Skip to content
Back to announcement

20240612_BUKA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31660853_lamp1.pdf

Other Text extracted BUKA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 13

Page 1
                                                                        Jakarta, 12 Juni 2024

No: 735C/BL/CORSEC/SURAT/VI/2024

Kepada Yth.:
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190
U.p. Ibu Vera Florida
Kepala Divisi PP2

Perihal : Tanggapan PT BUKALAPAK.COM Tbk (“Perseroan”) atas Surat PT
          Bursa Efek Indonesia (“BEI”) perihal Permintaan Penjelasan

Dengan hormat,

Kami merujuk pada (i) Keputusan Direksi BEI No. Kep-00066/BEI/09-2022 Tahun 2022
tanggal 30 September 2022 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban
Penyampaian Informasi poin II.9 mengenai kewajiban pemberian tanggapan tertulis atas hal-
hal yang dipertanyakan BEI; (ii) Surat BEI Nomor S-05601/BEI.PP2/06-2024 tanggal 5 Juni
2024 yang telah diterima Perseroan pada tanggal 6 Juni 2024; dan (iii) Surat Perseroan kepada
BEI Nomor 734/BL/CORSEC/SURAT/VI/2024 tanggal 6 Juni 2024; maka bersama surat ini
Perseroan menyampaikan penjelasan sebagai berikut:

Kegiatan Operasional
1. Strategi operasional dan pemasaran Perseroan secara terperinci mengenai hal-hal yang
   akan dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dan laba sehingga memulihkan defisit
   saldo laba sebesar Rp8,75 triliun yang dibukukan pada periode 31 Maret 2024.

     Penjelasan:

     Untuk memulihkan defisit saldo laba yang dibukukan pada periode 31 Maret 2024,
     Perseroan telah mengembangkan strategi operasional dan pemasaran yang komprehensif.

     Dengan tetap berfokus pada tujuan jangka panjang Perseroan untuk mencapai
     profitabilitas dan pertumbuhan laba yang berkelanjutan, Perseroan menjalankan strategi
     specialty verticals dengan menitikberatkan pada peningkatan sumber daya dan
     peningkatan efisiensi rantai pasokan. Dengan strategi ini, Perseroan memfokuskan
     monetisasi pada kategori bisnis yang dapat memberikan pendapatan lebih baik sehingga
     Perseroan bisa memberikan nilai tambah yang lebih tinggi kepada konsumen tanpa harus
     memberikan subsidi yang berlebihan.

     Terkait strategi pemasaran, Perseroan menerapkan program pemasaran melalui saluran
     online dan acara offline agar dapat menjangkau seluruh target konsumen Perseroan.

     Perseroan senantiasa memastikan bahwa terdapat viabilitas bisnis dan ekonomi kerja
     (operational economics) untuk inovasi bisnis yang dilakukan Perseroan.

2.   Perkembangan teknologi dan disrupsi mengalami pertumbuhan sangat cepat dan dapat
     berdampak pada kebijakan – kebijakan Perseroan terutama yang bergerak dalam bidang
     teknologi dan e-commerce. Agar dapat dijelaskan:

     a.   Strategi Perseroan untuk menghadapi perkembangan teknologi e-commerce yang
Page 2
          mungkin dapat mendisrupsi pangsa pasar e-commerce Perseroan di masa depan.

          Penjelasan:
          Seiring dengan perkembangan pesat teknologi e-commerce, Perseroan menyadari
          pentingnya adaptasi dan inovasi untuk tetap kompetitif di pasar yang terus berubah.
          Oleh karenanya, Perseroan fokus dalam pengembangan teknologi terbaru yang
          relevan dengan e-commerce seperti penggunaan Artificial Intelligence (“AI”) dan
          Generative AI yang dijelaskan lebih lanjut pada poin b di bawah ini.

     b.   Strategi Perseroan dalam pemanfaatan teknologi-teknologi baru salah satunya
          Artificial Inteligence (AI) dalam mencapai kinerja keuangan dan efisiensi operasional
          Perseroan.

          Penjelasan:
          Sejak tahun 2017, Perseroan telah menggunakan AI untuk mengembangkan berbagai
          lini bisnis, termasuk platform marketplace Bukalapak. Perseroan mengintegrasikan
          teknologi seperti search engine, recommendation engine dan computer vision untuk
          meningkatkan pengalaman pengguna. Selain itu, Perseroan juga menggunakan
          teknologi Generative AI dalam pengembangan chatbot untuk dukungan pelanggan,
          asisten belanja, pemantauan media dan berita, marketing, dan lainnya.

     c.   Dampak yang diharapkan Perseroan dengan menerapkan teknologi AI kepada
          operasional dan kinerja keuangan.

