang, 31 (tiga puluh satu) kantor cabang pembantu, dan 8 (delapan) kantor fungsional. Materi Financial Highlights Kuartal I 2026 (per Maret 2026), Bank Ina membukukan pertumbuhan kinerja yang positif pada Kuartal | 2026, didukung peningkatan aset, pertumbuhan kredit yang sehat, perbaikan struktur pendanaan, serta penguatan transaksi digital. Total aset Perseroan mencapai Rp31,30 triliun, meningkat 26,69Y4 secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). - Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp14,78 triliun, tumbuh 10,359 YoY. Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan tertinggi berasal dari kredit konsumsi yang meningkat menjadi Rp1,59 triliun atau naik 96,864 YoY, diikuti kredit investasi sebesar Rp4,40 triliun (“9,026 YoY) dan kredit modal kerja sebesar Rp8,79 triliun. - Dari sisi pendanaan, DPK meningkat menjadi Rp25,04 triliun, tumbuh 21,5195 YoY. Komposisi dana juga menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan peningkatan CASA Ratio menjadi 40,07” dari 28,324 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan CASA mencerminkan struktur pendanaan yang semakin efisien dan berpotensi menurunkan biaya dana (cost of fund). - Perseroan juga mencatat peningkatan profitabilitas. Laba bersih mencapai Rp52,98 miliar, meningkat 268,73Ys YoY. Sementara itu, pendapatan operasional tumbuh 58,984 YoY menjadi Rp276,64 miliar. Perseroan tetap menerapkan langkah konservatif melalui pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar Rp31,19 miliar guna menjaga kualitas aset dan kinerja yang berkelanjutan. Kualitas kredit tetap terjaga dengan perbaikan rasio NPL Gross menjadi 3,13Y4 dari 3,47Yo, dan NPL Net menjadi 1,83Y6 dari 2,37Yo. Sementara itu, rasio Capital Adeguacy Ratio (CAR) berada pada level 18,39”, yang menunjukkan permodalan Perseroan masih memadai dalam mendukung ekspansi bisnis. okus strategis Perseroan pada tahun 2026 mencakup pertumbuhan kredit yang sehat dengan R optimal, perbaikan komposisi pendanaan, perluasan ekosistem digital, dan peningkatan fee- d income, 9 Head Office : Ariobimo Sentral, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-2 Kav. 5, Jakarta Selatan 12950 | 021- 2525 678 « @ www.bankina.co.id
Page 3 OCR 0.925
Sesi Tanya Jawab G BANK INA Member of Salim Group Setelah presentasi, acara Public Expose dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Berikut adalah pertanyaan yang diajukan hadirin dan jawaban yang diberikan manajemen dalam acara ini: 1. Nida - Investor Daily Dari Investor Daily terdapat 4 (empat) pertanyaan yang ditanyakan oleh Sdri. Nida, yaitu: No. Pertanyaan Jawaban 1. Mengapa LDR berada di posisi rendah (5996) di tengah kinerja kuartal I yang positif? Bagaimana rencana ekspansi kredit dan kaitannya dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun ini? Penurunan LDR bukan disebabkan oleh stagnasi kredit, — melainkan — karena pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang sangat pesat, yakni mencapai 21” dalam satu tahun. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tinggi untuk menaruh dana di Bank Ina. Di sisi lain, kredit tetap tumbuh sebesar 10,3”o, angka yang masih di atas pertumbuhan ekonomi nasional dan target industri perbankan (sekitar 8Yo). Bank tetap optimis namun berhati-hati dalam penyaluran kredit. Apakah ada rencana aksi korporasi untuk menambah modal mengingat adanya tren penurunan pada rasio kecukupan modal (CAR) dan modal inti? Bank telah melakukan informasi pada 28 April 2026 terkait rencana penambahan modal. Aksi korporasi ini akan diputuskan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada tanggal 5 Juni 2026. keterbukaan Bagaimana strategi bank menjaga kualitas aset mengingat adanya kenaikan NPL secara year-to-date ke level 3,13”? Bank menerapkan beberapa strategi untuk menjaga kualitas asset dengan adanya kenaikan NPL, yaitu dengan cara: a. Melakukan pemantauan langsung dan berkala terhadap kondisi usaha para debitur melalui tim watchlist. b. Menaikkan tingkat pencadangan sesuai kondisi pasar dan profitabilitas bank (saat ini rasio kecukupan cadangan naik dari 80Yo ke 924). c. Mendorong pertumbuhan pendapatan dari sektor transaksional seiring dengan peningkatan signifikan jumlah nasabah dan volume transaksi, sehingga ketergantungan pendapatan tidak hanya pada kredit. d. Melakukan pengkinian rutin setiap tahun atas kebijakan atau peraturan tentang perkreditan. Bagaimana Bank Ina melihat dampak pelemahan Rupiah (terhadap USD) dan ketegangan geopolitik (seperti konflik di Selat Hormuz) terhadap industri perbankan? Dampak pelemahan nilai tukar paling terasa pada industri dengan konten valas tinggi seperti petrokimia. Namun, porsi paparan Bank Ina pada sektor tersebut relatif tidak besar. Secara historis, kondisi 9 Head Office : KL 021-2525678 (@ www.bankina.co.id Ariobimo Sentral, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-2 Kav. 5, Jakarta Selatan 12950 Pal
