Back to announcement
20260519_ABMM_Laporan Informasi dan Fakta Material_32092286_lamp1.pdf
Other Text extracted ABMMSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
PT ABM Investama Tbk 1Q 2026
Memperkuat Portofolio melalui Operasi Tambang Baru untuk Mendukung
Ekosistem yang Tangguh
Jakarta, 30 April 2026 – PT ABM Investama Tbk (“Perseroan”) telah mempublikasikan laporan
keuangan konsolidasian interim untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026. Industri
pertambangan menghadapi berbagai kondisi yang menantang, dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar
minyak akibat dari konflik yang berkelanjutan di Timur Tengah serta dinamika kebijakan dan regulasi
di dalam negeri.
Dalam menanggapinya, Perseroan berfokus pada penguatan portofolio bisnis dan memaksimalkan
output operasional dari seluruh aset terutama pada operasi tambang batu bara di Aceh yang berhasil
mencatatkan penjualan pertama di Februari 2026. Selain itu, Perseroan terus meningkatkan efisiensi
di seluruh unit bisnis untuk memperkuat ketahanan ekosistem bisnis. Inisiatif ini bertujuan untuk
menjawab tantangan usaha, memperkuat kinerja operasional dan menjaga penciptaan nilai jangka
panjang bagi para pemangku kepentingan.
Sebagai hasilnya, Perseroan mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang tangguh di tengah
kondisi industri yang menantang. Kinerja 1Q26 mencerminkan kemampuan adaptasi yang kuat
terhadap dinamika pasar, sekaligus mempertahankan komitmen untuk memberikan nilai optimal bagi
para pemangku kepentingan.
Perseroan tetap fokus untuk mencapai target tahunan melalui peningkatan kinerja terutama pada
paruh kedua tahun 2026.
---
Ketahanan Kinerja di Tengah Tantangan Industri
• Perseroan mencatat pendapatan konsolidasian sebesar USD 222,7 juta, turun 10,9% YoY,
terutama dipengaruhi tantangan operasional akibat faktor eksternal. LTM Adjusted EBITDA
(1) tercatat sebesar USD 335,2 juta, sementara laba bersih (2) mencapai USD 14,4 juta.
• Volume pengupasan tanah penutup (overburden removal) turun 10,6% YoY menjadi 48,5
Mbcm sedangkan volume produksi batubara (coal getting) meningkat 12,5% YoY menjadi
8,6 juta ton, didorong oleh peningkatan output dari salah satu site di Kalimantan Selatan.
• Meskipun terdapat penurunan volume operasional pada beberapa segmen, efisiensi
berkelanjutan berhasil menurunkan biaya pendapatan sehingga meningkatkan marjin
profitabilitas dibandingkan 1Q25.
• Bisnis perdagangan bahan bakar mencatat volume penjualan sebesar 69,3 juta liter.
• Bisnis logistik mempertahankan kinerja solid dengan tingkat ketepatan waktu pengiriman (on-
time delivery) (3) sebesar 95,3%.
• Bisnis jasa dan fabrikasi juga menunjukkan eksekusi yang relatif stabil dengan tingkat on-time
in-full (4) sebesar 83,5%.