          Penjelasan:
          AI memiliki peran penting dalam meningkatkan semua aspek operasional Perseroan,
          mulai dari melindungi konsumen dari kegiatan penipuan, meningkatkan pelayanan
          kepada pelanggan, hingga mengoptimalkan operasi internal. Dengan banyaknya
          manfaat yang ditimbulkan oleh penggunaan AI dalam kegiatan operasional Perseroan,
          AI telah menjadi komponen krusial dalam meningkatkan efektivitas kinerja
          Perseroan.

     d.   Kendala yang dihadapi Perseroan dalam transisi dan menerapkan teknologi AI.

          Penjelasan:
          Sebagian besar dari kendala yang dihadapi Perseroan dalam penerapan keterbatasan
          sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan pengetahuan mendalam tentang
          teknologi AI. Mengingat kompleksitas teknologi AI ini, Perseroan mengeluarkan biaya
          pelatihan dan pengembangan karyawan untuk mengimplementasikan serta
          memelihara sistem AI secara efektif.

3.   Perseroan memutuskan untuk melakukan perampingan karyawan berdasarkan pada
     laporan keuangan 31 Desember 2022 Perseroan memiliki karyawan sebanyak 1.815 dan 31
     Maret 2024 sebanyak 1.466 karyawan. Agar dapat dijelaskan:

     a.   Latar belakang kebijakan Perseroan dalam melakukan pengurangan/lay-off karyawan
          dalam jumlah besar.

          Penjelasan:
          Sebagai suatu bisnis yang terus berevolusi, Perseroan senantiasa melakukan evaluasi
          terhadap kinerja operasional agar dapat memenuhi kebutuhan para pengguna dan
          konsumen dengan lebih baik serta mengoptimalisasi kegiatan operasional. Sebagai
          bagian dari tindak lanjut atas hasil evaluasi tersebut, Perseroan melakukan berbagai
          perubahan di berbagai area, termasuk kebutuhan sumber daya manusia.
Page 3
          Penyesuaian kebutuhan sumber daya manusia pertama kali dilakukan pada tahun
          2019 dan keputusan ini mencerminkan kebutuhan untuk beradaptasi dan tangguh
          dalam industri yang selalu berubah dalam waktu yang cepat.

     b.   Bagaimana pengaruh perampingan tersebut terhadap kelangsungan operasional,
          kinerja keuangan dan pelaksanaan kebijakan strategis Perseroan kedepannya?

          Penjelasan:
          Perseroan telah mengidentifikasi dan melakukan berbagai upaya untuk memitigasi
          risiko operasional, keuangan dan kebijakan strategis Perseroan yang mungkin terjadi
          akibat keputusan yang diambil terkait perubahan kebutuhan sumber daya manusia
          tersebut. Dari sisi kinerja keuangan, Laporan Keuangan Konsolidasi untuk Triwulan I
          Tahun 2024 yang telah kami sampaikan dan umumkan pada tanggal 29 April 2024
          menunjukkan adanya penurunan beban biaya karyawan. Penurunan beban biaya ini
          tidak mempengaruhi pendapatan Perseroan, yang tetap menunjukkan tren positif di
          periode yang sama pada tahun sebelumnya. Perseroan akan tetap melanjutkan
          kegiatan operasionalnya (Business as Usual) dan memberikan manfaat terbaik kepada
          para pemangku kepentingan.

     c.   Kebijakan - kebijakan strategis yang dibatalkan karena perampingan karyawan ini,
          agar dielaborasi (jika ada).

          Penjelasan:
          Tidak ada; Sebagaimana dijelaskan pada huruf a di atas, perubahan kebutuhan
          sumber daya manusia adalah salah satu bentuk kebijakan strategis yang dilakukan
          untuk memastikan keberlanjutan bisnis Perseroan dalam jangka panjang.

     d.   Kebijakan Perseroan mengenai pengelolaan sumber daya manusia setidaknya dua
          tahun mendatang.

          Penjelasan:
          Kebijakan pengelolaan sumber daya manusia Perseroan senantiasa ditelaah dari
          waktu ke waktu dan akan terus berkembang mengikuti kebutuhan bisnis di saat ini
          dan di masa yang akan datang. Sejalan dengan target pendapatan dan keuntungan
          yang disesuaikan di tahun 2024, Perseroan akan melanjutkan investasi dalam
          peningkatan kompetensi dan kualifikasi tenaga kerja yang ada saat ini melalui
          reskilling dan upskilling agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan operasional.

4.   Pada Annual Report periode 31 Desember 2023 yang disampaikan Perseroan, agar dapat
     dijelaskan:

     a.   Jumlah Total Processing Value (“TPV”), Gross Merchandise Value (“GMV”) dan
          Gross Transaction Value (“GTV”) pada tahun 2023 dan triwulan pertama tahun
          2024.

          Penjelasan:
          Jumlah TPV Perseroan pada tahun 2023 adalah sebesar Rp164.380 miliar dan
          Rp41.790 miliar pada triwulan pertama tahun 2024.

