Skip to content
Back to announcement

20240611_HRUM_Public Expose_31660162_lamp2.pdf

Other Text extracted HRUM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1
                  Laporan Pelaksanaan Paparan Publik (Public Expose) Tahun 2024
                               PT Harum Energy Tbk (“Perseroan”)


Pelaksanaan

Kegiatan Paparan Publik (Public Expose) Perseroan Tahun 2024 (“Public Expose”) telah diselenggarakan pada:

Hari, tanggal : Jumat, 7 Juni 2024
Waktu         : 10.30 – 11.30 WIB
Tempat        : Live Event Zoom
                Deutsche Bank Building, Lantai 9
                Jln. Imam Bonjol No. 80, Jakarta Pusat

Peserta

Kegiatan Public Expose dihadiri oleh:
• Perseroan:
    - Direktur Utama                   : Ray Antonio Gunara
    - Kepala Divisi Accounting         : Hartanto Susilo
    - Sekretaris Perusahaan (Moderator): Renny Soependi
    - dan lain-lain
• Analis/Investor/Media:
    - Analis, Investor, dan Masyarakat : 23 orang
    - Media                            : 10 orang
      Total                            : 33 orang

Acara

Urutan acara Public Expose adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan
2. Presentasi
3. Tanya jawab dan penutupan

Pembukaan dan Presentasi

Pembukaan Public Expose disampaikan oleh Ibu Renny Soependi selaku moderator, kemudian Public Expose
dilanjutkan dengan presentasi oleh Bapak Ray Gunara yang memaparkan kinerja Perseroan selama tahun 2023
dan periode 3 (tiga) bulan pertama tahun 2024 yang mencakup pemaparan mengenai hal-hal berikut ini:
(i) Sekilas Perseroan (lokasi kegiatan operasi dan aset Perseroan dan jejak langkah ekspansi Perseroan ke
      industri nikel);
(ii) Kegiatan usaha Perseroan (kinerja penjualan batubara, pasar penjualan batubara, profitabilitas, laporan
      keuangan konsolidasian, rencana produksi batubara tahun 2024, rencana investasi tahun 2024, dan
      strategi usaha); dan
(iii) Pelaksanaan kegiatan dan program tanggung jawab sosial Perseroan.
Setelah disampaikannya presentasi tersebut, acara Public Expose dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Perseroan memberikan kesempatan bertanya kepada peserta Public Expose dimana terdapat 8 pertanyaan
dari peserta Public Expose yang telah ditanggapi dalam waktu yang tersedia, sebagai berikut:




                                                                                                          1
Page 2
1. Pertanyaan dari Aldebaran Martimo Harli (Independen)

   a. Perusahaan memiliki saham sebesar 10% di PT Sunny Metal Industry, untuk itu apakah kedepannya
      perusahaan akan menambah kepemilikannya di PT Sunny Metal Industry? Serta apakah perusahaan
      juga akan melakukan investasi pada perusahaan smelter lainnya yang beroperasi di kawasan IWIP?
      Kemudian, adakah rencana perusahaan untuk melakukan akuisisi perusahaan tambang nikel yang
      lain?

   b. Apakah perusahaan memiliki rencana untuk memasuki bisnis di sektor Energi Baru Terbarukan
      (“EBT”), seperti perusahaan energi lainnya yang mulai mendiversifikasikan bisnis nya seperti
      pembangkit listrik EBT?

       Jawaban:

       a. Pada saat ini Perseroan belum memiliki rencana untuk menambah kepemilikan lebih lanjut di PT
          Sunny Metal Industry. Lokasi PT Sunny Metal Industri juga berada di IWIP dan sudah mulai
          beroperasi sejak Juni 2023. PT Sunny Metal Industry memproduksi nickel matte dengan kapasitas
          produksi tahunan sekitar 56.000 ton/tahun.

           Belum ada target investasi pada smelter lainnya yang dapat kami identifikasi saat ini, namun
           Perseroan akan terus menjajaki akuisisi tambang-tambang nikel lainnya untuk memperkuat basis
           sumber daya nikel demi mendukung kegiatan smelter-smelter Perseroan yang telah beroperasi.

       b. Pada saat ini Perseroan belum memiliki rencana spesifik untuk memasuki bisnis EBT, namun
          demikian Perseroan sudah memiliki rencana untuk menggunakan EBT sebagai salah satu sumber
          energi untuk keperluan operasi sendiri demi mengurangi emisi karbon Perseroan.

