Back to announcement
20240619_BNBR_Laporan Informasi dan Fakta Material_31662737_lamp1.pdf
Other Text extracted BNBRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 19
Page 1
k
PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS
KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM SEHUBUNGAN DENGAN
RENCANA KUASI REORGANISASI
(“KETERBUKAAN INFORMASI”)
KETERBUKAAN INFORMASI INI PENTING UNTUK
DIPERHATIKAN OLEH PEMEGANG SAHAM
PT BAKRIE & BROTHERS TBK (“PERSEROAN”)
Jika Anda mengalami kesulitan untuk memahami Keterbukaan Informasi ini atau ragu-ragu dalam mengambil keputusan, sebaiknya
Anda berkonsultasi dengan perantara pedagang efek, manajer investasi, konsultan hukum, akuntan atau penasihat profesional
lainnya.
PT Bakrie & Brothers Tbk
Kegiatan Usaha
Aktivitas kantor pusat, aktivitas konsultasi manajemen lainnya, dan aktivitas konsultasi bisnis dan broker bisnis.
Konsultasi, jasa, industri, konstruksi, manufaktur dan infrastruktur serta perdagangan baik secara langsung maupun tidak langsung
melalui anak perusahaan Perseroan.
KANTOR PUSAT:
Kompleks Rasuna Epicentrum
Bakrie Tower, Lantai 35 – 37
Jl. HR. Rasuna Said
Jakarta Selatan 12940, Indonesia
Telp.: +62(21)2991 2222
Email: corsec.bnbr@bakrie.co.id
Situs Internet: www.bakrie-brothers.com
Sehubungan dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“Bapepam-
LK”) No. IX.L.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-718/BL/2012 tentang Kuasi Reorganisasi (“Peraturan IX.L.1”),
Perseroan berencana untuk melakukan kuasi reorganisasi sesuai dengan ketentuan Peraturan IX.L.1 (“Rencana Kuasi
Reorganisasi”).
Page 2
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI............................................................................................................................................................................... 2
DAFTAR SINGKATAN DAN AKRONIM .......................................................................................................................................... 3
1. PENDAHULUAN .............................................................................................................................................................. 4
2. URAIAN SINGKAT TENTANG PERSEROAN ........................................................................................................................ 5
A. Riwayat Singkat.................................................................................................................................................. 5
B. Kegiatan Usaha Perseroan................................................................................................................................... 5
C. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ........................................................................................... 5
D. Pengurusan dan Pengawasan Perseroan .............................................................................................................. 6
3. KETERANGAN MENGENAI RENCANA KUASI REORGANISASI ............................................................................................. 7
A. Latar Belakang dan Alasan .................................................................................................................................. 7
B. Tujuan Dilakukannya Kuasi Reorganisasi .............................................................................................................. 7
C. Persyaratan Kuasi Reorganisasi ........................................................................................................................... 7
D. Informasi Mengenai Rencana Kuasi Reorganisasi .................................................................................................. 8
E. Ikhtisar Data Keuangan Penting ........................................................................................................................ 11
F. Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen ......................................................................................................... 13
G. Informasi Mengenai Rencana Kegiatan Usaha Perseroan Untuk Memperbaiki Kinerja Keuangan Ke Depan ............. 15
H. Dampak Positif Kuasi Reorganisasi ..................................................................................................................... 16
I. Laporan Akuntan Terkait Perikatan atas Proforma Laporan Posisi Keuangan Setelah Pelaksanaan Kuasi
Reorganisasi..................................................................................................................................................... 17
J. Pendapat Akuntan Mengenai Kesesuaian Penerapan Prosedur Pelaksanaan Kuasi Reorganisasi................................... 17
4. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA.............................................................................................................. 18
5. REKOMENDASI DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN ..................................................................................... 18
6. INFORMASI TAMBAHAN ............................................................................................................................................... 19
Keterbukaan Informasi 2
Page 3
DAFTAR SINGKATAN DAN AKRONIM
Singkatan Deskripsi
Bapepam-LK : Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.
BEI atau Bursa : PT Bursa Efek Indonesia.
BIIN : PT Bakrie Indo Infrastructure.
Biro Administrasi Efek : Biro Administrasi Efek Perseroan, yakni PT Electronic Data Interchange Indonesia.
BMI : PT Bakrie Metal Industries.
BNRI : Berita Negara Republik Indonesia.
CAGR : Compound Annual Growth Rate, atau tingkat pertumbuhan per tahun selama
rentang waktu tertentu.
DPS : Daftar Pemegang Saham yang dikeluarkan oleh PT Electronic Data Interchange
Indonesia selaku Biro Administrasi Efek, yang memuat keterangan tentang
kepemilikan efek oleh pemegang efek baik saham dalam penitipan kolektif di PT
Kustodian Sentral Efek Indonesia berdasarkan data yang diberikan oleh pemegang
rekening kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dan saham dalam bentuk
warkat yang diadministrasikan oleh PT Electronic Data Interchange Indonesia selaku
Biro Administrasi Efek.
IHSG : Indeks Harga Saham Gabungan.
Glencore : Glencore International AG.
KAP : Kantor Akuntan Publik.
KBLBB : Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.
Keterbukaan Informasi : Informasi yang disampaikan dalam keterbukaan informasi ini yang dilaksanakan
dalam rangka pemenuhan Peraturan IX.L.1.
Menkumham : Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
OWK : Obligasi Wajib Konversi.
Peraturan IX.L.1 : Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. IX.L.1,
Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-718/BL/2012 tentang Kuasi
Reorganisasi.
Perseroan : PT Bakrie & Brothers Tbk.
PMTHMETD : Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Rencana Kuasi Reorganisasi : Rencana kuasi reorganisasi yang akan dilakukan oleh Perseroan sesuai dengan
ketentuan Peraturan IX.L.1.
Rupiah atau Rp : Rupiah, mata uang resmi Indonesia.
RUPSLB : Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.
TBNRI : Tambahan Berita Negara Republik Indonesia.
UUPT : Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, sebagaimana
terakhir diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2
Tahun 2022 tentang Cipta Kerja jo. Undang-Undang No. 6 Tahun 2023 tentang
Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun 2022
tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.
US$ atau USD : Dolar Amerika, mata uang resmi Amerika Serikat.
VKTR : PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk.
Keterbukaan Informasi 3
Page 4
1. PENDAHULUAN Sejak berdiri di tahun 1951 sebagai Perseroan yang awalnya bergerak di bidang perdagangan umum dan keagenan, Perseroan telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu Perusahaan terbesar berdasarkan kapitalisasi nilai pasar di Indonesia dengan berbagai jenis usaha di bidang pipa baja, infrastruktur dan konstruksi terkait, serta investasi di bidang perkebunan di Indonesia. Situasi dan kondisi ekonomi Indonesia pada tahun 2013, secara signifikan mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan, dimana pada saat itu terjadi pelemahan nilai tukar Rupiah, meningkatnya suku bunga acuan Bank Indonesia serta penurunan IHSG. Kondisi ekonomi dan pasar keuangan tersebut menyebabkan Perseroan mencatatkan kerugian melalui penurunan nilai investasi, penambahan beban kontrak derivatif, peningkatan beban bunga, dan rugi selisih kurs. Dampak dari ekonomi tersebut mengakibatkan kerugian dan saldo laba negatif yang signifikan pada tahun 2013 sebesar Rp12,2 triliun yang diatribusikan dari kerugian bersih sebesar Rp12,7 triliun. Salah satu dampak dari penurunan IHSG adalah Perseroan mengalami kerugian substansial penurunan nilai dari marketable securities atas saham-saham emiten kelompok usaha Bakrie selama periode 2011-2013 yang mencapai Rp6,6 triliun yang berkontribusi terhadap saldo defisit Rp12,7 triliun per 31 Desember 2013. Efek kerugian akibat hal-hal tersebut masih terus berlanjut selama kurun waktu 2013 – 2020. Selain kondisi ekonomi, Perseroan juga mengalami peningkatan signifikan nilai utang akibat penambahan beban kontrak derivatif yang sampai dengan akhir tahun 2013 berjumlah Rp2,7 triliun, dimana hal ini juga berkontribusi terhadap saldo defisit Rp12,7 triliun per 31 Desember 2013. Selanjutnya pada periode 2014 – 2018 kerugian akibat penambahan beban kontrak derivatif bertambah sebesar Rp2,46 triliun. Oleh karena itu Perseroan mengambil langkah dengan melakukan investasi jangka pendek sebagai sumber penyelesaian kewajiban derivatif. Pada akhir tahun 2023 Perseroan telah menyelesaikan kewajiban kontrak derivatif dengan melepaskan aset investasi jangka pendeknya. Pada periode 2014-2023 kerugian akibat penurunan nilai aset keuangan, yang terdiri atas piutang dan investasi, bertambah sebesar Rp4,5 triliun sehingga sampai dengan akhir tahun 2023 secara kumulatif menjadi sebesar Rp11,1 triliun. Sebagai upaya mitigasi risiko tersebut, Perseroan mengambil langkah berupa pengurangan kepemilikan atas investasi saham tersebut dan mengupayakan pertumbuhan bisnis existing Perseroan yang bergerak di bidang manufaktur dan infrastruktur. Perseroan mengalami kerugian selisih kurs yang signifikan yang pada periode 2011-2013 dengan nilai kumulatif sebesar Rp1,2 triliun hal ini disebabkan Perseroan memiliki sejumlah pinjaman dari para kreditur dalam denominasi Dollar AS. Pinjaman tersebut rentan dengan fluktuasi kurs nilai tukar mata uang. Pada akhir tahun 2013 Perseroan memiliki akumulasi beban bunga yang cukup signifikan yaitu sebesar Rp3,89 triliun. Oleh karena itu Perseroan mengambil langkah berupa restrukturisasi utang menjadi OWK melalui PMTHMETD. Dengan langkah tersebut Perseroan relatif mampu mengendalikan volatilitas selisih kurs dan dengan restruktrurisasi utang, Perseroan mampu mengelola laju pertambahan beban bunga Rp2,9 triliun. Hingga akhir periode tahun 2023, berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan Auditan Perseroan per 31 Desember 2023, Perseroan tercatat memiliki saldo laba defisit sebesar Rp19,5 triliun. Dalam rangka memberikan gambaran yang sesungguhnya atas posisi keuangan dan performa Perseroan, serta Perseroan memiliki keyakinan yang kuat untuk bisa mempertahankan status kelangsungan usahanya dan untuk terus berkembang dengan baik di masa mendatang. Oleh karena itu, Perseroan bermaksud untuk melakukan Rencana Kuasi Reorganisasi dengan menggunakan laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan tanggal 31 Desember 2023. Perseroan menyampaikan informasi sebagaimana tertuang dalam Keterbukaan Informasi ini sebagai pemenuhan persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan IX.L.1. Sehubungan dengan hal di atas, Perseroan bermaksud meminta persetujuan dari para pemegang saham Perseroan dalam RUPSLB untuk melakukan Rencana Kuasi Reorganisasi. Keterbukaan Informasi 4
Page 5
2. URAIAN SINGKAT TENTANG PERSEROAN
A. Riwayat Singkat
Perseroan berkedudukan di Jakarta Selatan, beralamat di Bakrie Tower Lantai 35-37, Komplek Rasuna Epicentrum, Jalan HR.
