Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
Jakarta, 11 Juni 2024 Nomor : 027/INPP-CS/VI/2024 Lampiran :- Kepada Yth: Direksi PT Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 Perihal : Laporan Hasil Public Expose Tahunan 2024 Dengan hormat, Merujuk pada surat penyampaian materi Public Expose No.024/INPP-CS/V/2024 tanggal 03 Juni 2024, bersama ini kami sampaikan Laporan Pelaksanaan Public Expose Tahunan 2024 yang diselenggarakan pada hari Kamis, 06 Juni 2024. Demikian kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, PT Indonesian Paradise Property Tbk ______________________ Ispandiati Makmur Corporate Secretary
Page 2
LAPORAN HASIL KEGIATAN PAPARAN PUBLIK (PUBLIC EXPOSE) 2024
PT. INDONESIAN PARADISE PROPERTY TBK (INPP)
Hari/Tanggal : Kamis, 06 Juni 2024
Waktu : 11.20 – 12.15 WIB
Tempat : Unique Room Lt. 5 Harris Suites fX Sudirman, Jakarta Pusat
Agenda : 1. Sekilas Perusahaan
2. Sekilas Bisnis Perusahaan
3. Kinerja Keuangan FY23 dan 1Q24
4. Strategi Perusahaan Ke Depan & ESG
Paparan Publik PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) telah dilaksanakan pada tanggal 06 Juni
2024 dengan di Unique Room Lt. 5 Harris Suites fX Sudirman, Jakarta Pusat, mulai pukul 11.20 WIB
dengan pembahasan mengenai sekilas Perseroan, bisnis Perseroan, dilanjutkan pembahasan
mengenai kinerja FY23 dan 1Q24, strategi perusahaan, dan ditutup dengan pemaparan ESG.
Berikut adalah jajaran Manajemen Perseroan yang hadir:
1. Anthony Prabowo Susilo : Presiden Direktur
2. Surina : Direktur
3. Ispandiati Makmur : Corporate Secretary
Transkrip Tanya Jawab Paparan Publik
Anto – realestate.id
1 Q Tadi disampaikan bahwa recurring income-nya 85%. Menurut INPP, idealnya seperti
apa? Kemudian, strategi apa yang akan dilakukan untuk mencapai komposisi angka
tersebut?
A Dalam 8 tahun terakhir, target INPP adalah membangun penjualan properti dengan rata-
rata 20-30% dari total omset. Pencatatan mungkin sedikit lebih besar, karena, seperti yang
kita ketahui, meskipun omset recurring income misalnya sebesar Rp1 triliun, dan property
sales mungkin sekitar Rp300-500 miliar, namun angka ini tidak konsisten setiap tahunnya.
Tapi sebagai panduan dari Manajemen, kami terus mencari proyek yang mungkin
memberikan kontribusi properti sekitar Rp200-300 miliar (non-PSAK).
2 Q Kapan perkiraan Antasari Place Tower ke-2 akan mulai dipasarkan?
A Antasari Tower 2 direncanakan akan mulai dibangun pada tahun 2025. Kemungkinan akan
ada komponen hotelnya, karena memang sudah menjadi bagian dari perencanaan kami
sejak awal. Baik apartemen maupun hotel akan menjadi bagian dari rencana kami.
Page 3
Nita – Bisnis Indonesia
1 Q Seperti yang disampaikan, bahwa Capex tahun 2024 sebesar Rp980 miliar. Berapa yang
sudah diserap di Kuartal 1-2024, dan alokasinya untuk apa saja?
A Capex kami di tahun 2024 memang sebesar Rp980 miliar, di Kuartal 1-2024 sudah
digunakan sekitar 20%, terutama untuk proyek Antasari karena kami memang
menargetkan handover pada Kuartal 4-2024. Dan juga untuk proyek extension di Bandung
dan Mall di Semarang. Namun, status pembangunan di Semarang masih berada pada
tahap pemancangan, sehingga akan dilaksanakan secara bertahap. Sebagian besar belanja
modal akan digunakan pada Kuartal 3 dan 4 di 2024.