          Umumnya, perusahaan teknologi menggunakan GMV dan GTV untuk mengukur nilai
          transaksi; namun Perseroan memandang TPV sebagai metrik operasi yang lebih
          mewakili kondisi bisnis Perseroan dibanding nilai barang dagangan kotor (GMV) dan
          GTV. Sebagai perbandingan, tidak semua nilai GMV itu dapat terbayarkan dan
          perhitungan GMV juga termasuk nilai transaksi yang dibatalkan sedangkan TPV atau
          nilai pemrosesan total hanya memperhitungkan nilai transaksi yang telah diproses
Page 4
          atau dibayarkan.

     b.   Pada annual report Perseroan menyatakan bahwa GMV ekonomi digital di Indonesia
          meningkat 8% pada tahun 2023. Agar dapat dijelaskan dampak peningkatan tersebut
          pada pendapatan dan efisiensi keuangan Perseroan.

          Penjelasan:
          Sepanjang tahun 2023, pendapatan Perseroan tumbuh 23% dengan divisi
          marketplace memberikan pertumbuhan yang sangat baik sebesar 47% sepanjang
          tahun 2023 - didukung secara utama oleh pertumbuhan pada divisi gaming. Mitra
          Bukalapak terus mencatatkan peningkatan; Pendapatan Mitra Bukalapak pada
          triwulan keempat tahun 2023 meningkat 14% dari tahun ke tahun (Year on Year –
          YoY), menjadi Rp 597 miliar dan pada tahun buku yang berakhir pada 31 Desember
          2023 meningkat sebesar 11%, menjadi Rp 2.195 miliar, dari tahun 2022. Pertumbuhan
          pada divisi Online to Offline (O2O) ini didorong oleh peningkatan dalam campuran
          produk kami dan ragam penawaran layanan yang lebih luas bagi para Mitra
          Bukalapak.

     c.   Perseroan memiliki take rate pada tahun 2023 sebesar 2.83%, agar dijelaskan upaya
          Perseroan meningkatkan take rate yang berpotensi memberikan laba bagi Perseroan.

          Penjelasan:
          Untuk meningkatkan take rate, Perseroan menjalankan strategi specialty verticals
          dimana Perseroan fokus pada peningkatan sumber daya dan peningkatan efisiensi
          rantai pasokan. Dengan strategi ini, Perseroan memfokuskan monetisasi pada
          kategori bisnis yang dapat memberikan pendapatan lebih baik sehingga Perseroan
          bisa memberikan nilai tambah yang lebih tinggi kepada konsumen tanpa harus
          memberikan subsidi yang berlebihan.

     d.   Sehubungan terdapat strategi pemasaran dalam meningkatkan brand awareness
          pelanggan, bagaimana tingkat kompetisi yang ada khususnya brand awareness untuk
          menarik pelanggan pada industri Ekonomi Baru, teknologi dan e-commerce di
          Indonesia?

          Penjelasan:
          Dalam industri Ekonomi Baru, teknologi, dan e-commerce di Indonesia, tingkat
          kompetisi dalam brand awareness sangatlah tinggi. Setiap perusahaan berusaha
          keras untuk menonjolkan merek dagang mereka dan menarik perhatian pelanggan
          dalam lingkup yang semakin ramai dan dinamis. Tingkat kompetisi yang tinggi
          tersebut disebabkan 2 faktor, yakni: 1) menjamurnya konten (termasuk iklan berbayar
          dan konten organik melalui platform media sosial serta pesan pribadi), sehingga sulit
          menarik perhatian pelanggan; dan 2) banyaknya produk dan merek dagang baru yang
          masuk ke pasar.

     Dengan tingkat kompetisi yang tinggi ini, perusahaan di sektor Ekonomi Baru, teknologi,
     dan e-commerce di Indonesia harus terus berinovasi dalam strategi pemasaran mereka
     dan memberikan nilai tambah yang nyata kepada pelanggan untuk memenangkan
     persaingan dalam hal brand awareness dan akuisisi pelanggan.

5.   Perseroan masih memiliki kasus hukum terkait gugatan dari PT Harmas Jalasveva yang
     menuntut ganti rugi materil sebesar Rp107.422.502.876 dan immateril sebesar Rp1 triliun
     rupiah terkait klaim dari PT Harmas Jalasveva bahwa Perseroan melakukan pembatalan
     secara sepihak atas sewa ruang dan/atau lantai Gedung Office Tower One Belpark di
     Jakarta Selatan. Agar dapat dijelaskan:
Page 5
     a.   Status hukum terbaru dari gugatan PT Harmas Jalasveva.

          Penjelasan:
          Berdasarkan informasi yang tersedia pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara
          (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dapat diakses melalui https://sipp.pn-
          jakartaselatan.go.id/, status hukum terbaru dari perkara antara Perseroan dengan
          PT Harmas Jalesveva saat ini masih dalam proses Kasasi di Mahkamah Agung
          sehingga belum ada Putusan Kasasi yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung pada
          tanggal surat ini disampaikan.

     b.   Tindak lanjut saat ini atas gugatan hukum dari PT Harmas Jalasveva tersebut.

