Back to announcement
20240619_PRTL_Laporan Informasi dan Fakta Material_31662250_lamp2.pdf
Other Text extracted PRTLSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 27
Page 1
PROSPEKTUS RINGKAS
INFORMASI DALAM PROSPEKTUS RINGKAS INI MASIH DAPAT DILENGKAPI DAN/ATAU DIUBAH. PERNYATAAN PENDAFTARAN EFEK INI TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OTORITAS JASA
KEUANGAN (“OJK”) NAMUN BELUM MEMPEROLEH PERNYATAAN EFEKTIF DARI OJK. PROSPEKTUS RINGKAS INI HANYA DAPAT DIGUNAKAN DALAM RANGKA PENAWARAN AWAL
TERHADAP EFEK INI. EFEK INI TIDAK DAPAT DIJUAL SEBELUM PERNYATAAN PENDAFTARAN YANG TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OJK MENJADI EFEKTIF. PEMESANAN MEMBELI EFEK INI
HANYA DAPAT DILAKSANAKAN SETELAH CALON PEMBELI ATAU PEMESAN MENERIMA ATAU MEMPUNYAI KESEMPATAN UNTUK MEMBACA PROSPEKTUS.
OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI
PROSPEKTUS RINGKAS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PROSPEKTUS RINGKAS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI
DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.
PT PROFESIONAL TELEKOMUNIKASI INDONESIA (“PERSEROAN”) DAN PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA
INFORMASI, FAKTA, DATA, ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS RINGKAS INI.
PT PROFESIONAL TELEKOMUNIKASI INDONESIA
KEGIATAN USAHA UTAMA
Bergerak dalam bidang konstruksi sentral telekomunikasi dan aktivitas perusahaan holding
Berkedudukan di Kudus, Jawa Tengah
KANTOR PUSAT KANTOR PUSAT
Jl. Tanjung Karang No.11 Menara BCA, Lantai 55
Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati Jl. M.H. Thamrin No. 1
Kudus, Jawa Tengah Jakarta 10310, Indonesia
Tel: +62291 - 435984 Tel: +62 21 2358 5500
Email: investor.relations@protelindo.net Faks: +62 21 2358 6446
Website: www.protelindo.net
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
OBLIGASI BERKELANJUTAN IV PROTELINDO
DENGAN TARGET DANA YANG DIHIMPUN SEBESAR Rp20.000.000.000.000,- (DUA PULUH TRILIUN RUPIAH)
(“OBLIGASI BERKELANJUTAN”)
Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan tersebut, Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan:
OBLIGASI BERKELANJUTAN IV PROTELINDO TAHAP I TAHUN 2024
DENGAN JUMLAH POKOK SEBANYAK-BANYAKNYA SEBESAR Rp1.000.000.000.000,- (SATU TRILIUN RUPIAH) (“OBLIGASI”)
Obligasi ini terdiri dari 3 (tiga) Seri, yaitu Obligasi Seri A, Seri B dan Seri C yang masing-masing ditawarkan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi. Obligasi ini diterbitkan tanpa
warkat kecuali Sertifikat Jumbo yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”). Obligasi ini memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memilih Seri Obligasi yang
dikehendaki sebagai berikut:
Seri A : Jumlah Obligasi yang ditawarkan adalah sebesar Rp ●,- ● Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar ●,●% (● persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi Seri A adalah 370 (tiga rat
tujuh puluh) hari kalender terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat tanggal jatuh tempo.
Seri B : Jumlah Obligasi yang ditawarkan adalah sebesar Rp●,- (● Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar ●,●% (enam koma lima nol persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi Ser
adalah 3 (tiga) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat tanggal jatuh tempo.
Seri C : Jumlah Obligasi yang ditawarkan adalah sebesar Rp●,- (● Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar ●,●% (enam koma lima nol persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi Ser
adalah 5 (lima) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat tanggal jatuh tempo.
Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama masing-masing seri akan
dilakukan pada tanggal 26 September 2024 sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi adalah pada tanggal 6 Juli 2025 untuk Seri A, tanggal 26 Juni 2027
untuk Seri B dan tanggal 26 Juni 2029 untuk seri C.
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
OBLIGASI INI TIDAK DIJAMIN DENGAN SUATU AGUNAN KHUSUS BERUPA KEBENDAAN ATAU PENDAPATAN ATAU ASET LAIN PERSEROAN DALAM BENTUK APAPUN SERTA TIDAK DIJAMIN OLEH
PIHAK LAIN MANAPUN. SESUAI PASAL 1131 DAN 1132 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA, SELURUH KEKAYAAN PERSEROAN, BAIK BARANG BERGERAK MAUPUN BARANG TIDAK
BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI KECUALI ASET PERSEROAN YANG TELAH DIJAMINKAN SECARA KHUSUS KEPADA PARA KREDITURNYA
MENJADI JAMINAN ATAS SEMUA UTANG PERSEROAN KEPADA SEMUA KREDITURNYA YANG TIDAK DIJAMIN SECARA KHUSUS ATAU TANPA HAK ISTIMEWA TERMASUK OBLIGASI INI SECARA
PARI PASSU.
PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI YANG DITUJUKAN SEBAGAI PELUNASAN ATAU DISIMPAN UNTUK KEMUDIAN DIJUAL KEMBALI DENGAN HARGA PASAR
DENGAN KETENTUAN BAHWA HAL TERSEBUT DAPAT DILAKUKAN 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN. PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) OBLIGASI PERSEROAN TIDAK DAPAT
DILAKUKAN APABILA HAL TERSEBUT MENGAKIBATKAN PERSEROAN TIDAK DAPAT MEMATUHI KETENTUAN-KETENTUAN DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN. PEMBELIAN KEMBALI (BU
BACK) OBLIGASI HANYA DAPAT DILAKUKAN OLEH PERSEROAN DARI PIHAK YANG TIDAK TERAFILIASI. RENCANA PEMBELIAN KEMBALI WAJIB DILAPORKAN PERSEROAN KEPADA OJK PALING
LAMBAT 2 (DUA) HARI KERJA SEBELUM PENGUMUMAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI. PERSEROAN WAJIB MENGUMUMKAN RENCANA PEMBELIAN OBLIGASI PALING SEDIKIT
MELALUI 1 (SATU) SURAT KABAR HARIAN BERBAHASA INDONESIA YANG BERPEREDARAN NASIONAL PALING LAMBAT 2 (DUA) HARI KALENDER SEBELUM TANGGAL PENAWARAN PEMBELIAN
KEMBALI OBLIGASI DIMULAI. PELAKSANAAN PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DILAKUKAN MELALUI BURSA EFEK ATAU DI LUAR BURSA EFEK.
PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO YANG DIDAFTARKAN ATAS NAMA PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (”KSEI”), DAN AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK
ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI.
DALAM RANGKA PENERBITAN OBLIGASI INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN OBLIGASI DARI:
PT FITCH RATINGS INDONESIA (“FITCH”)
AAA (idn) (TRIPLE A)
KETERANGAN LEBIH LANJUT TENTANG HASIL PEMERINGKATAN TERSEBUT DAPAT DILIHAT PADA BAB I PROSPEKTUS
RISIKO USAHA UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO KOMPETISI YANG KETAT DAN PERSAINGAN HARGA DALAM INDUSTRI PENYEWAAN MENARA.
RISIKO UTAMA YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH RISIKO TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN INI
YANG ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG.
Obligasi akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia
Penawaran Obligasi ini dijamin secara kesanggupan penuh (Full Commitment)
PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN PENJAMIN EMISI OBLIGASI
PT BCA SEKURITAS PT BNI SEKURITAS PT MANDIRI SEKURITAS
WALI AMANAT
PT Bank Permata Tbk.
Prospektus Ringkas ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 19 Juni 2024
Page 2
JADWAL SEMENTARA
Masa Penawaran Awal : 19 Juni – 25 Juni 2024
Perkiraan Tanggal Efektif : 28 Juni 2024
Perkiraan Masa Penawaran Umum : 2 Juli – 4 Juli 2024
Perkiraan Tanggal Penjatahan : 5 Juli 2024
Perkiraan Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 9 Juli 2024
Perkiraan Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 9 Juli 2024
Perkiraan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 10 Juli 2024
PENAWARAN UMUM
KETERANGAN OBLIGASI YANG AKAN DITERBITKAN
NAMA OBLIGASI
Obligasi Berkelanjutan IV Protelindo Tahap I Tahun 2024.
JENIS OBLIGASI
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama KSEI sebagai
bukti utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah
Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening.
JUMLAH POKOK OBLIGASI
Sebanyak-banyaknya sebesar Rp1.000.000.000.000,- (satu triliun Rupiah) yang terdiri dari 3 (tiga) seri dengan
ketentuan sebagai berikut:
Seri A : Jumlah Obligasi yang ditawarkan adalah sebesar Rp●,- (● Rupiah) dengan tingkat bunga tetap
sebesar ●,●% (● persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi Seri A adalah 370 (tiga ratus tujuh
puluh) hari kalender terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara
penuh (bullet payment) pada saat tanggal jatuh tempo.
Seri B : Jumlah Obligasi yang ditawarkan adalah sebesar Rp●,- (● Rupiah) dengan tingkat bunga tetap
sebesar ●,●% (● persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi Seri B adalah 3 (tiga) tahun terhitung
sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat
tanggal jatuh tempo.
Seri C : Jumlah Obligasi yang ditawarkan adalah sebesar Rp●,- (● Rupiah) dengan tingkat bunga tetap
sebesar ●,●% (● persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi Seri C adalah 5 (lima) tahun
terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment)
pada saat tanggal jatuh tempo.
Pembayaran Obligasi akan dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah
Pokok Obligasi pada saat jatuh tempo.
JANGKA WAKTU DAN JATUH TEMPO
Obligasi ini diterbitkan dengan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender, 3 (tiga) tahun dan 5 (lima)
tahun sejak tanggal emisi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan
tanggal pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama masing-masing seri akan dilakukan
pada tanggal 9 Oktober 2024 sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi
adalah pada tanggal 19 Juli 2025 untuk Seri A, tanggal 9 Juli 2027 untuk Seri B dan tanggal 9 Juli 2029 untuk seri
C.
HARGA PENAWARAN
100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi.