(1) Formula perhitungan Adjusted EBITDA adalah = Laba Bruto – Beban Penjualan, Umum, & Administrasi + Depresiasi dan Amortisasi +
Bagian Atas Laba Entitas Asosiasi
(2) Laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
(3) Formula perhitungan on time delivery adalah = (jumlah pengiriman lebih awal + jumlah pengiriman tepat waktu)/ jumlah total
pengiriman
(4) Formula perhitungan on time In-full adalah = Jumlah pengiriman barang secara tepat waktu dan lengkap/jumlah total pengiriman
barang
Page 2
--- Membentuk Masa Depan yang Lebih Tangguh melalui Optimalisasi Portofolio Pada periode 1Q26, aset tambang batu bara Perseroan di Aceh berhasil mencatat penjualan pertama pada Februari 2026, dengan volume penjualan yang diperkirakan meningkat sepanjang tahun. Aset ini diharapkan mampu menciptakan sinergi dan memperkuat ekosistem rantai nilai pertambangan Perseroan. Selain itu, Perseroan meningkatkan inisiatif efisiensi secara grup dan meningkatkan produktivitas operasional. Hal ini didukung oleh pengelolaan arus kas yang disiplin, fokus pada cash preservation, serta penerapan disiplin belanja modal. Sebagai hasilnya, biaya pendapatan turun 13,3%, lebih besar dibanding penurunan pendapatan sebesar 10,9% sehingga laba kotor meningkat 60,9% YoY dibandingkan 1Q25. Hal tersebut menunjukkan keberhasilan langkah efisiensi Perseroan. Dalam jangka pendek, Perseroan fokus dalam menyelesaikan perizinan untuk memulai operasi PT Piranti Jaya Utama di Kalimantan Tengah, dengan target first cut pada akhir 2026. Untuk jangka panjang, Perseroan berkomitmen memperluas bisnis non-batu bara melalui pertumbuhan non- organik selektif di sektor terkait guna meningkatkan sinergi dan memperkuat posisi sebagai Perseroan rantai nilai pertambangan terkemuka di Indonesia. --- Mewujudkan Pertumbuhan Yang Bertanggung Jawab dan Memberikan Nilai Berkelanjutan Perseroan terus mendukung program pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada pendidikan, serta turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan program pembelajaran di kelas, pengembangan operator, program pencegahan stunting dan penanaman pohon bakau. Program-program tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan telah memberikan manfaat bagi ribuan penerima. Selain itu, Perseroan melalui anak usaha yang bergerak dalam bidang Pembangkit Listrik Tenaga Biogas telah memperoleh Surat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE GRK) dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dapat digunakan sebagai unit karbon dalam perdagangan di Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon), memungkinkan partisipasi dalam perdagangan kredit karbon. Hal ini mencerminkan kemajuan Perseroan dalam energi terbarukan dan kontribusi terhadap pengurangan emisi. (1) Formula perhitungan Adjusted EBITDA adalah = Laba Bruto – Beban Penjualan, Umum, & Administrasi + Depresiasi dan Amortisasi + Bagian Atas Laba Entitas Asosiasi (2) Laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk (3) Formula perhitungan on time delivery adalah = (jumlah pengiriman lebih awal + jumlah pengiriman tepat waktu)/ jumlah total pengiriman (4) Formula perhitungan on time In-full adalah = Jumlah pengiriman barang secara tepat waktu dan lengkap/jumlah total pengiriman barang
Page 3