Rasuna Said, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, adalah sebuah perseroan terbatas yang
didirikan berdasarkan dan diatur menurut hukum Republik Indonesia, berdasarkan Akta Pendirian No. 55 tanggal 13 Maret
1951, yang dibuat di hadapan Sie Khwan Djioe, Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri
Kehakiman (kini Menkumham) berdasarkan Surat Keputusan No. J.A. 8/81/6 tanggal 25 Agustus 1951, dan telah didaftarkan
pada Register Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta di bawah No. 774 tanggal 1 September 1951, serta telah diumumkan
dalam BNRI No. 94 tanggal 23 November 1951, TBNRI No. 550 (“Akta Pendirian”).
Akta Pendirian Perseroan yang berisikan anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa perubahan sebagaimana
terakhir kali diubah berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 93 tanggal 21 Desember 2023, yang dibuat di hadapan
Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara, yang telah diberitahukan kepada dan diterima oleh Menkumham
berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0161562 tanggal 22 Desember
2023 (“Akta No. 93/2023”).
Akta Pendirian Perseroan beserta perubahan-perubahannya di atas selanjutnya disebut sebagai “Anggaran Dasar”.
B. Kegiatan Usaha Perseroan
Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah untuk menjalankan usaha di bidang jasa,
industri, konstruksi, dan perdagangan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaan. Untuk mencapai
maksud dan tujuan tersebut, maka Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
a) kegiatan usaha utama, antara lain, (i) aktivitas kantor pusat, (ii) aktivitas konsultasi manajemen lainnya, (iii) aktivitas
konsultasi bisnis dan broker bisnis; dan
b) kegiatan usaha penunjang, antara lain, (i) industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi, (ii) industri
pengecoran besi dan baja, (iii) industri pipa dan sambungan pipa dari baja dan besi, (iv) industri suku cadang dan
aksesori kendaraan bermotor roda empat atau lebih, (v) pembangkit tenaga listrik, (vi) distribusi gas alam dan buatan,
(vii) konstruksi jalan raya, (viii) konstruksi jembatan dan jalan layang, (ix) pemasangan bangunan prafabrikasi untuk
konstruksi bangunan sipil lainnya, (x) perdagangan besar bahan bakar padat, cair, dan gas dan produk yang berkaitan
dengan itu, (xi) perdagangan besar barang logam untuk bahan konstruksi, (xii) perdagangan besar berbagai macam
material bangunan, (xiii) perdagangan eceran barang logam untuk bahan konstruksi, (xiv) aktivitas jalan tol, (xv)
aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya, (xvi) kawasan industri, (xvii) industri kendaraan bermotor
roda empat atau lebih, (xviii) pertambangan gas alam, (xix) aktivitas perancangan khusus, dan (xx) portal web
dan/atau platform digital dengan tujuan komersial.
Namun, kegiatan usaha Perseroan yang saat ini telah benar-benar dijalankan adalah (i) aktivitas kantor pusat, (ii) aktivitas
konsultasi manajemen lainnya, dan (iii) aktivitas konsultasi bisnis dan broker bisnis.
C. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Struktur susunan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2023 berdasarkan DPS Perseroan yang diterbitkan oleh PT
Electronic Data Interchange Indonesia selaku Biro Administrasi Efek yang mengurus administrasi saham Perseroan dan Akta
No. 93/2023 adalah sebagai berikut:
Jumlah Nilai Nominal
Nama Pemegang Saham Jumlah Saham (%)
(Rp)
Modal Ditempatkan dan Modal Disetor
1. LEVOCA ENTERPRISE LTD 51.231.980.870 3.278.846.775.680 32,01
2. PORT FRASER INTERNATIONAL LTD 46.352.744.597 2.966.575.654.208 28,96
3. FOUNTAIN CITY INVESTMENT LTD 39.532.410.300 2.530.074.259.200 24,70
4. Kepemilikan masyarakat di bawah 5% 22.940.321.742 14.900.490.961.012 14,33
Jumlah Modal Ditempatkan dan Modal Disetor 160.057.457.509 23.675.987.650.100 100,00
Struktur Permodalan Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
Nilai Nominal Jumlah Nilai Nominal
Susunan Permodalan Jumlah Saham %
(Rp) (Rp)
Modal Dasar
Saham Seri A 28.500 77.500.800 2.208.772.800.000 0,03
Saham Seri B 3.990 368.128.800 1.468.833.912.000 0,13
Saham Seri C 1.140 8.984.667.760 10.242.521.246.400 3,06
Saham Seri D 500 51.285.282.796 25.642.641.398.000 17,46
Saham Seri E 64 233.000.000.000 14.912.000.000.000 79,33
Jumlah Modal Dasar 293.715.580.156 54.474.769.356.400 100,00
Keterbukaan Informasi 5
Page 6
Nilai Nominal Jumlah Nilai Nominal
Susunan Permodalan Jumlah Saham %
(Rp) (Rp)
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Saham Seri A 28.500 19.375.200 552.193.200.000 0,01
Saham Seri B 3.990 368.128.800 1.468.833.912.000 0,23
Saham Seri C 1.140 8.984.667.760 10.242.521.246.400 5,61
Saham Seri D 500 4.056.378.449 2.028.189.224.500 2,53
Saham Seri E 64 146.628.907.300 9.384.250.067.200 91,61
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 160.057.457.509 23.675.987.650.100 100.00
Jumlah Saham Dalam Portepel
Saham Seri A 28.500 58.125.600 1.656.579.600.000
Saham Seri B 3.990 - -
Saham Seri C 1.140 - -
Saham Seri D 500 47.228.904.347 23.614.452.173.500
Saham Seri E 64 86.371.092.700 5.527.749.932.800
Jumlah Saham Dalam Portepel 133.658.122.647 30.798.781.706.300
D. Pengurusan dan Pengawasan Perseroan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 31 tanggal 13 Juli 2023, yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E.,
M.Kn., Notaris di Jakarta Utara, yang telah diberitahukan kepada dan diterima oleh Menkumham berdasarkan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0140225 tanggal 14 Juli 2023, serta telah
didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0133178.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 14 Juli 2023, susunan Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Armansyah Yamin
Komisaris Independen : Raniwati Malik
Direksi
Direktur Utama : Anindya Novyan Bakrie
Wakil Direktur Utama : Anindra Ardiansyah Bakrie
Direktur : Hendrajanto Marta Sakti
Direktur : Kartini Sally
Direktur : Raden Ajeng Sri Dharmayanti
Keterbukaan Informasi 6
Page 7
3. KETERANGAN MENGENAI RENCANA KUASI REORGANISASI
A. Latar Belakang dan Alasan
Sejak berdiri di tahun 1951 sebagai Perseroan yang awalnya bergerak di bidang perdagangan umum dan keagenan, Perseroan
telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu Perseroan terbesar berdasarkan kapitalisasi nilai pasar di Indonesia dengan
berbagai jenis usaha di bidang pipa baja, infrastruktur dan konstruksi terkait, serta investasi di bidang perkebunan di
Indonesia.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2023, Perseroan mencatat saldo defisit sebesar Rp19,5 triliun yang merupakan
akumulasi laba rugi (defisit) Perseroan pada periode 2011-2023, dengan rincian sebagai berikut (disajikan dalam Jutaan
Rupiah):
Sumber Kerugian
Laba Laba Laba
Laba (Rugi) Penurunan Beban Pajak
Tahun Laba Usaha Ditahan Operasi (Rugi) (Rugi)
Neto Nilai Bunga Tangguhan
(Defisit) Derivatif Kurs
2011 1.760.307 370.211 370.211 - - (1.645.711) 6.789 - -
2012 1.941.123 127.774 497.985 - (120.760) (1.115.588) (6.789) (182.151) -
2013 444.200 (12.726.305) (12.228.320) - (6.488.564) (1.134.714) (2.774.157) (1.028.532) (2.125.085)
2014 537.567 151.757 (12.052.477) - (73.831) (598.987) (540.515) (162.761) -
2015 (56.735) (1.728.883) (13.807.107) (56.736) (1.171.038) (543.538) (462.841) (722.172) -
2016 (443.944) (3.661.618) (17.414.787) (443.944) (2.742.584) (268.591) (340.359) 212.006 -
2017 (105.577) (1.207.656) (18.634.952) (105.577) (59.602) (420.810) (594.970) (54.009) -
2018 84.147 (1.250.213) (19.895.922) - (14.959) (349.995) (524.027) (708.617) -
2019 137.699 863.270 (19.042.966) - - (175.103) (5.545) 90.130 -
2020 (279.104) (930.325) (20.099.566) (279.104) (451.928) (163.723) (81) (29.731) -
2021 20.694 86.780 (20.035.888) - - (145.615) (120) 216.912 -
2022 231.925 306.161 (19.769.754) - - (154.437) 5 (154.559) -
2023 348.314 264.462 (19.532.286) - - (153.913) - 30.291 -
(885.361) (11.123.266) (6.870.725) (5.242.610) (2.493.193) (2.125.085)
Kuasi reorganisasi ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan agar dapat
menunjukkan posisi keuangan yang lebih baik dan performa Perseroan tanpa dibebani defisit masa lalu.