2. Pertanyaan dari William (Petromindo)

   a. Mohon disampaikan berapa kuota produksi RKAB batubara dan nikel perseroan untuk 2024, 2025,
      dan 2026?

   b. Untuk smelter WMI apakah saat ini sudah mencapai nameplate capacity? Jika belum, berapa persen
      produksi saat ini dan kapan estimasi mencapai 100%?

       Jawaban:

      a. Untuk kuota produksi batubara berdasarkan RKAB untuk tahun 2024 adalah sebesar 6 juta ton dan
         untuk kuota produksi tahun 2025 dan 2026 tidak berbeda banyak, namun sedikit lebih rendah
         daripada itu. Perseroan akan terus memantau kondisi pasar dan situasi operasional di lapangan
         secara berkala sehingga, apabila ada peluang untuk meningkatkan kuota produksi batubara, maka
         RKAB tersebut akan kami tinjau kembali.

          Untuk kuota produksi nikel, RKAB untuk tahun 2024 ini sudah sesuai dengan target produksi
          Perseroan, yaitu di kisaran 500.000 ton hingga 1.000.000 ton.

      b. Untuk smelter PT Westrong Metal Industry (“WMI”), smelter tersebut baru beroperasi sejak Maret
         2024 sehingga utilisasi produksi masih belum bisa dihitung secara pasti karena kapasitas produksi
         baru dapat dihitung setelah sedikitnya 6 bulan berproduksi. Namun kami targetkan utilisasi
         produksi dapat mencapai 85% dari kapasitas terpasang pada akhir tahun ini.


                                                                                                        2
Page 3
3. Pertanyaan dari Nicholas Yunix (Independen)

   Bagaimana harapan/gambaran kontribusi smelter yang baru beroperasi Maret 2024 kepada laporan
   keuangan nantinya?

   Jawaban:

   Faktor yang paling signifikan dari kontribusi smelter Perseroan di tahun 2024 adalah dimulainya produksi
   komersial dari smelter ke-2, yaitu smelter WMI. Kami mengharapakan dengan kombinasi produksi dari
   WMI, maka produksi dari smelter Perseroan akan mencapai total produksi yang diharapkan dapat
   mencapai sekitar 62.000 ton sampai 70.000 ton pada tahun ini, dibandingkan dengan produksi dari
   smelter Perseroan tahun lalu yang hanya 8.000 ton secara konsolidasi.

4. Pertanyaan dari Annisa (Bisnis Indonesia)

    a. Bagaimana Perseroan melihat harga batu bara dan nikel di tahun ini?

    b. Bagaimana dengan rencana akuisisi Perseroan di tahun ini? Berapa dana yang disiapkan Perseroan
       untuk akuisisi di tahun ini?

    c. Pada RUPST hari ini, apakah terdapat pembagian dividen? Jika iya berapa dividen yang dibagikan dan
       kapan akan dibagikan? Jika tidak, apa alasan Perseroan tidak membagikan dividen?

        Jawaban:

         a. Untuk harga batubara pada awal tahun ini sudah mulai terlihat stabil dibandingkan dengan
            kinerja harga batubara dalam 6 bulan terakhir, harga jual Batubara Perseroan di kuartal I 2024
            sebanding dengan kuartal IV 2023, jadi penurunan harga batubara sepertinya telah melambat
            atau tidak signifikan seperti pada tahun 2023.
              Sedangkan untuk harga nikel sangat fluktuatif, yaitu mengalami penurunan yang cukup tajam
              pada awal tahun 2023, meskipun beberapa minggu terakhir ini mengalami peningkatan hingga
              menembus USD20.000/ton. Namun kedepannya kami cukup optimis bahwa harga nikel akan
              berada dikisaran USD16.000/ton sampai USD20.0000/ton sehingga memberikan potensi untuk
              memberikan margin yang cukup baik bagi Perseroan.