Page 3
JUMLAH MINIMUM PEMESANAN
Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sebesar Rp5.000.000 (lima juta Rupiah) atau
kelipatannya.
BUNGA OBLIGASI
Bunga Obligasi sebesar ●,●% (● persen)per tahun untuk seri A, ●,●% (● persen) per untuk seri B dan ●,●% (●
persen) per untuk seri C. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan, sesuai dengan tanggal pembayaran
masing-masing Bunga Obligasi. Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai
nominal yang dihitung berdasarkan jumlah Hari Kalender yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah
360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender.
KETENTUAN UMUM PEMBAYARAN BUNGA OBLIGASI
Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulanan (3 bulanan) sejak Tanggal Emisi pada Tanggal Pembayaran Bunga.
Bunga Obligasi tersebut akan dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening
di KSEI pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi
adalah sebagai berikut:
Tanggal Pembayaran Bunga
Bunga Ke
Seri A Seri B Seri C
1 9 Oktober 2024 9 Oktober 2024 9 Oktober 2024
2 9 Januari 2025 9 Januari 2025 9 Januari 2025
3 9 April 2025 9 April 2025 9 April 2025
4 19 Juli 2025 9 Juli 2025 9 Juli 2025
5 9 Oktober 2025 9 Oktober 2025
6 9 Januari 2026 9 Januari 2026
7 9 April 2026 9 April 2026
8 9 Juli 2026 9 Juli 2026
9 9 Oktober 2026 9 Oktober 2026
10 9 Januari 2027 9 Januari 2027
11 9 April 2027 9 April 2027
12 9 Juli 2027 9 Juli 2027
13 9 Oktober 2027
14 9 Januari 2028
15 9 April 2028
16 9 Juli 2028
17 9 Oktober 2028
18 9 Januari 2029
19 9 April 2029
9 Juli 2029
JAMINAN
Obligasi ini tidak dijamin dengan suatu agunan khusus berupa kebendaan atau pendapatan atau aset lain
Perseroan dalam bentuk apapun serta tidak dijamin oleh pihak lain manapun. Sesuai Pasal 1131 dan 1132 Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata, seluruh kekayaan Perseroan, baik barang bergerak maupun barang tidak
bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari, kecuali aset Perseroan yang telah
dijaminkan secara khusus kepada para krediturnya, menjadi jaminan atas semua utang Perseroan kepada semua
krediturnya yang tidak dijamin secara khusus atau tanpa hak istimewa termasuk Obligasi ini secara pari passu.
2
Page 4
PENYISIHAN DANA (SINKING FUND)
Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana untuk Obligasi ini dengan pertimbangan untuk
mengoptimalkan penggunaan dana hasil emisi sesuai dengan tujuan penggunaan dana bersih hasil Penawaran
Umum Obligasi ini.
SATUAN PEMINDAHBUKUAN OBLIGASI
Satuan jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya, yaitu
senilai Rp1,- (satu Rupiah) atau kelipatannya.
SATUAN PERDAGANGAN OBLIGASI
Satuan perdagangan obligasi di Bursa Efek telah dilakukan dengan nilai sebesar Rp5.000.000 (lima juta Rupiah)
dan/atau kelipatannya.
PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI
Penjelasan mengenai pembelian kembali obligasi Perseroan dapat dilihat lebih lanjut pada bagian dari Bab I
dalam Prospektus dengan judul “PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI”
PEMBATASAN-PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN-KEBAWAJIBAN PERSEROAN
Penjelasan mengenai pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban Perseroan dapat dilihat lebih lanjut
pada bagian dari Bab I dalam Prospektus dengan judul “PEMBATASAN-PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN-
KEBAWAJIBAN PERSEROAN”
HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI
Penjelasan mengenai hak-hak pemegang obligasi dapat dilihat lebih lanjut pada bagian dari Bab I dalam
Prospektus dengan judul “HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI”
CARA PELUNASAN POKOK OBLIGASI DAN PEMBAYARAN BUNGA OBLIGASI
Penjelasan mengenai cara pelunasan pokok obligasi dan pembayaran bunga obligasi Perseroan dapat dilihat
lebih lanjut pada bagian dari Bab I dalam Prospektus dengan judul “CARA PELUNASAN POKOK OBLIGASI DAN
PEMBAYARAN BUNGA OBLIGASI”.
KETERANGAN WALI AMANAT
PT Bank Permata Tbk telah ditunjuk sebagai Wali Amanat dalam penerbitan Obligasi ini sesuai dengan
ketentuan yang tercantum dalam Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan IV Protelindo
Tahap I Tahun 2024 No. 45 tanggal 3 April 2024, yang dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum.,
M.Kn., Notaris di Jakarta, antara Perseroan dengan PT Bank Permata Tbk selaku Wali Amanat.
Alamat Wali Amanat adalah sebagai berikut:
PT Bank Permata Tbk
WTC II, Lantai 27
Jl. Jend. Sudirman Kav 29 - 31, Jakarta 12920 – Indonesia
Telepon: (021) 523 7788; Faksimili: (021) 250 0708
Website: www.permatabank.com
Up. Head, Securities Services
Email : Securities.Services@permatabank.co.id
3
Page 5
Untuk Layanan Pengaduan Nasabah:
Permata Bank Tower III, Lantai 14
Jl. Mohammad Husni Thamrin Blok B1/1
Bintaro Sektor VII, Pondok Aren
Tangerang 15224
Telepon: (62-21) 7459744
Up. Securities & Agency Operation
Email : CustodyCS@permatabank.co.id
Penjelasan mengenai wali amanat dapat dilihat lebih lanjut pada Bab X dalam Prospektus dengan judul
“KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT”
HASIL PEMERINGKATAN OBLIGASI
Untuk memenuhi ketentuan POJK No. 7/2017 dan POJK No. 49/2020, Perseroan telah melakukan pemeringkatan
yang dilaksanakan oleh Fitch. Berdasarkan hasil pemeringkatan atas efek utang jangka panjang sesuai dengan
surat 53/DIR/RATLTR/III/2024 tanggal 28 Maret 2024 dari PT Fitch Ratings Indonesia, Obligasi Berkelanjutan IV
Protelindo Tahap I Tahun 2024 telah mendapat peringkat:
AAA(idn)
(Triple A)
Fitch menetapkan Peringkat Nasional Jangka Panjang AAA(idn) untuk Program Obligasi Berkelanjutan IV
Protelindo sejumlah maksimum Rp20.000.000.000.000 (dua puluh triliun Rupiah) dan Peringkat Nasional Jangka
Panjang AAA(idn) Obligasi Berkelanjutan IV Protelindo Tahap I Tahun 2024 sebesar Rp1.000.000.000.000,- (satu
triliun Rupiah) yang seluruhnya akan digunakan untuk pelunasan utang Perseroan.
Berdasarkan Rating Rationale Fitch yang terbit pada tanggal 14 September 2023 yang masih berlaku dan relevan
sampai dengan Prospektus diterbitkan, Fitch memperkirakan EBITDA net leverage Protelindo akan meningkat
menjadi di bawah 4,5x pada tahun 2024, didorong oleh pertumbuhan EBITDA, belanja modal yang moderat
setelah tahun 2023, dan prudent shareholder distributions. Manajemen berencana untuk melakukan deleverage,
namun prosesnya tertunda karena Perusahaan menjalankan model build-to-suit dan seluruh belanja modal
Perseroan didukung oleh pesanan sewa yang terkonfirmasi dari penyewa dan menghasilkan EBITDA tambahan,
yang memungkinkan deleveraging bertahap.
HAK SENIORITAS ATAS UTANG
Hak pemegang Obligasi adalah pari passu tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lainnya baik
yang ada sekarang maupun di kemudian hari, kecuali hak-hak kreditur Perseroan yang dijamin secara khusus
dengan kekayaan Perseroan baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari.
RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM OBLIGASI
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan IV Protelindo
Tahap I Tahun 2024 ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan untuk pembayaran sebagian dari
utang bank Perseroan
Penjelasan mengenai rencana penggunaan dana dari hasil Penawaran Umum Obligasi dapat dilihat lebih
lanjut pada Bab II dalam Prospektus dengan judul “PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL
PENAWARAN UMUM”
4
Page 6
PERNYATAAN UTANG
Posisi liabilitas menyajikan posisi liabilitas konsolidasian Grup pada tanggal 31 Desember 2023 yang angka-
angkanya diambil dari Laporan keuangan konsolidasian Grup tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 serta untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, yang disusun oleh manajemen Grup sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia dan disajikan dalam mata uang Rupiah, yang seluruhnya tercantum dalam
Prospektus dan telah diaudit KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (“KAP PSS”) (anggota firma Ernst & Young
Global Limited), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, sebagaimana
tercantum dalam laporan auditor independen. No. 01640/2.1032/AU.1/10/0702-2/1/VI/2024 tertanggal 13 Juni
2024, yang ditandatangani oleh Widya Arijanti (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0702). Laporan auditor
independen tersebut, yang juga tercantum dalam Prospektus, menyatakan opini tanpa modifikasian dan
paragraf hal-hal lain mengenai: (i) tujuan penerbitan laporan auditor independen dan (ii) penerbitan kembali
laporan auditor independen sehubungan dengan penerbitan kembali laporan keuangan konsolidasian tersebut.
Penjelasan mengenai pernyataan utang dapat dilihat pada Bab III dalam Prospektus dengan judul
“PERNYATAAN UTANG”
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Berikut ini adalah ikhtisar data keuangan penting Perseroan berasal dari Laporan keuangan konsolidasian Grup
tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, yang disusun
oleh manajemen Perseroan serta Entitas Anak sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan
disajikan dalam mata uang Rupiah, yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus dan telah diaudit KAP
Purwantono, Sungkoro & Surja (“KAP PSS”) (anggota firma Ernst & Young Global Limited), auditor independen,
berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, sebagaimana tercantum dalam laporan auditor
independen. No. 01640/2.1032/AU.1/10/0702-2/1/VI/2024 tertanggal 13 Juni 2024, yang ditandatangani oleh
Widya Arijanti (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0702). Laporan auditor independen tersebut, yang juga
tercantum dalam Prospektus, menyatakan opini tanpa modifikasian dan paragraf hal-hal lain mengenai: (i)
tujuan penerbitan laporan auditor independen dan (ii) penerbitan kembali laporan auditor independen
sehubungan dengan penerbitan kembali laporan keuangan konsolidasian tersebut.
