Back to announcement
20260901_TRIS_Laporan Informasi dan Fakta Material_32143977_lamp4.pdf
Other Text extracted TRISSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
SIARAN PERS / PRESS RELEASE Lampaui Target Laba, TRIS Tebar Dividen Interim Rp7 Miliar Surpassing Profit Target, TRIS Distributes IDR7 Billion Interim Dividend Konsisten Menciptakan Nilai Bagi Para Pemegang Saham Consistently Generating Shareholder Value Jakarta, 1 September 2026 – Trisula Grup yang dikendalikan oleh PT Trisula International Tbk (TRIS), Perusahaan publik yang beroperasi di sektor tekstil dan garmen, merencanakan pembagian dividen interim senilai Rp7 miliar atau setara Rp2,27 per lembar saham untuk tahun buku 2026. Rencana aksi korporasi ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada September 2026. Jakarta, September 1, 2026 – The Trisula Group, controlled by PT Trisula International Tbk (TRIS), a publicly listed company operating in the textile and garment sector, plans to distribute an interim dividend of IDR7 billion, or IDR2.27 per share, for the 2026 financial year. The corporate action is scheduled to take place in September 2026. Adapun pemegang saham yang berhak menerima dividen merupakan pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada tanggal 11 September 2026. Sementara pembayaran dividen kepada pemegang saham akan dilakukan pada tanggal 23 September 2026. The shareholders entitled to receive the dividend are those recorded in the Company’s Shareholders Register (DPS) as of September 11, 2026. Meanwhile, the dividend payment to shareholders will be made on September 23, 2026. Rencana pembagian dividen ini merupakan kelanjutan dari komitmen Perseroan untuk menciptakan nilai bagi para pemegang saham. Sebelumnya, TRIS telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp7 miliar yang dibayarkan pada September 2025, dilanjutkan dengan pembagian dividen final senilai Rp24 miliar yang dibayarkan pada 29 Mei 2026. This dividend distribution plan is a continuation of the Company’s commitment to creating value for its shareholders. Previously, TRIS distributed an interim dividend for the 2025 financial year amounting to IDR7 billion, which was paid in September 2025, followed by a final dividend of IDR24 billion paid on May 29, 2026. “Capaian laba bersih sepanjang semester pertama tahun ini yang melampaui ekspektasi tidak terlepas dari strategi diversifikasi pasar ekspor yang kami jalankan. Dengan kontribusi ekspor yang mencapai 60% terhadap total penjualan dan cakupan pasar yang terdiversifikasi, kami memiliki fondasi yang kuat untuk bertahan dan terus tumbuh.” ujar Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan “Our net profit achievement in the first half of this year, which exceeded expectations, cannot be separated from the export market diversification strategy we implemented. With export contributions reaching 60% of total sales and a diversified market scope, we have a strong foundation to survive and continue growing.” said TRIS President Director Widjaya Djohan. Langkah aski korporasi ini menjadi bukti keberhasilan TRIS dalam menjaga kinerja positif yang berlanjut. Pada paruh pertama tahun ini, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp57,9 miliar, tumbuh 12,2%
Page 2
SIARAN PERS / PRESS RELEASE secara tahunan (year-on-year), melampaui ekspektasi internal. Capaian ini juga menandakan kemampuan bertahan TRIS di tengah kondisi pasar tekstil dan garmen yang dinamis. This corporate action serves as proof of TRIS’s success in maintaining continued positive performance. In the first half of this year, the Company recorded a net profit of IDR57.9 billion, growing 12.2% year-on- year and surpassing internal expectations. The result highlights the resilience of TRIS amid dynamic conditions in the textile and garment market. Pendorong utama kinerja solid ini adalah pasar ekspor yang berkontribusi sebesar 60% terhadap total penjualan. Sepanjang semester I-2026, nilai ekspor TRIS mencapai Rp530,5 miliar, meningkat 20,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. TRIS memiliki cakupan pasar ekspor yang terdiversifikasi, tidak hanya mengandalkan satu pasar, sehingga memungkinkan Perseroan tetap bertahan di tengah dinamika geopolitik global. The main driver of this solid performance was the export market, which contributed 60 percent to total sales. Throughout the first half of 2026, TRIS recorded IDR530.5 billion in export value, an increase of 20.3% compared to the same period last year. TRIS maintains a diversified export market footprint rather than relying on a single market, allowing the Company to stay resilient amid global geopolitical dynamics. Selain itu, fleksibilitas TRIS dalam menerima dan melayani pesanan, seperti tidak memberlakukan minimum order dan mampu melayani pesanan sesuai kebutuhan pasar, menjadi keunggulan tambahan di tengah persaingan industri yang ketat. In addition, TRIS's flexibility in accepting and fulfilling orders, such as imposing no minimum order requirements and customizing orders according to market needs, serves as another key competitive advantage amid intense industry competition. Untuk mempertahankan kinerja ke depan, TRIS terus bersinergi dengan anak usaha serta memperkuat fleksibilitas dan kemampuan quick response. Perseroan juga secara konsisten memperluas pangsa pasar yang telah ada dengan menjajaki peluang di negara-negara baru seiring dengan perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia. Melalui strategi yang konsisten, TRIS optimistis dapat mencapai target penjualan 6,5% yang telah ditetapkan. To maintain performance moving forward, TRIS continues to build synergies with its subsidiaries while strengthening flexibility and quick-response capabilities. The company is also consistently expanding its existing market share by exploring opportunities in new countries, leveraging Indonesia's trade agreements. Through these consistent strategies, TRIS remains optimistic about achieving its set sales target of 6.5 percent.