         b. Untuk tahun 2024, Perseroan belum memiliki rencana lebih lanjut untuk melakukan akuisisi
            baru karena kami berfokus untuk menyelesaikan proyek-proyek yang baru kami akuisisi.
            Contohnya adalah PT Blue Sparking Energy yang sedang mengerjakan proyek HPAL, kami
            berharap agar proyek tersebut dapat selesai tepat waktu. Selain itu WMI, yang baru memulai
            operasi smelter pada bulan Maret 2024 diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan tingkat
            produksinya dapat mencapai kapasitas terpasang.

         c. RUPS memutuskan untuk tidak membagikan dividen tunai dari laba tahun buku 2023
            dikarenakan adanya kebutuhan kas Perseroan di tahun 2024 dan sehubungan dengan investasi
            proyek-proyek yang baru dikerjakan kedepannya. Sehingga, Perseroan melihat lebih bijak
            apabila Perseroan mencadangkan kas Perseroan untuk realisasi dari proyek-proyek baru
            tersebut.




                                                                                                         3
Page 4
5. Pertanyaan dari Mulyana Ridwan (Harian Kontan)

   a. Pada Kuartal I 2024, HRUM sudah mencatatkan pendapatan dari segmen nikel. Tapi kinerja
      pendapatan dan laba bersih masih turun karena penurunan signifikan dari segmen batubara.
      Apakah ada gambaran / proyeksi untuk kinerja Kuartal II 2024? Apakah bisa tumbuh?

   b. Seperti apa proyeksi pendapatan dan laba bersih HRUM sampai tutup tahun (full year) 2024?
      Apakah bisa dielaborasi mengenai kontribusi dari segmen nikel, akan berapa persen dibandingkan
      dengan kontribusi dari batubara?

   c. Apakah dapat diinformasikan mengenai hasil-hasil RUPST dan kebijakan dividen HRUM?

        Jawaban:

        a. Untuk kinerja Perseroan di Kuartal I 2024 memang mengalami penurunan laba yang cukup
           tajam, namun perlu dicatat bahwa laba bersih Kuartal I 2024 tersebut terdapat penyesuaian-
           penyesuaian akuntansi yang menurunkan realisasi laba bersih. Apabila kita lihat dari
           performa EBITDA Perseroan Kuartal I tahun 2024 yaitu sebesar USD92juta, mencerminkan
           peningkatan sebesar 40% dibandingkan kuartal sebelumnya, yang menurut kami merupakan
           indikasi yang lebih akurat untuk menilai kinerja Perseroan di Kurtal I 2024.
            Memang sektor batubara mengalami penurunan, namun demikian penurunan tersebut kami
            nilai cukup wajar melihat dari realisasi harga jual batubara yang mengalami penurunan jika
            dibandingkan dengan realisasi harga jual di tahun lalu. Perlu diketahui juga bahwa kuartal
            pertama tahun 2023 merupakan periode dimana harga batubara berada di tingkat yang
            paling tinggi di sepanjang tahun 2023.

        b. Pendapatan hingga tutup tahun 2024 memang sulilt kita proyeksikan karena menyangkut
           dengan harga jual batubara dan nikel yang diluar kendali kami, namun kami merasa lebih
           optimis untuk harga batubara tahun ini relatif tidak akan sebesar penurunan harga batubara
           di tahun 2023, sedangkan harga jual nikel juga terlihat lebih stabil dibandingkan dengan
           tahun 2023 yang telah mengalami penurunan cukup besar. Kami berharap pendapatan
           Perseroan akan lebih stabil dan kami juga harapkan tidak akan ada lagi penyesuaian
           akuntansi seperti yang terjadi di tahun 2023.

        c. Salah satu hasil RUPST yang cukup signifikan adalah tidak adanya pembagian dividen tunai
           dari laba tahun buku 2023, dikarenakan adanya proyeksi kebutuhan kas atau kebutuhan
           investasi Perseroan yang cukup material di tahun 2024 dan tahun kedepannya sehubungan
           dengan konstruksi proyek di PT Blue Sparking Energy.