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 404.942 285.187
Kas yang dibatasi penggunaannya
122 16
Piutang usaha
Pihak ketiga 3.074.300 2.555.574
Pihak berelasi 12.034 2.230
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 58.757 56.620
Pihak berelasi 207 2.661
Persediaan 14.572 -
Beban dibayar dimuka - jangka pendek 229.043 236.287
Pajak dibayar dimuka 477.617 407.427
5
Page 7
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Uang muka 41.242 47.242
Investasi instrumen keuangan - jangka pendek 35.568 34.067
Piutang derivatif - jangka pendek 52.881 -
TOTAL ASET LANCAR 4.401.285 3.627.311
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 40.385.074 37.152.092
Goodwill 15.508.533 15.421.546
Beban dibayar dimuka - jangka panjang 183.620 290.838
Aset takberwujud 990.800 1.100.637
Aset hak-guna 5.121.186 6.113.351
Investasi instrumen keuangan - jangka panjang - 506.502
Investasi 494.088 -
Piutang derivatif - jangka panjang 157.051 286.484
Aset pajak tangguhan, neto 6.645 4.527
Aset tidak lancar lainnya 1.144.393 1.097.560
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 63.991.390 61.973.537
TOTAL ASET 68.392.675 65.600.848
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang pembangunan menara dan usaha lainnya
Pihak ketiga 1.100.227 839.297
Pihak berelasi 106.204 -
Utang lain-lain
Pihak ketiga 103.534 23.154
Pihak berelasi 34.624 -
Akrual 1.461.393 1.539.192
Utang bagian jangka pendek atas:
Utang sewa 265.310 386.972
Utang bank
Pihak ketiga 10.875.657 6.776.683
Pihak berelasi 196.500 1.285.965
Utang obligasi 7.252.204 1.113.932
Utang pajak 179.204 152.823
Pendapatan ditangguhkan 2.457.037 2.148.996
Pinjaman pihak berelasi 54.500 -
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek, neto 169.909 156.165
Utang derivatif - jangka pendek 21.922 -
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 24.278.225 14.423.179
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Utang sewa 180.108 1.590.585
6
Page 8
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Utang bank
Pihak ketiga 18.455.327 22.309.314
Pihak berelasi 6.370.483 6.952.269
Utang obligasi 1.317.513 4.556.448
Provisi jangka panjang 314.014 273.246
Liabilitas pajak tangguhan, neto 841.962 944.030
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang, neto 76.518 46.098
Pendapatan ditangguhkan 30.372 35.301
Utang derivatif - jangka panjang 22.032 39.427
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 27.608.329 36.746.718
TOTAL LIABILITAS 51.886.554 51.169.897
EKUITAS
Modal saham 332.262 332.262
Tambahan modal disetor 89.324 64.904
Saldo laba:
Telah ditentukan penggunaannya 1.000 900
Belum ditentukan penggunaannya 15.950.569 13.901.524
Penghasilan komprehensif lain 77.686 99.587
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 16.450.841 14.399.177
Kepentingan nonpengendali 55.280 31.774
TOTAL EKUITAS 16.506.121 14.430.951
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 68.392.675 65.600.848
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Konsolidasian
(dalam jutaan Rupiah)
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
Keterangan
2023 2022
Pendapatan 11.740.345 11.035.650
Depresiasi dan amortisasi (2.842.515) (2.305.982)
Beban pokok pendapatan lainnya (684.486) (607.770)
Beban pokok pendapatan (3.527.001) (2.913.752)
Laba bruto 8.213.344 8.121.898
Beban penjualan dan pemasaran (238.108) (168.763)
Beban umum dan administrasi (817.968) (711.927)
Beban usaha lainnya, neto (194.711) (382.132)
Laba usaha 6.962.557 6.859.076
Penghasilan keuangan, bruto 25.624 29.249
Pajak final atas penghasilan keuangan (5.125) (5.850)
Penghasilan keuangan, neto 20.499 23.399
Biaya keuangan, neto (2.858.027) (2.391.801)
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan 4.125.029 4.490.674
7
Page 9
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
Keterangan
2023 2022
Beban pajak final (557.918) (511.220)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 3.567.111 3.979.454
Beban pajak penghasilan (242.234) (451.496)
Laba tahun berjalan 3.324.877 3.527.958
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan (kerugian) aktuarial, setelah pajak 6.086 (6.547)
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan (kerugian) neto dari lindung nilai arus kas (31.157) 110.881
Keuntungan (kerugian) dari investasi 2.219 (17.565)
Total penghasilan (rugi) komprehensif lain (22.852) 86.769
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan 3.302.025 3.614.727
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 3.274.332 3.473.448
Kepentingan nonpengendali 50.545 54.510
3.324.877 3.527.958
Total penghasilan komprehensif yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 3.252.431 3.559.380
Kepentingan nonpengendali 49.594 55.347
3.302.025 3.614.727
Laba tahun berjalan per saham (angka penuh) 985 1.045
Rasio-Rasio Keuangan Penting
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Rasio pertumbuhan (%)
Pendapatan Tahun Berjalan1) 6,39% 27,80%
Laba Tahun Berjalan1) (5,76%) 1,57%
Total Aset1) 4,26% (0,30%)
Total Liabilitas1) 1,40% (4,79%)
Total Ekuitas1) 14,38% 19,73%
Rasio Usaha (%)
Laba Kotor Tahun Berjalan / Pendapatan Tahun Berjalan2) 69,96% 73,60%
Laba Usaha Tahun Berjalan / Pendapatan Tahun Berjalan 3) 59,30% 62,15%
Laba Tahun Berjalan / Pendapatan (Margin Laba / Net Profit Margin)4) 28,32% 31,97%
Laba Tahun Berjalan / Ekuitas (Imbal Hasil Ekuitas / ROE)5) 20,14% 24,45%
Laba Tahun Berjalan / Aset (Imbal Hasil Aset / ROA)6) 4,86% 5,38%
Rasio Keuangan (%)
Aset / Liabilitas7) 131,81% 128,20%
Liabilitas / Ekuitas (Debt to Equity Ratio) 8) 314,35% 354,58%
Liabilitas / Aset (Debt to Asset Ratio)9) 75,87% 78,00%
Aset Lancar / Liabilitas Jangka Pendek (Current Ratio)10) 18,13% 25,15%
Kas Atau Setara Kas / Liabilitas Jangka Pendek (Cash Ratio)11) 1,67% 1,98%
8
Page 10
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Margin EBITDA12) 85,17% 86,51%
Rasio Penutupan Pembayaran Utang (DSCR)13) 2,84x 2,93x
Rasio Utang Bersih Terhadap EBITDA Berjalan14) 4,31x 4,15x
Rasio ISCR 15) 3,99x 4,16x
Keterangan:
1) seluruh rasio pertumbuhan dihitung dengan membagi kenaikan (penurunan) saldo akun-akun terkait.
2) dihitung dengan membagi laba bruto dengan pendapatan, masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tahun bersangkutan.
3) dihitung dengan membagi laba usaha dengan pendapatan, masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tahun bersangkutan.
4) dihitung dengan membagi laba tahun bersangkutan dengan pendapatan, masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tahun tersebut.
5) dihitung dengan membagi laba tahun bersangkutan, dengan total ekuitas pada akhir tahun tersebut.
6) dihitung dengan membagi laba tahun bersangkutan, dengan total aset pada akhir tahun tersebut.
7) dihitung dengan membagi total aset dengan total liabilitas, masing-masing pada akhir tahun bersangkutan.
8) dihitung dengan membagi total liabilitas dengan total ekuitas, masing-masing pada akhir tahun bersangkutan.
9) dihitung dengan membagi total liabilitas dengan total aset, masing-masing pada akhir tahun bersangkutan.
10) dihitung dengan membagi total aset lancar dengan total liabilitas jangka pendek, masing-masing pada akhir tahun bersangkutan.
11) dihitung dengan membagi total kas dan setara kas dengan total liabilitas jangka pendek, masing-masing pada akhir tahun bersangkutan.
12) margin EBITDA dihitung dengan membagi EBITDA(i) dengan pendapatan, masing-masing tahun yang berakhir pada tahun yang bersangkutan.
a. dihitung dengan mengurangi pendapatan dengan beban penjualan dan pemasaran, beban umum dan administrasi serta beban pokok
pendapatan lainnya pada laba rugi dan pendapatan komprehensif lainnya yang disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian yang dicantum dalam
prospektus.
b. analisa EBITDA yang disajikan oleh Perseroan tidak dapat dibandingkan dengan EBITDA atau pengukuran lainnya yang disajikan oleh perusahaan lain,
karena tidak semua perusahaan menggunakan definisi yang sama dan metode pengukuran yang digunakan mungkin tidak dapat dibandingkan
13) dihitung dengan membagi arus kas bebas (arus kas bebas dihitung dari EBITDA ditambah dengan modal kerja dikurang dengan pembayaran pajak) dengan
pembayaran utang. Perhitungan ini sesuai dengan formula perhitungan covenant dari perjanjian fasilitas pinjaman dengan bank.
14) dihitung dengan membagi utang bersih konsolidasi dengan EBITDA triwulan terakhir disetahunkan.
15) dihitung dengan membagi EBITDA triwulan terakhir disetahunkan dengan beban Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tahun bersangkutan.
PEMBATASAN RASIO KEUANGAN DI PERJANJIAN KREDIT ATAU LIABILITAS LAINNYA DAN PEMENUHANNYA
Rasio Keuangan di Perjanjian Kredit atau Liabilitas Pembatasan Rasio Pemenuhan
Lainnya 2023 2022
Rasio Utang Bersih Terhadap EBITDA berjalan Maksimum 5 4,31 4,15
Rasio Penutupan Pembayaran Utang Lebih besar dari 1,3 2,84 2,93
EBITDA berjalan Terhadap beban bunga Lebih besar dari 1,5 3,99 4,16
Larangan untuk memberikan pinjaman kepada pihak Maksimum 20% 0,00% 0,00%
manapun, termasuk kepada afiliasi Perseroan, dalam
jumlah lebih dari 20% dari ekuitas Perseroan
ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN
Analisis dan pembahasan oleh manajemen atas kondisi keuangan serta hasil operasi dalam bab ini harus dibaca
bersama-sama dengan ikhtisar data keuangan penting, Laporan Keuangan Grup beserta Catatan Atas Laporan
Keuangan yang terlampir dalam Prospektus.