          Penjelasan:
          Perseroan telah menempuh upaya hukum Kasasi melalui Mahkamah Agung guna
          mengajukan keberatan atas Putusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor:
          575/Pdt.G/2022/PN Jkt.Sel dan juga Putusan Banding dari Pengadilan Tinggi DKI
          Jakarta Nomor: 732/PDT/2023/PT DKI. Sampai dengan saat ini, Perseroan masih
          menunggu Putusan Kasasi dari Mahkamah Agung sebagaimana disampaikan pada
          huruf a di atas.

     c.   Kontrak dan/atau perjanjian yang masih berlangsung antara Perseroan dengan
          PT Harmas Jalasveva.

          Penjelasan:
          Perseroan tidak memiliki kontrak dan/atau perjanjian yang masih berlangsung
          dengan PT Harmas Jalasveva.

     d.   Dampak pencapaian kinerja keuangan dan operasional Perseroan yang berhubungan
          dengan kasus tersebut.

          Penjelasan:
          Sampai dengan saat ini, kasus tersebut tidak memiliki dampak yang material terhadap
          pencapaian kinerja keuangan dan operasional Perseroan.

6.   Berdasarkan Keterbukaan Informasi Perseroan pada tanggal 27 Mei 2024, Perseroan
     menerima surat permohonan pengunduran diri Direksi oleh Bapak Howard Nugraha Gani.
     Agar dapat dijelaskan:

     a.   Latar belakang pengunduran diri Bapak Howard Nugraha Gani sebagai Direktur
          Perseroan.

          Penjelasan:
          Berdasarkan Surat Pengunduran diri yang kami terima dari Bapak Howard Nugraha
          Gani pada tanggal 22 Mei 2024, pengunduran diri dari posisinya sebagai Direktur
          Perseroan merupakan keputusan pribadi dari Bapak Howard Nugraha Gani.

     b.   Apakah Perseroan memiliki calon untuk menggantikan posisi yang kosong tersebut?
          Jika ada, mohon penjelasan atas proses perizinan dan fit proper test calon pengganti
          atas Direktur Utama yang mengundurkan diri tersebut.

          Penjelasan:
          Setelah pengunduran diri Bapak Howard Nugraha Gani mendapatkan persetujuan
          pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang akan
          diselenggarakan pada tanggal 25 Juni 2024 mendatang, Direksi Perseroan akan terdiri
          dari 4 orang dengan komposisi sebagai berikut:
Page 6
          Direktur Utama : Willix Halim
          Direktur       : Teddy Nuryanto Oetomo
          Direktur        : Natalia Firmansyah
          Direktur        : Victor Putra Lesmana

          Menurut pertimbangan Perseroan, komposisi tersebut masih sesuai dengan
          kebutuhan Perseroan saat ini sehingga Perseroan belum memiliki rencana untuk
          mengisi posisi Direktur yang akan ditinggalkan oleh Bapak Howard Nugraha Gani
          tersebut.

    c.    Dampak yang terjadi pada kegiatan operasional Perseroan mengingat pentingnya
          posisi tersebut.

          Penjelasan:
          Sampai dengan saat ini, permohonan pengunduran diri tersebut memiliki tidak
          memiliki dampak terhadap kegiatan operasional Perseroan.

    d.    Penjelasan dan/atau perubahan strategi Perseroan untuk mempertahankan
          kelangsungan usaha sehubungan dengan pengunduran diri Bapak Howard Nugraha
          Gani.

          Penjelasan:
          Sehubungan dengan pengunduran diri tersebut, tugas dan tanggung jawab yang
          diamanatkan kepada Bapak Howard Nugraha Gani selanjutnya akan dialihkan kepada
          Bapak Teddy Nuryanto Oetomo sebagai Direktur Perseroan. Sampai dengan tanggal
          surat ini tidak ada perubahan strategi yang diambil Perseroan. Perseroan tetap fokus
          pada tujuan jangka panjang untuk mencapai pertumbuhan dan keuntungan yang
          berkelanjutan.

Terkait Laporan Keuangan
7. Berdasarkan CALK No. 5 tentang Piutang Usaha dan Aset Kontrak, pada periode 31 Maret
   2024 Perseroan mencatatkan piutang sebesar Rp278 miliar dengan komposisi yang telah
   jatuh tempo sebesar Rp52,2 miliar atau 18,7%. Agar dapat dijelaskan:
   a. Tidak terdapat perubahan mutasi piutang usaha oleh Perusahaan Daerah Aneka Usaha
       Lamongan Jaya, PT Prowell Energi Indonesia, PT Tinata Sukses Mandiri, PT Al Ares
       Indonesia dan PT Multiguna Infotama.

         Penjelasan:
         Sampai dengan laporan keuangan diterbitkan, tidak terdapat tambahan dan atau
         pengurangan atas piutang-piutang tersebut

  b.     Latar belakang terjadinya piutang yang telah jatuh tempo tersebut.