Sesuai dengan ketentuan-ketentuan Peraturan IX.L.1. kuasi reorganisasi adalah prosedur akuntansi untuk merestrukturisasi
ekuitas dengan mengeliminasi saldo laba negatif (defisit).
B. Tujuan Dilakukannya Rencana Kuasi Reorganisasi
Adapun tujuan dan manfaat dilaksanakannya Rencana Kuasi Reorganisasi oleh Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Perseroan dapat memulai awal yang baru (fresh start) dengan neraca keuangan yang menunjukan saldo laba tanpa
dibebani defisit masa lampau;
2. Memperbaiki struktur ekuitas Perseroan dengan mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan menggunakan
komponen ekuitas lain seperti agio saham, selisih transaksi dengan pihak nonpengendali, dan penurunan modal
saham;
3. Dengan kondisi neraca keuangan yang menunjukan nilai sekarang tanpa dibebani defisit masa lampau, Perseroan
diharapkan akan lebih mudah memperoleh pendanaan, jika diperlukan, dalam rangka pengembangan usaha;
4. Dengan tidak adanya saldo defisit, maka akan dapat memberikan dampak positif bagi para pemegang saham karena
Perseroan dapat membagi dividen sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk UUPT;
5. Meningkatkan minat dan daya tarik investor untuk memiliki saham Perseroan sehingga diharapkan juga akan
meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan.
C. Persyaratan Kuasi Reorganisasi
Sesuai dengan ketentuan Peraturan IX.L.1, persyaratan untuk dapat melakukan kuasi reorganisasi adalah sebagai berikut:
1. memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dan Standar Akuntansi Keuangan;
2. terdapat saldo laba negatif yang material dalam laporan keuangan tahunan yang diaudit selama 3 (tiga) tahun
terakhir. Saldo laba negatif dianggap material jika nilai absolut saldo laba negatif tersebut lebih dari:
a. 60% (enam puluh perseratus) dari modal disetor; dan
b. 10 kali dari rata-rata laba tahun berjalan selama 3 (tiga) tahun terakhir;
dan
3. memiliki prospek yang baik, dibuktikan dengan adanya laba usaha atau laba operasional, dan laba tahun berjalan
dalam laporan keuangan tahunan yang diaudit selama 3 (tiga) tahun terakhir secara berturut-turut dan dalam laporan
keuangan yang diaudit yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi.
Keterbukaan Informasi 7
Page 8
Sehubungan dengan persyaratan-persyaratan di atas, berikut merupakan pemenuhan atas ketiga syarat tersebut di atas:
Tahun Buku per 31 Desember
Deskripsi
(dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2023 2022 2021
Pendapatan 3.759.484.138.697 3.626.696.278.180 2.393.477.493.176
Beban Pokok Pendapatan (2.876.106.709.794) (2.910.526.190.372) (1.971.882.758.062)
Laba Bruto 883.377.428.903 716.170.087.808 421.594.735.114
Beban Usaha (535.062.993.415) (484.244.892.083) (400.901.022.454)
Laba Usaha 348.314.435.488 231.925.195.725 20.693.712.660
Laba Tahun Berjalan 264.457.997.281 306.161.308.867 86.780.061.308
Rata-rata Laba Tahun Berjalan 3 Tahun 219.133.122.485
Modal Saham - Ditempatkan dan Disetor Penuh 23.675.987.650.100 14.845.717.342.790 14.383.907.884.977
Saldo Defisit per Tahun (19.532.286.378.487) (19.769.754.646.780) (20.035.888.512.863)
Rata-rata 3 tahun Defisit (19.779.309.518.080)
Terdapat akumulasi rugi (defisit) yang material
dalam laporan keuangan tahunan yang diaudit
selama 3 (tiga) tahun terakhir. Akumulasi rugi
(defisit) dianggap material jika nilai absolut
akumulasi rugi (defisit) tersebut lebih dari:
a. 60% (enam puluh persen) dari modal
disetor; dan
Per Tahun 82,50% 83,50% 84,63%
Rata-rata 3 tahun 83,54%
b. 10 (sepuluh) kali dari rata-rata laba tahun
berjalan
Per Tahun 73,86 x 64,57 x 230,86 x
Rata-rata 3 tahun 89,13 x
Selain itu, Perseroan juga menunjukan tren performa keuangan yang membaik dari tahun ke tahun. Hal ini dapat terlihat dari
peningkatan pendapatan sebesar 25,33% CAGR. Peningkatan pendapatan Perseroan ini sebagian besar disebabkan
perkembangan bisnis Perseroan melalui entitas anak VKTR yang bergerak di bidang penjualan kendaraan listrik, BMI dan
entitas anak Perseroan yang bergerak di bidang pabrikasi baja bergelombang, pabrikasi pipa baja dan konstruksi baja dan
BIIN yang bergerak di bidang pembangunan dan jasa infrastruktur.
Tren performa yang positif ini juga bisa terlihat dari meningkatnya laba usaha Perseroan selama tiga tahun berturut-turut,
masing-masing sebesar Rp20.693.712.660, Rp231.925.195.725, dan Rp348.314.435.488, dengan rata-rata marjin laba usaha
sebesar 5,51%.
Pada bulan Desember 2023, Perseroan melakukan penyelesaian restrukturisasi kewajiban derivatif kepada Glencore melalui
settlement antara kewajiban derivatif dengan investasi jangka pendek. Dengan restrukturisasi ini, kinerja Perseroan di tahun
berikutnya menjadi lebih baik.
Pada periode tahun 2021 sampai 2023, Perseroan memiliki laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk masing-masing sebesar Rp63.678.090.955, Rp266.133.994.519, dan Rp237.468.268.293. Rata-rata 3 tahun
atas laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk adalah sebesar Rp189.093.117.922
Selanjutnya, Perseroan memiliki prospek yang baik, terbukti dengan adanya laba tahun berjalan yang positif dalam laporan
keuangan konsolidasian tahunan yang diaudit selama 3 (tiga) tahun berturut-turut masing-masing sebesar Rp86.780.061.308,
Rp306.161.308.867, dan Rp264.457.997.281. Rata-rata 3 tahun atas laba tahun berjalan adalah sebesar Rp219.133.122.485
D. Informasi Mengenai Rencana Kuasi Reorganisasi
Perseroan bermaksud melakukan Rencana Kuasi Reorganisasi dengan cara mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan
menggunakan menggunakan pos-pos ekuitas di bawah ini yang nilainya positif dengan urutan prioritas sebagai berikut:
1. agio saham;
Eliminasi akumulasi rugi (defisit) Perseroan dengan saldo positif akun agio saham adalah sebagai berikut
Keterangan Jumlah
(dalam Rupiah penuh)
Saldo defisit (19.532.286.378.487)
Jumlah agio saham 61.727.870.922
Sisa saldo defisit (19.470.558.507.565)
Keterbukaan Informasi 8
Page 9
2. selisih modal dari transaksi saham treasuri;
Eliminasi antara sisa saldo akumulasi rugi (defisit) setelah eliminasi saldo positif agio saham dengan selisih modal
dari transaksi saham treasuri adalah sebagai berikut:
Keterangan Jumlah
(dalam Rupiah penuh)
Saldo defisit (19.470.558.507.565)
Jumlah selisih modal dari transaksi saham treasuri -
Sisa saldo defisit (19.470.558.507.565)
3. selisih kurs atas modal disetor;
Eliminasi antara sisa saldo akumulasi rugi (defisit) setelah eliminasi saldo positif agio saham, selisih modal dari
transaksi saham treasuri dengan selisih kurs atas modal disetor adalah sebagai berikut:
Keterangan Jumlah
(dalam Rupiah penuh)
Saldo defisit (19.470.558.507.565)
Jumlah selisih kurs atas modal disetor -
Sisa saldo defisit (19.470.558.507.565)
4. selisih transaksi dengan pihak nonpengendali;
Eliminasi antara sisa saldo akumulasi rugi (defisit) setelah eliminasi saldo positif agio saham, selisih modal dari
transaksi saham treasuri, dan selisih kurs atas modal disetor dengan saldo pos selisih transaksi dengan pihak
nonpengendali adalah sebagai berikut:
Keterangan Jumlah
(dalam Rupiah penuh)
Sisa saldo defisit (19.470.558.507.565)
Saldo selisih transaksi dengan pihak nonpengendali 519.040.077.409
Sisa saldo defisit (18.951.518.430.156)
5. selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali; dan
Eliminasi antara sisa saldo akumulasi rugi (defisit) setelah eliminasi saldo positif agio saham, selisih modal dari
transaksi saham treasuri, selisih kurs modal disetor, dan selisih transaksi dengan pihak nonpengendali dengan saldo
positif pos selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali adalah sebagai berikut:
Keterangan Jumlah
(dalam Rupiah penuh)
Sisa saldo defisit (18.951.518.430.156)
Saldo selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali -
Sisa saldo defisit (18.951.518.430.156)
6. modal saham.