Informasi keuangan yang disajikan di bawah ini diambil dari Laporan keuangan konsolidasian Grup tanggal 31
Desember 2023 dan 2022 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, yang disusun oleh
manajemen Grup sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan disajikan dalam mata uang
Rupiah, yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus dan telah diaudit KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
(“KAP PSS”) (anggota firma Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang
ditetapkan oleh IAPI, sebagaimana tercantum dalam laporan auditor independen. No.
01640/2.1032/AU.1/10/0702-2/1/VI/2024 tertanggal 13 Juni 2024, yang ditandatangani oleh Widya Arijanti
(Registrasi Akuntan Publik No. AP.0702). Laporan auditor independen tersebut, yang juga tercantum dalam
Prospektus, menyatakan opini tanpa modifikasian dan paragraf hal-hal lain mengenai: (i) tujuan penerbitan
9
Page 11
laporan auditor independen dan (ii) penerbitan kembali laporan auditor independen sehubungan dengan
penerbitan kembali laporan keuangan konsolidasian tersebut.
10
Page 12
Kinerja Keuangan
(dalam jutaan Rupiah)
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
Keterangan
2023 2022
Pendapatan 11.740.345 11.035.650
Depresiasi dan amortisasi (2.842.515) (2.305.982)
Beban pokok pendapatan lainnya (684.486) (607.770)
Laba bruto 8.213.344 8.121.898
Laba usaha 6.962.557 6.859.076
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan 4.125.029 4.490.674
Laba sebelum beban pajak penghasilan 3.567.111 3.979.454
Laba tahun berjalan 3.324.877 3.527.958
Penghasilan (rugi) komprehensif lain (22.852) 86.769
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan 3.302.025 3.614.727
Pendapatan
Rincian pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022
adalah sebagai berikut:
Berikut ini adalah rincian pendapatan Grup:
(dalam jutaan Rupiah)
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
Keterangan
2023 2022
Pihak ketiga
Pendapatan sewa 10.533.037 10.210.361
Jasa dan lainnya 1.042.286 684.661
Sub-total 11.575.323 10.895.022
Pihak berelasi
Pendapatan sewa 1.010 1.957
Jasa dan lainnya 164.012 138.671
Sub-total 165.022 140.628
Total 11.740.345 11.035.650
Perbandingan Pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
Pendapatan Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp11.740.345 juta
meningkat sebesar 6,39% atau Rp704.695 juta dibandingkan Pendapatan pada tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022. Jumlah sewa lokasi menara kami meningkat sebesar 317 sewa lokasi, atau 0,59%, dari 53.967
pada 31 Desember 2022 menjadi 54.284 pada 31 Desember 2023. Sedangkan peningkatan pendapatan iForte
adalah hasil dari adanya peningkatan urbanisasi dan permintaan konsumen layanan data di area dengan tingkat
data trafic yang tinggi. Hal ini terlihat dari kenaikan jumlah km dari sewa jaringan kabel serat optik sebesar 9.786
km atau sebesar 11,09% di tahun 31 Desember 2023 dari km fiber optik sebesar 88.208 km di tahun 31 Desember
2022 menjadi 97.994 km di tahun 31 Desember 2023. Pendapatan dari jasa lainnya bertumbuh signifikan sebesar
Rp382.966 juta, atau 46,51% dari Rp823.332 juta di tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
menjadi Rp1.206.298 juta di tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
11
Page 13
Perbandingan Depresiasi dan Amortisasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
Depresiasi dan Amortisasi Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar
Rp2.842.515 juta meningkat sebesar Rp536.533 juta atau 23,27% dibandingkan Depresiasi dan Amortisasi pada
tahun 2022. Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan depresiasi aset tetap sebesar Rp415.402 juta atau 42,64%
dari Rp974.115 juta di tahun 2022 menjadi Rp1.389.517 juta di tahun 2023 dan juga kenaikan amortisasi aset
hak guna sebesar Rp97.147 juta atau 8,94% dari Rp1.086.388 juta di tahun 2022 menjadi Rp1.183.535 juta di
tahun 2023 seiring dengan penambahan aset menara sebesar 764 menara (2,56%) dan bertambahnya aset fiber
optic sebanyak 9.786 km (11,09%).
Perbandingan Beban Pokok Pendapatan lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
Beban Pokok Pendapatan lainnya Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
sebesar Rp684.486 juta meningkat sebesar Rp76.716 juta atau 12,62% dibandingkan Beban Pokok Pendapatan
pada tahun 2022. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan biaya perawatan lokasi sebesar Rp68.626 juta
atau 17,79%, dari Rp385.684 juta pada tahun 2022 menjadi Rp454.310 juta pada tahun 2023 seiring dengan
meningkatnya jumlah lokasi menara dan km fiber optik.
Perbandingan Laba Bruto untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
Laba Bruto Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp8.213.344 juta
meningkat sebesar 1,13% atau Rp91.446 juta dibandingkan Laba Bruto pada tahun 2022. Peningkatan ini
disebabkan oleh konsumsi data melalui perangkat nirkabel yang meningkat pada tahun 2023, sehingga
pendapatan dari pemakaian data menjadi salah satu sumber pertumbuhan pendapatan tertinggi bagi semua
operator. Dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi tersebut, operator harus memperluas jangkauan dan
memperbanyak perangkat telekomunikasi dalam jaringan mereka dengan memberi order membangun tower-
tower baru atau menyewa tower-tower yang sudah ada.
Perbandingan Laba Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
Laba Usaha Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp6.962.557 juta
meningkat sebesar 1,51% atau Rp103.481 juta dibandingkan Laba Usaha pada tahun 2022. Peningkatan ini
disebabkan oleh meningkatnya pendapatan yang di offset oleh beban depresiasi dan amortisasi dan beban
pokok pendapatan sesuai dengan yang telah dijelaskan di atas.
Perbandingan Laba Sebelum Beban Pajak Final dan Pajak Penghasilan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
Laba Sebelum Beban Pajak Final dan Pajak Penghasilan Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 adalah sebesar Rp4.125.029 juta menurun sebesar 8,14% atau Rp365.645 juta dibandingkan
Laba Sebelum Beban Pajak Final dan Pajak Penghasilan pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022. Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan laba usaha sebesar Rp103.481 juta, yang di offset dengan
kenaikan beban keuangan sebesar Rp466.226 juta.
Perbandingan Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
sebesar Rp3.567.111 juta menurun sebesar 10,36% atau Rp412.343 juta dibandingkan Laba Sebelum Beban
Pajak Penghasilan pada tahun 2022. Penurunan ini disebabkan karena penurunan laba sebelum beban pajak
final dan kenaikan beban pajak final sebesar Rp46.698 juta.
12
Page 14
Perbandingan Laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
Laba Tahun Berjalan Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar
Rp3.324.877 juta menurun sebesar 5,76% atau Rp203.081 juta dibandingkan Laba Tahun Berjalan pada tahun
2022. Penurunan ini disebabkan penurunan laba sebelum beban pajak penghasilan.
Perbandingan Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
Rugi Komprehensif Lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp22.852
juta menurun dari Penghasilan Komprehensif Lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
sebesar Rp86.769 juta yang diakibatkan oleh kerugian neto dari lindung nilai arus kas yaitu sebesar Rp142.038
juta dari keuntungan Rp110.881 juta pada tahun 2022 menjadi kerugian sebesar Rp31.157 juta pada tahun 2023
dan di offset dengan kenaikan keuntungan aktuarial yaitu sebesar Rp12.633 juta serta kenaikan keuntungan
investasi obligasi yaitu sebesar Rp19.784 juta.
Perbandingan Total penghasilan komprehensif untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
adalah sebesar Rp3.302.025 juta menurun sebesar Rp312.702 juta atau 8,65% dibandingkan total penghasilan
komprehensif tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya
laba tahun berjalan.
Pertumbuhan aset, liabilitas dan ekuitas
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Aset Lancar 4.401.285 3.627.311
Aset Tidak Lancar 63.991.390 61.973.537
Total Aset 68.392.675 65.600.848
Liabilitas Jangka Pendek 24.278.225 14.423.179
Liabilitas Jangka Panjang 27.608.329 36.746.718
Total Liabilitas 51.886.554 51.169.897
Ekuitas 16.506.121 14.430.951
a. Aset
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022
Total aset Grup pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp68.392.675 juta yang terdiri atas aset lancar
sebesar Rp4.401.285 juta dan aset tidak lancar sebesar Rp63.991.390 juta.
Aset lancar Grup pada tanggal 31 Desember 2023 mengalami kenaikan Rp773.974 juta atau sebesar 21,34%
dibandingkan dengan 31 Desember 2022. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan piutang usaha pihak
ketiga dari Rp2.555.574 juta pada tahun 2022 menjadi Rp3.074.300 juta pada tahun 2023, serta kenaikan kas
dan setara kas dari Rp285.187 juta pada tahun 2022 menjadi Rp404.942 juta pada tahun 2023.
Aset tidak lancar Grup pada tanggal 31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp2.017.853 juta atau
sebesar 3,26% dibandingkan dengan 31 Desember 2022. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan aset
tetap dari Rp37.152.092 juta pada tahun 2022 menjadi Rp40.385.074 juta pada tahun 2023 juta yang di offset
13
Page 15
dengan penurunan pada aset hak-guna sebesar Rp992.165 juta dibanding tahun 31 Desember 2022.
Peningkatan aset tetap disebabkan oleh meningkatnya jaringan kabel serat optik kami dari 88.208 km pada
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 menjadi 97.994 km pada tanggal 31 Desember 2023.
b. Liabilitas
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022
Total liabilitas Grup pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp51.886.554 juta yang terdiri atas liabilitas
jangka pendek sebesar Rp24.278.225 juta dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp27.608.329 juta.
Liabilitas jangka pendek Grup pada tanggal 31 Desember 2023 mengalami peningkatan sebesar Rp9.855.046
juta atau sebesar 68,33% dibandingkan dengan 31 Desember 2022. Hal ini terutama disebabkan oleh
peningkatan utang obligasi dan utang bank jangka pendek dari Rp1.113.932 juta dan Rp8.062.648 juta pada
tahun 2022 menjadi Rp7.252.204 juta dan Rp11.072.157 juta pada tahun 2023. Peningkatan utang bank jangka
pendek terutama disebabkan adanya rebalancing atas alokasi pinjaman jangka pendek dan jangka panjang atas
fasilitas pinjaman dan utang obligasi Grup, di mana pinjaman jangka pendek memberikan tingkat suku bunga
yang lebih rendah.