         Penjelasan:
         Sampai dengan laporan keuangan diterbitkan, piutang-piutang tersebut belum
         dilakukan pelunasan oleh pelanggan. Konfirmasi yang diterima oleh Perseroan dan
         entitas anaknya (secara kolektif disebut “Kelompok Usaha”), bahwa hal itu
         dikarenakan adanya kesulitan keuangan dan kendala administrasi internal pelanggan,
         sehingga pelanggan belum dapat melakukan pembayaran atas piutang-piutang tersebut
         sampai dengan melebihi jatuh tempo.

  c.     Perseroan mencadangkan kerugian penurunan nilai pada 31 Maret 2024 sebesar
         Rp45,65 miliar, agar dielaborasi:
         i. Kebijakan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) untuk piutang usaha.
Page 7
            Penjelasan:
            Perseroan menerapkan kebijakan CKPN sesuai dengan standar akuntansi yang
            berlaku.

         ii. Kebijakan penagihan/pelunasan piutang usaha agar hal serupa tidak terjadi di masa
             depan.

            Penjelasan:
            Perseroan saat ini telah menambahkan prosedur dalam hal penagihan piutang
            dalam hal piutang tersebut belum atau sudah jatuh tempo.

        iii. Kebijakan Perseroan terhadap para pelanggan yang memiliki piutang macet.

            Penjelasan:
            Perseroan melakukan pencadangan sesuai dengan standar akuntansi atas piutang
            macet.

   d.   Pada piutang usaha yang jatuh tempo lebih dari 90 hari, apakah terdapat peningkatan
        risiko kredit secara signifikan? Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan serta kesesuaian
        penjelasan Perseroan dengan PSAK 71 – Instrumen Keuangan.

        Penjelasan:
        Sesuai dengan PSAK 71, Perseroan melakukan analisa dan melihat tidak adanya
        peningkatan risiko kredit yang signifikan.

8. Berdasarkan CALK No. 7 tentang Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka, Perseroan memiliki
   uang muka kepada pihak ketiga sebesar Rp144 miliar dan mencadangkan uang muka sebesar
   Rp18,5 miliar. Agar dapat dijelaskan:
   a. Penyebab kenaikan uang muka pihak ketiga pada 31 Maret 2024 sebesar 19,3%.

        Penjelasan:
        Kenaikan diatas sehubungan dengan pengembangan bisnis Kelompok Usaha.

   b.   Perincian untuk masing-masing uang muka pihak ketiga, disertai dengan penjelasan
        peruntukannya dan kontribusi yang diharapkan Perseroan dengan adanya uang muka
        tersebut. Penjelasan dapat berbentuk tabel.

        Penjelasan:
        Hampir seluruh uang muka pihak ketiga tersebut merupakan uang muka kepada mitra
        atas skema bisnis dalam menghasilkan pendapatan di segmen mitra.

   c.   Pihak dan latar belakang Perseroan mencadangkan uang muka sebesar Rp18,5 miliar.
        Agar dielaborasi.

        Penjelasan:
        Latar belakang pencadangan uang muka tersebut sesuai dengan peraturan PSAK 71 yang
        dinilai baik secara pihak individu maupun pihak kolektif.

9. Berdasarkan CALK No. 8 tentang Aset Keuangan Lancar Lainnya, Perseroan mencatatkan
   penurunan aset keuangan berupa investasi pada saham tercatat di Bursa dan Reksadana
   sebesar Rp3,5 triliun per 31 Maret 2024. Agar dapat dijelaskan:
   a. Penjelasan detil terkait investasi pada saham yang tercatat di Bursa.

        Penjelasan:
Page 8
     Investasi Perseroan pada saham yang tercatat di Bursa adalah atas saham PT Allo Bank
     Indonesia Tbk (BBHI) dan PT Bisi International Tbk (BISI).

b.   Pertimbangan Perseroan berinvestasi pada saham tercatat di Bursa hingga saat ini.

     Penjelasan:
     Investasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis operasi Perseroan untuk
     memperoleh keuntungan.

c.   Pada laporan kepemilikan pemegang saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) per 30
     April 2024, Perseroan masih memiliki saham sebanyak 2,4 miliar lembar atau 11,49%.
     Mohon penjelasan mengenai:

      i.     Pertimbangan Perseroan dengan tidak adanya perubahan kepemilikan sejak 25
             Januari 2024.

             Penjelasan:
             Perseroan melihat belum adanya kebutuhan untuk melakukan perubahan
             kepemilikan di BBHI.

     ii.     Keyakinan Perseroan pada performa saham BBHI.

             Penjelasan:
             Perseroan melihat bahwa fundamental BBHI telah menunjukkan kinerja
             keuangan yang kuat, komitmen yang tinggi dalam berinovasi dan mengadopsi
             teknologi terbaru untuk meningkatkan efisiensi operasional. Walaupun demikian,
             kinerja saham BBHI juga dipengaruhi oleh pasar atau faktor eksternal yang berada
             di luar kendali perusahaan, seperti kondisi ekonomi makro, sentimen pasar,
             kebijakan dan regulasi pemerintah, kompetisi dalam industri, dan faktor lainnya.

      iii.   Rencana/timeline Perseroan untuk melakukan divestasi pada BBHI (jika ada).