Page 4 OCR 0.939
@GBANK INA Member of Salim Group Rupiah saat ini dinilai jauh lebih stabil dan terukur dibandingkan krisis 1998 atau masa pandemi COVID-19. Bank tetap optimis karena kepercayaan kreditur dan suplai barang internasional ke Indonesia masih berjalan normal, berbeda dengan situasi krisis masa lalu di mana aktivitas ekonomi sempat terhenti total. 2. Lydia Tesa - Kontan Dari Kontan terdapat 3 (tiga) pertanyaan yang ditanyak: an oleh Sdri. Lydia Tesa, yaitu: No. Pertanyaan Jawaban 1. Bagaimana persiapan Bank Ina untuk naik kelas ke Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) 2, menyusul rencana OJK menghapus kategori KBMI 1? Apakah strategi korporasi yang diambil untuk penambahan modal? - Bank Ina saat ini terus memantau linimasa dan ketentuan dari OJK terkait penggabungan kelas KBMI. Bank telah berkoordinasi dengan pemegang saham pengendali dan sedang menyusun action plan untuk memenuhi syarat modal inti KBMI 2 - Strategi utama yang akan ditempuh adalah penambahan modal dari pemegang saham. Mengingat LDR yang longgar dan adanya perlambatan di sektor manufaktur (PMI kontraksi), sektor mana yang akan menjadi motor penggerak kredit Bank Ina ke depan? Bank Ina menetapkan tiga pilar utama untuk pertumbuhan kredit: a. Fokus pada pertumbuhan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Bank melihat konsumsi rumah tangga masih memiliki peluang besar meski ada fluktuasi ekonomi. b. Optimalisasi kerja sama dengan jaringan grup, seperti pembiayaan untuk member Indogrosir. Ini menyasar segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta pembiayaan rantai pasok (supply chain). c. Bank melihat adanya peluang dari "rebalancing" bisnis global. Adanya pergeseran pusat produksi ke Indonesia (akibat dinamika geopolitik/tarif perdagangan global) — memberikan keuntungan kompetitif bagi Indonesia yang akan dimanfaatkan bank untuk penyaluran kredit investasi. Laporan keuangan menunjukkan kenaikan drastis pada pos penjualan aset keuangan/pendapatan operasional lainnya. Apa penyebab utama kenaikan ini dan bagaimana prospeknya? Kenaikan ini disebabkan oleh: a. Recovery Loan (pemulihan kredit). b. Selain itu, terdapat pertumbuhan signifikan pada Fee-Based Income (FBI) yang berasal dari optimalisasi produk dan layanan yang sudah ada. c. Fokus bank di tahun 2026 adalah www.bankina.co.id mengakselerasi pendapatan dari 9 Head Office: Ariobimo Sentral, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-2 Kav. 5, Jakarta Selatan 12950 ? KL 021- 2525678 Y
Page 5 OCR 0.880
@BANK INA Member of Salim Group layanan Wealth Management, investasi, dan Safe Deposit Box (SDB) untuk memperkuat struktur pendapatan non- bunga. Manajemen berkomitmen untuk tetap tumbuh secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kekuatan ekosistem grup dan menjaga rasio pencadangan yang kuat di tengah dinamika ekonomi makro 2026. C. Dokumentasi Acara os seamemaa na ec te Head Office : Ariobimo Sentral, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-2 Kav. 5, Jakarta Selatan 12950 021 - 2525 678 www.bankina.co.id
Page 6 OCR 0.913
BANK INA Member of Salim Group Ariobimo Sentral, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-2 Kav. 5, Jakarta Selatan 12950 021 - 2525 678 www.bankina.co.id
Page 7 OCR 0.906
@BANK INA Member of Salim Group D. Daftar Hadir No | Nama Institusi/Individu Nama Institusi 4. | Sovia Institusi Suara Keadilan Rakyat 2. | Rudi Institusi Targetnews.co.id 3. | Nova Institusi Fortune 4. | Dwi Institusi Poros Nusantara.co.id 5. | Dina Institusi Detikberita.co.id 6. | Dini M. Institusi Redaksi.co 7. | Siti Salamah Institusi Warta cepat.com 8. | Annisa Nurul A. Institusi Bisnis Indonesia 9. | Tangguh Yudha R. Institusi IDX Channel 40. | Andi Arif Institusi Sudutnegeri.com 11. | Wati Institusi Jurnalwicaksana.com 12. | Dhani Institusi IDN Financials.com 43. | Roselenny Institusi Timsusnews.com 14. | Effendi Institusi RNC 15. | Nida Institusi Investor Daily 16. | Lydia Tesa Institusi Kontan 47. | Supriyanto Institusi Metropolitanpost.id 48. | Rudi S. Institusi Suara Pembaharuan.net 19. | Eka Institusi Chakranews.my.id 20. | Andy Institusi Sinarindo.id TG | 9 Head Office : Ariobimo Sentral, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-2 Kav. 5, Jakarta Selatan 12950 KL 021-2525 678 (@ www-bankina.co.id
Names mentioned 13 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
H. R. Rasuna Said
p.1
unresolved
org
Bank Ina
p.2 ×13
unresolved
person
Nurina Yudistianti
p.2
unresolved
org
Bank Devisa.
p.2
unresolved
person
Nida
p.3
unresolved
org
Bank Ina. Di
p.3
unresolved
person
Lydia Tesa
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.