Liabilitas jangka panjang Grup pada tanggal 31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp9.138.389 juta
atau sebesar 24,87% dibandingkan dengan 31 Desember 2022. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan
utang bank jangka panjang dan utang obligasi dari Rp29.261.583 juta dan Rp4.556.448 juta pada tahun 2022
menjadi Rp24.825.810 juta dan Rp1.317.513 juta pada tahun 2023. Penurunan utang bank jangka panjang dan
utang obligasi terutama disebabkan oleh rebalancing seperti penjelasan pada paragraf sebelumnya.
c. Ekuitas
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022
Ekuitas Grup pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp16.506.121 juta mengalami kenaikan sebesar
Rp2.075.170 juta atau sebesar 14,38% dibandingkan dengan 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan karena laba bersih tahun berjalan yang di offset dengan dividen tahun berjalan.
Arus Kas
Tabel berikut memberikan informasi aliran arus kas Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 dan 2022 yang disebutkan:
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Arus Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi 8.938.955 8.101.977
Arus Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi (4.546.860) (5.887.863)
Arus Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan (4.270.907) (6.730.774)
Kenaikan (penurunan) neto kas dan setara kas 121.188 (4.516.660)
Pengaruh perubahan kurs pada kas dan setara kas (1.433) 84.862
Kas dan setara kas awal tahun 285.187 4.716.985
Kas dan setara kas akhir tahun 404.942 285.187
a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
14
Page 16
Pada tanggal 31 Desember 2023 kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp8.938.955 juta
dimana sebagian besar kas diperoleh dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp12.987.836 juta dan
digunakan untuk pembayaran kas kepada pemasok sebesar Rp1.588.820 juta, pembayaran kepada karyawan
sebesar Rp924.995 juta serta digunakan untuk pembayaran pajak penghasilan dan pajak lainnya sebesar
Rp1.695.885 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022 kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp8.101.977 juta
dimana sebagian besar kas diperoleh dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp11.616.966 juta dan
digunakan untuk pembayaran kas kepada pemasok sebesar Rp1.232.358 juta, pembayaran kepada karyawan
sebesar Rp815.622 juta serta digunakan untuk pembayaran pajak penghasilan dan pajak lainnya sebesar
Rp1.566.804 juta.
b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Pada tanggal 31 Desember 2023 kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp4.546.860 juta
digunakan terutama untuk pengeluaran pembelian aset tetap sebesar Rp4.563.727 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022 kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp5.887.863 juta
digunakan untuk pengeluaran pembelian aset tetap sebesar Rp4.681.060 juta dan akuisisi bisnis sebesar
Rp1.139.222 juta.
c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pada tanggal 31 Desember 2023 kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp4.270.907 juta
dimana sebagian besar kas digunakan untuk pembayaran utang bank dan obligasi sebesar Rp44.864.915 juta di
offset dengan penerimaan dari utang bank dan obligasi sebesar Rp46.250.068 juta serta pembayaran dividen
sebesar Rp1.253.687 juta, utang sewa sebesar Rp1.674.830 juta dan bunga utang dan obligasi sebesar
Rp2.640.423 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022 kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp6.730.774 juta
dimana sebagian besar kas digunakan untuk pembayaran utang bank dan obligasi sebesar Rp40.938.695 juta di
offset dengan penerimaan dari utang bank dan obligasi sebesar Rp39.047.314 juta serta pembayaran dividen
sebesar Rp1.277.822 juta, utang sewa sebesar Rp1.301.789 juta dan bunga utang dan obligasi sebesar
Rp2.165.336 juta.
Likuiditas, solvabilitas, imbal hasil ekuitas dan imbal hasil aset
Likuiditas menunjukkan tingkat kemampuan Grup untuk memenuhi seluruh kewajiban jangka pendek yang
tercermin dari rasio antara aset lancar terhadap liabilitas jangka pendek. Semakin tinggi rasio tersebut, semakin
baik kemampuan Grup untuk memenuhi liabilitas jangka pendek.
Rasio aset lancar terhadap liabilitas jangka pendek Grup pada 31 Desember 2023 dan
31 Desember 2022 masing-masing adalah sebesar 18,13% dan 25,15%.
Penurunan likuiditas pada 31 Desember 2023 dibandingkan likuiditas pada 31 Desember 2022 disebabkan oleh
kenaikan yang signifikan pada utang bank jangka pendek yaitu sebesar Rp3.009.509 juta atau 37,33% dan utang
obligasi jangka pendek sebesar Rp6.138.272 juta atau 551,05% dibandingkan dengan utang obligasi jangka
pendek pada tahun sebelumnya.
Solvabilitas
Solvabilitas merupakan kemampuan Grup untuk memenuhi seluruh liabilitasnya yang diukur dengan
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan jumlah ekuitas (solvabilitas ekuitas) maupun jumlah liabilitas
dengan jumlah aset (solvabilitas aset). Solvabilitas ekuitas Grup pada 31 Desember 2023 dan
31 Desember 2022 masing-masing adalah sebesar 314,35% dan 354,58%, sedangkan solvabilitas aset Grup pada
31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing adalah sebesar 75,87% dan 78,00%.
15
Page 17
Imbal Hasil Ekuitas (Return On Equity)
Imbal Hasil Ekuitas menunjukkan kemampuan Grup untuk menghasilkan laba bersih yang diukur dengan
membandingkan antara laba usaha tahun berjalan dengan jumlah ekuitas. Imbal Hasil Ekuitas Grup untuk tahun-
tahun yang berakhir 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing adalah sebesar 20,14% dan
24,45%.
Penurunan pada imbal hasil ekuitas pada 31 Desember 2023 dibandingkan dengan 31 Desember 2022
disebabkan oleh menurunnya laba tahun berjalan sebesar 5,76%, dari Rp3.527.958 juta pada tahun 2022
menjadi Rp3.324.877 juta pada tahun 2023.
Imbal Hasil Aset (Return On Asset)
Imbal Hasil Aset menunjukkan kemampuan Grup untuk menghasilkan laba bersih yang diukur dengan
membandingkan antara laba tahun berjalan dengan jumlah aset. Imbal Hasil Aset Grup untuk tahun-tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing adalah sebesar 4,86% dan 5,38%.
Penurunan pada Imbal Hasil Aset di tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2022 disebabkan oleh
menurunnya laba tahun berjalan sebesar 5,76%, dari Rp3.527.958 juta pada tahun 2022 menjadi Rp3.324.877
juta pada tahun 2023.
Profitabilitas
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, margin laba (net profit margin) Grup sebesar
28,32% dan untuk tahun 2022 margin laba (net profit margin) Grup sebesar 31,97%.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, margin laba (net profit margin) Grup dari segmen
sewa menara adalah sebesar 29,05% sedangkan pada jasa lainnya adalah 26,49%. Untuk tahun 2022 margin
laba (net profit margin) Grup dari segmen sewa menara adalah sebesar 32,09% sedangkan pada jasa lainnya
adalah 31,53%.
Penurunan net profit margin pada tahun 2023 dibandingkan tahun 2022 pada segmen sewa menara terutama
disebabkan oleh merger Indosat dengan Hutchison dan efek repricing saat renewal.
Penurunan net profit margin pada tahun 2023 dibandingkan tahun 2022 pada segmen jasa lainnya terutama
disebabkan oleh pertumbuhan segmen FTTH dan connectivity yang memiliki margin lebih kecil.
SEGMEN OPERASI
Manajemen sebagai pengambil keputusan operasional memantau hasil operasi unit bisnis secara terpisah untuk
tujuan pengambilan keputusan tentang alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dinilai
berdasarkan laba atau rugi dan diukur sesuai dengan laba atau rugi dalam laporan keuangan konsolidasian.
16
Page 18
Berikut ini adalah informasi mengenai segmen operasi Grup:
(dalam jutaan Rupiah)
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
Desember 2023 2022
Uraian
Jasa
Sewa Menara Jumlah Sewa Menara Jasa Lain Jumlah
Lainnya
Pendapatan 8.402.057 3.338.288 11.740.345 8.605.930 2.429.720 11.035.650
Margin kotor 8.130.394 2.925.465 11.055.859 8.341.633 2.086.247 10.427.880
Laba bruto 6.167.557 2.045.787 8.213.344 6.665.005 1.456.893 8.121.898
Laba usaha 5.375.350 1.587.207 6.962.557 5.693.550 1.165.526 6.859.076
Laba tahun berjalan 2.440.501 884.376 3.324.877 2.761.881 766.077 3.527.958
EBITDA 7.498.134 2.501.649 9.999.783 7.731.180 1.816.010 9.547.190
Pada tanggal 31 Desember 2023, kontribusi sewa menara dan jasa lainnya terhadap total pendapatan Grup
adalah sebesar 71,57% dan 28,43%. Sedangkan kontribusi sewa menara dan jasa lainnya terhadap laba usaha
Grup adalah sebesar 77,20% dan 22,80%.
Bila dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, pendapatan dari sewa menara
Grup mengalami penurunan sebesar Rp203.873 juta atau 2,37% pada tahun yang berakhir
31 Desember 2023, penurunan ini disebabkan karena merger Indosat dengan Hutchison dan efek repricing saat
renewal.
Bila dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, pendapatan dari jasa lainnya
Grup mengalami kenaikan sebesar Rp908.568 juta atau 37,39% pada tahun yang berakhir 31 Desember 2023,
peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya bisnis fiber dan connectivity.
Pada tanggal 31 Desember 2023, EBITDA margin sewa menara sebesar 89,24% dan jasa lainnya sebesar
74,94%, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2022, EBITDA margin sewa menara sebesar 89,84% dan jasa
lainnya sebesar 74,74%.
Pada tanggal 31 Desember 2023, gross profit margin sewa menara sebesar 96,77% dan jasa lainnya sebesar
87,63% sedangkan pada tanggal 31 Desember 2022, gross profit margin sewa menara sebesar 96,93% dan jasa
lainnya sebesar 85,86%.