             Penjelasan:
             Sampai dengan saat ini, Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan
             divestasi pada BBHI.

      iv.    Strategi Perseroan dikemudian hari dalam berinvestasi pada saham yang tercatat
             di Bursa demi memperbaiki kinerja keuangan Perseroan (jika ada).

             Penjelasan:
             Sampai dengan saat ini, Perseroan belum memiliki strategi untuk melakukan
             investasi tambahan pada saham yang tercatat di Bursa demi memperbaiki kinerja
             keuangan Perseroan.

d.   Pertimbangan Perseroan berinvestasi di Reksadana khususnya pada PT Batavia
     Prosperindo Aset Manajemen sebesar Rp502 miliar.

     Penjelasan:
     Investasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis operasi Kelompok Usaha untuk
     memperoleh keuntungan.

e.   Elaborasi pada kebijakan Aset Keuangan Lancar Lainnya dalam menambah pendapatan
     selain operasional Perseroan.
Page 9
            Penjelasan:
            Merujuk pada penjelasan di atas, maka keuntungan atas investasi tersebut disajikan
            sebagai bagian dari komponen laba usaha Perseroan.

  f.        Status penempatan dana Perseroan saat ini pada Growtheum Capital Partners.

            Penjelasan:
            Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2024, Perseroan mencatatkan
            penurunan nilai bersih atas investasi yang ditempatkan di Growtheum Capital Partners
            sebesar 1,84% dibandingkan per 31 Desember 2023.

  g.        Rencana Perseroan untuk melepaskan dan atau mengalihkan dana yang berada pada
            Growtheum Capital Partners.

            Penjelasan:
            Perseroan belum memiliki rencana selain yang telah tertera dalam perjanjian investasi
            Growtheum Capital Partners.

10. Berdasarkan CALK No. 9 tentang Aset Tetap, Perseroan memiliki aset dalam penyelesaian
    dengan jumlah tercatat sebesar Rp1,69 miliar dengan tingkat penyelesaian 95-99% per 31
    Maret 2024, agar dijelaskan nature dari aset dalam penyelesaian tersebut dan
    kontribusinya bagi Perseroan.

       Penjelasan:
       Aset dalam penyelesaian terdiri dari peralatan atas kegiatan renovasi kantor, untuk
       mendukung kegiatan operasional Perseroan.

11. Berdasarkan CALK No. 12 tentang Investasi Pada Entitas Asosiasi, Perseroan mencatatkan
    pertumbuhan investasi pada Entitas Asosiasi sebesar 10,6% pada 31 Maret 2024 atau
    sebesar Rp841 miliar. Agar dapat dijelaskan:
    a. Nature dan rincian dari penambahan investasi sebesar Rp93,6 miliar pada triwulan
        pertama 2024.

             Penjelasan:
             Penambahan investasi pada CircularCommerce Pte Ltd dan PT Berkah Bisnis Sentosa
             masing-masing sebesar Rp55,7 miliar dan Rp37,9 miliar.

       b.    Kontribusi yang diharapkan dalam mencapai kinerja keuangan Perseroan dari investasi
             pada Entitas Asosiasi.

             Penjelasan:
             Investasi yang dilakukan oleh Perseroan atas entitas asosiasi diharapkan dapat
             membawa sinergi dan meningkatkan efisiensi terhadap bisnis Perseroan sehingga
             dapat memperkuat posisi Perseroan di persaingan pasar dan meningkatkan
             profitabilitas konsolidasian Perseroan.

12. Berdasarkan CALK No. 13 tentang Investasi Jangka Panjang, Perseroan memutuskan untuk
    berinvestasi pada instrumen utang per 31 Maret 2024 sebesar Rp6,8 triliun. Agar dapat
    dijelaskan:
    a. Latar belakang Perseroan memilih investasi pada instrumen utang dengan porsi 27%
         dari total aset Perseroan.

             Penjelasan:
Page 10
         Perseroan memilih investasi pada instrumen utang dalam rangka mendapatkan arus
         kas kontraktual.

    b.   Kontribusi yang diharapkan Perseroan dalam investasi jangka panjang khususnya
         investasi pada instrumen utang.

         Penjelasan:
         Sesuai penjelasan di atas, Perseroan mengharapkan adanya arus kas kontraktual yang
         dapat mendukung komponen laba usaha Perseroan.

    c.   Tanggapan Perseroan mengenai penggunaan kas lebih banyak digunakan dalam
         berinvestasi dibandingkan dengan kegiatan operasional.

         Penjelasan:
         Perseroan terus mengkaji dan menelaah potensi-potensi serta kesempatan-
         kesempatan yang tersedia dan sejalan dengan tujuan Perseroan, termasuk melalui
         investasi yang dapat menciptakan peluang tingkat pengembalian yang tinggi guna
         mendukung kenaikan neto dan kestabilan atas kas di masa mendatang.