Pos-pos pada Angka 1 hingga Angka 5 di atas tidak dapat menutup seluruh saldo laba negatif Perseroan, dimana
jumlah saldo laba negatif setelah dilakukan eliminasi dengan menggunakan pos-pos pada Angka 1 hingga Angka 5 di
atas masih tersisa senilai Rp18.951.518.430.156. Oleh karena itu, maka selanjutnya Perseroan akan melakukan
penurunan modal dasar, ditempatkan, dan disetor Perseroan melalui mekanisme penurunan nilai nominal saham
tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar untuk menutupi saldo laba negatif yang masih tersisa tersebut.
Berdasarkan Akta No. 93/2023, struktur permodalan Perseroan adalah sebagai berikut:
Nilai Nominal Jumlah Nilai Nominal
Susunan Permodalan Jumlah Saham %
(Rp) (Rp)
Modal Dasar
Saham Seri A 28.500 77.500.800 2.208.772.800.000 0,03
Saham Seri B 3.990 368.128.800 1.468.833.912.000 0,13
Saham Seri C 1.140 8.984.667.760 10.242.521.246.400 3,06
Saham Seri D 500 51.285.282.796 25.642.641.398.000 17,46
Saham Seri E 64 233.000.000.000 14.912.000.000.000 79,33
Jumlah Modal Dasar 293.715.580.156 54.474.769.356.400 100,00
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Saham Seri A 28.500 19.375.200 552.193.200.000 0,01
Saham Seri B 3.990 368.128.800 1.468.833.912.000 0,23
Saham Seri C 1.140 8.984.667.760 10.242.521.246.400 5,61
Saham Seri D 500 4.056.378.449 2.028.189.224.500 2,53
Saham Seri E 64 146.628.907.300 9.384.250.067.200 91,61
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 160.057.457.509 23.675.987.650.100 100.00
Keterbukaan Informasi 9
Page 10
Nilai Nominal Jumlah Nilai Nominal
Susunan Permodalan Jumlah Saham %
(Rp) (Rp)
Jumlah Saham Dalam Portepel
Saham Seri A 28.500 58.125.600 1.656.579.600.000
Saham Seri B 3.990 - -
Saham Seri C 1.140 - -
Saham Seri D 500 47.228.904.347 23.614.452.173.500
Saham Seri E 64 86.371.092.700 5.527.749.932.800
Jumlah Saham Dalam Portepel 133.658.122.647 30.798.781.706.300
Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 30 April 2024 yang diterbitkan oleh PT Electronic Data Interchange
Indonesia selaku Biro Administrasi Efek yang mengurus administrasi saham Perseroan dan Akta No. 93/2023 adalah
sebagai berikut:
Jumlah Nilai Nominal
Nama Pemegang Saham Jumlah Saham (%)
(Rp)
Modal Ditempatkan dan Modal Disetor
1. LEVOCA ENTERPRISE LTD 51.231.980.870 3.278.846.775.680 32,01
2. PORT FRASER INTERNATIONAL LTD 46.352.744.597 2.966.575.654.208 28,96
3. FOUNTAIN CITY INVESTMENT LTD 39.532.410.300 2.530.074.259.200 24,70
4. Kepemilikan masyarakat di bawah 5% 22.940.321.742 14.900.490.961.012 14,33
Jumlah Modal Ditempatkan dan Modal Disetor 160.057.457.509 23.675.987.650.100 100,00
Penurunan modal dasar, ditempatkan dan disetor Perseroan dilakukan dengan cara menurunkan nilai nominal saham
secara proporsional dan pembulatan desimal kebawah dari masing-masing seri saham Perseroan yakni sebagai
berikut:
1. Saham Seri A dari semula Rp28.500 per saham menjadi Rp5.687 per saham;
2. Saham Seri B dari semula Rp3.990 per saham menjadi Rp796 per saham;
3. Saham Seri C dari semula Rp1.140 per saham menjadi Rp227 per saham;
4. Saham Seri D dari semula Rp500 per saham menjadi Rp99 per saham;
5. Saham Seri E dari semula Rp64 per saham menjadi Rp12 per saham;
Dengan adanya penurunan modal ditempatkan dan modal disetor serta modal dasar Perseroan sebagaimana
dimaksud di atas, maka struktur permodalan Perseroan akan menjadi sebagai berikut:
Nilai Nominal Jumlah Nilai Nominal
Susunan Permodalan Jumlah Saham %
(Rp) (Rp)
Modal Dasar
Saham Seri A 5.687 77.500.800 440.747.049.600 0,03
Saham Seri B 796 368.128.800 293.030.524.800 0,13
Saham Seri C 227 8.984.667.760 2.039.519.581.520 3,06
Saham Seri D 99 51.285.282.796 5.077.242.996.804 17,46
Saham Seri E 12 233.000.000.000 2.796.000.000.000 79,33
Jumlah Modal Dasar 293.715.580.156 10.646.540.152.724 100,00
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Saham Seri A 5.687 19.375.200 110.186.762.400 0,01
Saham Seri B 796 368.128.800 293.030.524.800 0,23
Saham Seri C 227 8.984.667.760 2.039.519.581.520 5,61
Saham Seri D 99 4.056.378.449 401.581.466.451 2,53
Saham Seri E 12 146.628.907.300 1.759.546.887.600 91,61
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 160.057.457.509 4.603.865.222.771 100.00
Jumlah Saham Dalam Portepel
Saham Seri A 5.687 58.125.600 330.560.287.200
Saham Seri B 796 - -
Saham Seri C 227 - -
Saham Seri D 99 47.228.904.347 4.675.661.530.353
Saham Seri E 12 86.371.092.700 1.036.453.112.400
Jumlah Saham Dalam Portepel 133.658.122.647 6.042.674.929.953
Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, penurunan modal Perseroan sebagaimana
tersebut di atas akan dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Diperolehnya persetujuan RUPSLB Perseroan yang rencananya akan diadakan pada tanggal 21 Juni 2024;
dan
2. Diperolehnya persetujuan dari Menkumham atas perubahan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan
penurunan modal Perseroan. Sesuai dengan ketentuan Pasal 46 ayat (2) jo. Pasal 45 UUPT, persetujuan
Menkumham sebagaimana dimaksud dalam butir 2 di atas hanya akan diberikan apabila:
a. Tidak terdapatnya keberatan tertulis dari kreditur Perseroan dalam jangka waktu 60 (enam puluh)
hari sejak tanggal diumumkannya keputusan pengurangan modal Perseroan dalam 1 (satu) atau lebih
surat kabar harian; atau
b. Telah tercapainya penyelesaian atas keberatan yang diajukan oleh kreditur (jika ada kreditur yang
mengajukan keberatan secara tertulis); atau
c. Gugatan kreditur (jika ada) ditolak oleh pengadilan berdasarkan putusan yang telah memperoleh
kekuatan hukum tetap.
Keterbukaan Informasi 10
Page 11
Dengan asumsi Perseroan tidak menerima adanya keberatan dari kreditur atau pihak lain terkait dengan Rencana
Kuasi Reorganisasi, maka setelah pengurangan modal Perseroan sebagaimana dimaksud diatas menjadi efektif, yaitu
pada tanggal diperolehnya persetujuan dari Menkumham atas perubahan Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana
disebut di atas, maka pengurangan modal sebesar Rp18.951.518.430.156 (Delapan Belas Triliun Sembilan
Ratus Lima Puluh Satu Milyar Lima Ratus Delapan Belas Juta Empat Ratus Tiga Puluh Ribu Seratus Lima
Puluh Enam Rupiah) digunakan untuk mengeliminasi sisa saldo defisit Perseroan yang tersisa setelah dilakukan
eliminasi dengan menggunakan pos-pos pada Angka D.1 hingga Angka D.5 di atas.