2 Q Berapa recurring income INPP di Kuartal 1-2024 dan berapa targetnya hingga akhir tahun
2024?
A Untuk recurring revenue memang masih mendominasi total pendapatan di Kuartal 1-2024
ini, karena nanti untuk pencatatan property sales yang cukup tinggi baru terjadi di Kuartal
4-2024. Jadi, saat ini masih sekitar 80%. Namun, kami berharap untuk full year mungkin
mencapai 70%. Karena pada Kuartal 4, kami akan mencatat pendapatan dari property sales
Antasari.
3 Q Dengan situasi dan kondisi saat ini, seperti geopolitik, ekonomi global, inflasi, dan
sebagainya, seberapa optimis INPP memandang bisnis properti di tahun 2024?
A Beberapa tahun lalu, memang kami mengasumsikan dan mengantisipasi adanya sedikit
ketidakseimbangan global, terutama dengan situasi geopolitik internasional yang begitu
hangat. Namun, poin yang paling penting adalah bahwa pada Desember 2023, 100% dari
pendanaan Paradise Indonesia adalah dalam rupiah. Jadi, kami tidak memiliki exposure
pada dolar.
Hal ini memang sudah direncanakan dari awal, bahkan beberapa termin kredit kami sudah
diantisipasi. Kalau kita bicara 2 kuartal yang lalu, pasar mengharapkan Fed rate untuk turun
sebanyak 3-4 kali lagi, kami mengantisipasi bahwa hal itu tidak akan terjadi. Kami
memperkirakan akan ada pengembangan antara interest rate differential, antara BI rate
dan Fed rate. Oleh karena itu, beberapa termin project loan kami dilengkapi dengan
interest rate cap, simple way to hedge interest rate.
Mengenai dampaknya pada bisnis properti, kami cukup bersyukur karena 85% dari omset
kami berasal dari sektor perhotelan dan pusat perbelanjaan yang perkembangannya cukup
positif tahun ini. Saya mendengar ulasan yang bervariasi tentang kondisi ekonomi, namun
yang tidak bisa kita pungkiri adalah bahwa culture orang-orang akan selalu butuh liburan.
Jadi, itu mungkin salah satu budaya yang membantu INPP. Karena itu, meskipun di tengah
pilpres dan situasi lainnya, omset kami tetap stabil.
4 Q Kapan perkiraan INPP bisa masuk ke dalam peringkat 10 besar ESG rating di Bursa Efek
Indonesia?
A Di tahun ini, kami memiliki rencana untuk melakukan corporate action, baik dalam bentuk
obligasi dan lain-lain. Sebagai salah satu persiapan untuk menerbitkan obligasi, kami juga
Page 4
melakukan ESDD (Environmental & Social Due Diligence) untuk INPP. Pembahasan
mengenai apakah akan mendapatkan ESG rating dan sebagainya, masih dalam tahap
diskusi. Namun, itu memang sudah menjadi program kerja kami di semester kedua tahun
ini.
Kami memulainya pada tahun 2021, 2022, dan 2023 dengan laporan kepada IDX dan OJK.
Kami berharap sesuai dengan tagline kami dalam sustainability report, bahwa pada tahun
2030 atau 2030 ke atas, INPP akan menjadi company yang lebih sustainable, sehingga kami
berharap bahwa setelah adanya pelaporan mengenai bonds issuance, ESDD, dan ESMS
(Environmental and Social Management System) mengenai management system,
semuanya dapat dilaksanakan secara bertahap atau berkelanjutan. Harapannya, fokus
untuk masuk ESG rating ini dapat dimulai dari tahun 2025, setelah adanya ESDD dan ESMS.