13. Berdasarkan CALK No. 14 tentang Aset Tak Berwujud, Perseroan memiliki aset dalam
    penyelesaian dengan jumlah tercatat sebesar Rp61,9 miliar pada 31 Maret 2024, agar
    dijelaskan:
    a. Nature dari aset dalam penyelesaian tersebut.

         Penjelasan:
         Aset dalam penyelesaian merupakan aset dalam pengembangan berupa perangkat
         lunak di ekosistem Kelompok Usaha untuk pengembangan bisnis Kelompok Usaha.

    b.   Rencana/timeline penyelesaian aset tersebut.

         Penjelasan:
         Rencana penyelesaian aset tersebut bervariasi mulai dari kurang dari 1 tahun atau lebih
         dari 1 tahun tergantung kompleksitas pengerjaan aset tersebut.

    c.   Kontribusi yang diharapkan Perseroan dengan selesainya aset tersebut.

         Penjelasan:
         Kontribusi untuk memperoleh manfaat ekonomik masa depan untuk ekosistem
         Kelompok Usaha.

14. Berdasarkan CALK No. 17 tentang Beban Akrual, Perseroan mencatatkan kenaikan biaya
    jasa operasional menjadi sebesar Rp41 miliar pada 31 Maret 2024, agar dijelaskan rincian
    jasa operasional tersebut dan kontribusinya bagi Perseroan.

    Penjelasan:
    Sebagian besar merupakan jasa audit dan konsultasi.

15. Berdasarkan CALK No. 20 tentang Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan, Perseroan
    mencatatkan Rp17,9 miliar pada liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek periode
    31 Maret 2024 atau menurun sebesar -73,58% dibandingkan dengan 31 Desember 2024.
    Agar dapat dijelaskan latar belakang penurunan tersebut dan elaborasikan dengan
    kebijakan layoff yang terjadi berdasarkan pertanyaan nomor 3.

    Penjelasan:
Page 11
    Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya realisasi cadangan pembayaran bonus dan
    Tunjangan Hari Raya (THR) di 2024.

16. Berdasarkan CALK No. 25 tentang Pendapatan Neto, Perseroan mencatatkan peningkatan
    pada 31 Maret 2024 menjadi sebesar Rp1,16 triliun. Agar dapat dijelaskan:
    a. Latar belakang Perseroan tidak memiliki pendapatan pada segmen pengadaan. Selain
        itu, pendapatan dari segmen pengadaan juga menurun sejak tahun 2022.

         Penjelasan:
         Seiring dengan upaya Perseroan untuk terus mencapai profitabilitas berkelanjutan dan
         kesehatan keuangan Perseroan, Perseroan telah melakukan evaluasi menyeluruh
         terhadap seluruh lini bisnis. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Perseroan
         memutuskan untuk melakukan restrukturisasi lini bisnis di segmen pengadaan untuk
         berfokus pada monetisasi kategori bisnis yang memiliki potensi untuk memberikan
         profitabilitas yang lebih tinggi.

    b.   Kendala yang Perseroan hadapi dengan tidak bertambahnya pendapatan dari segmen
         pengadaan.

         Penjelasan:
         Perusahaan mengimplementasi strategi untuk memfokuskan dan mengalokasikan
         sumber daya pada unit bisnis yang memiliki potensi lebih besar untuk monetisasi dan
         pertumbuhan. Oleh karena itu, penurunan pertumbuhan pada segmen pengadaan
         terkompensasi oleh pertumbuhan di unit bisnis lain, yang terbukti dari peningkatan
         pendapatan kami sebesar 16% pada kuartal pertama 2023 ke kuartal pertama 2024.

    c.   Rencana penambahan alternatif lain pada segmen pendapatan Perseroan pada tahun
         2024 (jika ada).

         Penjelasan:
         Hingga saat ini, Perseroan belum memiliki rencana penambahan alternatif lain pada
         segmen pendapatan.

17. Perseroan mencatatkan beban pokok penjualan sebesar Rp958 miliar dengan pendapatan
    sebesar Rp1,16 triliun per 31 Maret 2024, peningkatan beban pokok penjualan sebesar
    27,8% sedangkan peningkatan pendapatan hanya sebesar 16,2% dibandingkan dengan
    periode 31 Maret 2023. Agar dijelaskan mengenai:
    a. Efisiensi yang telah dilakukan Perseroan untuk mengoptimalkan tingkat margin
        keuntungan Perseroan.

         Penjelasan:
         Perseroan berencana untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan
         pengeluaran menggunakan strategi cross-selling, dimana Perseroan menawarkan
         produk atau layanan tambahan kepada pelanggan yang sudah melakukan pembelian di
         unit bisnis lain. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai transaksi dan memperluas
         manfaat yang diterima pelanggan.