Berikut adalah rangkuman cara perhitungan dan tahap-tahap pengeliminasian saldo defisit dalam rangka Rencana Kuasi
Reorganisasi:
Jumlah Ekuitas
Keterangan Modal yang
Tambahan modal Cadangan
(dalam Rupiah ditempatkan dan Defisit diatribusikan
disetor modal lainnya
penuh) disetor kepada entitas
induk
Saldo 31 Desember
2023 (sebelum kuasi 23.675.987.650.100 (2.504.321.471.088) 538.535.844.054 (19.532.286.378.487) 2.177.915.644.579
reorganisasi)
1. Eliminasi saldo defisit
- (61.727.870.922) - 61.727.870.922 -
dengan agio saham
Sisa saldo defisit 23.675.987.650.100 (2.566.049.342.010) 538.535.844.054 (19.470.558.507.565) 2.177.915.644.579
2. Eliminasi saldo defisit
dengan selisih modal
- - - - -
dari transaksi saham
treasuri
Sisa saldo defisit 23.675.987.650.100 (2.566.049.342.010) 538.535.844.054 (19.470.558.507.565) 2.177.915.644.579
3. Eliminasi sisa saldo
defisit dengan selisih - - - - -
kurs atas modal disetor
Sisa saldo defisit 23.675.987.650.100 (2.566.049.342.010) 538.535.844.054 (19.470.558.507.565) 2.177.915.644.579
4. Eliminasi sisa saldo
defisit dengan selisih
- - (519.040.077.409) 519.040.077.409 -
transaksi dengan pihak
nonpengendali
Sisa saldo defisit 23.675.987.650.100 (2.566.049.342.010) 19.495.766.645 (18.951.518.430.156) 2.177.915.644.579
5. Eliminasi sisa saldo
defisit dengan selisih
- - - - -
nilai transaksi dengan
entitas sepengendali
Sisa saldo defisit 23.675.987.650.100 (2.566.049.342.010) 19.495.766.645 (18.951.518.430.156) 2.177.915.644.579
6a. Penurunan modal
(19.072.122.427.329) 19.072.122.427.329 - - -
saham
6b. Eliminasi saldo
defisit dengan
- (18.951.518.430.156) - 18.951.518.430.156 -
penurunan modal
saham
Saldo 31 Desember
2023 (setelah kuasi 4.603.865.222.771 (2.445.445.344.837) 19.495.766.645 - 2.177.915.644.579
reorganisasi)
E. Ikhtisar Data Keuangan Penting
Ikhtisar laporan posisi keuangan konsolidasian tahunan dan laporan laba rugi komprehensif tahunan yang diaudit untuk
periode 31 Desember 2023, 31 Desember 2022 dan 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut:
PT BAKRIE & BROTHERS Tbk dan ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 31 Desember 2023, 2022 dan 2021
(Dalam Rupiah Penuh)
31 Desember 2023 31 Desember 2022 31 Desember 2021
ASET
Aset Lancar 3.943.916.159.643 14.295.823.818.590 11.966.314.706.730
Aset Tidak Lancar 3.157.688.829.834 3.167.005.835.208 3.252.391.221.376
JUMLAH ASET 7.101.604.989.477 17.462.829.653.798 15.218.705.928.106
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek 3.956.594.153.004 15.334.777.492.630 13.328.915.602.229
Liabilitas Jangka Panjang 484.347.978.644 601.803.487.660 594.948.958.480
JUMLAH LIABILITAS 4.440.942.131.648 15.936.580.980.290 13.923.864.560.709
Keterbukaan Informasi 11
Page 12
PT BAKRIE & BROTHERS Tbk dan ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 31 Desember 2023, 2022 dan 2021
(Dalam Rupiah Penuh)
EKUITAS
Modal saham 23.675.987.650.100 14.845.717.342.790 14.383.907.884.977
Tambahan modal disetor
- Agio saham 61.727.870.922 61.727.870.922 61.727.870.922
- Tambahan modal disetor dari 1.164.535.326.641 1.164.535.326.641 1.164.535.326.641
pengampunan pajak
- Selisih nilai transaksi (3.730.584.668.651) (3.730.584.668.651) (3.730.584.668.651)
restrukturisasi entitas
sepengendali
Obligasi wajib konversi - 8.830.270.307.310 9.292.079.781.230
Cadangan modal lainnya
- Selisih kurs penjabaran laporan
11.954.949.627 10.534.760.385 108.201.478.771
keuangan
- Selisih nilai transaksi dengan non
519.040.077.409 - -
pengendali
- Keuntungan (kerugian) investasi
jangka pendek yang belum 2.598.809.535 2.985.426.666 2.200.187.080
terealisasi
- Akumulasi Pengukuran Kembali
4.942.007.483 17.100.631.075 18.420.089.730
atas imbalan pascakerja
Defisit (19.532.286.378.487) (19.769.754.646.780) (20.035.888.512.863)
Jumlah ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik 2.177.915.644.579 1.432.532.350.358 1.264.599.437.837
entitas induk
Kepentingan nonpengendali 482.747.213.250 93.715.323.150 30.241.929.559
JUMLAH EKUITAS 2.660.662.857.829 1.526.247.673.508 1.294.841.367.397
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7.101.604.989.477 17.462.829.653.798 15.218.705.928.106
PT BAKRIE & BROTHERS Tbk dan ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023, 2022 dan 2021
(Dalam Rupiah Penuh)
31 Desember 2023 31 Desember 2022 31 Desember 2021
PENDAPATAN 3.759.484.138.697 3.626.696.278.180 2.393.477.493.176
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2.876.106.709.794 2.910.526.190.372 1.971.882.758.062
LABA BRUTO 883.377.428.903 716.170.087.808 421.594.735.114
BEBAN USAHA 535.062.993.415 484.244.892.083 400.901.022.454
LABA USAHA 348.314.435.488 231.925.195.725 20.693.712.660
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN (30.346.553.380) 121.795.336.563 95.209.200.416
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 317.967.882.108 353.720.532.288 115.902.913.076
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - NETO (53.509.884.827) (47.559.223.421) (29.122.351.768)
LABA TAHUN BERJALAN - NETO 264.457.997.281 306.161.308.867 86.780.061.308
Laba Tahun Berjalan yang Dapat
Diatribusikan Kepada:
Pemilik Entitas Induk 237.468.268.293 266.133.994.520 63.678.090.955
Kepentingan Nonpengendali 26.989.728.988 40.027.314.347 23.101.970.353
264.457.997.281 306.161.308.867 86.780.061.308
Total Laba Komprehensif Tahun
Berjalan yang Dapat Diatribusikan
Kepada:
Pemilik Entitas Induk 226.344.216.812 167.933.598.405 119.813.000.000
Kepentingan Nonpengendali 4.455.988.438 63.474.000.000 30.779.000.000
230.800.205.250 231.407.598.405 150.592.000.000
LABA (RUGI) PER SAHAM
7,15 12,56 3,02
DASAR/DILUSIAN (Angka Penuh)
Keterbukaan Informasi 12
Page 13
PT BAKRIE & BROTHERS Tbk dan ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023, 2022 dan 2021
(Dalam Rupiah Penuh)
31 Desember 2023 31 Desember 2022 31 Desember 2021
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI (318.431.000.000) 400.155.984.227 50.131.067.647
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI (67.105.000.000) (246.840.000.000) (27.491.146.570)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN 1.052.720.000.000 (101.869.653.233) 42.697.000.000
(PENURUNAN) KENAIKAN NETO KAS DAN
667.184.000.000 51.446.330.994 65.336.921.078
SETARA KAS
DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS
1.660.026.489 (9.349.272.303) 6.174.200.891
DAN SETARA KAS
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 196.619.984.227 154.522.925.536 83.011.803.567
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 865.464.010.716 196.619.984.227 154.522.925.536
F. Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen
Analisis dan pembahasan oleh manajemen atas kondisi keuangan serta hasil operasi Perseroan harus dibaca bersama-sama
dengan ikhtisar data keuangan penting dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk 10 tahun terakhir pada tanggal
31 Desember 2013-2023, beserta catatan atas laporan keuangan.
Pembahasan dan analisa keuangan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk 10 tahun terakhir pada
tanggal 31 Desember 2013-2023 berdasarkan kegiatan usaha, hasil usaha, dan kondisi keuangan Perseroan yang dipengaruhi
oleh beberapa faktor. Kinerja keuangan Perseroan pada tahun 2013 sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi ekonomi
Indonesia, dimana pada saat itu terjadi pelemahan nilai tukar Rupiah, meningkatnya suku bunga acuan Bank Indonesia serta
penurunan IHSG. Kondisi ekonomi dan pasar tersebut menyebabkan Perseroan mencatatkan kerugian melalui penurunan
nilai investasi, penambahan beban kontrak derivatif, peningkatan beban bunga, dan rugi selisih kurs. Dampak dari ekonomi
tersebut mengakibatkan kerugian dan saldo laba negatif yang signifikan pada tahun 2013 sebesar Rp12,2 triliun yang
diatribusikan dari kerugian bersih sebesar Rp12,7 triliun. Salah satu dampak dari penurunan IHSG adalah Perseroan
mengalami kerugian substansial penurunan nilai dari marketable securities atas saham-saham emiten kelompok usaha Bakrie
selama periode 2011-2013 yang mencapai Rp6,6 triliun yang berkontribusi terhadap saldo defisit Rp12,7 triliun per 31
Desember 2013. Efek kerugian akibat hal- hal tersebut masih terus berlanjut selama kurun waktu 2013 – 2020.
Selain kondisi ekonomi, Perseroan juga mengalami peningkatan signifikan nilai utang akibat penambahan beban kontrak
derivatif yang sampai dengan akhir tahun 2013 berjumlah Rp2,7 triliun, dimana hal ini juga berkontribusi terhadap saldo
defisit Rp12,7 triliun per 31 Desember 2013.
Selanjutnya pada periode 2014 – 2018 kerugian akibat penambahan beban kontrak derivatif bertambah sebesar Rp2,46
triliun. Oleh karena itu Perseroan mengambil langkah dengan melakukan investasi jangka pendek untuk penyelesaian
kewajiban derivatif. Pada akhir tahun 2023 Perseroan telah menyelesaikan kewajiban kontrak derivatif dengan melepaskan
aset investasi jangka pendeknya.