5 Q Kapan rencana pembangunan hotel di Balikpapan dan seberapa luas hotel tersebut?
A Mengenai proyek kami Balikpapan akan kami mulai dari sektor perhotelan dulu. Menurut
market research menunjukkan dampak positif dari perencanaan IKN terhadap kota
Balikpapan. Misalnya, saat perayaan 17 Agustus besok, banyak orang mungkin akan
datang, tentunya ini berhubungan dengan potensi mereka menginap di hotel-hotel sekitar
Nusantara, Balikpapan, atau Samarinda. Jadi, menurut saya, demand dan market itu
sebenarnya ada. Dan memang dampak pemerataan dan juga pengembangan di daerah-
daerah itu mungkin lebih prospektif dengan pengembangan IKN ini.
6 Q Seberapa jauh kemajuan kerja sama antara INPP dan ClubMed dalam pembangunan
lima resort yang dimulai tahun lalu?
A Terkait program kerja dengan ClubMed, sedang dalam tahap-tahap sudah cukup advance
untuk memfinalisasi konsep, pola kerja sama, dan ini masih dalam tahap pembelajaran dan
perkembangan.
Gana – Media Indonesia
1 Q Seperti yang disampaikan sebelumnya, pada kuartal 2 ini diperkirakan laba bersih akan
mengalami peningkatan, salah satunya disebabkan oleh dampak renovasi Plaza
Indonesia yang sudah mulai memberikan hasil. Selain Plaza Indonesia, faktor-faktor lain
apa saja yang mempengaruhi peningkatan pendapatan perusahaan di Kuartal 2? Dari
sektor mana kontribusi terbesar berasal, apakah dari sektor perhotelan, komersial, atau
properti?
A Kalau tadi disebutkan bahwa di dalam DIRE, sebenarnya ada beberapa investasi selain
mall, contohnya seperti hotel. Tapi di dalam ini juga ada mall Plaza Indonesia, yang
memang performanya luar biasa dan sudah pulih dari pandemi. Dan saya rasa, bahkan
selama pandemi, mereka tidak terlalu terdampak sebenarnya.
Selain itu, apabila ditanyakan mengenai sektor yang memberikan kontribusi terbesar
terhadap pendapatan, berdasarkan tabel dan grafik yang saya sampaikan, sektor
perhotelan menduduki peringkat pertama, diikuti oleh sektor komersial, dan yang ketiga
adalah penjualan properti. Jadi, kedua pilar utama recurring income tersebut selalu
memberikan dukungan yang konsisten terhadap pendapatan dan laba bersih INPP.
Page 5
2 Q Dengan kondisi transisi pemerintahan dan perpindahan ASN gelombang 1 ke IKN,
apakah akan mempengaruhi pendapatan perusahaan ke depan terutama di sektor
perhotelan dan komersial, khususnya di area Jakarta? Bagaimana strategi perusahaan
menghadapi hal ini?
A Kalau dari pendapat saya, dampak negatif ke INPP tidak ada karena unit bisnis kami cukup
terdiversifikasi secara geografis. Justru, saya melihat adanya potensi positif dan peluang,
seperti yang saya sebutkan tentang landbank kami di Balikpapan.
Saya senang sebenarnya mendengar salah satu pidato dari Ridwan Kamil, atau Kang Emil,
di RAKORNAS-nya, di IKN saat itu. Beliau menyatakan bahwa misi dari IKN bukanlah untuk
membangun ibu kota, tetapi harus mampu membangun kota yang hidup, yang berarti kota
tersebut harus aktif tidak hanya pada siang hari tetapi juga pada malam hari. Harus ada
unsur alami seperti itu. Lalu beliau memberikan beberapa contoh pembangunan ibu kota
baru yang berhasil, seperti di Malaysia, di Brasil, di Australia, di Amerika, dan lain-lain.