6. Pertanyaan dari Alex (Investor)

   a. Apakah yg menjadi dasar untuk adjustment one-off USD31 juta di Kuartal I 2024? Apakah akan ada
      kondisi di masa depan, dimana adjustment ini akan dilakukan lagi? Kondisi seperti apa?

   b. Capex 2024 senilai USD687 juta. Bagaimana capex ini akan didanai? 95% capex untuk nikel, mohon
      diperjelas lebih spesifik untuk keperluan proyek apa saja?




                                                                                                    4
Page 5
c. Apakah yang menjadi pertimbangan terutama untuk masuknya Tsingshan dalam kepemilikan
   sebanyak 49% di divisi nikel? Apakah rencana ini sudah 100% pasti? Kapan rencana ini akan mulai
   efektif?

    Jawaban:

    a. Yang menjadi dasar dari adjustment one-off sebesar USD31 juta di Kuartal I 2024 adalah
       terkait dengan akuisisi saham tambahan di WMI. Sebelum akuisisi WMI tersebut dilakukan,
       kepemilikan saham Perseroan (melalui HNI) sebelumnya adalah sebesar 20% di WMI.
       Kemudian Perseroan (melalui HNI) mengakuisisi saham tambahan sehingga meningkatkan
       kepemilikan sahamnya menjadi 80%. Basis valuasi atas akuisisi saham tambahan kedua
       tersebut lebih rendah daripada basis valuasi akusisi saham Perseroan yang pertama. Terkait
       dengan hal tersebut, peraturan akuntasi yang berlaku mengharuskan adanya penyesuaian
       pencatatan nilai dari akuisisi yang dilakukan pada saat pertama kali. Penyesuaian tersebut
       adalah sebesar USD31 juta, yang dilakukan agar aset Perseroan pada saat akuisisi pertama
       menggunakan basis valuasi yang sama dengan basis valuasi pada saat akuisisi kedua, sehingga
       penyesuaian tersebut sifatnya non-cash dan hanya penyesuaian akuntansi.
       Perseroan beranggapan saat ini tidak akan ada lagi adjustment seperti ini karena sifatnya one-
       off dan kami belum memiliki rencana untuk melakukan akuisisi tambahan dalam waktu dekat.

    b. Sebagian besar capex tahun 2024 akan digunakan untuk pengembangan bisnis nikel
       Perseroan, terutama untuk penyelesaian proyek HPAL di PT Blue Sparking Energy.
       Keseluruhan proyek HPAL tersebut akan memakan biaya maksimal USD2 milyar sehingga atas
       kepemilikan saham Perseroan sebesar 51%, masih memerlukan tambahan biaya yang cukup
       besar. Hingga saat ini Perseroan telah melakukan investasi sebesar USD500 juta sehingga sisa
       investasi yang masih diperlukan adalah bagian dari capex tahun 2024 yaitu sebesar USD687
       juta (secara konsolidasi), termasuk untuk capex tambang bijih nikel.

    c. Alasan yang menjadi pertimbangan untuk menjadikan Tsingshan sebagai pemilik 49% saham
       telah kami sampaikan dalam Keterbukaan Informasi, saat kami mengumumkan adanya
       kesepakatan kerjasama strategis ini.
        Pada saat ini, kami masih dalam tahap dokumentasi dan pemenuhan persyaratan sehingga
        kami harapkan apabila semuanya berjalan lancar, kesepakatan ini akan efektif di bulan Juli
        atau Agustus tahun ini.



                                         ******HE******




                                                                                                   5

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.24 MB
Published11 Jun 2024
Pages5
Characters14,252
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Harum Energy Tbk p.1 ×2
linked person Ray Antonio Gunara p.1
unresolved — Moderator · Sekretaris Perusahaan p.1
unresolved person Renny Soependi p.1
unresolved person Ray Gunara p.1
unresolved org PT Sunny Metal Industry p.2 ×3
unresolved org PT Sunny Metal Industry. Lokasi p.2
unresolved org PT Sunny Metal Industri p.2
unresolved org PT Westrong Metal Industry p.2
unresolved org PT Blue Sparking Energy p.3 ×2
unresolved org PT Blue Sparking Energy. Keseluruhan p.5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result