FAKTOR RISIKO
Dalam menjalankan aktivitas usaha, perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko usaha baik secara makro
maupun mikro yang dapat mempengaruhi hasil usahanya. berikut adalah beberapa risiko yang dihadapi
perseroan yang telah disusun dari paling berat hingga paling ringan berdasarkan bobot risiko dan dampak
keuangan pada perseroan. sesuai dengan bobot risiko dan dampak keuangan yang dijelaskan di bawah ini,
risiko utama yang akan dihadapi perseroan adalah risiko pembiayaan yaitu risiko yang timbul jika
nasabah/debitur mengalami kesulitan dalam membayar angsuran dari fasilitas pembiayaan yang diterima
nasabah, dan apabila jumlahnya material dapat mempengaruhi kinerja perseroan.
A. Risiko Utama
Perseroan menghadapi kompetisi yang ketat dan persaingan harga dalam industri penyewaan menara.
B. Risiko Terkait Dengan Kegiatan Usaha Perseroan
1. Sebagian besar pendapatan Perseroan hanya berasal dari beberapa pelanggan dan Perseroan rentan
terhadap risiko terkait kemampuan kredit dari pelanggan
17
Page 19
2. Menurunnya permintaan atas komunikasi nirkabel atau menurunnya permintaan atas ruang menara,
jaringan kabel serat optik dan VSAT dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, prospek, hasil
operasional dan kondisi keuangan Perseroan
3. Merger atau konsolidasi antar pelanggan Perseroan dapat berdampak negatif pada kegiatan usaha,
prospek, hasil operasional dan kondisi keuangan Perseroan
4. Perseroan mungkin tidak dapat mempertahankan atau menarik manajemen kunci dan tenaga ahli
5. Kegiatan Usaha Perseroan dapat terkena dampak negatif akibat perubahan maupun penafsiran atau
implementasi atas peraturan perundangan yang berlaku
6. Perseroan dan Entitas Anak tidak memiliki, dan mungkin mengalami kesulitan untuk mendapatkan
perizinan yang diperlukan untuk beberapa Menara Telekomunikasi, jaringan kabel serat optik, VSAT
dan izin yang saat ini dimiliki mungkin tidak memadai, diubah, dicabut atau tidak diperpanjang.
7. Kemampuan Perseroan untuk membangun Menara Telekomunikasi dan mengembangkan jaringan
kabel serat optik baru tergantung pada beberapa faktor yang berada di luar kendali Perseroan, seperti
ketersediaan atau kemampuan untuk menyewa tanah atau ruang rooftop
8. Perseroan mungkin tidak dapat secara efektif mengelola pertumbuhan melalui peningkatan jumlah
penyewa, pembangunan dan akuisisi
9. Ketidakmampuan Perseroan untuk melindungi hak sewa lahan dapat berdampak negatif terhadap
kegiatan usaha dan hasil kinerja Operasional
10. Menara dan infrastruktur terkait milik Perseroan dapat mengalami kerusakan akibat bencana alam dan
kejadian yang tidak dapat diperkirakan oleh Perseroan dimana asuransi yang dimiliki Perseroan tidak
memberikan perlindungan yang memadai
11. Perseroan memiliki kemungkinan menghadapi penolakan dari masyarakat setempat terhadap
pembangunan atau keberadaan Menara Telekomunikasi
12. Entitas Anak kemungkinan memiliki risiko terhambatnya pembangunan/pengembangan jaringan kabel
optik
13. Entitas Anak mungkin memiliki risiko gangguan karena sabotase dan bencana alam
14. Kegagalan untuk memperoleh pembiayaan dengan persyaratan yang wajar dapat mempengaruhi
kegiatan usaha dan strategi pertumbuhan Perseroan
15. Perseroan rentan terhadap risiko tingkat suku bunga
16. Biaya Perseroan dipengaruhi oleh harga komoditas
17. Adanya dugaan risiko kesehatan yang berasal dari emisi radio dan beberapa perkara hukum dan
publikasi terkait dugaan tersebut, terlepas dari benar tidaknya klaim tersebut, dapat berdampak
negatif terhadap operasional Perseroan
18. Teknologi baru dapat mengakibatkan kegiatan usaha penyewaan ruang pada menara kurang diminati
oleh pelanggan potensial dan berakibat pada melambatnya pertumbuhan
19. Jumlah kewajiban Perseroan dapat berdampak negatif pada kegiatan usaha, prospek, hasil operasional
dan kondisi keuangan
20. Depresiasi atau volatilitas nilai tukar mata uang Rupiah dapat berdampak negatif pada kegiatan usaha,
prospek, hasil operasional dan kondisi keuangan Perseroan
21. Perseroan dan Entitas Anak rentan terhadap risiko terkait kinerja yang buruk dari kontraktor-
kontraktor pihak ketiga yang menyediakan berbagai jasa bagi Perseroan dan Entitas Anak
C. Risiko Umum
1. Risiko Investasi
2. Risiko Peraturan Pemerintah
3. Risiko Fluktuasi Nilai Tukar Valuta Asing
4. Risiko bagi investor
Penjelasan mengenai risiko usaha dapat dilihat lebih lanjut pada Bab VI dalam Prospektus dengan judul
“FAKTOR RISIKO”
MANAJEMEN PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA SEMUA RISIKO USAHA YANG DIHADAPI OLEH
PERSEROAN DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA TELAH DIUNGKAPKAN DALAM PROSPEKTUS
DAN TELAH DISUSUN BERDASARKAN BOBOT DAMPAK MASING-MASING RISIKO TERHADAP KEGIATAN
18
Page 20
USAHA DAN KEUANGAN PERSEROAN.
KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Tidak terdapat kejadian penting yang mempunyai dampak cukup material terhadap keadaan keuangan dan hasil
usaha Grup yang terjadi setelah tanggal laporan auditor independen tertanggal 13 Juni 2024 atas laporan
keuangan Grup untuk tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 serta tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
tersebut sampai dengan tanggal efektifnya pernyataan pendaftaran yang disusun oleh manajemen Grup sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan disajikan dalam mata uang Rupiah.
Laporan keuangan konsolidasian Grup tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 serta untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal tersebut, yang disusun oleh manajemen Grup sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia dan disajikan dalam mata uang Rupiah, yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus dan telah
diaudit KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (“KAP PSS”) (anggota firma Ernst & Young Global Limited), auditor
independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, sebagaimana tercantum dalam laporan
auditor independen. No. 01640/2.1032/AU.1/10/0702-2/1/VI/2024 tertanggal 13 Juni 2024, yang
ditandatangani oleh Widya Arijanti (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0702). Laporan auditor independen
tersebut, yang juga tercantum dalam Prospektus, menyatakan opini tanpa modifikasian dan paragraf hal-hal lain
mengenai: (i) tujuan penerbitan laporan auditor independen dan (ii) penerbitan kembali laporan auditor
independen sehubungan dengan penerbitan kembali laporan keuangan konsolidasian tersebut.
KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN, DAN PROSPEK
USAHA
1. Riwayat Singkat Perseroan
Perseroan didirikan dengan nama “PT Profesional Telekomunikasi Indonesia” berdasarkan Akta Pendirian
Perseroan Terbatas No. 2, tanggal 8 November 2002, yang dibuat di hadapan Hildayanti, S.H., Notaris di Bandung
dan memperoleh pengesahan sebagai badan hukum dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. C-
00079 HT.01.01.TH.2003 tanggal 3 Januari 2003 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UUWDP
dengan Tanda Daftar Perusahaan No. 101115209017 di Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota
Bandung dibawah No. 025/BH.10.11./I/2003 tanggal 15 Januari 2003 serta telah diumumkan dalam Tambahan
No. 2095, Berita Negara Republik Indonesia No. 21, tanggal 14 Maret 2003.
Perubahan terakhir Anggaran Dasar Perseroan adalah sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan
Pemegang Saham No. 198, tanggal 30 November 2020, dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum.,
M.Kn., Notaris di Jakarta, sehubungan dengan perubahan Pasal 1 ayat 1, Pasal 3 dan penyusunan kembali seluruh
ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. Akta perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh
Menkumham berdasarkan Keputusan Menkumham Nomor AHU-0080656.AH.01.02.TAHUN2020 tanggal 2
Desember 2020 dan diterima dan dicatat di dalam database Sisminbakum Kemenkumham sebagaimana
ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0414621,
tanggal 2 Desember 2021. Persetujuan dari Menkumham atas perubahan Anggaran Dasar dan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan sesuai dengan
UUPT dengan No. AHU-0203106.AH.01.11.TAHUN2020 tanggal 2 Desember 2020 (“Anggaran Dasar Perseroan
No. 198 Tahun 2020”).
Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang konstruksi sentral
telekomunikasi dan aktivitas perusahaan holding, dimana kegiatan usaha tersebut telah dijalankan secara
faktual saat ini oleh Perseroan. Kegiatan usaha bidang konstruksi sentral telekomunikasi mencakup antara lain
kegiatan pembangunan, pemeliharaan, perbaikan, pengoperasian menara telekomunikasi beserta fasilitas dan
perlengkapan terkait lainnya untuk digunakan bersama oleh para operator nirkabel di Indonesia dengan
perjanjian sewa jangka panjang. Sedangkan aktivitas perusahaan holding dijalankan melalui kepemilikan
saham/investasi di anak perusahaan Perseroan.