Page 3
SIARAN PERS / PRESS RELEASE
***
Tentang PT Trisula International Tbk
PT Trisula International Tbk (TRIS:IDX) didirikan pada tahun 2004, adalah salah satu penyedia pakaian
jadi terintegrasi dan terkemuka mulai dari produsen kain dan garmen, hingga distribusi dan peritel. TRIS
melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham TRIS pada
tanggal 28 Juni 2012. TRIS memiliki 3 unit usaha yang bergerak di bidang produsen garmen yaitu PT Trisco
Tailored Apparel Manufacturing yang diakuisisi pada tahun 2012, PT Trimas Sarana Garment Industry pada
tahun 2011, dan PT Trimas Bellindo Aparel Manufaktur yang baru mulai beroperasi pada bulan Mei 2024
ini. Sedangkan untuk segmen produsen kain, dipegang oleh anak usaha TRIS yaitu PT Trisula Textile
Industries Tbk (BELL:IDX). TRIS memiliki jaringan distribusi yang luas, termasuk memiliki distributor
internalnya sendiri, seperti melalui PT Mido Uniforms di Singapura, Trisco Tailored & Woven International
Ltd di Amerika Serikat, dan untuk segmen Retail sendiri dipegang oleh anak usaha TRIS melalui BELL
yaitu PT Mido Indonesia, memegang merek milik sendiri yaitu JOBB dan merek internasional yaitu Jack
Nicklaus, serta jaringan penjualan melalui 6 anak usahanya yang bergerak sebagai agen penjualan aktif.
TRIS dikenal dengan no-mass production dan sistem customized order-nya, fokus kepada pasar garmen, di
mana mayoritas penjualannya menyasar pasar ekspor yang menunjukkan kualitas garmen yang diproduksi
mampu bersaing dengan kualitas dunia. Ke depannya, TRIS sebagai perusahaan holding akan lebih
memperkaya bisnis portofolionya untuk meningkatkan pendapatan meminimalisir resiko terhadap satu
segmen.
***
Tentang PT Trisula International Tbk
PT Trisula International Tbk (TRIS:IDX) didirikan pada tahun 2004, adalah salah satu penyedia pakaian
jadi terintegrasi dan terkemuka mulai dari produsen kain dan garmen, hingga distribusi dan peritel. TRIS
melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham TRIS pada
tanggal 28 Juni 2012. TRIS memiliki 3 unit usaha yang bergerak di bidang produsen garmen yaitu PT
Trisco Tailored Apparel Manufacturing yang diakuisisi pada tahun 2012, PT Trimas Sarana Garment
Industry pada tahun 2011, dan PT Trimas Bellindo Aparel Manufaktur yang baru mulai beroperasi pada
bulan Mei 2024 ini. Sedangkan untuk segmen produsen kain, dipegang oleh anak usaha TRIS yaitu PT
Trisula Textile Industries Tbk (BELL:IDX). TRIS memiliki jaringan distribusi yang luas, termasuk memiliki
distributor internalnya sendiri, seperti melalui PT Mido Uniforms di Singapura, Trisco Tailored & Woven
International Ltd di Amerika Serikat, dan untuk segmen Retail sendiri dipegang oleh anak usaha TRIS
melalui BELL yaitu PT Mido Indonesia, memegang merek milik sendiri yaitu JOBB dan merek internasional
yaitu Jack Nicklaus, serta jaringan penjualan melalui 6 anak usahanya yang bergerak sebagai agen
penjualan aktif. TRIS dikenal dengan no-mass production dan sistem customized order-nya, fokus kepada
pasar garmen, di mana mayoritas penjualannya menyasar pasar ekspor yang menunjukkan kualitas
garmen yang diproduksi mampu bersaing dengan kualitas dunia. Ke depannya, TRIS sebagai perusahaan
holding akan lebih memperkaya bisnis portofolionya untuk meningkatkan pendapatan meminimalisir resiko
terhadap satu segmen.
Page 4
SIARAN PERS / PRESS RELEASE
Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:
For further information, please contact:
PT Trisula International Tbk
Trisula Center, Jl. Lingkar Luar Barat Blok A No. 1
Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat 11740
Ph. (021) 58357377
www.trisula.co.id
Kresna Wilendrata M. Aditya
Corporate Secretary Media Relations
Mobile: +62 81295486465
Email: kresna.wilendrata@trisula.com E-mail: investor.relations@trisula.com
ir.trisula@gmail.com
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing
p.3 ×2
unresolved
org
PT Trimas Sarana Garment Industry
p.3 ×2
unresolved
org
PT Trimas Bellindo Aparel Manufaktur
p.3 ×2
unresolved
org
PT Mido Uniforms
p.3 ×2
unresolved
org
Woven International Ltd
p.3 ×2
unresolved
org
PT Mido Indonesia
p.3 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.