Pada periode 2014-2023 kerugian akibat penurunan nilai investasi bertambah sebesar Rp4,5 triliun sehingga sampai dengan
akhir tahun 2023 secara kumulatif menjadi sebesar Rp11,1 triliun. Sebagai upaya mitigasi risiko tersebut, Perseroan
mengambil langkah berupa pengurangan kepemilikan atas investasi saham tersebut dan mengupayakan pertumbuhan bisnis
existing Perseroan yang bergerak di bidang manufaktur dan infrastruktur.
Perseroan mengalami kerugian selisih kurs yang signifikan yang pada periode 2011-2013 dengan nilai kumulatif sebesar Rp1,2
triliun hal ini disebabkan Perseroan memiliki sejumlah pinjaman dari para kreditur dalam denominasi Dollar AS. Pinjaman
tersebut rentan dengan fluktuasi kurs nilai tukar mata uang. Pada akhir tahun 2013 Perseroan memiliki akumulasi beban
bunga yang cukup signifikan yaitu sebesar Rp3,89 triliun. Oleh karena itu Perseroan mengambil langkah berupa restrukturisasi
utang menjadi Obligasi Wajib Konversi melalui PMTHMETD. Dengan langkah tersebut Perseroan relatif mampu mengendalikan
volatilitas selisih kurs dan dengan restruktrurisasi utang, Perseroan mampu mengelola laju pertambahan beban bunga Rp2,9
triliun.
Pandemi COVID-19 pada 2020 yang berakibat pada kontraksi pertumbuhan ekonomi senilai -2,07% menyebabkan Perseroan
kembali mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,05 triliun. Pada tahun tersebut saldo laba negatif mencapai titik terendah yaitu
sebesar Rp20,1 triliun. Memasuki periode 2021 hingga 2023 Perseroan berhasil membukukan laba bersih 3 tahun berturut-
turut, yakni Rp63,6 miliar di tahun 2021, Rp266 miliar di tahun 2022, dan Rp237 miliar dengan kumulatif laba bersih senilai
Rp567,2 miliar. Pencapaian positif ini didukung oleh beberapa faktor market outlook sebagai berikut:
1. Perkembangan Industri Baja
Perkembangan industri baja telah mengalami perkembangan yang signifikan seiring dengan adopsi teknologi produksi yang
canggih, permintaan yang stabil dari sektor-sektor utama seperti konstruksi dan otomotif, serta inovasi produk yang terus
menerus. Proses konsolidasi yang berkelanjutan, fokus pada keberlanjutan lingkungan, dan pengaruh kebijakan pemerintah
juga menjadi faktor penting dalam menentukan arah perkembangan industri ini. Dalam konteks globalisasi, industri baja terus
Keterbukaan Informasi 13
Page 14
beradaptasi dengan tantangan persaingan global dan fluktuasi pasar, sambil tetap berkomitmen pada peningkatan efisiensi,
inovasi, dan keberlanjutan untuk mempertahankan posisinya sebagai pemain utama dalam ekonomi global.
Perkembangan industri baja ini dapat berdampak signifikan terhadap hasil operasi dan arus kas Perseroan saat ini karena
sebagian besar pendapatan perseroan disumbang oleh kontribusi pendapatan penjualan industri baja dari PT Bakrie Pipe
Industries pada pipa baja, PT Bakrie Metal Industries dan PT Bakrie Construction pada steel fabrication serta PT Bakrie
Autoparts pada spare part automotive.
2. Perkembangan Industri yang Berkelanjutan
Perkembangan industri yang berkelanjutan telah menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan lingkungan dan sosial
global saat ini. Industri-industri dari berbagai sektor telah mulai mengadopsi prinsip-prinsip keberlanjutan dalam proses
produksi, manajemen sumber daya, dan interaksi dengan lingkungan. Hal ini tercermin dalam peningkatan penggunaan energi
terbarukan, pengurangan limbah dan emisi, serta peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya alam. Faktor-faktor
yang mendorong perkembangan industri yang berkelanjutan termasuk kebutuhan akan pemenuhan tuntutan pasar yang
semakin sadar lingkungan, tekanan regulasi dari pemerintah, serta kesadaran korporat akan tanggung jawab sosial dan
lingkungan. Dengan terus menerapkan praktik-praktik berkelanjutan ini, industri-industri diharapkan dapat menciptakan
pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan ramah lingkungan bagi masyarakat. Serta dengan adopsi teknologi yang
semakin maju dan komitmen untuk berinvestasi dalam inovasi dan pengembangan solusi yang lebih berkelanjutan ini
diperkirakan akan terus berkembang sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan.
Perkembangan industri yang berkelanjutan ini dapat berdampak signifikan terhadap hasil operasi dan arus kas Perseroan
karena fokus Perseroan kedepannya adalah shifting bisnis ke industri yang berkelanjutan yaitu green industries melalui
pengembangan kendaraan listrik, pengembangan pengembangan energi terbaru dan terbarukan, pengembangan industri
cepat bangun (3D Construction Printing and Prefab Housing), serta industri Internet of Things.
3. Perubahan Kebijakan dan Peraturan Pemerintah
Perubahan kebijakan dan peraturan pemerintah memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kondisi keuangan dan kinerja
Perseroan. Hal ini disebabkan karena industri Perseroan bersinggungan penuh terhadap kebijakan dari pemerintah, antara
lain peraturan lalu lintas dan peraturan izin kendaraan bermotor. Adanya perubahaan kebijakan dari pemerintah terutama
terkait dengan transportasi dan industri KBLBB yang merupakan fokus utama dari Perseroan dapat memengaruhi kinerja dan
strategi Perseroan dalam manufaktur KBLBB yang dapat memenuhi standar dari aturan pemerintah.
Dengan demikian dalam rangka mengurangi saldo laba defisit, dalam kurun waktu 2013 sampai dengan 2023 Perseroan telah
berupaya untuk melakukan pemulihan melalui langkah-langkah berikut:
1. Melakukan aksi korporasi untuk mengeliminasi defisit yang ada.
2. Menuntaskan program restrukturisasi utang melalui konversi utang menjadi saham.
3. Peningkatan modal melalui penerbitan saham baru baik melalui penawaran umum maupun private placement.
4. Menjalin kerja sama dengan strategic partner melalui joint venture atau joint operations dalam pengembangan
bisnis yang ada maupun bisnis yang baru. Adapun kerja sama akan dilakukan adalah sebagai berikut:
i. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk dengan PT BYD Motor Indonesia, Non-Exclusive Dealer Agreement
EV Bus dengan VKTR Teknologi Mobilitas Tbk
ii. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Joint Venture dengan CV Trisakti mendirikan PT VKTR Sakti
Industries.
iii. PT Modula Sustainability Indonesia Joint Venture dengan COBOD Internasional A/S mendirikan PT
Modula Tiga Dimensi (3D Printing).
iv. PT Bakrie Power mengadakan konsorsium dengan PT Dipa Jaya Sejahtera, PT Syntek Otomasi
Indonesia dan disupervisi oleh PT PLN (Persero) UIW Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat
(Sulselrabar) dimana pemilik proyeknya adalah PT PLN (Persero).
5. Mengembangkan bidang usaha yang lebih fokus ke green industries melalui pengembangan infrastruktur
pembangkit listrik dengan energi baru dan terbarukan, pengembangan kendaraan listrik dan sarana
penunjangnya serta teknologi cepat bangun (3DCP dan prefab housing). Adapun bidang usaha Perseroan dan
entitas anak yang terkait adalah sebagai berikut:
i. Pengembangan infrastruktur pembangkit listrik dengan energi baru dan terbarukan yang telah
dilakukan melalui PLTS hybrid Selayar PV 1,3 MWp di Sulawesi Selatan dan PLTS Atap 317,5 kWp di
PT Braja Mukti Cakra (BMC),
ii. Pengembangan kendaraan listrik dan sarana penunjangnya melalui 52 Bus EV yang digunakan oleh
transjakarta dan 10 Bus EV digunakan pada RAPP (PT Riau Andalan Pulp & Paper)
iii. Teknologi cepat bangun (3DCP dan prefab housing) dimana mesin 3DCP sudah tersedia di lndonesia
dan sedang tahap proses uji coba mesin sedangkan prefab housing saat ini, PT Bangun Bantala
Indonesia (Bantala), telah diminta langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (PUPR) untuk berpartisipasi dalam pemulihan pasca gempa Cianjur di akhir tahun 2022
dengan syarat menaikkan kategori desain seismik rumah prefab dan saat ini Bantala sudah dalam
tahap akhir proses peningkatan kategori tersebut.
Atas lima langkah mitigasi kerugian tersebut dan kinerja positif selama 2021-2023, Perseroan secara kumulatif membukukan
saldo laba defisit sebesar Rp19,5 triliun pada 2023, namun disertai dengan membaiknya rasio debt to equity Perseroan.
Selain itu, prospek Perseroan yang semakin baik di masa yang akan datang akan menjaga posisi saldo laba ditahan Perseroan
tetap positif sehingga Perseroan mempunyai kemampuan, dengan tetap bergantung pada persetujuan pemegang saham dan
berpedoman kepada peraturan yang berlaku, untuk dapat membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Agar
Keterbukaan Informasi 14
Page 15
memungkinkan Perseroan membagikan dividen, Perseroan perlu memperbaiki saldo laba Perseroan dengan melakukan
restrukturisasi terhadap modal melalui Rencana Kuasi Reorganisasi, yaitu dengan cara mengeliminasi akumulasi rugi (defisit)
laba ditahan sesuai dengan ketentuan Peraturan IX.L.1.