19
Page 21
2. Perkembangan Kepemilikan Saham Perseroan
Perseroan didirikan dengan nama “PT Profesional Telekomunikasi Indonesia” berdasarkan Akta Pendirian
Perseroan Terbatas No. 2, tanggal 8 November 2002, yang dibuat di hadapan Hildayanti, S.H., Notaris di Bandung
dan memperoleh pengesahan sebagai badan hukum dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. C-
00079 HT.01.01.TH.2003 tanggal 3 Januari 2003 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UUWDP
dengan Tanda Daftar Perusahaan No. 101115209017 di Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota
Bandung dibawah No. 025/BH.10.11./I/2003 tanggal 15 Januari 2003 serta telah diumumkan dalam Tambahan
No. 2095, Berita Negara Republik Indonesia No. 21, tanggal 14 Maret 2003. Struktur permodalan dan susunan
pemegang saham Perseroan pada saat pendirian adalah sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp1.000.000 setiap saham
Keterangan %
Jumlah Lembar Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp)
Modal Dasar 1.000 1.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
1. Doni Imam Priambodo 255 255.000.000 85
2. Tommy Hardiansyah 45 45.000.000 15
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 300 300.000.000 100
Jumlah Saham Portepel 700 700.000.0000 -
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 126, tanggal 28 Agustus 2018, dibuat di hadapan
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database
Sisminbakum Kemenkumham sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
No. AHU-AH.01.03-0236952, tanggal 29 Agustus 2018 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan sesuai dengan
UUPT dengan No. AHU-0113164.AH.01.11.Tahun 2018, tanggal 29 Agustus 2018 (“Akta No. 126/2018”) juncto
Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perseroan No. 198, tanggal 30 November 2020, dibuat di
hadapan, Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah disetujui oleh Menkumham
berdasarkan Keputusan No. AHU-0080656.AH.01.02. Tahun 2020, tanggal 2 Desember 2020 dan didaftarkan
dalam Daftar Perseroan sesuai dengan UUPT dengan No. AHU-0203106.AH.01.11.Tahun 2020, tanggal 2
Desember 2020 (”Akta No. 198/2020”), struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah
sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp100 setiap saham
Keterangan %
Jumlah Lembar Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp)
Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
1. SMN 3.322.620.186 332.262.018.600 99,9997
2. Ferdinandus Aming Santoso 1 100 0,0003
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 3.322.620.187 332.262.018.700 100,0000
Jumlah Saham Portepel 6.677.379.813 667.737.981.300
Tidak terdapat perubahan atas struktur permodalan dan kepemilikan saham Perseroan dalam kurun waktu 2
(dua) tahun terakhir sampai dengan saat Prospektus Ringkas ini diterbitkan.
3. Pengurusan Dan Pengawasan Perseroan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 70 tanggal 14 Juli 2021, dibuat di hadapan
Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta Barat, yang telah diterima dan dicatat di dalam
database Sisminbakum Kemenkumham sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Data No. AHU-AH.01.03-0430688 tanggal 23 Juli 2021 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan sesuai
dengan UUPT dengan No. AHU-0127279.AH.01.11.TAHUN 2021 tanggal 23 Juli 2021, susunan Dewan Komisaris
dan Direksi Perseroan yang sedang menjabat adalah sebagai berikut:
20
Page 22
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ario Wibisono
Komisaris : Kenny Harjo
Komisaris Independen : Kusmayanto Kadiman
Direksi
Direktur Utama : Ferdinandus Aming Santoso
Wakil Direktur Utama : Adam Gifari
Wakil Direktur Utama : Stephen Duffus Weiss
Direktur : Indra Gunawan
Direktur : Eko Santoso Hadiprodjo
Direktur : Anita Anwar
Pengangkatan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah memenuhi POJK No. 33/2014.
1. Strategi Pemasaran
Perseroan berusaha memaksimalkan jumlah pelanggan yang menyewa Menara Telekomunikasi dan jaringan
fiber optik Perseroan dengan memasarkan sewa kolokasi kepada pelanggan-pelanggan potensial dan
memperoleh tambahan pendapatan. Lebih dari 80% pendapatan Perseroan berasal dari perusahaan-
perusahaan operator telekomunikasi di Indonesia.
Dengan kinerja serta hubungan baik dengan para pelanggan yang terjaga selama ini, Perseroan tidak memiliki
ketergantungan hanya pada satu pelanggan. Pengembangan pemasaran juga mempertimbangkan perimbangan
sumber pendapatan dari berbagai sumber, dimana perseroan juga telah memulai pengembangan bisnis non
tower yang sekarang sudah memberikan kontribusi lebih dari 28 persen dari total pendapatan Perseroan untuk
tahun 2023.
Perseroan senantiasa mengumpulkan data rencana pengembangan jaringan dari setiap operator telekomunikasi
dan menggunakan perangkat lunak untuk mengidentifikasi menara telekomunikasi yang terletak berdekatan
dengan rencana pengembangan jaringan setiap operator telekomunikasi tersebut, lalu selanjutnya
menginformasikan data tersebut kepada operator-operator telekomunikasi yang terkait. Perseroan
berkeyakinan bahwa database dan kemampuan yang dimiliki Perseroan untuk menyediakan layanan pemetaan
dan disain jaringan memberikan keuntungan strategis bagi Perseroan dalam mencari potensi kolokasi atas
menara-menara telekomunikasi Perseroan.
Perseroan mengembangkan strategi pemasaran yang spesifik untuk setiap operator telekomunikasi dan
melakukan pertemuan secara berkala dengan tim disain jaringan dari para pelanggan untuk memahami
kebutuhan mereka dan memasarkan ruang pada menara telekomunikasi yang tersedia sesuai perkembangan
jaringan operator telekomunikasi.
Perseroan memberikan jadwal implementasi kolokasi dan pemasangan peralatan kepada setiap operator
telekomunikasi dan terus berusaha untuk memenuhi jadwal tersebut agar menjadi lebih unggul dibandingkan
dengan para pesaingnya.
Perseroan juga memberikan pelatihan dalam aspek penjualan dan pemetaan kepada staf pemasaran Perseroan
untuk memaksimalkan peluang kolokasi pada menara-menara telekomunikasi Perseroan.
2. Persaingan
Perseroan menghadapi persaingan dari penyedia menara lainnya. Mengingat bahwa industri Menara
Telekomunikasi bersifat padat modal, memerlukan kemampuan operasional yang baik, dan memerlukan
hubungan yang kuat dengan para operator telekomunikasi, maka tidak mudah bagi pemain-pemain baru untuk
masuk dalam bisnis dan melakukan kegiatan operasional dalam industri ini.
21
Page 23
Upaya-upaya yang dilakukan oleh Perseroan untuk menghadapi persaingan adalah menjaga tingkat kepuasan
pelanggan dengan memberikan pelayanan yang baik, tepat waktu, membangun hubungan jangka panjang
dengan para operator telekomunikasi dan konsisten dalam memenuhi kebutuhan para pelanggannya.
Dengan jumlah portofolio menara sekitar 30.000 menara serta lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,
maka Perseroan juga dapat membantu para operator telekomunikasi untuk memasuki sebuah wilayah secara
cepat dan memperluas cakupan dan kapasitas jaringan mereka.
Saat ini kondisi persaingan bisnis Perseroan dalam penyediaan ruang Menara Telekomunikasi serta sambungan
kabel serat optik di dalam industri dinilai termasuk relatif stabil. Hal ini juga didukung oleh kedudukan Perseroan
dalam industri dengan skala bisnis yang termasuk terbesar, neraca keuangan yang relatif kuat serta akses
pendanaan yang relatif baik. Selain itu Perseroan memiliki reputasi yang baik dalam komitmen-nya
menyelesaikan proyek-proyek penyediaan infrastruktur telekomunikasi sesuai dalam jangka waktu serta dengan
spesifikasi yang disetujui.
3. Strategi Usaha
Kesuksesan Perseroan saat ini didukung oleh kemampuan Perseroan untuk memahami kebutuhan industri dan
pelanggan. Untuk memastikan pertumbuhan Perseroan di masa depan, Perseroan telah menerapkan strategi
usaha sebagai berikut:
Memaksimalkan Sewa Kolokasi Pada Menara Perseroan dan Pada Jaringan Kabel Optik
Perseroan berkeyakinan bahwa usaha Perseroan dapat dikembangkan secara substansial melalui konsep
kolokasi, atau menyewakan ruang yang tersedia di menara yang sama kepada beberapa operator
telekomunikasi. Karena biaya pengoperasian menara sebagian besar tetap, maka Perseroan hanya akan
mengeluarkan tambahan biaya yang relatif rendah dengan adanya tambahan penyewa, dengan demikian marjin
laba operasional Perseroan dan imbal hasil atas modal akan bertambah. Hal ini sejalan juga dengan strategi
asset-light yang dilaksanakan oleh para operator telekomunikasi, dimana mereka lebih suka menyewa menara
telekomunikasi daripada membangun sendiri.
Perseroan secara aktif memasarkan kolokasi ke para operator telekomunikasi dan terus mengedukasi pasar
mengenai manfaat yang ditawarkan kolokasi kepada para operator telekomunikasi.
Sama seperti pada menara telekomunikasi, dengan semakin berkembangnya jaringan kabel optik milik
Perseroan, beberapa segment pada jaringan tersebut dapat dipergunakan oleh lebih dari satu penyewa sehingga
dapat meningkatkan imbal balik atas investasi yang sudah dilakukan oleh Perseroan.
Pertumbuhan Melalui Pembangunan
Sejalan dengan strategi perusahaan operator telekomunikasi, saat ini mereka lebih fokus dalam investasi mereka
untuk mengembangkan jaringan sehingga mereka lebih memilih untuk menyewa menara telekomunikasi dari
operator menara independen daripada membangun sendiri. Jika di lokasi yang mereka butuhkan belum tersedia
menara telekomunikasi untuk disewa, mereka akan mengontrak perusahaan, seperti Perseroan, untuk
membangun dan memiliki menara serta menyewakan ruang di menara tersebut berdasarkan perjanjian sewa
jangka panjang (build-to-suit). Perseroan percaya bahwa faktor pertumbuhannya sampai saat ini yang berasal
dari pembangunan menara build-to-suit tetap dapat diandalkan.
Dalam melakukan pembangunan menara build-to-suit, Perseroan meminimalkan risiko dengan terlebih dahulu
mendapatkan perjanjian sewa dengan operator telekomunikasi yang meminta dibangunnya menara pada lokasi
tersebut sesuai spesifikasi desain jaringan yang mereka butuhkan (anchor tenant). Selanjutnya Perseroan juga
memiliki hak untuk memasarkan menara yang telah dibangun tersebut kepada penyewa lainnya (kolokasi).
Secara historis, Perseroan telah menunjukkan kemampuan untuk membangun menara telekomunikasi dalam
jumlah yang signifikan setiap bulannya. Dengan bertambahnya jumlah menara telekomunikasi yang dibangun,
maka pendapatan Perseroan juga akan bertambah, baik dari anchor tenant maupun dari sewa kolokasi.
22
Page 24
Pertumbuhan Melalui Akuisisi
Perseroan mengalami pertumbuhan portofolio yang pesat melalui akuisisi menara telekomunikasi dari pihak
lain. Perseroan akan terus mengeksplorasi akuisisi strategis dengan mempertimbangkan berbagai kriteria,
antara lain kriteria pengembalian minimum. Transaksi akuisisi bisa terjadi dengan operator telekomunikasi besar
maupun perusahaan menara independen yang lebih kecil yang ingin menjual menara mereka. Seiring dengan
strategi operator telekomunikasi untuk menuju asset-light, peluang akuisisi menara akan muncul.