Beliau mengatakan bahwa yang paling sukses dari program ibu kota tersebut adalah
Washington DC, karena Washington DC merupakan kota yang berfungsi sebagai tri-state
antara DC, Maryland, dan Virginia. Jadi ada kota ibu kota di Washington DC, sedangkan
Maryland dan Virginia menjadi area pengembangan tri-state bersama. Itulah yang
direncanakan oleh Kang Emil untuk menjadi IKN Tri-state, yaitu Balikpapan, Samarinda, IKN
Nusantara. Dan menurut saya, itu merupakan pola pikir yang luar biasa baiknya, karena
ketiganya sebenarnya memiliki sinergi. Satu, kota yang profesional dan berorientasi bisnis
komersial; satu lagi, kota yang lebih berfokus pada konsumsi dalam negeri dan
presidensialnya seperti di Samarinda; dan ada kota pemerintahan di Nusantara.
Balikpapan adalah pusat bisnis, Samarinda adalah pusat konsumsi domestik dan
presidensial, sedangkan Nusantara menjadi ibu kota.
Dengan pola pikir seperti itu, kita baru bisa benar-benar melihat bahwa program IKN ini
sebenarnya merupakan pengembangan yang lebih luas, lengkap, dan realistis. Menurut
saya, itu justru merupakan peluang, mengingat kami sekarang sedang menjajaki
pengembangan kami di Balikpapan, yang mungkin dimulai dari sektor perhotelan.
3 Q Dengan persaingan industri properti yang semakin ketat saat ini, bagaimana strategi
perusahaan yang telah disiapkan untuk menghadapi tantangan ini?
A Kami memiliki strategi yang berfokus pada ketahanan dan daya saing, terutama mengingat
persaingan yang sengit di industri properti. Kami menyadari bahwa pasar properti yang
segmen landed houses ini sangat kompetitif dan saturated. Oleh karena itu, fokus kami
lebih tertuju pada bagaimana mempertahankan daya saing hotel dan pusat perbelanjaan
kami.
Konsep utama kami adalah menargetkan segmen middle up dengan pendekatan mixed use
dan pengembangan berukuran menengah (mid size). Kami percaya bahwa ini adalah
strategi yang tepat untuk kami. Mengapa? Karena saat ini, bisnis pusat perbelanjaan
merupakan tantangan tersendiri. Banyak konten retail yang mungkin tidak memberikan
hasil yang optimal, terutama anchor contents tertentu. Oleh karena itu, kami tidak terlalu
bergantung pada anchor contents. Secara keseluruhan, anchor contents hanya
menyumbang sekitar 20% dari total luas sewa yang kami tawarkan di dalam perusahaan
perbelanjaan kami. Dengan demikian, model bisnis kami tetap kompetitif dan
menguntungkan.
Page 6
Pada sisi perhotelan, rencana kami adalah membangun hotel sebagai bagian dari konsep
mixed-use. Kami menganggap ini sebagai salah satu strategi yang paling vital. Berdasarkan
pengalaman kami, hotel yang terletak di atas pusat perbelanjaan memiliki tingkat hasil
yang lebih tinggi daripada hotel yang berdiri sendiri. Ambil contoh Harris fX, dengan produk
yang sederhana dan umum, namun menjadi salah satu hotel paling menguntungkan di
Indonesia. Ini terjadi karena adanya sinergi antara hotel dan pusat perbelanjaan. Beberapa
orang mungkin datang karena tertarik dengan interior atau arsitektur, namun yang
membuat mereka kembali adalah kenyamanan dan nilai tambah yang kami tawarkan. Oleh
karena itu, kami selalu berusaha menyeimbangkan nilai jangka panjang yang kami
tawarkan kepada pelanggan.
Hotel yang terletak di pusat kota berbeda dengan hotel yang terletak di tempat wisata.
Karena hotel di kota, besar kemungkinan akan lebih sering dikunjungi. Berbeda dengan
hotel di tempat wisata, di mana orang-orang mungkin hanya datang satu kali setahun.
Cahya Putri – IDX Channel
1 Q Terkait hasil RUPS tadi, apakah ada pembagian dividen? Jika ada, berapa besarnya? Jika
tidak, apa pertimbangannya?