Selain itu, apabila Kuasi Reorganisasi tidak dilakukan sekarang maka akan sulit bagi Perseroan untuk membagikan dividen
dalam waktu dekat, sekalipun dari sisi keuangan Perseroan memiliki prospek keuangan yang baik.
G. Informasi Mengenai Rencana Kegiatan Usaha Perseroan Untuk Memperbaiki Kinerja Keuangan Ke Depan
Prospek Usaha
Selain rencana strategis yang akan dilakukan oleh Perseroan, prospek usaha atas strategi-strategi Perseroan tersebut
diharapkan akan didukung oleh pemulihan ekonomi global dan secara khusus oleh perbaikan iklim investasi di Indonesia
sebagai berikut:
1. Peningkatan permintaan terhadap komoditas sumber daya energi primer yang mengakibatkan peningkatan
harga komoditas energi seperti minyak, gas, dan batubara;
2. Adanya permintaan terhadap sumber daya energi baru dan terbarukan serta sektor penunjangnya;
3. Prospek sektor infrastruktur di Indonesia yang menjanjikan dimana Pemerintah Indonesia memprioritaskan
pembangunan sarana infrastruktur, yang secara langsung meningkatkan proyek-proyek infrastruktur yang
ditawarkan kepada pihak swasta, termasuk kepada entitas anak-anak Perseroan;
4. Iklim makro ekonomi bunga rendah juga diharapkan mendukung konsumsi dan permintaan dari pihak ritel
maupun korporasi terhadap barang-barang modal, termasuk di sektor real estat, properti, dan konstruksi.
Disamping itu, kondisi makro ekonomi bunga rendah mendukung pembiayaan keuangan yang lebih efisien bagi
Perseroan;
5. Akses ke pasar modal global yang secara langsung memungkinkan Perseroan untuk mendapatkan sumber
pendanaan yang lebih kompetitif; dan
6. Peningkatan harga komoditas agribisnis seperti karet dan Crude Palm Oil seiring dengan peningkatan konsumsi
dan daya beli pasar global.
Strategi Bisnis
Perseroan mulai menjalankan usahanya sejak tahun 1942 sebagai trader hasil bumi Indonesia dan kemudian berkembang ke
dalam sektor manufaktur pada tahun 1959 dengan pendirian PT Bakrie Pipe Industries (BPI) yang memproduksi pipa baja.
Perseroan kemudian memperluas usahanya ke bidang pembangunan struktur baja, pengerjaan logam, dan proyek
infrastruktur lainnya di kurun waktu 1970an hingga 1980an akhir. Pada kurun waktu yang sama Perseroan melalui anak
usahanya mulai memproduksi bahan bangunan dan PT Bakrie Autoparts yang memproduksi komponen otomotif juga
didirikan. Perseroan memantapkan kontribusinya terhadap pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. VKTR didirikan untuk
secara nyata mendukung komitmen Pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. VKTR
semula bergerak di bidang distribusi suku cadang kendaraan komersial dan komponen alat berat, pada tahun 2022 VKTR
mengembangkan usahanya di bidang distribusi kendaraan listrik dan mengakuisisi PT Bakrie Autoparts yang memiliki
pengalaman panjang di bidang manufaktur segmen otomotif.
Unit-unit usaha Perseroan yang bergerak di bidang manufaktur telah menjadi salah satu pemain kunci di bidang industri yang
mereka garap, namun Perseroan secara berkelanjutan berencana untuk memperbaiki lini usaha semua anak perusahaan
dengan terus meningkatkan penerapan dan penguasaan teknologi terkini serta penambahan investasi terhadap sumber daya
yang memadai untuk menjalankan usaha menuju bisnis berkelanjutan dengan keterlibatan Perseroan dalam berbagai proyek-
proyek Pemerintah maupun swasta, khususnya proyek-proyek terkait pembangunan dan penguatan infrastruktur
Oleh karena itu Manajemen berkeyakinan bahwa Perseroan mampu untuk menjaga status kelancaran usaha karena sejalan
dengan Rencana Kuasi Reorganisasi, Perseroan mengadopsi strategi-strategi sebagai berikut:
1. Melanjutkan fokus pada penguatan fundamental bisnis yang menopang kelangsungan bisnis Perseroan, yaitu
bisnis-bisnis di bidang manufaktur dan terkait infrastruktur. Perseroan melanjutkan upaya penguatan fundamental
bisnis dengan memperkuat operasional setiap unit usaha sehingga mampu mempertahankan daya saingnya di
pasar. Perseroan juga membuka peluang untuk bermitra secara strategis dalam menjalankan usahanya. Hingga
3 tahun ke depan Perseroan menargetkan CAGR sebesar 16,6%, dengan porsi pendapatan terkonsolidasi sebesar
40,8% dari sektor pipa baja, 5,6% dari sektor fabrikasi baja, 4,1% dari sektor infrastruktur dan pendukung
infrastruktur.
2. Mengembangkan portofolio bisnis baru berbasis teknologi dan berfokus pada Environment, Social and Governance
yang berpotensi menjadi sumber pendapatan baru Perseroan di masa mendatang. Perseroan telah
mengembangkan portofolio bisnis yang bergerak di bidang pembangkit Listrik Energi Baru dan Terbarukan,
kendaraan listrik beserta komponen otomotif, dan teknologi cepat bangun (3D Construction Printing and Prefab
Housing). Perseroan memproyeksikan pendapatan dari sektor ini akan terus bertumbuh dan menyumbang hingga
44% dari keseluruhan pendapatan Perseroan pada tahun 2026.
3. Secara aktif mengelola dan memitigasi risiko usaha dan investasi dengan cara menerapkan manajemen risiko
internal yang menjadi bagian terintegrasi dalam proses bisnis.
Strategi-strategi di atas selain akan meningkatkan kinerja Perseroan juga akan meminimalisasi potensi opportunity loss di era
perkembangan teknologi yang sangat pesat.
Berdasarkan kondisi perekonomian Indonesia tersebut di atas, manajemen berkeyakinan bahwa kinerja Perseroan dan entitas
anak akan membaik pada masa mendatang.
Keterbukaan Informasi 15
Page 16
H. Dampak Positif Kuasi Reorganisasi
Dampak positif dari pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi terhadap posisi ekuitas Perseroan adalah Perseroan dapat
memulai awal yang baru dengan menunjukkan posisi keuangan yang lebih baik tanpa dibebani oleh defisit.