Perseroan mengevaluasi peluang akuisisi dengan menggunakan beberapa kriteria, termasuk pengembalian
modal yang diinvestasikan, potensi permintaan kolokasi, tingkat tumpang tindih / overlap dengan portofolio
menara yang ada, lokasi menara, utilisasi kapasitas yang ada, kepadatan penduduk lokal, potensi pertumbuhan
serta hukum dan peraturan yang berlaku. Perseroan akan terus mencari peluang akuisisi menara dengan cara
yang paling efisien dengan struktur permodalan yang optimal.
Fokus Terhadap Kualitas Layanan
Perseroan menggunakan teknik penjualan dan pemasaran untuk meningkatkan rasio sewa pada menaramenara
milik Perseroan. Perseroan berkeyakinan bahwa kunci keberhasilan strategi ini terletak pada kemampuan
Perseroan untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan operator telekomunikasi dan secara konsisten
memenuhi kebutuhan mereka.
Perseroan berusaha untuk senantiasa bersikap win-win dalam membuat komitmen komersial dengan para
pelanggan dan menjalankan kewajiban Perseroan secara tepat waktu. Perseroan percaya akan kemampuan
Perseroan membantu operator telekomunikasi memasuki wilayah operasional baru dan memperluas jangkauan
dan kapasitas jaringan mereka dengan cepat, dan pada saat yang sama Perseroan akan dapat meningkatkan
rasio sewa atas menara Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan menargetkan operator telekomunikasi yang
sedang ingin memperluas atau memperbaiki infrastruktur jaringan mereka atau berkembang secara geografis.
Perseroan percaya bahwa dengan portofolio menara yang besar Perseroan akan mampu untuk
mempertahankan pertumbuhan yang ditargetkan di masa yang akan datang terutama melalui kolokasi.
Strategi Usaha Entitas Anak
Perseroan melakukan strategi diversifikasi dengan mengembangkan bisnis non-tower yang memiliki sinergi
dengan bisnis utama Perseroan. Keberhasilan Perseroan terbukti melalui pertumbuhan bisnis Entitas Anak yang
mengalami peningkatan pesat, dimana per akhir tahun 2023 mampu memberikan kontribusi 28,4% dari
pendapatan Perseroan.
Kegiatan usaha Entitas Anak adalah melakukan pembangunan jaringan kabel serat optik untuk fiberisasi menara
dengan memanfaatkan hubungan kerjasama yang baik dengan para operator telekomunikasi dan kemampuan
untuk memahami kebutuhan mereka. Entitas Anak memiliki sinergi dengan Perseroan karena Entitas Anak dapat
menawarkan pembanguan jaringan kabel serat optik pada menara-menara telekomunikasi yang dimiliki oleh
Perseroan.
Selain itu Entitas Anak juga terus secara aktif mengembangkan layanan data komunikasi dan konektivitas
Internet melalui kabel serat optik, VSAT dan wireless broadband kepada berbagai pelanggan di luar operator
telekomunikasi dan berusaha memperluas basis pelanggan untuk mencakup berbagai industri. Entitas Anak juga
berusaha mengembangkan berbagai solusi dan aplikasi untuk melengkapi layanan konektivitas dan menjaga
kepuasan pelanggan.
4. Prospek Usaha
Perseroan adalah pemilik dan operator Menara Telekomunikasi independen terbesar di Indonesia. Anak usaha
terbesar Perseroan, iForte memiliki dan mengoperasikan infrastruktur kabel serat optik dan VSAT. Perseroan
tidak dimiliki oleh atau terafiliasi dengan perusahaan operator telekomunikasi nirkabel manapun. Posisi
independen Perseroan merupakan keuntungan yang signifikan, karena pelanggan Perseroan mungkin merasa
enggan untuk menyewa menara dari kompetitornya dan lebih memilih untuk menyewa menara atau
23
Page 25
infrastruktur dari penyedia independen. Selain itu, Perseroan yakin dapat memberikan layanan yang lebih
terarah dan jasa dengan spesialisasi tanpa memihak terhadap operator telekomunikasi tertentu.
Perseroan juga berkomitmen untuk berinvestasi mengembangkan jaringan kabel serat optik yang semakin
dibutuhkan untuk koneksi yang cepat seiring dengan peningkatan permintaan atas layanan data internet dan
diperkirakan akan terus bertumbuh seiring dengan kebutuhan untuk jangkauan jaringan 4G-LTE yang lebih luas.
Bisnis model Perseroan, baik untuk Menara Telekomunikasi maupun jaringan kabel optik untuk fiberisasi menara
bersifat jangka panjang dan tidak dapat dibatalkan. Selain itu, kemungkinan kolokasi dengan biaya yang relatif
rendah memberi potensi peningkatan pendapatan dan pengembalian atas hasil investasi Perseroan. Dengan
jumlah portofolio yang besar, Perseroan juga menikmati skala ekonomi terkait dengan kegiatan operasinya,
seperti pengadaan aset dan layanan, pemeliharaan dan beban operasional lainnya.
Saat ini, sebagian besar menara Perseroan berlokasi di empat wilayah berpenduduk terpadat di Indonesia, yaitu
di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sekitar 53% menara telekomunikasi milik Perseroan berada di Jawa
yang mana hal ini sangat strategis, karena Perseroan dapat memenuhi kebutuhan operator telekomunikasi yang
harus menambah kapasitas jaringan untuk mendukung besarnya permintaan konsumen melalui penambahan
peralatan atau kolokasi. Akan tetapi, pertumbuhan di luar Jawa juga menjadi semakin penting, karena para
operator telekomunikasi juga melebarkan jaringannya kesana.
Perseroan memiliki posisi yang kuat dalam industri dan diuntungkan karena besarnya hambatan bagi pemain
baru untuk masuk ke dalam industri menara telekomunikasi di Indonesia, antara lain:
• skala ekonomi sehubungan dengan operasi Perseroan, seperti pengadaan untuk aset dan layanan,
pemeliharaan dan biaya operasi lainnya;
• pembatasan peraturan, dan yang rumitnya proses mendapatkan ijin dan lisensi;
• jumlah modal awal yang besar untuk membangun atau mengakuisisi menara;
• beban keuangan yang tinggi dan risiko operasional dan gangguan yang mungkin dihadapi para operator
telekomunikasi dalam memindahkan peralatan ke lokasi menara yang berbeda;
• kebutuhan untuk membangun portofolio menara dengan skala besar dan keragaman geografis untuk
menarik operator telekomunikasi; dan
• lamanya waktu yang dibutuhkan untuk membangun hubungan bisnis dan kepercayaan, dan negosiasi
kontrak sewa dengan operator-operator telekomunikasi dan klien lainnya.
Penjelasan mengenai Kegiatan Usaha Perseroan dapat dilihat lebih lanjut pada Bab VIII dalam Prospektus
dengan judul "KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN DAN
PROSPEK USAHA"
PERPAJAKAN
CALON PEMBELI OBLIGASI DALAM PENAWARAN UMUM INI DIHARAPKAN UNTUK BERKONSULTASI
DENGAN KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG TIMBUL DARI
PENERIMAAN BUNGA, PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN OBLIGASI YANG DIBELI MELALUI
PENAWARAN UMUM INI.
24
Page 26
LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang berpartisipasi dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini
adalah sebagai berikut:
Konsultan Hukum : Makes & Partners Law Firm
Akuntan Publik : KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
Notaris : Christina Dwi Utami, S.H., M.hum., M.Kn
Wali Amanat : PT Bank Permata Tbk
Perusahaan Pemeringkat Efek : PT Fitch Ratings Indonesia
Semua Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal bukan merupakan pihak terafiliasi dengan Perseroan
sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 November
1995 tentang Pasar Modal.
25
Page 27
PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi dapat diperoleh dalam bentuk softcopy melalui email
selama tanggal Penawaran Umum Obligasi pada tanggal 2 Juli – 4 Juli 2024 dari:
PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI
PT BCA Sekuritas PT BNI Sekuritas
Menara BCA, Grand Indonesia, 41st Floor Sudirman Plaza, Indofood Tower, lantai 16
Jl. MH Thamrin No.1 Jl. Jend. SudirmanKav. 76-78
Jakarta 10310 Jakarta Selatan 12910
Telepon: (021) 2358 7222 Telp.: (021) 2554 3946
Faksimile: (021) 2358 7250 / 2358 7300 Website: bnisekuritas.co.id
Website: www.bcasekuritas.co.id Email: dcm@bnisekuritas.co.id
Email: dcm@bcasekuritas.co.id
PT Mandiri Sekuritas
Menara Mandiri I, Lantai 24-25
Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55
Jakarta Selatan 12190
Telepon: (021) 526 3445
Fax.: (021) 527 5701
Website: www.mandirisekuritas.co.id
Email: divisi-fi@mandirisekuritas.co.id
SETIAP CALON INVESTOR DIHIMBAU UNTUK MEMBACA KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI
PENAWARAN UMUM INI MELALUI INFORMASI YANG TERSAJI DALAM PROSPEKTUS.
26
Names mentioned 33 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
H. Thamrin
p.1
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.1 ×3
unresolved
org
PT FITCH RATINGS INDONESIA
p.1 ×2
unresolved
org
PT MANDIRI SEKURITAS WALI AMANAT
p.1
unresolved
org
Purwantono
p.6 ×5
unresolved
org
PSS
p.6 ×4
unresolved
org
Young Global Limited
p.6 ×4
unresolved
person
Hildayanti
· Notaris
p.20 ×3
unresolved
org
| Makes & Partners Law Firm
· Konsultan Hukum
p.26
unresolved
org
Makes & Partners
p.26
unresolved
person
| KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
· Akuntan Publik
p.26
unresolved
person
| Christina Dwi Utami, S.H., M.hum., M.Kn
· Notaris
p.26 ×8
unresolved
org
PT Fitch Ratings Indonesia Semua Lembaga
p.26
unresolved
org
PT BNI Sekuritas Menara BCA
p.27
unresolved
org
PT Mandiri Sekuritas Menara Mandiri I
p.27
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.