A Fokus dari INPP untuk 3-4 tahun ke depan adalah pengembangan. Ada momennya nanti
saat kami sudah di size yang where we should be, mungkin kita bisa mulai yielding dan
mulai distribusi dividen. Namun, saya bisa katakan dari semua program kerja INPP, dana
laba itu sebagian besar akan kami fungsikan kepada pengembangan untuk
mengembangkan lini bisnis terlebih dahulu.
2 Q Berapa target pendapatan dan laba INPP tahun 2024?
A Target pendapatan, sebenarnya kita selalu menargetkan peningkatan minimal 20% setiap
tahunnya. Karena seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, pencatatan kami
sebenarnya lagging. Jadi, meskipun pendapatan di Kuartal 1 mungkin tidak begitu tinggi,
kami yakin bahwa di Kuartal 4 nanti kami akan mencatatkan penjualan properti yang cukup
tinggi. Oleh karena itu, kami cukup yakin dapat mencapai peningkatan 20%. Saya merasa
bahwa bottom line juga akan meningkat sejalan dengan itu.
Page 7
Dokumentasi Paparan Publik INPP
Page 8
Page 9
DAFTAR HADIR No Nama Tipe Stakeholder Nama Instansi / Media 1 Handoko Sutjahjo Kontraktor PT Jaya Kusuma Sarana 2 Pingsong Kontraktor PT Jagat Konstruksi Adiprana 3 Sussy Supplier PT Hospitality Equip Group 4 Hidir Achmad Supplier PT Tritunggal Adyabuana 5 Kenneth S. Investor RHB Sekuritas 6 Christopher Rubianto Investor PT BCA Sekuritas 7 Irfan Januar Investor KB Valbury Sekuritas 8 Nabila Yusianti Investor CIMB Niaga Sekuritas 9 Benyamin Investor KB Valbury Sekuritas 10 Steven Investor KB Valbury Sekuritas 11 Mita Investor Properti Indonesia 12 Pius Media Properti Terkini 13 Susi Meda Rumahku 14 Fadjar Media Naxel 15 Nita Media My Home Magz 16 Zetta Hunanny Media IDN Financials 17 Khairul Azhar Media Housing Estate 18 Marjudin Media Ipotnews 19 Didan Media Asrinesia 20 Rangga Media Detik 21 Agfi Media Jawa Pos 22 Anto Media Realsetat.id 23 Septian Media Athome.id 24 Erly Media Ranah Rumah 25 Anwar Syueb Media Property and the city 26 Gana Media Media Indonesia 27 Soleh Hasibuan Media Property.id 28 Cahya Putri Media IDX Channel 29 Nita Media Bisnis Indonesia
Names mentioned 38 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Ispandiati Makmur
· Corporate Secretary
p.1
unresolved
—
Handoko Sutjahjo
p.9
unresolved
org
PT Jaya Kusuma Sarana
p.9
unresolved
—
Pingsong
p.9
unresolved
org
PT Jagat Konstruksi Adiprana
p.9
unresolved
—
Sussy
p.9
unresolved
org
PT Hospitality Equip Group
p.9
unresolved
person
Hidir Achmad
p.9
unresolved
org
PT Tritunggal Adyabuana
p.9
unresolved
—
Kenneth S.
p.9
unresolved
—
Christopher Rubianto
p.9
unresolved
—
Irfan Januar
p.9
unresolved
—
Nabila Yusianti
p.9
unresolved
—
Benyamin
p.9
unresolved
—
Mita
p.9
unresolved
—
Pius
p.9
unresolved
—
Susi
p.9
unresolved
—
Fadjar
p.9
unresolved
—
Zetta Hunanny
p.9
unresolved
—
Khairul Azhar
p.9
unresolved
—
Marjudin
p.9
unresolved
—
Didan
p.9
unresolved
—
Rangga
p.9
unresolved
—
Agfi
p.9
unresolved
—
Anto
p.9
unresolved
—
Septian
p.9
unresolved
—
Erly
p.9
unresolved
—
Anwar Syueb
p.9
unresolved
—
Gana
p.9
unresolved
—
Soleh Hasibuan
p.9
unresolved
—
Cahya Putri
p.9
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.