Laporan posisi keuangan konsolidasian proforma kuasi reorganisasi tanggal 31 Desember 2023 sebelum dan setelah Rencana
Kuasi Reorganisasi yang telah direviu oleh KAP Y. Santosa dan Rekan, berdasarkan standar akuntasi yang ditetapkan oleh
Institut Akuntan Publik Indonesia melalui laporannya No. NA24/P.JNR/03.28.01 adalah sebagai berikut:
31 Desember 2023 (dalam Rupiah penuh)
Sebelum Dilaksanakan Setelah Dilaksanakan
Keterangan
Kuasi Reorganisasi Kuasi Reorganisasi
(Diaudit) (Proforma)
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 865.464.010.716 865.464.010.716
Investasi jangka pendek
- Pihak Ketiga 589.270.895.741 589.270.895.741
- Pihak Berelasi 11.453.371.237 11.453.371.237
Piutang usaha
- Pihak Ketiga 775.390.805.242 775.390.805.241
- Pihak Berelasi 32.341.335.992 32.341.335.993
Piutang lain-lain
- Pihak Ketiga 217.512.810.473 217.512.810.474
- Pihak Berelasi 20.000.000.000 20.000.000.000
Persediaan 1.013.993.934.151 1.013.993.934.151
Uang muka 298.206.666.323 298.206.666.322
Beban dibayar dimuka 3.621.645.188 3.621.645.188
Pajak dibayar dimuka 110.774.260.433 110.774.260.433
Dana dalam pembatasan 5.886.424.147 5.886.424.147
Jumlah Aset Lancar 3.943.916.159.643 3.943.916.159.643
Aset Tidak Lancar
Piutang pihak berelasi 30.762.657.092 30.762.657.092
Investasi pada entitas asosiasi dan entitas pengendalian 10.000.000.000 10.000.000.000
bersama
Investasi jangka panjang lainnya 992.708.591.192 992.708.591.192
Aset tetap 1.736.237.151.554 1.736.237.151.554
Aset pajak tangguhan - neto 72.933.980.474 72.933.980.474
Biaya pengembangan proyek 61.939.907.527 61.939.907.527
Aset tidak lancar lainnya 253.106.541.995 253.106.541.995
Jumlah Aset Tidak Lancar 3.157.688.829.834 3.157.688.829.834
JUMLAH ASET 7.101.604.989.477 7.101.604.989.477
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek
- Pihak Ketiga 1.158.705.547.174 1.158.705.547.174
- Pihak Berelasi 120.000.000.000 120.000.000.000
Utang usaha
- Pihak Ketiga 643.147.869.778 643.147.869.778
- Pihak Berelasi 22.891.697.155 22.891.697.155
Utang lain-lain
- Pihak Ketiga 103.071.789.984 103.071.789.984
- Pihak Berelasi 24.413.920.380 24.413.920.380
Beban masih harus dibayar 598.283.544.111 598.283.544.111
Uang muka pelanggan 295.629.970.702 295.629.970.702
Utang pajak 116.869.093.439 116.869.093.439
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
- Pinjaman jangka panjang 865.965.189.892 865.965.189.892
- Liabilitas sewa 7.615.530.389 7.615.530.389
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 3.956.594.153.004 3.956.594.153.004
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan - neto 125.053.859.501 125.053.859.501
Liabilitas imbalan pascakerja 235.255.319.389 235.255.319.389
Utang pihak berelasi 91.701.384.179 91.701.384.179
Utang jangka panjang
- Pinjaman jangka panjang 21.497.167.607 21.497.167.607
- Liabilitas Sewa 10.840.247.968 10.840.247.968
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 484.347.978.644 484.347.978.644
JUMLAH LIABILITAS 4.440.942.131.648 4.440.942.131.648
Keterbukaan Informasi 16
Page 17
31 Desember 2023 (dalam Rupiah penuh)
Sebelum Dilaksanakan Setelah Dilaksanakan
Keterangan
Kuasi Reorganisasi Kuasi Reorganisasi
(Diaudit) (Proforma)
EKUITAS
Modal saham 23.675.987.650.100 4.603.865.222.771
Tambahan modal disetor
- Agio saham 61.727.870.922 120.603.997.173
- Tambahan modal disetor dari pengampunan pajak 1.164.535.326.641 1.164.535.326.641
- Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali (3.730.584.668.651) (3.730.584.668.651)
Cadangan modal lainnya
- Selisih kurs penjabaran laporan keuangan 11.954.949.627 11.954.949.627
- Selisih nilai transaksi dengan non pengendali 519.040.077.409 -
- Keuntungan (kerugian) investasi jangka pendek yang 2.598.809.535 2.598.809.535
belum terealisasi
- Akumulasi Pengukuran Kembali atas imbalan pascakerja 4.942.007.483 4.942.007.483
Defisit (19.532.286.378.487) -
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik 2.177.915.644.579 2.177.915.644.579
entitas induk
Kepentingan nonpengendali 482.747.213.250 482.747.213.250
JUMLAH EKUITAS 2.660.662.857.829 2.660.662.857.829
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7.101.604.989.477 7.101.604.989.477
I. Laporan Akuntan Terkait Perikatan atas Informasi Keuangan Konsolidasian Ringkasan Proforma Setelah
Pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi
KAP Y. Santosa dan Rekan dalam laporannya No. NA24/P.JNR/03.28.01 bertanggal 5 April 2024 perihal Laporan Akuntan
Independen atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan dan Entitas Anak tanggal 31 Desember 2023
setelah pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi menyatakan bahwa tidak terdapat penyebab yang menjadikan Akuntan
percaya, dalam semua hal yang material, bahwa asumsi manajemen tidak memberikan dasar yang beralasan untuk
menyajikan dampak langsung signifikan sebagai akibat Rencana Kuasi Reorganisasi, seperti yang dijelaskan dalam Catatan 5
atas Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma Kuasi Reorganisasi yang tidak diaudit, penyesuaian proforma terkait tidak
mencerminkan dampak semestinya asumsi tersebut, dan kolom proforma tidak mencerminkan penerapan semestinya
penyesuaian tersebut terhadap angka-angka laporan posisi keuangan konsolidasian historis dalam Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasian Proforma Kuasi Reorganisasi yang tidak diaudit tanggal 31 Desember 2023.
J. Pendapat Akuntan Mengenai Kesesuaian Penerapan Prosedur Pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi
KAP Y. Santosa dan Rekan dalam laporannya No. NA24/P.HO/03.28.02 bertanggal 5 April 2024 perihal Laporan Akuntan
Independen mengenai kesesuaian penerapan prosedur dan ketentuan dalam pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi
Perseroan dan Entitas Anak tanggal 31 Desember 2023 menyatakan bahwa tidak ada hal-hal yang menjadi perhatian Akuntan,
dalam semua hal yang material, yang mengindikasikan ketidakpatuhan Perseroan bahwa penerapan prosedur dan ketentuan
kuasi reorganisasi Perseroan dan Entitas Anak tanggal 31 Desember 2023, tidak memenuhi prosedur dan ketentuan
sebagaimana yang dipersyaratkan dalam Peraturan IX.L.1.
Keterbukaan Informasi 17
Page 18
4. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA
Sehubungan dengan Rencana Kuasi Reorganisasi sebagaimana telah diuraikan dalam Keterbukaan Informasi ini, Perseroan
bermaksud untuk meminta persetujuan dari RUPSLB Perseroan yang akan diselenggarakan pada Jumat, 21 Juni 2024 dengan
memperhatikan ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan.
Sebagai informasi, tanggal-tanggal penting yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan penyelenggaraan RUPSLB Perseroan
adalah sebagaimana tertera pada tabel jadwal berikut ini:
PERISTIWA TANGGAL
Pemberitahuan ke Otoritas Jasa Keuangan mengenai agenda RUPSLB 6 Mei 2024
Pengumuman RUPSLB dan Pengumuman keterbukaan informasi kepada pemegang saham 15 Mei 2024
Tanggal Daftar Pemegang Saham (Recording Date) 29 Mei 2024
Pemanggilan RUPSLB 30 Mei 2024
Pelaksanaan RUPSLB 21 Juni 2024
Pengumuman Penurunan Modal melalui Surat Kabar Nasional 22 Juni 2024
Tanggal terakhir penyampaian keberatan oleh kreditur kepada Perseroan 21 Agustus 2024
Perkiraan tanggal diperolehnya persetujuan Menkumham (dengan asumsi tidak terdapat
22 Agustus 2024
kreditur yang mengajukan keberatan kepada Perseroan)
Perkiraan tanggal pelaksanaan kuasi reorganisasi (dilaksanakan setelah diperolehnya
22 Agustus 2024
persetujuan Menkumham)
5. REKOMENDASI DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN
Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan merekomendasikan kepada seluruh pemegang saham untuk menyetujui Rencana Kuasi
Reorganisasi sebagaimana disebutkan dalam Keterbukaan Informasi ini. Dalam memberikan rekomendasi tersebut kepada pemegang
saham, Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah menelaah manfaat dari Rencana Kuasi Reorganisasi, dan oleh karenanya
berkeyakinan bahwa pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi merupakan pilihan terbaik bagi Perseroan dan seluruh pemegang
saham.
Keterbukaan Informasi 18
Page 19
6. INFORMASI TAMBAHAN
Para pemegang saham yang ingin memperoleh informasi lain sehubungan dengan Rencana Kuasi Reorganisasi, dapat menghubungi
Perseroan selama jam kerja (pukul 08.00 sampai dengan 16.00 Waktu Indonesia Barat) pada hari kerja di kantor Perseroan dengan
alamat berikut:
Kompleks Rasuna Epicentrum
Bakrie Tower, Lantai 35 – 37
Jl. HR. Rasuna Said
Jakarta Selatan 12940, Indonesia
Telp.: +62(21)2991 2222
Email: corsec.bnbr@bakrie.co.id
Situs Internet: www.bakrie-brothers.com
Jakarta, 19 Juni 2024
Hormat Kami,
Direksi Perseroan
Keterbukaan Informasi 19
Names mentioned 49 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT BAKRIE
p.1 ×7
unresolved
org
BROTHERS TBK
p.1 ×7
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.1 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.1 ×8
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia. BIIN
p.3
unresolved
org
PT Bakrie Indo Infrastructure. Biro Administrasi Efek
p.3
unresolved
org
| Biro Administrasi Efek Perseroan, yakni PT Electronic Data Interchange
· Biro Administrasi Efek
p.3
unresolved
org
PT Electronic Data Interchange Indonesia. BMI
p.3
unresolved
org
PT Bakrie Metal Industries. BNRI
p.3
unresolved
org
PT Electronic Data Interchange Indonesia
p.3 ×4
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.3 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. OWK
p.3
unresolved
org
Teknologi Mobilitas Tbk.
p.3 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×2
unresolved
person
Sie Khwan Djioe
· Notaris
p.5
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.5
unresolved
org
Pengadilan Negeri
p.5
unresolved
person
Humberg Lie
· Notaris
p.5 ×3
unresolved
org
FOUNTAIN CITY INVESTMENT LTD
p.5 ×2
unresolved
org
PT Bakrie Pipe Industries
p.14 ×2
unresolved
org
PT Bakrie Construction
p.14
unresolved
org
PT Bakrie Autoparts
p.14 ×3
unresolved
org
PT BYD Motor Indonesia
p.14
unresolved
org
PT VKTR Sakti Industries.
p.14
unresolved
org
PT Modula Sustainability Indonesia Joint Venture
p.14
unresolved
org
PT Modula Tiga Dimensi
p.14
unresolved
org
PT Bakrie Power
p.14
unresolved
org
PT Dipa Jaya Sejahtera
p.14
unresolved
org
PT Syntek Otomasi Indonesia
p.14
unresolved
org
PT PLN (Persero)
p.14 ×2
unresolved
org
PT Braja Mukti Cakra
p.14
unresolved
org
PT Riau Andalan Pulp
p.14
unresolved
org
PT Bangun Bantala Indonesia
p.14
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.14
unresolved
org
Y. Santosa dan Rekan
p.16
unresolved
org
Pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi KAP Y. Santosa dan Rekan
p.17 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.