         Melalui upaya efisiensi yang telah dilakukan Perseroan di atas, Perseroan memandang
         bahwa metrik contribution margin (pendapatan - beban pokok pendapatan - beban
         pemasaran) lebih menggambarkan profitabilitas operasional murni Perseroan
         dibandingkan dengan gross profit margin. Hal ini dikarenakan metrik marjin
         kontribusi (contribution margin) telah memperhitungkan biaya variabel langsung
         yang terkait dengan pendapatan Perseroan.
Page 12
         Pada periode triwulan pertama 2024, Perseroan membukukan marjin kontribusi
         (contribution margin) sebesar Rp124 miliar atau mengingkat sebesar 20% Year on
         Year (YoY) dibandingkan dengan marjin kontribusi (contribution margin) senilai
         Rp104 miliar di triwulan pertama 2023.

    b.   Strategi Perseroan untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat margin
         keuntungan Perseroan di masa mendatang.

         Penjelasan:
         Untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat margin keuntungan, Perseroan
         mengadopsi strategi specialty verticals, di mana perusahaan mengutamakan fokus
         terhadap kategori bisnis yang memiliki potensi untuk memberikan pendapatan yang
         lebih tinggi. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah bagi
         konsumen tanpa mengandalkan subsidi yang berlebihan.

18. Perseroan masih mencatatkan laba defisit per 31 Maret 2024 sebesar Rp8,75 triliun, agar
    dapat dijelaskan:
    a. Upaya yang dilakukan Perseroan untuk meningkatkan kinerja operasional dan
        keuangan.
    b. Optimalisasi dana IPO sehingga memperbaiki kinerja keuangan Perseroan.
    c. Perseroan memiliki aset berupa investasi pada instrumen utang dan investasi pada
        perusahaan tercatat di Bursa, agar dapat dijelaskan pengaruh kenaikan suku bunga
        terhadap keputusan investasi dan dampaknya terhadap kinerja keuangan Perseroan.

    Penjelasan:
    Perseroan telah dan akan terus mengambil langkah-langkah konkret dalam meningkatkan
    kinerja operasional maupun keuangan Perseroan. Beberapa langkah yang telah dan akan
    terus kami ambil termasuk, namun tidak terbatas pada, peningkatan efisiensi operasional
    dan pengembangan strategi pemasaran yang lebih terukur dan terencana. Kami juga akan
    memprioritaskan pengelolaan kas yang lebih hati-hati, termasuk pengawasan ketat
    terhadap arus kas dan pengeluaran perusahaan. Selain itu, kami akan terus memantau dan
    mengevaluasi kinerja keuangan secara berkala.

19. Berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan periode 31 Desember 2023 yang telah
    diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja, terdapat selisih penyajian pada laporan
    keuangan bagian Arus Kas. Agar dapat dijelaskan perbedaan pada sub komponen dengan
    total pada arus kas neto yang diperoleh untuk aktivitas operasi tahun 2023 dan juga
    perbedaan sub komponen dengan total pada arus kas yang digunakan untuk aktivitas
    investasi tahun 2023 dan 2022.

    Penjelasan:
    Perbedaan dikarenakan terdapat pemetaan ulang atas arus kas di tahun 2023, sehingga
    Perseroan menyajikan komparasi arus kas tahun 2022 selaras dengan pemetaan arus kas
    tahun 2023. Dampak pemetaan ulang adalah tidak material terhadap Laporan Keuangan
    Tahunan Perseroan.

Demikian kami sampaikan. Atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.
Page 13
Hormat kami/ Sincerely,
PT BUKALAPAK.COM Tbk




Teddy Nuryanto Oetomo
Direktur dan Sekretaris Perusahaan

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.22 MB
Published12 Jun 2024
Pages13
Characters34,781
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 28 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Willix Halim · Direktur Utama p.6
linked person Natalia Firmansyah p.6
linked person Victor Putra Lesmana p.6
linked person Teddy Nuryanto Oetomo · Direktur p.6 ×3
linked org Allo Bank Indonesia Tbk p.8 ×5
linked org Bisi International Tbk p.8 ×2
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
possible org PT BUKALAPAK. p.1 ×2
possible — Batavia Prosperindo p.8
unresolved person Vera Florida Kepala Divisi PP p.1
unresolved org COM Tbk p.1 ×2
unresolved org PT Harmas Jalasveva p.4 ×4
unresolved org PT Harmas Jalasveva. Penjelasan p.5 ×2
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Selatan p.5 ×2
unresolved org PT Harmas Jalesveva p.5
unresolved org Mahkamah Agung p.5 ×4
unresolved org PT DKI. Sampai p.5
unresolved person Howard Nugraha Gani. Agar · Direktur p.5 ×14
unresolved person Howard Nugraha Gani. Penjelasan p.6
unresolved org PT Prowell Energi Indonesia p.6
unresolved org PT Tinata Sukses Mandiri p.6
unresolved org PT Al Ares Indonesia p.6
unresolved org PT Multiguna Infotama. Penjelasan p.6
unresolved org Bank Indonesia p.8 ×2
unresolved org PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen p.8
unresolved org CircularCommerce Pte Ltd p.9
unresolved org PT Berkah Bisnis Sentosa p.9
unresolved org Purwantono p.12

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result