--- Pernyataan Direktur “Fokus kami tetap pada penguatan portofolio di tengah tantangan industri. Kami berupaya mempercepat optimalisasi aset, memperketat pengendalian biaya, serta menjaga alokasi modal yang disiplin dengan didukung manajemen arus kas yang kuat. Melalui upaya ini, kami berkomitmen menjaga ketahanan bisnis dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan ” Hans Manoe - Direktur PT ABM Investama Tbk. Ringkasan Keuangan & Operasional Pencapaian Keuangan UoM 1Q25 1Q26 % YoY Pendapatan USD Mn 250,0 222,7 -10,9 LTM Adjusted EBITDA (1) USD Mn 375,8 335,2 -10,8 Laba Bersih (2) USD Mn 21,5 14,4 -32,8 Total Aset USD Mn 2.060,5 2.042,6 -0,9 Total Liabilitas USD Mn 1.192,4 1.148,5 -3,7 Ekuitas USD Mn 868,1 894,1 3,0 Pencapaian Operasional UoM 1Q25 1Q26 % YoY Volume Pemindahan Lapisan Tanah Penutup Mbcm 54,3 48,5 -10,6 Pengambilan Batubara Mn MT 7,6 8,6 12,5 Volume Penjualan Bahan Bakar Mn Litre 92,9 69,3 -25,4 On Time Delivery (3) % 93,8 95,3 1,5 On-Time In-Full (4) % 86,7 83,5 -3,2 Pendapatan Berdasarkan Segmen Segmen UoM 1Q25 1Q26 % YoY Jasa USD Mn 49,1 44,1 -10,3 Pabrikasi USD Mn 10,9 8,1 -26,1 Kontraktor Tambang dan Tambang Batubara USD Mn 176,1 164,3 -6,7 Lain-Lain USD Mn 81,3 58,7 -27,7 Eliminasi USD Mn -67,5 -52,5 Total USD Mn 250,0 222,7 -10,9 (1) Formula perhitungan Adjusted EBITDA adalah = Laba Bruto – Beban Penjualan, Umum, & Administrasi + Depresiasi dan Amortisasi + Bagian Atas Laba Entitas Asosiasi (2) Laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk (3) Formula perhitungan on time delivery adalah = (jumlah pengiriman lebih awal + jumlah pengiriman tepat waktu)/ jumlah total pengiriman (4) Formula perhitungan on time In-full adalah = Jumlah pengiriman barang secara tepat waktu dan lengkap/jumlah total pengiriman barang
Page 4
Tentang Perseroan PT ABM Investama Tbk. (IDX: ABMM) merupakan Perseroan energi terintegrasi yang menjalankan investasi strategis di sektor pertambangan, logistik, serta jasa rekayasa industri, guna mendukung keseluruhan rantai nilai industri energi dan mewujudkan energi bersih yang berkelanjutan di masa depan. ABM memiliki sejumlah entitas anak diantaranya adalah PT Reswara Minergi Hartama (RWA), PT Cipta Kridatama (CK), PT Cipta Krida Bahari (CKB), PT Sanggar Sarana Baja (SSB), PT Prima Wiguna Parama (PWP), PT Nagata Dinamika (ND), dan PT Anzara Janitra Nusantara (AJN). Sebagai bagian dari grup PT Tiara Marga Trakindo, ABM mengusung visi besar untuk menjadi Perseroan investasi strategis dengan solusi energi terintegrasi yang mengelola seluruh rantai nilai pertambangan. ABM memosisikan diri sebagai Perseroan induk investasi bagi sejumlah entitas bisnis yang terbagi ke dalam dua sektor utama. Sektor pertama, yaitu Mining Value Chain (MVC), merupakan rantai bisnis terintegrasi yang mencakup konsesi pertambangan, jasa kontraktor tambang, manajemen bahan bakar, hingga pengangkutan batubara. Sektor kedua, yaitu Logistic Engineering, and New Business (LENB), dibentuk untuk memperkuat sinergi dan mendukung pengembangan bisnis di bidang logistik, rekayasa industri, serta energi terbarukan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi: Corporate Secretary Email: corporate.secretary@abm-investama.co.id (1) Formula perhitungan Adjusted EBITDA adalah = Laba Bruto – Beban Penjualan, Umum, & Administrasi + Depresiasi dan Amortisasi + Bagian Atas Laba Entitas Asosiasi (2) Laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk (3) Formula perhitungan on time delivery adalah = (jumlah pengiriman lebih awal + jumlah pengiriman tepat waktu)/ jumlah total pengiriman (4) Formula perhitungan on time In-full adalah = Jumlah pengiriman barang secara tepat waktu dan lengkap/jumlah total pengiriman barang
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Piranti Jaya Utama
p.2
unresolved
org
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
p.2
unresolved
org
PT Reswara Minergi Hartama
p.4
unresolved
org
PT Cipta Kridatama
p.4
unresolved
org
PT Cipta Krida Bahari
p.4
unresolved
org
PT Sanggar Sarana Baja
p.4
unresolved
org
PT Prima Wiguna Parama
p.4
unresolved
org
PT Nagata Dinamika
p.4
unresolved
org
PT Anzara Janitra Nusantara
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.